You are on page 1of 1

Nyata: Kelembutan Hati Abu Bakar Ash-Shiddiq RA

Dipublikasi pada Monday, 15 December 2003


Topik: Kisah & Hikmah
AlDakwah.org--Telah menceritakan kepada kami Fathimah binti Ali bin Abdillah
Al Wiqayai, pada suatu saat dia ditanya tentang perbuatan yang terkeji yang
pemah dilakukan oleh orang-orang musyrik terhadap Rasulullah SAW, maka dia
menjawab, Menurutku bahwa perbuatan yang dianggap paling keji yang pernah
dilakukan oleh orang-orang musyrik terhadap Rasulullah adalah sebagai berikut:

Suatu ketika Rasulullah sedang duduk di salah satu pojok masjid, sementara mereka
berada pada pojok yang lainnya. Kemudian setelah mereka bermusyawarah, mereka
sepakat untuk mendatangi Rasulullah, dan setibanya di hadapan beliau, mereka
berkata, "Inilah orang yang mengatakan begini dan begitu."

Lalu mereka bertanya kepada beliau, "Kamukah orangnya yang mengatakan begini dan
begitu?"

Rasulullah menjawab, "Ya, benar bahwa akulah orangnya." Mendengar jawaban seperti
itu, maka mereka mengajukan pertanyaan yang sama sebanyak tiga kali, dan
Rasulullah menjawab pertanyaan tersebut dengan jawaban yang sama pula.

Mendengar jawaban Rasulullah seperti itu dan tidak ada perubahan sama sekali, maka
dengan serta merta mereka memukul beliau, dan mereka terus-menerus memukulnya,
sehingga datang teriakan yang ditujukan kepada Abu Bakar, dimana pada waktu itu dia
berada di belakang mereka, terdengar teriakan itu, berseru, Lihatlah temanmu!
Mendengar teriakan itu, maka dengan terburu-buru Abu Bakar pergi dari hadapan kami,
dimana ketika itu dia terhalang sekitar empat baris (dari tempat Rasulullah dipukuli).

Ketika beliau melihat Rasulullah sedang dipukuli mereka, maka dia berkata, "Terkutuk
kalian, apakah kalian akan membunuh seseorang karena mengucapkan bahwa Tuhanku
Allah, padahal dia telah membawa bukti-bukti yang sangat jelas dari Tuhan kalian?"
Setelah itu Abu Bakar memasuki kumpulan mereka seraya menyelamatkan Rasulullah
dari perbuatan mereka.

Melihat tindakan Abu Bakar seperti itu, maka mereka melampiaskan kemarahannya
kepada Abu Bakar. Dengan serta merta mereka memukulinya habis-habisan. Kemudian
Abu Bakar datang kepada kami dalam keadaan babak belur, sehingga kami berkata
dengan penuh emosi, kami harus membalasnya, seperti yang telah mereka perbuat
terhadap Abu Bakar. Akan tetapi kemudian Abu Bakar berkata, Maha Agung Engkau,
wahai Dzat Yang Maha Agung dan Maha Mulia.

(Telah menceritakan kepada kami Fathimah binti Ali bin Abdillah Al Wiqayai, Abu Al
Qasim bin Banan Ar-Razaz, Abu Al Faraj Ath-Thanajiri, Abu Hafash bin Syahin,
Muhammad bin Muhammad bin Sulaiman Al Baghindi, Muhammad bin Yahya bin `Umar
Al 'Adani, Sufyan bin `Uyainah, dari Al Walid bin Katsir, dari Ibnu Tadrus, dari Asma'
binti Abi Bakar)