You are on page 1of 16

II.

TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Ikan
Anonim (2006), ikan adalah hewan berdarah dingin, ciri khasnya adalah
mempunyai tulang belakang, insang dan sirip, dan terutama ikan sangat
bergantung atas air sebagai medium dimana tempat mereka tinggal. Ikan adalah
segala jenis organisme yang seluruh atau sebagian dari siklus hidupnya berada di dalam lingkungan perairan

(Undang-Undang Rebublik Indonesia No. 45 Tahun 2009

pasal 1 angka 4). Yushinta Fujaya

(2004), ikan sebagai hewan air memiliki beberapa mekanisme fisiologis yang
tidak dimiliki oleh hewan darat. Perbedaan habitat menyebabkan perkembangan
organ organ ikan disesuaikan dengan kondisi lingkungan. Misalnya, sebagai
hewan yang hidup di air, baik itu perairan tawar maupun di perairan laut
menyebabkan ikan harus dapatmengetahui kekuatan maupun arah arus,
karenanya ikan dilengkapi dengan organ yang dikenal sebagai linea lateral.
2.2 Reproduksi
Yushinta Fujaya (2004), reproduksi adalah kemampuan individu untuk
menghasilkan keturunan sebagai upaya untuk melestarikan jenisnya atau
kelompoknya. Untuk dapat melakukan reproduksi maka harus ada gamet jantan
dan betina. Penyatuan gamet jantan dan betina akan membentuk zigot yang
selanjutnya berkembang menjadi generasi baru.
Menurut Anonim (2006), meskipun tidak semua individu mampu
menghasilkan keturunan, namun setidaknya reproduksi berlangsung pada
sebagian besar individu yang hidup di permukaan bumi ini. Tingkah laku
reproduksi pada ikan merupakan suatu siklus yang dapat dikatakan berkala dan
teratur. Kebanyakan ikan mempunyai siklus reproduksi tahunan. Sekali mereka
memulainya maka hal itu akan berulang terus menerus sampai mati. Beberapa
ikan malahan bisa bereproduksi lebih dari satu kali dalam satu tahun.
Menurut Anne Ahira (2011), cara reproduksi ikan ada antara lain :
1.

Ovipar, yaitu sel telur dan sel sperma bertemu di luar tubuh dan embrio ikan
berkembang di luar tubuh sang induk. Contoh : ikan pada umumnya.

2.

Vivipar, kandungan kuning telur sangat sedikit, perkembangan embrio


ditentukan oleh hubungannya dengan placenta, dan anak ikan menyerupai
induk dewasa.

3.

Ovovivipar,

sel

telur

cukup

banyak

mempunyai

kuning

telur,

Embrio

berkembang di dalam tubuh ikan induk betina, dan anak ikan menyerupai induk
dewasa. Contoh : ikan-ikan livebearers.
http://mukhtar-api.blogspot.com/2011/05/pengertian-ikan-menurutperaturan_19.html author mukhtar.
https://www.academia.edu/3020060/Fisiologi_Ikan_Dasar_Pengembangan_Teknol
ogi_Perikanan
http://myanneahira003.wordpress.com/2011/05/ anne ahira
http://library.um.ac.id/free-contents/index.php/buku/detail/fisiologi-ikan-dasarpengembangan-teknologi-perikanan-yushinta-fujaya-2964.html

.... http://o-fish.com/Artikel/reproduksi_ikan.php :ga bsa dicopy


Sistem genitalia pada ikan berfungsi untuk melakukan perkembangbiakan. Organ
utama pada ikan jantan berupa testis yang nantinya akan menghasilkan
spermatozoa. Organ utama pada ikan betina berupa ovarium yang nantinya akan
menghasilkan ovum. Ketika gamet jantan yaitu spermatozoa dan gamet betina yaitu
ovum bila terjadi pembuahan akan menghasilkan zigot (individu baru) dan terjadi
perkembangan embrio di dalam telur.
Karakteristik organ reproduksi pada ikan dibagi menjadi dua yaitu :
1.

Primer

Organ reproduksi primer pada ikan jantan berupa gonad yang akan menghasilkan
hormon.
1.

Sekunder

Organ reproduksi sekunder yaitu :


Organ Tambahan
: Saluran reproduksi ( ovipositor, clasper )
Aksesoris
: Benuk, ukuran, warna tubuh, dll.
Ciri ciri testis ikan :
1.

Berpasangan pada coeloem ( Cyclostomata berdekatan, Elasmobranchia


bersatu pada posterior )

2.

Lonjong, licin, kuat, lebih kecil daripada ovarium.

3.

Terletak pada dinding dorsal bagian tubuh

4.

Tergantung pada dorsal mesenterium (meschorchium)

5.

Warna putih kekuningan dan halus.

6.

Berat dapat mencapai 12 % dari berat tubuh atau lebih.

Tipe testis ikan :


1.

Lobular (Teleostei)

Biasanya tipe ini dimiliki oleh ikan telostei. Gabungan lobul lobul yang terpisah,
kulit luar berupa jaringan fibrious.
Lobul : proses meiosis spermatogonia primer --- spermatozoa.
1.

Tubular (Guppy)

Biasanya tipe ini dimiliki oleh ikan guppy. Merupakan bagian yang berdiri sendiri
Ciri ciri ovarium ikan :
1.

Berpasangan dalam coeloem (Elasmobranchia --- ovarium kiri tidak tumbuh.


Cyclostomata --- ovarium bersatu pada medial)

2.

Bentuk lonjong dan berubah saat matang telur.

3.

Tergantung pada dorsal messenterium (mesovarium).

4.

Berwarna putih sebelum matang, dan berwarna kekuningan pada saat


matang.

5.

Berat pada saat matang dapat mencapi 70 % dari berat tubuh.

Tipe ovarium ikan :


1.

Syncronic

Ovarium mengandung oocyte dengan stadia perkembangan yang sama --- berpijah
sekali. Contoh: Anguilla (sidat)
1.

Syncronic sebagian

Ovarium mengandung dua populasi oocyte dengan stadia perkembangan yang


berbeda --- musim berpijah pendek. Contoh : ikan trout
1.

Asyncronic (Metachrome)

Ovarium mengandung oocyte dengan seluruh perkembangan stadia --- memijah


beberapa kali selam musim pemijahan yang lama. Contoh : Oreochromis
Teleostei --- rongga ovarium menyatu dengan oviduct
Teleostei ovipar --- rongga ovarium tempat menampung ovum yang matang.
Proses pembuahan pada elasmobranchii :
1.

Ovum dan ovarium matang (jumlah dan ukuran kuning telur).

2.

Celah vertikal antara lapisan pengikat felciform terbuka pada pleuroperitoneal


ke dalam oviduct.

3.

Ovum keluar menuju oviduct dan terjadi pembuahan.

4.

Shell gland pada bagian atas oviduct melapisi ovum.

5.

Jaringan mesotubarium (frontal oviduct) berkembang saat gonad matang.

6.

Ventral oviduct berkembang --- uterus.

7.

Ovum terbuahi berkembang --- embrio.

8.

Pengeluaran anak melalui kloaka.

Organ ciri seksual sekunder tidak berhubungan dengan kegiatan reproduksi. Organ
seksual sekunder pada ikan yaitu :
1.

Bentuk tubuh jantan / betina lebih besar.

2.

Buncak pemijahan pada ikan jantan.

3.

Sirip ekor lebih panjang pada ikan jantan.

4.

Warna tubuh lebih cemerlang pada ikan jantan.

Beberapa alat bantu pemijahan pada ikan yaitu :


1.

Gonopodium pada ikan seribu (Lebister reticulatus).

2.

Modifikasi sirip dada heterochir pada Xenodexia untuk memegang


gonopodium pada kedudukannya sehingga memudahkan untuk masuk ke
oviduct betina.

3.

Sirip perut yang termodifikasi menjadi myxopterygium (clasper) pada


elasmobranchii menjamin fertilisasi internal.

4.

Tenaculum (semacam clasper yang terdapat pada bagian atas kepala) pada
ikan Chimera.

5.

Ovipositor pada ikan Rhodes dan Careproctus.

http://bagusrn-fpk09.web.unair.ac.id/artikel_detail-36307-Bahan%20Kuliah-Organ
%20dan%20Sistem%20Reproduksi%20Ikan.html author bagus

http://www.slideshare.net/andieniwarsono/sistem-reproduksi-pada-ikan
Sistem reproduksi pada Pisces Secara struktural pisces betina memiliki organ reproduksi yaitu ovari. Ovari pada
ikan terdiri dari banyak telur. Setiap jenis ikan memiliki ukuran telur sendiri, ada yang besar dan ada yang kecil.
Ukuran telur akan menentukan jumlah telur yang dimiliki oleh seekor induk. Ikan yang memiliki ukuran telur besar
contohnya ikan Nila dan Arwana, akan memiliki jumlah telur yang lebih sedikit disbanding dengan ikan yang
ukuran telurnya kecil seperti ikan Cupang dan Mas. Hal ini disebabkan oleh kapasitas yang dimiliki si induk untuk
menampung telur. Ukuran telur ikan banyak ditentukan oleh ukuran kuning telurnya. Makin besar kuning telur
makin besar pula peluang embrio untuk bertahan hidup. Ovari terletak pada rongga abdomen. Saluran

reproduksi berupa oviduk berjumlah sepasang, bagian anteriornya berfusi yang memiliki satu ostium yang
dikelilingi oleh fimbre-fimbre. Oviduk sempit pada bagian anterior dan posteriornya. Pelebaran selanjutnya pada
uterus yang bermuara di kloaka. Sementara pisces jantan memiliki organ reproduksi yaitu testis. Testis adalah
organ reproduksi jantan yang terdapat berpasangan dan terletak di bawah tulang belakang. Testis ikan berbentuk
seperti kantong dengan lipatan-lipatan, serta dilapisi dengan suatu lapisan sel spermatogenik. Sepasang testis
pada jantan tersebut akan mulai membesar pada saat terjadi perkawinan, dan sperma jantan bergerak melalui
vas deferens menuju celah/ lubang urogenital. Testis berjumlah sepasang, digantungkan pada dinding tengah
rongga abdomen oleh mesorsium. Bentuknya oval dengan permukaan yang kasar. Proses fertilisasi/pembuahan
pada ikan ada 2 cara, yakni pembuahan di dalam (internal fertilization) dan pembuahan di luar (external
fertilization). Namun demikian kebanyakan jenis ikan melakukan pembuahan diluar (external fertilization). Ikan
yang melakukan pembuahan diluar disebut ikan jenis ovipar. Ikan jenis ovipar mengeluarkan telur dari dalam
tubuhnya untuk dibuahi oleh si jantan. Proses pembuahan sel telur (oosit) oleh sel sperma berlangsung diluar
tubuh ikan dimana sperma memasuki sel telur melalui sebuah lubang yang disebut dengan mikrofil. Umumnya
hanya satu sperma yang dapat masuk ke dalam sebuah sel telur. Oosit yang telah dibuahi oleh sel sperma
disebut zigot. Sebaliknya ikan yang melakukan pembuahan di dalam disebut ikan jenis ovovivipar. Ikan jenis ini
berkembang biak dengan cara melahirkan. Pembuahan terjadi di dalam tubuh ikan betina (internal fertilization).
Embrio berkembang di dalam tubuh induk betina, kemudian melahirkan anak yang sudah berwujud mirip dengan
induknya. Kelangsungan hidup anakan memang baik, tetapi jumlah anakan yang dihasilkan setiap kelahiran
tidak dapat banyak karena daya dukung induk terbatas. Cara reproduksi ikan yang ada antara lain : 1. Ovipar, sel
telur dan sel sperma bertemu di luar tubuh dan embrio ikan berkembang di luar tubuh sang induk. Contoh : ikan
pada umumnya. 2. Ovovivipar, sel telur cukup banyak mempunyai kuning telur, Embrio berkembang di dalam
tubuh ikan induk betina, dan anak ikan menyerupai induk dewasa. Faktor-faktor yang mempengaruhi
kematangan seksual ikan antara lain spesies, ukuran, dan umur. Secara umum ikan-ikan yang mempunyai
ukuran maksimum kecil dan jangka waktu hidup yang relatif pendek, akan mencapai kematangan kematangan
seksual lebih cepat dibandingkan ikan yang mempunyai ukuran maksimum lebih besar. Ada beberapa hal yang
mendukung berlangsungnya pembuahan yaitu spermatozoa yang tadinya tidak bergerak dalam cairan
plasmanya, akan bergerak setelah bersentuhan dengan air dan dengan bantuan ekornya, bergerak ke arah telur.
Selain itu, telur mengeluarkan zat ginogamon yang berperan menarik spermatozoa ke arahnya. - See more at:
http://adzhar-arsyad.blogspot.com/2014/06/sistem-reproduksi-pada-kelas-pisces.html#sthash.sbjuGwAo.dpuf

http://adzhar-arsyad.blogspot.com/2014/06/sistem-reproduksi-pada-kelaspisces.html

Sistem Reproduksi Pada Ikan (Pisces)


May 23, 2009 6 Comments

Reproduksi pada Ikan


(Pisces)

Ikan adalah anggota vertebrata poikilotermik (berdarah dingin) yang hidup di air dan
bernapas dengan insang. Ikan merupakan kelompok vertebrata yang paling beraneka
ragam dengan jumlah spesies lebih dari 27,000 di seluruh dunia. Untuk meneruskan
keturunan tentu saja ikan perlu bereproduksi.

Bagaimana Ikan Bereproduksi?

Pada dunia perikanan, organ dalam pada ikan ini biasa disebut Gonad.

Pada betina memiliki Ovary dan pada jantan memiliki Testis.

Ovary

Ovary pada ikan terdiri dari banyak telur. Setiap jenis ikan memiliki ukuran telur

sendiri, ada yang besar dan ada yang kecil. Ukuran telur akan menentukan jumlah telur
yang dimiliki oleh seekor induk. Ikan yang memiliki ukuran telur besar contohnya ikan
Nila dan Arwana, akan memiliki jumlah telur yang lebih sedikit disbanding dengan ikan
yang ukuran telurnya kecil seperti ikan Cupang dan Mas. Hal ini disebabkan oleh
kapasitas yang dimiliki si induk untuk menampung telur. Ukuran telur ikan banyak
ditentukan oleh ukuran kuning telurnya. Makin besar kuning telur makin besar pula
peluang embrio untuk bertahan hidup.

Ovarium pada Elasmoranchi padat, tapi kurang kompak, terletak pada anterior

rongga abdomen. Pada saat dewasa yang berkembang hanya ovarium kanan. Pada
Teleostei tipe ovariumnya sirkular dan berjumlah sepasang.

Saluran reproduksi Elasmoranchi berjumlah sepasang, bagian anteriornya berfusi

yang memiliki satu ostium yang dikelilingi oleh fimbre-fimbre. Oviduksempit pada
bagian anterior dan posteriornya. Pelebaran selanjutnya pada uterus yang bermuara di
kloaka. Pada Teleostei punya oviduk pendek dan berhubungan langsung dengan ovarium.
Pada bagian posterior bersatu dan bermuara pada satu lubang. Teleostei tidak memiliki
kloaka.

TESTIS

Testis adalah organ reproduksi jantan yang terdapat berpasangan dan terletak di

bawah tulang belakang. Testis ikan berbentuk seperti kantong dengan lipatan-lipatan,
serta dilapisi dengan suatu lapisan sel spermatogenik (spermatosit). Sepasang testis
pada jantan tersebut akan mulai membesar pada saat terjadi perkawinan, dan sperma
jantan bergerak melalui vas deferensmenuju celah/ lubang urogenital.

Testis berjumlah sepasang, digantungkan pada dinding tengah rongga abdomen

oleh mesorsium. Bentuknya oval dengan permukaan yang kasar. Kebanyakan testisnya
panjang dan seringkali berlobus.

Saluran reproduksi, pada Elasmoranchi beberapa tubulus mesonefrusbagian

anterior akan menjadi duktus aferen dan menghubungkan testis denganmesonefrus,


yang disebut dutus deferen. Bahian posterior duktus aferenberdilatasi
membentuk vesikula seminalis, lalu dari sini akan terbentuk kantung sperma. Dutus
deferen akan bermuara di kloaka. Pada Teleostei saluran dari sistem ekskresi dan

sistem reproduksi menuju kloaka secara terpisah.

Proses fertilisasi/pembuahan pada ikan ada 2 cara, yakni pembuahan di dalam (internal
fertilization) dan pembuahan di luar (external fertilization). Namun demikian
kebanyakan jenis ikan melakukan pembuahan diluar (external fertilization).

Ikan yang melakukan pembuahan diluar disebut ikan jenis ovipar. Ikan jenis ovipar
mengeluarkan telur dari dalam tubuhnya untuk dibuahi oleh si jantan. Proses
pembuahan sel telur (oosit) oleh sel sperma berlangsung diluar tubuh ikan dimana
sperma memasuki sel telur melalui sebuah lubang yang disebut dengan mikrofil.
Umumnya hanya satu sperma yang dapat masuk ke dalam sebuah sel telur. Oosit yang
telah dibuahi oleh sel sperma disebut zigot.

Sebaliknya ikan yang melakukan pembuahan di dalam disebut ikan jenis ovovivipar. Ikan
jenis ini berkembang biak dengan cara melahirkan. Pembuahan terjadi di dalam tubuh
ikan betina (internal fertilization). Embrio berkembang di dalam tubuh induk betina,
kemudian melahirkan anak yang sudah berwujud mirip dengan induknya. Ikan yang
berkembangbiak secara ovovivipar adalah ikan dari famili Poecilidae, seperti platy,
guppy, dan molly. Kelangsungan hidup anakan memang baik, tetapi jumlah anakan yang
dihasilkan setiap kelahiran tidak dapat banyak karena daya dukung induk terbatas
(seperti pada halnya manusia).

Proses kawinnya ikan didahului dengan pematangan sel-sel telur pada betina dan sel-sel
sperma dalam testis pada ikan jantan. Selanjutnya proses kawin (spawning) pada ikan ini
berlangsung secara alamiah/insting.

Diketahui ada cara lain dalam perkembangbiakan ikan yang direkayasa oleh manusia.
Proses ini disebut kawin suntik. Namun proses ini umumnya adalah untuk
mematangkan gonad pada ikan yang dirangsang sedemikian rupa sehingga si ikan
mudah mengeluarkan telurnya dan mempercepat proses fertilisasi.

Pada sebagian besar ikan, betina dan jantan merupakan individu terpisah. Akan tetapi,
pada beberapa famili, seperti Sparidae dan Serrinadae, jantan dan betinanya bisa
terdapat pada satu invidu sehinga mereka dapat melakukan pembuahan sendiri.
Fenomena ini dikenal sebagai hermaphroditic. Pada hermaphroditic, telur dan sperma

sama-sama dihasilkan (baik pada waktu sama, maupun berbeda), selanjutnya mereka
kawin dengan jenis hermaprodit lainnya. Pembuahan sendiri secara eksternal bisa terjadi
pada ikan hermaphrodit yang akan mengeluarkan telur dan sperma secara simultan.
Pada jenis hermaphrodit yang lain pembuahan internal sendiri juga dapat berlangsung.

http://patology.wordpress.com/2009/05/23/sistem-reproduksi-pada-ikan-pisces/
author Patty Regina

Reproduksi pada ikan seperti halnya pada mahluk hidup lainnya, adalah suatu proses
alamiah dalam rangka pengelakan spesies. Reproduksi adalah suatu proses makhluk hidup
dalam usaha pengabdian spesies dan proses pemunculan spesies dengan ciri atau sifat yang
merupakan kombinasi perubahan genetik. Ikan mengembangkan berbagai strategi reproduksi
untuk mencapai keberhasilan reproduksi. Disini organ-organ yang terkait dengan proses
reproduksi sangat berperan. Hal ini berhubungan dengan kondisi lingkungan perairan tempat
hunian ikan. Perubahan lingkungan akan memberikan efek yang berbeda pada spesies ikan
yang berbeda. Beberapa jenis ikan bahkan melakukan perjalanan ruaya yang jauh untuk
memijah. Pemijahan yang tepat tempat dan tepat waktu untuk kepastian keberhasilan
reproduksi terkait erat dengan peran sistem endoktrin.

Berdasarkan tipe-tipe reproduksi dan seksualitas, ikan dapat di bedakan


menjadi 3 tipe, yaitu :

Biseksual
Biseksual dapat di artikan sebagai jenis ikan yang memiliki dua kelamin dalam satu spesies
atau dengan kata lain dapat di bedakan menjadi jantan dan betina. Pembedaan ini dapat
dilakukan dengan melihat ciri seksual primer dan sekunder nya. Ciri seksual primer hanya
bisa di lihat dengan melakukan pembedahan. Ciri seksual primer hanya dapat ditandai oleh
organ yang berhubungan langsung dengan proses reproduksi; yaitu testis dan saluran pada
ikan jantan, dan ovarium dan saluranya pada ikan betina. Sedangkan ciri seksual sekunder
dapat dibedakan oleh dimorfise seksual atau melihat ciri morfologi dari ikan tersebut dan
dikromatisme seksual dengan melihat warna dari ikan tersebut.

Uniseksual
Uniseksual dapat diartikan sebagai organisme yang berkelamin tunggal. Pada beberapa
spesies ikan penentuan kelamin lebih mudah dilakukan karena semua individu berkelamin
betina. Contoh yang tepat mengenai fenomenan ini adalah kelompok ikan molly-amazon
(Poecillia formosa) merupakan ikan yang ditemukan pertama kali sebagai ikan yang
berkelamin betina. Molly-amazon bertindak sebagai parasit seksual terhadap dua spesies lain
dari genus yang sama. Sperma dari jantan dari jenis ikan inang diperlukan untuk
mengaktifkan perkembagan telur-telur molly-amazon, tetapi penyatuan kromosom jantan dan
betina tidak terjadi sehingga hanya terbentuk betina yang secara genetik seragam.
Pembentukan keturunan unuseksual ini disebut dengan partenogenesis (partenos,perawan,
dan genesis, kejadian).

Hermaprodit
Hermaprodit dapat diartikan sebagai sebuah organisme yang memiliki kelamin ganda.
Hermaprodit dapat dibedakan menjadi tiga tipe yaitu hermaprodit singkroni, hemaprodit
protandi, dan hemaprodit protogini. Hermaprodit singkroni adalah golongan ikan yang

gonadnya terdapat sel kelamin jantan dan betina yang dapat aktif secara bersamaan.
Hemaprodit protandi adalah golongan ikan yang dalam hidupnya mengalami perubahan jenis
kelamin dari jantan menjadi betina misalnya ikan black porgy, ikan ini pada umur tiga tahun
berubah dari kelamin jantan ke betina. Hermaprodit Protogini adalah golongan ikan yang
dalam hidupnya mengalami perubahan dari jenis betina menjadi jantan misalnya Labroides
dimidiatus.

Organ reproduksi ikan dinamakan dinamakan gonad. Pada ikan jantan gonad
disebutt dengan testis, pada ikan betina disebit dengan ovarium.
-

Testis (gonad jantan) bersifat internal dan bentuknya memanjang (longitudinal) pada
umumnya berpasangan. Beratnya bisa mencapai 12 % atau lebih dari bobot
tubuhnya.Kebanyakan testis berwarna putih atau kekuningan.
Ovarium berbentuk longitudinal. Letaknya internal dan biasanya berjumlah sepasang. Jika
dalam keadaan matang ovarium bisa mencapai 30-70% dari berat tubuhnya. Warnanya pun
berbeda-beda, sebagian besar berwarna keputih-putihan dan menjadi kekuning-kuningan
pada waktu matang. Kematangan testis dan ovarium dipengaruhi oleh umur, spesies dan,
ukuran.
Ikan memiliki siklus reproduksi yang berbeda satu dengan lainya misalnya saja ikan
salmon (Onchorhynchud ), lamprey laut ( Petromyzon marinus) dan sidat ( Anquilla ) yang
bereproduksi satu kali dalam hidupnya. Ada juga ikan yang bereproduksi empat minggu
sekali contohnya Ikan seribu (Lebistes reticulatus). Namun ada juga ikan yang memijah dua
sampai tiga kali dalam setahun misalnya ikan mujair (Oreochromis mossambicus).

Dalam pemijahan ikan memiliki tempat pemijahan yang berbeda-beda,


Diantaranya:
1.
2.
3.
4.

Memijah pada dasar perairan yang berbatu disebut golongan ikan Litophil.
Memijah pada pasir disebut golongan ikan Psamophil.
Memijah pada kolam air pada kolam terbuka disebut golongan ikan Pelagophil.
Memijah pada cangkang yang telah mati biasanya disebut golongan ikan Ostrachophil.

Berdasarkan tempat embrio berkembang


pembuahandigolongkan menjadi tiga tipe, yaitu:

dan

tempat

terjadinya

1. Ovivar (bertelur)
Golongan ikan ovivar adalah ikan yang mengeluarkan telur pada saat pemijahan, sebagian
besar jenis ikan termasuk golongan ini.
2. Vivipar (beranak)
Golongan ikan vivipar adalah ikan yang perkembangan embrionya berada dalam tubuh
induknya dan perkembangan embrionya dipengaruhi oleh tali plasenta, contohnya beberapa
ikan elasmobranchii.
3. Ovovivipar (bertelur beranak)
Golongan ikan ovovivipar adalah golongan ikan yang perkembangan embrionya berada
dalam tubuh, namun perkembangan embrionya tidak dipengaruhi oleh tali plasenta, namun
oleh kuning telur, contohnya ikan rockfish (Scorpaenidae).
Perkembangan embrio diawali saat proses impregnasi, yaitu saat sel jantan memasuki sel
telur. Fertililasi sel telur dikatakan sempurna ketika inti sel telur dan spermatozoa menyatu
dalam sitoplasma telur, persatuan kedua inti sel tersebut mengakhiri proses pembuahan dan
membentuk zigot. Tahap perkembangan embrio ikan dimulai dari Morula, Blastula, Gastrula,
dan Organogenesis.

http://goresanpenaseru.blogspot.com/2012/08/sistem-reproduksi-ikan-sistemanatomi.html author widi restu