You are on page 1of 30

PEDOMAN PEMBINAAN

KEMAHASISWAAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH ACEH

A. PENDAHULUAN

Mahasiswa sebagai salah satu komponen sivitas akademika Universitas Muhammadiyah

Aceh (Unmuha) memiliki karakteristik yang heterogen. Untuk itu, perlu dibina dan dikembangkan

sebagai Sumber Daya Manusia (SDM) yang potensial untuk ditingkatkan daya kreativitasnya agar

bersatu padu menjadi lulusan yang sesuai dengan tujuan diselenggarakan pendidikan di Unmuha

dan tujuan Pendidikan Nasional. Oleh karena itu perlu diupayakan suasana kampus yang

sekondusif mungkin dalam bentuk kegiatan kurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler yang utuh.

Pelayanan akademik baik dalam bentuk kurikuler maupun kokurikuler ialah untuk

mengantar mahasiswa mencapai tingkat kesarjanaan, sedangkan pembinaan mahasiswa dalam

bentuk ekstrakurikuler untuk mematangkan kepribadian mahasiswa sesuai dengan potensi yang

dimiliki dan untuk melahirkan lulusan yang sesuai dengan cita-cita dan tujuan pendidikan di

Unmuha.

Agar pembinaan mahasiswa dapat berjalan secara baik, maka perlu disusun Pedoman

Umum Pembinaan Mahasiswa yang bisa dijadikan acuan dasar bagi penentuan kebijaksanaan,

perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian kegiatan.

B. VISI DAN MISI PEMBINAAN

Visi pembinaan Kemahasiswaan, adalah :

Menjadikan pola pembinaan kemahasiswaan yang religius, humanis, dan profesional

berazaskan Islam yang bersumber pada Al-Qur’an dan As-sunnah.

C:\Program Files\PDFConverter\temp\PEDOMAN_PEMBINAAN_MAHASISWA_7090443.doc
1
Misi Pembinaan kemahasiswaan, adalah :

a. Menyelenggarakan pembinaan kemahasiswaan dalam berbagai bidang kegiatan yang dapat

memenuhi tuntutan perkembangan dunia kemahasiswaan dengan tetap bertumpu pada ciri

dan kepribadian Muhammadiyah;

b. Menyelenggarakan pembinaan kemahasiswaan yang berdasarkan prinsip amal ilmiah, dan

ilmu amaliyah.

C. HAKIKAT PEMBINAAN

Hakikat pembinaan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Aceh adalah suatu usaha yang

sistematis bagi penciptaan iklim dan kondisi yang memberikan kemungkinan bagi pengembangan

diri mahasiswa dalam membentuk dirinya sendiri, diharapkan juga kepada Mahasiswa harus

mempunyai tiga unsur pokok yaitu rasa ingin tahu, kritis dan inovatif sejalan dengan peranan dan

tujuan Universitas Muhammadiyah Aceh maupun Pendidikan Nasional.

D. TUJUAN PEMBINAAN

1. Tujuan Umum:

Membentuk akademisi muslim yang berakhlak mulia, cakap, mandiri, percaya pada diri

sendiri dan berguna bagi masyarakat, agama, negara dan bangsa.

2. Tujuan Khusus:

a. Terbinanya kepribadian akademisi muslim yang cakap dan sadar menjalankan tugas

pengabdian;

b. Terbinanya suasana kehidupan kamahasiswaan yang harmonis dan kondusif bagi

pengembangan nilai keilmuan dan ke-Islaman;

c. Terbinanya generasi penerus persyarikatan yang sanggup melanjutkan gerakan amal

usaha Muhammadiyah sebagai kader umat dan kader bangsa.

d. Terciptanya iklim dan kondisi yang kondusif bagi pertumbuhan daya fikir ilmiah yang kritis

serta memupuk daya kreatif mahasiswa.

C:\Program Files\PDFConverter\temp\PEDOMAN_PEMBINAAN_MAHASISWA_7090443.doc
2
E. KONDISI OBJEKTIF MAHASISWA

Pembinaan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Aceh merupakan upaya yang terus-

menerus dilakukan yang berdasarkan pada kondisi objektif mahasiswa itu sendiri. Adapun tujuan

utamanya adalah mengantarkan seluruh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Aceh mencapai

tingkat kesarjanaan dan sekaligus mematangkan kepribadiannya sesuai dengan potensi yang

dimiliki masing-masing mahasiswa. Dengan demikian, akan melahirkan akademisi muslim yang

sesuai dengan cita-cita pendidikan Universitas Muhammadiyah Aceh.

Kondisi objektif mahasiswa Universitas Muhammadiyah Aceh yang dijadikan dasar untuk

mengadakan pembinaan secara kontinyu adalah :

1. Berasal dari masyarakat yang latar belakang sosial ekonomi dan budaya yang beragam;

2. Berasal dari daerah yang beragam dan sebagian besar dari daerah Aceh. Dalam jumlah yang

agak kecil mahasiswa Universitas Muhammadiyah Aceh berasal dari luar Aceh / NAD;

3. Mempunyai basis keagamaan yang berbeda-beda. Pada umumnya adalah beragama islam,

namun terdapat juga yang beragama non-Islam. Mahasiswa yang beragama Islam sebagian

berlatar belakang dari keluarga dan/atau Sekolah Muhammadiyah;

4. Sebagian besar berusia pasca remaja yang tengah mengalami perubahan baik fisik maupun

psikis dan sebagian kecil tergolong berusia, dewasa;

5. Sebagian besar motivasi mahasiswa masuk Universitas Muhammadiyah Aceh beragam dan

sebagian kecil motivasi mereka adalah ingin membina dirinya sesuai dengan ciri khas

Perguruan Tinggi ini yaitu ke-Islaman dan keilmuan.

F. USAHA PEMBINAAN

Untuk mencapai tujuan sebagaimana yang tercantum pada bagian D, usaha-usaha

pembinaan yang dilakukan meliputi :

C:\Program Files\PDFConverter\temp\PEDOMAN_PEMBINAAN_MAHASISWA_7090443.doc
3
1. Menyelenggarakan kegiatan ilmiah yang bersifat kokurikuler dalam bentuk pertemuan ilmiah,

penelitian dan pengabdian pada masyarakat.

2. Menyelenggarakan kegiatan yang berkenaan dengan minat, bakat dan kegemaran baik

berupa kesenian, olah raga, dan unit kegiatan lain yang menunjang prestasi serta

pembentukan kepribadian.

3. Menyelenggarakan pelayanan untuk membantu terpenuhinya kesejahteraan mahasiswa.

4. Menyelenggarakan latihan-latihan pengkaderan yang dilandasi dengan nafas ke-Islaman dan

kemuhammadiyahan.

5. Menyelenggarakan Silaturrahmi Keakaraban Mahasiswa Baru (SIKMABA).

6. Memberikan penghargaan bagi mahasiswa yang berprestasi dan memberikan sanksi bagi

yang melakukan pelanggaran tata tertib kampus.

G. FASILITAS PEMBINAAN

Dalam rangka mendukung penyelenggaraan pembinaan mahasiswa Universitas

Muhammadiyah Aceh, maka disediakan fasilitas yang memadai dan selalu ditingkatkan secara

bertahap sesuai dengan tingkat kemampuan yang ada, meliputi:

1. Tenaga Pembina

Di tingkat Universitas, Pembina utama adalah Rektor dan dibantu oleh para Pembantu Rektor

khususnya Pembantu Rektor bidang kemahasiswaan. Di tingkat fakultas adalah Dekan dan

dibantu oleh para Pembantu Dekan / Wadir khususnya bidang kemahasiswaan.

2. Sarana

Sarana penunjang pembinaan berupa kantor, tempat kegiatan, peralatan lain yang disediakan

oleh Universitas selain swadaya mahasiswa.

3. Dana

Dana pembinaan kemahasiswaan dalam jumlah dan alokasi tertentu dibantu Universitas,

selain itu juga ada usaha dari pihak mahasiswa sebagai upaya untuk melatih kemandirian.

C:\Program Files\PDFConverter\temp\PEDOMAN_PEMBINAAN_MAHASISWA_7090443.doc
4
H. RUANG LINGKUP PEMBINAAN KEMAHASISWAAN

Ruang lingkup pembinaan kemahasiswaan meliputi: 1) pembinaan bidang penalaran, ke-

Islaman dan kemuhammadiyah, 2) minat, bakat dan kegemaran, 3) kesejahteraan dan

pembinaan lingkungan.

1. Pembinaan Bidang Penalaran,

Ke-Islaman dan Kemuhammadiyahan

Pembinaan di bidang penalaran yaitu suatu cara pembinaan untuk melatih olah pikir

mahasiswa. Mahasiswa diarahkan dan dikondisikan agar mereka mampu berpikir kritis

analitis dan mempunyai sikap ilmiah yang realistis, pembinaan penalaran juga merupakan

wahana penempaan proses belajar yang kelak dikemudian hari menumbuhkan suatu sintesis

ide-ide kreatif yang berguna bagi lingkungannya.

Kegiatan pembinaan penalaran terdiri dari ; diskusi ilmiah, seminar, lokakarya ilmiah,

penelitian mahasiswa, penerbitan dan pers mahasiswa, jurnal ilmiah, penerbitan kampus,

lomba-lomba karya tulis ilmiah, lomba karya ilmiah inovatif produktif dll.

a. Penelitian Mahasiswa

Kegiatan penelitian (research) yang dilakukan mahasiswa pada dasarnya memberikan

kesempatan seluas-luasnya pada mahasiswa untuk mengembangkan ilmu dan teknologi

dengan menggunakan kaidah dan prinsip-prinsip keilmuan. Kegiatan tersebut dijamin oleh

pemerintah karena sesuai dengan sifat-sifat perguruan tinggi yang memiliki kebebasan

akademik. Selain itu, sesuai dengan fungsinya sebagai lembaga pembudayaan berpikir

ilmiah, mahasiswa sebagai sivitas akademika memilki hak otonomi untuk mengembangkan

keilmuannya.

Kegiatan penelitian mahasiswa dilaksanakan sesuai dengan bidang keilmuan dan

profesi yang dipilihnya. Kegiatan tersebut semata-mata untuk menopang misi Perguruan

Tinggi yaitu Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan

pengabdian pada masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Universitas, Fakultas dan

Jurusan. Mahasiswa dibina oleh dosen sekaligus sebagai patnernya melakukan penelitian

C:\Program Files\PDFConverter\temp\PEDOMAN_PEMBINAAN_MAHASISWA_7090443.doc
5
bersama. Hasil penelitian mereka dapat dilombakan sebagai karya tulis ilmiah atau karya

ilmiah inovasitif produktif di tingkat Universitas, regional dan bahkan tingkat nasional.

Kegiatan tersebut berguna untuk memotivasi mahasiswa agar mencintai ilmu dan melatih

ketekunan mereka dalam melakukan penelitian dan penulisan ilmiah.

b. Diskusi Ilmiah, Seminar dan Lokakarya

Diskusi ilmiah merupakan kegiatan penalaran yang membahas permasalahan dari

berbagai sudut pandang keilmuan secara bebas oleh masing-masing pembahas dari disiplin

ilmu yang beragam. Diskusi ini dilakukan dengan menggunakan prosedur tertentu dan

dilengkapi dengan data akurat. Di dalam diskusi terjadi dialog pemikiran, perdebatan, serta

adu argumentasi dari perspektif keilmuan. Kegiatan ini bertujuan melatih olah pikir

mahasiswa dan melapangkan wawasan pengetahuan seluas-luasnya. Mahasiswa dalam hal

ini dapat melihat permasalahan dari sudut keilmuan dan sudut praktis yang tidak diperoleh

pada saat perkuliahan. Dengan demikian, mahasiswa terlatih melihat permasalahan dari

tinjauan yang beragam dan dari kenyataan yang ada dalam kehidupan masyarakat. Melalui

kegiatan semacam ini mahasiswa diharapkan tidak terjebak dalam kotak-kotak disiplin ilmu

yang sempit, tentu saja kegiatan ini berbeda dengan seminar walaupun keduanya bersifat

ilmiah. Seminar merupakan pembahasan permasalahan yang ditinjau dari suatu disiplin ilmu

tertentu secara mendalam. Mahasiswa yang bertugas sebagai pembahas seringkali

berhadap-hadapan dengan pembahas lainnya untuk menelaah permasalahan dalam

perspektif keilmuan yang hampir sama. Di dalam kegiatan ini sering muncul informasi-

informasi baru dan teori-teori baru berkenaan dengan masalah-masalah yang dihadapi.

Selain itu, akan ditemukan alternatif pemecahan masalah, sehingga mahasiswa

mendapatkan pengalaman dalam menelaah suatu permasalahan serta memiliki kesempatan

untuk mengkomunikasikan ide-ide tertentu yang berkenaan dengan disiplin ilmu yang

dipelajarinya. Seminar juga dapat digunakan sebagai wahana melatih keterampilan

mengkomunikasikan ilmu secara tertulis atau lisan.

C:\Program Files\PDFConverter\temp\PEDOMAN_PEMBINAAN_MAHASISWA_7090443.doc
6
Adapun lokakarya ialah tindakan lanjut dari seminar. Lokakarya bertujuan

mengkolaborasikan lebih jauh alternatif-alternatif yang ditemukan mahasiswa sehingga

menjadi rumusan-rumusan tindakan berupa program kerja yang akan dilaksanakan. Dengan

memberikan pengalaman berlokakarya pada mahasiswa diharapkan mereka terbiasa untuk

melakukan suatu tindakan secara sistematis dan praktis. Pengalaman yang demikian,

setidaknya turut mewarnai sikap hidup dan kepribadian mahasiswa.

c. Penerbitan Kampus dan Pers Mahasiswa

Penerbitan merupakan wahana yang cukup relevan bagi mahasiswa untuk melatih

keterampilannya dalam bidang tulis-menulis. Mahasiswa diberi kesempatan untuk

mengekspresikan dan mengkomunikasikan ide dan informasi yang mereka peroleh kepada

masyarakat secara lebih luas. Universitas Muhammadiyah Aceh telah mengembangkan

penerbitan kampus yang berupa jurnal “ Mentari ” yang terbit setiap bulan sekali. Di samping

itu juga ada Tabloid Lensa yang baru di bentuk Kepengurusannya yang terdiri dari

Mahasiswa UKM-Pers. Jurnal dan tabloid dikelola oleh redaksi yang terdiri atas para dosen

yang ditunjuk dan mahasiswa senior yang cukup matang dibidang jurnalistik. Adapun para

reporternya terdiri atas mahasiswa yang berminat dan memiliki kegemaran dalam dunia

tulis-menulis yang telah dilatih di bidang jurnalistik. Sesuai dengan fungsinya, reporter

bertugas meliput berita di seputar aktivitas kampus atau meliputi suatu laporan utama di

suatu wilayah atau kejadian yang memiliki nilai berita menarik dan aktual. Dalam proses

produksi jurnalis dan tabloid ini reporter dilibatkan penuh mulai dari penulisan berita, setting

processing, sampai pada tahap pencetakan.

Dengan pengalaman semacam itu, mahasiswa dapat memiliki keterampilan tertentu

khususnya dalam bidang jurnalistik. Selain itu, mereka memiliki nilai lebih dibandingkan

dengan mahasiswa yang tidak pernah terlibat dalam dunia tulis-menulis. Di tingkat fakultas,

mahasiswa juga dilatih dan diberi kesempatan untuk terlibat dalam dunia pers mahasiswa.

2. Pembinaan Bidang Minat, Bakat dan Kegemaran Mahasiswa.

C:\Program Files\PDFConverter\temp\PEDOMAN_PEMBINAAN_MAHASISWA_7090443.doc
7
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Aceh latar belakangnya heterogen, hal ini

berdampak pada pola pembinaan minat, bakat dan kegemaran mahasiswa. Perlu diketahui

bahwa mahasiswa secara individu memiliki kesukaan (hobi) kegemaran, minat, bakat serta

kegemaran tertentu. Tetapi secara umum mahasiswa mempunyai kesukaan hobi, minat dan

bakat yang beragam. Minat merupakan dorongan-dorongan psikis atau motif dan fisik yang

menyebabkan seseorang merasa senang terhadap segala sesuatu yang memang

diminatinya. Minat juga menggambarkan citra estetis terhadap selera yang kemudian menjadi

bagian dari pribadi setiap orang.

Kegemaran merupakan bentuk ekspresi dari minat. Seseorang merasa gembira dan

puas apabila ia melakukan aktivitas yang memang digemarinya. Minat, bakat dan kegemaran

merupakan kebutuhan psikis dan fisik yang perlu dipenuhi, sehingga memerlukan pola

pembinaan dan pengarahan agar menjadi potensi positif yang menunjang prestasi akademik

mahasiswa. Dalam menempuh studi, mahasiswa tidak akan luput dari kebutuhan psikis

tersebut. Minat, bakat dan kegemaran mahasiswa dapat terwujud melalui permainan peran.

Permainan peran yaitu semacam peran sosial yang mendorong munculnya kegemaran ketika

mahasiswa memainkan peran tertentu secara baik. Mahasiswa yang menjadi pemain bola

kaki, bulu tangkis, atau kegiatan seni lainnya akan merasa gembira dan bahagia ketika tim

atau dirinya menjuarai pertandingan atau perlombaan. Ia akan dielu-elukan oleh orang-orang

yang menaruh perhatian terhadap perannya.

Untuk itu, pembinaan di bidang minat, bakat dan kegemaran ini merupakan suatu

upaya membangun kondisi dan situasi di kampus secara kondutif agar para mahasiswa dapat

mengembangkan potensi-potensi dirinya, memperoleh dorongan atau motivasi dari

lingkungan sosialnya, serta dapat memacu prestasi dirinya. Pada sisi yang lain melalui

berbagai aktivitas tersebut dikondisikan bagaimana mahasiswa belajar beinteraksi dan

komunikasi dengan masyarakat/ dunia kerja, sehingga mereka akan lebih dikenal nantinya

saat ia akan kembali. Salah satu wujud pembinaan di bidang ini berupa pengembangan

aktivitas mahasiswa ke dalam unit-unit aktivitas yang terdiri atas: unit aktivitas olah raga, unit

C:\Program Files\PDFConverter\temp\PEDOMAN_PEMBINAAN_MAHASISWA_7090443.doc
8
aktivitas kesenian,dan unit aktivitas lainnya yang bersifat khusus. Unit-unit aktivitas yang

dimaksudkan sebagai berikut:

a. Unit Aktivitas Olah Raga

1) Sepak Bola
2) Catur
3) Bulu Tangkis
4) Bola Basket
5) Silat (Tapak Suci)
6) Bola Volli
7) Tenis Meja
8) Dll

b. Unit Aktivitas Kesenian

1) Musik
2) Fotografi
3) Teater
4) Paduan Suara
5) Sastra dan Bahasa
6) Seni Lukis dan Karikatur
7) Dan lain-lain

c. Unit Aktivitas Bersifat Khusus

1) Resimen Mahasiswa
2) Divisi Mahasiswa Pecinta Alam
3) Korps Sukarela Palang Merah Indonesia
4) Pramuka (Prajamuda Karana)

d. Deskripsi Beberapa Unit-Unit Aktivitas

1. Unit Aktivitas Sepak Bola


Unit aktivitas Sepak Bola dibina secara intensif oleh pelatih yang professional
didamping pembina yang ditunjuk oleh Universitas. Unit aktivitas ini
menyelenggarakan latihan rutin, uji tanding, serta mengikuti lomba atau kompetisi di
tingkat daerah dan nasional.
2. Unit Aktivitas Bela diri
Unit aktivitas ini memiliki perguruan yang terkoordinir dalam Badan Koordinasi Bela
Diri Universitas Muhammadiyah Aceh. Perguruan bela diri ini menyelenggarakan
latihan secara intentif di kampus. Selain itu, juga menyelenggarakan kompetisi antar
mahasiswa dalam kampus atau mengikuti kompetisi baik di tingkat daerah dan
nasional.
3. Unit Aktivitas Bola Basket, Bola Volly dan Tenis Meja
Peningkatan fasilitas untuk kegiatan aktivitas olah raga ini mendorong semakin
banyaknya mahasiswa yang berminat mengikuti kegiatan ini. Aktivitas rutin yang
C:\Program Files\PDFConverter\temp\PEDOMAN_PEMBINAAN_MAHASISWA_7090443.doc
9
dilakukan adalah latihan, uji tanding, dan mengikuti / menyelenggarakan turnamen
baik di tingkat daerah maupun nasional.
4. Unit Aktivitas Bulu Tangkis dan Tenis Lapangan
Unit aktivitas olah raga ini Universitas Muhammadiyah Aceh akan dibentuk bagi
mahasiswa yang berminat. Unit ini sangat potensial untuk dikembangkan, karena ada
beberapa mahasiswa yang secara individu berminat untuk berlatih dan menekuni
olahraga ini.
5. Unit Kegiatan Mahasiswa Pencinta Alam (MAPALA)
Wadah penyaluran minat, bakat dan kegemaran mahasiswa di bidang cinta alam
merupakan unit yang cukup banyak peminatnya. Setiap anggota MAPALA dibina dan
diarahkan untuk memahami dan mencintai alam. Kegiatan yang menonjol pada unit
ini misalnya ; diklat dasar, diklat lanjut, ekspedisi, arung jeram, konservasi lingkungan
dan eksplorasi goa.
6. Resimen Mahasiswa
Unit aktivitas Resimen Mahasiswa yang memiliki koordinasi dengan TNI / POLRI
Pemerintah Dalam Negeri dalam rangka pembinaan kemampuan ketahanan sipil dan
perlawanan rakyat semesta. Untuk menunjang pembentukan watak dan dasar sikap
disiplin, beberapa kegiatan menjadi andalan adalah diklatsar, suskalak dan suskapin
tingkat nasional.
7. Unit Aktivitas Seni dan Musik
Dalam rangka mewadahi minat bakat dan kegemaran di bidang seni musik,
universitas akan mengusahakan untuk memfasilitasi seperangkat lengkap peralatan
musik, mulai dari organ, drum, gitar rithm, gitar melodi, bas gitar, piano dan sound
system. Semua sarana tersebut akan ditempatkan dalam studio kedap suara yang
digunakan secara rutin oleh mahasiswa untuk latihan, pementasan / pegelaran atau
untuk menunjang / memeriahkan kegiatan di berbagai acara Universitas.
3. Pembinaan Bidang Kesejahteraan dan Lingkungan
Pelayanan bidang kesejahteraan mahasiswa yang ada di Universitas Muhammadiyah
Aceh terdiri atas: Poliklinik, Beasiswa, Pusat Bimbingan dan Konseling, Laboratorium
Konsultasi dan Pelayanan Hukum dan Pembinaan Lingkungan.
a. Poliklinik
Sebagai bagian dalam pelayanan kepada kesehatan mahasiswa, telah ada
poliklinik hasil kerjasama Pemerintah Kota Banda Aceh dengan Unmuha, Poliklinik ,
Klinik Fisioterapi dilengkapi dengan tenaga dokter, KRS-PMI dan Tata Usaha. Mahasiswa
yang membutuhkan layanan kesehatan dapat menghubungi setiap jam kerja di dalam
kampus.
C:\Program Files\PDFConverter\temp\PEDOMAN_PEMBINAAN_MAHASISWA_7090443.doc
10
b. Beasiswa
Untuk membantu mahasiswa yang mempunyai prestasi-prestasi khusus seperti
Prestasidibidang olahraga, tersedia beasiswa. Beasiswa dari Pemerintah dan lembaga-
lembaga lain yang bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Aceh. Beasiswa ini
dikelola oleh bagian fasilitas kesejahteraan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Aceh
di bawah koordinasi Biro Kemahasiswaan dan Alumni.
c. Pusat Bimbingan dan Konseling
Pusat bimbingan dan konseling adalah membantu para mahasiswa dan
masyarakat sekitar yang ingin lebih banyak mengenal diri sendiri, ingin mendapatkan
penyesuaian yang lebih baik serta pemecahan masalah-masalah pribadi dan sosial.
Pusat Bimbingan dan Konseling ini di pusatkan di Fakultas Psikologi. Disana selain
diberikan pelayanan di bidang konseling, juga layanan test kejiwaan dan bimbingan karir.
Mahasiswa yang berkeinginan untuk berkonsultasi mengenai segala persoalan dapat
berhubungan dengan Pusat Bimbingan dan Konseling, yang dibina oleh Dosen Psikologi
Unmuha.
d. Laboratorium Konsultasi dan Pelayanan Hukum (Klinis Hukum)
Klinis Hukum melayani segenap sivitas akademik Unmuha dan masyarakat umum.
Pelayanannya berupa konsultasi hukum, penyuluhan hukum, advokasi dan pelatihan-
pelatihan hukum yang semuanya di pusatkan pada ruang peradilan semu Fakultas
Hukum Unmuha.
e. Pembinaan Lingkungan
Pembinaan lingkungan dilakukan dalam rangka membina ketertiban dan
kedisiplinan mahasiswa. Kegiatan ini dilakukan melalui kerjasama yang baik antara
aparat setempat dengan pimpinan Universitas Muhammadiyah Aceh.

SURAT KEPUTUSAN REKTOR


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH ACEH

Nomor : 038 TAHUN 2009

TENTANG

KETENTUAN-KETENTUAN POKOK
PEDOMAN PEMBINAAN LEMBAGA KEMAHASISWAAN
C:\Program Files\PDFConverter\temp\PEDOMAN_PEMBINAAN_MAHASISWA_7090443.doc
11
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH ACEH

REKTOR UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH ACEH

Menimbang : 1. Bahwa pembinaan kelembagaan mahasiswa di lingkungan


Universitas Muhammadiyah Aceh adalah sebagai salah satu upaya
melatih kepekaan dan ketajaman analisis serta pola kepemimpinan
mahasiswa.
2. Di samping itu, lembaga kemahasiswaan dimaksudkan pula sebagai
upaya pembinaan mahasiswa secara sistematis bagi penciptaan iklim
yang kondusif untuk memberikan kemungkinan bagi pengembangan
diri mahasiswa dalam membentuk dirinya sendiri.
3. Bahwa sejalan dengan peranan dan tujuan pendidikan Universitas
Muhammadiyah Aceh maupun tujuan pendidikan nasional, maka
dipandang perlu dibuat Ketentuan-ketentuan Pokok Pedoman
Pembinaan Lembaga kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah
Aceh.

Mengingat : 1. Undang - Undang Nomor ; 20 tahun 2003 t entang Pendidikan


Nasional.
2. Peraturan Pemerintah Nomor: 60 tahun 1999, tentang Pendidikan
Tinggi.
3. Surat Keputusan Menteri P&K Nomor : 155/U/1998, tentang pedoman
Umum Organissasi Kemahasiswaan di perguruan Tinggi.
4. Qaidah Perguruan Tinggi Muhammadiyah tahun 1999.
5. Statuta Universitas Muhammadiyah Aceh tahun 2002.
6. Surat Keputusan Rektor Universitas Muhamadiyah Aceh No. Tahun
2008 tentang Peraturan Disiplin Mahasiswa.

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : KETENTUAN-KETENTUAN POKOK PEDOMAN PEMBINAAN


LEMBAGA KEMAHASISWAAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
ACEH.

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH ACEH


BAB 1
KETENTUAN UMUM

Pasal 1
DALAM KETENTUAN INI YANG DIMAKSUD DENGAN :

1. Rektor adalah pemimpin dan penanggung jawab tertinggi Universitas Muhammadiyah Aceh.
2. Pembantu Rektor III adalah Pembantu Rektor dalam bidang kemahasiswaan.
C:\Program Files\PDFConverter\temp\PEDOMAN_PEMBINAAN_MAHASISWA_7090443.doc
12
3. Dekan adalah pemimpin dan penanggung jawab tertinggi tingkat Fakultas di lingkungan
Universitas Muhammadiyah Aceh.
4. Pembantu Dekan III adalah Pembantu Dekan dalam bidang kemahasiswaan.
5. Ketua Jurusan/Ketua Program Studi adalah Pemimpin dan penanggung jawab tertinggi
tingkat jurusan / Program Studi di Fakultas yang ada di lingkungan Universitas
Muhammadiyah Aceh.
6. KBM adalah Keluarga Besar Mahasiswa Unmuha yang bersifat independen, demokratis,
aspiratif, transparansi dan non struktural.
7. Majelis Perwakilan Mahasiswa Universitas selanjutnya disingkat MPM adalah badan
struktural unsur kelengkapan kemahasiswaan tertinggi di tingkat Universitas dalam bidang
legislatif. MPM dipimpin oleh seorang ketua.
8. Pemerintahan Mahasiswa selanjutnya disingkat PEMA adalah badan struktural unsur
kelengkapan kemahasiswa tertinggi di tingkat universitas dalam bidang eksekutif. PEMA
dipimpin oleh seorang Presiden.
9. Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas selanjutnya disingkat dengan DPMF adalah badan
struktural unsur kelengkapan kamahasiswaan tertinggi di tingkat Fakultas dalam bidang
Legistatif. DPMF dipimpin oleh seorang ketua.
10. Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas selanjutnya disingkat BEMF adalah badan struktural
unsur kelengkapan kemahasiswaan tertinggi di tingkat Fakultas dalam bidang eksekutif.
BEMF dipimpin oleh seorang Gubernur.
11. Himpunan Mahasiswa Jurusan/Himpunan Mahasiswa Program Studi selanjutnya disingkat
HMJ/HMPS adalah wadah pengembangan profesi dalam bidang keilmuan mahasiswa di
tingkat Jurusan/Program Studi.
12. Unit Kegiatan Mahasiswa selanjutnya disingkat UKM adalah unit-unit yang menghimpun
mahasiswa dalam satu kegiatan bidang tertentu di tingkat Universitas.
13. Lembaga Semi Otonom selanjutnya disingkat LSO adalah lembaga yang menghimpun
mahasiswa dalam satu kegiatan bidang tertentu ditingkat Fakultas.
14. Tim Pembina adalah tim yang terdiri atas para dosen yang diangkat dan diberhentikan oleh
Rektor, yang bertugas membina dan mengarahkan kegiatan kemahasiswaan di tingkat
Universitas.
15. Tim pedamping/pembimbing adalah tim yang terdiri atas para Pembina pengarah kegiatan
kemahasiswaan ditingkat Fakultas / Jurusan / Program Studi.
16. Mahasiswa adalah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Aceh yang terdaftar aktif dalam
tahun yang sedang berjalan.
17. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah selanjutnya disebut IMM adalah organisasi
kemahasiswaan yang merupakan organisasi otonom dari Persyarikatan Muhammadiyah
yang pembentukan dan pembinaannya diatur tersendiri sesuai Anggaran Dasar atau
Anggaran Rumah tangga IMM.

Pasal 2
SYARAT-SYARAT UMUM
MENJADI PENGURUS LEMBAGA KEMAHASISWAAN

1. Semua Pengurus Lembaga Kemahasiswaan di lingkungan UNMUHA harus memenuhi


syarat-syarat sebagai berikut :
a. Beragama Islam;
b. Jujur, terpercaya, cakap dan mampu memimpin;
c. Tidak sedang mengalami sanksi akademik dan / atau sanksi kemahasiswaan;
C:\Program Files\PDFConverter\temp\PEDOMAN_PEMBINAAN_MAHASISWA_7090443.doc
13
d. Prestasi akademik baik, sekurang-kurangnya mempunyai IPK 2,75;
e. Tidak menjabat sebagai Pengurus Harian organisasi lain, baik di dalam kampus maupun
di luar kampus;
f. Pada saat pengusulan berlangsung, calon sekurang-kurangnya berada pada semester III
(tiga) dan setinggi-tingginya berada pada semester VII (tujuh) ;
g. Terdaftar aktif sebagai mahasiswa Unmuha dalam tahun yang sedang berjalan;
h. Tidak sedang atau telah melakukan perbuatan yang dapat dikenai sanksi menurut
Peraturan yang berlaku di UNMUHA;
i. Sudah mengikuti kader tingkat dasar;

Pasal 3
POLA HUBUNGAN INTERNAL
LEMBAGA KEMAHASISWAAN

1. Lembaga-lembaga kemahasiswaan ditingkat Fakultas/jurusan/Program Studi mempunyai


hubungan yang bersifat instruktif, koordinatif dan konsultatif dengan penanggung jawab,
pembimbing dan pendampingnya;
2. Antar lembaga kemahasiswaan dalam satu Fakultas mempunyai hubungan koordinatif dan
konsultatif;
3. Lembaga-lembaga kemahasiswaan ditingkat Fakultas/Jurusan/Program Studi, mempunyai
hubungan koordinatif dan konsultatif dengan lembaga kemahasiswaan di tingkat
Universitas;
4. Lembaga-lembaga kemahasiswaan di tingkat Universitas, Fakultas, Jurusan/Program
Studi, mempunyai hubungan koordinatif dan konsultatif dengan lembaga kemahasiswaan
di tingkat Universitas;
5. Kegiatan lembaga kemahasiswaan baik tingkat Universitas maupun Fakultas,
Jurusan/program studi, wajib mendapat persetujuan dan / atau izin dari penanggung jawab
/ pembimbing / pendampingnya;
6. Hubungan kedinasan adalah hubungan antar lembaga atau pejabat di lingkungan
Universitas Muhammadiyah Aceh bersifat struktural, karena yang bersangkutan
menduduki jabatan formal tertentu, misalnya hubungan antar Rektor dengan Dekan,
Dekan dengan Ketua Jurusan;
7. Hubungan instruktur adalah hubungan yang dikarenakan satu pihak bertugas sebagai
Pembina dan pihak yang lain sebagai binaan, misalnya hubungan Rektor dengan MPM
dan PEMA, Dekan/ Direktur dengan DPMF dan BEMF;
8. Hubungan koordinatif adalah hubungan antara Pembina/pembimbing/pendamping dan
/atau antara lembaga kemahasiswaan dengan lembaga kemahasiswaan yang memiliki
derajat hierarkhi yang sama maupun tidak sama dimaksudkan untuk saling tukar munukar
informasi dan menjalin kerjasama untuk pembinaan mahasiswa, misalnya hubungan
Rektor/ Dekan /Direktur dengan MPM/PEMA/DPMF/PEMF dan atau antar MPM dengan
PEMA/DPMF dan lain-lain, dilingkungan Universitas Muhammadiyah Aceh.
9. Hubungan konsultatif adalah hubungan antara Pembina/pembimbing/pedamping dengan
dan / atau antara lembaga kemahasiswaan dalam jaringan hierarkhi struktural dalam
rangka sharing/ tukar pandangan mengenai fungsi dan peran baik berupa kebijaksanaan
maupun operasionalisasi kerja, misalnya hubungan Rektor/Dekan/Direktur dengan
MPM/PEMA , DPMF/BEMF dan / atau MPM dengan PEMA/DPMF.

Pasal 4
POLA HUBUNGAN EKSTERNAL
LEMBAGA KEMAHASISWAAN

C:\Program Files\PDFConverter\temp\PEDOMAN_PEMBINAAN_MAHASISWA_7090443.doc
14
1. Kegiatan lembaga kemahasiswaan tingkat Fakultas, Jurusan/Program Studi, di luar
kampus atau;
2. Kegiatan lembaga kemahasiswaan di tingkat Universitas di luar kampus atau kegiatan
bersama dengan pihak luar kampus wajib mendapat persetujuan dan / atau izin dari
pembinanya;
3. Lembaga-lembaga kemahasiswaan di tingkat Universitas, Fakultas, Jurusan/Program
Studi yang melakukan kegiatan sebagaimana dalam ayat (1) dan (2) pasal 4 ini, wajib
melaporkan kegiatannya kepada penanggung jawab, pembimbing dan pendampingnya;

Pasal 5
KEWAJIBAN PENGURUS LEMBAGA KEMAHASISWAAN

Setiap pengurus lembaga kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Aceh wajib :

1. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;


2. Wajib memelihara sarana dan prasarana serta kebersihan, ketertiban dan keamanan
Universitas Muhammadiyah Aceh;
3. Menghargai ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian;
4. Menjaga nama baik dan kewajiban kepada Universitas sebagai almamater;
5. Menjunjung tinggi kebudayaan nasional, nilai moral dan kebenaran ilmiah yang tidak
bertentangan dengan nilai ajaran Islam;
6. Menjaga integritas pribadi dan kejujuran intelektual;
7. Membantu dan tidak menghalang-halangi terselenggaranya kegiatan Universitas baik
akademik maupun non akademik;
8. Disiplin, jujur, kreatif, inovatif, bertanggung jawab dan menghindari perbuatan yang tercela;
9. Berbudi pekerti luhur dan berpakaian sopan;.
10. Menghormati semua pihak demi terbinanya suasana hidup kekeluargaan;
11. Memelihara dan meningkatkan mutu lingkungan hidup kampus Universitas Muhammadiyah
Aceh;
12. Mentaati semua peraturan dan tata tertib yang berlaku di Universitas Muhammadiyah Aceh;

Pasal 6
HAK PENGURUS LEMBAGA KEMAHASISWAAN

1. Mendapatkan pembinaan, pembimbingan dan pengarahan dari penanggung


jawab/Pembina/pembimbing/pendamping, dan pimpinan Unmuha.
2. Mendapatkan penghargaan disesuaikan dengan prestasi dan dedikasinya.

Pasal 7
SANKSI
1. Setiap pengurus lembaga kemahasiswaan yang melanggar pedoman pembinaan lembaga
kemahasiswaan ini dikenai sanksi,
2. Sanksi yang dikenakan pada pengurus lembaga kemahsiswaan dapat berupa :
a. Teguran lisan;
b. Teguran tertulis,
c. Larangan mengikuti kuliah dalam jangka waktu tertentu;
C:\Program Files\PDFConverter\temp\PEDOMAN_PEMBINAAN_MAHASISWA_7090443.doc
15
d. Penundaan pemberian ijazah;,
e. Pencabutan hak sebagai mahasiswa dan atau pengurus lembaga kemahasiswaan;
3. Pelaksanaan ketentuan dalam ayat 1 dan 2 pasal 7 ini dibuat dengan surat keputusan.

BAB II
LEMBAGA KEMAHASISWAAN YANG DIBENTUK
DAN ATAU YANG DIBINA

Pasal 8

1. Majelis Perwakilan Mahasiswa Universitas (MPM).


2. Pemerintahan Mahasiswa Universitas (PEMA).
3. Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas (DPMF).
4. Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEMF).
5. Himpunan Mahasiswa Jurusan/Himpunan Mahasiswa program Studi (HMJ/HMPS).
6. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).
7. Lembaga Semi Otonom (LSO).
8. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).

BAB III
BAGAN DAN STRUKTUR LEMBAGA KEMAHASISWAAN

Pasal 9

Bagan dan struktur lembaga pembinaan kemahasiswaan di Universitas Muhammadiyah


Aceh sebagai berikut :

C:\Program Files\PDFConverter\temp\PEDOMAN_PEMBINAAN_MAHASISWA_7090443.doc
16
REKTOR DEKAN/DIREKTUR
PR I PR II PR III & PR IV PD I, PD II & PD III / PUDIR I, II, & III

KAJUR/KPS

MPM DPMF

LSO

PEMA BEMF

HMJ/HMPS
UKM

MAHASISWA MAHASISWA

Keterangan :

Hubungan kedinasan :
Hubungan Instruktif :
Hubungan Koordinatif konsultatif :

BAB IV
MAJELIS PERWAKILAN MAHASISWA (MPM)

Pasal 10
KEDUDUKAN

1. MPM berkedudukan ditingkat Universitas.


2. MPM merupakan representasi mahasiswa ditingkat Universitas secara internal dan eksternal.

C:\Program Files\PDFConverter\temp\PEDOMAN_PEMBINAAN_MAHASISWA_7090443.doc
17
Pasal 11
TUGAS DAN FUNGSI

1. MPM mempunyai tugas :


a. Memberikan pendapat, usul dan saran kepada pimpinan Universitas.
b. Merencanakan dan menetapkan Garis-garis Besar Program Kegiatan (GBPK) bagi
PEMA.
c. Mengawasi dan menilai pelaksanaan program kerja PEMA.
d. Memilih ketua PEMA dalam hal Ketua PEMA tidak dipilih secara langsung melalui Pemilu
Raya.

2. MPM mempunyai fungsi :


a. Aspiratif;
b. Legislasi;
c. Kontrol;

Pasal 12
STRUKTUR

1. MPM sekurang-kurangnya terdiri dari :


a. Ketua MPM Mahasiswa Universitas (KA-MPM).
b. Skretaris dan Bendahara.
c. Ketua-ketua Bidang sesuai dengan kebutuhan.

Pasal 13
PROSEDUR PEMBENTUKAN PENGURUS

1. Prosedur pembentukan pengurus MPM melalui tahap :


a. Pemilihan;
b. Penyusunan;
c. Penetapan;
d. Pengesahan;
2. Majelis yang dipilih melalui pemilu Raya, mengadakan Sidang Umum.
3. Agenda Sidang Umum sekurang-kurangnya :
a. Memilih KA-MPM.
b. Menyusun Kepengurusan MPM.
c. Membuat Garis-garis Besar Program Kegiatan (GBPK).
4. Sidang Umum dimaksud sudah selesai dalam waktu selambat-lambatnya 7 x24 jam, sejak
terpilihnya Majelis melalui Pemilu Raya mahasiswa.
5. Mekanisme penyusunan pengurus MPM diatur oleh Ketua MPM bersama-sama dengan
anggota Majelis lainnya dengan berdasarkan pada norma agama, etika dan lembaga serta
tidak bertentangan dengan ketentuan yang berlaku di Unmuha.

Pasal 14
PENGESAHAN

1. Ketua MPM mengajukan susunan pengurus MPM kepada Rektor paling lambat 7 x 24 jam
setelah Sidang Umum Selesai untuk mendapatkan pengesahan.
2. Rektor mengesahkan pengurus MPM dengan Surat keputusan.
3. Rektor melantik pengurus MPM.
C:\Program Files\PDFConverter\temp\PEDOMAN_PEMBINAAN_MAHASISWA_7090443.doc
18
Pasal 15
HAK DAN TANGGUNG JAWAB

1. Pengurus MPM mempunyai hak untuk menyampaikan pendapat, usul dan saran kepada
Pimpinan Universitas untuk pengembangan Unmuha.
2. MPM bertanggung jawab secara kelembagaan kepada Rektor.
3. MPM domisioner dapat memberikan pandangan umum kepada forum sidang umum dalam
reformasi MPM yang baru.
4. Setiap anggota Majelis bertanggung jawab secara fungsional kepada semua mahasiswa
Unmuha melalui Sidang Raya.

Pasal 16
SIDANG-SIDANG

1. MPM mengadakan sidang yang terdiri atas :


a. Sidang Pleno minimal dilaksanakan 2 bulan sekali.
b. Sidang Paripurna minimal dilaksanakan 6 bulan sekali.
c. Sidang Komisi minimal dilakukan 1 bulan sekali.
d. Sidang Khusus bila dipandang perlu.
e. Sidang Raya.
2. Sidang Pleno dipimpin oleh salah seorang pengurus harian, sidang Paripurna dipimpin oleh
Ketua MPM, sidang Komisi dipimpin oleh Ketua Bidang dan sidang khusus dipimpin oleh
Ketua MPM, Sidang Raya diadakan oleh seluruh Mahasiswa Unmuha melalui perwakilan
Fakultas/Akademi dalam sistem Pemilu Raya.
3. Bila dipandang perlu sidang mengundang Rektor dan atau Ketua PEMA.
4. Sidang Raya merupakan Media mekanisme pertanggungjawaban MPM.
5. Sidang Raya dilaksanakan minimal setahun sekali.

Pasal 17
MASA BAKTI, PEMBERHENTIAN DAN PENGGANTIAN

1. Masa bakti pengurus MPM adalah 1 (satu) tahun dan tidak dapat diperpanjang.
2. Pengurus MPM diberhentikan karena :
a. Masa baktinya sudah habis;
b. Meninggal dunia, atau
c. Atas kemauan sendiri, atau
d. Melakukan pelanggaran terhadap peraturan yang berlaku di Unmuha, atau
e. Tidak melaksanakan tugas sebagai pengurus, atau

f. Telah di Wisuda atau lulus, atau


g. Tidak memenuhi persyaratan lagi sebagai pengurus lembaga kemahasiswaan.
3. Dalam keadaan yang memaksa, Ketua MPM dapat melakukan penggantian pengurus antar
waktu.
4. Rektor menetapkan penggantian pengurus MPM antar waktu dengan Surat Keputusan

BAB V
DEWAN PERWAKILAN MAHASISWA FAKULTAS (DPMF)

Pasal 18
C:\Program Files\PDFConverter\temp\PEDOMAN_PEMBINAAN_MAHASISWA_7090443.doc
19
KEDUDUKAN

1. DPMF berkedudukan di Fakultas.


2. DPMF merupakan representasi mahasiswa di tingkat Fakultas yang menjadi wadah
pengembangan penalaran, kesejahteraan, Ke-Islaman, kemuhammadiyahan, minat dan
kegemaran.

Pasal 19
STRUKTUR

Pengurus DPMF sekurang-kurangnya terdiri atas :

a. Ketua
b. Bendahara
c. Sekretaris
d. Ketua-ketua bidang sesuai dengan kebutuhan.

Pasal 20
TUGAS DAN FUNGSI
1. DPMF bertugas :
a. Membuat Garis-garis Besar program Kerja (GBPK).
b. Memberikan saran dan pertimbangan kepada BEMF.
c. Mengawasi dan menilai pelaksanaan program kerja BEMF.
d. Memilih ketua BEMF, dalam hal Ketua BEMF tidak dipilih secara langsung melalui Pemilu
Raya.
2. DPMF mempunyai fungsi :
a. Aspiratif.
b. Legislasi.
c. Kontrol.

Pasal 21
PROSEDUR PEMBENTUKAN PENGURUS

1. Prosedur pembentukan pengurus DPMF melalui tahap :


a. Pemilihan.
b. Penyusunan.
c. Penetapan.
d. Pengesahan.

2. Perwakilan terpilih dalam Pemilu Raya, selanjutnya mengadakan Sidang Umum, yang
agenda utamanya adalah :
a. Memilih ketua DPMF.
b. Membentuk Struktur dan pengurus DPMF.
c. Membuat Garis-garis Besar Program kerja (GBPK) DPMF.
d. Mempersiapkan pemilihan Ketua BEMF, dalam hal Ketua BEMF tidak terpilih secara
langsung melalui Pemilu Raya.
3. Sidang Umum dimaksud berlangsung dan harus selesai dalam waktu selambat-lambatnya
7x24 jam, sejak Senator dipilih melalui Pemilu Raya Mahasiswa.

Pasal 22
PENGESAHAN
C:\Program Files\PDFConverter\temp\PEDOMAN_PEMBINAAN_MAHASISWA_7090443.doc
20
1. Ketua DPMF mengajukan susunan DPMF kepada Dekan/direktur paling lambat 7x24 jam
setelah Sidang Umum selesai untuk mendapatkan pengesahan
2. Dekan /Direktur mengesahkan pengurus DPMF dengan Surat Keputusan
3. Dekan / Direktur dapat melantik DPMF.

Pasal 23
HAK DAN TANGGUNG JAWAB

Pengurus DPMF mempunyai hak :


1. Menyampaikan pendapat, usul dan saran kepada Pimpinan Fakultas / Akademi untuk
pengembangan Fakultas / Akademi
2. DPMF bertanggung jawab secara kelembangaan kepada Dekan/Direktur.
3. DPMF demisioner dapat memberikan pandangan umum kepada forum sidang umum dalam
reformasi DPMF yang baru.
4. Setiap anggota bertanggung jawab secara fungsional kepada semua mahasiswa Fakultas
/Akademi melalui Sidang Raya.

Pasal 24
SIDANG-SIDANG

1. DPMF mengadakan Sidang Pengurus sekurang-kurangnya 2 (dua) bulan sekali.


2. Sidang pengurus berbentuk :
a. Sidang Pleno.
b. Sidang Paripurna.
c. Sidang Komisi.
d. Sidang Khusus bila dipandang perlu.
e. Sidang Raya.
3. Sidang Pleno dipimpin oleh salah seorang pengurus harian, sidang Paripurna dan Sidang
Khusus dipimpin oleh Ketua DPMF, sidang Komisi dipimpin oleh salah satu Ketua Bidang,
Sidang Raya diadakan oleh seluruh mahasiswa Fakultas / akademik melalui perwakilan
kelasnya masing dalam sistem Pemilu Raya.
4. Bila dipandang perlu sidang pengurus dapat mengundang Dekan/Direktur, dan / atau BEMF.
5. Sidang Raya merupakan media mekanisme pertanggung jawaban Senat Fakultas (DPMF).
6. Sidang Raya dilaksanakan minimal setahun sekali.

Pasal 25
MASA BAKTI, PEMBERHENTIAN DAN PENGGANTIAN

1. Masa bakti pengurus DPMF adalah 1 (satu) tahun dan tidak dapat diperpanjang.
2. Pengurus DPMF diberhentikan karena :
a. Masa baktinya sudah habis, atau
b. Meninggal dunia, atau
c. Atas kemauannya sendiri, atau
d. Melakukan pelanggaran terhadap peraturan yang berlaku di Unmuha, atau
e. Tidak melaksanakan tugas sebagai pengurus, atau
f. Tidak memenuhi persyaratan lagi sebagai pengurus lembaga kemahasiswaan.

C:\Program Files\PDFConverter\temp\PEDOMAN_PEMBINAAN_MAHASISWA_7090443.doc
21
3. Dalam keadaan yang memaksa Ketua DPMF dapat melakukan penggantian pengurus DPMF
antar waktu.
4. Dekan/Direktur menetapkan penggantian pengurus DPMF antar waktu dengan Surat
Ketetapan.

BABA VI
PEMERINTAHAN MAHASISWA (PEMA)

Pasal 26
KEDUDUKAN

1. PEMA berkedudukan di tingkat Universitas.


2. PEMA merupakan wadah kegiatan mahasiswa dalam bidang eksekutif dan
manajerial/organisatoris.

Pasal 27
TUGAS DAN FUNGSI

1. PEMA bertugas
a. Melaksanakan semua program yang telah ditentukan di dalam Garis-Garis Besar
Program Kerja (GBPK) yang dibuat oleh MPM.
b. Merencanakan dan mengorganisasian program kegiatan kemahasiswaan di tingkat
Universitas.
c. PEMA bertanggung jawab kepada MPM, dalam hal ketua PEMA tidak dipilih secara
langsung melalui Pemilu Raya mahasiswa.
2. PEMA mempunyai fungsi :
a. Eksekusi / pelaksana aspirasi mahasiswa (student aspiration service).
b. Manajerial / organisatoris.

Pasal 28
STRUKTUR

PEMA sekurang-kurangnya terdiri atas :


a. Ketua
b. Sekretaris
c. Bendahara
d. Ketua-ketua Bidang sesuai dengan kebutuhan.

Pasal 29
PROSEDUR PEMBENTUKAN PENGURUS

1. Prosedur pemilihan pengurus PEMA melalui tahap :


a. Pemilihan.
b. Penyusunan.
c. Penetapan.
d. Pengesahan.
2. Mekanisme prosedur pemilihan pengurus PEMA sebagaimana dalam ayat 1 (satu) huruf a –
c, di atas diatur oleh MPM, dalam hal Ketua PEMA tidak dipilih secara langsung melalui
Pemilu Raya Mahasiswa.
C:\Program Files\PDFConverter\temp\PEDOMAN_PEMBINAAN_MAHASISWA_7090443.doc
22
3. Apabila Ketua PEMA dipilih langsung melalui Pemilu Raya Mahasiswa, pembentukan
pengurus PEMA dilakukan oleh ketua PEMA terpilih.
4. Pembentukan pengurus sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), (2), dan (3) pasal 27 ini
sudah harus selesai paling lambat dalam waktu 7x24 jam setelah Pemilu Raya berakhir.
5. Pengurus PEMA disahkan oleh Rektor.

Pasal 30
HAK DAN TANGGUNG JAWAB

1. Pengurus PEMA memiliki hak :


a. Menyampaikan pendapat kepada MPM dan atau kepada Rektor.
b. Pengurus PEMA bertanggung jawab secara kelembagaan kepada Rektor.
c. Pengurus PEMA bertanggung jawab secara fungsional langsung kepada MPM, dalam hal
Ketua PEMA tidak dipilih secara langsung melalui Pemilu Raya Mahasiswa, dalam hal
Ketua PEMA dipilih langsung melalui Pemilu Raya Mahasiswa, pengurus PEMA
bertanggung jawab langsung kepada semua mahasiswa Unmuha melalui sidang Raya.

Pasal 31
SIDANG-SIDANG

1. Sidang terdiri atas :


a. Sidang Pleno.
b. Sidang Komisi.
c. Sidang Paripurna.
d. Sidang Khusus bila diperlukan.
e. Sidang Raya.
2. Sidang Pleno, sidang Khusus dan Sidang Paripurna dipimpin oleh ketua PEMA, Sidang
Komisi dipimpin oleh pengurus harian/ketua bidang.

Pasal 32
MASA BAKTI, PEMBERHENTIAN DAN PENGGANTIAN

1. Masa bakti PEMA satu tahun dan tidak dapat diperpanjang.


2. Pengurus PEMA diberhentikan karena :
a. Masa bakti sudah habis,atau
b. Atas kemauan sendiri, atau
c. Meninggal dunia, atau

d. Melakukan pelanggaran terhadap peraturan yang berlaku di Unmuha, atau


e. Tidak melaksanakan tugas sebagai pengurus, atau
f. Tidak memenuhi persyaratan lagi sebagai pengurus.
3. Pemberhentian dilakukan dengan Surat Keputusan Rektor.
4. Dalam keadaan yang mendesak Ketua PEMA dapat melakukan penggantian antar waktu
pengurus PEMA.
5. Hasil penggantian pengurus antar waktu ditetapkan oleh Rektor.

BAB VII
BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA FAKULTAS
C:\Program Files\PDFConverter\temp\PEDOMAN_PEMBINAAN_MAHASISWA_7090443.doc
23
( BEMF)

Pasal 33
KEDUDUKAN

1. BEMF berkedudukan di tingkat Fakultas.


2. BEMF merupakan wadah kegiatan mahasiswa dalam bidang eksekutif dan manajerial
/organisatoris

Pasal 34
STRUKTUR

BEMF sekurang-kurangnya terdiri atas :

a. Ketua
b. Bendahara
c. Sekretaris
d. Ketua-ketua bidang sesuai dengan kebutuhan.

Pasal 35
TUGAS DAN FUNGSI

1. BEMF bertugas :
a. Melaksanakan semua program kerja yang telah ditetapkan dalam Garis-garis Besar
Program Kerja (GBPK) yang dibuat oleh DPMF.
b. Merencanakan dan mengkoordinasikan program kegiatan kemahasiswaan di Fakultas.

2. BEMF mempunyai fungsi :


a. Pelaksana aspirasi mahasiswa (student aspiration service)
b. Manajerial /organisatoris.

Pasal 36
PROSEDUR PEMBENTUKAN

1. Prosedur pembentukan pengurus BEMF melalui tahap :


a. Pemilihan.
b. Penyusunan.

c. Penetapan.
d. Pengesahan.
2. Pembentukan pengurus BEMF dilakukan paling lambat 5x24 jam setelah Pemilu Raya
Mahasiswa berakhir.
3. Prosedur pelaksanaan dalam ayat (1) huruf a-c, dan (2) di atas, akan diatur oleh DPMF
dalam hal Ketua BEMF tidak dipilih secara langsung melalui Pemilu Raya Mahasiswa, dan
diatur oleh Ketua BEMF dalam hal Ketua BEMF dipilih secara langsung melalui Pemilu Raya
Mahasiswa.

Pasal 37
C:\Program Files\PDFConverter\temp\PEDOMAN_PEMBINAAN_MAHASISWA_7090443.doc
24
PENGESAHAN

1. Ketua BEMF mengajukan susunan pengurus kepada Dekan/Direktur untuk mendapatkan


pengesahan.
2. Dekan /Direktur mengesahkan susunan pengurus BEMF dengan Surat Keputusan.

Pasal 38
HAK DAN TANGGUNG JAWAB

1. Pengurus BEMF mempunyai hak :


a. Menyampaikan pendapat, usul dan saran kepada Dekan /Direktur / DPMF.
b. Mendapatkan pembinaan, pembimbingan dan pendampingan dari
Pembina/pembimbing/pendamping.
2. Pengurus BEMF bertanggung jawab secara kelembagaan kepada Dekan/Direktur.
3. Pengurus BEMF bertanggung jawab secara fungsional kepada DPMF dalam hal Ketua BEMF
tidak dipilih secara langsung melalui Pemilu Raya Mahasiswa, dan dalam hal Ketua BEMF
dipilih secara langsung melalui Pemilu Raya Ketua BEMF bertanggung jawab kepada
mahasiswa melalui Sidang Raya.

Pasal 39
SIDANG-SIDANG

1. Sidang BEMF terdiri atas :


a. Sidang Pleno.
b. Sidang Paripurna.
c. Sidang Komisi.
d. Sidang Khusus bila dipandang perlu.
e. Sidang Raya.
2. Sidang Pleno, Sidang Paripurna dan Sidang Khusus dipimpin oleh Ketua BEMF, Sidang
Komisi dipimpin oleh salah satu Ketua Bidang.
3. Dekan/Direktur dapat diundang dalam Sidang jika dipandang perlu.

Pasal 40
MASA BAKTI, PEMBERHENTIAN DAN PENGGANTIAN

1. Masa bakti pengurus BEMF adalah 1 (satu) tahun dan tidak dapat diperpanjang.
2. Pengurus BEMF diberhentikan karena :
a. Masa baktinya sudah habis, atau
b. Meninggal dunia, atau
c. Atas kemauannya sendiri, atau
d. Melakukan pelanggaran terhadap peraturan yang berlaku di Unmuha, atau
e. Tidak melaksanakan tugas sebagai pengurus, atau
f. Tidak memenuhi persyaratan lagi sebagai pengurus.
C:\Program Files\PDFConverter\temp\PEDOMAN_PEMBINAAN_MAHASISWA_7090443.doc
25
3. Dalam keadaan yang memaksa Ketua BEMF dapat melakukan penggantian pengurus antar
waktu.
4. Dekan/Direktur menetapkan penggantian pengurus BEMF antar waktu dengan Surat
Ketetapan.

BAB VIII
HIMPUNAN
MAHASISWA JURUSAN/PROGRAM STUDI
(HMJ/HMPS)

Pasal 41
KEDUDUKAN

1. HMJ/HMPS berkedudukan di tingkat Jurusan/Program Studi.


2. HMJ/HMPS membina dan mengembangkan profesi dan bidang keilmuan mahasiswa sesuai
dengan jurusan/program studinya.

Pasal 42
TUGAS DAN FUNGSI

1. HMJ/HMPS bertugas melaksanakan kegiatan pengembangan dalam bidang keilmuan, profesi


dalam lingkungan Jurusan / Program Studi.
2. HMJ/HMPS mempunyai fungsi penunjang pelaksana aspirasi mahasiswa dalam lingkungan
Jurusan /Program Studi.

Pasal 43
HAK DAN TANGGUNG JAWAB

1. Pengurus HMJ/HMPS mempunyai hak :


a. Menyampaikan pendapat, usul kepada Ketua Jurusan/ketua program Studi, dan atau
BEMF.
b. Mendapatkan pembinaan, pembimbingan dan pendamping dari Pembina, pembimbing
dan pendamping.
2. Pengurus HMJ/HMPS bertanggung jawab secara kelembagaan kepada Dekan/Direktur
melalui Ketua Jurusan/Ketua program Studi.

3. HMJ/HMPS bertanggung jawab secara fungsional kepada BEMF, dalam hal Ketua
HMJ/HMPS tidak dipilih secara langsung melalui Pemilu Raya Mahasiswa dan dalam hal
Ketua HMJ/HMPS dipilih secara langsung melalui Pemilu Raya. Ketua HMJ/HMPS
bertanggung jawab kepada Himpunan Mahasiswa yang bersangkutan.

Pasal 44
STRUKTUR

HMJ/HMPS sekurang-kurangnya terdiri atas :

a. Ketua
C:\Program Files\PDFConverter\temp\PEDOMAN_PEMBINAAN_MAHASISWA_7090443.doc
26
b. Bendahara
c. Sekretaris
d. Ketua-ketua bidang sesuai dengan kebutuhan.

Pasal 45
PROSEDUR PEMBENTUKAN

1. Pembentukan pengurus HMJ/HMPS melalui tahap :


a. Pemilihan.
b. Penyusunan.
c. Penetapan.
d. Pengesahan.
2. Mekanisme pembentukan sebagaimana dalam ayat (1) huruf a-c, tersebut diatur oleh BEMF
dalam hal Ketua HMJ/HMPS tidak dipilih secara langsung melalui Pemilu Raya Mahasiswa
dan dalam hal Ketua HMJ/HMPS dipilih secara langsung melalui Pemilu Raya Mahasiswa,
mekanismenya diatur oleh Ketua HMJ/HMPS

Pasal 46
PENGESAHAN

1. Ketua HMJ/HMPS mengajukan susunan pengurus HMJ/HMPS kepada Dekan/Direktur untuk


mendapatkan pengesahan.
2. Dekan /Direktur mengesahkan susunan pengurus HMJ/HMPS dengan Surat Keputusan.
3. Dekan /Direktur dapat melantik pengurus HMJ/HMPS.

Pasal 47
MASA BAKTI, PEMBERHENTIAN DAN PENGGANTIAN

1. Masa bakti pengurus HMJ/HMPS adalah satu tahun, dan tidak dapat diperpanjang.
2. Pengurus HMJ/HMPS diberhentikan karena :
a. Masa bektinya sudah habis, atau
b. Meninggal dunia, atau
c. Atas kemauannya sendiri, atau
d. Melakukan pelanggaran terhadap peraturan yang berlaku di Unmuha, atau
e. Tidak melaksanakan tugas sebagai pengurus, atau
f. Tidak memenuhi persyaratan lagi sebagai pengurus.

3. Dalam keadaan yang memaksa Ketua HMJ/HMPS dapat melakukan penggantian pengurus
antar waktu.
4. Dekan/Direktur menetapkan penggantian pengurus HMJ/HMPS antar waktu dengan Surat
Ketetapan.

BAB IX
UNIT KEGIATAN MAHASISWA (UKM)

Pasal 48
KEDUDUKAN, TUGAS, DAN TANGGUNG JAWAB

1. UKM berkedudukan di tingkat Universitas.


C:\Program Files\PDFConverter\temp\PEDOMAN_PEMBINAAN_MAHASISWA_7090443.doc
27
2. UKM adalah unit kegiatan yang dikelola mahasiswa atas dasar bakat dan minat dan
kegemaran khusus mahasiswa.
3. UKM membantu membina dan mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam bidang
tertentu.
4. UKM bertanggung jawab kepada Rektor.

Pasal 49
PEMBENTUKAN, PENGESAHAN DAN MASA BAKTI

1. Pembentukan UKM dilakukan dan disahkan dengan keputusan Rektor.


2. Usulan pembentukan UKM dilakukan oleh sekurang-kurangnya 50 mahasiswa dan minimal
dari 5 Fakultas di lingkungan Unmuha.
3. Untuk disahkan menjadi UKM, sedikit-dikitnya harus menjalani masa uji coba selama satu
tahun dan telah dinyatakan layak berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan oleh Rektor.
4. Pembentukan UKM disahkan dengan Keputusan Rektor.
5. Pengurus UKM diangkat dan diberhentikan dengan Surat Keputusan Rektor.
6. Penyelenggaraan UKM didasarkan pada AD/ART tersendiri.
7. AD/ART sebagaimana dimaksud dalam ayat (6) tersebut, tidak boleh bertentangan dengan
peraturan yang berlaku di Unmuha.
8. Masa bakti pengurus UKM adalah satu tahun dan tidak dapat diperpanjang.

Pasal 50
EVALUASI

1. Setiap kegiatan UKM harus dilaporkan kepada Pembina selambat-lambatnya 7x24 jam
setelah kegiatan selesai.
2. Setiap UKM tidak diperkenankan mengadakan kegiatan baru sebelum melaporkan kegiatan
yang terdahulu.
3. Setiap UKM yang tidak melaporkan kegiatannya sebagaimana dalam ayat (1) di atas
selambat-lambatnya 3 bulan sejak kegiatan tersebut selesai, UKM yang bersangkutan
dibekukan.
4. UKM yang tidak melakukan kegiatan sekurang-kurangnya 6 bulan berturut-turut selama masa
kepengurusannya dapat dibekukan oleh Rektor.
5. Jika ketentuan dalam ayat (3,4) di atas tidak dipenuhi dalam waktu selambat-lambatnya 2
bulan sejak dinyatakan dibekukan, UKM yang bersangkutan dinyatakan bubar dengan Surat
Keputusan Rektor.

BAB X
LEMBAGA SEMI OTONOM (LSO)

Pasal 51
KEDUDUKAN, TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB

1. LSO adalah lembaga yang dikelola mahasiswa atas dasar bakat dan minat, kegemaran,
bidang penalaran serta ke-Islaman kemuhammadiyahan/kesejahteraan mahasiswa.
2. LSO berkedudukan di tingkat Fakultas.
3. LSO membantu membina dan mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam bidang
tertentu.
4. LSO bertanggung jawab kepada Dekan/Direktur.
C:\Program Files\PDFConverter\temp\PEDOMAN_PEMBINAAN_MAHASISWA_7090443.doc
28
Pasal 52
PEMBENTUKAN, PENGESAHAN DAN MASA BAKTI

1. Pembentukan LSO disahkan dengan Keputusan Dekan/Direktur.


2. Usulan pembentukan LSO dilakukan oleh sekurang-kurangnya 20 mahasiswa.
3. Untuk disahkan menjadi LSO, sekurang-kurangnya harus menjalani masa uji coba selama
satu tahun dan telah dinyatakan layak berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan oleh
Dekan/Direktur.
4. Pengurus LSO diangkat dan diberhentikan dengan Surat Keputusan Dekan/Direktur.
5. Penyelenggaraan LSO di dasarkan pada AD/ART tersendiri.
6. AD/ART sebagaimana dimaksud dalam ayat (6) tersebut, tidak boleh bertentangan dengan
peraturan yang berlaku di Unmuha.

Pasal 53
EVALUASI

1. Setiap kegiatan LSO harus dilaporkan kepada Pembina selambat-lambatnya 7x24 jam
setelah kegiatan selesai.
2. Setiap LSO tidak diperkenankan mengadakan kegiatan baru sebelum melaporkan kegiatan
yang terdahulu.
3. Setiap LSO yang tidak melaporkan kegiatannya sebagaimana dalam ayat (1) di atas
selambat-lambatnya 3 bulan sejak kegiatan tersebut selesai, LSO yang bersangkutan
dibekukan.
4. LSO yang tidak melakukan kegiatan sekurang-kurangnya 6 bulan berturut-turut selama masa
kepengurusannya dapat dibekukan oleh Rektor.
5. Jika ketentuan dalam ayat (3,4) diatas tidak dipenuhi dalam waktu selambat-lambatnya
2 bulan sejak dinyatakan dibekukan, LSO yang bersangkutan dinyatakan bubar dengan Surat
Keputusan Rektor.

BAB XI
IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH (IMM)

Pasal 54
STATUS, FUNGSI DAN TANGGUNG JAWAB

IMM adalah organisasi mahasiswa yang otonom dalam persyarikatan Muhammadiyah dan
kebaradaannya di Universitas Muhammadiyah Aceh memiliki hubungan fungsional dan aspiratif
dalam bidang kaderisasi ke-Islaman dan Kemuhammadiyahan dan bertanggung jawab kepada
Rektor.

Pasal 55
C:\Program Files\PDFConverter\temp\PEDOMAN_PEMBINAAN_MAHASISWA_7090443.doc
29
PEMBINAAN DAN PENYELENGGARAAN

1. Rektor adalah Pembina IMM.


2. Hal lain yang menyangkut penyelenggaraan organisasi IMM di lingkungan Universitas
Muhammadiyah Aceh berpedoman dan tidak boleh bertentangan dengan Anggaran
Dasar/Anggaran Rumah Tangga Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah yang berlaku.

BAB XII
KETENTUAN PERALIHAN

Pasal 56

1. Hal-hal yang belum diatur dalam ketentuan ini akan diatur dalam peraturan tersendiri.
2. Segala peraturan kemahasiswaan yang telah ada dan tidak bertentangan dengan pedoman
Pembina kemahasiswaan ini masih tetap berlaku.
3. Ketentuan ini akan ditinjau kembali bila dipandang perlu.
4. Ketentuan ini mulai berlaku sejak ditetapkan.

BAB XIII
KETENTUAN PENUTUP

Pasal 57

Ketentuan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan agar setiap mahasiswa mengetahuinya.

Ditetapkan di : Banda Aceh


Pada tanggal : 02 Mei 2009
Rektor
Universitas Muhammadiyah Aceh
C:\Program Files\PDFConverter\temp\PEDOMAN_PEMBINAAN_MAHASISWA_7090443.doc
30

Drs. H. Muharrir Asy’ari, Lc., M.Ag