You are on page 1of 13

MAKALAH IMAN KEPADA KITABKITAB ALLAH

DI SUSUN OLEH :
A FAHDILAH FITRIANI ASLAM
NUR AZIZAH ISMAIL
RISKA DAMAYANTI
ST. NURKHOLISA
NURUL IFDHAL
KHAMILA

Kata Pengantar
Dengan menyebut nama Allah Subhana Wataala yang Maha Pengasih
lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puji syukur atas kehadirat-Nya,
yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami,
sehingga kami dapat menyelesaikan Tugas PAI kami tentang Pengertian
Iman kepada Kitab-kitab Allah dan Cara mengimani kitab Allah.
Tugas PAI kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari
berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini.
Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak
yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada
kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh
karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik
dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini.
Akhir kata kami berharap semoga makalah PAI ini dapat memberikan
manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.

9 Februari 2016

PENGERTIAN IMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH


Iman Kepada Kitab Allah berarti mempercayai dan meyakini dengan
sepenuh hati bahwa Allah SWT telah menurunkan kitab-kitabNya kepada
RasulNya. Ajaran yang ada di dalam kitab tersebut disampaikan kepada
umat manusia sebagai salah satu Pedoman Hidup agar dapat meraih
kebahagiaan yang ada di dunia serta di akhirat.
Allah SWT menurunkan kitab-kitabNya ini adalah salah satu anugerah bagi
manusia. Manusia dikaruniai akal dan fikiran sehingga kita dapat mengkaji
berbagai ilmu pengetahuan yang terdapat di dalamnya. Kitab Allah ini
juga memberikan jalan keluar setiap masalah dan kesulitan yang tengah
dihadapi manusia.
Dengan adanya Kitab Allah ini, manusia dapat membedakan mana yang
haq (benar) dan mana yang batil (salah), mana yang bermanfaat dan
mana yang mengandung mudarat.
Andaikata jika kita tidak memiliki pedoman yang datangnya dari Allah
SWT, tentu kita tidak akan pernah mengetahui tentang keberadaan,
keesaan, dan keagungan Allah SWT. Demikian juga halnya dengan orangorang yang terdahulu, mereka mendapat informasi tentang keesaan Allah
melalui Kitab Allah tersebut. Tanpa dibimbing Kitab Allah, kita pastinya
akan menyembah yang sesat dan tindakan yang sesuka hati atau
semena-mena.
Tanpa Kitab Allah, kita pasti akan berada di dalam kegelapan. Ibarat
dengan orang berjalan, kita berjalan tanpa mengetahui arah mana yang
akan kita tuju alias tidak memiliki tujuan sama sekali. Jika terjadi hal yang
demikian, tentu akan membuat kita tersesat.
Kitab Allah (Bahasa Arab: , Kitabullh) adalah catatan-catatan
yang difirmankan oleh Allah kepada para nabi dan rasul.
UmatIslam diwajibkan meyakininya, karena mempercayai kitab-kitab
selain Al Qur'an sesuai dengan salah satu Rukun Iman. Jumlah kitab yang
telah diturunkan sebanyak 114 kitab suci.[1]

Apa itu pengertian Iman kepada Kitab kitab


Allah ?
Saudaraku, menurut bahasa iman itu adalah percaya dan membenarkan.
Sedangkan menurut istilah, iman adalah kepercayaan yang diyakini
kebenarannya dalam hati, diucapkan dengan lisan dan diamalkan dengan
amal perbuatan. Berdasarkan pengertian iman diatas, pengertian iman
kepada kitab-kitab Allah adalah meyakini dengan sepenuh hati bahwa
kitab-kitab Allah itu benar benar wahyu yang dirurunkan-Nya kepada
para Rasul, tidak diragukan kebenaran isinya agar menjadi pedoman
hidup bagi umatnya. Hukum beriman kepada kitab-kitab Allah adalah
Fardhu Ain. Artinya kewajiban yang harus di tunaikan oleh setiap pribadi
orang yang beriman, sama dengan kewajiban beriman kepada Allah,
mendirikan shalat lima waktu, dan sebagainya. Dengan demikian, orang
yang tidak mengimani kitab-kitab Allah tidak dapat dikatakan sebagai
orang yang beriman, bahkan bisa dikatakan murtad (keluar dari agama
Islam).

Adapun

dalil

yang

menunjukkan

bahwa

Allah

SWT

telah

menurunkan kitab kepada para Nabi dan kewajiban kita mengimaninya


antara lain surat Al-Baqarah ayat 213 sebagai berikut :


:

Manusia itu adalah umat yang satu (setelah timbul perselisihan) maka
Allah SWT mengutus para Nabi sebagai pemberi khabar gembira dan
pemberi peringatan dan menurunkan bersama mereka kitab dengan

benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang


mereka perselisihkan (itu). Tidaklah berselisih tentang kitab itu melainkan
orang yang telah didatangkan kepada mereka kitab, yaitu setelah datang
kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata karena dengki antara
mereka sendiri. Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman
kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkan itu dengan
kehendak Nya. Dan Allah selalu memberi petunjuk orang-orang yang
dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus. (QS. Al-Baqarah : 213)

Beriman kepada Al-Quran, caranya adalah :


a Meyakini bahwa Al-Quran itu benar-benar wahyu Allah, bukan
karangan Nabi Muhammad SAW
b Meyakini bahwa isi Al-Quran dijamin kebenarannya, tanpa ada
keraguan sedikitpun
c Mempelajari, memahami dan menghayati isi kandungan Al-Quran
d Mengamalkan ajaran Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari

Kedudukan kitab-kitab allah


Kitab Allah (kitabullah) adalah kumpulan wahyu yang disampaikan kepada rasul-rasulNya untuk dijadikan pedoman hidup bagi hamba-hamba-Nya supaya mereka hidup
berbahagia di dunia dan di akhirat. Sebagaiman kita ketahui bahwa beriman kepada kitabkitab Allah itu termasuk rukun iman yang ketiga, tidak termasuk mukmin bagi mereka yang
mengingkari atau meragukannya. Setiap agama mempunyai kitab suci yang membuat pokok
ajaran agama tersebut. Kitab suci agama Islam adalah Al-Quran yaitu wahyu yang
diturunkan Allah kepada Rasulullah Muhammad SAW melalui perantara Malaikat Jibril.
Setiap surat atau ayat yang terdapat pada Al-Quran semuanya wahyu Allah, tidak ada
satupun yang bukan wahyu-Nya. Isi kitab suci Al-Quran merupakan pedoman hidup bagi

seluruh Umat Islam, bahkan menjadi petunjuk bagi Umat manusia dengan Allah SWT,
hubungan manusia dengan dirinya sendiri, hubungan manusia dengan sesama manusia, dan
hubungan manusia dengan alam.
1 Hubungan Manusia dengan Allah SWT
Orang yang telah benar-benar iman kepada Allah SWT serta mengakui dan
meyakini bahwa Islam sebagai agamanya, dengan sendirinya akan
beriman kepada ajaran yang telah diwahyukan Allah SWT melalui
Rasulullah Muhammad SAW, maupun kepada wahyu yang diturunkan
kepada Rasul-rasul sebelumnya.
2 Hubungan Manusia dengan dirinya sendiri
Setelah seseorang beriman kepada Allah SWT, beriman kepada Kitabkitabnya, serta beriman pula kepada Rukun Iman lainnya, ia juga
hendaklah menyadari akan fungsi dan kedudukan dirinya. Dengan
menyadari akan fungsi dan kedudukan dirinya, manusia tidak akan lupa
terhadap dirinya, tidak akan menyiksa, dan tidak akan berbuat zalim
terhadap dirinya sendiri. Tata cara hubungan manusia dengan dirinya
sendiri diatur oleh Allah dalam Al-Quran.
3 Hubungan Manusia dengan sesama Manusia
Setelah kita memantapkan keyakinan terhadap Allah SWT (habluminallah),
kemudian menata hubungan dengan dirinya sendiri (hablumminafsi),
sebagai mahluk sosial kita dituntut untuk senantiasa berhubungan dengan
sesama manusia yang lainnya (hablumminanas). Sebagaimana
habluminallah, hablumminafsi, hablumminannas pun diatur oleh Allah
SWT dalam Al-Quran.
4 Hubungan Manusia dengan Alam
Seorang mukmin tidak cukup memperhatikan dirinya sendirinya,
memperhatikan sesama manusia yang lainnya, tetapi dituntut pula untuk
memperhatikan hubungannya dengan alam sekitar. Allah SWT mengatur
hubungan manusia dengan alam sekitar dalam kitab-Nya.

Bagaimana cara Beriman kepada Kitab Allah?


Iman kepada kitab-kitab Allah merupakan salah satu rukun iman
yang wajib diimani oleh setiap muslim. Bagaimana beriman
kepada kitab Allah? Simak pembahasan berikut. Semoga Allah
Azza wa Jalla
man kepada kitab-kitab Allah merupakan salah satu rukun iman
yang wajib diimani oleh setiap muslim. Bagaimana beriman
kepada kitab Allah? Simak pembahasan berikut. Semoga
Allah Azza wa Jalla menunjukkan kepada kita aqidah yang lurus.
Urgensi Iman kepada Kitab Allah
Iman kepada kitab yang Allah turunkan merupakan salah satu
ushul (landasan) iman dan merupakan rukun iman yang enam.

Iman yang dimaksud adalah pembenaran yang disertai keyakinan


bahwa kitab-kitab Allah haq dan benar. Kitab-kitab tersebut
merupakan kalam AllahAzza wa jalla yang di dalamnya terdapat
petunjuk dan cahaya kepada umat yang turun kepadanya kitab
tersebut. Diturunkanya kitab merupakan di antara bentuk kasih
sayang Allah kepada hambanya karena besarnya kebutuhan
hamba terhadap kitab Allah. Akal manusia terbatas, tidak bisa
meliputi rincian hal-hal yang dapat memberikan manfaat dan
menimbulkan madharat bagi dirinya.
Cakupan Iman Kepada Kitab Allah
Iman kepada kitab Allah harus mencakup empat perkara :
Pertama: Mengimani bahwa turunnya kitab-kitab Allah benarbenar dari sisi Allah Taala.
Kedua: Mengimani nama-nama kitab yang kita ketahui namanya
seeprti Al Quran yang diturunkan kepada Nabi
Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, Taurat yang diturunkan
kepada Nabi Musa alaihis salaam, Injil yang diturunkan kepada
Nabi Isa alaihis salaam, dan Zabur yang diturunkan kepada Nabi
Dawud alaihis salaam. Sedangkan yang tidak kita ketahui
namanya, kita mengimaninya secara global.
Ketiga: Membenarkan berita-beritanya yang benar, seperti berita
mengenai Al Quran, dan berita-berita lain yang tidak diganti atau
diubah dari iktab-kitab terdahulu sebelum Al Quran.
Keempat: Mengamalkan hukum-hukumnya yang tidak dihapus,
serta ridho dan tunduk menerimanya, baik kita mengetahui
hikmahnya maupun tidak. (Syarh Ushuulil Iman, hal 30)
Kitab-Kitab Sebelum Al Quran Telah Dimansukh (Dihapus)
Seluruh kitab-kitab terdahulu telah termansukhkan (terhapus)
oleh Al Quran Al Adziim. AllahTaala berfirman,
{48}

Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa
kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-

kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan


sebagai muhaiminterhadap kitab-kitab yang lain itu (QS. Al
Maidah: 48). Maksud muhaimin adalah Al Quran
sebagai haakim (yang memutuskan benar atau tidaknya, ed) apa
yang terdapat dalam kitab-kitab terdahulu. Berdasarkan hal ini,
maka tidak dibolehkan mengamalkan hukum apapun dari hukumhukum kitab terdahulu, kecuali yang benar dan diakui oleh Al
Quran. (Syarh Ushuulil Iman, hal 30-31)
Kitab-kitab terdahulu semuanya mansukh (dihapus) dengan
turunnya Al Quran Al Adziim yang telah Allah jamin keasliannya.
Karena Al Quran akan tetap menjadi hujjah bagi semua makhluk
sampai hari kiamat kelak. Dan sebagai konsekuensinya, tidak
boleh berhukum dengan selain Al Quran dalam kondidi apapun.
Sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah ,

{59}
Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu,
maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul
(sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan
hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih
baik akibatnya. (QS. An Nisaa: 59). (Husuulul Mamuul bi Syarhi
Tsalaatsatil Ushuul, hal 33)
Setiap Rasul Memiliki Kitab
Setiap Rasul memiliki kitab. Dalilnya dalah firman Allah,
{25}
Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan
membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan
bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) (QS. Al Hadiid:
25)
Ayat ini menjadi dalil bahwa setiap rasul memiliki kitab, namun
kita tidak mengetahui seluruh kitab. Kita hanya mengetahuii
sebagiannya, seperti shuhuf Ibrahim dan Musa, Taurat, Zabur,
Injil, dan Al Quran. Kita mengimani setiap kitab yang diturunkan
kepada para rasul. Jika kita tidak mengetahuinya, maka kewajiban

kita adalah beriman secara global. (Syarh al Aqidah al


Washitiyah, hal 40)
Sikap Manusia Terhadap Kitab yang Allah Turunkan
Manusia terbagi menjadi tiga golongan dalam menyikapi kitab
samawi yang Allah turunkan:
Golongan pertama: Orang-orang yang mendustakan semuanya.
Mereka adalah musuh-musuh para rasul dari kalangan orang kafir,
orang musyrik, dan ahli filsafat.
Golongan kedua: Orang-orang mukmin yang beriman terhadap
seluruh rasul dan kitab yang diturunkan kepada mereka.
Sebagaimana Allah firmankan,

{285}
Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan
kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang
beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya (QS. Al Baqoroh: 285).
Golongan ketiga: Orang-orang Yahudi dan Nashrani serta yang
mengikuti jalan mereka. Mereka mengatakan,
{91}

Kami hanya beriman kepada apa yang diturunkan kepada
kami. Dan mereka kafir kepada Al Quran yang diturunkan
sesudahnya, sedang Al Quran itu adalah (Kitab) yang hak. yang
membenarkan apa yang ada pada mereka,,, (QS. Al Baqoroh:
91).
Mereka beriman terhadap sebagian kitab, namun kufur dengan
sebagian yang lain. Allah berfirman tentang mereka,




{85}
Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (Taurat)
dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi

orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan


dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka
dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah
dari apa yang kamu perbuat (QS. Al Baqoroh:85).
Tidak ragu lagi bahwa beriman dengan sebagian kitab dan kufur
dengan sebagian yang lainsama saja dengan kufur terhadap
semuanya. Karena keimanan harus mencakup dengan seluruh
kitab samawi dan seluruh para rasul, tidak memebdakan dan
menyelisihi sebagiannya. Allah Taala mencela orang-orang yang
membedakan dan menyelisihi kitab, sebagaimana firman-Nya,
{176}
dan sesungguhnya orang-orang yang berselisih tentang
(kebenaran) Al Kitab itu, benar-benar dalam penyimpangan yang
jauh (dari kebenaran) (QS. Al Baqoroh:176). (Al Irsyaad ilaa
Shahiihil Itiqaad, hal 143-144)
Mengimani Al Quran dengan Benar
Termasuk keimanan kepada kitab Allah adalah beriman kterhadap
Al Quran yang diturunkan kepada Nabi Terakhir,
Muhammad shalallahu alaihi wa sallam. Keimanan terhadap Al
Quran yang benar sebagaimana diungkapakan oleh Syaikhul
Islam Ibnu Taimiyah di dalam kitab beliau al Aqidah al Washitiyah.
Beliau mengatakan, Termasuk keimanan kepada Allah dan
kitab-kitab-Nya yaitu beriman bahwa Al Quran merupakan kalam
Allah yang diturunkan dan bukan makhluk. Al Quran berasal dariNya dan akan kembali kepada-Nya. Alllah Taala berbicara secara
hakiki. Dan sesungguhnya Al Quran yang diturunkan kepada
Muhammad merupakan kalam Allah yang hakiki dan bukan kalam
selain-Nya. Tidak boleh memutlakkan perkataan bahwa Al Quran
merupakan hikayat dari kalam Allah atau merupakan ungkapan
(ibaroh) dari kalam Allah. Bahkan jika manusia membacanya dan
menulisnya dalam mushaf bukan berarti menafikan bahwa Al
Quran merupakan kalam Allah yang hakiki. Karena kalam hanya
disandarkan secara hakiki pada yang pertama
kali mengucapkannya bukan kepada yang
menyampaikannya kemudian. Al Quran merupakan kalam Allah
baik huruf dan maknanya, bukan hanya huruf tanpa makna atau
makna tanpa huruf. (matan al Aqidah al Washitiyah)

Faedah Iman Kepada Kitab Allah


Iman kepada kitab-kitab Allah akan membuahkan faedah yang
agung, di antaranya :
Pertama: Mengetahui perhatian Allah terhadap para hambanya
dengan menurunkan kitab kepada setiap kaum sebagai petunjuk
bagi mereka.
Kedua: Mengetahui hikmah Allah Taala mengenai syariat-syariatNya, di mana Allah telah menurunkan syariat untuk setiap kaum
yang sesuai dengan kondisi mereka, sebagaimana yang Allah
firmankan,
{48}
Untuk tiap-tiap umat diantara kamu , Kami berikan aturan dan
jalan yang terang (QS. Al Maidah: 48).
Ketiga: Mensyukuri nikmat Allah berupa diturunkanya kitabkitab(sebagai pedoman dan petunjuk, ed). (Syarh Ushuulil
Iman, hal 31).
Demikianlah secara ringkas aqidah ahlussunnah tentang iman
kepada kitab suci. Semoga tulisan yang ringkas ini
bermanfaat. Wa shallallahu alaa Nabiyyinaa Muhammad wa ala
aalihi wa shahbihi wa sallam.

KESIMPULAN
Beriman kepada kitab-kitab Allah SWT. merupakan rukun iman yang ketiga. Umat
Islam wajib percaya dan meyakini dengan sungguh-sungguh bahwa semua kitab yang telah
diturunkan Allah SWT.kepada para Rasul-Nya pasti benar.
Iman kepada kitab-kitab mengandung empat unsur :
1. Mengimani bahwa kitab-kitab tersebut benar-benar diturunkan dari Allah SWT .
2. Mengimani kitab-kitab yang sudah kita kenali namanya seperti, al-quran, injil, taurat dan
zabur. Dan kitab-kitab yang tidak kita ketahui namanya maka kita mengimaninya secara
global .
3. Membenarkan seluruh beritanya yang benar .
4. Melaksanakan seluruh hukum yang tidak dinashk (dihapus) serta rela dan berserah
kepada hukum itu.
SARAN
Sebagai umat Islam yang beriman, sudah seharusnya kita mengetahui rukun iman yang
enam, yakni iman kepada Allah, malaikat Allah, kitab-kitab Allah, para nabi dan rasul, qodho
dan qodar serta iman kepada hari kiamat/hari akhir. Dalam hal iman kepada kitab, kita tidak
hanya dituntut untuk mengetahui nama-nama kitab yang seluruhnya oleh Allah, tetapi kita
harus meyakini dengan sepenuh hati akan adanya kitab-kitab yang diturunkan Allah kepada
para nabi pilihan-Nya, mempelajari isinya dan mengamalkan hal-hal yang telah dipelajari
dalam kitab-kitab tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Sumber Rujukan :
1. Syarhu Ushuulil Iman, Syaikh Muhammad bin Sholih Al
Utsaimin, Penerbit Daarul Qasim, Cetakan pertama, 1419 H
2. Al Irsyaad ilaa Shahiihil Itiqaad, Syaikh Sholih Al Fauzan,
Penerbit Maktabah Salsabiil, Cetakan pertama, tahun 2006.
3. Syarhu al Aaqidah al Washitiyah, Syaikhul Islam Ibnu
Taimiyah, Kumpulan Ulama, Penerbit Daarul Ibnul Jauzi.
4. Husuulul Mamuul bi Syarhi Tsalaatsatil Ushuul, Syaikh
Abdullah Al Fauzan, Penerbit Maktabah ar Rusyd, Riyadh,
Cetakan pertama, tahun 1422H/2001 M.

https://muslim.or.id/1959-bagaimana-beriman-kepada-kitab-allah.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Kitab_Allah