You are on page 1of 1

Dasar hukum operasional dan manajemen koperasi berbasis syariah (Studi KOSPIN Syariah

Karanganyar)

Budhiartho Kusuma P.

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dasar hukum yang digunakan oleh KOSPIN
Syariah Karanganyar dalam opersional dan manajemen koperasi serta cara yang digunakan dalam
menyelesaikan sengketa yang terjadi dalam transaksi kaitannya dengan prinsip-prinsip syariah yang
diterapkan dalam produk-produknya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian hukum empiris atau sosiologis
yang bersifat diskriptif. Lokasi penelitian diadakan di KOSPIN Syariah Karanganyar. Jenis data yang
digunakan dalam penelitian ini yaitu primerdan sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu
studi lapangan (wawancara) dan studi kepustakaan baik berupa peraturan perundang-undangan, buku-buku,
tulisan-tulisan dan dokumen-dokumen lainnya. Analisis data menggunakan analisis kualitatif dengan model
interaktif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa dalam melaksanakan operasional dan manajemen
koperasi berpedoman pada Standar Operasional Manajemen dan Standar Operasional Prosedur KOSPIN
Syariah. Perumusan Standar Operasional Manajemen dan Standar Operasional Prosedur tersebut
didasarkan pada Peraturan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia
Nomor: 35.2/PER/M.KUKM/X/2007 tentang Pedoman Standar Operasional Manajemen Koperasi Jasa
Keuangan Syariah dan Unit Jasa Keuangan Syariah dan Lampiran I Peraturan Menteri Negara Koperasi dan
Usaha Kecil dan Menengah Nomor: 35.2/Per/M.KUKM/X/2007 yang dijabarkan dalam Standar Operasional
Prosedur Koperasi Jasa Keuangan Syariah dan Unit Jasa Keuangan Syariah Koperasi serta didasarkan
pada peraturan-peraturan lain yang berkaitan dengan koperasi terutama koperasi syariah. Dalam
penyelesaian sengketa yang terjadi, KOSPIN Syariah terjadi dalam bidang terkait dengan produk pelayanan
pembiayaan yang diberikan, ada beberapa cara yang digunakan yaitu kekeluargaan (damai), beracara di
Peradilan Agama (didasarkan pada Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 Perubahan atas Undang-Undang
Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama), dan Arbitrase Syariah Nasional yang diresmikan oleh
Dewan Syariah Nasional dengan keputusan rapat Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Nomor :
Kep-09/MUI/XII/2003 (didasarkan pada Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase) serta
KOSPIN Syariah juga menggunakan tindakan-tindakan preventif untuk mencegah terjadinya sengketa .

1/1