You are on page 1of 16

Grafik Barber Johnson

Posted on 7 April 2011 09:39

mtaufikharahap 1 Comment

Tulisan ini secara sederhana sudah lama saya sajikan di


http://www.facebook.com/medicalrecord
Dalam statistik rumah sakit dikenal 4 indikator utama yang umum dikenal seperti :
BOR = Bed Occupancy Rate
LOS

= Average Lenght Of Stay

BTO = Bed Turn Over


TOI

= Turn Over Interval

Keempat indikator tersebut dapat disajikan dalam satu grafik yang dikenal dengan nama Grafik
Barber-Johnson.
Grafik Barber-Johnson secara visual dapat menyajikan dengan jelas tingkat efisiensi pengelolaan
RS dan perkembangannya dari waktu ke waktu, sementara efisiensi dapat dilihat dari sudut mutu
pelayanan medis dan dari sudut ekonomi (pendayagunaan sarana)
Grafik Barber-Johnson terdiri dari garis datarnya garis TOI, garis tegaknya LOS, Garis BOR
yang ditarik dari titik (0,0), garis BTO yang sejajar dan daerah yang efisien dibatasi TOI = 1 dan
TOI = 3 serta garis BOR 75%.

Pada gambar diatas terlihat ada garis BOR 50%, 70%, 80% dan 90% serta garis BTO 30, 20, 15
dan 12,5. Garis tersebut digunakan sebagai garis awal dan bisa ditambah atau dirubah nilainya
sesuaikan dengan kondisi masing-masing RS.
BOR adalah persentase pemakaian TT (Tempat Tidur) Rumah Sakit (%), dimana Hari Perawatan
adalah jumlah TT yang terpakai setiap harinya dalam 1 Tahun, sedangkan 365 adalah jumlah hari
dalam 1 Tahun dan jumlah TT adalah jumlah Tempat Tidur yang tersedia untuk Rawat Inap di
Rumah Sakit.
LOS adalah rata-rata lama dirawat seorang pasien (hari), dimana Pasien Keluar adalah jumlah
seluruh pasien pulang dari RS.
Catatan : dalam sistem statistik yang lain ada yang menggunakan Lama Rawatan bukan Hari
Perawatan dalam menghitung LOS, tapi disini saya tegaskan Grafik Barber-Johnson tidak ada
menggunakan Lama Dirawat.
BTO adalah jumlah pemakaian TT dalam 1 Tahun (kali).
TOI adalah rata-rata hari dimana TT tidak terisi (hari).

Menggambar Grafik Barber Johnson secara


mudah
Langkah 1
Menggambar Garis TOI dan LOS
Gambar garis datar untuk TOI dan garis tegak untuk LOS

Menggambar Garis BOR 50%, 70%, 80% dan 90%


BOR 50%

Pada BOR 50%, Hari Perawatan = 50 dan (Jumlah TT x 365) = 100

Pada Garis 50% didapat persamaan garisnya LOS = TOI

Jika LOS = 5, maka TOI = 5, selanjutnya tarik garis lurus dari sumbu (0,0) yang memotong titik
LOS dan TOI tersebut.
BOR 70%

Pada BOR 70%, Hari Perawatan = 70 dan (Jumlah TT x 365) = 100

Pada Garis 70% didapat persamaan garisnya 3 LOS = 7 TOI


Jika LOS = 7, maka TOI = 3, selanjutnya tarik garis lurus dari sumbu (0,0) yang memotong titik
LOS dan TOI tersebut.
BOR 80%

Pada BOR 80%, Hari Perawatan = 80 dan (Jumlah TT x 365) = 100

Pada Garis 80% didapat persamaan garisnya LOS = 4 TOI


Jika LOS = 8, maka TOI = 2, selanjutnya tarik garis lurus dari sumbu (0,0) yang memotong titik
LOS dan TOI tersebut.
BOR 90%

Pada BOR 90%, Hari Perawatan = 90 dan (Jumlah TT x 365) = 100

Pada Garis 90% didapat persamaan garisnya LOS = 9 TOI


Jika LOS = 9, maka TOI = 1, selanjutnya tarik garis lurus dari sumbu (0,0) yang memotong titik
LOS dan TOI tersebut.

Langkah 3
Menggambar garis BTO 30, 20, 15 dan 12,5
Pertama kita pecahkan rumus TOI

Sementara Rumus BTO adalah

BTO = 30, dapat kita terjemahkan dengan Pasien Keluar = 30 dan Jumlah TT = 1

Pada garis BTO = 30, didapat persamaan garis TOI + LOS = 12 1/6
Jika TOI = 12 1/6 maka LOS = 0 dan jika LOS = 12 1/6 maka TOI = 0

Kemudian tariklah garis yang menghubungkan kedua titik tersebut


BTO = 20, dapat kita terjemahkan dengan Pasien Keluar = 20 dan Jumlah TT = 1

Pada garis BTO = 20, didapat persamaan garis TOI + LOS = 18


Jika TOI = 18 maka LOS = 0 dan jika LOS = 18 maka TOI = 0
Kemudian tariklah garis yang menghubungkan kedua titik tersebut
BTO = 15, dapat kita terjemahkan dengan Pasien Keluar = 15 dan Jumlah TT = 1

Pada garis BTO = 15, didapat persamaan garis TOI + LOS = 24 1/3
Jika TOI = 24 1/3 maka LOS = 0 dan jika LOS = 24 1/3 maka TOI = 0
Kemudian tariklah garis yang menghubungkan kedua titik tersebut
BTO = 12,5 dapat kita terjemahkan dengan Pasien Keluar = 12,5 dan Jumlah TT = 1

Pada garis BTO = 12,5 ; didapat persamaan garis TOI + LOS = 29 1/5
Jika TOI = 29 1/5 maka LOS = 0 dan jika LOS = 29 1/5 maka TOI = 0
Kemudian tariklah garis yang menghubungkan kedua titik tersebut.

Langkah 4

Menggambar daerah yang efisien.


Daerah yang efisien dibatasi garis TOI = 1 dan TOI = 3 serta garis BOR 75%

Selesailah sudah gambar dasar dari Grafik Barber Johnson. Selanjutnya kita tinggal meletakkan
posisi RS cukup dengan nilai TOI dan LOS.
Pada gambar dibawah adalah posisi LOS = 12 dan TOI = 3 dengan BOR = 80%. Titik tersebut
berada dalam daerah yang efisien.

Tapi keadaan tersebut walaupun efisien menurut Grafik Barber Johnson, masih menyisakan
tanda tanya dimana Lenght Of Stay masih terlalu tinggi yaitu 12 hari.

tunggu tulisan selanjutnya tentang analisis grafik barber johnson..

Related Posts

Analisis Grafik Barber Johnson


icd 10 kategori khusus

Koding dalam era JKN

icd 10

Tujuan dan Kegunaan Rekam Medis

Grafik Barber Johnson


Rumah sakit merupakan sarana kesehatan yang juga mengedepankan pelayanan
sebaik-baiknya kepada masyarakat. Rumah sakit dapat diibaratkan sebagai sebuah
perusahaan. Untuk itu, Rumah sakit juga memerlukan sebuah manajemen yang baik
sehingga kegiatan pelayanan dapat berjalan dengan baik. Dalam hal tersebut rumah
sakit memerlukan beberapa indikator untuk mengetahui efisiensi dari penggunaan
sumberdaya yang dimiliki.

Barry Barber,M.A., Ph.D.,Finst P.,AFIMA dan David Johnson,M.Sc., pada tahun 1973
berhasil menciptakan suatu metode yang digambarkan dalam sebuah grafik yang
secara visual dapat menyajikan dengan jelas tingkat efisiensi pelayanan rawat inap
rumah sakit.
Grafik Barber Johnson merupakan salah satu alat untuk mengukur tingkat efisiensi
pengelolaan rumah sakit. Grafik barber Johnson sendiri diperoleh dari hasil perhitungan
beberapa data statistic rumah sakit. Dan dalam hal ini, tentu saja medical recorder
memegang peran penting. Beberapa data statistic tersebut antara lain:
BOR berfungsi untuk mengetahui seberapa jauh RS digunakan oleh masyarakat dan
seberapa jauh masyarakat menggunakan pelayanan rawat inap. BOR ini akan sangat
penting dalam pengambilan keputusan perencanaan rumah sakit.

BOR, AvLOS, TOI, dan BTO merupakan indikator yang digunakan untuk menilai
efisiensi pengelolaan RS. Selain itu merupakan dasar dalam menemukan
kemungkinan-kemungkinan sebab ketidakefisiensian untuk perbaikan selajutnya. Untuk
menilai efisiensi dibutuhkan keempat data tersebut, atau dengan kata lain bukan hanya
salah satu data yang digunakan untuk menilai efisiensi.

Fungsi Grafik Barber Johnson antara lain:


1.Untuk perbandingan efisiensi dalam kurun waktu tertentu
2. Memonitor terhadap standar/target yang telah ditentukan
3. Perbandingan efisiensi antar ruang
4. Mengecek kesesuaian laporan
Grafik BOR makin dekat dengan sumbu Y maka BOR semakin tinggi
Grafik BTO mendekati titik sumbu maka pasien keluar makin tinggi
Apabila TOI tetap, AvLOS berkurang, BOR akan turun
Batasan nilai efisien
BOR 75%-85%
TOI 1-3 hari
AvLOS 3-12 hari
BTO >30

Adapun cara penghitungan Parameter Grafik Barber Johnson adalah :


Grafik ini menggambarkan 4 parameter dalam satu grafik, yaitu LOS, TOI, BOR dan
BTO.
Grafik ini bisa digunakan untuk menggambarkan perkembangan empat parameter
tersebut dari tahun ke tahun
Dalam grafik ini sumbu datarnya adalah TOI dan Sumbu tegaknya LOS.
Pada grafik juga ada garis BOR ( BOR 50%, 70%, 80% dan 90%) dan garis BTO (BTO
30, 20, 15 dan 12,5).
Menggambar garis BOR dan BTO
Ingat :
Hari Perawatan
BOR = ---------------------------- x100%
Jumlah TT x Jumlah Hari
(Jumlah TT x Jumlah Hari) - Hari Perawatan
TOI = -------------------------------------------------------------Pasien Keluar (Hidup +Mati)
Hari

Perawatan

LOS = -------------------------------Pasien Keluar (Hidup +Mati)


Jumlah
BTO =

TT

-------------------------------Pasien Keluar (Hidup +Mati)

16
C.
Grafik Barber Johnson
1. Pengertian dan kegunaan
Grafik Barber Johnson merupakan salah satu grafik yang
digunakan untuk
mengukur efisiensi penggunaan tempat tidur di
rumah sakit. Grafik ini ditemukan
oleh Barry Barber, dan David Johnson.
Kegunaan grafik Barber Johnson adalah untuk mengadakan

perbandingan atau sebagai alat bantu untuk menganalisa,


menyajikan dan
mengambil keputusan berkaitan dengan penetapan jumlah
tempat tidur di
bangsal URI.

Grafik Barber Johnson (PSIK III)


Diposkan oleh dzikri di 06.25 Label: Bahan Kuliah Semester III
Pendahuluan
Salah satu alat untuk mengukur tingkat efisiensi pengelolaan rumah sakit
Pada th 1973 Barry Barber & David Johnson berusaha merumuskan dan memadukan
empat parameter utk memantau dan menilai tingkat efisiensi penggunaan TT utk
bangsal perawatan pasien
Indikator :
Untuk melihat penggunaan sumber daya
Untuk tindakan perbaikan
Untuk menjamin bahwa pengorbanan berdaya guna bagi kesejahteraan pasien dan
masyarakat

Manfaat Grafik BJ
Memonitor kegitan dan perbandingan dalam kurun waktu tertentu
Memonitor perkembangan pencapaian target efisiensi penggunaan TT yg telah
ditentukan dlm suatu periode tertntu.
Perbandingan tingkat efisiensi penggunaan TT anter unit
Mengecek kesalahan laporan

4 parameter Indikator Grafik Barber Johnson


BOR ( Bed Occupancy Ratio)
AvLos (Average Length Of Stay)
TOI (Turn Over Interval)
BTO ( Bed Turn Over)

BOR

Persentase pemakaian tempat tidur pada periode tertentu


Rumus :

BOR ideal = 60 85 %
Bila lebih dr 85 % :

Pelayanan yg dijalankan dokter, perawat dll kurang efektif, karena beban kerja tinggi
Ruang kerja terbatas
Penggunanaan yg berlebihan fasilitas sumber daya
Meningkatkan kesulitan pasien memperoleh perawatan yg layak yg dibutuhkan
Perpanjangan masa penyembuhan
AvLOS
Rata-rata jumlah hari pasien rawat inap tinggal di rumah sakit (hari). Tidak termasuk
bayi baru lahir
Rumus :

Ideal : 6 9 hari
TOI
Rata-rata hari tempat tidur tersedia pada periode tertentu yang tidak terisi antara pasien
keluar / meninggal dan pasien masuk
Rumus :

Ideal : 1 3 hari
BTO (Angka perputaran TT)
Berapa kali satu tempat tidur dipakai oleh pasien pada periode tertentu
Rumus :

Ideal : 1 tahun = 40-50 kali

Terdapat empat garis bantu yg dibentuk olh 4 parameter


TOI pada umumnya mjd sumbu horisontal
AvLos pada umumnya mjd sumbu vertikal
Garis bantu BOR mrp garis yg ditarik dr pertemuan sumbu horisontal dan vertikal, yaitu
titik 0,0 dan membentuk seperti kipas
Garis bantu BTO mrp garis yg ditarik dan menghubungkan posisi nilai aLos dan TOI yg
sama

Makna Grafik BJ :
Grafik BOR makin dekat sumbu Y ordinat BOR makin tinggi
Makin dekat grafik BTO dg titik sumbu pasien keluar per TT makin tinggi jumlahnya
Rata-rata tenggangya perputaran ( TOI ) tetap, AvLOS berkurang, BOR akan turun
Cara membuat Grafik BJ
Skala pd sumbu horisontal tdk harus sama dengan skala sumbu vertikal
Skala pada suatu sumbu harus konsisten
Skala pada sumbu horisontal dan vertikal dimulai dr angka 0 dan berhimpit membentuk
koordinat (0,0)
Judul grafik harus jelas menyebutkan nama RS, nama bangsal (bila perlu), dan periode
waktu
Garis bantu BOR dibuat dg cara menentukan ordinat titik bantu yaitu LOS dan TOI
Garis bantu BTO dibuat dg cara menetukan ordinat titik bantu yaitu LOS dan TOI (nilai
sama)
Daerah efisien dibuat dan mrp daerah yg dibatasi oleh perpotongan garis : TOI = 1,, TOI
= 3,, BOR = 75%,, LOS = 12
Cara Menggunakan Grafik BJ
Siapkan data yg dibutuhkan untuk menghitung keempat parameter untuk peroide yg
akan dibuat grafiknya
Hitung nilai BOR, aLOS, TOI dan BTO untuk periode tsb
Tentukan titik BJ dalam grafik Bjyg mrp perpotongan dari keempat parameter tsb.
jika perhitungan keempat parameter benar mk seharusnya keempat garis bantu itu akan
berpotongan disatu titik.
Cara membaca Grafik BJ
Untuk membaca grafik BJ lihatlah posisi titik BJ terhadap daerah efisien
Apabila titik BJ terletak didalm daerah efisien berrti penggunaan TT pada periode yg
bersangkutan sudah efisien begitu juga sebaliknya bila titik BJ diluar daerah efisien
berarti penggunaan TT pd periode trsbt blum efisien
TOI tinggi BOR rendah
Kurang informasi kepada masyarakat
Upaya perbaikan :
1. Promosi
2. Meningkatkan pelayanan
3. Realokasi TT
Penata laksanaan bagian penerimaan pasien
GDR : GROSS DEATH RATE
Angka kematian umum untuk setiap 1000 penderita keluar

Angka dianjurkan kurang dari 45 per 1000


NDR : NET DEATH RATE
Angka kematian 48 jam setelah dirawat untuk tiap-tiap 1000 penderita keluar.Indikator
ini memberikan gambaran mutu pelayanan di rumah sakit

Angka dianjurkan kurang dari 25 per 1000 penderita keluar