You are on page 1of 6

Nama

: Deden M Zakiyaman

Nim

: 1143050023

Kelas

: Ilmu Hukum A, Semester 3

1. Penyelenggaraan pemerintah bidang ekonomi dalam penyusunan APBD.


a. Perubahan Dasar hukum,
- Untuk melaksanakan ketentuan Pasal 181 ayat (1) Undang-Undang
Nomor 23 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana
telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Pengganti UndangUndang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UndangUndang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
(Lembaga Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 246,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5589).
Kepala Daerah mengajukan Rancangan Peraturan Daerah tentang
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kepada Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) untuk memperoleh persetujuan
bersama.
- Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum
dan Tata Cara Perpajakan (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 1983 Nomor 3262) sebagaimana telah beberapa kali
diubah, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009
tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UndangUndang Nomor 5 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat Atas
Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 Tentang Ketentuan Umum
dan Tata Cara Perpajakan menjadi Undang-Undang (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomer 62, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4999)
- Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1985 tentang Pajak Bumi dan
Bangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1985
Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 3312) sebagaimana telah diubah dangan Undang-Undang
Nomor 12 Tahun 1994 tentang perubahan Atas Undang-Undang
Nomor 12 Tahun 1985 tentang Pajak Bumi dan Bangunan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 62,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2569)

Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan


Keuangan Badan Layanan Umum (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2005 Nomor 48, Tambahan Negara Republik
Indonesia Nomor 4502) sebagaimana telah diubah dengan
Peraturan Pemerintah nomor 74 Tahun 2012 tentang Perubahan
atas Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang
Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 171, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 5340)
Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2005 tentang Sistem
Informasi Keuangan Daerah ( Lembaran Negara Republik
Indonesia tahun 2005 No 138, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4576) sebagaimana telah diubah
dengan Peraturan Pemerintah Nomor 65 tahun 2010 tentang
Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2005
Tentang Sistem Informasi Keuangan Daerah (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 110, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 5155)
Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2009 tentang Bantuan
Keuangan Kepada Partai Politik (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2009 Nomor 18, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4972) sebagaimana telah diubah
dengan Peraturan Pemerintah Nomor 83 Tahun 2012 tentang
Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2009
tentang Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 195, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5351)
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang
Pedoman
Pengelolaan
Keuangan
Daerah
sebagaimana
sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Peraturan
Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan
Kedua atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun2006
tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah \
(Perda: Kab. Subang)

b. Mekanisme pelaksanaan
Proses perencanaan dan penyusunan rancangan APBD mengacu pada
PP Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah,
Secara garis besar sebagai berikut:
- Penyusunan rencana kerja pemerintah daerah
- Penyusunan rancangan kebijakan umum anggaran

- Pendapatan prioritas dan plafon anggaran sementara


- Penyusunan rencana kerja dan anggaran SKPD
- Penyusunan rencana perda APBD
- Penetapan APBD
c. Rakyat dilibatkan dalam penyusunan APBD, beserta eksekutif dan
legislatif. Namun, pada proses penyusuna APBD rakyat hanya
dilibatkan pada tingkat musyawarah (Musbangkel) dan unit daerah
kerja kerja pembangunan (UDKP) saja. Pada tingkat rapat koordinasi
pembangunan (Rekorbang) dan pengesahan RAPBD rakyat sama
sekali tidak dilibatkan.
2. a. Faktor-faktor penyebab terjadinya penyimpangan (deviasi) dalam
penyelenggaraan pemerintahan
- Realita permasalahan HAN
- Miskin improvisasi, tapi terkadang banyak tingkah
- Sistematis, tidak bisa dipidana, dispresi, darurat
Contoh: opini, Bank Santuri ditutup karena kasus indikasi korupsi
- Kelembagaan dirancang berdasarkan jumlah orang atau pegawai
bukan berdasarkan kebijakan strategis
- Rektrutmen danpromosi jabatan
- Patronage system
- Persaingan dan ego kelembagaan
- Kasus daerah fenomena kapitalisasi politik di daerah
b. Kondisi dan situasi yang dapat menjadi pembenar dan pemaaf sebuah
penyimpangan (deviasi) dalam HAN
1. Orientasi (Kepuasan Publik): perbuatan yang dilakukan tidak sematamata untuk kepentingannya sendiri tapi juga untuk kepentingan orang
banyak
2. Proses Organization: adanya proses organisasi yang mengharuskan
memilih dalam suatu urusan yang menjadikan keterlibatan itu menjadi
hubungan satu arah
3. Management Principle: Asas Manajemen
4. Leadership Style.

3. a. Modus Penyelewengan
- Mark Up: penggelembungan atau penambahan anggaran suatu
proyek diatas harga wajar

Mark Down: pengurangan penerimaan anggaran yang lebih rendah


dari potensi pendapatan atau realitas pendapatan sebenarnya
- Duplikasi: membuat anggaran ganda dengan cara membuat dua
atau lebih jenis anggaran, padahal maksud dan tujuan programnya
sama
- Anggaran Fiktif: mengalokasikan anggaran yang tidak jelas
pelaksanaan kegiatan atau pemerimanya
- Deviasi/ Penyimpangan Alokasi: penggunaan alokasi anggaran
yang tidak sesuai peruntukannya
b. Cara melakukan analisa : Kabupaten Subang
- Analisa (1)
Kajian dokumen-dokumen terkait SKIP
- Analisa (2)
Analisa pendapatan:
1. Kemampuan pendapatan daerah
Total Pendapatan Asli Daerah
100
Rumus:
Total Pendapatan
251.064 .375 .850
100=11,4
2.219 .884 .543 .487

2. Kontribusi pajak terhadap penerimaan daerah


Pajak Daerah Daerah+ Hasil Bagi Pajak
100
Rumus:
Total Pendapatan
90.979.516 .250+201.511 .707 .000
100=13,2
2.219 .884 .543 .487
3. Ketergantungan daerah terhadap pusat
Jumlah DAU + DAK
100
Rumus:
Total Pendapatan
1.173 .194 .335 .000+73.133 .640.000
100=
2.219.884 .543 .487

56,1%

4. Pengeluaran

URAIAN
BELANJA
TIDAK
LANGSUNG
Belanja
Pegawai/Personalia
Belanja Barang dan Jasa
Belanja
Perjalanan
Dinas
Belanja Pemeliharaan
Belanja Modal Aparatur
BELANJA
LANGSUNG
Belanja Modal
Belanja Bagi Hasil dan
Bantuan Keuangan
Belanja Tidak Terduga
JUMLAH BELANJA

APBD TAHUN 2014


1.080.330.249.733

APBD TAHUN 2015


1.542.560.717.365

908.278.883.633

1.303.689.811.328

245.420.990.496
-

346.524.685.548
-

619.460.126.325

807.683.962.672

330.181.524.429
77.157.623.600

402.352.182.374
-

8.600.000.000
1.699.790.376.058

8.242.360.000
2.350.244.680.037

5. Analisa Kosistensi
Visi Kabupaten Subang
Dikutip dari: www.jabarprov.go.id/index.php/pages/id/1053
Terwujudnya Kabupaten Subang sebagai daerah agribisnis,
pariwisata dan industri yang berwawasan lingkungan dan religius
serta berbudaya melalui pembangunan berbasis gotong royong pada
tahun 2024
Total APBD Kab. Subang
Pertanian
Pariwisata
Pendidikan
Kebudayaan

2.350.244.680.037
65.697.150.468.17 (2,8%)
15.820.854.383.78 (0,7%)
993.272.971.748.21 (42,3%)
-

Pertanian
Belanja tidak langsung
Belanja langsung

65.697.150.468.17
26.104.150.468.17 (1,1%)
39.593.000.000 (1,7%)

Rumus:

anggaran sektor /bidang


100
total APBD

Pariwisata
Belanja tidak langsung
Belanja langsung

15.820.854.383.78
6.220.854.383.78 (0,3%)
9.600.000.000 (0,4%)

Pendidikan
Belanja tidak langsung
Dinas pendidikan
Akademi keperawatan
Belanja langsung
Dinas pendidikan
Akademi keperawatan

993.272.971.748.21
894.887.954.480.41 (38,1)
2.535.747.339.80 (0,11)
89.169.270.000 (3,8%)
6.680.000.000 (0,03)