You are on page 1of 13

Analisis Masalah

4.

Pemeriksaan fisik :
Tekanan

darah

140/90

mmHg,

Nadi

84x/menit

pernafasan

20x/menit , suhu 37 derajat celcius


a. Bagaimana interpretasi dan mekanisme tekanan abnormalitas ?
Tekanan Darah
Normal : 120/80
Interpretasi: Abnormal
Mekanisme:
Hipertensi
pada
penderita
diabetes
disebabkan oleh

peningkatan

vaskular karena adanya disfungsi pada

tahanan

endotel.

perifer
Viskositas

darah yang meningkat juga berkontribusi pada


kejadian hipertensi pasien DM.
Nadi
Normal: 60-100x/ menit
Interpretasi: Normal
Mekanisme: Respiratory Rate
Normal: 16-24x/ menit
Interpretasi: Normal
Mekanisme: Suhu
Normal: 36,5o - 37,5o C
Interpretasi: Normal
Mekanisme: -

e.

Epidemiologi
Jawab:
Di Amerika 10-20% pasien yang menderita diabetes mengalami neuropati
diabetik.

f.

Faktor Resiko
- Merokok
- Usia diatas 40 tahun

- Lamanya menderita diabetes


- Hipertensi
- Dislipidemia

Anatomi dan Fisiologi Sistem Saraf Somatis

A. ANATOMI SISTEM SARAF SOMATIS


Sistem saraf somatis terbagi menjadi 2, yaitu:
1. SARAF KRANIAL

Kedua belas pasangan saraf kranial selalu dinomori dengan menggunakan angka Romawi.
Beberapa saraf kranial I,II,dan VIII hanya berisi serat sensoris; sedangkan hampir seluruhnya
berisi serat motorik; sisanya V,VII,IX,X berisi kedua jenis serat sensoris dan motoris yang
dikenal sebagai mixed nerves.

Kedua belas saraf yang dimaksud adalah sebagai berikut


I. Saraf olfactory membawa dorongan membau dari reseptor di dalam mukosa hidung menuju
otak.
II. Saraf optik membawa dorongan visual dari mata menuju ke otak.
III. Saraf oculomotor berkaitan dengan sebagian besar kontraksi otot mata.
IV. Saraf trochlear memasok satu otot bola mata.
V. Saraf trigeminal merupakan saraf sensoris yang terbesar dari muka dan kepala, mempunyai
tiga cabang yang membawa dorongan merasakan secara umum (misalnya rasa sakit, meraba,
suhu) dari muka menuju otak. Cabang ketiga disambungkan oleh serat motoris pada otot
mengunyah.
VI. Saraf abducens ialah saraf lainnya, yang mengirim dorongan yang mengontrol pada otot bola
mata.
VII. Saraf facial sebagian besar merupakan motor. Otot ekspresi rnuka kesemuanya dipasok oleh
cabang-cabang dari saraf facial. Saraf ini juga meliputi serat sensoris

khusus untuk

merasakan pada anterior dua pertiga lidah dan berisi serat pembuangan pada kelen jar Judah
yang lebih kecil (submaxillary dan sublingual) dan pada kelenjar lakrimal.
VIII. Saraf vestibulocholear berisi serat sensoris khusus untuk mendengar seperti halnya untuk
keseimbangan dari saluran semisirkular telinga bagian dalam.
IX. Saraf glossopharyngeal berisi serat sensoris umum dari belakang lidah dan pharynx
(tenggorokan). Saraf ini juga berisi serat sensoris untuk merasakan dari posterior ketiga
lidah, serat pembu angan yang memasok sebagian besar kelenjar ludah (parotid) dan serat
saraf motor untuk mengontrol otot menelan di dalam pharynx.
X. Saraf vagus merupakan saraf kranial yang terpanjang yang mema-sok sebagian besar organ di
dalam rongga perut dan dada. Saraf ini juga berisi serat motor bagi kelenjar yang
menghasilkan getah pencernaan dan pembuangan lainnya.

XI. Saraf accesory (formerly disebut spinal accesory nerve) terbu at dari serat saraf motor yang
mengontrol dua otot leher, yaitu trapezius dan sternocleidomastoid.
XII. Saraf hypoglossal saraf kranial terakhir membawa dorongan-dorongan yang mengontrol
lidah.

2. SARAF SPINAL

Ada 31 pasang saraf tulang belakang, setiap pasang dinomori berdasarkan tingkatan mana
sumsum tulang belakang berasal. Setiap saraf dilekatkan pada sumsum tulang belakang oleh dua
akar: yaitu dorsal dan ventral. Pada setiap akar dorsal ditandai dengan mem-bengkaknya bahan
abu-abu yang dinamakan dorsal root ganglion yang berisi tubuh sel neuron sensoris. Ganglion

adalah kumpulan tubuh sel saraf yang terletak di luar sistem saraf sertral/ SSS. Serat saraf yang
berasai dan reseptor sensoris berbagai macam daerah tubuh mengarah pada ganglion ini.
Reseptor sensoris ialah ujung saraf yang merespon pada suatu stimulus. Ada dua kategori
reseptor. Pertama, untuk sensasi umum yang terletak di kulit dan dinding tubule. Mereka
merespon pada stimulus yang mem-bangkitkan sensasi rasa sakit, meraba. dan suha serta lokasi
dan posisi bagian-bagian tubuh. Kategori kedua termasuk reseptor untuk merasa secara khusus,
misalnya mencicipi, membau, visi, dan pendengaran. Dorongan yang berasal dari reseptor ini
dibawa oleh saraf kranial dari organ merasa khusus menuju otak. Oleh karena serat sensoris
membentuk akar dorsal, akar frontal saraf tulang belakang merupakan kombinasi serat saraf
motorik (efferent) yang memasok otot-otot voluntary dan involuntary serta kelenjar.
Berdasarkan asalnya, saraf sumsum tulang belakang yang berjumlah 31 dibedakan menjadi:
i.

8 pasang saraf leher (saraf cervical)

ii.

12 pasang saraf punggung (saraf thorax)

iii.

5 pasang saraf pinggang (saraf lumbar)

iv.

5 pasang saraf pinggul (saraf sacral)

v.

1 pasang saraf ekor (saraf coccyigeal)

Otot otot representative dan segmen segmen spinal yang bersangkutan serta persarafannya:

Otot bisep lengan C5 C6

Otot trisep C6 C8

Otot brakial C6 C7

Otot intrinsic tangan C8 T1

Susunan otot dada T1 T8

Otot abdomen T6 T12

Otot quadrisep paha L2 L4

Otot gastrok nemius reflek untuk ektensi kaki L5 S2

Tabel Sistem saraf medulla spinalis


Jumlah

Medula spinalis daerah

Menuju

7 pasang

Servix

Kulit kepala, leher dan otot tangan

12 pasang

Punggung

Organ-organ dalam

5 pasang

Lumbal/pinggang

Paha

5 pasang

Sakral/kelangkang

Otot betis, kaki dan jari kaki

1 pasang

Koksigeal

Sekitar tulang ekor

Kemudian diantara beberapa saraf, ada yang menjadi satu ikatan atau gabungan (pleksus)
membentuk jaringan urat saraf. Pleksus terbagi menjadi 3 macam,yaitu:
1)

Plexus cervicalis (gabungan urat saraf leher )

2)

Plexus branchialis (gabungan urat saraf lengan)

3)

Plexus lumbo sakralis (gabungan urat saraf punggung dan pinggang)

B. FISIOLOGI SISTEM SARAF BERHUBUNGAN DENGAN PERGERAKAN OTOT


RANGKA
Segala aktivitas susunan saraf pusat yang dapat dilihat, didengar, direkam dan diperiksa
berwujud gerak otot-otot skeletal dan neuron-neuron menyusun Susunan Neuromuscular
Volunter, yaitu system yang mengurus dan sekaligus melaksanakan gerakan yang dikendalikan
oleh kemauan. Secara anatomi system ini terdiri atas : Serabut Saraf (nerve), penghubung unsur
saraf dengan unsur otot (neuromuscular junction), dan otot skeletal (muscle). Sedangkan serabut
saraf terdiri dari Upper Motoneuron (UMN) dan Lower Motoneuron (LMN)
Upper Motoneuron (UMN)
Semua neuron yang menyalurkan impuls motorik secara langsung ke LMN atau melalui
interneuronnya, tergolong dalam kelompok UMN. Neuron-neuron tersebut banyak terdapat di
girus presentralis dinamakan juga korteks motorik. Melalui aksonnya neuron korteks motorik
menghubungi motoneuron di kornu anterior medulla spinalis.

Akson-akson tersebut menyusun jaras kortikobulbair-kortikospinal. Sebagai berkas saraf


yang kompak, jaras tersebut turun dari korteks motorik menuju kapsula interna (bangunan antara
thalamus dan ganglia basalis) yang terbagi menjadi krus anterius dan krus posterius. Jaras
kortikobulbair berjalan di sepanjang batang otak (melalui pedunkulus serebri, lalu di dalam pes
pontis dan akhirnya di piramis), kemudian menyilang garis tengah dan berakhir secara langsung
di motoneuron saraf cranial motorik (n.II, n.IV, n.V, n.VI, n.IX, n.X, n.XI, n.XII) atau
interneuronnya di sisi kontralateral. Sebagian dari serabut kortikobulbar berakhir di inti-inti
motorik saraf cranial sisi ipsilateral juga.
Di perbatasan antara medula oblongata dan medula spinalis, serabut-serabut
kortikospinalis sebagian besar menyilang dan membentuk jaras kortiko spinal lateral atau tractus
piramidalis lateralis. Sebagian tidak menyilang melanjutkan perjalanan ke medula spinalis dan
dikenal sebagai jaras kortikospinalis ventral atau traktus piramidalis ventral.
Semua neuron yang menyalurkan impuls dari korteks motorik turun melalui tractus
corticospinalis sampai di neuron kornu anterior medula spinalis sedangkan yang melalui tractus
corticobulbair berakhir di inti-inti saraf kranial motorik sisi spailateral
Gambar.1. Tractus piramidalis

Susunan ekstrapiramidal :
Terdiri dari komponen-komponen :
1.

Corpus Striatum

2.

Globus Pallidus

3.

Inti-inti Thalamic

4.

Nucleus Subthalamicus

5.

Substantia Nigra

6.

Formatio Reticularis batang otak

7.

Cerebellum

8.

Cortex motoric : area 4, 6 dan 8

Gambar.2. Komponen-komponen extrapiramidal dihubungkan satu dengan lainnya oleh akson


masing-masing komponen, menjadi satu sirkuit

Gambar.3. Sindrome klinis terputusnya jalur motorik diperlihatkan pada gambar.3, lokasi di
beberapa tempat mulai dari korteks motorik hingga saraf tepi.

Hemiplegi akibat lesi di korteks motorik :


1. Terdapat perbedaan derajat kelumpuhan lengan dan tungkai
2. Jarang hanya melibatkan area 4 saja (di depan dan belakangnya juga kena)
3. Gejala pengiring hemiplegia seperti hipestesia atau afasia
4. Terdapat gejala tambahan : hipertonia (spastisitas), forced crying and forced laughing
(menangis dan tertawa tanpa alas an yang berarti), deviasi conjugae (menatapnya pandangan
mata ke salah satu sisi yang paralitik)
5. Akibat sumbatan a.serebri anterior dan cabang kortikal a.serebri media

Hemiplegi akibat lesi di kapsula interna :

1. Tanda-tanda kelumpuhan UMN


2. Tidak ada perbedaan derajad kelumpuhan lengan dan tungkai
3. Akibat lesi kapsuler terdapat rigiditas, atetosis, distonia, tremor, hemiahopia
4. Akibat sumbatan a.lentikulostriata
Lower Motor Neuron (LMN):
Merupakan neuron-neuron yang menyelurkan impuls motorik pada bagian perjalanan
terakhir ke sel-sel otot skeletal. Terdapat dua jenis LMN, yaitu motoneuron yang berukuran
besar dan motoneuron yang berukuran kecil. Dengan perantaraan kedua macam motoneuron
itu, impuls

motorik dapat mengemudikan keseimbangan tonus otot yang diperlukan untuk

mewujudkan setiap gerakan tangkas.


Tugas motoneuron hanya menggalakkan sel-sel serabut otot sehingga timbul gerak otot.
Motoneuron tidak bertugas dalam menghambat gerak otot, melainkan tugas dari interneuron. Sel
tersebut menjadi sel penghubung antara motoneuron dengan pusat eksitasi atau pusat inhibisi,
yang berlokasi di formasio retikularis batang otak.
Bilamana terjadi kerusakan pada motoneuron, maka serabut-serabut otot yang tergabung
dala unit motoriknya tidak dapat berkontraksi. Motoneuron dengan sejumlah serabut otot yang
dipersarafinya merupakan satu kesatuan, maka kerusakan pada motoneuron membangkitkan
keruntuhan pada serabut-serabut otot yang termasuk unit motoriknya. Otot yang terkena menjadi
kecil atau atrofi, dan disamping itu dapat terlihat juga adanya kegiatan abnormal pada serabut
otot yang sehat yang tersisa, berupa fasikulasi.
Akson menghubungi sel serabut otot melalui sinaps, sebagaimana neuron berhubungan
dengan yang lain. Bagian otot yang bersinaps itu dikenal sebagai motor end plate, ini alat
penghubung antar neuron dengan otot.
Motor end Plate:
Pada ujungnya setiap akson akan bercabang-cabang dan setiap cabang menghubungi membrane
serabut otot. Serabut-serabut otot setiap unit motorik berkisar antara 10-500 serabut otot. Tiap
serabut otot memilki satu motor end plate. Ujung-ujung terminal dari akson mengandung
mitokondria dan ezim cholin acertyltransferase, yang diperlukan

untuk sintesis

neurotransmitter yang dinamakan acetylcholine. Neurotransmiter ini dilepaskan dari


membrane presinaps pada saat potensial pada membrane tersebut. Terlepasnya acetylcholine
mengakibatkan depolarisasi pada membrane postsinaps (sarcolema). Potensial yang tercipta
disitu dikenal sebagai potensial motor and plate, gaya inilah yang membuat membrane tiba
pada titik kritis ambang pelepasannya, sehingga melepaskan potensial aksi yang membuat
serabut otot berkontraksi.
Gambar.4. Motor end Plate

Otot skeletal:
Otot merupakan jaringan yang kegiatannya dapat digalakkan (dieksitasi). Dan kegiatannya ialah
berkontraksi, yaitu memendekkan dirinya. Dengan demikian kerja otot dimanfaatkan untuk
memindahkan bagian-bagian skelet, yang berarti bahwa suatu gerakan terjadi. Pada hakekatnya
serabut otot adalah suatu sel yang memiliki membrane sel yang membungkus protoplasmanya.
Membran sel tersebut dinamakan sarcolema dan protoplasmanya disebut sarcoplasma. Kontraksi
otot terjadi karena interaksi antara actin (filament halus) dan myosin (filament tebal), dimana
filamen-filamen disorong satu terhadap yang lain.