You are on page 1of 12

Ns.

Kharisma Adytama
Putra
Februari 2016
RSUK Tebet

Apa itu Zika Virus??

Virus Zika merupakan salah satu virus dari jenis Flavivirus. Virus ini memiliki
kesamaan dengan virus dengue, berasal dari kelompok arbovirus.

Bagaimana cara penularan virus Zika?


Virus penyakit ini menggunakan nyamuk sebagai media penyebarannya. Cara
penularannya mirip dengan demam berdarah, yaitu dari satu orang ke orang
lainnya melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi Virus zika tidak ditularkan oleh
orang ke orang, tetapi murni oleh nyamuk Aedes
Nyamuk Aedes merupakan jenis nyamuk yang aktif di siang hari, dan dapat
hidup di dalam maupun luar ruangan. Virus zika juga bisa ditularkan oleh ibu
hamil kepada janinnya selama masa kehamilan

Siapa yang berisiko terinfeksi virus Zika?

Siapapun yang tinggal atau mengunjungi area yang diketahui terdapat virus
Zika memiliki risiko untuk terinfeksi termasuk ibu hamil.

Bagaimanakah gejalanya?

Virus penyakit ini menggunakan nyamuk sebagai media penyebarannya. Cara


penularannya mirip dengan demam berdarah, yaitu dari satu orang ke orang
lainnya melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi Virus zika tidak ditularkan oleh
orang ke orang, tetapi murni oleh nyamuk Aedes

Continu.

Saat ibu hamil tertular virus zika, maka anak yang berada dalam kandungan
memiliki risiko berbahaya dari virus zika. Efek yang dimunculkan sangat
berbahaya bagi bayi. Bayi akan mengalami apa yang disebut dengan
microcephaly

Ini adalah kondisi di mana bayi lahir dengan kondisi otak dan kepala yang
kecil. Microcephaly dapat menyebabkan bayi mengalami keterbelakangan
mental, lambat dalam berbicara, bergerak dan bahkan dalam
pertumbuhannya gan

Apa jenis pemeriksaan virus Zika untuk


ibu hamil?

Pada minggu pertama demam, virus Zika dapat dideteksi dari serum dengan
pemeriksaan RT-PCR

Belum Ada Vaksin Untuk Virus Zika!

Belum ada vaksin atau pengobatan spesifik untuk virus ini, sehingga
pengobatan berfokus pada gejala yang ada.

Jika terinfeksi??

Jika terinfeksi virus Zika, maka lakukan hal-hal sebagai berikut:

Istirahat cukup

Konsumsi cukup air untuk mencegah dehidrasi

Minum obat-obatan yang dapat mengurangi demam atau nyeri

Jangan mengkonsumsi aspirin atau obat-obatan NSAID (non stereoid anti inflmation)
lainnya.

Cari pengobatan ke pelayanan kesehatan terdekat.

Yang harus dilakukan!

Terima Kasih