You are on page 1of 37

HANDOUT PENDAMPINGAN

IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 SMK

MATA PELAJARAN PEMINATAN


Bidang Keahlian
: Kesehatan
Program Keahlian: Kesehatan

PEMBELAJARAN
ANATOMI DAN FISIOLOGI

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN


DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
2014

Pembelajaran Anatomi dan Fisiologi

PEMBELAJARAN ANATOMI DAN FISIOLOGI


I.

PEMAHAMAN KOMPETENSI

A. Konsep
1. Standar

Kompetensi

Lulusan

(SKL)

adalah

kriteria

mengenai

kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan,


dan keterampilan. SKL dijabarkan ke dalam bentuk Kompetensi Inti
(KI),

selanjutnya

Kompetensi

Inti

dijabarkan

ke

dalam

bentuk

Kompetensi Dasar (KD).


2. Kompetensi Inti merupakan tingkat kemampuan untuk mencapai SKL
yang harus dimiliki seorang peserta didik pada setiap tingkat kelas
atau program yang menjadi dasar pengembangan KD. Kompetensi
Inti mencakup: sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan
keterampilan

yang

berfungsi

sebagai

pengintegrasi

muatan

pembelajaran, mata pelajaran atau program dalam mencapai SKL.


3. Kompetensi Dasar adalah kemampuan yang menjadi syarat untuk
menguasai Kompetensi Inti yang harus diperoleh peserta didik
melalui proses pembelajaran. Kompetensi Dasar merupakan tingkat
kemampuan

dalam

konteks

muatan

pembelajaran

serta

perkembangan belajar yang mengacu pada Kompetensi Inti.


4. Taksonomi dimaknai sebagai seperangkat prinsip klasifikasi atau
struktur dan kategori domain kemampuan tentang perilaku peserta
didik yang terbagi ke dalam domain sikap, pengetahuan dan
keterampilan. Pembagian domain perilaku belajar dilakukan untuk
mengukur

perubahan

perilaku

seseorang

baik

selama

proses

pembelajaran maupun hasil belajar yang dirumuskan dalam perilaku


(behaviour) yang terdapat pada indikator pencapaian kompetensi.
B. Deskripsi
1. Hasil belajar dirumuskan dalam tiga taksonomi meliputi ranah sikap,
pengetahuan, dan keterampilan. Pembagian taksonomi hasil belajar
ini dilakukan untuk mengukur perubahan perilaku peserta didik baik
selama proses belajar maupun hasil belajar yang dirumuskan dalam
aspek perilaku (behaviour) tujuan pembelajaran. Kita mengenal
@2014, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

Pembelajaran Anatomi dan Fisiologi

klasifikasi perilaku hasil belajar berdasarkan taksonomi Bloom, dan


pada

Kurikulum

2013

digunakan

taksonomi

Bloom

yang

disempurnakan oleh Anderson dan Krathwohl.

Sikap (affective domain)

merupakan perilaku, emosi dan

perasaan dalam bersikap dan merasa.

Pengetahuan

(cognitive

domain)

merupakan

kapabilitas

intelektual dalam bentuk pengetahuan atau berpikir.

Keterampilan (psychomotor domain) merupakan keterampilan


manual atau motorik dalam bentuk melakukan.

a. Ranah sikap dalam Kurikulum 2013 merupakan urutan pertama


dalam perumusan kompetensi lulusan, selanjutnya diikuti dengan
rumusan ranah pengetahuan dan keterampilan. Ranah sikap
dalam

Kurikulum

2013

menggunakan

taksonomi

Krathwohl

dimana pembentukan sikap peserta didik diawali dari menerima


(accepting), menjalankan (responding), menghargai (valuing),
menghayati

(organizing/internalizing),

mengamalkan

(characterizing/actualizing).
b. Ranah

pengetahuan

taksonomi

Bloom

pada
yang

Kurikulum

2013

disempurnakan

menggunakan

oleh

Anderson.

Perkembangan kemampuan mental (intelektual) peserta didik


dimulai dari C1 yakni mengingat (remember) dimana peserta didik
mengingat

kembali

pengetahuan

dari

memorinya.

Tahapan

perkembangan selanjutnya C2 yakni memahami (understand)


yang merupakan kemampuan mengonstruksi makna dari pesan
pembelajaran baik secara lisan, tulisan maupun grafik. Lebih lanjut
tahap C3 yakni menerapkan (apply) yang merupakan penggunaan
prosedur dalam situasi yang diberikan atau situasi baru. Tahap
lebih lanjut C4 yakni menganalisis (analysis) yang merupakan
penguraian materi ke dalam bagian-bagian dan bagaimana
bagian-bagian tersebut saling berhubungan antara satu sama
lainnya

dalam

keseluruhan

struktur.

Tingkatan

taksonomi

pengetahuan selanjutnya C5 yakni mengevaluasi

(evaluate),

merupakan kemampuan membuat keputusan berdasarkan kriteria


dan standar. Kemampuan tertinggi adalah C6 yakni berkreasi
@2014, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

Pembelajaran Anatomi dan Fisiologi

(create), merupakan kemampuan menempatkan elemen-elemen


secara

bersamaan

ke

dalam

bentuk

modifikasi

atau

mengorganisasi elemen-elemen ke dalam pola baru (struktur


baru).
c. Ranah keterampilan pada Kurikulum 2013 menggunakan gradasi
Dyers yang ditata sebagai berikut: mengamati
menanya

(questioning),

mencoba

(observing),

(experimenting),

menalar

(associating), menyaji (communicating), dan mencipta (creating).


2. SKL merupakan profil lulusan yang akan dicapai oleh semua mata
pelajaran

pada jenjang tertentu yang mencakup ranah sikap,

pengetahuan, dan keterampilan.


3. Kompetensi Inti merupakan tangga pertama pencapaian yang dituju
semua mata pelajaran pada tingkat kompetensi tertentu. Penjabaran
kompetensi inti untuk tiap mata pelajaran dirinci dalam rumusan
Kompetensi

Dasar.

Kompetensi

lulusan,

kompetensi

inti,

dan

kompetensi dasar dicapai melalui proses pembelajaran dan penilaian


yang dapat diilustrasikan dengan skema berikut.

Materi Pembelajaran

SKL

KI
+ KD
RL

Penilaian

PEMBE-LAJARAN

Penilaian
HASIL BELA-JAR
Penilaian

RL = Ruang lingkup materi

Gambar 1: Skema Hubungan SKL, K-I, KD, Penilaian dan Hasil Belajar
Rumusan standar kompetensi lulusan SMK/MAK yang tercantum pada
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 54 Tahun 2013
untuk tingkat SMK/MAK adalah sebagai berikut.
Tabel 1. Standar Kompetensi Lulusan SMK/MAK
DIMENSI
Sikap

KUALIFIKASI KEMAMPUAN
Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang

@2014, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

Pembelajaran Anatomi dan Fisiologi

DIMENSI

Pengetahu
an

Keterampil
an

KUALIFIKASI KEMAMPUAN
beriman, berakhlak mulia, berilmu, percaya diri,
dan bertanggung-jawab dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta
dalam menempatkan diri sebagai cerminan
bangsa dalam pergaulan dunia.
Memiliki pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural, dan metakognitif dalam ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan,
dan peradaban terkait penyebab serta dampak
fenomena dan kejadian.
Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang efektif
dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret
sebagai pengembangan dari yang dipelajari di
sekolah secara mandiri.

4. Kompetensi Inti SMK/MAK sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan


Kebudayaan Nomor 60 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 SMK/MAK
sebagai berikut.
Tabel 2. Kompetensi Inti SMK/MAK
KOMPETENSI INTI
KELAS X

KOMPETENSI INTI
KELAS XI

1. Menghayati dan
1. Menghayati dan
mengamalkan ajaran
mengamalkan
agama yang
ajaran agama yang
dianutnya.
dianutnya.

KOMPETENSI INTI
KELAS XII
1. Menghayati dan
mengamalkan
ajaran agama yang
dianutnya.

2. Menghayati dan
2. Menghayati dan
2. Menghayati dan
mengamalkan
mengamalkan
mengamalkan
perilaku jujur,
perilaku jujur,
perilaku jujur,
disiplin,
disiplin,
disiplin,
tanggungjawab,
tanggungjawab,
tanggungjawab,
peduli (gotong
peduli (gotong
peduli (gotong
royong, kerjasama,
royong, kerjasama,
royong, kerjasama,
toleran, damai),
toleran, damai),
toleran, damai),
santun, responsif
santun, responsif
santun, responsif
dan proaktif dan
dan proaktif dan
dan proaktif dan
menunjukan sikap
menunjukan sikap
menunjukan sikap
sebagai bagian dari
sebagai bagian dari
sebagai bagian dari
solusi atas berbagai
solusi atas berbagai
solusi atas berbagai
permasalahan dalam
permasalahan
permasalahan
berinteraksi secara
dalam berinteraksi
dalam berinteraksi
efektif dengan
secara efektif
secara efektif
lingkungan sosial
dengan lingkungan
dengan lingkungan
dan alam serta
sosial dan alam
sosial dan alam
dalam menempatkan
serta dalam
serta dalam
diri sebagai
menempatkan diri
menempatkan diri
cerminan bangsa
sebagai cerminan
sebagai cerminan
dalam pergaulan
bangsa dalam
bangsa dalam
dunia.
pergaulan dunia.
pergaulan dunia.
@2014, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

Pembelajaran Anatomi dan Fisiologi

KOMPETENSI INTI
KELAS X

KOMPETENSI INTI
KELAS XI

KOMPETENSI INTI
KELAS XII

3. Memahami,
3. Memahami,
3. Memahami,
menerapkan dan
menerapkan, dan
menerapkan,
menganalisis
menganalisis
menganalisis, dan
pengetahuan
pengetahuan
mengevaluasi
faktual, konseptual,
faktual, konseptual,
pengetahuan
dan prosedural
prosedural, dan
faktual, konseptual,
berdasarkan rasa
metakognitif
prosedural, dan
ingin tahunya
berdasarkan rasa
metakognitif dalam
tentang ilmu
ingin tahunya
ilmu pengetahuan,
pengetahuan,
tentang ilmu
teknologi, seni,
teknologi, seni,
pengetahuan,
budaya, dan
budaya, dan
teknologi, seni,
humaniora dengan
humaniora dalam
budaya, dan
wawasan
wawasan
humaniora dalam
kemanusiaan,
kemanusiaan,
wawasan
kebangsaan,
kebangsaan,
kemanusiaan,
kenegaraan, dan
kenegaraan, dan
kebangsaan,
peradaban terkait
peradaban terkait
kenegaraan, dan
penyebab fenomena
penyebab fenomena
peradaban terkait
dan kejadian dalam
dan kejadian dalam
penyebab fenomena
bidang kerja yang
bidang kerja yang
dan kejadian dalam
spesifik untuk
spesifik untuk
bidang kerja yang
memecahkan
memecahkan
spesifik untuk
masalah.
masalah.
memecahkan
masalah.
4. Mengolah, menalar, 4. Mengolah, menalar, 4. Mengolah, menalar,
dan menyaji dalam
dan menyaji dalam
menyaji, dan
ranah konkret dan
ranah konkret dan
mencipta dalam
ranah abstrak
ranah abstrak
ranah konkret dan
terkait dengan
terkait dengan
ranah abstrak
pengembangan dari
pengembangan dari
terkait dengan
yang dipelajarinya di
yang dipelajarinya di
pengembangan dari
sekolah secara
sekolah secara
yang dipelajarinya di
mandiri, dan mampu
mandiri, bertindak
sekolah secara
melaksanakan tugas
secara efektif dan
mandiri, dan mampu
spesifik di bawah
kreatif, dan mampu
melaksanakan tugas
pengawasan
melaksanakan tugas
spesifik di bawah
langsung.
spesifik di bawah
pengawasan
pengawasan
langsung.
langsung.

5. Kompetensi Inti pada ranah sikap (KI-1 dan KI-2) merupakan


kombinasi reaksi afektif, kognitif, dan konatif (perilaku). Gradasi
kompetensi sikap meliputi menerima, menjalankan, menghargai,
menghayati, dan mengamalkan.
6. Kompetensi Inti pada ranah pengetahuan (KI-3) memiliki dua dimensi
dengan

batasan-batasan

yang

telah

ditentukan

pada

setiap

tingkatnya. Dimensi pertama adalah dimensi perkembangan kognitif


peserta didik untuk kelas X dan kelas XI dimulai dari memahami (C2),
@2014, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

Pembelajaran Anatomi dan Fisiologi

menerapkan (C3) dan kemampuan menganalisis (C4), untuk kelas XII


ditambah hingga kemampuan evaluasi (C5). Dimensi kedua adalah
dimensi

pengetahuan

(knowledge);

untuk

kelas

berupa

pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural, sedangkan untuk


kelas XI dan XII dilanjutkan sampai metakognitif.
a. Pengetahuan

faktual

yakni pengetahuan terminologi atau

pengetahuan detail yang spesifik dan elemen. Contoh fakta bisa


berupa kejadian atau peristiwa yang dapat dilihat, didengar,
dibaca, disentuh, atau diamati.
b. Pengetahuan konseptual merupakan pengetahuan yang lebih
kompleks berbentuk klasifikasi, kategori, prinsip dan generalisasi.
Contohnya periode waktu geologi, teori Pythagoras, hukum
permintaan dan kebutuhan, teori evolusi, dan struktur anggota
MPR.
c. Pengetahuan prosedural merupakan pengetahuan bagaimana
melakukan
algoritma

sesuatu
(urutan

termasuk

pengetahuan

langkah-langkah

logis

keterampilan,

pada

penyelesaian

masalah yang disusun secara sistematis), teknik, dan metoda.


d. Pengetahuan metakognitif yaitu pengetahuan tentang kognisi
(mengetahui dan memahami) yang merupakan tindakan atas
dasar suatu pemahaman meliputi kesadaran dan pengendalian
berpikir, serta penetapan keputusan tentang sesuatu. Sebagai
contoh pengetahuan mengritik tulisan tentang kekuatan dan
kelemahannya,

pengetahuan

menguraikan

sebagai

sarana

menangkap struktur unit materi pelajaran dalam buku teks,


pengetahuan tentang penggunaan heuristik (proses menemukan).
7. Kompetensi Inti pada ranah keterampilan mengandung keterampilan
abstrak dan keterampilan konkret. Keterampilan abstrak lebih bersifat
mental skill, yang cenderung merujuk pada keterampilan menyaji,
mengolah,

menalar,

dan

mencipta

dengan

dominan

pada

kemampuan mental/keterampilan berpikir. Sedangkan keterampilan


konkret lebih bersifat fisik motorik yang cenderung merujuk pada
kemampuan menggunakan alat, mencoba, membuat, memodifikasi
dan mencipta.
@2014, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

Pembelajaran Anatomi dan Fisiologi

8. Kompetensi Inti sikap religius dan sosial (KI-1 dan KI-2) memberi arah
tentang tingkat kompetensi sikap yang harus dimiliki oleh peserta
didik, dibentuk melalui pembelajaran KI-3 dan KI-4.
9. Kompetensi Inti pengetahuan dan keterampilan (KI-3 dan KI-4)
memberi

arah

tentang

tingkat

kompetensi

pengetahuan

dan

keterampilan minimal yang harus dicapai peserta didik.


10.Kompetensi Dasar dari KI-3 merupakan dasar pengembangan materi
pembelajaran pengetahuan, sedangkan Kompetensi Dasar dari KI-4
berisi keterampilan dan pengalaman belajar yang perlu dilakukan
peserta didik. Berdasarkan KD dari KI-3 dan KI-4 tersebut, pendidik
dapat mengembangkan proses pembelajaran dan cara penilaian yang
diperlukan untuk mencapai tujuan pembelajaran langsung, sekaligus
memberikan

dampak

pengiring

(nurturant

effect)

terhadap

pencapaian tujuan pembelajaran tidak langsung yaitu KI-1 dan KI-2.


Melalui proses dan pengalaman belajar yang dirancang dengan baik,
peserta

didik

akan

memperoleh

pembelajaran

tidak

langsung

(indirect teaching) berupa pengembangan sikap spiritual dan sosial


yang relevan dengan Kompetensi Dasar dari KI-1 dan KI-2.
11.Agar menjamin terjadinya keterkaitan antara SKL, KI, KD, materi
pembelajaran, proses pembelajaran, serta penilaian perlu dilakukan
langkah-langkah sebagai berikut.
a. Melakukan linierisasi KD dari KI-3 dan KD dari KI-4;
b. Mengembangkan materi pembelajaran yang tertuang pada buku
teks sesuai KD dari KI-3;
c. Mengidentifikasi keterampilan yang perlu dikembangkan sesuai
rumusan KD dari KI-4;
d. Mengembangkan kegiatan pembelajaran sesuai dengan materi
pembelajaran dan keterampilan yang harus dicapai;
e. Mengidentifikasi sikap-sikap yang dapat dikembangkan dalam
kegiatan yang dilakukan mengacu pada rumusan KD dari KI-1 dan
KI- 2, dan
f.

Menentukan cara penilaian pengetahuan, keterampilan, dan sikap


yang relevan.

@2014, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

Pembelajaran Anatomi dan Fisiologi

C. Contoh
Fokus pertama bagi guru dalam menyiapkan pembelajaran adalah
melakukan analisis pada ketiga standar kompetensi yaitu SKL, KI, KD.
Dari analisis itu akan diperoleh jabaran tentang taksonomi dan gradasi
hasil belajar yang berhubungan dengan materi pembelajaran, kegiatan
pembelajaran dan penilaian yang diperlukan. Contoh sebagai berikut.

@2014, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

Pembelajaran Anatomi dan Fisiologi

Tabel 3. Contoh Analisis Keterkaitan SKL, KI, dan KD


Standar Kompetensi Lulusan
(SKL)
Dimensi
Sikap

Pengetahu
an

Kualifikasi
Kemampuan

Kompetensi Inti
(KI)
Kelas X

Kompetensi
Dasar (KD)

Keterangan
*)

Memiliki
perilaku yang
mencerminkan
sikap orang
beriman,
berakhlak
mulia, berilmu,
percaya diri,
dan
bertanggung
jawab dalam
berinteraksi
secara efektif
dengan
lingkungan
sosial dan alam
serta dalam
menempatkan
diri sebagai
cerminan
bangsa dalam
pergaulan
dunia

1. Menghayati
1.1 Menghayati
dan
kondisi sehat
mengamalkan
dan sakit
ajaran agama
yang dialami
yang dianutnya
sistem tubuh
manusia
sebagai
anugerah
Tuhan
2. Menghayati
2.1 Menunjukdan
kan motivasi
mengamalkan
internal dan
perilaku jujur,
peduli
disiplin,
lingkungan
tanggung
dalam
jawab, peduli
menggali
(gotong royong,
informasi
kerja sama,
tentang
toleran, damai),
sistem tubuh
santun,
diri sendiri
responsif dan
dan individu
proaktif dan
di sekitarnya
menunjukkan
sikap sebagai 2.2 Menghayati
bagian dari
perilaku jujur,
solusi atas
percaya diri,
berbagai
dan mandiri
permasalahan
dalam
dalam
mengidentifik
berinteraksi
asi sistem
secara efektif
tubuh diri
dengan
sendiri dan
lingkungan
individu di
sosial dan alam
sekitarnya
serta dalam
menempatkan 2.3 Menghayati
diri sebagai
sikap bekerja
cerminan
sama, gotong
bangsa dalam
royong,
pergaulan
bertoleransi,
dunia.
disiplin,
bertanggung
jawab, kreatif
dan inovatif
dalam
memahami
mengidentifik
asi sistem
tubuh diri
sendiri dan
individu di
sekitarnya
memperhatik
an estetika

KD baru
pada level
menghayati,
belum
mengamalka
n

Memiliki
pengetahuan
faktual,
konseptual,
prosedural, dan
metakognitif
dalam ilmu
pengetahuan,
teknologi, seni,

3. Memahami,
menerapkan,
menganalisis
pengetahuan
faktual,
konseptual,
prosedural
berdasarkan
rasa ingin

KD3.1 masih
pada level
kognitif 2
(memahami)
, sedangkan
pengetahuan
ada pada
level
konseptual

3.1 Memahami
anatomi
fisiologi
sistem tubuh
secara umum

Salah satu
KD sudah
menunjukka
n
pengamalan,
yaitu KD 2.1;
sedangkan
KD 2.2 dan
KD 2.3 masih
pada level
menhayati

@2014, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

Pembelajaran Anatomi dan Fisiologi


Standar Kompetensi Lulusan
(SKL)
Dimensi

Kualifikasi
Kemampuan
dan budaya
dengan
wawasan
kemanusiaan,
kebangsaan,
kenegaraan,
dan peradaban
terkait
penyebab,
serta dampak
fenomena dan
kejadian.

Keterampil
an

Memiliki
kemampuan
pikir dan tindak
yang efektif
dan kreatif
dalam ranah
abstrak dan
konkret
sebagai
pengembanga
n dari yang
dipelajari di
sekolah secara
mandiri.

Kompetensi Inti
(KI)
Kelas X

Kompetensi
Dasar (KD)

tahunya
tentang ilmu
pengetahuan,
teknologi, seni,
budaya, dan
3.2 Menganalisis
humaniora
anatomi
dengan
fisiologi
wawasan
sistem
kemanusiaan,
pernafasan
kebangsaan,
kenegaraan,
dan peradaban
terkait
penyebab
fenomena dan
kejadian, serta
menerapkan
pengetahuan
3.3 Menganalisis
prosedural
anatomi
pada bidang
fisiologi
kajian yang
sistem
spesifik sesuai
pencernaan
dengan bakat
dan minatnya
untuk
memecahkan
masalah
4. Mengolah,
4.1
menalar, dan
Menyimpulka
menyaji dalam
n anatomi
ranah konkret
fisiologi
dan ranah
terkait
abstrak terkait
dengan
dengan
sistem tubuh
pengembangan
dari yang
dipelajarinya di
sekolah secara
mandiri, dan
mampu
menggunakan
metoda sesuai
kaidah
keilmuan

Keterangan
*)
anatomi dan
fisiologi
sistem tubuh
KD 3.2. dan
KD 3.3. ada
pada level
kognitif 4
yaitu analisis
(sesuai KI),
Lingkup
pengetahuan
ada pada
level
konseptual

KD 4.1. ada
pada level
menalar
(keterampila
n abstrak)

Keterangan:
1. SKL diambil dari Permendikbud Nomor 54 Tahun 2013 tentang
Standar Kompetensi Lulusan.
2. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar diambil dari Permendikbud
Nomor 60 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 SMK/MAK dan
lampirannya.
3. Analisis diisi dengan hasil analisis taksonomi dan gradasi hasil belajar.
Jika KD tidak terkait dengan KI maka dikembangkan melalui tujuan
pembelajaran dan atau indikator pencapaian kompetensi.

@2014, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

10

Pembelajaran Anatomi dan Fisiologi

D. Latihan
Buatlah analisis keterkaitan SKL, KI, dan KD untuk kelas X, XI dan XII
sesuai contoh tabel 4 di atas.

@2014, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

11

Pembelajaran Anatomi dan Fisiologi

II. PEMAHAMAN MATERI

A. Konsep
Materi pembelajaran atau lingkup materi adalah bagian dari isi rumusan
Kompetensi Dasar (KD), merupakan muatan dari pengalaman belajar
yang diinteraksikan di antara peserta didik dengan lingkungannya untuk
mencapai Kemampuan Dasar berupa perubahan perilaku sebagai hasil
belajar dari mata pelajaran.
B. Deskripsi
Materi pembelajaran dikembangkan sesuai dengan tuntutan KD dari KI-3
dan KD dari KI-4. Guru Dapat mengembangkan materi pembelajaran
yang sudah tercantum di silabus atau buku teks sesuai dengan
karakteristik peserta didik. Pengembangan materi pembelajaran merujuk
pada materi pembelajaran dalam silabus dan buku teks, serta rumusan
Kompetensi Dasar yang termuat dalam KI-3 (pengetahuan) dan KI-4
(keterampilan).
Untuk merumuskan IPK dapat digunakan rambu-rambu sebagai berikut:
1. Indikator merupakan penanda perilaku pengetahuan (KD dari KI-3)
dan perilaku keterampilan (KD dari KI-4) yang dapat diukur dan atau
diobservasi.
2. Indikator perilaku sikap spiritual (KD dari KI-1) dan sikap sosial (KD
dari KI-2) dapat tidak dirumuskan sebagai indikator pencapaian
kompetensi pada RPP, tetapi perilaku sikap spiritual dan sikap sosial
harus dikaitkan pada perumusan tujuan pembelajaran.
3. Rumusan

Indikator

Pencapaian

Kompetensi

(IPK)

menggunakan

dimensi proses kognitif (the cognitive process of dimension) dan


dimensi pengetahuan (knowledge of dimension) yang sesuai dengan
KD, namun tidak menutup kemungkinan perumusan indikator dimulai
dari kedudukan KD yang setingkat lebih rendah, dan atau lebih tinggi.
4. IPK dirumuskan melalui langkah-langkah sebagai berikut:

@2014, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

12

Pembelajaran Anatomi dan Fisiologi

a. Tentukan kedudukan KD dari KI-3 dan KD dari KI-4 berdasarkan


gradasinya dan tuntutan KI.
b. Tentukan dimensi pengetahuan (faktual, konseptual, prosedural,
metakognitif).
c. Tentukan bentuk keterampilan, apakah keterampilan abstrak atau
keterampilan konkret.
d. Untuk keterampilan konkret pada kelas X menggunakan Kata kerja
operasional

sampai

Sedangkan

untuk

tingkat manipulasi/membiasakan
kelas

XI

sampai

minimal

(K2/P2).

pada

tingkat

presisi/mahir (K3/P3). Selanjutnya untuk kelas XII sampai minimal


pada tingkat artikulasi/alami (K4/P4) pada taksonomi psikomotor
Dave atau Simpson.
e. Rumusan IPK dari KD dari KI-3 dan dari KD dari KI-4. Setiap KD
minimal memiliki 2 (dua) indikator.
Mata pelajaran Anatomi Fisiologi membahas materi yang meliputi:
1. Anatomi Fisiologi
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Anatomi
Anatomi
Anatomi
Anatomi
Anatomi
Anatomi

dan fisiologi tubuh manusia secara umum;


dan fisiologi sistem pernafasan manusia;
dan fisiologi sistem pencernaan manusia;
dan fisiologi sistem otot dan rangka manusia;
dan fisiologi sistem kulit manusia;
dan fisiologi sistem jantung dan pembuluh darah

manusia;
g. Anatomi dan fisiologi sistem persarafan manusia;
h. Anatomi dan fisiologi sistem panca indera manusia;
i. Anatomi dan fisiologi sistem perkemihan manusia;
j. Anatomi dan fisiologi sistem endokrin manusia;
k. Anatomi dan fisiologi sistem limpatik manusia, dan
l. Homeostasis dalam tubuh manusia.
2. Konsep umum anatomi fisiologi
Mempelajari istilah-istilah umum dalam pembagian kuadran dan
posisi anatomi tubuh manusia, dikaitkan dengan penggunaannya
dalam memvisualisasikan lokasi dan bagian-bagian tubuh manusia
bagian dalam.
3. Sistem dalam tubuh manusia
Mempelajari tentang struktur anatomi setiap sistem tubuh manusia
disertai dengan fungsi fisiologisnya, dikaitkan dengan kerja sistem
@2014, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

13

Pembelajaran Anatomi dan Fisiologi

tubuh dalam menjalankan kehidupan keseharian dan secara alamiah


dapat dialami oleh peserta didik. Pengenalan setiap organ dan cara
kerjanya, serta masalah-masalah yang umum dihadapi oleh tubuh
berkaitan dengan kelainan anatomi dan ketidakmampuan fungsi
fisiologis.
C. Contoh
Tabel 4. Penjabaran KI dan KD ke dalam Indikator Pencapaian
Kompetensi (IPK) dan Materi Pembelajaran
Kompetensi Inti
1. Menghayati dan
mengamalkan
ajaran agama
yang dianutnya

Kompetensi Dasar

IPK

Materi
Pembelajaran

1.1 Menghayati
kondisi sehat
dan sakit yang
dialami sistem
tubuh manusia
sebagai
anugerah
Tuhan

2. Menghayati dan
2.1 Menunjukkan
mengamalkan
motivasi
perilaku jujur,
internal dan
disiplin, tanggung
peduli
jawab, peduli
lingkungan
(gotong royong,
dalam menggali
kerja sama,
informasi
toleran, damai),
tentang sistem
santun, responsif
tubuh diri
dan pro-aktif dan
sendiri dan
menunjukkan
individu di
sikap sebagai
sekitarnya
bagian dari solusi
atas berbagai
2.2 Menghayati
permasalahan
perilaku jujur,
dalam
percaya diri,
berinteraksi
dan mandiri
secara efektif
dalam
dengan
mengidentifikasi
lingkungan sosial
sistem tubuh
dan alam serta
diri sendiri dan
dalam
individu di
menempatkan diri
sekitarnya
sebagai cerminan
bangsa dalam
2.3 Menghayati
pergaulan dunia.
sikap bekerja
sama, gotong
royong,
bertoleransi,
disiplin,
bertanggung
jawab, kreatif
dan inovatif
dalam
memahami
mengidentifikasi
sistem tubuh
diri sendiri dan
individu di
sekitarnya
memperhatikan
estetika
@2014, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

14

Pembelajaran Anatomi dan Fisiologi


Materi
Pembelajaran
3. Memahami,
3.1 Memahami
3.1.1
Anatomi
menerapkan, dan
anatomi fisiologi
Menjelas Fisiologi
menganalisis
sistem tubuh
kan
sistem tubuh
pengetahuan
secara umum
struktur secara umum
faktual,
anatomi
konseptual,
tubuh
prosedural
manusia
berdasarkan rasa
secara
keingintahuannya
umum
tentang ilmu
3.1.2
pengetahuan,
Menjelas
teknologi, seni,
kan
budaya, dan
fisiologi
humaniora
tubuh
dengan wawasan
manusia
kemanusiaan,
secara
kebangsaan,
umum
kenegaraan, dan
peradaban terkait
fenomena dan
kejadian, serta
menerapkan
pengetahuan
prosedural pada
bidang kajian
yang spesifik
sesuai dengan
bakat dan
minatnya untuk
memecahkan
masalah.
4. Mengolah,
4.1 Menyimpulkan 4.1.1
Hubungan
menalar dan
anatomi fisiologi
antara
menyaji dalam
terkait dengan
Mengev anatomi
ranah konkret dan
sistem tubuh
dengan sistem
aluasi
ranah abstrak
hubunga tubuh
terkait dengan
n antara manusia
pengembangan
anatomi
dari yang
dengan
dipelajarinya di
sistem
sekolah secara
tubuh
mandiri, dan
manusia
mampu
menggunakan
metoda sesuai
kaidah keilmuan.
Kompetensi Inti

Kompetensi Dasar

IPK

Integrasi muatan lokal dalam Mata Pelajaran Anatomi dan Fisiologi


dimaknai dengan materi Anatomi dan Fisiologi yang kontekstual sesuai
lingkungan

sekitar

atau

topik

kekinian.

Integrasi

ekstrakurikuler

kepramukaan dimaknai dengan pemanfaatan kegiatan kepramukaan


sebagai aktualisasi materi Anatomi dan Fisiologi, yang dipilih dari KD dari
KI-3 dan KD dari KI-4 yang dimungkinkan diajarkan dalam program
akutalisasi kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan.
Tabel 5. Pengintegrasian Materi Anatomi dan Fisiologi dengan Muatan
Lokal dan Ekstrakurikuler Pramuka
Kompetensi Dasar

Integrasi Muatan Lokal ke


dalam Anatomi dan Fisiologi

Integrasi
Ekstrakurikuler
Kepramukaan dari

@2014, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

15

Pembelajaran Anatomi dan Fisiologi


materi Anatomi dan
Fisiologi
3.1 Memahami
anatomi
fisiologi sistem
tubuh secara
umum
4.1 Menyimpulkan
anatomi
fisiologi terkait
dengan sistem
tubuh

Mengenal istilah-istilah, nama


bagian-bagian, dan gangguan
sistem tubuh manusia dalam
bahasa asing (berbagai
bahasa)
Memahami budaya
penjagaan kesehatan dan
perawatan tubuh sesuai
konsep alam dan adat yang
ada di wilayah sekitar

Melaksanakan
kegiatan yang
berkaitan dengan
penjagaan kesehatan,
perawatan, dan P3K

D. Latihan
1. Buatlah analisis keterkaitan KI, KD, Materi dan Indikator Pencapaian
Kompetensi seperti contoh tabel 4 di atas dari pasangan KD3 dan
KD4.
2. Buat

analisis

integrasi

materi

KD

Dengan

Muatan

Lokal

dan

Ekstrakurikuler Kepramukaan seperti Tabel 5 di atas.

@2014, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

16

Pembelajaran Anatomi dan Fisiologi

III.

PEMAHAMAN PROSES PEMBELAJARAN

A. Konsep
Proses pembelajaran

merupakan

suatu

proses yang mengandung

serangkaian kegiatan mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga


penilaian. Proses pembelajaran merupakan kegiatan interaksi antara
peserta didik dengan lingkungannya termasuk dengan guru yang
berlangsung secara edukatif, agar peserta didik dapat membangun
sikap, pengetahuan dan keterampilannya untuk mencapai tujuan yang
telah ditetapkan.
B. Deskripsi
1. Perencanaan Pembelajaran
a. Perencanaan pembelajaran dirancang dalam bentuk Silabus yang
disusun dan ditetapkan secara nasional dan Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP) yang disusun oleh guru mata pelajaran.
b. RPP dikembangkan untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran
peserta didik dalam upaya mencapai KD, disusun secara lengkap
dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif,
inspiratif, menyenangkan, menantang, efisien, memotivasi peserta
didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang
cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan
bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta
didik.
c. Perumusan indikator
Indikator

Pencapaian

Kompetensi

(IPK)

dirumuskan

dalam

pernyataan perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk


kompetensi dasar (KD) pada kompetensi inti (KI)-3 dan KI-4.
d. Perumusan tujuan
Tujuan pembelajaran mengandung unsur peserta didik (audience),
perilaku (behaviour), kondisi (condition), dan kriteria (degree).
Rumusan tujuan pembelajaran harus mencerminkan keterikatan
@2014, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

17

Pembelajaran Anatomi dan Fisiologi

antara KD dari KI-1 dan KD dari KI-2 di dalam pembelajaran KD


dari KI-3 dan KD dari KI-4. Perumusan tujuan juga harus
mencerminkan aspek penilaian otentik berupa proses dan produk.
Rumusan kriteria dalam tujuan pembelajaran berupa kriteria
kompetensi

sikap,

kompetensi

pengetahuan,

kompetensi

keterampilan. Kriteria dapat berupa perilaku, proses atau produk


yang dapat diamati dan atau diukur.
e. Langkah pembelajaran
Langkah-langkah

pembelajaran

berisikan

pendekatan

pembelajaran saintifik dan model pembelajaran yang sesuai


dengan karakteristik KD yang akan diajarkan.
2. Pelaksanaan Pembelajaran
Langkah-langkah pembelajaran berpendekatan saintifik harus dapat
dipadukan secara sinkron dengan langkah-langkah kerja (syntax)
model pembelajaran. Pada Kurikulum 2013 dikembangkan 3 model
pembelajaran utama yang diharapkan dapat membentuk perilaku
saintifik, perilaku sosial serta mengembangkan rasa keingintahuan.
Ketiga model tersebut adalah: model Pembelajaran Berbasis Masalah
(Problem Based Learning), model Pembelajaran Berbasis Projek
(Project

Based

Learning),

dan

model

Pembelajaran

Melalui

Penyingkapan/Penemuan (Discovery/Inquiry Learning). Tidak semua


model

pembelajaran

tepat

digunakan

untuk

semua

KD/materi

pembelajaran. Model pembelajaran tertentu hanya tepat digunakan


untuk materi pembelajaran tertentu pula. Demikian sebaliknya
mungkin materi pembelajaran tertentu akan dapat berhasil maksimal
jika menggunakan model pembelajaran tertentu. Untuk itu guru harus
menganalisis rumusan pernyataan setiap KD, apakah cenderung pada
pembelajaran penyingkapan atau pada pembelajaran hasil karya
(Problem Based Learning Dan Project Based Learning).
Rambu-rambu penentuan model penyingkapan/penemuan:
a. Pernyataan KD-3 dan KD-4 mengarah ke pencarian atau
penemuan;
b. Pernyataan KD-3 lebih menitikberatkan pada pemahaman
pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural, dan
@2014, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

18

Pembelajaran Anatomi dan Fisiologi

c. Pernyataan KD-4 pada taksonomi mengolah dan menalar.


Rambu-rambu penemuan model hasil karya (Problem Based Learning
dan Project Based Learning) dengan kriteria:
a. Pernyataan

KD-3 dan KD-4 mengarah

pada hasil

karya

berbentuk jasa atau produk;


b. Pernyataan KD-3 pada bentuk pengetahuan meta kognitif;
c. Pernyataan KD-4 pada taksonomi menyaji dan mencipta, dan
d. Pernataan KD-3 dan KD-4 yang memerlukan persyaratan
penguasaan pengetahuan konseptual dan prosedural.
Masing-masing model pembelajaran tersebut memiliki urutan langkah
kerja (syntax) tersendiri, yang dapat diuraikan sebagai berikut.
a. Model
Pembelajaran
pencarian/penelitian).

Penyingkapan

(Penemuan

dan

1) Sintaks model Discovery Learning meliputi:


a)
b)
c)
d)
e)

Pemberian rangsangan (Stimulation);


Pernyataan/Identifikasi masalah (Problem Statement);
Pengumpulan data (Data Collection);
Pembuktian (Verification), dan
Menarik kesimpulan/generalisasi (Generalization).

2) Sintaks model Inquiry Learning Terbimbing meliputi:


a)
b)
c)
d)
e)

Orientasi masalah;
Pengumpulan data dan verifikasi;
Pengumpulan data melalui eksperimen;
Pengorganisasian dan formulasi eksplanasi, dan
Analisis proses inkuiri.

b. Model Pembelajaran Hasil karya Problem Based Learning.


1) Sintaks model Problem Based Learning dari Bransford and Stein
(dalam Jamie Kirkley, 2003:3) terdiri atas:
a) Mengidentifikasi masalah;
b) Menetapkan masalah melalui berpikir tentang masalah dan
menseleksi informasi-informasi yang relevan;
c) Mengembangkan
solusi
melalui
pengidentifikasian
alternatif-alternatif, tukar-pikiran dan mengecek perbedaan
pandang;
d) Melakukan tindakan strategis, dan
e) Melihat ulang dan mengevaluasi pengaruh-pengaruh dari
solusi yang dilakukan.
@2014, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

19

Pembelajaran Anatomi dan Fisiologi

2) Sintaks model Problem Based Learning Jenis Trouble Shooting


(David H. Jonassen, 2011:93) terdiri atas:
a) Merumuskan uraian masalah;
b) Mengembangkan kemungkinan penyebab;
c) Mengetes penyebab atau proses diagnosis, dan
d) Mengevaluasi.
c. Model pembelajaran Project Based Learning dengan sintaks:
1) Penentuan pertanyaan mendasar (Start with the Essential
Question);
2) Mendesain perencanaan projek;
3) Menyusun jadwal (Create a Schedule);
4) Memonitor peserta didik dan kemajuan projek (Monitor the
Students and the Progress of the Project);
5) Menguji hasil (Assess the Outcome), dan
6) Mengevaluasi pengalaman (Evaluate the Experience).
7) Proses Pembelajaran Anatomi Fisiologi
Mata pelajaran Anatomi Fisiologi bertujuan untuk mengenalkan
peserta didik terhadap sistem tubuh, struktur anatomi dan fungsi
fisiologis

dari

masing-masing

bagian

tubuh

manusia.

Hasil

pembelajaran Anatomi Fisiologi yaitu peserta didik diharapkan


memiliki sikap peka terhadap kesehatan sistem tubuhnya dan orang
di sekitarnya, sehingga sasaran pembinaannya adalah pemahaman,
keterampilan, konsep berpikir dan langkah

kerja yang secara

keseluruhan akan membentuk kepribadian peserta didik.


Pembelajaran mata pelajaran Anatomi Fisiologi dilakukan melalui
proses inquiry dan discovery untuk memperoleh konsep yang
menyeluruh tentang sistem tubuh terbaru serta berpijak pada
perkembangan IPTEKS. Selain itu pembelajaran mata pelajaran
Anatomi Fisiologi juga harus mengandung penanaman nilai-nilai sikap
kemandirian, mampu bekerja sama, dan berhubungan dengan orang
lain yang dapat dimanfaatkan dalam pengembangan kepedulian
peserta didik terhadap masyarakat di sekitarnya.
C. Contoh
Agar memudahkan langkah pensinkronan pendekatan dengan model
pembelajaran yang dipilih atas dasar hasil analisis, dapat menggunakan
matrik perancah

sebagai

pertolongan

sebelum dituliskan

menjadi

@2014, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

20

Pembelajaran Anatomi dan Fisiologi

kegiatan inti pada RPP. Pemaduan atau pensinkronan antara langkahlangkah

pendekatan

saintifik

dan

sintaks

(langkah

kerja)

model

pembelajaran tersebut, dilakukan sebagai berikut.


1. Pilih pasangan KD-KD dari mata pelajaran yang diampu sesuai
dengan silabus dan buku teks siswa terkait.
2. Pilih model pembelajaran sesuai KD dengan mempertimbangkan
rambu-rambu pemilihan model pembelajaran.
3. Tentukan kegiatan peserta didik dan kegiatan guru sesuai dengan
langkah-langkah (sintaks) model pembelajaran yang dipilih, kemudian
sinkronkan

dengan

langkah

pendekatan

saintifik

(5M)

sampai

mencapai IPK.
4. Pindahkan isi rancangan hasil pengisian matrik pertolongan (kegiatan
guru-peserta didik) tersebut ke dalam Kegiatan Inti pada format RPP.

@2014, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

21

Pembelajaran Anatomi dan Fisiologi

Tabel 6. Rancangan Pemaduan Sintaks Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing (Inquiry


Training) dengan Pendekatan Saintifik pada Mata Pelajaran Anatomi dan Fisiologi.
Kompetensi Dasar:
III.1

Memahami anatomi fisiologi sistem tubuh secara umum


4.1 Menyimpulkan anatomi fisiologi terkait dengan sistem tubuh

Indikator
3.1.1Menjelaskan
struktur anatomi
tubuh manusia
secara umum
3.1.2Menjelaskan fisiologi
tubuh manusia
secara umum

4.1.1Membuat
kesimpulan
hubungan anatomi
terkait dengan
sistem tubuh
4.1.2Membuat
kesimpulan
hubungan fisiologi
terkait dengan
sistem tubuh

Sintaks Model

Mengamati

Pendekatan Saintifik
Mengumpulka
Menanya
n Informasi
Guru
meminta
siswa
membuat
pertanyaa
n tentang
hal-hal
yang
masih
belum
dimengert
i dan
kaitan
antara
kelainan
dan faktr
penyebab
Siswa
secara
berkelomp
ok
mendiskus
ikan halhal yang
belum
dimengert
i untuk
menggali
pertanyaa
n lebih

Mengasosi
asi

Mengomunikasi
kan

Guru
menunj
ukkan
gambar
pada
siswa
macam
macam
kelaina
n
anatom
i dan
macam
macam
ganggu
an
fisiologi
Siswa
menga
mati
gambar
yang
diperlih
atkan
guru
Guru
menug
askan
@2014, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

Pembelajaran Anatomi dan Fisiologi


Indikator

Sintaks Model

Mengamati
siswa
menga
nalisis
kelaina
n,
ganggu
an
yang
terjadi
dan
faktor
penyeb
abnya
serta
memint
a

Mengum
pulkan
data dan
memveri
fikasinya

Pendekatan Saintifik
Mengumpulka
Menanya
n Informasi
dalam
tentang
materi
anatomi
dan
fisiologi

Mengasosi
asi

Mengomunikasi
kan

Guru
memi
nta
siswa
meng
umpul
kan
inform
asi
untuk
menja
wab
perta
nyaan
dan
mengi
ngatk
an
pentin
gnya
sikap
kerja
sama,
tolera
nsi
dalam
melak
@2014, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

Pembelajaran Anatomi dan Fisiologi


Indikator

Sintaks Model

Mengamati

Pendekatan Saintifik
Mengumpulka Mengasosi
Menanya
n Informasi
asi
sanak
an
diskus
i
kelom
pok
Siswa
selanj
utnya
berdis
kusi
dan
memb
aca
literat
ur
untuk
menja
wab
perta
nyaan
Masin
gmasin
g
siswa
melak
ukan
verifik
asi
tenta
ng
penye
bab
dan
literat
ur
yang
digun
akan
untuk
memp

Mengomunikasi
kan

@2014, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

Pembelajaran Anatomi dan Fisiologi


Indikator

Sintaks Model

Mengamati

Pendekatan Saintifik
Mengumpulka Mengasosi
Menanya
n Informasi
asi
eroleh
jawab
an
yang
pasti.
Selam
a
kegiat
an
guru
melak
ukan
penda
mping
an
dan
fasilit
asi
terha
dap
kesulit
an
yang
dijum
pai di
setiap
kelom
pok
belaja
r
Guru
melak
ukan
penga
matan
sikap,
penge
tahua
n dan
ketera
mpila
n

Mengomunikasi
kan

@2014, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

Pembelajaran Anatomi dan Fisiologi


Indikator

Sintaks Model

Mengorg
anisasika
n dan
menform
ulasikan
penjelas
an

Mengamati

Pendekatan Saintifik
Mengumpulka
Menanya
n Informasi
siswa

Mengasosi
asi

Gur
u
me
min
ta
pes
ert
a
didi
k
unt
uk
me
mb
uat
kesi
mp
ula
n
dan
me
nyi
apk
an
bah
an
unt
uk
dipr
ese
nta
sik
an
Sis

Mengomunikasi
kan

Guru
menging
atkan
untuk
toleransi
dan
santun
dalam
melakuk
an
kegiatan
presenta
si
Peserta
didik
menyiap
kan
bahan
untuk
melaksa
nakan
presenta
si

@2014, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

Pembelajaran Anatomi dan Fisiologi


Indikator

Sintaks Model

Mengana
lisis
proses
inkuiri

Mengamati

Pendekatan Saintifik
Mengumpulka
Menanya
n Informasi

Mengasosi
Mengomunikasi
asi
kan
wa
sel
anj
utn
ya
me
ngo
lah
dan
me
nyi
mp
ulk
an
dat
a
has
il
dis
kus
i
kel
om
pok
Siswa
mempre
sentasik
an hasil
diskusi
kelompo
k
Peserta
kelompo
k lain
member
i
tanggap
an hasil
kerja
kelompo
k yang
presenta

@2014, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

Pembelajaran Anatomi dan Fisiologi


Indikator

Sintaks Model

Mengamati

Pendekatan Saintifik
Mengumpulka
Menanya
n Informasi

Mengasosi
asi

Mengomunikasi
kan
si
Guru
member
i
penguat
an
terhada
p materi
yang
masih
belum
tepat
saat
presenta
si
dilakuka
n
Selanjut
nya
siswa
memper
baiki
hasil
kerja
kelompo
k
berdasar
kan
masuka
n saat
presenta
si dan
penguat
an guru
Siswa
mengan
alisis
proses
inquiry
yang
telah

@2014, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

Pembelajaran Anatomi dan Fisiologi


Indikator

Sintaks Model

Mengamati

Pendekatan Saintifik
Mengumpulka
Menanya
n Informasi

Mengasosi
asi

Mengomunikasi
kan
dilakuka
n
dengan
dibantu
oleh
guru

D. Latihan
Buatlah pemaduan pendekatan saintifik dengan model belajar yang Saudara pilih berdasarkan analisis menggunakan
format matrik seperti pada tabel 6.

@2014, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

Pembelajaran Anatomi dan Fisiologi

IV.

PEMAHAMAN PENILAIAN HASIL BELAJAR

V.
A. Konsep
VI. Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik adalah proses pengumpulan
informasi/bukti tentang capaian pembelajaran peserta didik dalam
kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial, kompetensi pengetahuan,
dan kompetensi keterampilan yang dilakukan secara terencana dan
sistematis, selama dan setelah proses pembelajaran suatu kompetensi
muatan pembelajaran untuk kurun tertentu.
VII.Pada penilaian hasil belajar Kurikulum 2013 peserta didik dinyatakan
kompeten

bila

hasil

pengukuran

kompetensi

pengetahuan

dan

keterampilan mencapai ketuntasan belajar dengan nilai 2,67 (B-) dan


untuk sikap dengan nilai B (Baik). Penilaian pada Kurikulum 2013 juga
digunakan

penilaian

otentik

baik

terhadap

ranah

sikap,

ranah

pengetahuan maupun terhadap ranah keterampilan. Penilaian otentik


menekankan pada penilaian proses dan hasil belajar secara berimbang.
B. Deskripsi
VIII.

Penilaian otentik adalah pendekatan, prosedur, dan instrumen

penilaian proses dan capaian belajar peserta didik dalam menerapkan


sikap

spiritual

dan

sikap

sosial,

penguasaan

pengetahuan

dan

penguasaan keterampilan yang diperolehnya, dalam bentuk pelaksanaan


tugas perilaku nyata atau perilaku dengan tingkat kemiripan dengan
dunia

nyata,

atau

kemandirian

belajar.

Penilaian

otentik

dalam

pembelajaran dilakukan sebagai berikut.


1. Penilaian Ranah Sikap
IX.
Penilaian ranah

sikap

dilakukan

melalui

pengamatan,

menggunakan lembar pengamatan atau ceklis pengamatan yang


memuat aspek sikap yang diamati. Rincian aspek sikap yang diamati
merujuk pada indikator sikap yang dijabarkan dari KI-1 dan KI-2 pada
saat dilakukan analisis kompetensi. Penilaian sikap dilakukan sebagai
upaya mengembangkan sikap sosial dan sikap religius dalam rangka
pengembangan nilai karakter bangsa.
X.
Oleh karena itu, fokus utama pengembangan sikap pada mata
pelajaran Anatomi dan Fisiologi terletak pada pengembangan sikap
@2014, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

Pembelajaran Anatomi dan Fisiologi

ilmiah yang merupakan bagian dari upaya pencapaian kedua sikap


tersebut (spiritual dan sosial). Guru Anatomi dan Fisiologi perlu
memetakan

sikap

yang

dikembangkan

pada

setiap

materi

pembelajaran sesuai dengan relevansi dan karakteristik baik yang


tersurat maupun yang tersirat pada rumusan KI-3 dan KI-4.
XI. Tabel 7. Teknik dan Instrumen Penilaian Sikap
XII.

Teknik
Penilaia
n

XIII.

Bentuk
Instrumen

XIV.

Keterangan

XV.

Observ
asi

XVI.
XVII.

Daftar cek
Skala penilaian
sikap

XVIII.

Dilakukan selama proses


pembelajaran.

XIX.

Penilaia
n diri

XX.
XXI.

Daftar cek
Skala penilaian
sikap

XXII.

Dilakukan pada akhir


semester

XXIII.

Penilaia
n antar
peserta
didik

XXIV.
XXV.

Daftar cek
Skala penilaian
sikap

XXVI. Dilakukan pada akhir


semester, setiap peserta
didik dinilai oleh 5
peserta didik lainnya.

XXVII. Jurnal

XXVIII. Catatan
pendidik berisi
informasi
tentang
kekuatan dan
kelemahan
peserta didik

XXIX. Berupa catatan guru


tentang kelemahan dan
kekuatan peserta didik
yang tidak berkaitan
dengan mata pelajaran.

XXX.
2. Penilaian Ranah Pengetahuan
XXXI. Kompetensi siswa pada ranah pengetahuan dapat diukur
melalui tes dan nontes. Bentuk tes yang digunakan antara lain adalah
tes tulis (uraian, pilihan ganda, isian, benar salah, dan lain-lain)
dan/atau tes lisan. Sedangkan, bentuk nontes dapat dilakukan melalui
tugas-tugas yang diberikan, baik tugas menjawab soal maupun tugas
membuat laporan dalam bentuk tulisan. Pengukuran kompetensi
pengetahuan melalui tes dan nontes dirancang melalui kisi-kisi soal
mulai dari menyusun indikator pencapaian kompetensi, indikator soal
dan/atau

aspek

penilaian

nontes,

hingga

pedoman

penilaian/penskoran.
XXXII. Penilaian ranah pengetahuan melalui tugas ditekankan pada
aspek yang relevan dengan rumusan kompetensi dasar. Aspek yang
dinilai melalui tugas antara lain: kelengkapan isi, kedalaman/keluasan

@2014, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

Pembelajaran Anatomi dan Fisiologi

isi, dan kebenaran isi. Dalam menilai tugas sebaiknya digunakan


format penilaian berbentuk ceklis atau menggunakan skala penilaian.
3. Penilaian Ranah Keterampilan
XXXIII.Penilaian ranah keterampilan meliputi keterampilan abstrak
dan keterampilan konkret. Keterampilan abstrak cenderung pada
keterampilan seperti menyaji, mengolah, menalar, dan mencipta
dengan dominan pada kemampuan mental (berpikir) tanpa bantuan
alat. Sedangkan untuk ranah konkret cenderung pada kemampuan
fisik seperti menggunakan alat, mencoba, membuat, memodifikasi,
dan mencipta dengan bantuan alat. Penilaian ranah keterampilan
diukur melalui pengamatan pada saat peserta didik bekerja dalam
kelompok, berdiskusi, memresentasikan, melakukan eksperimen atau
tugas kerja projek, dan hasil kerja/produk serta portofolio.
4. Remedial dan Pengayaan
XXXIV.Peserta didik yang belum mencapai ketuntasan belajar (2,67)
wajib mengikuti kegiatan remedial pada semester berjalan hingga
mencapai ketuntasan belajar.
XXXV. Pengayaan adalah pendalaman materi bagi peserta didik yang
memiliki kecepatan

belajar diatas rata-rata waktu

yang telah

ditetapkan.
5. Pelaporan Pencapaian Kompetensi
a. Laporan pencapaian kompetensi sikap
XXXVI.

Laporan

pencapaian

kompetensi

sikap

pada

akhir

semester didasarkan atas modus perilaku sikap spiritual dan sosial


yang sering terjadi dari hasil observasi guru selama satu semester.
b. Laporan pencapaian kompetensi pengetahuan
XXXVII.

Laporan pencapaian kompetensi pengetahuan pada

akhir semester merupakan rerata dari pencapaian kompetensi


minimal (2,67).
c. Laporan pencapaian kompetensi keterampilan
XXXVIII. Laporan

pencapaian

akhir

merupakan

semester

kompetensi
pencapaian

keterampilan
paling

pada

optimum

kompetensi dari batas minimal (2,67).


@2014, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

Pembelajaran Anatomi dan Fisiologi

C. Contoh
1. Penilaian Sikap
XXXIX. Tabel 8. Instrumen dan Rubrik Penilaian Sikap

LXIV. LXV.

Tan
ggu
XLII. Disi XLIII. Juju
XLV.
San
ng
plin
r
tun
Jaw
ab
XLVIII.
XLIX.
L. LI. LII. LIII.LIV.LV. LVI.LVII.LVIII.
LIX.LX. LXI.LXII.LXIII.
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
LXVI.
LXVII.
LXVIII.
LXIX.
LXX.
LXXI.
LXXII.
LXXIII.
LXXIV.
LXXV.
LXXVI.
LXXVII.
LXXVIII.
LXXIX.
LXXX.
LXXXI.

1.
LXXXII.
LXXXIII.

LXXXIV.
LXXXV.
LXXXVI.
LXXXVII.
LXXXVIII.
LXXXIX.
XC.XCI.XCII.XCIII.
XCIV.
XCV.XCVI.
XCVII.
XCVIII.
XCIX.

2.
C.

CII. CIII.CIV.CV. CVI.CVII.


CVIII.
CIX.CX.CXI.CXII.
CXIII.
CXIV.
CXV.
CXVI.
CXVII.

XLI.
XL.
No

CI.

Nam
a
Siswa
/
Kelo
mpok

XLIV.

dst

CXVIII.Keterangan:
CXIX. 4 = jika empat indikator terlihat
CXX. 3 = jika tiga indikator terlihat
CXXI. 2 = jika dua indikator terlihat
CXXII. 1 = jika satu indikator terlihat
CXXIII.
Indikator Penilaian Sikap:
CXXIV. Disiplin
a. Tertib mengikuti instruksi
b. Mengerjakan tugas tepat waktu
c. Tidak melakukan kegiatan yang tidak diminta
d. Tidak membuat kondisi kelas menjadi tidak kondusif
CXXV. Jujur
a. Menyampaikan sesuatu berdasarkan keadaan yang sebenarnya
b. Tidak menutupi kesalahan yang terjadi
c. Tidak mencontek atau melihat data/pekerjaan orang lain
d. Mencantumkan sumber belajar dari yang dikutip/dipelajari
CXXVI. Tanggung Jawab
a Pelaksanaan tugas piket secara teratur.
b Peran serta aktif dalam kegiatan diskusi kelompok
c Mengajukan usul pemecahan masalah.
d Mengerjakan tugas sesuai yang ditugaskan
CXXVII. Santun
a. Berinteraksi dengan teman secara ramah
b. Berkomunikasi dengan bahasa yang tidak menyinggung perasaan
c. Menggunakan bahasa tubuh yang bersahabat
d. Berperilaku sopan
CXXVIII.
Nilai akhir sikap diperoleh dari modul (skor yang paling
sering muncul) dari keempat aspek sikap di atas.
CXXIX.
Kategori nilai sikap:
a. Sangat baik jika memperoleh nilai akhir 4
b. Baik jika memperoleh nilai akhir 3
c. Cukup jika memperoleh nilai akhir 2
d. Kurang jika memperoleh nilai akhir 1

@2014, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

Pembelajaran Anatomi dan Fisiologi

2. Penilaian Pengetahuan
CXXX. Tabel 9. Kisi-Kisi dan Soal Pengetahuan.
CXXXI. Kom
pete
nsi
Das
ar
CXXXVI.
3.1
Memaha
mi
anatomi
fisiologi
sistem
tubuh
secara
umum

CXXXII.
I
ndikato
r
CXXXVII.
.1.1

menjelask
an
struktur
anatomi
tubuh
manusia
secara
umum
CXXXVIII.
3
.1.2
Menjelaska
n fisiologi
tubuh
manusia
secara
umum

CXL.

CXXXIII.
I
ndikato
r Soal

CXXXIV.
Jenis
S CXXXV.
o
a
l

1. Siswa
CXXXIX.
dapat
Tes
menjela
t
skan
e
struktur
r
anatomi
t
tubuh
u
manusia
l
secara
i
umum
s
2. Siswa
dapat
menjela
skan
fisiologi
tubuh
manusia
secara
umu

Soal

1. Jelaskan
struktur
anatomi
tubuh
manusia
secara
umum
2. Jelaskan
fisiologi
tubuh
manusia
secara
umum

CXLI. Keterangan:
CXLII. Pedoman penilaian pengetahuan
CXLIII. Soal no. 1, Skor maksimal 2
CXLIV. Soal no 2,
Skor maksimal 2
CXLV.
CXLVI. Rumus Konversi Nilai
CXLVII.
CXLVIII.
Jumlah skor yang diperoleh
CXLIX.Nilai =
X 4 = ________
CL.
Jumlah skor maksimal
CLI. Pada contoh di atas skor maksimal adalah 4.
3. Penilaian Keterampilan
CLII. Tabel 9. Kisi-Kisi dan Soal Keterampilan
CLVI.
CLIII.

Kom
pete
nsi
Das
ar

CLVIII. 4.1
Menyimpulkan
anatomi
fisiologi
terkait
dengan
sistem
tubuh
CLIX.

CLIV.

Indikator

CLV.

Indikat
or Soal

J
e
n
i
s

CLX. 4.1.1
CLXII. 1.
CLXIV. T
Membuat
e
kesimpulan
s
Disediakan
hubungan
pernyataan
,
anatomi
T
siswa dapat
terkait
e
membuat
dengan
r
kesimpulan
sistem
hubungan
t
tubuh
anatomi terkait
u
dengan
sistem
l
CLXI. 4.1.2
tubuh
terkait
i
Membuat
dengan teks
s
kesimpulan
CLXIII. 2.
hubungan
Disediakan
fisiologi i
pernyataan,
terkait
siswa dapat
dengan
membuat
sistem
kesimpulan
tubuh
hubungan
fisiologi terkait
dengan sistem

CLVII. Soal

S
o
a
l
1. Perhatik
an
pernyata
an dan
gambar
berikut!
Buatlah
kesimpul
an
hubunga
n
anatomi
terkait
dengan
sistem
tubuh
terkait
dengan
teks dan
gambar.

@2014, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

Pembelajaran Anatomi dan Fisiologi


2. Perhatik
an
pernyata
an
berikut!
Buatlah
kesimpul
an
hubunga
n
fisiologi
terkait
dengan
sistem
tubuh

tubuh

CLXV.

CLXVI.
CLXVII.
Pedoman penilaian keterampilan
CLXVIII.
Soal no. 1 dan 2:
CLXIX.skor 2 jika kesimpulan tepat
CLXX.
Skor 1 jika kesimpulan kurang tepat
CLXXI.
Skor 0 jika kesimpulan salah
CLXXII.

CLXXIII.

Rumus Konversi Nilai:

CLXXIV.

CLXXV.
CLXXVI.
CLXXVII.

Jumlah skor yang diperoleh


Nilai =

X 4 = _________
Jumlah skor maksimal

CLXXVIII.

CLXXIX.

Pada contoh

di atas jumlah skor maksimal adalah 4


4. Contoh Laporan Pencapaian Kompetensi
a. Ranah Pengetahuan
CLXXX. Nama Peserta Didik : ...............................
CLXXXI.

Nilai

CLXXXII.
Capaian
Kompetensi

CLXXXIV.

KD 3.1

CLXXXV.
3,30

CLXXXVIII.

KD 3.2

CLXXXIX.
4,00

CXCII. Rerata KD

CXCIII.

CXCVI.
Ulangan
tengah semester
CC.

Ulangan
semester

akhir

CXCVII.
CCI.

CCIV. Nilai Pengetahuan *)

CLXXXIII.
Nilai Akhir
**)

CLXXXVI.
CXC.
CXCIV. 3,
65

CLXXXVII.

CXCVIII.
3,50
CCII. 2,
90
CCV.

CCVII.
Keterangan:
CCVIII.
*) Nilai pengetahuan diperoleh dari rerata nilai KD, UTS,
UAS yang bobotnya diserahkan kepada satuan pendidikan
berdasarkan kompleksitasnya.
CCIX.
**)
Penulisan nilai akhir merujuk pada Pedoman
Penilaian 2014 yang dikeluarkan oleh Puskurbuk.
b. Ranah Keterampilan
@2014, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

Pembelajaran Anatomi dan Fisiologi

CCX.

Nama Peserta Didik : ...............................


CCXI. Nilai

CCXIV.KD 4.1

CCXII. Ca
pa
ia
n
CCXV. 3,
30

CCXVII.

KD 4.2

CCXVIII.
4,00

CCXX.

Nilai Keterampilan *)

CCXXI.
4,00

CCXIII.
Nilai Akhir
**)

CCXVI.
A

CCXXIII. Keterangan:
CCXXIV. *)
Nilai keterampilan diperoleh dari nilai optimum
(capaian tertinggi) dari nilai KD yang dipelajari dalam satu
semester.
CCXXV. **)
Penulisan nilai akhir merujuk pada Pedoman
Penilaian 2014 yang dikeluarkan oleh Puskurbuk.
D. Latihan
CCXXVI. Buatlah instrumen untuk melakukan pengukuran pada aspek
sikap, pengetahuan dan keterampilan dengan menggunakan rubrik
penilaian skala 4.

@2014, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK