You are on page 1of 14

ANATOMI DAN

FISIOLOGI HIDUNG

Hidung (Nasal)
Merupakan satu dari panca indra yang berfungsi
sebagai

indra

pembau.

berupa kemoreseptor yang

Indra

pembau

terdapat dipermukaan

dalam hidung, yaitu pada lapisan lendir bagian atas.


Epitelium pembau mengandung 20 juta sel-sel olfaktori
yang khusus dengan akson-akson yang tegak sebagai
serabut-serabut saraf pembau

FUNGSI HIDUNG

JALAN UTAMA KELUAR MASUKNYA UDARA


PERNAPASAN

SEBAGAI INDERA PENCIUMAN

ALAT MENGATUR SUHU DAN KELEMBAPAN


UDARA

UNTUK RESONANSI UDARA

MEMBANTU PROSES BICARA

PENYARING UDARA

STRUKTUR HIDUNG

1.

2.

DORSUM NASI
( BATANG HIDUNG )
BAGIAN KAUDAL :
BAGIAN LUNAK DARI
BATANG HIDUNG
YANG TERSUSUN
OLEH KARTILAGO.
BAGIAN KRANIAL :
BAGIAN KERAS DARI
BATANG HIDUNG.

SEPTUM NASI : BAGIAN


YANG MENOPANG
DORSUM NASI (BATANG
HIDUNG) DAN MEMBAGI
RONGGA HIDUNG MENJADI
DUA BAGIAN.
SEPTUM NASI JUGA
DISEBUT SEBAGAI
DINDING PEMISAH
NOSTRIL (LUBANG
HIDUNG) YANG TERSUSUN
ATAS TULANG YANG
SANGAT TIPIS.
SEPTUM NASI TERDIRI
ATAS DUA BAGIAN :
1. BAGIAN ANTERIOR
2. BAGIAN POSTERIOR

NASAL CAVITY ( RONGGA HIDUNG )

RONGGA HIDUNG DIPISAHKAN OLEH LANGIT


LANGIT MULUT YANG DISEBUT DENGAN PALATE.
RONGGA HIDUNG TERDIRI ATAS :
A.
VESTIBULUM YANG TERLETAK PADA BAGIAN
ANTERIOR MENUJU KE POSTERIOR YANG
BERBATASAN DENGAN NASOFARING.
VESTIBULUM DILAPISI OLEH SEL SUBMUKOSA
SEBAGAI PROTEKSI.
B.
RAMBUT HALUS YANG BERFUNGSI SEBAGAI
PENAPIS UDARA.
C.
STRUKTUR KONKA YANG BERFUNGSI SEBAGAI
PROTEKSI TERHADAP UDARA LUAR KARENA
STRUKTURNYA BERLAPIS.
D.
SEL SILIA YANG BERPERAN UNTUK MENYARING
UDARA DAN MEMBERSIHKAN UDARA YANG
MASUK

SINUS PARANASALIS
ADA DUA GOLONGAN :
1.
GOLONGAN
ANTERIOR : SINUS
FRONTALIS, SINUS
ETHMODALIS
ANTERIOR, SINUS
MAKSILARIS.
2.
GOLONGAN
POSTERIOR : SINUS
ETHMODALIS
POSTERIOR DAN
SINUS SFENODALIS.

CARA KERJA INDERA PENCIUMAN

INDERA PENCIUMAN ATAU PEMBAU DIBANGUN OLEH


JARINGAN EPITEL OLFAKTORI DAN SEL SEL
RESEPTOR OLFAKTORI.

SEL OLFAKTORI MERUPAKAN SEL SARAF YANG


TERDAPAT DIDALAM LAPISAN MUKUS/LENDIR
JAR.EPITEL RONGGA HIDUNG BAG.ATAS.

SEL RESEPTOR OLFAKTORI MEMILIKI RAMBUT


RAMBUT OLFAKTORI YANG TERBENAM DALAM
LAPISAN MUKUS. PADA RAMBUT OLFAKTORI INILAH
TERDAPAT PROTEIN RESEPTOR BAU.

PROSES TERCIUMNYA BAU

BAU TERHIRUP BERSAMA


UDARA

~>BERDIFUSI DIDALAM
LAPISAN MUKUS DAN
BERIKATAN DGN
RESEPTOR PADA DENDRIT
~>SEL _ SEL RESEPTOR
OLFAKTORI TERANGSANG
DAN MENIMBULKAN
IMPULS SARAF
~>IMPULS SARAF DIKIRIM
KE PUSAT PENCIUMAN DI
OTAK
~>DI OTAK INFORMASI BAU
DIOLAH
~> SENSASI BAU TERCIUM

KELAINAN / PENYAKIT
PADA HIDUNG

SINUSITIS ~> PERADANGAN DI SEKITAR


RONGGA HIDUNG YANG DISEBABKAN OLEH
BAKTERI, JAMUR ATAU VIRUS YANG
BERASAL DARI KOTORAN YANG
MENGENDAP.
RINITIS ATROFI ~> INFEKSI HIDUNG
KRONIK, DITANDAI ADANYA ATROFI
PROGRESIF PADA MUKOSA DAN TULANG
KONKA SERTA PEMBENTUKAN KRUSTA.
RINITIS VASOMOTOR ~> GANGGUAN
FISIOLOGI PADA MUKOSA HIDUNG YANG
DISEBABKAN OLEH BERTAMBAHNYA
AKTIVITAS PARASIMPATIS.

KANKER HIDUNG ~> KANKER GANAS YANG


DISEBABKAN OLEH VIRUS EPPSTEIN BARR
VIRUS DAN KONDISI VENTILASI SERTA UDARA
PERNAPASAN YANG TIDAK BAIK.
POLIP ~> MUNCULNYA JARINGAN LUNAK PADA
RONGGA HIDUNG YANG BERWARNA PUTIH
ATAU KEABUAN. BERBENTUK SEPERTI
TONJOLAN.
PILEK ~> ATAU FLU DISEBABKAN OLEH VIRUS
INFLUENZA.LENDIR YANG DIHASILKAN OLEH
MEMBRAN MUKOSA MENJADI LEBIH BANYAK
BIASANYA DISEBUT INGUS.
BERSIN ~> DISEBABKAN KARENA ALERGI
DENGAN DEBU ATAU BENDA LAIN. BERSIN
JUGA MERUPAKAN BENTUK RESPON
TERHADAP IRITASI.