You are on page 1of 2

SEKILAS MENGENAI SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN

PERTAMBANGAN
MINERAL & BATUBARA
Apa itu SMKP?
Sesuai dengan Permen ESDM Nomor 38 tahun 2014 (Permen 38), SMKP (selanjutnya disebut
SMKP Minerba) adalah bagian dari sistem manajemen perusahaan secara keseluruhan dalam
rangka pengendalian risiko keselamatan pertambangan yang terdiri atas keselamatan dan
kesehatan kerja pertambangan dan keselamatan operasi pertambangan.
Salah satu pertimbangan terbitnya Permen 38 ini adalah dalam rangka menjamin pekerja
tambang yang selamat dan sehat serta operasional tambang yang aman, efisien dan
produktif dalam pelaksanaan kegiatan usaha pertambangan.
Kembali lagi mengenai SMKP Minerba, di dalam peraturan ini dijelaskan mengenai apa itu
Keselamatan Pertambangan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pertambangan (K3
Pertambangan) dan Keselamatan Operasi Pertambanganan (KO Pertambangan).
Menurut Permen 38:
Keselamatan Pertambangan adalah segala kegiatan yang meliputi pengelolaan keselamatan
dan kesehatan kerja pertambangan dan keselamatan operasional pertambangan.
K3 Pertambangan adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi pekerja tambang
agar selamat dan sehat melalui upaya pengelolaan keselamatan kerja, kesehatan kerja,
lingkungan kerja dan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja.
KO Pertambangan adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi operasional
tambang yang aman, efisien dan produktif melalui upaya, antara lain pengelolaan sistem dan
pelaksanaan pemeliharaan/perawatan saranan, prasarana, instalasi, kelayakan sarana,
prasarana instalasi, dan peralatan pertambangan, kompetensi tenaga teknik, dan evaluasi
laporan hasil kajian teknis pertambangan.
Penerapan SMKP Minerba bertujuan untuk :
1. Meningkatkan efektifitas Keselamatan Pertambangan yang terencana, terukur, terstruktur,
dan terintegrasi
2. Mencegah kecelakaan tambang, penyakit akibat kerja, dan kejadian berbahaya
3. Menciptakan kegiatan operasional tambang yang aman, efisien, dan produktif
4. Menciptakan tempat kerja yang aman, sehat, nyaman, dan efisien untuk meningkatkan
produktivitas
Isi SMKP Minerba
Permen 38 ini terdiri dari 111 halaman, terdiri dari Isi dan Lampiran I hingga Lampiran III. Isi
SMKP ini terdiri dari 8 (Delapan) Bab dan 24 (Dua Puluh Empat) Pasal, yang mengatur tentang
:
1. Ketentuan Umum
2. Penerapan SMKP Mineral dan Babtubara
3. Elemen SMKP Minerba
4. Pedoman Penerapan dan Audit SMKP Minerba
5. Pembinaan dan Pengawasan
6. Sanksi Administratif
7. Ketentuan Peralihan
8, Ketentuan Penutup
Secara umum penerapan SMKP Minerba mengatur tentang kewajiban perusahaan untuk
menerapkan SMKP Minerba di perusahaannya baik itu bagi perusahaan pertambangan dan

perusahaan jasa pertambangan. Dalam menerapkan SMKP Minerba ini perusahaan


pertambangan wajib memiliki Kepala Teknik Tambang (KTT) dan perusahaan jasa
pertambangan wajib memiliki Penanggung Jawab Operasi (PJO).
Di dalam penerapann SMKP MInerba ini memiliki elemen-elemen yang berisikan
tentang :
1. Kebijakan
2. Perencanaan
3. Organisasi dan Pesonel
4. Implementasi
5. Evaluasi dan Tindak Lanjut
6. Dokumentasi
7. Tinjauan Manajemen
Selain elemen-elemen di atas, Permen 38 ini juga telah memberikan tata cara pelaksanaan
audit, dimana formulir audit dapat dilihat pada lampiran. Hal ini sangat bernilai bagi
perusahaan untuk mengetahui Sistem Manajemen yang digunakan apakah sudah sesuai
dengan Permen 38 atau belum.
Korelasi Sistem Manajemen K3 dan SMKP Minerba
Jika diteliti lebih dalam ternyata Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Sistem
Manajemen K3) telah tercakup ke dalam K3 Pertambangan. Hal ini sangat menarik karena
seperti yang ada bahwasanya Sistem Manajemen K3 berdiri sendiri atau telah diatur di dalam
Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen
Keselamatan dan Kesehatan Kerja sehingga dapat diartikan bahwasanya SMKP Minerba
merupakan Sistem Manajemen yang telah mengintegrasikan Sistem Manajemen K3 kedalam
Sistem Manajemen khususnya di dunia pertambangan.
Mulai Berlaku SMKP Minerba
Sesuai dengan pasal 22, Perusahaan wajib menerapkan SMKP Minerba dalam jangka waktu
paling lambat 1 (satu) tahun sejak berlakunya Permen 38. Permen 38 sendiri ditetapkan di
Jakarta oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral pada tanggal 30 Desember 2014 dan
diundangkan pada tanggal yang sama oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia.
Dengan terbitnya SMKP Minerba tentunya akan membuat tata kelola atau sistem manajemen
perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan termasuk jasa pertambangan dapat
menjadi lebih baik lagi.