You are on page 1of 5

Kamis, 03 September 2015

LTM KEPERAWATAN DEWASA II QBL 1


Oleh Dina Mulisari. 1406574434. Mahasiswa S1 FIK UI Reguler 2014.
email: dinamulisari@hotmail.com

Sistem pernapasan mencakup tiga hal, yaitu anatomi dan fisiologinya,


proses respirasi, dan mekanika pernapasan. Anatomi organ pernapasan dibagi
menjadi dua, yaitu organ sistem pernapasan bagian atas dan bagian bawah. Organ
sistem pernapasan bagian atas terdiri dari hidung dan faring, sementara organ
sistem pernapasan bagian bawah terdiri dari laring, trakea, bronkus, dan paruparu.
Organ sistem pernapasan bagian atas yang pertama adalah hidung terdapat
vestibulum hidung, yang didalamnya terdapat epitel berambut kasar sepanjang
nares eksternal yang mencegah partikel asing masuk; rongga hidung, yang dilapisi
otot dan membran mukosa serta terdapat konka nasalis superior, media, dan
inferior yang membagi setiap rongga hidung menjadi meatus nasi superior, media,
dan inferior; septum nasal yang memisahkan rongga hidung; dan sinus parasal
yang berfungsi sebagai ruangan yang beresonansi dalam tengkorang yang dapat
meningkatkan kualitas suara serta dapat melembabkan dan membersihkan udara
karena memproduksi lendir.
Organ kedua pada sistem pernapasan bagian atas adalah faring yang
merupakan rongga di belakang tenggorokan. Berfungsi sebagai saluran bersama
untuk sistem pencernaan. Faring dapat dibagi menjadi tiga bagian, pertama
nasofaring yang berada posterior rongga hidung, berfungsi sebagai jalur
pernapasan dan pencernaan, dan dilapisi dengan epitel kolumnar bersilia semu,
kedua laryngofaring yang letaknya posterior pintu masuk laring, berfungsi
sebagai jalur pernapasan dan pencernaan, dan dilapisi epitel skuamosa berlapis
tidak berkeratin, dan yang ketiga adalah orofaring yang letaknya posterior rongga
mulut, berfungsi sebagai jalur pencernaan dan pernapasan, dilapisi epitel
berskuamosa tidak berkeratin, dan terdapat tonsil lingualis, tonsil palatum, dan
tuba eustachius yang berfungsi menghubungkan daerah orofaring dengan telinga
tengah.
1
Universitas Indonesia

Organ pertama dalam sistem pernapasan bagian bawah adalah laring yang
letaknya garis tengah anterior leher ke kerongkongan dan tulang C4 dan C6.
Berfungsi sebagai kotak suara dan terdapat epiglotis dan sembilan tulang rawan
terdiri dari tiga tulang tunggal, yaitu epiglotis; kartilago krikoid; dan kartilago
tiroid, dan tiga tulang yang berpasangan, yaitu kartilago arytenoid, kartilago
corniculate, dan kartilago cuneiform.
Organ yang kedua dalam sistem pernapasan bagian bawah adalah trakea
yang letaknya di anterior esofagus. Terdiri dari lapisan mukosa yang berfungsi
melindungi dari benda asing yang masuk ke dalam saluran pernapasan, lapisan
submukosa yang mengandung kelenjar mukosa yang berhubungan dengan
permukaan epitel melalui sejumlah saluran sekretori, kartilago hialin yang
mencegah agar trakea tidak terlalu membesar dan hancur karena perubahan
tekanan dalam sistem pernapasan serta melindungi jalur pernapasan, dan adventia
yang berfungsi sebagai jaringan ikat areolar yang menghubungkan trakea ke
jaringan sekitarnya.
Organ ketiga adalah bronkus. Bronkus tersusun dari bronkus primer yang
bercabang menjadi bronkus sekunder bercabang lagi menjadi bronkus tersier lalu
menjadi bronkiolus, yang terdapat sel clara yang fungsinya melindungi tubuh
terhadap efek bahaya dari racun dan karsinogen yang terhisap; menghasilkan
surfaktan; dan sebagai sel induk, dan bercabang lagi menjadi terminal bronkiolus.
Organ keempat dari sistem pernapasan bagian bawah adalah paru-paru
yang di dalamnya terdapat alveolus yang terdiri dari kumpulan aveoli dan
berfungsi sebagai tempat pertukaran O2 dan CO2 antara ruang udara di paru-paru
dan darah melalui proses difusi dan melintasi alveolar dan kapiler dinding. Selain
alveolus, ada membran pleura yang terdiri dari pleura parietalis, pleura viscelar,
dan rongga pleura yang mengandung cairan pelumas yang disekresi oleh
membran, berfungsi dalam mengurangi gesekan antara membran yang
memungkinkan mereka dengan mudah melalui satu sama lain saat bernafas.

Universitas Indonesia

Sistem pernapasan terdapat proses respirasi yang terbagi atas respirasi


interlan dan eksternal. Respirasi internal menurut Sherwood (2007),

adalah

proses-proses metabolik intrasel yang dilakukan di mitokondria dan menggunakan


O2 dan CO2 , dan menurut Martini (2012), adalah penyerapan dan pelepasan
karbon dioksida oleh sel-sel. Rumus kimia dari respirasi internal adalah
Makanan + O2 CO2 + H2O + ATP. Respirasi internal dapat dihitung dengan
Respiratory Quotient (RQ) dimana rasio CO2 dibandingkan dengan O2 dan
bervariasi hasilnya bergantung pada jenis makanan. Rumus dari RQ adalah

RQ =

CO 2 yang dihasilkan
O2 yang dikonsumsi .
Respirasi eksternal menurut Sherwood (2007), adalah seluruh proses

pertukaran O2 dan CO2 antara lingkungan eksternal dan sel tubuh. Terdapat empat
langkah dalam respirasi eksternal menurut Sherwood (2007), pertama pertukaran
gas antara atmosfer dan alveolus di paru-paru, kedua pertukaran O 2 dan CO2 di
alveolus dan darah di kaliper paru-paru melalui proses difusi, ketiga transpor O 2
dan CO2 oleh darah antara paru-paru dan jaringan, dan terakhir pertukaran O2 dan
CO2 antara jaringan dan darah melalui proses difusi dan menembus kapiler
sistemik.
Mekanika

pernapasan

juga

termasuk

dalam

pembahasan

sistem

pernapasan. Sifat udara dalam mekanika pernapasan cenderung mengalir dari


daerah dengan tekanan tinggi ke rendah atau menuruni gradien tekanan. Terdapat
hubungan antara tekanan di dalam dan luar paru-paru yang penting dalam
ventilasi. Tekanan tersebut ada tiga, pertama tekanan atmosfer (barometrik) yang
merupakan tekanan yang ditimbulkan oleh berat udara di atmosfer dengan benda
yang berada di permukaan bumi, mekanismenya terjadi perubahan minor tekanan
pada setiap ketinggian karena perubahan kondisi cuaca, kedua adalah tekanan
intraparu atau intra-alveolus yang menurut Sherwood (2007) adalah tekanan
dalam alveolus, mekanismenya dimana udara menuruni gradien yang tekanannya
cepat dan setiap tekanan intraparu berbeda dengan tekanan atmosfer sehingga
udara terus mengalir hingga kedua tekanan seimbang (equlibrium), dan yang
terakhir adalah tekanan intrapleura yang merupakan tekanan yang timbul di luar

Universitas Indonesia

paru-paru namun masih di dalam rongga thoraks, mekanisme yang terjadi yaitu
tekanan intrapleura tidak menyeimbangkan diri karena kantung pleura tertutup
dan tanpa lubang maka udara tidak dapat masuk dan keluar meskipun terdapat
gradien antara kantung pleura
Proses pernapasan dalam pembahasan mekanika pernapasan dibagi
menjadi dua yaitu ekspirasi dan inspirasi. Inspirasi mekanismenya diawali dengan
keadaan dimana otot-otot pernapasan dalam keadaan lemas dan udara tidak
mengalir, lalu saat kontraksi diafragma turun sehingga memperbesar volume
rongga thoraks dan disarafi oleh saraf frenikus, kemudian saat rongga thoraks
membesar paru-paru dipaksa untuk mengembang mengisi rongga thoraks tersebut
dan menyebabkan tekanan intra-alveolus turun maka udara mengalir ke dalam
paru-paru mengikuti penurunan gradien tekanan hingga udara masuk sampai
tekanan intra-alveolus setara dengan tekanan atmosfer (equilibrium). Sementara
ekspirasi mekanismenya dimulai setelah inspirasi saat diafragma kembali ke
posisi awal, tekanan intra-alveolus meningkat, dan paru-paru mengecil, lalu udara
meninggalkan paru-paru menuruni gradien tekanannya dari tekanan intra-alveolus
yang tinggi ke tekanan atmosfer yang rendah maka aliran akan keluar dan udara
berhenti saat tekanan tersebut equilibrium.

Universitas Indonesia

Daftar Pustaka

Martini, F.H., Nath, J.L., Bartholomew, E.F. (2012). Fundamentals of anatomy &
physiology, (9th ed). Ch 14, pp 814-856. San Fransisco: Pearson Benjamin
Cummings
Sherwood, Lauralee. (2007). Human physiology: From cells to systems, (7th ed).
Ch 13, pp 461-485. Belmont: Brooks/Cole
Silverthorn, D. U. (2010). Human physiology: An integrated approach, (5 th ed).
Ch 17, pp 569-575. San Fransisco: Pearson Benjamin Cummings.
Tortora, G.J., Derickson, B. (2011). Principles of anatomy & physiology:
organization, support and movement, and control sytems of the human body,
(13th ed). Ch 23, pp 918-940. New Jersey : John Wiley and Sons, Inc
.

Universitas Indonesia