You are on page 1of 20

UNIT I

PERAWATAN DASAR

1.1 Kebersihan Diri/Personal Hygiene


1.1.1.
Memandikan di Tempat Tidur
MEMANDIKAN DI TEMPAT TIDUR
NO :
02.PRF.001
PROSEDUR TETAP

PENGERTIAN

TUJUAN

KEBIJAKAN

PROSEDUR

REVISI :
05

HALAMAN :
01 / 02
DITETAPKAN :

TANGGAL :
01 - 08 - 2015

Dr. H.M. Djufrie As, SKM


DIREKTUR UTAMA
Membersihkan tubuh pasien dengan air bersih dan sabun yang
dilakukan oleh perawat atau tenaga medis.
Sebagai acuan penerapan langkah - langkah untuk membersihkan
kulit dan
menghilangkan
bau,
melaksanakan
kebersihan
perorangan dan memberikan rasa nyaman pada pasien oleh
petugas.
SK Direktur No. : 3.659/A-1/DIRUT/V/2015 tentang Kebijakan
Pelayanan Keperawatan Rumah Sakit Islam Surakarta
Persiapan alat :
1. Pakaian bersih 1 stel
2. Baskom mandi 2 buah
3. Air hangat
4. Waslap 2 buah
5. Perlak dan handuk kecil 1 buah
6. Handuk besar 2 buah
7. Selimut mandi / kain penutup
8. Skorset/baju tindakan perawatan
9. Tempat tertutup untuk pakaian kotor
10. Sabun mandi
11. Bedak
12. Sarung tangan bersih
13. Pispot / urinal dan pengalas
14. Botol cebok
Tahap Kerja :
1. Awali kegiatan dengan membaca basmallah
2. Ucapkan salam ketika memasuki ruang perawatan pasien
3. Cuci tangan
4. Jelaskan prosedur yang akan dilaksanakan.
5. Jaga privacy pasien
6. Kenakan sarung tangan dan Skorset/baju tindakan perawatan
7. Ganti selimut klien dengan selimut mandi
8. Lepas pakaian atas pasien
MEMBASUH MUKA
9. Bentangkan perlak kecil dan handuk kecil di bawah kepala
10. Tawarkan pasien menggunakan sabun atau tidak
11. Bersihkan muka, telinga dengan waslap lembab lalu keringkan
12. Gulung perlak dan handuk
MEMBASUH LENGAN
13. Turunkan selimut mandi ke bagian perut klien
14. Pasang handuk besar di atas dada klien secara melintang dan
kedua tangan klien diletakkan di atas handuk
15. Basahi tangan klien dengan waslap air bersih, disabun,
kemudian dibilas
16. dengan air hangat (lakukan mulai dari ekstremitas terjauh klien
MEMBASUH DADA dan PERUT
17. Lepas pakaian bawah klien dan menurunkan selimut hingga
perut

UNIT I Perawatan Dasar |

MEMANDIKAN DI TEMPAT TIDUR


NO :
02.PRF.001

UNIT TERKAIT

1.1.2.

HALAMAN :
02 / 02

TANGGAL :
01 - 08 - 2015

PROSEDUR TETAP

PROSEDUR

REVISI :
05

bagian bawah, kedua tangan diletakkan di atas bagian kepala,


Basuh ketiak dan dada serta perut dengan waslap basah,
disabun, kemudian dibilas dengan air hangat dan dikeringkan,
kemudian menutup handuk
MEMBASUH PUNGGUNG
18. Miringkan pasien ke arah perawat Bentangkan handuk di
belakang punggung hingga bokong
19. Basahi punggung hingga bokong dengan waslap, disabun,
kemudian dibilas dengan air hangat, dan dikeringkan
20. Beri bedak pada punggung
21. Kembalikan ke posisi telentang kemudian membantu pasien
mengenakan pakaian
MEMBASUH KAKI
22. Keluarkan kaki pasien dari selimut mandi dengan benar
23. Bentangkan handuk di bawah kaki tersebut, menekuk lutut
24. Basahi kaki mulai dari pergelangan sampai pangkal paha,
disabun dibilas dengan air bersih, kemudian dikeringkan
25. Lakukan tindakan yang sama untuk kaki yang lain
MEMBASUH DAERAH LIPAT PAHA DAN GENETAL
26. Bentangkan handuk di bawah bokong, kemudian selimut mandi
bagian bawah dibuka
27. Basahi daerah lipat paha dan genetal dengan air, disabun,
dibilas kemudian dikeringkan
28. Angkat handuk, membantu mengenakkan pakaian bawah klien
29. Rapikan klien, ganti selimut mandi dengan selimut tidur
30. Bereskan alat-alat
31. Cuci tangan
32. Ucapkan salam sebelum meninggalkan ruangan
33. Catat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan
34. Akhiri kegiatan dengan membaca hamdalah
Instalasi Rawat Inap
Instalasi Perawatan Intensif

Mencuci Rambut

UNIT I Perawatan Dasar |

MENCUCI RAMBUT
NO :
02.PRF.002
TANGGAL :
01 - 08 - 2015

PROSEDUR TETAP

REVISI :
05

HALAMAN :
01 / 01
DITETAPKAN :

Dr. H.M. Djufrie As, SKM


DIREKTUR UTAMA

PENGERTIAN

Mencuci rambut dan kulit kepala dengan mempergunakan sampho


yang dilakukan oleh perawat atau tenaga medis.

TUJUAN

Sebagai acuan penerapan langkah - langkah untuk membersihkan


kulit kepala dan rambut dan menghilangkan bau dan memberikan
rasa nyaman

KEBIJAKAN

SK Direktur No. : 3.659/A-1/DIRUT/V/2015 tentang Kebijakan


Pelayanan Keperawatan Rumah Sakit Islam Surakarta

PROSEDUR

Persiapan alat
1. Handuk dua buah
2. Perlak
3. Peniti
4. Kain pel
5. Baskom berisi air hangat
6. Gayung dan Ember kosong
7. Shampoo dalam tempatnya
8. Sisir dua buah
9. Kain kasa dan kapas
10. Sarung tangan bersih
11. Bengkok berisi larutan desinfektan 2 3 %
12. Skorset/baju tindakan
13. Alat pengering rambut
Tahap Kerja
1. Awali kegiatan dengan membaca basmallah
2. Ucapkan salam ketika memasuki ruang perawatan pasien
3. Cuci tangan
4. Jelaskan prosedur yang akan dilaksanakan.
5. Jaga privacy pasien
6. Kenakan sarung tangan dan skorset/baju tindakan
7. Ganti selimut klien dengan selimut mandi
8. Atur posisi tidur pasien dengan kepala di pinggir tempat tidur
Memasang ember di alasi kain pel
9. Pasang perlak dengan ujung berada di dalam ember
10. Tutup dada dengan handuk sampai ke leher
11. Pasang handuk di bawah kepala
12. Tutup lubang telinga dengan kapas dan mata dengan kain
kasa / sapu tangan pasien
13. Siram dengan air hangat, menggosok (memijit-mijit) kulit
kepala dan rambut dengan shampoo
14. Bilas rambut dengan air hangat sampai bersih
15. Lepas kapas penutup lubang telinga dan kain kassa penutup
mata
16. Angkat perlak, mengeringkan rambut dengan handuk kemudian
dengan pengering
17. Sisir rambut
18. Letakkan kepala pada bantal yang telah dialasi handuk kering
19. Rapikan pasien ganti selimut mandi dengan selimut tidur
20. Bereskan alat-alat
21. Cuci tangan
22. Ucapkan salam sebelum meninggalkan ruangan
23. Catat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan
24. Akhiri kegiatan dengan membaca hamdalah

UNIT TERKAIT

Instalasi Rawat Inap, Instalasi Perawatan Intensif

1.1.3.

Menyisir Rambut

UNIT I Perawatan Dasar |

MENYISIR RAMBUT
NO :
02.PRF.003
TANGGAL :
01 - 08 - 2015

PROSEDUR TETAP

PENGERTIAN

REVISI :
05

HALAMAN :
01 / 01
DITETAPKAN :

Dr. H.M. Djufrie As, SKM


DIREKTUR UTAMA

Mengatur rambut agar rapi dengan menggunakan sisir dilakukan


pada pasien yang tidak bisa menyisir sendiri
1.

TUJUAN

KEBIJAKAN

PROSEDUR

UNIT TERKAIT

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk menyisir


rambut dan menghilangkan bau dan memberikan rasa nyaman
2. Rambut tetap bersih, rapi dan terpelihara
3. Memberikan perasaan nyaman dan senang pada pasien
4. Mencari kemungkinan adanya kutu atau penyakit kulit kepala
5. Mencegah adanya kutu atau timbulnya penyakit kulit kepala
SK Direktur No. : 3.659/A-1/DIRUT/V/2015 tentang Kebijakan
Pelayanan Keperawatan Rumah Sakit Islam Surakarta
Menyisir rambut dilakukan :
1. Rutin sesudah mandi pagi dan sore.
2. Bila perlu jika pasien akan pergi keluar ruangan, misalnya :
rontgen dan lain-lain.
Persiapan :
1. Sisir rambut
2. Kain penahan atau handuk
3. Karet gelang (untuk pasien yang berambut panjang)
4. Air atau minyak rambut
5. Kertas untuk membungkus rambut yang rontok
6. Bengkok berisi larutan desinfektan, khusus untuk pasien yang
berkutu
Tahap kerja :
1. Awali kegiatan dengan membaca basmallah
2. Ucapkan salam ketika memasuki ruang perawatan pasien
3. Cuci tangan
4. Jelaskan prosedur yang akan dilaksanakan.
5. Jaga privacy pasien.
6. Bimbing pasien membaca basmalah sebelum tindakan
dilaksanakan.
7. Meletakkan handuk di atas bahu/kepala pada pasien yang
berbaring.
8. Untuk pasien yang rambutnya panjang dibagi dua, kemudian
menyisir sedikit demi sedikit dari ujung ke pangkal dijalin
kemudian diikat.
9. Untuk rambut pendek disisir dari pangkal ke ujung.
10. Rambut yang rontok dikumpulkan dan dibungkus kertas,
kemudian dibuang.
11. Cuci tangan
12. Ucapkan salam sebelum meninggalkan ruangan
13. Catat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan
14. Akhiri kegiatan dengan membaca hamdalah
Instalasi Rawat Inap, Instalasi Perawatan Intensif

UNIT I Perawatan Dasar |

1.1.4.

Memotong Kuku
MEMOTONG KUKU
NO :
02.PRF.004

PROSEDUR TETAP

PENGERTIAN

TUJUAN

REVISI :
05

HALAMAN :
01 / 02
DITETAPKAN :

TANGGAL :
01 - 08 - 2015

Dr. H.M. Djufrie As, SKM


DIREKTUR UTAMA
Memotong kuku pasien yang panjang dan kotor agar menjadi
bersih, rapi serta tidak menjadi sarang penyakit
1. Sebagai acuan penerapan langkah - langkah untuk
membersihkan kuku dan memberikan rasa nyaman
2. Kuku pasien tampak bersih dan rapi agar tidak menjadi sarang
penyakit

KEBIJAKAN

SK Direktur No. : 3.659/A-1/DIRUT/V/2015 tentang Kebijakan


Pelayanan Keperawatan Rumah Sakit Islam Surakarta

PROSEDUR

Indikasi : Dilakukan pada pasien yang kukunya panjang dan kotor


Memotong kuku pada jari tangan
Persiapan Alat :
1. Air hangat
2. Sikat tangan
3. Air sabun
4. Bengkok
5. Alat pemotong kuku
6. Handuk bersih
7. Mencuci tangan sebelum ke kamar pasien
Tahap kerja :
1. Awali kegiatan dengan membaca basmallah
2. Ucapkan salam ketika memasuki ruang perawatan pasien
3. Cuci tangan
4. Jelaskan prosedur yang akan dilaksanakan.
5. Jaga privacy pasien
6. Memberikan penjelasan tentang tindakan yang akan dilakukan.
7. Meminta keluarga/mahrom untuk mendampingi.
8. Membaca Basmalah sebelum memulai tindakan.
9. Merendam tangan pada air hangat selama 1-2 menit, bila kuku
sangat kotor disikat dengan sikat tangan dan sabun, lalu dibilas
dengan air hangat kemudian dikeringkan dengan handuk
10. Meletakkan tangan di atas bengkok, memotong kuku sesuai
dengan lengkung kuku.
11. Mendoakan dan memberikan support kepada pasien.
12. Cuci tangan
13. Ucapkan salam sebelum meninggalkan ruangan
14. Catat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan
15. Akhiri kegiatan dengan membaca hamdalah
Memotong kuku pada jari kaki
Persiapan Alat :
1. Waskom berisi air bersih
2. Sikat tangan
3. Air sabun
4. Bengkok
5. Handuk
6. Alat pemotong kuku
Tahap kerja :
1. Merendam kaki dalam Waskom 2-3 menit, bila kotor sekali
disikat dengan sabun lalu dibilas dengan air hangat dan
dikeringkan dengan handuk
2. Menaruh kaki di atas bengkok, memotong kuku sesuai dengan
lengkung kuku
3. Merapikan alat dan mengembalikan pada tempatnya
4. Perawat mencuci tangan

UNIT I Perawatan Dasar |

MEMOTONG KUKU
NO :
02.PRF.004
PROSEDUR TETAP
UNIT TERKAIT

1.1.5.

REVISI :
05

HALAMAN :
02 / 02

TANGGAL :
01 - 08 - 2015
Instalasi Rawat Inap, Instalasi Perawatan Intensif

Oral Hygiene Tanpa Sikat Gigi

UNIT I Perawatan Dasar |

ORAL HYGIENE TANPA SIKAT GIGI


NO :
02.PRF.005
PROSEDUR TETAP

PENGERTIAN
TUJUAN
KEBIJAKAN

PROSEDUR

UNIT TERKAIT

1.1.6.

REVISI :
05

HALAMAN :
01 / 01
DITETAPKAN :

TANGGAL :
01 - 08 - 2015

Dr. H.M. Djufrie As, SKM


DIREKTUR UTAMA
Membersihkan rongga mulut, lidah, dan gigi dari semua
kotoran/sisa makanan dengan menggunakan kain kasa atau kapas
yang dilakukan oleh perawat atau tenaga medis.
Sebagai acuan penerapan langkah - langkah untuk mencegah
infeksi baik setempat maupun penularan melalui mulut dan
merupakan kebersihan perorangan.
SK Direktur No. : 3.659/A-1/DIRUT/V/2015 tentang Kebijakan
Pelayanan Keperawatan Rumah Sakit Islam Surakarta.
Persiapan alat :
1. Handuk
2. Gelas kumur berisi air matang
3. Kom kecil berisi betadin kumur
4. Bak steril berisi kapas lidi, deppers, pinset cirurgis atau arteri
klem, sudip lidah yang dibungkus kasa
5. Sarung tangan bersih
6. Bengkok
7. Perlak dan alas
Tahap Kerja :
1. Awali kegiatan dengan membaca basmallah
2. Ucapkan salam ketika memasuki ruang perawatan pasien
3. Cuci tangan
4. Jelaskan prosedur yang akan dilaksanakan.
5. Jaga privacy pasien
6. Pasang alas dan handuk di bawah dagu pasien
7. Pakai sarung tangan
8. Basahi deppers dengan air masak/air garam/NaCl 0,9 %
menggunakan pinset cirurgis atau arteri klem
9. Buka mulut klien dengan sudip lidah yang sudah dibungkus
kassa Membersihkan rongga mulut mulai dari dinding gusi gigi,
dan gigi luar hingga bersih
10. Olesi bibir dengan betadin kumur, bila ada stomatits diolesi
obat
topikal
terapi
sesuai
yang
direkomendasikan
menggunakan lidi kapas
11. Rapikan pasien
12. Bereskan alat-alat
13. Cuci tangan
14. Ucapkan salam sebelum meninggalkan ruangan
15. Catat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan
16. Akhiri kegiatan dengan membaca hamdalah
Instalasi Rawat Inap
Instalasi Perawatan Intensif

Oral Hygiene dengan Sikat Gigi

UNIT I Perawatan Dasar |

ORAL HYGIENE DENGAN SIKAT GIGI


NO :
02.PRF.006
PROSEDUR TETAP

PENGERTIAN

TUJUAN

REVISI :
05

HALAMAN :
01 / 01
DITETAPKAN :

TANGGAL :
01 - 08 - 2015

Dr. H.M. Djufrie As, SKM


DIREKTUR UTAMA
Membersihkan rongga mulut, lidah, dan gigi dari semua kotoran /
sisa makanan dengan menggunakan sikat gigi yang dilakukan oleh
perawat atau tenaga medis.
Sebagai acuan penerapan langkah langkah untuk mencegah
infeksi baik setempat maupun penularan melalui mulut dan
merupakan kebersihan perorangan.

KEBIJAKAN

SK Direktur No. : 3.659/A-1/DIRUT/V/2015 tentang Kebijakan


Pelayanan Keperawatan Rumah Sakit Islam Surakarta

PROSEDUR

Persiapan alat :
1. Tissue
2. Gelas kumur berisi air matang hangat
3. Sikat gigi dan pastanya
4. Sarung tangan bersih
5. Bengkok
6. Perlak dan alasnya/handuk kecil
Tahap Kerja
1. Awali kegiatan dengan membaca basmallah
2. Ucapkan salam ketika memasuki ruang perawatan pasien
3. Cuci tangan
4. Jelaskan prosedur yang akan dilaksanakan.
5. Jaga privacy pasien
6. Pasang alas dan handuk di bawah dagu pasien
7. Pakai sarung tangan
8. Bantu pasien untuk berkumur sambil menyiapkan bengkok
9. Bantu menyiapkan sikat gigi dan pastanya
10. Bantu pasien menyikat gigi bagian depan, samping dan dalam
11. Bantu pasien untuk berkumur sambil menyiapkan bengkok
12. Ulangi membantu pasien menyikat gigi bagian depan, samping
dan membantu pasien untuk berkumur sambil menyiapkan
bengkok
13. Keringkan bibir menggunakan tissue
14. Rapikan pasien dan memberikan posisi senyaman mungkin
15. Bereskan alat-alat
16. Cuci tangan
17. Ucapkan salam sebelum meninggalkan ruangan
18. Catat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan
19. Akhiri kegiatan dengan membaca hamdalah

UNIT TERKAIT

Instalasi Rawat Inap


Instalasi Perawatan Intensif

1.1.7.

Membantu Pasien BAB dan BAK

UNIT I Perawatan Dasar |

MEMBANTU PASIEN BAB DAN BAK


NO :
02.PRF.007
PROSEDUR TETAP

PENGERTIAN

TUJUAN

KEBIJAKAN

PROSEDUR

REVISI :
HALAMAN :
05
01 / 02
DITETAPKAN :

TANGGAL :
01 - 08 - 2015

Dr. H.M. Djufrie As, SKM


DIREKTUR UTAMA
Membantu pasien yang hendak buang air besar atau air kecil
(BAB/BAK) di atas tempat tidur yang dilakukan oleh perawat .
1. Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk membantu
pasien BAB dan BAK.
2. Membantu pasien memenuhi kebutuhan eliminasi.
3. Mengetahui adanya kelainan faeces atau urine secara
langsung.
SK Direktur No. : 3.659/A-1/DIRUT/V/2015 tentang Kebijakan
Pelayanan Keperawatan Rumah Sakit Islam Surakarta
Persiapan Alat
1. Pispot atau steekpan bertutup dan urinal
2. Alas pispot
3. Botol berisi air cebok
4. Kapas cebok dalam tempatnya
5. Kertas kloset bila tersedia
6. Bengkok (nierbekken)
7. Sampiran bila perlu
8. Selimut atau kain penutup
9. Bel bila tersedia
Persiapan Pasien
Pasien diberi penjelasan tentang hal-hal yang akan dilakukan
Tahap kerja
1. Awali kegiatan dengan membaca basmallah
2. Ucapkan salam ketika memasuki ruang perawatan pasien
3. Cuci tangan
4. Jelaskan prosedur yang akan dilaksanakan.
5. Jaga privacy pasien
6. Pakaian pasien bagian bawah ditanggalkan, kemudian badan
yang terbuka ditutup dengan selimut atau kain penutup
7. Pasien dianjurkan menekuk lututnya dan mengangkat bokong
(jika perlu dibantu oleh petugas)
8. Alas pispot dipasang
9. Pispot disorongkan sampai terletak di bawah bokong pasien.
Jika pasien tidak dapat melakukannya sendiri, petugas
membantu menekukan lutut dan mengangkat pinggul pasien
dengan tangan kiri, sedangkan tangan kanan petugas
menyorongkan pispot sedemikian rupa sehingga posisinya
tepat dan nyaman.
10. Bila pasien sudah selesai buang air besar (BAB) dan/atau buang
air kecil (BAK), kakinya direnggangkan dan selimut dibuka
sedikit, selanjutnya anus dan daerah genetalia dibersihkan
dengan kapas cebok. Pasien dimiringkan, tangan kiri petugas
membuka bokong pasien, tangan kanan membersihkan anus
dengan kapas cebok atau kertas kloset, lalu dibuang kedalam
pispot. Pembersihan ini dilakukan beberapa kali sampai anus
bersih. Setelah pasien selesai BAB, pispot diangkat, ditutup dan
diturunkan.
11. Bila pasien menginginkan cebok sendiri, petugas membantu
menyiram dan selanjutnya tangan pasien dicuci, lalu pispot
diangkat, ditutup dan diturunkan.
12. Bokong pasien dikeringkan dengan pengalas
13. Setelah selesai pasien dirapikan, sedangkan peralatan
dibersihkan, dibereskan dan dikembalikan ketempatanya
semula.
14. Pintu dan sampiran dibuka kembali

UNIT I Perawatan Dasar |

MEMBANTU PASIEN BAB DAN BAK


NO :
02.PRF.007
PROSEDUR TETAP

REVISI :
05

TANGGAL :
01 - 08 - 2015

PROSEDUR

15.
16.
17.
18.

UNIT TERKAIT

Instalasi Rawat Inap, Instalasi Perawatan Intensif

1.1.8.

HALAMAN :
02 / 02

Cuci tangan
Ucapkan salam sebelum meninggalkan ruangan
Catat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan
Akhiri kegiatan dengan membaca hamdalah

Mengganti Alat Tenun

UNIT I Perawatan Dasar |

10

MENGGANTI ALAT TENUN


NO :
02.PRF.008
PROSEDUR TETAP

PENGERTIAN
TUJUAN

REVISI :
HALAMAN :
05
01 / 01
DITETAPKAN :

TANGGAL :
01 - 08 - 2015

Dr. H.M. Djufrie As, SKM


DIREKTUR UTAMA
Mengganti alat tenun kotor pada tempat tidur pasien yang
dilakukan oleh perawat atau tenaga kebersihan.
Sebagai acuan penerapan langkah langkah untuk memberikan
rasa nyaman pada pasien dan mempertahankan kebersihan dan
kerapian.

KEBIJAKAN

SK Direktur No. : 3.659/A-1/DIRUT/V/2015 tentang Kebijakan


Pelayanan Keperawatan Rumah Sakit Islam Surakarta

PROSEDUR

Persiapan Alat :
1. Alat tenun bersih yang diperlukan dan disusun menurut urutan
penggunaannya.
2. Kursi atau bangku.
3. Tempat tertutup untuk kain kotor.
4. Ember berisi larutan desinfektan.
5. Lap kerja, sehelai kering dan sehelai basah.
Tahap kerja :
1. Awali kegiatan dengan membaca basmallah
2. Ucapkan salam ketika memasuki ruang perawatan pasien
3. Cuci tangan
4. Jelaskan prosedur yang akan dilaksanakan.
5. Jaga privacy pasien
6. Kasur diratakan
7. Seprei besar dipasang dengan ketentuan :
8. Garis tengah lipatannya harus tepat di tengah kasur.
9. Bagian atas seprei dimasukkan rata dibawah kasur sekurangkurangnya 30 cm, demikian juga sprei pada bagian kaki,
setelah ditarik setegang mungkin,
10. Pada ujung tiap sisi kasur dibuat sudut setinggi (900), lalu
seluruh tepi sprei besar dimasukkan kebawa kasur dengan rapi
dan tegang.
11. Perlak dipasang sekurang-kurangnya 30 cm dari sisi tempat
tidur bagian kepala
12. Sprei kecil dipasang rata di atas perlak dengan tiap sisinya
dimasukkan bersama perlak kebawah kasur setegang mungkin.
13. Selimut dilipat empat secara terbalik dan dipasang pada kasur
bagian kaki, sedangkan bagian atas yang terbalik dimasukkan
kebawah kasur sekurang-kurangnya 10 cm. Ujung sisi-sisi
selimut dimasukkan kebawah kasur.
14. Bantal dipasang sarungnya dengan sudut bantal dimasukkan
benar-benar kedalam sudut - sudut sarungnya. Bagian sarung
bantal yang terbuka tidak menghadap kearah pintu
15. Cuci tangan
16. Ucapkan salam sebelum meninggalkan ruangan
17. Catat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan
18. Akhiri kegiatan dengan membaca hamdalah

UNIT TERKAIT

Instalasi Rawat Inap


Instalasi Perawatan Intensif

1.1.9.

Mengganti Alat Tenun pada Tempat Tidur Tanpa Memindahkan Pasien

UNIT I Perawatan Dasar |

11

MENGGANTI ALAT TENUN TANPA MEMINDAHKAN PASIEN


NO :
02.PRF.009
TANGGAL :
01 - 08 - 2015

PROSEDUR TETAP

Dr. H.M. Djufrie As, SKM


DIREKTUR UTAMA
Mengganti alat tenun kotor pada tempat tidur tanpa memindahkan
pasien, karena pasien harus beristirahat total ( total bed rest ),
menderita sakit parah atau tidak sadar yang dilakukan oleh
perawat.
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah penerapan untuk
memberikan rasa nyaman pada pasien, mencegah terjadinya luka
baring (dekubitus) dan mempertahankan kebersihan dan kerapian

PENGERTIAN

TUJUAN

SK Direktur No. : 3.659/A-1/DIRUT/V/2015 tentang Kebijakan


Pelayanan Keperawatan Rumah Sakit Islam Surakarta

KEBIJAKAN

a.
PROSEDUR

REVISI :
HALAMAN :
05
01 / 02
DITETAPKAN :

b.
c.

PersiapanAlat
1.
Alat tenun bersih yang diperlukan dan disusun menurut
urutan penggunaannya.
2.
Kursi dan bangku.
3.
Tempat tertutup untuk kain kotor.
4.
Ember berisi larutan desinfektan.
5.
Lap kerja, sehelai kering dan sehelai basah.
Persiapan Pasien
Pasien diberi penjelasan tentang hal-hal yang akan dilakukan
Tahap kerja
1. Awali kegiatan dengan membaca basmallah
2. Ucapkan salam ketika memasuki ruang perawatan pasien
3. Cuci tangan
4. Jelaskan prosedur yang akan dilaksanakan.
5. Jaga privacy pasien
6. Sama dengan cara mengganti dan memasang alat tenun pada
tempat tidur tanpa pasien diatasnya, tetapi dikerjakan secara
bergiliran pada sisi kiri dan kanan tempat tidur.
7. Selimut dan bantal yang tidak perlu diganti diletakkan di atas
kursi atau bangku.
8. Tahap pertama :
Pasien dimiringkan kesalah satu tempat tidur (bila perlu
pasien diganjal dengan bantal supaya tidak jatuh).
Lakukan segera prosedur ini pada tempat tidur bagian yang
kosong.
Lepaskan alat tenun yang kotor dari bawah kasur, lalu
digulung satu persatu sampai dibawah punggung pasien yaitu :

Sprei kecil digulung ketengah sejauh mungkin.

Perlak dibersihkan dengan lap yang dibasahi larutan


desinfektan, lalu dikeringkan dan digulung ketengah
sejauh mungkin.

Sprei besar digulung ketengah sejauh mungkin.


9. Tahap Kedua :
a.
Setelah tahap pertama selesai, pasien dimiringkan
kebagian bersih dengan bantal pengganjalnya.
b.
Lepaskan alat tenun yang kotor dari bawah kasur.
c.
Sprei kecil diangkat dan dimasukkan ketempat alat
tenun yang kotor.
d.
Perlak dibersihkan dan digulung ketengah.
e.
Sprei kecil diangkat dan dimasukkan ketempat alat
tenun kotor.
f.
Alas tempat tidur dan kasur dibersihkan seperti pada
tahap pertama.
g.
Sprei besar dibuka dari gulungan, diratakan dan
dipasang pada kasur.
h.
Perlak dan sprei kecil dipasang seperti tahap pertama.
MENGGANTI ALAT TANPA MEMINDAHKAN PASIEN

UNIT I Perawatan Dasar |

12

NO :
02.PRF.009
PROSEDUR TETAP

REVISI :
05

HALAMAN :
02 / 02

TANGGAL :
01 - 08 - 2015
i.

10.
11.
12.
13.
UNIT TERKAIT

1.1.10.

Sarung bantal yang kotor dilepaskan dan diletakkan


pada tempat alat tenun kotor. Bantal diratakan isinya,
kemudian sarung bantal yang bersih dipasang
j.
Bantal disusun, pasien dibaringkan dengan posisi yang
nyaman.
k.
Selimut kotor diganti dengan bersih.
l.
Peralatan dibersihkan, dibereskan dan dikembalikan
pada tempat yang semula.

Bila keadaan umum pasien kurang baik, sebaiknya


prosedur ini dilaksanakan oleh dua orang petugas.
Cuci tangan.
Ucapkan salam sebelum meninggalkan ruangan.
Catat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan.
Akhiri kegiatan dengan membaca hamdalah.

Instalasi Rawat Inap


Instalasi Perawatan Intensif

Mengganti Pakaian Kotor

UNIT I Perawatan Dasar |

13

MENGGANTI PAKAIAN KOTOR


NO :
02.PRF.010
PROSEDUR TETAP

PENGERTIAN

REVISI :
05

HALAMAN :
01 / 01
DITETAPKAN :

TANGGAL :
01 - 08 - 2015

Dr. H.M. Djufrie As, SKM


DIREKTUR UTAMA
Mengganti pakaian kotor adalah mengganti pakaian yang kotor
dengan pakaian yang bersih

TUJUAN

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah penerapan untuk


memberikan rasa nyaman pada pasien, mencegah terjadinya luka
baring (dekubitus) dan mempertahankan kebersihan dan kerapian

KEBIJAKAN

SK Direktur No. : 3.659/A-1/DIRUT/V/2015 tentang Kebijakan


Pelayanan Keperawatan Rumah Sakit Islam Surakarta

PROSEDUR

Dilakukan pada :
1. Pasien yang pakaian maupun linen terkena kotoran
2. Pasien yang baru masuk perlu diganti pakaian rumah sakit, bila
diperlukan
Persiapan Alat :
1. Pakaian dalam satu stel
2. Pakaian satu stel
3. Tempat pakaiaan kotor
Tahap Kerja :
1. Awali kegiatan dengan membaca basmallah.
2. Ucapkan salam ketika memasuki ruang perawatan pasien.
3. Cuci tangan.
4. Jelaskan prosedur yang akan dilaksanakan.
5. Jaga privacy pasien.
6. Ucapkan basmalah sebelum membuka baju pasien utamakan
anggota tubuh bagian kiri terlebih dahulu yang akan
dilepas/diganti pakaiannya.
7. Membuka pakaian dalam pasien kemudian diganti dengan kaos
yang bersih.
8. Baju diletakkan di sebelah bahu pasien yang jauh dari perawat.
9. Mengangkat tangan penderita, memasukkan pelan-pelan ke
lubang baju bagian lengan.
10. Menganjurkan pasien untuk miring kemudian tarik baju ke
sebelahnya dan masukkan lengan baju pada tangan
sebelahnya.
11. Mengancingkan baju.
12. Membuka selimut yang menutupi bagian bawah badan pasien.
13. Membuka pakaian bawah dan celana dalam.
14. Mengangkat satu kaki yang jauh dari perawat, kemudian
masukkan ke dalam lubang celana demikian pula lakukan hal
yang sama untuk kaki yang sebelahnya.
15. Meletakkan baju yang kotor pada tempatnya.
16. Membereskan tempat dan alat.
17. Ucapkan doa semoga diberi kenyamanan dan kesembuhan
serta salam sebelum meninggalkan ruang perawatan.
18. Cuci tangan.
19. Ucapkan salam sebelum meninggalkan ruangan.
20. Catat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan.
21. Akhiri kegiatan dengan membaca hamdalah.

UNIT TERKAIT

Instalasi Rawat Inap, Instalasi Gawat Darurat, Instalasi Perawatan


Intensif, Instalasi Rawat jalan

1.2 Kontrol Infeksi


1.2.1.
Cuci Tangan Prosedural

UNIT I Perawatan Dasar |

14

CUCI TANGAN PROSEDURAL


NO :
02.PRF.11
PROSEDUR TETAP

PENGERTIAN

TUJUAN
KEBIJAKAN

REVISI :
HALAMAN :
05
01 / 01
DITETAPKAN :

TANGGAL :
01 - 08 - 2015

Dr. H.M. Djufrie As, SKM


DIREKTUR UTAMA
Adalah suatu aktifitas cuci tangan yang dilakukan setiap akan dan
sesudah melakukan suatu prosedur, setelah menyentuh luka
terbuka/cairan tubuh, darah, sekresi/ekskresi, atau barang-barang
yang telah terkontaminasi, setiap menyentuh pasien satu dan
lainnya, dan setiap datang dan pulang atau masuk ruangan dari
suatu tempat.
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk melakukan
prosedur cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan.
SK Direktur No. : 3.659/A-1/DIRUT/V/2015 tentang Kebijakan
Pelayanan Keperawatan Rumah Sakit Islam Surakarta
1.
2.
3.
4.
5.

PROSEDUR

UNIT TERKAIT

1.2.2.

Awali kegiatan dengan membaca basmalah


Lepas semua perhiasan, termasuk cincin dan jam tangan.
Basahi dengan air mengalir.
Gunakan cairan anti septic/sabun sesuai petunjuk.
Cuci tangan sembari mencuci kran air secukupnya (dilakukan
apabila tangkai kran pendek atau tidak mungkin di tutup
dengan siku).
6. Bilas kran air sampai bersih dari anti septic/sabun.
7. Cuci tangan sekali lagi secara menyeluruh mulai dari telapak
tangan dan punggung sampai pergelangan tangan.
8. Cuci sela-sela jari dan jari tangan depan belakang.
9. Bersihkan telapak tangan dengan ujung jari dengan gerakan
memutar
10. Bilas seluruhnya dengan air yang mengalir
11. Tutup kran air
12. Keringkan tangan dengan handuk/tissue/hand dryer.
13. Akhiri kegiatan dengan membaca hamdalah
Instalasi Rawat Inap, IGD, Instalasi Perawatan Intensif , Instalasi
Bedah Sentral.

Membersihkan Tangan dengan Sabun

UNIT I Perawatan Dasar |

15

MEMBERSIHKAN TANGAN DENGAN SABUN


NO :
02.PRF.12
TANGGAL :
01 - 08 - 2015

PROSEDUR TETAP

PENGERTIAN

REVISI :
HALAMAN :
05
01 / 02
DITETAPKAN :
Dr. H.M. Djufrie As, SKM
DIREKTUR UTAMA

Kebersihan tangan adalah suatu prosedur tindakan membersihkan


tangan dengan sabun/antiseptik dibawah air mengalir.
1.

TUJUAN

KEBIJAKAN

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk melakukan


prosedur kebersihan tangan dengan sabun.
2. Sebagai upaya pencegahan infeksi silang.
3. Untuk menghilangkan kotoran dari kulit secara mekanis dan
mengurangi jumlah mikroorganisme sementara.
SK Direktur No. : 3.659/A-1/DIRUT/V/2015 tentang Kebijakan
Pelayanan Keperawatan Rumah Sakit Islam Surakarta.
Rumah Sakit Islam Surakarta menerapkan dan melaksanakan
Program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Sesuai SK No.
2.556/A-1/DIRUT/IX/2010.
Prosedur ini dilakukan atas indikasi :
1. Sebelum kontak dengan pasien.
2. Sebelum melakukan tindakan aseptik.
3. Setelah terpapar cairan tubuh pasien yang berisiko.
4. Setelah kontak dengan pasien.
5. Setelah kontak dengan lingkungan sekitar pasien.
Tahap Kerja :
1. Memulai pekerjaan dengan membaca basmallah (Bismillaahir
rohmaanir rohiim).
2. Lepas arloji, cincin dan perhiasan lain yang ada di tangan.
3. Buka kran, basahi tangan dengan air mengalir.

4.

Tuang sabun diatas telapak tangan.

5.

Usap kedua telapak tangan.

6.

Telapak tangan kanan diatas punggung tangan kiri, jari saling


silang. Lakukan juga untuk sebaliknya untuk punggung tangan
kanan.

7.

Satukan kedua telapak tangan, jari saling silang.

8.

Punggung jari bertemu telapak tangan, jari saling mengunci.

PROSEDUR

MEMBERSIHKAN TANGAN DENGAN SABUN

UNIT I Perawatan Dasar |

16

PROSEDUR TETAP

NO :
REVISI :
HALAMAN :
02.PRF.12
05
02 / 02
TANGGAL :
01 - 08 - 2015
9. Usap melingkar ibu jari kiri dengan tangan kanan, lakukan juga
sebaliknya untuk ibu jari kanan.

10. Usap melingkar ujung jari kanan pada telapak tangan kiri,
lakukan sebaliknya untuk ujung jari kiri.

11. Bilas dengan air mengalir.

PROSEDUR
12. Keringkan telapak dan punggung tangan, sela-sela jari dan
kuku tangan dengan tisu atau handuk sekali pakai.

13. Matikan kran dengan tisu atau handuk sekali pakai.

14. Akhiri pekerjaan dengan membaca hamdallah (Alhamdulillaahi


robbil alamiin).
UNIT TERKAIT

1.2.3.

Semua bangsal/unit di Rumah Sakit Islam Surakarta.

Membersihkan Tangan dengan Handrub


MEMBERSIHKAN TANGAN DENGAN HANDRUB

UNIT I Perawatan Dasar |

17

NO :
02.PRF.13
TANGGAL :
01 - 08 - 2015

PROSEDUR TETAP

PENGERTIAN

REVISI :
05

HALAMAN :
01 / 02

DITETAPKAN :
Dr. H.M. Djufrie As, SKM
DIREKTUR UTAMA

Kebersihan tangan adalah suatu prosedur tindakan membersihkan


tangan dengan menggunakan handrub berbasis alkohol.
1.

TUJUAN

KEBIJAKAN

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk melakukan


prosedur kebersihan tangan dengan handrub.
2. Sebagai upaya pencegahan infeksi silang.
3. Untuk menghilangkan kotoran dari kulit secara mekanis dan
mengurangi jumlah mikro organisme sementara.
SK Direktur No. : 3.659/A-1/DIRUT/V/2015 tentang Kebijakan
Pelayanan Keperawatan Rumah Sakit Islam Surakarta
Rumah Sakit Islam Surakarta menerapkan dan melaksanakan
Program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi sesuai SK No.
2.556/A-1/DIRUT/IX/2010
Prosedur ini dilakukan atas indikasi :
1. Sebelum kontak dengan pasien.
2. Sebelum melakukan tindakan aseptik.
3. Setelah terpapar cairan tubuh pasien yang berisiko.
4. Setelah kontak dengan pasien.
5. Setelah kontak dengan lingkungan sekitar pasien.
Tahap Kerja :
1. Memulai
pekerjaan
dengan
membaca
basmallah
(Bismillaahirrohmaanir rohiim).
2. Lepas arloji, cincin dan perhiasan lain yang ada di tangan.
3. Tuang handrub berbasis alkohol diatas telapak tangan.

4.

Usap kedua telapak tangan.

5.

Telapak tangan kanan diatas punggung tangan kiri, jari saling


silang. Lakukan juga untuk sebaliknya untuk punggung tangan
kanan.

6.

Satukan kedua telapak tangan, jari saling silang.

7.

Punggung jari bertemu telapak tangan, jari saling mengunci.

PROSEDUR

MEMBERSIHKAN TANGAN DENGAN SABUN


NO :
02.PRF.013

REVISI :
05

HALAMAN :
02 / 02

UNIT I Perawatan Dasar |

18

PROSEDUR TETAP

PROSEDUR

TANGGAL :
01 - 08 - 2015
8. Usap melingkar ibu jari kiri dengan tangan kanan, lakukan juga
sebaliknya untuk ibu jari kanan.

9.

Usap melingkar ujung jari kanan pada telapak tangan kiri,


lakukan sebaliknya untuk ujung jari kiri.

10. Akhiri pekerjaan dengan membaca hamdallah (Alhamdulillaahi


robbil alamiin).
UNIT TERKAIT

1.2.4.

Semua bangsal/unit di Rumah Sakit Islam Surakarta.

Penanganan Pasien Infeksi HIV dan Hepatitis


PENANGANAN PASIEN INFEKSI HIV DAN HEPATITIS
NO :
02.PRF.014

REVISI :
05

HALAMAN :
01 / 01

UNIT I Perawatan Dasar |

19

DITETAPKAN :
PROSEDUR TETAP

PENGERTIAN

TUJUAN

KEBIJAKAN

PROSEDUR

UNIT TERKAIT

TANGGAL :
01 - 08 - 2015

Dr. H.M. Djufrie As, SKM


DIREKTUR UTAMA
Adalah usaha-usaha yang dilakukan di kamar operasi untuk
mencegah terjadinya penularan infeksi HIV dan Hepatitis kepada
petugas dan penderita operasi lainnya.
1. Sebagai
acuan
penerapan
langkah-langkah
untuk
meminimalkan resiko terjadinya infeksi silang dari penderita ke
petugas dan penderita lainnya.
2. Mengetahui cara yang tepat untuk melakukan perawatan
kepada
penderita HIV dan Hepatitis dan agar petugas
mengetahui cara-cara pencegahan dan pengamanan penderita
HIV dan Hepatitis.
SK Direktur No. : 3.659/A-1/DIRUT/V/2015 tentang Kebijakan
Pelayanan Keperawatan Rumah Sakit Islam Surakarta
Persiapan alat :
1. Hibiscrub 5 % dalam mangkok.
2. Sikat steril.
3. Linen steril.
4. Instrument, bengkok, kasa steril.
5. Betadin 10 %, yodium 5%, alcohol 96%, hibitan 5%.
6. Chlorhxidine 5%.
7. Larutan Hypochloride 0,5%.
8. Plastik pembungkus.
9. Kaleng sampah.
10. Kaca mata halus.
Tahap kerja :
1. Awali kegiatan dengan membaca basmalah
2. Pakaian luar harus diganti dengan pakaian kerja yang bersih.
3. Petugas yang menangani penderita harus memakai gaun steril
berlengan panjang yang tertutup rapat atau memakai plastik
apron yang cukup panjang dari sepatu palindung
4. Tidak memakai sepatu terbuka, harus tertutup, model sepatu
boot setinggi betis yang kedap air.
5. Kenakan sarung tangan yang steril.
6. Apabila sarung tangan robek atau tertusuk jarum, harus segera
lepas dan tangan dibasuh, bila prosedur keselamatan telah
mengijinkan, jarum dipindahkan dari daerah steril dan laporkan
kepada panitia pengendalian infeksi nosokomial
7. Penutup rambut harus menutup kepala dengan rapat
8. Bila mempunyai luka pada kulit terutama pada tangan,
tutuplah dengan pembalut kedap air (water proof).
9. Masker pelindung, kaca mata atau pelindung wajah full face
atau system pelindung kepala harus selalu dikenakan di kamar
bedah.
10. Apabila terkena cairan menembus tubuh harus segera mandi
dan ganti.
11. Pakaian bedah dilarang dipakai di luar kamar bedah.
12. Mesin suction harus ditempatkan berlawanan dengan dokter
bedah
13. Akhiri kegiatan dengan membaca hamdalah
Instalasi Rawat Inap, IGD, Instalasi Perawatan Intensif , Instalasi
Bedah Sentral.

UNIT I Perawatan Dasar |

20