You are on page 1of 3

VII.

TUMBUH KEMBANG JANIN

Tumbuh kembang janin di dalam rahim ibu (intrauterus) dibagi menjadi tiga fase
pertumbuhan yaitu fase germinal, embrional dan fetus (janin):
1. Fase Germinal
Berlangsung pada waktu 10 -14 hari setelah pembuahan. Zigot (hasil pembuahan)
berkembang cepat 72 jam setelah pembuahan. Dalam fase germinal ini terbentuklah
saluran yang menempel pada uterus yang dicapai selama 3-4 hari yang kemudian berubah
bentuk menjadi blastocyst yang terapung bebas dalam uterus selama satu atau dua hari.
Beberapa sel sekitar pinggiran blastocyst membentuk piringan embrionik (embryonic
disk), merupakan massa sel yang tebal dan dari sinilah bayi akan tumbuh. Massa ini
mengalami deferensiasi menjadi tiga lapisan, bagian atas yaitu ektoderm, bagian bawah
yaitu endoderm dan lapisan tengah yaitu mesoderm.
a. Endoderm yaitu lapisan bagian bawah yang akan membentuk sistem pencernaan, hati,
pankreas, kelenjar ludah, dan sistem pernafasan.
b. Mesoderm yaitu lapisan tengah yang akan berkembang dan berdeferensiasi menjadi
lapisan kulit bagian dalam, kerangka, sistem ekskresi dan sistem sirkulasi.
c. Ektoderm yaitu lapisan bagian atas yang akan membentuk lapisan kulit luar, kuku,
rambut, gigi, dan sistem syaraf termasuk otak dan sumsum tulang belakang.
Bagian lain dari blastocyst tumbuh menjadi plasenta, tali pusat dan kantong empedu. Pada
masa ini pula yaitu pada usia embrio 4 minggu, embrio mengeluarkan hormone yang
menyebabkan berhentinya siklus haid ibu.
2. Fase Embrional
Berkembang mulai pada 2 8 minggu setelah pembuahan dengan bentuk embrio ukuran
rata-rata 2-4 mm. Selama fase ini sistem pernafasan, pencernaan, sistem syaraf tumbuh
dan berkembang cepat. Keadaan tidak normal atau cacat pada waktu lahir dapat terjadi
karena adanya gangguan pada masa kandungan tiga bulan pertama. Selama periode

pertumbuhan embrio terjadi pembelahan sel, dan relatif lebih cepat dari periode lainnya.
Pertumbuhan embrio yang cepat tersebut menunjukkan kebutuhan oksigen dan nutrisi
tinggi untuk setiap unit massa embrio. Pada saat ketersediaan oksigen menurun atau nutrisi
yang tidak adekuat dapat menyebabkan hambatan pertumbuhan yang permanen
3. Fase Fetus (Janin)
Fase ini berkembang delapan minggu setelah pembuahan. Sel tulang pertama mulai
tumbuh dan embrio menjadi janin. Dari periode ini sampai saat kelahiran bentuk tubuh
makin sempurna, bagian-bagian tubuh tumbuh dengan laju yang berbeda-beda dan janin
sendiri tumbuh memanjang sampai kira-kira 20 kalinya.
Pertumbuhan dan perkembangan janin berdasarkan trimester pertama yaitu:
Pada trimester pertama atau tiga bulan pertama masa kehamilan merupakan masa
dimana sistem organ prenatal dibentuk dan mulai berfungsi. Pada minggu keenam, sistem
pencernaan dan pernafasan mulai dibentuk, bentuk bentuk kecil yang akan berkembang
menjadi lengan kaki mulai tampak. Pada minggu ketujuh telah dibagi menjadi bilik kanan
dan bilik kiri, panjang janin sekitar 5-13 mm dan beratnya 0,8 gram. Pada minggu ke delapan
anggota tangan serta kaki juga terbentuk walaupun belum sempurna. Pada minggu ke
sembilan, panjang janin kira-kira 14-20 mm, detak jantungnya bisa didengar dengan Doppler.
Kemudian pada minggu ke-10 semua organ penting yang telah terbentuk dengan panjang
janin 32 -43 mm dan berat 7 gram. Pada akhir trimester pertama, janin mencapai panjang 76
mm dan beratnya 19 gram, bentuk wajah bayi lengkap, ada dagu dan hidung. Jari-jari tangan
dan kaki yang mungil sudah tampak jelas. Bayi membesar beberapa milimeter setiap hari. Jar
kaki dan tangan mulai terbentuk termasuk telinga dan kelopak mata. Gerakan kaki dan
tangan, melurskan tubuh dan menundukkan kepala sudah bisa dirasakan oleh ibu. Janin juga
sudah bisa mengubah posisi dengan berputa dan memanjang. Plasenta berkembang untuk
menyediakan oksigen, dan nutrisi. Ketersediaan oksigen yang minim atau nutrisi yang tidak

adekuat dapat menyebabkan hambatan pertumbuhan yang permanen. Keadaan tidak normal
atau cacat pada waktu lahir dapat terjadi karena adanya gangguan pada masa kandungan tiga
bulan pertama. Pada umumnya ibu hamil pada trimester pertama masih dalam tahap
penyesuaian, baik secara fisik maupun emosi dengan segala perubahan yang terjadi dalam
rahimnya. Sebagain besar keguguran terjadi pada masa ini, bahkan sekitar sepertiga dari
kejadian keguguran terjadi karena wanita tidak menyadari bahwa dia sedang benar-benar
hamil. Masa trimester pertama merupakan masa yang kritis, sehingga harus dihindari hal-hal
yang memungkinkan kegagalan pertumbuhan dan perkembangan janin.