You are on page 1of 2

Fakultas Kedokteran Gigi

Departemen Ilmu Bedah Mulut


Tahun 2010
Radhadevi Kuppusamy
Pemasangan Implan Gigi Pada Pasien Diabetes Melitus
viii+ 40 halaman
Diabetes melitus adalah penyakit metabolisme yang ditandai dengan
peningkatan kadar gula darah yang dijangka meningkat kepada 180 juta penduduk
pada tahun 2030 menurut World Health Organization(WHO). Dahulu pemasangan
implan merupakan kontra indikasi pada pasien diabetes melitus karena ia
dihubungkan dengan berbagai kelainan, termasuk peningkatan resiko infeksi,
gangguan penyembuhan luka dan periodontitis. Sejak implan gigi dan teknik
pengontrolan diabetes melitus telah berkembang, terapi implan telah menjadi sangat
lazim dikalangan penderita diabetes melitus.
Penggunaan implan tipe Branemark Titanium Implant sangat sesuai untuk
penderita diabetes melitus dan ini telah terbukti dalam beberapa studi. Keberhasilan
pemasangan implan sangat bergantung kepada tindakan-tindakan yang dilakukan
sebelum, semasa dan sesudah perawatannya. Pemberian antibiotik spektrum luas
seperti amoksisilin dan penisilin serta obat kumur chlorhexidine gluconate 0.12%
akan membantu mengurangkan infeksi dan perkembangan bakteri yang akan
menunjang kepada penyembuhan luka yang lama. Kadar gula darah pasien harus
berada dalam keadaan terkontrol sepanjang proses pemasangan implan ini.

Universitas Sumatera Utara

Pada penderita diabetes melitus terkontrol yang menjalani terapi implan kini
menunjukkan keberhasilan yang tinggi dan tidak mengalami persentase kegagalan
yang sangat tinggi jika dibandingkan dengan populasi yang sehat apabila kadar gula
darah penderita diabetes berada pada kadar yang terkontrol.
Daftar rujukan : 38 (1996-2010)

Universitas Sumatera Utara