You are on page 1of 9

ANATOMI DAN FISIOLOGI

HATI PADA BAYI DAN ANAK


Siti Khadijah Almadany (1311311035)
RiskaYusnita Sari (1311311059)
ElfaAptia(1311311061)
Iqbal Danur Hakim (1311311081)
AghnaFarraHamdalla
(1311311087)
RazkaUtiya (1311312009)
PutriAlinKendeRiaraly
(1311312041)

Anatomi Hati pada bayi dan


anak

Hati adalah kelenjar terbesar di dalam tubuh manusia dan memiliki


dua permukaan yaitu permukaan diafragma dan viseral. Pada waktu
lahir ukuran hati relatif dua kali lebih besar dibandingkan hati pada
dewasa yaitu 1/18 dari berat badan lahir dan batas inferiornya dapat
dipalpasi dibawah iga. Waktu lahir berat hati sekitar 120-160 g.
Kemudian berat ini bertambah sesuai pertumbuhan anak. Pada umur
2 tahun berat hati bertambah 2 kali lipat, pada usia 3 tahun beratnya
menjadi 3 kali lipat, sedangkan pada umur 9 tahun dan masa
pubertas mencapai masing-masing 6 dan 10 kali berat hati waktu
lahir. Hati berada di rongga dada bawah dengan bagian atas
memotong garis mid klavikula kanan pada sela iga 5-6 dan
memotong garis aksilaris kanan pada sela iga ke-7. Batas bawah
berada 1 cm di bawah garis lengkung iga bawah.

Fisiologi Hati

Berdasarkan fungsinya, hati juga termasuk


sebagai alat ekskresi. Hal ini dikarenakan
hati membantu fungsi ginjal dengan cara
memecah beberapa senyawa yang bersifat
racun dan menghasilkan amonia, urea, dan
asam urat dengan memanfaatkan nitrogen
dari asam amino. Proses pemecahan
senyawa racun oleh hati disebut proses
detoksifikasi.
hati menghasilkan empedu yang mencapai
liter setiap hari.

Fungsi hati pada janin

Fungsi hati yang penting adalah


pemecahan dan penanganan bilirubin.
Bilirubin dihasilkan dari perombakan sel
darah merah. Masa hidup sel darah
merah janin lebih pendek daripada sel
darah merah orang dewasa. Oleh karena
itu, janin menghasilkan lebih banyak
bilirubin daripada orang dewasa.

Konsep dasar bilirubin

Bilirubin adalah zat yang terbentuk


sebagai akibat dari proses pemecahan
hemoglobin (zat merah darah) pada
system RES dalam tubuh. Sel darah
merah manusia yang terurai (kerana
mati) menghasilkan partikel yang disebut
bilirubin.

Pembentukan Bilirubin

Sekitar 250 sampai 350 mg bilirubin atau


sekitar 4 mg per kg berat badan terbentuk
setiap harinya; 70-80% berasal dari
pemecahan sel darah merah yang matang.
Sedangkan sisanya 20-30% (early labelled
billirubin) datang dari protein heme
lainnya yang berada terutama di dalam
sumsum tulang dan hati. Sebagian dari
protein heme dipecah menjadi besi dan
produk antara biliverdin dengan
perantaraan enzim hemeoksigenase.

Metabolisme bilirubin normal :

Produksi
Transportasi
Konjugasi
Ekskresi

Metabolisme bilirubin pada


janin dan neonatus

Pada likuor amnion yang normal dapat


ditemukan bilirubin pada kehamilan 12 minggu
menghilang pada kehamilan 36-37 minggu
Pada inkompatibilitas darah Rh, kadar bilirubin
dalam cairan amnion dapat dipakai untuk
menduga beratnya hemolisis. Peningkatan
bilirubin amnion juga terdapat pada obstruksi
usus fetus.
Dengan demikian hampir semua bilirubin pada
janin dalam bentuk bilirubin indirek dan mudah
melalui plasenta ke sirkulasi bilirubin indirek oleh
hepar ibunya.