You are on page 1of 3

150

Prosiding Pertemuan Ilmiah XXV HFI Jateng & DIY

Penentuan Besar dan Posisi Massa Koreksi pada Penyeimbangan


Rotor Menggunakan LabVIEW
*

Manggar Riyan Mirani , R. Wibawa Purabaya**, dan Agus Setyo Budi*


* Jurusan Fisika FMIPA, UNJ, ** UPT Laboratorium Aero-Gasdinamika dan Getaran, BPPT
* Jl. Pemuda 10, Rawamangun Jakarta 13220, ** Kawasan PUSPITEK, Serpong
manggarrani_sebelas@yahoo.com

Abstrak - Ketidakseimbangan mesin yang berputar umumnya terjadi pada rotor. Hal tersebut menyebabkan
terbentuknya eksitasi harmonik. Eksitasi harmonik yang terjadi pada rotor, dapat mengganggu pada sistem
operasi dan struktur rotor. Seiring dengan semakin besarnya kecepatan operasi rotor, gaya ketidakseimbangan
pada rotor tersebut akan semakin besar. Oleh karena itu, dibutuhkan penyeimbangan pada rotor sehingga rotor
dapat beroperasi dalam keadaan seimbang. Dalam proses penyeimbangan, dibutuhkan massa koreksi yang akan
diletakkan pada permukaan rotor dengan besar dan posisi yang tepat. Suatu pengukuran diperlukan karena
penentuan besar dan posisi dari massa koreksi tidak dapat dilakukan secara langsung. Pada makalah ini penulis
memanfaatkan LabVIew untuk membuat program yang dapat menentukan besar dan posisi dari massa koreksi
yang akan ditambahkan pada permukaan rotor sehingga tercapai keseimbangan. Dari hasil tersebut proses
penyeimbangan rotor akan dapat dilakukan dengan cara yang lebih mudah.
Kata kunci: Massa Koreksi, Penyeimbangan Rotor, LabVIEW
I. PENDAHULUAN
Mesin merupakan perlengkapan utama dalam seluruh
industri di dunia. Mesin dapat dikatakan sangat bermanfaat
apabila pekerjaan yang sulit dapat diselesaikan dengan
waktu yang relatif singkat. Untuk itu, dibutuhkan mesin
yang memiliki ketahanan uji yang baik. Ketahanan uji dapat
dilihat pada keseimbangan yang dimiliki oleh rotor pada
mesin tersebut. Suatu mesin dapat dikatakan seimbang
apabila nilai residual unbalance mesin tersebut memenuhi
standar.
Pada mesin yang berputar umumnya memiliki
ketidakseimbangan. Hal tersebut menyebabkan terbentuknya
eksitasi harmonik. Eksitasi harmonik yang terjadi pada
mesin yang berputar, membuat gangguan pada sistem
operasi mesin atau dapat mengganggu keamanan struktur
mesin apabila terjadi amplitudo getaran yang besar [1]. Oleh
karena itu, perlu dilakukan penyeimbangan (balancing) pada
mesin. Proses balancing yang dilakukan sebelumnya relatif
lebih rumit. Oleh karena itu, pada penelitian kali ini, penulis
mencoba mengaplikasikan LabVIEW dalam proses
penyeimbangan mesin.
II. KAJIAN PUSTAKA
A. Ketidakseimbangan yang Berputar
Massa tak seimbang pada komponen mesin yang berputar
(Rotating Equipment) akan menimbulkan gaya sentrifugal
yang menjadi salah satu sumber getaran. Kondisi tak
seimbang merupakan sumber utama getaran pada mesin
dengan elemen yang berputar.
Ketidakseimbangan pada rotor dapat diartikan sebagai
suatu kondisi yang terjadi saat getaran atau gerakan
diberikan pada bearing rotor tersebut sebagai hasil dari gaya
sentrifugal. Gaya sentrifugal dihasilkan ketika pusat massa
pada rotor tidak sesuai dengan pusat rotasi [2].

B. Penyeimbangan (Balancing) pada Mesin yang Berputar


Penyeimbangan merupakan suatu prosedur atau proses
pengecekan untuk mengetahui distribusi massa suatu rotor
dan melakukan koreksi atau perbaikan jika diperlukan
sehingga jumlah residual unbalance atau vibrasi atau gaya
sentrifugal pada bearing dapat memenuhi batas yang
diijinkan sesuai dengan standar [2].
Pengalaman telah menunjukkan bahwa penurunan nilai
residual unbalance akan menurunkan biaya perawatan,
gangguan lingkungan, dan penurunan struktur rotor.
Sumber dari seluruh ketidakseimbangan lebih sedikit
dibandingkan pabrik yang sempurna. Kesempurnaan tidak
dapat dicapai dengan biaya berapa pun. Biaya yang
dikeluarkan akan meningkat cukup tinggi ketika mencoba
mencapai kesempurnaan. Penyebab ketidakseimbangan
dibagi dalam kategori berikut :
1.
Kesalahan dalam desain,
2.
variasi bahan,
3.
bentuk, kecocokan, dan variasi perakitan [3].
Pada kategori pertama, ketidakseimbangan dapat terjadi
apabila terjadi proses pencetakan rotor yang tidak seimbang
(non uniform), proses perakitan yang kurang tepat, dan
ketidaklurusan poros rotor. Sedangkan pada kategori kedua,
ketidak seimbangan dapat terjadi apabila pada bahan
pembuat rotor terdaoat density, void (rongga), dan inclusion
atau terselipnya jenis material yang berbeda [3].
Berdasarkan cara pengoperasian alat, terdapat beberapa
metode balancing untuk mesin yang berputar yaitu shop
balancing dan insitu/ field balancing. Shop balancing adalah
penyeimbangan mesin dengan membawa mesin atau rotor
yang akan diseimbangakan ke tempat yang menyediakan
jasa penyeimbangan. Sedangkan field balancing adalah
penyeimbangan mesin atau rotor di tempat mesin yang ingin
diseimbangkan tersebut berada [3].

ISSN 0853-0823

Prosiding Pertemuan Ilmiah XXV HFI Jateng & DIY

Untuk mengurangi ketidakseimbangan pada mesin yang


berputar, mesin tersebut harus dikoreksi. Pada prinsipnya
koreksi unbalance adalah dengan memberikan efek gaya
sentrifugal yang sebanding dengan gaya sentrifugal yang
dihasilkan oleh massa unbalance (massa koreksi), dengan
arah yang berlawanan 180 [2]. Untuk lebih jelasnya, dapat
dilihat pada Gambar 1.
Terdapat tiga metode koreksi unbalance yaitu, dengan
penambahan massa, pengurangan massa, dan centering
mass atau pemusatan massa. Pada metode penambahan
massa, koreksi unbalance dapat dilakukan dengan
Penambahan dengan epoxy / fibre glass
Penambahan massa dengan baut atau revert
Penambahan dengan metal (cast iron, timah,
tembaga, dan lain-lain)
Penambabahan massa dengan pengelasan. Pada metode
pengurangan massa atau removal mass,
koreksi unbalance dapat dilakukan dengan cara
Drilling.
Milling, shaping atau fly cutting
Grinding
sedangkan metode pemusatan massa (centering mass) pada
prinsipnya adalah untuk merubah posisi rotor terhadap
porosnya sendiri, sehingga antara sumbu poros dan sumbu
principal (sumbu titik berat benda) berada pada satu titik
atau coincide [2]. Pada makalah ini, penyeimbangan atau
balancing dilakukan dengan cara penambahan massa pada
rotor.

Gambar 1. Arah pemberian massa koreksi yang berlawanan


180.

1. Ketidakseimbangan Statik
Bila semua massa yang membuat tidak seimbang terletak
pada satu bidang, seperti pada keping rotor yang tipis, maka
resultan ketidakseimbangan adalah gaya radial tunggal [4].
Seperti ditunjukkan dalam Gambar 2, ketidakseimbangan
jenis ini dapat dideteksi lewat tes statik di mana gabungan
roda-poros itu diletakkan pada sepasang batang horizontal.
Roda akan berputar ke posisi dimana titik yang berat berada
langsung di bawah poros. Karena ketidakseimbangan
macam ini dapat dideteksi tanpa memutar roda, maka
ketidakseimbangan ini disebut ketidakseimbangan statik.
Pada penyeimbangan statik, proses penyeimbangan
dilakukan pada satu bidang penyeimbangan. Metode yang
dilakukan penulis adalah metde sudut fase. Prosedur yang
perlu dilakukan pada metode ini adalah:
1. Putar rotor pada putaran tertentu kemudian ukur
amplitudo (R0) dan sudut fase (0) dari getaran awal
yang terjadi.
2. Pasang massa coba sebesar mc pada posisi sembarang
dan putar rotor dengan kecepatan putar yang sama
dengan prosedur pertama, kemudian ukur amplitudo
(R1) serta sudut fasa (1) getaran yang terjadi.
Berdasarkan data pengukuran yang diperoleh, selanjutnya
dilakukan perhitungan dengan menggunakan
diagram
vektor. Didapat amplitudo getaran massa coba seperti pada
persamaan

151

(1)

Sudut penempatan massa penyeimbang adalah


(2)
dengan merupakan sudut antara amplitudo massa coba
dengan amplitudo yang didapat pada prosedur pertama (R1).
Sudut dapat dihitung dengan persamaan
(3)
dan besar massa penyeimbang yang diperlukan adalah
(4)
Dengan emc adalah jari-jari massa coba dan emp adalah jarijari massa penyeimbang [5].

Gambar 2. Sistem dengan ketidakseimbangan statik.

2. Ketidakseimbangan Dinamik
Bila ketidakseimbangan itu muncul pada lebih dari satu
bidang, maka hasilnya adalah sebuah gaya dan momen putar
dan disebut ketidakseimbangan dinamik [4]. Seperti yang
telah dijelaskan sebelumnya, suatu tes statik dapat
mendeteksi gaya yang dihasilkan itu, tetapi momen putarnya
tidak dapat terdeteksi tanpa memutar rotor. Sebagai contoh,
perhatikan suatu batang dengan dua piringan (disk) seperti
yang terlihat pada Gambar 3. Bila kedua massa yang akan
membuat tidak seimbang adalah sama dan terpisah 180,
maka rotor akan seimbang secara statik terhadap sumbu
batang. Namun, bila rotor berputar maka tiap piringan yang
tidak seimbang akan menghasilkan gaya sentrifugal yang
berputar, dan berusaha memutar batang pada bantalannya
(bearings) [4].

Gambar 3. Sistem dengan ketidakseimbangan dinamik.

C. LabVIEW
LabVIEW (Laboratory Virtual Instrument Engineering
Workbench) merupakan suatu program pengembangan dari
bahasa pemrograman visual yang dikeluarkan National
Instruments.
Tujuan
dari
program
ini
adalah
mengotomatisasi pengolahan dan penggunaan alat ukur
dalam skala laboratorium. Umumnya, LabVIEW digunakan
untuk akuisisi data, kontrol alat dan otomasi industri pada
berbagai operating system seperti Microsoft Windows,
berbagai versi UNIX, Linux, dan Mac OS.
Dengan menggunakan LabVIEW, pengguna dapat
mendesain suatu sistem yang menyerupai sistem aslinya.
LabVIEW adalah sebuah sistem pemrograman yang terbuka
dan fleksibel, sehingga pengguna dapat menghubungkannya

Thank you for using www.freepdfconvert.com service!


Only two pages are converted. Please Sign Up to convert all pages.
https://www.freepdfconvert.com/membership