You are on page 1of 26

http://m-zulkifli.blogspot.com/2013/09/contoh-struktur-laporan-hasil-studi.

html

Contoh Struktur Laporan Hasil Studi Kelayakan


No comments
1. Judul
Pada halaman judul, tuliskan Nama Perusahaan klien, Nama Proyek (jika belum ada
nama, harap ditentukan sekarang), Versi saat ini dan Tanggal.
2. Detail publikasi
Terbagi atas dua bagian, yakni:
a. Versi dokumen
Daftar riwayat perubahan dokumen.
b. Otorisasi
Menandakan bahwa dokumen ini resmi dan dapat dipertanggungjawabkan oleh pihak
pembuatnya.
3. Ringkasan eksekutif
Tuliskan secara ringkas latar belakang dan hasil studi kelayakan. Sampaikan hanya halhal utama saja, dan tidak perlu detail.
4. Pendahuluan
Tuliskan satu atau dua paragraf singkat mengenai tujuan dan isi dari dokumen ini.
a. Tujuan studi kelayakan
Penjelasan mengenai studi kelayakan ini.
b. Audiens yang dituju
Daftarkan audiens yang dituju, yaitu manajer unit, manajemen senior, pimpinan proyek
dan manajer IT.
c. Tinjauan sistem (System Overview)
Penjelasan singkat mengenai sistem berjalan yang akan terpengaruh oleh karena adanya
proyek ini.
d. Ringkasan faktor pengaruh studi kelayakan
Tuliskan penjelasan ringkas tentang faktor-faktor yang memengaruhi hasil studi
kelayakan, seperti kebijakan-kebijakan bisnis, batasan ruang lingkup ataupun teknologi
yang ada.
e. Dokumen referensi
Daftarkan dokumen sumber yang berhubungan dengan studi kelayakan proyek ini, seperti
panduan SOP, peraturan perusahaan, dan sebagainya.
5. Latar belakang
Pada bagian ini berikan penjelasan mengenai latar belakang dilakukannya studi
kelayakan. Tuliskan dua atau tiga paragraf mengenai karakteristik tujuan bisnis, tetapi
tidak perlu penjelasan detail mengenai pelaksanaan untuk mencapai tujuan bisnis

tersebut.
a. Tinjauan masalah
Penjelasan mengenai masalah yang melatarbelakangi dan kemungkinan solusi yang
didapatkan dari proyek dalam studi kelayakan ini.
b. Pengaruhnya pada organisasi/ perusahaan
Penjelasan mengenai pengaruh masalah ini pada organisasi/perusahaan
c. Pengaruhnya pada Unit Bisnis .
Penjelasan lebih detail, mengenai pengaruh pada operasional unit bisnis.
d. Pengaruhnya pada aplikasi yang berjalan
Jika ada software aplikasi yang telah digunakan, beri penjelasan juga seberapa banyak
masalah ini memengaruhi aplikasi yang digunakan, atau mungkin aplikasi ini adalah
salah satu sumber permasalahan yang ada.
e. Pengaruhnya pada infrastruktur
Penjelasan mengenai pengaruh masalah ini pada infrastruktur, seperti aplikasi enterprise,
jaringan maupun bandwidth akses jaringan dan internet.
6. Solusi yang diajukan
Penjelasan secara singkat mengenai solusi yang diajukan untuk mengatasi masalahmasalah yang telah dijelaskan sebelumnya.
a. Deskripsi Solusi
Berikan penjelasan mengenai konsep dari solusi yang diajukan, bisa berupa diagram,
untuk memberikan gambaran solusinya dan mitigasi dari dampak yang mungkin terjadi.
Bagian ini juga bisa berisi rencana kontigensi (darurat) disertai langkah-langkah yang
harus dilakukan untuk mengambil solusi alternatif.
b. Peningkatan yang diharapkan
Berikan penjelasan bagaimana dengan adanya solusi ini maka akan memberikan
peningkatan terhadap sistem yang ada sesuai dengan identifikasi masalah (dalam
penjelasan latar belakang) serta sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai.
c. Pengaruh soIusi
Bagian ini serta sub-bagiannya memberikan penjelasan tentang pengaruh solusi dan
kemungkinan adanya masalah potensial oleh karena adanya solusi tersebut.
1) Pengaruh pada organisasi
Penjelasan mengenai training, job description, penambahan dan perubahan staf,
perubahan keahlian yang dibutuhkan dan keberlanjutan bisnis oleh karena pengaruh dari
solusi tersebut.
2) Pengaruh pada unit bisnis
Penjelasan mengenai perubahan pada prosedur operasional, struktur pelaporan,
kebijakan-kebijakan dan sebagainya, karena solusi tersebut.
3) Pengaruh pada infrastruktur
Penjelasan mengenai pengaruh solusi terhadap keamanan jaringan dan data, perlunya
peningkatan kapasitas (upgrade) hardware dan peralatan penunjang lainnya, atau
perlunya modifikasi fasilitas yang ada.
4) Pengaruh pada aplikasi yang berjalan
Penjelasan mengenai pengaruh solusi pada perubahan metodologi, upgrade dan
modifikasi software, atau perlunya tambahan keterampilan pada staf

d. Alasan pendukung untuk solusi yang diajukan


Berikan penjelasan detail untuk mendukung solusi yang ditawarkan dan hasil studi
kelayakan, bisa dengan mengacu pada bagian analisis biaya-manfaat, atau isu seperti
standardisasi, hubungan dengan vendor, ataupun best practice.
7. Perbandingan terhadap solusi altematif
Berikan gambaran solusi altematif yang dapat dipertimbangkan, dan berikan
perbandingan serta penjelasan mengapa solusi yang diajukan yang dipilih. Bisa juga
diberikan penjelasan detail mengenai perbedaan utama, masalah yang mungkin ada dan
manfaat masing-masing solusi. Jika memungkinkan, gunakan matrix untuk menjelaskan
perbandingan.
8. Analisis biaya-manfaat (Cost-Benefit Analysis)
Gunakan analisis biaya manfaat untuk solusi yang ditawarkan dan bila perlu tunjukkan
juga analisis solusi alternatif, sehingga bisa menjadi data pendukung untuk penjelasan
mengenai perbandingan pada bagian sebelumnya.

http://abdullahmubarroq.blogspot.com/2012/07/makalah-studi-kelayakanbisnis.html

studi kelayakan bisnis giri

TUGAS MAKALAH STUDI KELAYAKAN BISNIS

SISTEMATIKA STUDI KELAYAKAN BISNIS


OLEH :
ABDULLAH MUBAROK
(101.09.0294)
JURUSAN S1 MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
STIE NU
GRESIK
2012
Daftar isi
Halaman judul
Daftar isi
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Makalah
1.2 Maksud Dan Tujuan
1 1.3 Rumusan Masalah
1 1.4 Metode Penelitian
BAB II LANDASAN TEORI
BAB III PEMBAHASAN
BAB IV PENUTUP
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran

BAB I
PENDAHULUAN
Studi kelayakan sangat diperlukan oleh banyak kalangan, khususnya terutama bagi para
investor yang selaku pemrakarsa, bank selaku pemberi kredit, dan pemerintah yang memberikan
fasilitas tata peraturan hukum dan perundang-undangan, yang tentunya kepentingan semuanya
itu berbeda satu sama lainya. Investor berkepentingan dalam rangka untuk mengetahui tingkat
keuntungan dari investasi, bank berkepentingan untuk mengetahui tingkat keamanan kredit yang

diberikan dan kelancaran pengembaliannya, pemerintah lebih menitik-beratkan manfaat dari


investasi tersebut secara makro baik bagi perekonomian, pemerataan kesempatan kerja, dll.
Mengingat bahwa kondisi yang akan datang dipenuhi dengan ketidakpastian, maka
diperlukan pertimbangan-pertimbangan tertentu karena di dalam studi kelayakan terdapat
berbagai aspek yang harus dikaji dan diteliti kelayakannya sehingga hasil daripada studi tersebut
digunakan untuk memutuskan apakah sebaiknya proyek atau bisnis layak dikerjakan atau ditunda
atau bahkan dibatalkan. Hal tersebut di atas adalah menunjukan bahwa dalam studi kelayakan
akan melibatkan banyak tim dari berbagai ahli yang sesuai dengan bidang atau aspek masingmasing seperti ekonom, hukum, psikolog, akuntan, perekayasa teknologi dan lain sebagainya.
Dan studi kelayakan biasanya digolongkan menjadi dua bagian yang berdasarkan pada
orientasi yang diharapkan oleh suatu perusahaan yaitu berdasarkan orientasi laba, yang dimaksud
adalah studi yang menitik-beratkan pada keuntungan yang secara ekonomis, dan orientasi tidak
pada laba (social), yang dimaksud adalah studi yang menitik-beratkan suatu proyek tersebut bisa
dijalankan dan dilaksanakan tanpa memikirkan nilai atau keuntungan ekonomis.
PENGERTIAN
Jadi pengertian studi kelayakan peroyek atau bisnis adalah penelitihan yang menyangkut
berbagai aspek baik itu dari aspek hukum, sosial ekonomi dan budaya, aspek pasar dan
pemasaran, aspek teknis dan teknologi sampai dengan aspek manajemen dan keuangannya,
dimana itu semua digunakan untuk dasar penelitian studi kelayakan dan hasilnya digunakan
untuk mengambil keputusan apakah suatu proyek atau bisnis dapat dikerjakan atau ditunda dan
bahkan ditadak dijalankan.
RUANG LINGKUP
Aspek yang terdapat pada studi kelayakan proyek atau bisnis yang terdiri dari berbagai
aspek yang sudah disebutkan di atas antara lain :
1. Aspek hukum
Berkaitan dengan keberadaan secara legal dimana proyek akan dibangun yang meliputi
ketentuan hukum yang berlaku termasuk :
a. Perijinan :
i) Izin lokasi :
sertifikat (akte tanah),
bukti pembayaran PBB yang terakhir,
rekomendasi dari RT / RW / Kecamatan
ii) Izin usaha :
Akte pendirian perusahaan dari notaris setempat PT/CV atau berbentuk badan hukum
lainnya.
NPWP (nomor pokok wajib pajak)
Surat tanda daftar perusahaan
Surat izin tempat usaha dari pemda setempat
Surat tanda rekanan dari pemda setempat
SIUP setempat
Surat tanda terbit yang dikeluarkan oleh Kanwil Departemen Penerangan
2. Aspek sosial ekonomi dan budaya
Berkaitan dengan dampak yang diberikan kepada masyarakat karena adanya suatu proyek
tersebut :
a. Dari sisi budaya

Mengkaji tentang dampak keberadaan peroyek terhadap kehidupan masyarakat setempat,


kebiasaan adat setempat.
b. Dari sudut ekonomi
Apakah proyek dapat mengubah atau justru mengurangi income per capita panduduk
setempat. Seperti seberapa besar tingkat pendapatan per kapita penduduk, pendapatan nasional
atau upah rata-rata tenaga kerja setempat atau UMR, dll.
c. Dan dari segi sosial
Apakah dengan keberadaan proyek wilayah menjadi semakin ramai, lalulintas semakin
lancar, adanya jalur komunikasi, penerangan listrik dan lainnya, pendidikan masyarakat
setempat.
Untuk mendapatkan itu semua dengan cara wawancara, kuesioner, dokumen, dll. Untuk
melihat apakah suatu proyek layak atau tidak dilakukan dengan membandingkan keinginan
investor atau pihak yang terkait dengan sumber data yang terkumpul.
3. Aspek pasar dan pemasaran
Berkaitan dengan adanya peluang pasar untuk suatu produk yang akan di tawarkan oleh
suatu proyek tersebut :
Potensi pasar
Jumlah konsumen potensial, konsumen yang mempunyai keinginan atau hasrat untuk
membeli.
Tentang perkembangan/pertumbuhan penduduk :
Daya beli, kemampuan konsumen dalam rangka membeli barang mencakup tentang
perilaku, kebiasaan, preferensi konsumen, kecenderungan permintaan masa lalu, dll.
Pemasaran, menyangkut tentang starategi yang digunakan untuk meraih sebagian pasar
potensial atau pelung pasar atau seberapa besar pengaruh strategi tersebut dalam meraih besarnya
market share.
4. Aspek teknis dan teknologi
Berkaitan dengan pemilihan lokasi peroyek, jenis mesin, atau peralatan lainnya yang
sesuai dengan kapasitas produksi, lay out, dan pemilihan teknologi yang sesuai.
5. Aspek manajemen
Berkaitan dengan manajemen pembangunan proyek dan operasionalnya.
6. Aspek keuangan
Berkaitan dengan sumber dana yang akan diperoleh dan proyeksi pengembaliannya
dengan tingkat biaya modal dan sumber dana yang bersangkutan.
Studi kelayakan merupakan gambaran kegiatan usaha yang direncanakan, sesuai dengan
kondisi, potensi serta peluang yang tersedia dari berbagai aspek. Dengan demikian dalam
menyusun sebuah studi kelayakan bisnis harus meliputi sekurang kuranya aspek- aspek sebagai
berikut:
a.Aspek pasar dan pemasaran
b.Aspek teknis dan teknologis
c.Aspek organisasi dan manajemen
d.Aspek ekonomi dan keuangan
Yang perlu diuraikan di dalam pendahuluan antara lain Latar belakang masalah yang member
jawabahan dari beberapa pertanyaan seperti jenis jenis kegiatan atau gagasan usaha/proyek
2.2 Aspek pemasaran dan pasar
Aspek pasar dan pemasaram meliputi
a.Peluang pasar

b.Perkembangan pasar
c.Penetapan pangsa pasar
d.Dan langkah langka yang diperlukan disamping kebijakan yang diperlukan
2.3 Aspek Teknis dan Non Teknis
Factor yang perlu diuraikan adalah yang menyangkut lokasi usaha/proyek yang direncanakan .
sumber bahan baku, jenis teknologi yang digunakan, kapasitas produksi, jenis dan jumlah
investasi yang diperlukan di samping membuat rencana produksi selama umur ekonomi proyek.
2.4 Aspek organisasi dan manajemen
Perlu diuraikan bentuk kegiatan dan cara pengelolaan dari gagasan usaha/proyek yang
direncanakan secara efisien , apabila system pengelolaan telah ditentukan secara teknis dan
berdasar kegiatan
usaha. Disusun bentuk struktur organisasi yang cocok dan sesuai untuk menjalankan kegiatan
tersebut
2.5Aspek Ekonomi dan keuangan
Yang perlu dibahas pada aspek ekonomi adalah
a.Perkiraan investasi
b.Biaya operasi dan pemeliharaan.
c.Sumber pembiayaan
d.Perkiraan pendapatan
e.Analisis criteria investasi
f.Break even point dan pay back period
g.Proyeksi laba rugi dan aliran kas

BAB II
LANDASAN TEORI
Pengertian Studi Kelayakan Bisnis
menurut Kasmir dan Jakfar (2003) adalah suatu kegiatan yang mempelajari secara mendalam
tentang suatu kegiatan atau usaha yang akan dijalankan, untuk menentukan layak atau tidaknya
suatu bisnis dijalankan.tujuan utama dilakukan studi kelaykan bisnis ini tentunya yang akan
berdiri bisa berjalan sesuai harapan baik dalam jangka pendek atau panjang serta untuk
mengukur seberapa besar potensi usaha tersebut baik dalam situasi mendukung maupun situasi
yang tidak mendukung.
Pengertian Studi kelayakan proyek
adalah suatu kegiatan sementara yang berlangsung dalam jangka waktu terbatas dengan alokasi
sumber daya tertentu dan dimaksudkan untuk melaksanakan tugas yang sasarannya telah
digariskan dengan jelas. Misalnya: membangun pabrik, membuat produk baru atau mengikuti
pameran perdagangan.
Ciri-ciri profil proyek:
1.Memiliki tujuan yang khusus, produk akhir, atau hasil kerja akhir
2.Biaya, jadwal kerja, sumber daya, criteria mutu yang diperlukan telah ditentukan
3.Kegiatan bersifat sementara, dalam arti umurnya dibatasi selesainya tugas. Titik awal dan akhir
kegiatan-kehiatan telah ditentukan dengan jelas.
4.Kegiatanbersifat tidak rutin, tidak berulang-ulang. Jenis dan intensitas kegiatan berubah hanya
sepajang proyek berlangsung.

Perbedaan antara studi kelayakan bisnis dengan studi kelayakan proyek: Studi kelayakan bisnis
merupakan penelitian terhadap rencana bisnis yang tidak hanya menganalisis layak atau tidak
layak bisnis dibangun, tetapi juga saat dioperasionalkan secara rutin dalam rangka pencapaian
keuntungan yang maksimal untuk waktu yang tidak ditentukan. Misalnya: pelancaran produk
baru. Sedangkan studi kelayakan proyek merupakan penelitian tentang layak atau tidaknya suatu
proyek dibangun untuk jangka waktu tertentu.
Pengertian Studi kelayakan proyek
adalah suatu kegiatan sementara yang berlangsung dalam jangka waktu terbatas dengan alokasi
sumber daya tertentu dan dimaksudkan untuk melaksanakan tugas yang sasarannya telah
digariskan dengan jelas. Misalnya: membangun pabrik, membuat produk baru atau mengikuti
pameran perdagangan.
Ciri-ciri profil proyek:
1.Memiliki tujuan yang khusus, produk akhir, atau hasil kerja akhir
2.Biaya, jadwal kerja, sumber daya, criteria mutu yang diperlukan telah ditentukan
3.Kegiatan bersifat sementara, dalam arti umurnya dibatasi selesainya tugas. Titik awal dan akhir
kegiatan-kehiatan telah ditentukan dengan jelas.
4.Kegiatanbersifat tidak rutin, tidak berulang-ulang. Jenis dan intensitas kegiatan berubah hanya
sepajang proyek berlangsung.
Perbedaan antara studi kelayakan bisnis dengan studi kelayakan proyek: Studi kelayakan bisnis
merupakan penelitian terhadap rencana bisnis yang tidak hanya menganalisis layak atau tidak
layak bisnis dibangun, tetapi juga saat dioperasionalkan secara rutin dalam rangka pencapaian
keuntungan yang maksimal untuk waktu yang tidak ditentukan. Misalnya: pelancaran produk
baru. Sedangkan studi kelayakan proyek merupakan penelitian tentang layak atau tidaknya suatu
proyek dibangun untuk jangka waktu tertentu.

BAB III
Pembahasan
Factor yang membuat studi kelayakan bisnis ini mengalami kesalahan diantaranya: data
dan informasi yang didapat kurang lengkap,tidak teliti, salah perhitungan, pelaksanaan pekerjaan
salah, kondisi lingkungan sekitar maupun unsur sengaja oleh pembuatnya. Beberapa persiapan
sebelum menjalankan studi kelayakan bisnis:
1.Pengumpulan data dan informasi
2.Pengolahan data
3.Analisis data
4.Pengammbilan keputusan
Manfaat studi kelayakan bisnis:
1.Pihak Investor
Sebelum menanamkan modalnya di perusahaan yang akan dijalankan investor akan mempelajari
laporan studi kelayakan bisnis yang telah dibuat, karena investor memiliki kepentingan langsung
tentang keuntungan yang akan diperoleh dan jaminan modal yang akan ditanamkan.
2.Pihak Kreditor
Sebelum memberikan kredit pihak bank perlu mengkaji studi kelayakan bisnis dan
mempertimbangkan bonafiditas dan tersedianya agunan yang dimilliki.
3.Pihak Manajemen Perusahaan

Sebagai leader manajemen perusahaan juga memerlukan studi kelayakan bisnis untuk
mengetahui dana yang dibutuhkan, berapa yang dialokasikan dari modal sendiri, rencana
pendanaan dari investor dan kreditor
4. Pihak Pemerintah dan Masyarakat
Perusahaan yang akan berdiri harus memperhatikan kebijakan-kebijakan yang ditetapkan oleh
pemerintah agar dapat diprioritaskan untuk dibantu oleh pemerintah.
5.Bagi Tujuan Pembangunan Ekonomi
Penyusunan studi kelayakan bisnis perlu dianalisis manfaat yang akan didapat dan biaya yang
ditimbulkan proyek terhadap perekonomian nasional, karena sedapat mungkin proyek dibuat
demi tercapainya tujuan-tujuan nasional.
Tahapan studi kelayakan bisnis
Dalam melaksanakan studi kelayakan bisnis ada beberapa tahapan studi yang hendaknya
dikerjakan, berikut beberapa tahapannya:
1.Penemuan Ide
Agar dapat menghasilkan ide proyek yang dapat menghasilakan produk laku untuk dijual dan
menguntungkan diperlukan penelitian yang terorganisasi dengan baik serta dukungan sumber
daya yang memadai. Jika ide proyek lebih dari satu, dipilih dengan memperhatikan:
* ide proyek sesuai dengan kata hatinya
* pengambil keputusan mampu melibatkan diri dalam hal-hal yang sifatnya teknis
* keyakinan akan kemampuan proyek menghasilakan laba.
Misalnya beberapa ide proyek yang lolos setelah dipilih adalah ide mengenai bisnis rental
gaun pengantin, rental motor, rental computer.
2. Tahap Penelitian
Setelah ide proyek terpilih, dilakukan penelitian yang lebih mendalam dengan metode ilmiah:
* mengumpulkan data
* mengolah data
* menganalisis dan menginterpretasikan hasil pengolahan data
* menyimpulkan hasil
* membuat laporan hasil
Misalnya: berdasarkan contoh diatas telah ditentukan 3 macam ide proyek. Selanjutnya, ketiga
ide proyek dikaji melalui aspeknya secara cukup luas dan mendalam untuk mendapatkan
masukan untuk mengevaluasi ide-ide tersebut.
3. Tahap Evaluasi
yaitu membandingkan sesuatu dengan satu atau lebih standar atau kriteria yang bersifat
kuantitatif atau kualitatif.hal yang dibandingkan dalam evaluasi bisnis adalah seluruh ongkos
yang akan ditimbulkan oleh usulan bisnis serta manfaat atau benefit yang diperkirakan akan
diperoleh.
Ada 3 macam evaluasi:
* mengevaluasi usaha proyek yang akan didirikan
* mengevaluasi proyek yang akan dibangun
* mengevaluasi bisnis yang sudah dioperasionalkan secara rutin Setalah dilakukan evaluasi
terhadap ketiga ide proyek diatas, misalnya, ternyata hanya dua ide proyek yang dianggap fisibel,
yaitu rental motor dan rental computer.
Dalam evaluasi bisnis yang akan dibandingkan adalah seluruh ongkos yang akan ditimbulkan
oleh usulan bisnis serta manfaat atau benefit yang akan diperkirakan akan diperoleh.
4. Tahap Pengurutan Usulan yang Layak

Jika terdapat lebih dari satu usulan rencana bisnis yang dianggap layak, perlu dilakukan
pemilihan rencana bisnis yang mempunyai skor tertinggi jika dibanding usulan lain berdasar
kriteria penilaian yang telah ditentukan. Dilakukan evaluasi terhadap kedua ide proyek, ternyata
pengambilan keputusan hanya mampu mengerjakan satu ide proyek, misalkan ide proyek rental
motor.
5. Tahap Rencana Pelaksanaan
Setelah rencana bisnis dipilih perlu dibuat rencana kerja pelaksanaan pembangunan proyek.
Mulai dari penentuan jenis pekerjaan, jumlah dan kualifikasi tenaga perencana, ketersediaan
dana dan sumber daya lain serta kesiapan manajemen. Misalnya, setelah yang dipilih adalah
rencana bisnis rental motor, maka pelaksanaan untuk membangun proyek bisnis rental motor
serta rencana operasional rutinnya perlu disiapkan.
6. Tahap Pelaksanaan
Dalam realisasi pembangunan proyek diperlukan manajemen proyek. Setelah proyek selesai
dikerjakan tahap selanjutnya adalah melaksanakan operasional bisnis secara rutin. Agar selalu
bekerja secara efektif dan efisien dalam rangka meningkatkan laba perusahaan, dalam
operasional perlu kajian-kajian untuk mengevaluasi bisnis dari fungsi keuangan, pemasaran,
produksi dan operasi.
Hasil evaluasi dapat dijadikan sebagai feedback bagi perusahaan untuk mengkaji ulang proses
bisnis ini secara terus-menerus.
Aspek-Aspek Studi Kelayakan Bisnis
Proses analisis setiap aspek saling keterkaitan antara satua spek dan aspek lainnya sehingga hasil
analisis aspek-aspek tersebut menjadi terintegrasi. Sebagai missal, ketika seorang peneliti tengah
menganalisis aspek keuangan, hendaknya dia memanfaatkan hasiol analisis aspek-aspek lain,
walaupun tetap dimungkinkan mencari data yang dibutuhkan sesuai dengan kebutahannya
langsung dari lapangan. Untuk lebih jelas lihat gambar berikut;
1.Aspek Pasar
Pengkajian aspek pasar penting dilakukan karena tidak ada proyek bisnis yang berhasil tanpa
adanya permintaan atas barang/jasa yang dihasilkan proyek tersebut. Pada dasarnya, analisis
aspek pasar bertujuan antara lain untuk mengetahui berapa besar luas pasar, pertumbuhan
permintaan, dan market-share dari produk bersangkutan. Pembahasan aspek-aspek studi
kelayakan diawali dengan aspek pasar dan pemasaran.
Alasannya mengapa aspek ini diletakkan pada awal pembahasan sistematika studi kelayakan,
antara lain:
Aspek Pasar

Fakta
lapangan

Aspek Internal perusahaan:


Aspek pemasaran
Aspek teknis dan teknologi
Aspek SDM
Aspek Manajemen
Aspek keuangan
Aspek ekonomi dan budaya
Aspek Hukum dan

Hasil SKB

legalitas
Aspek Dampak
Lingkungan
eksternal
Produk yang dihasilkan perusahaan harus marketable. Jika tidak, sebaiknya kegiatan analisis
studi kelayakan dihentikan.
Kecenderungan permintaan atas produk yang akan dihasilkan harus menunjukkan adanya
kenaikan. Jika menurun, sebaiknya proses studi kelayakan untuk pendirian dihentikan, kecuali
jika tujuan objek studi adalah pengembangan.
Kandungan material produk tidak mengandung unsur yang dilarang negara ataupun agama. Jika
ada ditinjau dari aspek hukum, tidak akan direkomendasikan dan harus dihentikan.
Aspek teknis dan kronologis sangat ditentukan oleh hasil rekomendasi aspek pasar, terutama
yang berkaitan dengan pemilihan alat dan mesin.
2.Aspek internal Perusahaan
Didalam aspek internal perusahaan terbagi atas beberapa aspek:
Aspek pemasaran
Kegiatan perusahan yang bertujuan menjual barang atau jasa yang di produksi
perusahaan kepasar. Oleh karena itu, aspek ini bertanggung jawabdalam menentukan ciri-ciri
pasar yang akan dipilih. Analisis kelayakan dari aspek ini yang utama dalam hal;
Penentuan segmen, target, dan posisi produk pada pasarnya.
Kajian untuk mengetahui konsumen potensial, seperti perihal sikap, perilaku, serta kepuasaan
mereka atas produk.
Menentukan strategi kebijakan dan program pemasaran yang akan dilaksanakan.
Aspek Teknis dan Teknologi
Aspek teknis merupakan aspek yang berkenaan dengan pengoperasian dan proses
pembangunan proyek secara teknis setelah proyek/bisnis tersebut selesai dibangun/didirikan.
Berdasarkan analisis ini pula dapat diketahui rancangan awal penaksiran biaya investasi
termasuk start up cost/pra operasional proyek yang akan dilaksanakan.
Studi aspek teknis dan teknologi akan mengungkapkan kebutuhan apa yang diperlukan
dan bagaimana secara teknis proses produksi akan dilaksanakan. Untuk bisnis industri
manufaktur, misalnya, perlu dikaji mengenai kapasitas produksi, jenis teknologi yang dipakai,
pemakaian peralatan dan mesin, lokasi pabrik, dan tata-letak pabrik yang paling menguntungkan.
lalu dari kesimpulan itu, dapat dibuat rencana jumlah biaya pengadaan harta tetapnya.
Aspek Sumber Daya Manusia
Aspek ini membutuhkan daya imajinasi tinggi untuk membayangkan bentuk organisasi apa
yang akan dibangun kelak ketika berdiri. Setelah gambaran organisasi terbentuk dengan segala
kelengkapannya, selanjutnya dianalisis proses pengadaan sumber daya manusianya untuk
menduduki dan memegang bagian dan fungsi organisasi sesuai dengan yang direncanakan.
Aspek manajemen
Studi aspek manajemen dilaksanakan dua macam :
Manajemen saat pembangunan proyek bisnis.
Manajemen saat bisnis dioperasionalkan secara rutin. Bahkan terjadi, banyak terjadi, bahwa
proyek-proyek bisnis gagal dibangun maupun dioperasionalkan bukan disebkan karena aspek
lain, tetapi karena lemahnya manajemen.
Aspek Keuangan

Berkaitan dengan sumber dana yang akan diperoleh dan proyeksi pengembaliannya dengan
tingkat biaya modal dan sumber dana yang bersangkutan.
Ada beberapa sumber data penting yang akan digunakan, yaitu:
Data awal aspek pasar dan pemasaran berupa: proyeksi penjualan/permintaan, harga produk,
dan anggaran (biaya) pemasaran
Data operasi dan produksi, berupa: rencana lokasi baik sewa maupun beli, harga pokok
produksi (bahan baku, TKL, bahan pembantu), dan rencana pengadaan mesin, peralatan,
teknologi yang digunakan.
Data personalia, berupa: rencana biaya perekrutan, biaya pelatihan, biaya upah tetap,
tunjangan-tunjangan, dan lain-lain.
Legalitas, berupa: biaya notaris, biaya perizinan prinsip (misal, DepKeu, DepDag, DepAg,
DepHut, DepHub, DepKeh, DepKes, DikNas dll), biaya perizinan operasional (Pemda).
Aspek ekonomi dan budaya
Berkaitan dengan dampak yang diberikan kepada masyarakat karena adanya suatu proyek
tersebut :
a. Dari sisi budaya, Mengkaji tentang dampak keberadaan peroyek terhadap kehidupan
masyarakat setempat, kebiasaan adat setempat.
b. Dari sudut ekonomi, Apakah proyek dapat merubah atau justru mengurangi income per
capita panduduk setempat. Seperti seberapa besar tingkat pendapatan per kapita penduduk,
pendapatan nasional atau upah rata-rata tenaga kerja setempat atau UMR, dll.
c. Dan dari segi sosial, Apakah dengan keberadaan proyek wilayah menjadi semakin ramai,
lalulintas semakin lancer, adanya jalur komunikasi, penerangan listrik dan lainnya, pendidikan
masyarakat setempat.
3. Aspek Hukum dan Legalitas
Berkaitan dengan keberadaan secara legal dimana proyek akan dibangun yang meliputi
ketentuan hukum yang berlaku termasuk :
a. Perijinan
i) Izin lokasi
sertifikat (akte tanah), bukti pembayaran PBB yang terakhir, rekomendasi dari RT /RW /
Kecamatan
ii) Izin usaha
Akte pendirian perusahaan dari notaris setempat PT/CV atau berbentuk
badan hukum lainnya.
NPWP (nomor pokok wajib pajak), Surat tanda daftar perusahaan, Surat izin tempat
usaha dari pemda setempat
Surat tanda rekanan dari pemda setempat, SIUP setempat, Surat tanda terbit yang
dikeluarkan oleh Kanwil Departemen Penerangan
Beberapa faktor yang dijadikan dasar dalam penilaian kelayakan, yaitu:
Badan hukum apa yang paling sesuai untuk dijadikan bentuk formal badan usaha yang
akan didirikan
Komoditas usaha termasuk jenis barang dagangan (komiditas) yang diperbolehkan atau
dilarang undang-undang
Cara berbisnisnya melanggar hukum agama atau tidak
Teknis operasional mendapatkan izin dari instansi/ departemen/dinas terkait atau tidak.
4. Aspek Dampak Lingkungan eksternal

Aspek dampak lingkungan merupakan analisis yang paling dibutuhkan pada saat ini, karena
setiap proyek yang dijalankan akan memiliki dampak yang sangat besar terhadap lingkungan di
sekitarnya, antara lain:
Dampak terhadap air
Dampak terhadap tanah
Dampak terhadap udara
Dampak terhadap kesehatan manusia
Pada akhirnya pendirian usaha akan berdampak terhadap kehidupan fisik, flora dan fauna
yangada di sekitar usaha secara keseluruhan.
Hasil studi kelayakan bisnis
Hasil studi kelayakan bisnis berupa dokumentasi lengkap dalam bentuk tertulis yang
diperlihatkan bagaimana rencana bisnis memiliki nilai-nilai positif bagi aspek-aspek yang
diteliti, sehingga akan dinyatakan sebagai proyek bisnis yang layak

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Studi kelayakan sangat diperlukan oleh banyak kalangan, khususnya terutama bagi para
investor yang selaku pemrakarsa, bank selaku pemberi kredit, dan pemerintah yang memberikan
fasilitas tata peraturan hukum dan perundang-undangan, yang tentunya kepentingan semuanya
itu berbeda satu sama lainya. Investor berkepentingan dalam rangka untuk mengetahui tingkat
keuntungan dari investasi, bank berkepentingan untuk mengetahui tingkat keamanan kredit yang
diberikan dan kelancaran pengembaliannya, pemerintah lebih menitik-beratkan manfaat dari
investasi tersebut secara makro baik bagi perekonomian, pemerataan kesempatan kerja, dll.
Sitematika studi kelayakan bisnis adalah suatu kegiatan yang mempelajari secara
mendalam tentang suatu kegiatan atau usaha yang akan dijalankan, untuk menentukan layak atau
tidaknya suatu bisnis dijalankan.tujuan utama dilakukan studi kelaykan bisnis ini tentunya yang
akan berdiri bisa berjalan sesuai harapan baik dalam jangka pendek atau panjang serta untuk
mengukur seberapa besar potensi usaha tersebut baik dalam situasi mendukung maupun situasi
yang tidak mendukung.
Saran
Mengingat bahwa kondisi yang akan datang dipenuhi dengan ketidakpastian, maka
diperlukan pertimbangan-pertimbangan tertentu karena di dalam studi kelayakan terdapat
berbagai aspek yang harus dikaji dan diteliti kelayakannya sehingga hasil daripada studi tersebut
digunakan untuk memutuskan apakah sebaiknya proyek atau bisnis layak dikerjakan atau ditunda
atau bahkan dibatalkan. Hal tersebut di atas adalah menunjukan bahwa dalam studi kelayakan
akan melibatkan banyak tim dari berbagai ahli yang sesuai dengan bidang atau aspek masingmasing seperti ekonom, hukum, psikolog, akuntan, perekayasa teknologi dan lain sebagainya.
Dan studi kelayakan biasanya digolongkan menjadi dua bagian yang berdasarkan pada
orientasi yang diharapkan oleh suatu perusahaan yaitu berdasarkan orientasi laba, yang dimaksud
adalah studi yang menitik-beratkan pada keuntungan yang secara ekonomis, dan orientasi tidak
pada laba (social), yang dimaksud adalah studi yang menitik-beratkan suatu proyek tersebut bisa
dijalankan dan dilaksanakan tanpa memikirkan nilai atau keuntungan ekonomis.
Diposkan oleh milan barok di 22.23
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

http://sweeperjamnas.wordpress.com/2013/08/25/contoh-laporan-bisnis/
1. I.

PENDAHULUAN

1. A.

LATAR BELAKANG

Perkembangan sebuah usaha adalah tanggung jawab dari seluruh organisasi untuk mampu
menyelesaikan tujuan organisasi sesuai dengan rencana yang telah dibuat sebelum usaha
dilaksanakan. Sebelum adanya praktek yang dilakukan oleh seluruh komponen organisasi.
Perusahaan telah menyampaikan rincian aspek yang akan dicapai dalam sebuah scenario
planning sebagai pedoman untuk setiap aspek yang hendak dilaksanakan dan akan dievaluasi
setiap satu periode pencapaian perusahaan dalam lima bulan.
Komponen organisasi perusahaan yang terdiri atas manajemen operasi, manajemen keuangan,
manajemen sumber daya manusia, serta manajemen pemasaran menjadi satu kesatuan utuh yang
menjadi tanggung jawab direktur perusahaan selaku pemilik dan pemegang kendali perusahaan.
Semua keputusan dari berbagai bidang organisasi harus diketahui secara keseluruhan dan rinci
guna penentuan kebijakan. Sehingga, dalam pemecahan masalah kompleks yang dihadapi
perusahaan pimpinan organisasi perusahaan juga mempertimbangkan dari seluruh aspek
manajerial.
Evaluasi sebagai media penilaian akan menunjukan beberapa aspek pencapaian dari berbagai sisi
lini manajerial dan pemecahan permasalahan untuk meningkatkan produktivitas penjualan
produk. Siklus kehidupan usaha juga perlu diketahui untuk mendukung kebijakan yang diambil
oleh pemimpin usaha. Perputaran faktor ekonomi secara umum akan mempengaruhi pencapaian.
Mengingat pertumbuhan usaha setara dengan tingkat pertumbuhan pesaing, berbagai upaya harus
dilakukan agar tercapai visi dan misi perusahaan. Oleh karena itu, hal yang penting untuk
membahas penulisan laporan evaluasi kinerja perusahaan.
1. B.

RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana hasil kinerja perusahaan secara umum dalam 5 bulan terakhir?
2. Apakah hasil yang dicapai telah sesuai dengan tujuan yang ditentukan perusahaan
pada awal periode evaluasi?
3. Bagaimana tanggapan pelanggan mengenai produk Lullaby sebagai produk yang
diproduksi?

4. Bagaimana sistem manajerial yang tersusun dalam organisasi menyelesaikan


tanggung jawabnya masing-masing?
5. Apakah hambatan yang dihadapi oleh masing-masing sistem manajerial
organisasi?
6. Bagaimana solusi yang diambil oleh masing-masing manajer lini perusahaan
untuk menghadapi masalahnya?
7. Apakah langkah yang harus diambil untuk perkembangan perusahaan kedepan?
1. C. TUJUAN
1. Menilai hasil kinerja perusahaan dalam lima bulan terakhir (satu periode
evaluasi).
2. Mengetahui kelayakan produk dari pandangan konsumen serta menanggapi setiap
masukan yang diberikan.
3. Mengetahui setiap permasalahan dari seluruh lini manajerial untuk didapatkan
solusinya.
4. Mengevaluasi sistem kerja dari berbagai aspek manajerial serta mengetahui
langkah inisiatif dari berbagai bidang manajerial dalam penyelesaian masalah.
5. Menentukan program yang akan dilaksanakan perusahaan untuk periode kedepan
sebagai pedoman dalam mengembangkan perusahaan kearah yang lebih baik lagi.
1. D.

LUARAN YANG DIHARAPKAN


1. Mempertahankan siklus kehidupan perusahaan dengan penentuan kebijakankebijakan yang akan menguntungkan dari seluruh komponen organisasi
perusahaan.
2. Terciptanya langkah-langkah dan kebijakan yang baru sebagai pedoman
perusahaan dalam mengembangkan usaha.
3. Mengurangi segala tingkat resiko yang akan diambil oleh perusahaan dengan
menentukan tujuan baru untuk satu periode evaluasi.
4. Bertambahnya pendapatan usaha dengan inovasi sistem kinerja perusahaan dan
pengaplikasian program serta kebijakan yang telah dibuat dalam periode evaluasi.
5. Meningkatkan penjualan dan melakukan efisiensi produksi Lullaby sebagai
produk yang dihasilkan oleh perusahaan.

1. II. ANALISIS KINERJA PERUSAHAAN

1. A.

SCENNARIO PLANNING

No Jenis Kegiatan
Jangka Waktu

Bulan 1

Bulan 2

1 2 3 4 1 2

Bulan 3 Bulan 4 Bulan 5

3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

Survei Pasar
1
Penentuan Jenis
2 Usaha
Penentuan Lokasi
3 Usaha dan
Segmentasi Pasar
Persiapan Bahan
4 Baku dan Bahan
Lainnya
Proses Produksi
5
Proses Pemasaran
6 dan Strategi
Pemasaran
Pembuatan Laporan
7

1. B.

x X XXXx XXx Xx XX

x X XXXx XXx Xx XXX

x X XXXx XXx Xx XXX

MANAJEMEN OPERASI
1. Analisis Produk
1. Jenis

: Barang

2. Nama Produk

: Lullaby

3. Material
Produk
Lampu, Fiber Glass

: Dinamo, Gear, Kabel, Kertas HVS, Baterai,

4. Karakteristik
: Lullaby adalah produk mainan anak-anak yang
mampu memvisualisasikan cerita menjadi bayangan di dinding. Sehingga
anak akan mampu melatih otak kanan dan kirinya sekaligus dengan
mendengarkan cerita dan melihat gambar yang terproyeksikan. Dengan
konsep produk sebagai mainan, Lullaby juga dapat digunakan sebagai
hiasan rumah saat tidak digunakan.
5. Proses Produksi
6.

Gambar Desain Produk


1. Hasil Kinerja
Berdasarkan jumlah pekerja bidang operasi sebanyak 3 orang dengan sehari membuat 2 produk,
maka dalam sebulan (masa produktif 20 hari) telah menghasilkan maksimal 120 produk dengan
standard error of estimate 8,3%. Maka, rata-rata dalam satu bulan perusahaan telah
menghasilkan 110 produk. Jadi, 550 produk telah dihasilkan dalam 5 bulan terakhir. Hal ini telah
sesuai dengan rencana yang ditentukan oleh organisasi usaha.
1. Hambatan dan inisiatif solusi yang diambil
1. Mengingat produk yang dihasilkan berjenis barang, proses produksi memerlukan
detail yang lebih akurat dalam menyusun setiap komponen barang. Tingkat
kesulitan yang tinggi menyulitkan pekerja untuk menyelesaikan 2 barang dalam
sehari. Hal ini akan berpengaruh pada kualitas produksi. Dalam pelaksanaannya,
proses produksi mengambil langkah untuk menambah jam kerja setiap pegawai
dalam menyelesaikan tugasnya dan atau memberikan target pada pegawai untuk
menyelesaikan 110 produk dalam satu bulan melalui kerja sama antar pegawai
tersebut.
2. Penggunaan dinamo dan gear dalam produksi menyulitkan hasil kecepatan
perputaran pada setiap produk. Tenaga yang dihasilkan tidak sepadan dengan
jumlah gear untuk memperlambat laju gerak perputaran cerita diatas media
panggung yang dibuat. Sejauh ini, manajemen operasi mengambil keputusan
untuk mengurangi lilitan pada dinamo yang merupakan faktor utama penentu
tenaga, sehingga kecepatan perputaran yang dihasilkan dapat berkurang.
1. C.

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

1. Organisasi Usaha
1. Pelaku Usaha
2. Direktur

: Arif Rachmawan Sukarno

3. Kepala Bagian Produksi

: Ali Akbar Ramadhani

4. Kepala Bagian Keuangan

: Adi Nugroho

5. Kepala Bagian Pemasaran

: Brajaditya

6. Kepala Bagian Operasional

: Damar Sumeru

7. Tenaga Pelaksana

: Terdiri atas 3 Orang

1)

Rois Balad Amien

2)

Ian Kristo Hevyanto

3)

Septian Agung Murbowo

Hambatan dan inisiatif solusi


1. Dalam Pelaksanaan usaha, jam kerja yang dilaksanakan kadang tidak sesuai dengan
Standard Operasional Perusahaan, yang mana dalam satu hari ditentukan 8 jam untuk
bekerja. Namun, pelaku usaha yang pada umumnya adalah mahasiswa sulit dalam
mengatur waktu kerja operasional perusahaan. Sehingga, pada pelaksanaan kegiatan
operasional perusahaan dibentuk tim untuk menyelesaikan setiap hambatan dalam setiap
aspek manajerial perusahaan.
2. Kesibukan masing-masing personal dalam mengurus bidangnya menyebabkan kurang
tersampaikannya dengan jelas komunikasi antar tingkat manajer. Sehingga, program yang
dilaksanakan terlambat untuk diaplikasikan pada berbagai bidang manajerial. Dalam hal
ini, manajemen komunikasi dilakukan secara langsung dari atas ke bawah oleh pimpinan
perusahaan melalui pertemuan khusus untuk mendikte program yang seharusnya telah
teraplikasi.
3. Kurangnya tenaga kerja mengurangi tingkat produktivitas usaha. Sehingga, akan
mengurangi tingkat penjualan dan pemasaran produk akan berjalan lama. Oleh karena itu,
perusahaan yang tergolong baru ini menggunakan metode penjualan dan
pendemonstrasian produk secara langsung dan bersama-sama di lokasi target penjualan.
4. Tingkat penggajian masih tergolong murah dan tidak ada intensif untuk memancing
prioritas kerja dari setiap karyawan usaha. Permasalahan ini belum dilakukan solusi.

Namun, walau tergolong masih dapat mencapai target dari tugas masing-masing, hal ini
perlu diperhatikan untuk memajukan tingkat produktivitas kerja.
1. D.

MANAJEMEN KEUANGAN
1. Analisis Biaya
1. a.

Biaya Tetap (FC)

Biaya Usaha
No

Uraian

Harga (Rp)

400.000
Biaya Promosi dan Administrasi

3.000.000
Komputer

600.000
Printer

60.000
Gergaji

150.000
Bor

105.000
Obeng
4.315.000
Jumlah
Umur ekonomis = 3 tahun, dengan nilai residu adalah 0,maka

Biaya tetap (FC) = Biaya Usaha


= Rp 4.315.000,- / 3
= Rp 1.438.334 / tahun
= Rp 119.861 / bulan

1. b.
1)

Biaya Tidak Tetap (VC)

Biaya Bahan Utama


Jumlah
Harga Per Harga
Satuan (Rp) (Rp)

No Uraian

Satuan

Jumlah

110
Dinamo

Unit

2
Gear

10.000 1.100.000

440

1.500

660.000

110

9.000

990.000

10

70.000

700.000

220

2.000

440.000

110

1.500

165.000

10

2.000

20.000

880

200

176.000

30.000

30.000

Unit

3
Fiber Glass Unit
4
Kayu Basal Meter
5
Baterai

Unit

6
Lampu

Unit

7
Kabel

Meter

8
Mur

Unit

9
Kertas HVS Rim

4.281.000
Jumlah
2)

Biaya Bahan Pembantu

Kemasan kemasan kardus = 110 unit/bulan x Rp. 2.000,-/unit


= Rp. 220.000,-

3)

Listrik dengan harga/ KWh = Rp.400,-

No Uraian

Jam/
Bulan

Watt Harga

Rp/ Bulan

80

400

256.000

10

400

32.000

Alat Elektronik
2Lampu
Penerangan

288.000
Jumlah
Biaya tidak tetap (VC) = 1) + 2) + 3)
= Rp 4.281.000,- + Rp 220.000,- + Rp 288.000,= Rp 4.789.000,-/ bulan
1. c.

Biaya Produksi

Biaya Produksi (TC)

= Biaya tetap (FC) + Biaya tidak tetap (VC)

= Rp 119.861,- + Rp 4.789.000,= Rp 4.908.861,-/ bulan


1. d.

Penentuan Harga Pokok Penjualan (HPP)

Dalam satu bulan produksi menghasilkan 110 produk Lullaby, dengan asumsi satu bulan masa
produktif adalah 20 hari sehingga satu bulan maksimal menghasilkan 120 produk dengan
standard error estimate 8,3%.
Harga Pokok Penjualan (HPP) /buah = Biaya produksi (TC
Total produksi
= Rp 4.908.861,- / 110
= Rp 44.627,Harga jual
= Rp 79.000,-

= Laba kotor yang diharapkan (40%) + HPP

1. Analisa keuntungan
Harga jual Lullaby = Rp.79.000,-/buah
Asumsi: dalam satu bulan, penjualan dan produksi mencapai 110 produk.

Penjualan per tahun

Keterangan

Total penjualan
Lullaby
Biaya produksi

Penjualan

Jumlah

Rp79.000,-/buahx110x12
bulan

Rp 104.280.000

Rp4.908.861,-/bulan x 12
bulan

Rp

Keuntungan per
tahun

58.906.332 -

Rp 45.373.668,Pay Back Period


(PB)

Pay Back Period (PB) = Total Modal Awal / Keuntungan per tahun
Rp.45.373.668,- = 0,22 tahun

= Rp. 9.996.000,- /

Artinya dalam waktu sekitar 3 bulan usaha ini telah kembali modal. Sekarang, usaha ini sudah
berada di posisi bulan ke lima dari pelaksanaan program awal. Jadi, keuntungan perusahaan yang
didapat di bulan ke lima ini:
= Rp 18.905.695,1. Hambatan dan inisiatif solusi
Dalam pelaksanaan pencatatan keuangan, tidak ada spesifikasi khusus mengenai akuntansi
manajerial maupun akuntansi biaya. Sehingga, dalam pelaksanaannya masih dijadikan dalam
satu bidang yang diurus oleh satu pegawai bidang keuangan. Akuntansi biaya dan akuntansi
manajerial sangat membantu dalam menentukan strategi pembelian yang erat kaitannya dengan
harga produksi yang cenderung selalu berubah.
E.

MANAJEMEN PEMASARAN

1. Segmentation
Segmentasi pasar yang digunakan dalam hal ini adalah Atomisasi. Karena Lullaby tidak hanya
dapat digunakan untuk alat cerita saja. Penampilan yang menarik juga dapat digunakan sebagai
hiasan ruangan. Selain itu, cerita yang hanya disajikan melalui gambar dapat diartikan orang
secara berbeda. Sehingga mereka bisa mendapatkan produk ini sesuai dengan kebutuhan mereka.
2. Targetting
Lullaby dapat merambah pasar anak-anak usia Balita dan Sekolah Dasar. Cerita dongeng yang
disajikan akan sangat mempengaruhi penjualan produk ini. Ketertarikan anak-anak terhadap
gambar dan imajinasi sangat potensial di usia tersebut. Keberadaan produk ini juga akan menuai
banyak ketertarikan dari kalangan orang tua karena produk ini merupakan produk baru dan
dirasa telah dibutuhkan oleh para orang tua dalam membawakan cerita terhadap anak-anak.
Selain itu, anak-anak juga akan sangat tertarik karena produk ini juga dapat diartikan dengan
mainan yang dalam hal ini sangat disukai anak-anak dan merupakan pasar yang paling gampang
disukai oleh anak di usia tersebut.
3. Promosi
Karena produk ini masih sangat baru dan perlu untuk dipublikasikan, sehingga Lullaby
diperkenalkan dan dijual di dunia jejaring sosial, seperti facebook, twitter, Black Berry Mesenger,
dll. Pemasangan spanduk di lokasi usaha dan tempat-tempat strategis lain. Selain dapat
menjangkau pasar dimanapun. Produk ini juga bisa menjadi boomming terlebih dahulu ke
masyarakat dengan cara promosi secara langsung ke Kelompak Belajar dan Taman KanakKanak, dan Sekolah Dasar. Dalam promosi awal produk ini, akan sangat mudah untuk mencari
pelanggan dengan menawarkan bonus cerita yang dapat diubah-ubah. Sehingga pada awal
konsumen membeli akan mendapatkan benefit cerita yang lebih dari satu pula. Ini juga akan
memberikan gairah konsumen untuk membeli produk-produk ini lagi karena tidak terpaku dari
satu cerita saja.
4. Kegiatan pemasaran
Kegiatan Pemasaran dilakukan dengan cara melakukan demonstrasi langsung di berbagai
Kelompok Belajar, Taman Kanak-Kanak, dan Sekolah Dasar. Hal ini dikarenakan akan
mempertemukan produk dengan konsumen secara langsung, sehingga timul ketertarikan
konsumen yag dalam analisisnya akan membuka peluang untuk lakunya produk Lullaby. Selain
itu, publikasi melalui dunia jejaring sosial, seperti Facebook, twitter, Black Berry Mesenger, juga
akan membantu mempertemukan produk dengan konsumen dalam lingkup geografis yang lebih
luas. Serta, pemasangan spanduk di sekitar lokasi produksi dan memasang stand-stand pada
acara-acara pendidikan dan keramaian, akan membantu pendemonstrasian produk secara
langsung diluar lingkup sekolah.
5. Wilayah pemasaran

Sukses mencapai tujuan untuk publikasi produk di kota Solo pada bulan pertama sel, manajemen
pemasaran mampu merambah kota-kota lain di sekitar kota Solo, Sukoharjo, Boyolali, Wonogiri,
Sragen, serta Klaten pada bulan berikutnya, terutama di Kelompak Belajar, Taman Kanak-Kanak,
dan Sekolah Dasar.
6. Hambatan dan inisiatif solusi
Pada dasarnya, kegiatan pemasaran membutuhkan sales untuk menjual barang sesuai dengan
target atau bahkan akan melampaui target. Tenaga penjualan ini yang seharusnya dijadikan
sebagai media efisiensi penjualan produk. Saat ini, perusahaan dalam melakukan promosi hanya
mampu mengandalkan untuk bekerjasama dengan pekerja yang ada untuk melakukan promosi
langsung di lokasi penjualan.
F.

EVALUASI UMUM PERUSAHAAN

Pendapatan yang dicapai oleh perusahaan mencapai Rp 18.905.695,- dalam satu periode
evaluasi. Target penjualan mencapai titik maksimal dan memberikan pengaruh pada siklus hidup
usaha. Perkembangan usaha stagnant dalam zona aman karena pelaksanaan program-program
sesuai dengan waktu dan efisiensi.
Aturan yang disepakati pada Standard Operasional Perusahaan (SOP) belum berjalan dengan
maksimal. Kendala ini disebabkan oleh kebanyakan oleh kurangnya tenaga ahli untuk mengisi
bagian operasional perusahaan. Manajemen masih belum melaksanakan fungsinya dengan baik
untuk bekerja pada bidang yang ditempati masing-masing. Pemberian tanggung jawab masih
kurang sesuai dengan tanggung jawab yang harus diterima masing-masing manajer lini. Namun,
pencapaian yang dihasilkan dari perusahaan dengan modal awal yang tergolong sederhana telah
menunjukan kelayakannya untuk tetap dikelola untuk pencapaian yang lebih baik lagi.
Tujuan yang telah dicapai masih berada dalam tahap perkembangan, publikasi yang semakin
merata akan meningkatkan tingkat permintaan. Penawaran yang sekarang belum mampu untuk
melayani tingkat permintan yang semakin menguat. Penambahan tenaga kerja perlu dilakukan di
berbagai lini agar tanggung jawab yang diterima oleh pekerja sesuai dengan pencapaian target
yang harus dilakukan.
III. KESIMPULAN DAN PROGRAM YANG AKAN DIKEMBANGKAN
A.

KESIMPULAN

Melihat hasil laporan dari berbagai lini dan penggambaran evaluasi perusahaan secara umum,
perusahaan telah mencapai tujuan yang telah ditentukan dengan baik. Namun, ada beberapa hal
yang masih harus diperhatikan sebagai bentuk keprofesionalitasan dalam memegang kendali
usaha. Yaitu:
1. Terdapat kekurangan dalam produksi produk. Dinamo yang digunakan kurang mampu
untuk mendongkrak kualitas produk,

2. Kurangnya tenaga kerja untuk memberikan bantuan dan pembagian tugas dalam manajer
lini sebagai bentuk kesetaraan tanggung jawab yang diterima masing-masing,
3. Sistem pengoperasian usaha belum sesuai dengan keadaan yang terjadi, sehingga banyak
terjadi tumpang-tindih dalam pelaksanaan tugas,
4. Kondisi ekonomi usaha berada pada tingkat stagnant meningkat, sehingga faktor
permintaan produk Lullaby meningkat dan belum sesuai dengan keadaan tingkat
penawaran yang diberikan perusahaan pada konsumen,
5. Komunikasi antar tingkat organisasi belum menunjukan tingkat yang baik, sehingga
program-program usaha tidak sesuai dengan jadwal namun tercapainya tujuan program
sesuai dengan jadwal yang ditentukan.
B.

PROGRAM PENGEMBANGAN PERIODE SELANJUTNYA

Dari kesimpulan yang didapat, kelayakan usaha telah dibuktikan dari berbagai aspek manajerial
perusahaan. Kejelasan aspek keuangan dan pengaruh permintaan yang diperkirakan semakin
meningkat, mempertegas bahwa usaha masih layak untuk dijalankan. Namun, dalam
mengembangkan usaha perlu dilakukan peningkatan dari berbagai aspek manajerial. Sehingga,
perusahaan patut untuk melakukan beberapa program berikut yang selanjutnya akan dirangkai
dalam scenario planning untuk periode selanjutnya. Program-program tersebut adalah:
1. Melakukan ekspansi produk guna menambahkan jumlah penawaran sebagai
penyeimbang kebutuhan permintaan konsumen,
2. Menambah tenaga kerja mandor dibawah kepala bagian operasional untuk mengatur
penambahan produk yang akan dilakukan,
3. Menambah Tenaga Kerja Pelaksana untk program ekspansi yang akan dilakukan pada
periode selanjutnya,
4. Menambahkan tenaga Akuntan Biaya dan Akuntan Manajerial dibawah Kepala Bagian
Keuangan,
5. Menambahkan tenaga Sales untuk membantu proses pemasaran yang masih
mengandalkan kerja langsung semua lini perusahaan,
6. Mengubah sistem dinamo pada mesin produk Lullaby dengan mesin putar jarum jam
dinding agar rotasi panggung pada produk tidak terlalu cepat,
7. Mengembangkan sistem kerja tim unuk memenuhi target pelaksanaan dan tanggung
jawab tugas dapat dibagi melalui manajer lini,
8. Mengefisiensikan aspek produksi untuk meningkatkan pendapatan yang nantinya akan
digunakan untuk pemberian intensif pekerja.

Seluruh program tersebut menjadi tanggung jawab seluruh komponen pelaku usaha serta menjadi
tujuan yang harus dicapai dalm satu periode selanjutnya.
IV. PENUTUP
Demikian laporan evaluasi ini dibuat sebagai keterangan tertulis pencapaian yangtelah dilakukan
perusahaan dalam satu periode (lima bulan). Butir-butir keputusan pelaksanaan program pada
periode selanjutnya merupakan kesepakatan seluruh komponen pelaku usaha dalam rapat
evaluasi yang telah dilaksanakan. Pertimbangan laporan dari berbagai manajer lini menghasilkan
pedoman tertulis yang selanjutnya dibuat dalam Scenario Planning.
Surakarta, 23 Desember 2012
Direktur,
Arif Rachmawan Sukarno

Kepala Bagian Operasional


Damar Sumeru