You are on page 1of 4

PENGEMBANGAN BUDIDAYA IKAN KERAPU

LATAR BELAKANG
Sektor perikanan merupakan harapan yang dapat diandalkan dalam rangka mendukung
pemulihan ekonomi Indonesia akibat krisis. Melalui usaha budidaya alut khususnya
komoditas ikan, diharapkan akan mempercepat upaya pemulihan ekonomi terutama untuk
meningkatkan perolehan devisa negara dari hasil eksport.
Komoditas ikan laut jenis kerapu tikus yang disebut juga kerapu bebek (Cromileptis altivelis)
merupakan komoditas andalan dan permintaan dari pasar eksport (Singapura dan Hongkong)
dari tahun ketahun terus meningkat. Namun demikian pasokannya tidak dapat memenuhi
permintaan kendalanya adalah masih mengandalkan dari penangkapan di alam.
Sedangkan usaha budidaya yang dihasilkan ukuran pasar ideal hanya sebagian kecil, namun
peluang sangat terbuka mengingat pada saat ini produksi benih telah dapat disediakan di Balai
Benih Ikan Pantai.

SASARAN DAN TUJUAN


Sasaran pengembangan budidaya ikan kerapu adalah para masyarakat yang berada di pesisir
pantai dalam rangka pemberdayaan masyarakat pesisir melalui perbesaran ikan kerapu.
Tujuan dari pengembangan budidaya ikan kerapu adalah membesarkan ikan kerapu tikus dari
ukuran 10 cm sampai ukuran pasar (0,3 – 0,5 Kd) di keramba jaring apung.

LOKASI PROYEK
Desa Cigorondong Kecamatan Sumur Kabupaten Pandeglang, dengan luas 5,1 Ha.
KAPASITAS PRODUKSI
Dalam budidaya Ikan Kerapu Tikus kapasitas produksi yang dihasilkan sebayak 400 Kg selama
1 kali musim tanam (6 bulan).

PELUANG PASAR
Pemasaran dari jenis ikan kerapu tikus sangat terbuka lebar hal ini dengan makin banyaknya
permintaan dari berbagai kota – kota besar khususnya daerah Jabodetabek.

RENCANA ANGGARAN BIAYA


Analisa usaha budidaya Ikan Kerapu Tikus, selama 1 kali musim tanam (6 bulan) dalam 1
tahun dengan ukuran saat panen 0,3 – 0,5 Kg/ekor, angka kematian 50 % dan harga jual Rp.
300.000,-/Kg.

Rp. 000,-
Harga Nilai
No. Uraian Sat Jumlah
(Rp) (Rp)
I. Investasi
A Pembuatan rakit KJA
1. Keramba 3x3x3 m bh 6 400,- 2.400,-
2. Kayu 10 / 10 cm Btg 24 30,- 720,-
3. Kayu kaso 4/6 Btg 10 15,- 150,-
4. Pelampung drum plastik Bh 12 200,- 2.400
5. Tali jangkar Kg 100 30,- 3000,-
6. Papan kayu 30 cm Btg 12 35,- 420,-
7. Baud 25 cm Bh 50 7,- 350,-
8. Paku, kawat Kg 10 10,- 100,-
9. Tali pengikat Kg 10 30,- 300,-
10. Pemberat Bh 32 15,- 480,-
11. Jangkar Bh 6 200,- 560,-
12. Upah pembuatan & seting HOK 14 40,- 1.120,-
Total Biaya A 120.080,-
B Sarana dan Prasarana
1. Perahu motor Unit 1 5.000,- 5.000,-
2. Cool box kapasitas 1 ton Unit 1 3.000,- 3.000,-
3. Wadah (ember, bak plastik dll) Paket 3 100,- 300,-
Total Biaya B 8.000,-
Total A + B 20.380,-
II. Biaya Oprasional per Tahun
(1 musim tanam)
A Biaya tetap per tahun
1. Perawatan = 10% dari investasi 2.038,-
2. Penyusutan 20% 4.076,-
3. Bunga modal 15% dari investasi 3.057,-
4. Pungunan ijin usaha 2% dari investasi 407,6,-
Jumlah Biaya Tetap Per Tahun 9.578,6
B Biaya tidak tetap per tahun
(1 kali musim tanam)
1. Pengadaan benih Ekor 2.000 15,- 30.000,-
2. Pakan ikan curah Kg 400 3,- 12.000,-
3. Obat-obat & suplemen Paket 1 1.500,- 1.500,-
4. Serokan Buah 10 30,- 300,-
5. Es batu Blok 10 20,- 200,-
6. Bahan bakar Paket 1 2.000,- 2.000,-
7. Upah :
§ Honor tenaga ahli/teknis Bln 6 1.000,- 6.000,-
§ Tenaga pemeliharaan Bln 6 600,- 3.600,-
Jumlah Tidak Biaya Tidak Tetap 55.600,-
Total Biaya A + B 65.178,6

KELAYAKAN PROYEK
§ Penerimaan :
- Hasil produksi 1 kali musim tanam = 50% x 2..000 ekor x 0,4 Kg = 400 Kg
- Nilai Produksi : 400 Kg x Rp. 300.000,- = Rp. 120.000.000,-
§ Analisa Biaya :
- Keuntungan kotor (III – II) = Rp. 120.000.000,- - 65.178.600,-
- Pajak 10% dari keuntungan kotor = Rp. 5.482.214,-
- Aliran Uang (cash flow) (IV + II A) = Rp. 4.821.400.- -
+ Rp. 4.076.000 = Rp. 58.897.400.-
- Pendapatan Bersih (IV.3 - IV 3 = Rp. 53.415.186,-
- Jangka waktu pengembilan modal
§ Jangka waktu pengambilan modal
- Ibangan pemerimaan (R/C) (III – II) = 1,84 (layak usaha)
- BC ratio = Keuntungan / Total Biaya = 0,84.
KESIMPULAN
Dengan adanya pengembangan budidaya ikan kerapu tikus dengan cara keramba apung
diharapkan peningkatan ekonomi masyarakat yang berada didaerah pesisir dapat meningkat,
serta kualitas dari kerapu tersebut dapat bersaing dengan kerapu yang ada diluar Provinsi
Banten sehingga peluang pasar khususnya manca negara dapat terpenuhi.