You are on page 1of 13

Mesin Pengupas Kulit Biji Kopi (Basah Dan Kering)

CV.Global Mesin Mandiri memproduksi mesin pengupas biji kopi, Baik kopi basah baru dipanen, maupun kopi kering

Mesin Pengupas Kulit Biji Kopi Basah


Fungsi mesin ini : mengupas kulit biji kopi basah
Kapasitas 75-100 kg / jam

Tipe Mesin : KKB-100

Kapasitas : 75-100 kg/jam

Power : 5.5 HP

Dimensi : 85x60x130 cm
Kapasitas 200 kg / jam

Tipe Mesin : KKB-200

Kapasitas : 200 kg/jam

Power : 8 HP

Dimensi : 115x70x150 cm

Kapasitas 500 kg / jam

Tipe Mesin : KKB-500

Kapasitas : 500 kg/jam

Power : 12 HP

Dimensi : 12590165 cm

Mesin Pengupas Kulit Biji Kopi Kering


Fungsi mesin ini : mengupas kulit biji kopi kering
Kapasitas 75-100 kg / jam

Tipe Mesin : KKR-100

Kapasitas : 75-100 kg/jam

Power : 5.5 HP

Dimensi : 100x60x125 cm
Kapasitas 200 kg / jam

Tipe Mesin : KKR-200

Kapasitas : 200 kg/jam

Power : 8 HP

Dimensi : 100x75x125 cm
Kapasitas 500 kg / jam

Tipe Mesin : KKR-500

Kapasitas : 500 kg/jam

Power : 12 HP

Dimensi : 140x90x135 cm
Cat : Mesin Pengupas Kulit Biji Kopi (Huller Kopi), Mesin Pertanian, tags: biji kopi, huller kopi, kupas kopi, mesin
kopi, mesin pengupas kopi, pengupas kopi

MESIN PENGUPAS KULIT KOPI KERING

Spesifikasi Mesin Pengupas Kulit Kopi Kering :


Dimensi Keseluruhan (PxLxT): 1110 x 690 x 1195 mm
Motor Pengerak : Honda GX 160
Corong Pengumpanan (hopper) (PxLxT) : 420x420x350mm

Silinder Putar : 128 mm, P : 605 mm


Bagian Pengeluaran (Outlet) Biji Kopi (PxT) : 65x70 mm
Bagian Pengeluaran (Outlet) Kulit Kopi (PxL) : 140x150 mm
Kapasitas Masukan : 260.87 kg/jam
Kapasitas Keluaran : 228 kg/jam

ESIN PENGUPAS KULIT BUAH KOPI BASAH

Spesifikasi Mesin Pengupas Kulit Buah Kopi Basah :


Dimensi Keseluruhan (PxLxT): 670 x 400 x 1310 mm
Motor Pengerak : Honda GX 160
Corong Pemasukan (PxLxT) : 400x310x225mm
Silinder Pengupas : 200 mm, P : 275 mm
Corong Pengeluaran (Outlet) Biji Kopi (PxLxT) : 400x285x140 mm

Corong Pengeluaran (Outlet) Kulit Kopi (PxL) : 240x105 mm


Kapasitas Masukan : 264.70 kg/jam
Kapasitas Keluaran : 174 kg/jam

RANCANGAN PENGUPAS BIJI KOPI


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan andalan Indonesia. Pengolahan biji kopi segar akan
sangat mempengaruhi aroma yang akan dihasilkan oleh kopi pada saat diseduh. Kendala yang dihadapi
dalam pengupasan kopi tradisional adalah waktu dan energi yang digunakan terlalu besar. Kendala lain
yaitu banyaknya biji kopi yang cacat akibat proses pengupasan. Pada penelitian ini dibuat alat yang
dapat mengupas biji kopi dan memisahkan kulit dan dagingnya. Pengupasan menggunakan poros yang
berbentuk bintang segi enam yang akan menumbuk biji kopi. Biji kopi akan masuk antara celah poros
dengan plat pengupas. Pemisahan dilakukan tabung pemisah dan elemen pemisah yang menempel di VA
keliling tabung. Hasil pengupasan belum maksimal akibat pemahaman karakteristik biji kopi yang
kurang.
Metode pengupasan kopi yang dipakai oleh para petani di daerah, pada umumnya masih menggunakan
alat sederhana (tradisional). Banyak hal/ masalah yang ditemui dalam metode ini yang membuat para
petani mengeluh, karena itu sangat perlu bagi mereka untuk pengenalan alat-alat teknologi tepat guna.
Nah dengan adanya proposal ini sehingga dapat membantu mereka dalam pengadaan mesin TTG
sehingga mereka tidak kewalahan lagi dalam alat pengolahan buah kopi.
BAB II
TAHAP PENGOLAHAN
A. Flowchart Pengupasan Biji Kopi
B. Keterangan Tahapan Pengupasan Kopi

1) Penggilingan
Pada proses penggilingan ini mempunyai fungsi untuk melepas kulit buah kopi, untuk memudahkan
pelepasan atau pembersihan lapisan lendir dari permukaan kulit tanduk.
2) Fermentasi/ perendaman
Pada proses fermentasi ini dilakukan dengan tujuan untuk mengeluarkan lendir-lendir yang masih
melekat pada biji kopi. Proses fermentasi ini hanya dapat dilakukan selama satu malam oleh karena
apabila terlalu lama dapat menyebabkan biji kopi menjadi rusak (terdapat bintik-bintik hitam).
3) pembersihan
pada tahap pembersihan ini dilakukan setelah proses fermentasi dimana lendir-lendir yang sudah
terlepas saat fermentasi dicuci sampai bersih. Tahap ini juga sangat perlu karena apabila tidak
dilakukan pencucian akan akan menyebabkan proses pengeringan yang lama.
4) Pengeringan
Proses pengeringan betujuan untuk menghilangkan kadar air yang masih tersimpan dalam biji kopi,
dimana proses pengeringan dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti pengeringan (sinar
matahari), dan penyangraian.
5) Penapisan
Pada proses penapisan ini merupakan tahap terahir pada pengolahan biji kopi, dimana kulit-kulit ari
masih ada yang mengikut pada biji kopi, karena itulah dilakukan penapisan untuk membersihkan kulit
ari tersebut.

BAB III
TUJUAN DAN MANFAAT PERANCANGAN ALAT
A. Tujuan
Denagan adanya perancangan alat ini maka kita berharap agar alat yang akan terbentuk nantinya dapat
memberikan motifasi/bantuan kepada para petani dalam mengelolah hasil pertanian mereka (kopi)
sehingga mereka tidak lagi menggunakan alat-alat tradisional yang lebih banyak menguras tenaga
mereka, akan tetapi dengan adanya alat TTG ini dapat memberikan kenyamanan dan kelancaran proses
produksi dalam mengelola kopi mereka.
B. Manfaat
Sehubungan dengan pengadaan alat TTG ini maka kita berharap agar alat ini dapat diproduksi seindah
mungkin dan boleh jadi sesuai dengan harapan kita, guna dimanfaatkan oleh para petani dalam
mengelola kopi mereka.
Dengan perancangan alat ini maka dapat memberi beberapa manfaat kepada masyarakat, seperti:
Mengurangi tenaga kerja,
Mempersingkat waktu,
Memberikan kenyamanan dalam pengolahan,

BAB IV
DAMPAK
Adapun dampak yang diharapkan dengan adanya Mesin Penggiling kopi ini adalah dapat meningkatkan
produktivitas kopi dibandingkan dengan pengupas buah kopi yang secara manual. Selain itu dengan
penggunaan alat ini diharapkan kualitas hasil penggilingan buah kopi akan menjadi lebih baik yaitu
dalam hal mutu dan kandungan kadar airnya yang diharapkan dapat memenuhi syarat mutu yang
ditetapkan.
Dengan pemenuhan syarat mutu ini maka harga kopi akan naik dan secara langsung berdampak positif
bagi petani maupun pengusaha industri kopi yaitu peningkatan pendapatan.
Selain itu peningkatan pendapatan juga diperoleh dari sector lain yaitu efisiensi tenaga kerja yang
digunakan. Apabila dengan penggilingan manual membutuhkan banyak tenaga kerja maka dengan
adanya Mesin Penggiling kopi ini tenaga kerja yang dibutuhkan akan menurun dan yang dibutuhkan
hanya operator mesin.

BAB V
PENERIMA MANFAAT HASIL PERANCANGAN ALAT
Dengan melihat kenyataan yang ada, dengan kehadiran alat tersebut maka akan dapat memberikan
keuntungan kepada beberapa pihak, seperti pemerintah, penulis, pengusaha, dan petani.
1) Pemintah
Dengan adanya alat ini maka tidak dapat dipungkiri pendapatan suatu daerah akan meningkat. Tanpa
kita sadari alat ini secara bertahap akan terus berkembang apabila para pengelolah sudah mulai
mengenal dan mengetahui cara penggunaannya, maka pendapatan daerah pun secara otomatis akan
meningkat.
2) Penulis
Secara otomatis penulis akan merasakan keuntungan yang didapatkan dalam pengadaan alat ini,
dimana alat ini tidak akan bisa diciptakan tanpa adanya perancangan lebih dahulu lewat gambar.
Darisinilah penulis memanfaatkan keahliannya maka akan mendapatkan keuntungan.
3) Pengusaha kopi
Pengusaha merupakan salah satu pihak yang mempunyai keuntungan yang cukup tinggi dimana penjual
disini bebas menetukan harga jual setelah ia mengambil dari parah perancang. Mereka bisa saja
memasang harga jual yang cukup tinggi dengan batas harga yang sesuai dengan fungsi produk tersebut.
4) Petani
Seorang petani tentunya akan merasa senang dan akan menyambut baik akan adanya produk baru, yang
tentunya dapat membantu mereka dalam proses pengolahan kopi mereka. Dengan hadirnya alat ini
mereka akan merasakan betepa banyaknya keuntungan yang bisa mereka dapatkan, seperti: kurangnya
tenaga kerja, waktu pengolahan yang singkat, dan kenyamanan dalam proses produksi.

5) Perancang Alat
Dengan adanya alat rancangan mesin penggiling kopi ini, bila dapat diterima oleh masyarakat dan
pemerintah daerah maka perancang akan mendapatkan hasil/ keuntungan dari mesinnya serta akan
mendapatkan penghargaan dari pemerintah atas hasil rancangan alatnya.

BAB VI

METODE PEMECAHAN MASALAH


Mesin penggiling ini dirancang dengan menggunakan bahan bakar (bensin). dengan sistem yang modern,
dalam artian bahwa cara kerja daripada mesin ini yaitu hanya dengan memasukkan buah kopi kedalam
kotak yang tersedia pada bagian atas lalu mesin dijalankan, maka alat pemutar yang terpasang pada
bagian dalam dengan sendirinya akan berputar dan mengupas biji kopi yang telah tersedia. Antara biji
dan kulit kopi akan terpisah secara otomatis dan tidak lagi membutuhkan tenaga untuk
memisahkannya.
Mesin penggiling kopi ini pada dasarnya sangatlah muda dimana parah pengguna tidak lagi
membutuhkan tenaga yang banyak, dan kapasitas mesin ini cukup besar dimana dapat mencapai 10
liter dalam satu kali produksi.
Adapupun prinsip kerja alat penggiling ini yaitu, mesin yang beroperasi akan memutar tali pambel
(karet) dan terus memutar roda gigi hingga buah kopi yang ada pada roda gigi akan turun sesuai dengan
perputaran roda gigi sehingga terjadi pemisahan antara kulit dan buah.

BAB VII
PERANCANGAN ALAT
A. Gambar alat
B. Spesifikasi Alat
Mesin ini sangat efektif sekali dalam pengolahan biji kopi karena bisa digunakan untuk mengupas kulit
kopi dalam keadaan basah sehingga bisa mempercepat proses pengeringan.
Capasitas : 200 kg/jam
Power : 7 PH
Dimensi : 80 x 70 x 125 cm

BAB VIII
BAHAN YANG DIGUNAKAN
Untuk membuat alat pengupas biji kopi ini, maka alat-alat yang dibutuhkan adalah:
a. Seng plat , 5m2
b. Kerangka besi kanal 4, in output produk stainles steel
c. Elektromotor 2 HP/1P, atau motor bensin 5,5 HP atau diesel 7 HP 1 set
d. Kabel NYM 2x2,5 mm, 10m
e. Rol parut diameter 6 inchi
f. Mur baut ukuran 12,4 buah

BAB IX
ANALISA BIAYA RENCANA PEMBUATAN
DAN OPERASIONAL ALAT
A. Biaya Pembuatan
a. Seng plat m2x90cmx100cm @ Rp. x 4 lembar = Rp.
b. Kerangka besi siku 40x40x6cm @ Rp. x 4 batang = Rp.
c. Motor listrik 2 HP/ 1P @ Rp. x 1 set = Rp.

d. Kabel NYM 2x2,5mm @ Rp. x 10m = Rp.


e. Rol parut diameter 6 inchi @ Rp. x 1 set = Rp.
f. Mur baut ukuran 12 @ Rp. x 4 buah = Rp.
Total = Rp.
B. Biaya Operasional
4 orang pekerja x Rp. = Rp.
C. Biaya Keseluruhan
Biaya pembuatan = Rp.
Biaya operasional = Rp.
Total keseluruhan = Rp.

BAB X
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Dengan terciptanya rancangan alat penggiling kopi ini, maka dapat membantu para petani dan
pengusaha kopi dalam mengelolah kopi mereka dengan kualitas yang baik dan memuaskan sehingga
dapat meningkatkan daya beli dan member nilai tambah untuk daerah.
Cara kerja alat ini cukup mudah, hanya dengan memasukkan buah kopi kedalam kotak yang tersedia
pada bagian atas lalu mesin dijalankan, maka alat pemutar yang terpasang pada bagian dalam dengan
sendirinya akan berputar dan mengupas biji kopi yang telah tersedia. Antara biji dan kulit kopi akan
terpisah secara otomatis dan tidak lagi membutuhkan tenaga untuk memisahkannya.

B. Saran
Saran yang dapat disampaikan oleh perancang alat ini hanya berupa pesan kepada parah pengguna agar
merawat dan memperhatikan alat ini semoga bisa bertahan lama dan dapat difungsikan sesuai dengan
peruntukannya.

AB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengertian kopi
1. Kopi
Buah kopi adalah buah yang dihasilkan dari tanaman kopi jenis arabika (Coffea
arabica) dan robusta (Coffea robusta)Kopi merupakan jenis minuman yang dihidangkan
secara panas. Minuman ini dipersiapkan dari biji tanaman kopi yang dipanggang. Kopi
mengandung banyak kafein sehingga kopi disebut sebagai sumber kafein. Nilai dari
kopi tidak ditentukan dari penampilan fisiknya. Biji kopi sebagai bahan alami memiliki
komposisi kimia yang sangat komplek dan beragam. Banyak faktor yang mempengaruhi
nilai senyawa-senyawa di dalamnya yaitu spesies,iklim, pemupukan, pengolahan, dan cara
pemanenan.

Kulit kopi terdiri dari 3 (tiga) bagian, yaitu : 1). Lapisan bagian luar tipis yakni yang
disebut "Exocarp"; lapisan ini kalau sudah masak berwarna merah. 2). Lapisan Daging
buah; daging buah ini mengandung serabut yang bila sudah masak berlendir dan rasanya
manis, maka sering disukai binatang kera atau musang. Daging buah ini disebut
"Mesocarp". 3). Lapisan Kulit tanduk atau kulit dalam; kulit tanduk ini merupakan
lapisan tanduk yang menjadi batas kulit dan biji yang keadaannya agak keras. Kulit ini

disebut "Endocarp".http://generalpoenya.blogspot.com/2013/05/makalahpupuk-komposdari-limbah-kopi.html

Gambar kulit daging buah kopi


Kopi pertama kali ditemukan di Etiophia pada abad ke-9 ketika
seorang penggembala menyadari domba
domba gembalaannya menjadi hiperaktif setelahmengkonsumsi sejenis buah bulat
berukuran kecil yang banyak tumbuh di sekitar tempatnya menggembala. Tempat asal
penggembala tersebut dikenal dengannama Kaffa dan dari nama tempat itulah muncul
istilah kopi atau coffee. Kopi menjadi minuman yang terkenal di seluruh dunia. Dari
sinilah muncul istilah kafe yang mengacu kepada kedai kopi (coffeeshop). Coffeeshop dulu
hanya terdapat di kawasan Eropa, Jazirah Arab, dan Amerika, kini telah menyebar ke
berbagai tempat di dunia seiring dengan berkembangnya teknik-teknik menyajikan kopi.
2. Proses pengelolahan
Setelah dipetik, biji kopi diproses dengan dua metode yaitu metode kering dan metode
basah. 3/5 kopi di dunia diproses menggunakan metode kering. Metode kering yaitu kopi
tidak dicuci namun diletakkan di tempat yang benar-benar kering dan panas, serta
dijemur selama 2 - 3 minggu. Selama proses, kopi dibolak-balik dengan alat penggaruk
sehingga kopi menjadi benar-benar kering. Pada malam hari kopi ditutup agar terhindar
dari penurunan temperatur dan kelembaban udara.
Setelah buah benar-benar kering maka dapat terdengar bunyi gemerisik biji di dalam
apabila buah dikocok. Kemudian buah dipecahkan dalam mesin penggiling dimana kulit
keringnya dibuang dan menyisakan biji kopi yang segar.
Kopi dengan kualitas terbaik umumnya diperlakukan dengan metode basah. Dengan
cara ini, kopi dimasukkan ke dalam tangki besar dan dibiarkan semalaman agar
mengembang. Kemudian melalui suatu mesin besar yang disebut pulpers, kulit luar dan
daging buah dikupas sehingga menyisakan biji kopi yang masih terbungkus kulit ari. Biji
kopi ini kemudian direndam selama 24 jam di dalam tangki fermentasi. Setelah itu biji

kopi dikeringkan dengan dijemur di bawah sinar matahari sampai benar-benar kering dan
kulit ari terlepas dari biji kopi.
Biji kopi mentah yang melalui metode basah berwarna hijau kebiru-biruan, sementara
yang melalui metode kering berwarna agak kuning. Dari 5 10 kg buah kopi, hanya bisa
dihasilkan 1 -2 kg biji kopi mentah. Biji-biji ini kemudian dikemas dan disimpan di tempat
yang sejuk dan berventilasi cukup. Dengan penyimpanan yang baik, biji-biji kopi ini dapat
bertahan beberapa tahun sebelum diperdagangkan.
3. Penggorengan
Untuk memperoleh kopi yang baik, disamping kualitas biji kopi yang baik, juga
diperlukan pencampuran yang benar (blending) antara beberapa jenis biji kopi. Setiap
perusahaan umumnya mempunyai blend kopi masing-masing, dimana bisanya terdiri dari
campuran antara tiga sampai delapan jenis biji kopi mentah. Biji kopi umumnya digoreng
pada temperatur antara 180C - 250C dengan lama waktu penggorengan antara 20 30
menit.
Hasil gorengan yang baik akan menghasilkan keseragaman warna pada biji kopi.
Selama penggorengan, berat dari kopi akan berkurang hingga 20% namun volume kopi
akan bertambah sekitar 60%. Setelah selesai digoreng, kopi segera dipacking ke dalam
kantong-kantong kopi khusus, biasanya dilengkapi dengan katup ventilasi. Katup ini
mencegah udara luar masuk karena aroma kopi yang tercipta dari hasil penggorengan
kopi sangat mudah menguap. Karena itu perlakuan terhadap biji kopi atau kopi hasil
penggilingan adalah hal yang sangat mendasar untuk memperoleh secangkir kopi yang
enak dan nikmat.

B. Desain
Desain adalah pola rancangan yang menjadi dasar pembuatan suatu benda, seperti
perancangan mesin TTG.Desain merupakan langkah awal sebelum memulai membuat
suatu mesin teknologi tepat guna furniture, bangunan, dll. Pada saat pembuatan desain
biasanya mulai memasukkan unsur berbagai pertimbangan, perhitungan, Sehingga bisa
dibilang bahwa sebuah desain merupakan bentuk perumusan dari berbagai unsur
termasuk berbagai macam pertimbangan di dalamnya.