You are on page 1of 1

Energy Research Competition IYEC 2016

Peserta dari Geofisika, Fisika, FMIPA, Universitas Gadjah Mada

SEISMIK PASIF : FENOMENA FREKUENSI RENDAH RESERVOAR


HIDROKARBON DALAM EKSPLORASI MINYAK DAN GAS BUMI
Muhammad Imam Faisal, Afta Hanifan Zakiyyan, Herlina Widhi Hutami, Saraswati Wahyuningtyas
Universitas Gadjah Mada
imamfaisal71@gmail.com, aftahanifanzakiyyan@gmail.com, herlinawidhi@gmail.com,
saraswatiwahyuningtyas331202@gmail.com

ABSTRAK
Indonesia merupakan negara dengan potensi minyak dan gas bumi yang melimpah.
Potensi yang melimpah ini sebanding dengan tingginya jumlah penduduk dan tentunya
berbanding lurus dengan kebutuhan akan energi, khususnya energi minyak dan gas bumi. Untuk
memenuhi kebutuhan energi ini, diperlukan kegiatan eksplorasi minyak dan gas bumi. Namun,
kegiatan eksplorasi bukanlah perkara yang mudah, dibutuhkan biaya yang tidak sedikit serta
waktu yang lama untuk dapat mengetahui keberadaan hidrokarbon di suatu daerah. Salah satu
metode yang umum digunakan untuk mengetahui keberadaan hidrokarbon yaitu metode seismik
aktif, dimana hasil dari metode ini dapat berupa struktur bawah permukaan yang dapat
menggambarkan keberadaan wadah hidrokarbon (perangkap/trap), namun tidak sedikit pula
dari wadah tersebut yang kosong (dry hole). Sehingga apabila terjadi dry hole, maka kerugian
yang dialami akan sangat besar. Oleh karena itu, dikembangkanlah metode seismik pasif, yaitu
sebuah teknologi baru yang dapat mendeteksi keberadaan hidrokarbon di suatu daerah secara
langsung. Parameter yang digunakan dalam seismik pasif berupa anomali frekuensi rendah yang
berkisar antara 1 hingga 4 Hz, dimana nilai anomali frekuensi rendah ini tidak akan muncul
pada reservoar yang tidak memiliki hidrokarbon (dry hole). Apabila peta persebaran anomali
frekuensi rendah serta data geologi dapat diketahui maka perhitungan cadangan awal pada
daerah tersebut dapat diprediksikan. Metode seismik pasif juga cukup efektif untuk digunakan
pada daerah dengan topografi yang sulit dikarenakan alat utama yang digunakan berupa
seismometer dengan sensitifitas yang tinggi. Dilihat dari kondisi saat ini dimana harga minyak
hampir menyentuh US $35 per barrel, metode seismik pasif ini memberikan peluang yang baik
dalam kegiatan eksplorasi, karena selain harganya yang lebih murah (dari pada seismik aktif)
metode ini juga dapat mendeteksi keberadaan hidrokarbon secara langsung (Direct
Hydrocarbon Index) pada suatu daerah. Atas dasar tersebut seismik pasif dapat mengetahui
keberadaan hidrokarbon sehingga rasio didapatkannya dry hole akan berkurang.

Kata kunci: dry hole, seismik pasif, teknologi baru, frekuensi rendah,