You are on page 1of 19

Anatomi dan Fisiologi

Hidung
Oleh:
Shinta Setiono105070100111044
Dyah Kusuma P. 105070100111043
Pembimbing:
dr Iriana.M, Sp THT-KL

Nasus eksternus

Tulang dan kartilago hidung

Rongga hidung

Regio olfactorius
1/3 superior
cavum nasi
Non-ciliated
pseudostratifie
d columnar
epithel
Sel-sel
olfactorius

Vestibulum
Nares-apex
Dilapisi kulit
:
rambut,
glandula
cebacea,
glandula
sudorifera

Regio
respiratorius
2/3 inferior
cavum nasi
Ciliated
pseudostratifie
d columnar
epithel

Dinding rongga hidung


Roof

Os nasal
Os sphenoidalis
Os frontal
Lamina cribrosa os ethmoidalis

Floor
Palatum durum

Lateral

Concha nasalis superior


Concha nasalis media
Concha nasalis inferior
Proc. Frontalis os maxilla

Medial
Os vomer
Lamina perpendicularis os
ethmoidalis
Cartilago septi

Standring, Susan. 2008. Grays Anatomy 40th Ed.

Konka nasalis
3 pasang tulang
sepanjang dinding
lateral rongga hidung
Konka nasal superior
dan media
merupakan bagian
dari os. Ethmoid
Fungsi:
membelokkan
partikel ke
permukaan berlapis
mukus

Meatus nasi
Meatus adalah celah dibawah masing-masing konka

Vaskularisasi
Nasus eksternus
Cabang arteri facialis : A. angularis
Cabang arteri maksillaris : A. dorsalis nasi

Cavum nasi : Plexus Kiesselbach (terdiri dari)


Cabang arteri facialis : A. labialis superios
Cabang arteri ophthalmica (dari A.carotis interna) :
A. ethmoidalis anterior
A. ethmoidalis posterior

Cabang arteri maxillaris :


A. sphenopalatina
A. palatina major
A. septalis

Standring, Susan. 2008. Grays Anatomy 40th Ed.

Pleksus kiesselbach
Adalah anastomosis dari arteri dan vena pada daerah
kecil, yaitu pada septum nasal di daerah vestibulum

Standring, Susan. 2008. Grays Anatomy 40th Ed.

Inervasi
General sensoris (touch, pain and temperature):
N. Trigeminus (N.V)
Anterior : N. opthalmica (N V1)
N. ethmoidalis anterior
N. ethmoidalis posterior

Posterior: N maxillaris (N. V2)

R. posterior superior n. nasalis lateralis


R. posterior superior n. nasalis medialis
R. posterior inferior n nasalis
N. nasopalatine

Autonomic:
Sympathetic postganglionic vasomotor fibres nasal blood vessels.
Parasympathetic postganglionic fibres branches of the maxillary
nerves.
Special sensoris : N. olfactorius (N.I)

FISIOLOGI HIDUNG

Fungsi Hidung
Respirasi

Buku Ajar THT FKUI, 2007

Respirasi
I.

Jalan Napas
Inspirasi: Nares anterior concha media nasofaring

II. Penyaring udara inspirasi dari debu dan bakteri


a. Rambut (Vibrissae) partikel besar
b. Silia transport ke nasofaring
c. Mucous blanket partikel kecil (debu, bakteri)
d. Enzim lysozyme untuk menghancurkan bakteri

III. Mengatur Kondisi Udara (air conditioning)


- Untuk mempersiapkan udara yang akan masuk ke alveolus
1. Mengatur kelembaban udara Mucous blanket melalui
proses evaporasi
2. Mengatur suhu: udara dipanaskan (atau didinginkan) oleh
radiasi dari pembuluh darah mukosa

Buku Ajar THT FKUI, 2007

Olfaction

Resonansi dan Proses Bicara


Resonansi suara ketika bicara atau bernyanyi, sehingga
ketika ada sumbatan hidung resonansi berkurang
suara sengau (rinolalia)
Hidung membantu proses pembentukan kata
konsonan nasal (m, n, ng) terbentuk saat rongga mulut
tertutup dan hidung terbuka sumbatan hidung
proses bicara terganggu

Buku Ajar THT FKUI, 2007

Refleks Nasal
Refleks bersin pada iritasi mukosa hidung
Sekresi kelenjar air liur, lambung, dan pankreas pada
rangsang bau tertentu

Buku Ajar THT FKUI, 2007

Terima Kasih