You are on page 1of 27

TANYA JAWAB AKUNTANsI KEUANGAN

Sebagian besar dari mahasiswa tingkat akhir seringkali kesulitan memahami dan menjawab
pertanyaan-pertanyaan sederhana mengenai soal-soal akuntansi keuangan . Hal tersebut bisa jadi
karena sejak awal mereka tidak menguasai prinsip-prinsip akuntansi dan dan tidak mengerti
maksud dari suatu proses akuntansi, kebanyakan hanya mengingat dan menghapal.
Para mahasiswa tingkat akhir sudah seharusnya dapat belajar dan membuka kembali buku-buku
yang pada tingkat-tingkat awal jadi buku pegangan mereka agar lebih memahami prinsip dan
proses akuntansi dimaksud.
Berikut ini kami akan mencoba untuk membantu para para mahasiswa untuk merefresh kembali
hal-hal yang mungkin pernah mereka dapatkan selama mempelajari akuntansi. Materi ini hanya
sebagian kecil dan tidak dimaksudkan untuk dijadikan acuan . Sangat disarankan agar setelah
membaca contoh soal jawab ini, para mahasiswa langsung membuka kembali literatur
terkait agar memiliki pemahaman utuh.

Contoh soal jawab :

1. Jelaskan dan berikan contoh tentang siklus akuntansi

Jawab:

Siklus akuntansi merupakan rangkaian urutan tahapan proses dari suatu transaksi dan peristiwa sampai dengan
pelaporan pada akhir periode dan berlanjut dari analisa transaksi sampai pelaporan periode berikutnya dan
begitu seterusnya; atau

Siklus akuntansi merupakan suatu proses pencatatan, penggolongan, peringkasan, pelaporan, serta
penganalisisan.

Siklus akuntansi terdiri dari 3 tahap, yaitu:

a. Tahap pencatatan

Terdiri dari jurnal, buku besar, neraca saldo.

b. Tahap pengikhtisaran

Terdiri dari jurnal penyesuaian, jurnal pembalik, neraca lajur.


c. Tahap Pelaporan

Terdiri dari laporan keuangan (laporan L/R, perubahan ekuitas pemilik, neraca, arus kas, catatan atas
laporan keuangan), jurnal penutup, neraca saldo setelah penutupan

TRANSACTION JOURNAL

REVERSING JOURNAL
ENTRIES
Recording

Phase
GENERAL JOURNAL

TRIAL BALANCE

ADJUSTING ENTRIES

WORKSHEET Summarizing Phase


(Optional)

FINANCIAL STATEMENT Reporting


Income statement, owner’s equity statement, balance
sheet, cash flow statement, notes to financial statement Phase

CLOSING ENTRIES

POST CLOSING TRIAL


BALANCE
2. Dalam sebuah perusahaan yang menjual furniture , bagaimana jurnal transaksi

a) Dibeli kursi dan meja, yang rencananya akan digunakan untuk dipakai perusahaan di ruang tamu
kantor

b) Dibeli kursi dan meja sebagai persediaan barang dagang

c) Dijual kursi dan meja seharga Rp 2.000.000

Jawab:

a. Aktiva Tetap xxx

Kas/ Utang Usaha xxx

Keterangan: Pembelian kursi & meja tidak direncanakan untuk dijual kembali, melainkan digunakan
sebagai aktiva tetap.

b. Pembelian xxx

Kas/Utang Usaha xxx

Keterangan: menggunakan metode fisisk (bukan perpetual) untuk mencatat kursi & meja yang
direncanakan untuk dijual kembali.

c. Kas/Piutang Usaha 2 juta

Penjualan 2 juta

3. Dalam Akuntansi dikenal antara lain


a) Jurnal umum,
b) jurnal khusus,
c) jurnal penyesuaian,
d) jurnal penutup
e) dan jurnal balik.
Buatkan contoh ayat jurnal tesebut (masing-masing 3 ayat jurnal).
Jawab:
a. Jurnal umum:
• Dibeli perlengkapan secara tunai sebesar Rp 2.500.000

Supplies 2.500.000
Cash 2.500.000
• Dibayar pemasangan iklan selama bulan Maret Rp 1.000.000

Advertising expense 1.000.000


Cash 1.000.000
• Dibayar gaji karyawan bulan Maret Rp 3.000.000

Salaries expense 3.000.000


Cash 3.000.000
b. Jurnal khusus:
• Jurnal penjualan: Dijual secara kredit barang dagang senilai Rp.8.000.000,-

Account receivable 8.000.000


Sales 8.000.000
• Jurnal pembelian: Dibeli secara kredit barang dagangan senilai Rp.4.000.000,-

Purchase 4.000.000
Account Payable 4.000.000
• Jurnal penerimaan kas: Diterima uang dari penjualan tunai senilai Rp.5.000.000,-

Cash 5.000.000
Sales 5.000.000
c. Jurnal penyesuaian:
• Jumlah perlengkapan di neraca saldo adalah Rp.2.500.000,- dan pada akhir bulan, perlengkapan yang
masih tersedia sebesar Rp. 1.400.000,-

supplies expense 1.100.000


supplies 1.100.000
• Asuransi yang sudah terpakai bulan ini adalah Rp. 100.000,-

Insurance expense 100.000


Prepaid insurance 100.000
• Gaji yang belum dibayar pada akhir Desember 200X senilai Rp 1.500.000,-

Salaries expense 1.500.000


Salaries payable 1.500.000
d. Jurnal penutup:
• Menutup pendapatan perusahaan pada akhir periode, senilai Rp 67.000.000,-

Service revenue 67.000.000


Income summary 67.000.000
• Menutup prive pemilik perusahaan Rp 5.000.000,- ke modal

Owner’s capital 5.000.000


Owner’s drawing 5.000.000
• Menutup laba perusahaan Rp 17.000.000

Income summary 17.000.000


Owner’s capital 17.000.000
e. Jurnal balik:
• Membalik pendapatan yang masih harus diterima Rp 5.000.000,-

Interest revenue 5.000.000


Interest receivable 5.000.000
• Membalik beban gaji yang masih harus dibayar Rp 2.000.000,-

Salaries payable 2.000.000


Salaries expense 2.000.000
• Membalik pendapatan diterima dimuka Rp 1.500.000,- karena dulu diakui sebagai pendapatan

Unearned rent revenue 1.500.000


Rent revenue 1.500.000

4. Dalam mencatat Beban-beban dibayar dimuka (Prepaid) seperti prepaid rent, dan prepaid insurance
dikenal dua pendekatan yaitu pendekatan aktiva dan pendekatan pendapatan.

Berikan contoh jurnal umumn dan jurnal penyesuaian untuk kedua pendekatan tersebut

Jawab:

a. Pendekatan aktiva adalah pencatatan beban-beban dibayar dimuka jika sejak awal diakui sebagai aktiva atau harta
bukan beban
Contoh jurnal: 1 Des 2008 Dibayar dimuka uang sewa untuk 3 bulan Rp 6.000.000,-
1 Des 2008 31 Des 2008
Prepaid rent 6.000.000 Rent expense 2.000.000
Cash 6.000.000 Prepaid Rent 2.000.000

b. Pendekatan beban adalah pencatatan beban-beban dibayar dimuka jika sejak awal sudah diakui sebagai beban.
Contoh jurnal: Dibayar dimuka uang sewa untuk 3 bulan Rp 6.000.000,-
1 Des 2008 31 Des 2008
Rent expense 6.000.000 Prepaid Rent 4.000.000
Cash 6.000.000 Rent expense 4.000.000

5. Jelaskan perbedaan antara Harga Pokok Penjualan dalam perusahaan dagang dan dalam perusahaan
Industri.

Jawab:

Pada perusahaan dagang Harga Pokok Penjualan diperoleh dari:


Persediaan barang dagang awal xxx
Pembelian xxx
Diskon Pembelian (xxx)
Retur Pembelian (xxx)
Biaya angkut pembelian xxx
Persediaan barang dagang akhir (xxx)
HPP xxx

Pada perusahaan industri Harga Pokok Penjualan diperoleh dari:


Persediaan barang jadi awal xxx
Harga Pokok Produksi xxx
Persediaan barang jadi akhir (xxx)
HPP xxx

6. Jelaskan dan berikan contoh jurnalnya, apa yang membedakan :

a) Metode Pengkapusan Langsung dengan metode Cadangan (penyisihan)


b) Penyisihan Piutang Tak Tertagih berdasarkan prosentase dari Penjualan dan Dari Piutang
c) Aging Schedul dengan Piutang rata-rata
Jawab:
a. Metode penghapusan langsung: Piutang tak tertagih langsung dihapus ke piutang dagangnya,
karena sejak awal tidak dibuat penyisihan piutang tak tertagih terlebih dahulu.
Jurnal penghapusan: Bad debt expense xxx
Account receivable xxx

Metode cadangan (penyisihan): Sejak awal sudah dibuat cadangan untuk penyisihan piutang yang mungkin
tidak tertagih.
Jurnal penghapusan: Allowance for bad debt xxx
Account receivable xxx

Tgl Cadangan Penghapusan langsung


31/12/08 Pada saat dibuat cadangan untuk penyisihan
piutang
Doubtful account expense xx NO ENTRY
Allowance for doubtful account xx

2/3/09 Pada saat piutang benar-benar tidak tertagih


Allowance for doubtful account xx
Account Receivable xx Bad debt expense xx
Account Receivable xx

3/7/09 Pada saat piutang yang telah dihapus dapat


ditagih kembali

Account Receivable xx Account Receivable xx


Allowance for doubtful account xx Other income from recovery
(untuk mengembalikan nilai piutang yang of bad debt xx
telah dihapuskan). (untuk mengembalikan nilai piutang yang
telah dihapuskan)

Cash/bank xx Cash/bank xx
Account Receivable xx Account Receivable xx
(untuk mencatat penerimaan kas dari piutang (untuk mencatat penerimaan kas dari
yang telah dihapus) piutang yang telah dihapus)

b. Penyisihan piutang tak tertagih berdasarkan presentase dari penjualan berarti penyisihan piutang tak tertagih
dihitung dari …% penjualan.
Contoh: Penjualan Rp 20.000.000,-, Bad debt ditentukan 2% dari penjualan
Jurnal: Bad debt expense 400.000
Allowance for bad debt 400.000
Dan jumlah tersebut langsung menambah ke saldo penyisihan piutang sebelumnya.

Penyisihan piutang tak tertagih berdasarkan presentase dari piutang berarti penyisihan piutang tak tertagih
berdasarkan …% dari jumlah piutang dan jumlah saldo penyisihan awal harus tetap sama dengan akhir.
Contoh: Piutang dagang Rp 5.000.000,- Bad debt ditentukan 3% dari piutang dagang, dan saldo penyisihan
piutang tak tertagih lama diketahui Rp 100.000,-
Jurnal: Bad debt expense ((3% x 5.000.000) – 100.000) 50.000
Allowance for bad debt 50.000
c. Aging schedule artinya dibuat daftar umur piutang, lalu pada tiap-tiap umur piutang ditetapkan persentase
tertentu yang dianggapsebagai piutang tak tertagih.
Jurnal penghapusan: Bad debt expense xxx
Allowance for bad debt xxx
Contoh:
ICO Products, Inc.
Estimasi Jumlah Piutang Tak Tertagih – 31 Desember 2009
Persentase Piutang Estimasi Jumlah
Tak Tertagih Menurut Piutang Tak tertagih
Pengalaman
Klasifikasi Saldo
Belum jatuh tempo $ 40.000 2% $ 800
Lewat waktu lebih dari 30 3.000 5% 150
hari
Lewat waktu 31-60 hari 1.200 10% 120
Lewat waktu 61-90 hari 650 20% 130
Lewat waktu 91-180 hari 500 30% 150
Lewat waktu 185-165 hari 800 50% 400
Lewat waktu lebih dari 1 1.400 80% 1120
tahun
$ 47.550 $ 2870

7. Jelaskan Apa yang dimaksud dengan


a) Metode LIFO dan FIFO
b) Metode Identifikasi Khusus
c) Metode Persediaan Eceran
d) Metode Laba Kotor
Dalam kondisi apa biasanya metode tersebut digunakan ?
Jawab:
a. Metode LIFO dan FIFO
FIFO : Barang-barang yang dikeluarkan dari gudang akan dibebani dengan harga pokok pembelian yang
pertama disusul dengan yang masuk berikutnya.
LIFO : Barang-barang yang dikeluarkan dari gudang akan dibebani dengan harga pokok pembelian yang
terakhir disusul dengan yang masuk sebelumnya.
b. Metode Identifikasi Khusus
Metode ini didasarkan pada anggapan bahwa arus kas barang harus sama dengan arus biaya. Untuk itu
harus dipisahkan tiap-tiap jenis barang berdasarkan harga pokoknya. Cara ini cocok digunakan pada
preusan yang memiliki persediaan dengan jenis barang yang tidak banyak seperti toko showroom mobil
c. Metode Persediaan Eceran
Metode ini biasanya digunakan dalam toko-toko yang mensual bermacam-macam barang secara eceran
(retail), misalnya toserba. Dengan metode ini dimungkinnya perhitungan persediaan tanpa perhitungan fisik
(stock opname).
d. Metode Laba Kotor
Metode ini digunakan dalam keadaan sebagai berikut:
 Untuk menaksir jumlah persediaan barang yang diperlukan untuk menyusun laporan jangka
pendek, dimana perhitungan fisik tidak mungkin dilakukan.
 Untuk menaksir jumlah persediaan barang yang rusak karena terbakar dan menentukan jumlah
barang sebelum terjadinya kebakaran. Dalam metode seperti ini, metode laba kotor dapat
digunakan bila sebagian catatan-catatan yang diperlukan ada/tidak musnah terbakar.
 Untuk mengecek jumlah persediaan yang dihitung dengan cara-cara lain.
Dalam metode ini, pertama kali harus ditentukan besarnya persentase laba kotor. Persentase ini bisa
berdasarkan penjualan atau harga pokok penjualan. Biasanya persentase laba kotor ini berdasarkan
pengalaman-pengalaman tahun lalu.

8. Jelaskan dan berikan contoh jurnal, apa yang membedakan antara Sistem Prepetual dan Fisik pada
saat :
a) Pembelian barang dagangan
b) Penjualan barang dagangan

c) Pengembalian (retur) barang dangangan.

Jawab:

 Metode persediaan periodic (fisik)

Perhitungan fisik persediaan harus dilakukan pada akhir peruiode untuk menghitung nilai persediaan yang
akan dilaporkan pada neraca dan harga pokok penjualan (HPP) yang dilaporkan pada laporan laba/rugi.

Barang masuk dan keluar tidak dicatat ke persediaan barang dagang.

 Metode persedian perpetual

Barang masuk dan keluar dicatat ke perkiraan persediaan barang dagang. Jadi persedian akhir dan harga
pokok penjualan akan muncul di buku besar.

Periodik Fisik

Pembelian barang Purchase xx Merch.Inventory xx


dagangan Cash/Acc.Payable xx Cash/Acc.payable xx

Penjualan barang Cash/Acc.Receivable xx Cash/Acc.Receivable xx


dagangan Penjualan xx Sales xx
COGS xx
Merch.Inventory xx

Retur pembelian Account Payable xx Acc.Payable xx


barang dagangan Purchase return& Merch.Inventory xx
Allowances xx

Retur Penjualan Sales return&allow xx Sales return&allow xx


Account receivable xx Acc.Receivable xx
Merch.Inventory xx
COGS xx

9. Dalam Aktiva Tetap dikenal istilah -istilah berikut :

a) Depreciation, Depletion dan Amortization


b) Tangibel Asset dan Intangible Asset
c) Good Will, Patent, Franchise dan copy Right
d) Capital expenditure dan Revenue Ekspenditure
Jelaskan dan berikan contoh mengenai istilah-istilah tersebut.
Jawab:
a. Depresiasi adalah Penyusutan nilai aktiva tetap berdasarkan masa manfaatnya
Co: depresiasi mesin
Depletion adalah Penyusutan untuk aktiva tidak berwujud yang sifatnya mengambil sesuatu dari bumi.
Co: Deplesi pertambangan batu bara

Amortisasi adalah Penyusutan aktiva tidak berwujud.


Co: Amortisasi goodwill
b. Tangible asset adalah aktiva yang dapat dilihat wujudnya.
Co: mesin, gedung, mobil
Intangible asset adalah aktiva yang bisa dilihat bentuk atau wujudnya.
Co: Hak Patent, Goodwill, Hak cipta
c. Goodwill adalah nilai lebih yang dimiliki oleh perusahaan. Nilai lebih ini dapat disebabkan oleh tempat yang
strategis, pimpinan yang baik, pelayanan yang baik. Goodwill muncul sebagai aktiva bila terjadi pemebelian
atau perubahan bentuk usaha.
Co: Goodwill PT Unilever
Patent adalah Hak karena memnemukan atau menciptakan sesuatu yang baru, agar si penemu dapat
mengelolanya selama jangka waktu yang telah ditetapkan.
Co: Hak patent dalam menciptakan produk tertentu
Franchise adalah hak yang diberikan oleh pemerintah atau badan usaha untuk menggunakan fasilitas umum
yang bertujuan memberikan pelayanan atau manfaat kepada masyarakat.
Co: Mc donalds, KFC
Copy Rights adalah hak karena menciptakan seuatu, untuk dikelola selama 28 tahun. Umumnya berkaitan
dengan seni dan sastra. Hak cipta dapat diperpanjang 28 tahun lagi.
Co: Hak cipta lagu
d. Capital expenditure adalah pembiayaan modal yaitu pengeluaran untuk suatu aktiva dicatat sebagai capital
expenditure bila pengeluaran tersebut dapat menambah umur manfaat dari aktiva yang kita miliki.
Co: Ganti mesin mobil
Revenue expenditure adalah pembiayaan pendapatan yaitu pengeluaran untuk suatu aktiva dicatat sebagai revenue
expenditure bila pengeluaran tersebut tidak menambah umur manfaat dari aktiva yang kita miliki.
Co: Beli bensin mobil

10. Sebutkan dan berikan contoh ayat jurnal yang menbedakan antara transaksi pertukaran aktiva tetap
sejenis dan yang tidak jenis.
Jawab:
Untuk pertukaran aktiva tetap sejenis: Laba tidak dijurnal tetapi mengurangi ke harga perolehan aktiva tetap yang
baru, rugi dijurnal.
Co: Mesin ditukar dengan tanah yang harga perolehannya Rp 150.000.000, harga mesin saat itu
Rp130.000.000, menambah 15.000.000 tunai.
Kas 15.000.000
Mesin 130.000.000
Rugi atas pertukaran aktiva tetap 5.000.000
Tanah 150.000.000

Untuk pertukaran aktiva tetap sejenis: Laba dan rugi dijurnal.


Co: Mesin lama ditukar denagn mesin baru, dimana harga perolehan mesin baru Rp 120.000.000, nilai buku
mesin lama Rp 140.000.000, Akumulasi penyusutan mesin lama Rp 30.000.000, menambah uang tunai sebesar
Rp 10.000.000.
Kas 10.000.000
Mesin 120.000.000
Akum.penyusutan mesin lama 30.000.000
Mesin lama 140.000.000
Untung pertukaran aktiva tetap 20.000.000

11. Jelaskan perbedaan mendasar antara investasi jangka panjang (long term investment) dengan investasi
sementara (temporary investment/marketable securities).
Jawab:
Investasi digolongkan sebagai sementara atau lancar, hanya apabila investasi itu:
1) Bisa langsung diperjualbelikan (readily marketable); dan
2) Manajemen bermaksud menggunakannya untuk menutupi kebutuhan kas jangka pendek.
Patokan umumnya adalah apakah investasi itu diperkirakan akan diuangkan kmbali di dalam jangka waktu satu
tahun di dalam satu siklus operasi, yang mana yang lebih lama diantara keduanya.

Investasi yang tidak memenuhi kedua persyaratan di atas dianggap sebagai investasi jangka panjang atau tak
lancar dan biasanya dilaporkan terpisah di neraca di bawah judul aktiva tak lancar secara tersendiri.
Investasi jangka panjang meliputi berbagai macam aktiva. Yang paling umum adalah:
1) Sekuritas ekuitas yang meliputi saham preferen dan saham biasa.
2) Sekuritas hutang yang meliputi obligasi, hipotek, dan surat hutang sejenis.
3) Dana, umpamanya dana pelunasan pinjaman, dan penebusan kembali saham, atau dana untuk tujuan
khusus lainnya.
4) Macam-macam harta benda seperti aktiva tidak bergerak yang menunggu peningkatan harga,
pembayaran di muka kepada perusahaan anak, hak pemilikan di perusahaan patungan atau
persekutuan, dan hak yang terkandung dalam kontrak asuransi jiwa, atau dalam dana perwalian dan
tanah serta bangunan.
12. Dalam menghitung nilai akhir persediaan akhir barang dagangan dan juga marketable securities,
perusahaan sering menggunakan ”COMWIL”. Jelaskan dan berikan contohnya
Jawab:
COMWIL (Cost or Market Whichever Is Lower) yaitu mana yang lebih rendah antara harga perolehan dan
harga pasar. Untuk menentukan nilai COMWIL perlu dicari dahulu harga perolehan (cost) dan harga pasar
(market).
COMWIL adalah contoh dari prinsip conservatism : ketika memilih antara berbagai alternatif, pilihan terbaik
adalah metode mana yang paling menekan harta dan laba bersih.
Contoh:
Cost Market COMWIL
Television sets
Consoles 60.000 55.000 55.000
Portables 45.000 52.000 45.000
Total 105.000 107.000
Video equipment
Recordes 48.000 45.000 45.000
Movies 15.000 14.000 14.000
Total 63.000 59.000
Total Inventory 168.000 166.000 159.000

13. Jelaskan dan berikan contohnya apa yang dimaksud dengan :


a) Pengakuan Pendapatan Sebelum penyerahan barang atau pelaksanaan jasa
b) Pengakuan Pendapatan Setelah penyerahan barang atau pelaksanaan jasa
c) Metode-metode akuntansi sebelum pengakuan pendapatan
d) Barang Konsinyasi
Jawab:
a) Pengakuan pendapatan sebelum penyerahan barang atau pelaksanaan jasa, yaitu:
 Completed-contract method mengakui semua income ketika proyek selesai.
 Percentage-of-completion method mengakui revenue selama masa kontrak
 Proportional performance method merefleksikan revenue earned atas kontrak jasa secara
proposional, untuk mana pemberian jasa harus dilaksanakan sebelum masa kontrak selesai.

Contoh Percentage of completation:


Perusahaan kontraktor dibrikan kontrak senilai $ 3,000,000. Perusahaan mengharapkan profit $
400,000 dari kontrak ini.
Year Actual cost Estimated Total Cost
Incurred Cost to Complete Cost Percentage
2004 $1,040,000 $1,560,000 $2,600,000 40
2005 910,000
Total $1,950,000 650,000 2,600,000 75
2006 650,000
Total $2,600,000 0 2,600,000 100
Catatan : (3,000,000-400,000)=2.600.000

2004
Construction in Progress 1,040,000
Materials, Cash, etc. 1,040,000
To record costs incurred
Accounts Receivable 1,000,000
Progress Billings on
-Construction Contracts 1,000,000
To record billings.
Cash 800,000
Accounts Receivable 800,000
To record cash collections.
Cost of Long-Term Construction -Contracts 1,040,000 *)
Construction in Progress 160,000
Revenue from LT Construction Contracts 1,200,000
*) Actual costs

2005
Construction in Progress 910,000
Materials, Cash, etc. 910,000
To record costs incurred
Accounts Receivable 900,000
Progress Billings on Construction Contracts 900,000
To record billings.
Cash 850,000
Accounts Receivable 850,000
To record cash collections.
Cost of Long-Term Construction -Contracts 910,000
Construction in Progress 140,000
Revenue from Long-Term -Construction Contracts 1,050,000

2006
Construction in Progress 650,000
Materials, Cash, etc. 650,000
To record costs incurred.
Accounts Receivable 1,100,000
Progress Billings on Construction Contracts 1,100,000
To record billings.
Cash 1,350,000
Accounts Receivable 1,350,000
To record cash collections
Cost of Long-Term Construction Contracts 650,000
Construction in Progress 100,000
Revenue from Long-TermConstruction Contracts 750,000

b) Pengakuan pendapatan setelah penyerahan barang atau penyerahan jasa, yaitu:


 Installment Sales Method
Mengakui revenues dan related expenses ketika cash diterima (digunakan bilamana collection
agak tidak menentu).
 Cost Recovery Method
Tidak ada income atas penjualan yang diakui sampai cost dari item yang dijual diperoleh kembali
melalui penerimaan kas (digunakan bilamana collection sangat tidak menentu).
Contoh:
George menjual barang dengan cicilan. Penggunaan installment sales method diperlukan, karena
ketidakpastian dalam pembayaran.
Gunakanlah data-data berikut untuk membuat journal entries.
2004 2005
Sales $ 150,000 $ 200,000
Cost of Sales 100,000 140,000
Gross Profit $ 50,000 $ 60,000
Gross Profit Percentage 33.33% 30%

Cash collection
2004 sales $ 30,000 $ 75,000
2005 sales $ 70,000

Jawab:
2004
Installment Accounts Receivable—2004 150,000
Installment Sales 150,000
Cost of Installment Sales 100,000
Inventory 100,000

Cash 30,000
Installment Accounts Receivable—2004 30,000
Installment Sales 150,000
Cost of Installment Sales 100,000
Deferred Gross Profit—2004 50,000
Deferred Gross Profit—2004 10,000
Realized Gross Profit on Installment Sales 10,000

2005
Installment Accounts Receivable 2005 200,000
Installment Sales 200,000
Cost of Installment Sales 140,000
Inventory 140,000

Cash 145,000
Installment A/R—2004 75,000
Installment A/R—2005 70,000
Installment Sales 200,000
Cost of Installment Sales 140,000
Deferred Gross Profit—2005 60,000

Deferred Gross Profit—2004 25,000


Deferred Gross Profit—2005 21,000
Realized Gross Profit on Installment Sales 46,000

 Cash Method
Mengakui semua expenses segera begitu terjadi dan mengakui semua revenues hanya jika cash
sudah diterima.

c) Metode-metode Akuntansi sebelum pengakuan pendapatan


• Accrual Basis yaitu transaksi dicatat pada saat terjadinya transaksi
• Cash Basis yaitu transaksi di catat pada saat kas diterima atau dikeluarkan

d) Barang Konsinyasi
Adalah persediaan yang secara fisik disimpan di tempat penyalur (dealer) namun kepemilikannya masih di
tangan pemilik hingga barang tersebut dijual oleh penyalur.
Walau barang sudah diserahkan, kepemilikan barang tetap milik kita, bukan milik agen. Jadi belum
dibukukan sebagai pendapatan. Alasan perusahaan menjual dengan konsinyasi:
1) Karena ada saling percaya dengan agen
2) Karena itu adalah strategi pemasaran
3) Karena memang harus dijual seperti itu (cepat laku kalau dijual seperti itu)
4) Karena agen tidak punya cukup modal
Dalam suatu konsinyasi, penjual potensial, yaitu consignor, mengirimkan barang dagangan kepada pihak
lain, yaitu consignee, yang kemudian bertindak sebagai agen bagi consignor untuk menjual barang-barang
tersebut. Hak milik dari barang dagangan tersebut tetap dikuasai oleh consignor sampai suatu penjualan
dilaksanakan, pada saat itu hak milik beralih kepada pembeli terakhir. Consignee biasanya berhak atas
pembayaran kembali biaya-biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan perjanjian ini, dan consignee juga
berhak atas komisi jika penjualan dilaksanakan secara sukses.
Contoh:
Harrison Products Inc. Mengirimkan barang-barang konsinyasi seharga $ 500.000 kepada Benson
Industries. Biaya pengiriman sebesar $ 5000 dibayar oleh Harrison, dan biaya iklan yang dapat dibayar
kembali $ 20.000 dibayar oleh Benson Industries. Pada akhir tahun, separuh dari barang-barang konsinyasi
itu telah dijual tunai dengan harga $ 400.000. Sesuai dengan syarat-syarat konsinyasi Benson Industries
mendapat komisi sebesar 10%. Ayat-ayat pembukuan sebagai berikut akan dibuat dalam buku-buku
consignor dan consignee.

Ayat-ayat Pembukuan dalam Buku- Ayat-ayat Pembukuan dalam


buku Consignor Buku-buku Consignee
(Harrison Products Inc.) (Benson Industry)
Transaksi
Pengiriman barang- Persediaan dlm konsinyasi 500.000 Tidak ada ayat pembukuan (catatan
barang konsinyasi Persediaan barang jadi 500.000 pro-memori untuk pengawasan).

Pembayaran biaya- Persediaan dlm konsinyasi 20.000 Tidak ada ayat pembukuan
biaya oleh consignor Kas 20.000

Pembayaran biaya- Persediaan dlm konsinyasi 20.000 Piutang kpd consignor 20.000
biaya oleh consignee Hutang kpd consignee 20.000 Kas 20.000

Penjualan barang Tidak ada ayat pembukuan Kas 400.000


dagangan Hutang kpd consignor 400.000

Pemberitahuan Beban komisi 40.000 Hutang kpd consignor 400.000


penjualan kpd Kas 340.000 Kas 340.000
consignor & Hutang kpd consignee 20.000 Pendapatan komisi 40.000
pembayyaran kas yg Pendapatan penjualan Piutang kpd consignor 20.000
jatuh tempo Konsinyasi 400.000

Hrg pokok barang yg dijual 262.500


Persediaan dlm konsnyasi 262.500

Perhitungan:
½ ($500.000+$25.000)=$262.500

14. Jelaskan dan berikan contoh


a) Kriteria apakah dalam menentukan suatu lease dikatakan Capital Lease atau Operating Lease
b) Sales Type Lease, Direct Financing Lease.
Jawab:
a) Kriteria Lease Umum:
1) Perjanjian sewa guna usaha memasukan sebuah klausul ang mentransfer penuh kepemilikan
property kepada lease pada akhir masa sewa
2) Sewa guna usaha berisikan opsi pembelian yang menjamin property akan dibeli akan dibeli oleh
lessee di masa depan.
3) Sewa guna usaha sama dengan atau lebih dari 75% umur ekonomi property yang di sewa guna
usahakan
4) Pada permulaan masa sewa guna usaha, nilai sekarang pembayaran minimum sewa guna usaha
sama atau lebih dari 90% nilai pasar dari aktiva yang di sewagunausahakan.
Tambahan Ktiteria pengakuan pendapatan yang dapat diterapkan oleh lessor:
1) Ketertagihan dari pembayaran minimum sewa guna usaha dapat diprediksikan secara memdai
2) Tidak ada kepastian yang penting tentang jumlah biaya yang belum dikeluarkan yang harus
dibayar oleh lessor.
Kriteria Sewa guna usaha modal:
 Lessee: sewa guna usaha modal jika salah satu dari kriteria operating lease tersebut terpenuhi
 Lessor: sewa guna usaha jika satu kriteria umum terpenuhi dan kedua kriteria pengakuan
pendapatan terpenuhi.
Kriteria sewa guna operasi jika semua kriteria umum dan kedua kriteria pangakuan pendapatan dipenuhi.

b) Sales Type Lease adalah suatu sewa guna usaha di mana perusahaan sewa guna usaha (lessor) adalah
produsen atau dealer yang menggunakan sewa guna usaha untuk memfasilitasi penjualan barang.
Contoh:
Minimum payment (in advance) including $5,000 executory costs $65,000/year
Lease period (beginning 01/01/05) 5 years
Economic life of asset 5 years
Estimated residual value at end of lease $0
Implicit Rate 10%
Incremental Borrowing Rate 10%
Cost and fair market value of equipment $250,192

At Inception of Lease (1/01/05):


Lease Payments Receivable 250,192
Equipment Purchased for Lease 250,192
At Receipt of First Payment (1/01/05):
Cash 65,000
Lease Payment Receivable 60,000
Executory Costs 5,000
At End of First Year (12/31/05):
Cash 65,000
Lease Payment Receivable 40,981
Interest Revenue 19,019
Deferred Executory Costs 5,000

Direct Financing Lease adalah sewa guna usaha dimana kegiatan lessor yang utama terkait dengan aktivitas
keuangan dan memandang sewa guna usaha sebagai suatu investasi.

15. Jelaskan dan berikan contoh


a) Perbedaan Laporan Keuangan Komersial dan laporan Keuangan Fiskal
b) Perbedaan Permanen difference dan Time difference
c) Pajak tangguhan
Jawab:
a) Laporan Keuangan Komersial yaitu laporan keuangan yang bertujuan untuk memberikan informasi kepada
pemegang saham.
Laporan Keuangan Fiskal adalah laporan keuangan yang bertujuan untuk memberikan laporan ke kantor
pajak.
b) Permanen difference adalah beban-beban yang tidak boleh dikurangkan atau pendapatan tidak kena pajak
di akui untuk tujuan pelaporan keuangan namun tidak pernah menjadi bagian dari laba kena pajak (laba
fiskal).
Contoh: Revenue : hibah, grant
Expense : beban-beban yang tidak ada hubungan dengan kegiatan opersioanal Perusahaan
Contoh: sumbangan ,hadiah.
Atau biaya-biaya yang tidak ada hubungan dengan memperoleh, memelihara, dan mempertahankan
penghasilan.
Time difference adalah perbedaan antara laba akuntansi sebelum pajak dan laba kena pajak yang timbul
dari kejadian bisnis yang di akui baik untuk tujuan keuangan maupun pajak, tetapi dalam periode waktu
yang berbeda yang berasal dari beban penyusutan atas peralatan.
Contoh revenue: piutang dari penjualan secara cicilan
langganan diterima dimuka.
Dibukukan di laporan keuangan, tapi kena pajaknya nanti/ kita akui penghasilannya nanti tapi diakui
pajaknya sekarang.
Contoh expense: - biaya/kerugian yang dapat dikurangkan dari pajak sebelum dilaporkan
Contoh: double declining balance
- biaya/ kerugian yang dapat dikurangkan baru diakui secara fiskal setelah dilaporkan di
laporan keuangan.
Contoh: estimasi penyisihan piutang ragu-ragu, estimasi purna jual.

Contoh Soal:
Pada tanggal 31 Desember 2008, Monroe Corporation melapokan laba sebelum pajak $ 420.000. Jumlah ini
tidak termasuk pendapatan tidak kena pajak sebesar $ 20.000 dan beban yang tidak boleh dikurangkan
sebesar $ 5.000, keduanya merupakan perbedaan permanen. Monroe memiliki satu perbedaan temporer
yaitu beban penyusutan pada laporan laba rugi sebesar $ 30.000. Dengan asumsi tarif pajak penghasilan
perusahaan untuk tahun 2008 sebesar 35%, utang pajak penghasilan untuk tahun 2008 dihitung sebagai
berikut:
Laba akuntansi sebelum pajak (dari laboran laba rugi) ........................................................ $ 420.000
Ditambah (dikurang) perbedaan permanen:
Penghasilan tidak kena pajak ...........................................................................$ (20.000)
Beban yang tidak boleh dikurangkan ..................................................................5.000. (15.000)
Laba akuntansi kena pajak .................................................................................................... $ 405.000
Ditambah(dikurang) perbedaan temporer:
Kelebihan penyusutan pajak atas penyusutan pembukuan .............................................. (30.000)
Laba kena pajak .................................................................................................................... $ 375.000
Pajak atas laba kena pajak (utang pajak penghasilan): $375.000 x 0,35 .............................. $ 131.250

c) Pajak Tangguhan adalah konsep akuntansi yang berarti aset atau kewajiban pajak di masa yang akan
datang, hasil dari perbedaan temporer antara nilai buku (akuntansi) dari aset dan kewajiban dan nilai
pajaknya, atau perbedaan waktu antara pengakuan laba/rugi dalam laporan keuangan dan pengakuan dalam
perhitungan pajak.

16. Dalam Laporan Arus Kas terdapat beberapa Aktivitas yaitu :

a) Operating Activity
b) Investing Activity
c) Financing Activity
Jelaskan dan berikan contoh

2) Jelaskan perbedaan Laporan arus Kas dengan menggunakan metode langsung dan metode tidak
langsung.
Jawab:
. a. Operating activity
Mencakup transaksi-transaksi dan kewajiban-kewajiban yang masuk ke dalam kategori net-income.
Misalnya penerimaan dan penjualan barang/jasa, atau pembayaran barang dan biaya-biaya operasi.
b. Investing activity
Terutama pembelian land, buildings, equipment (PPE), dan aktiva lanilla yang tidak dimaksudkan untuk
dijual kembali.
c. Financing Activity
Mencakup transaksi-transaksi dan kejadian-kejadian dimana kas diperoleh dari dan dibayarkan kepada
owners dan kreditur. Misalnya: modal saham, deviden, obligasi.
Pola arus kas:
 Cash from operating activity (+)
 Cash from investing activity (-)
 Cash from financing activity (+) atau (-)

Ada 2 metode dalam menyusun laporan arus kas, yaitu:


 Metode langsung
Dalam metode ini, laporan arus kas disusun berdasarkan seluruh transaksi penerimaan dan pengeluaran
kas.
Dimulai dari penerimaan dari pelanggan, depresiasi tidak dicantumkan. Laporan arus kas disusun
berdasarkan seluruh transaksi penerimaan dan pengeluaran kas.
 Metode tidak langsung
Dalam metode ini, laporan arus kas disusun berdasarkan laporan rugi/laba dan neraca komparatif.
Dimulai dari net income lalu dikoreksi untuk non cash item, mengkonversi accrual amount ke cash
basis. Laporan arus kas disusun berdasarkan laporan Laba/Rugi dan neraca komparatif.

Contoh:
LABA/RUGI DAN PERUBAHAN NERACA

ORCHARD BLOSSOM COMPANY

Selected Balance Sheet and Income Statement Data

End of Beginning
Line Item Movements
Year of Year

1 BALANCE SHEET
2 Cash 25 15 10
3 Account Receivable 60 40 20
4 Inventory 75 100 (25)
5 Wages Payable 10 7 3
6
7 INCOME STATEMENT
8 Sales 150
9 Cost of Goods Sold (80)
10 Wages Expenses (25)
11 Depreciation Expenses (30)
12 Net Income 15

CARA PERHITUNGAN DIRECT METHOD


SALES AND CASH COLLECTED FROM CUSTOMERS
Beginning Account Receivable 40
+ Sales 150
= Cash Available for Collection 190
- Ending Account Receivable 60
= Cash collected from customers 130
COGS AND CASH PAID FOR INVENTORY
Ending Inventory 75
+ Cost of Goods sold 80
= Required Inventory 155
- Beginning Inventory 100
= Cash paid for inventory 55
WAGES EXPENSE AND CASH PAID FOR WAGES
Beginning Wages Payable 7
+ Wages Expenses 25
= Total Obligation to Employee 32
- Ending Wages Payable 10
= Cash paid for Wages 22

STATEMENT OF CASH FLOW FROM OPERATING ACTIVITIES


DIRECT METHOD
Cash collected from customers 130
Cash paid for inventory (55)
Cash paid for wages (22)
Cash paid for depreciation 0
Net cash inflow from operating activities 53

INDIRECT METHOD
Net Income 15
Plus: depreciation 30
Less: increase in account receivable (20)
Plus : decrease in in inventory 25
Plus: increase in wages payable 3
Net cash inflow from operating activities 53

COMPARISON OF DIRECT AND INDIRECT METHOD


DIRECT METHOD
CASH FLOW FROM
INCOME STATEMENT ADJUSTMENT
OPERATIONS
- Increae in acct Cash collected fr
Sales 150 20 receivable 130 customer
Cost of Goods Decrease in Cash paid for
Sold (80) 25 inventory (55) inventory
Increase in wages Cash paid for
Wages Expenses (25) 3 payable (22) wages
Depreciation
Expenses (30) 30 Not cash flow item 0
Cash flows from
Net Income 15 38 Net adjustment 53 operation
INDIRECT METHOD
CASH FLOW FROM
INCOME STATEMENT ADJUSTMENT
OPERATIONS
- Increae in acct Cash collected fr
Sales 150 20 receivable 130 customer
Cost of Goods Decrease in Cash paid for
Sold (80) 25 inventory (55) inventory
Wages Expenses (25) 3 Increase in wages (22) Cash paid for wages
payable
Depreciation
Expenses (30) 30 Not cash flow item 0
Cash flows from
Net Income 15 38 Net adjustment 53 operation

17. Jelaskan dan berikan contohnya


a) Rasio-rasio apa yang biasa digunakan dalam Analisis laporan Keuangan
b) Seberapa besar manfaat Analisis Laporan Keuangan dalam kaitannya dengan Audit.
Jawab:
a. Ratio- Ratio dalam analisis laporan keuangan
Ratio Likuiditas:

• Current ratio =

• Quick ratio =

• Cash ratio =

• Debt ratio =

Ratio Aktivitas:

• TATO =

• FATO =

• ARTO =
b. Sangat besar manfaatnya, untuk mengetahui kewajaran ratio suatu perusahaan, apakah sudah sesuai dengan
laporan keuangan perusahaan dan apakah besarnya wajar denagn keadaaan perusahaan yang sebenarnya.

18. Jelaskan yang dimaksud dengan Common Stock, Cumulative Preffered Stock dan Noncumulatif
Preffered Stock, Subscription Stocks
Jawab:
 Common Stock (Saham Biasa) yaitu kategori saham yang diterbitkan oleh perusahaan yang mewakili
kepemilikan dasar dari perusaaan tersebut; memberikan pemegang saham suara (hak untik memilih
dewan direksi) dan menerima deviden jika diumumkan oleh dewan direksi, meskipun hak atas dividen ini
bisanya berada di bawah hak dividen pemegang saham preferen.
 Cumulatif Prefered Stock adalah saham preferen yang memiliki hak untuk menerima dividen saat ini
sekaligus dividen tertunggak sebelum pemegang saham biasa menerima dividen yang menjadi haknya.
 Noncumulatif Prefered Stock adalah saham preferen yang tidak mempunyai klaim atas dividen tahun-
tahun sebelumnya yang dianggap sudah “hangus (passed)”.
 Subscription Stocks adalah saham yangdipesan, jadi beli sahamnya dipesan dulu baru nanti kemudian
dibayar.

19. Jelaskan yang dimaksud dengan Current Liabilites, Longterm Liabilities dan Contingent Liabilities.
Berikan contoh masing-masing.
Jawab:
a. Current Liabilities yaitu hutang lancar, hutang yang jatuh temponya tidak lebih dari 1 tahun atao selama
operating cycle.
Co: Hutang dagang, Hutang wesel, Hutang gaji
b. Longterm Liabilities yaitu hutang jangka panjang, hutang yang jatuh temponya lebih dari 1 tahun atau lebih
dari operating cycle.
Co: Hutang bank, Hutang hipotek, hutang obligasi
c. Contigent Liabilities yaitu hutang yang terjadi hanya jika terdapat ketidakpastian yang tinggi mengenai
penyelesaian dari kejadian yang berkaitan denagn kewajiban yang potensial.
Co: Keputusan dari oengadilan tentang suatu perkara

20. Jelaskan yang dimaksud dengan Dilution of Earnings, Antidilution of Earning, Dilutive Securities, dan
Antidilutive Securities
Jawab:
 Dilution of earning adalah penurunan laba per saham (atau kenaikan rugi per saham) akibat asumsi
bahwa efek yang dapat dikonversi telah dikonversi atau opsi dan waran telah dieksekusi atau d=saham
lainnya telah diterbitkan setelah terpenuhinya kondisi-kondisi tertentu.
 Antidilution earning adalah konversi dari efek yang dapat dikonversi (convertible securities) atau
eksekusi opsi saham yang menyebabkan kenaikan laba per saham (atau penurunan rugi per saham).
 Dilutive Securities adalah efek yang jika dikonversi atau dieksekusi yang menyebabkan dilusi laba per
saham.
 Antidilutif securities adalah efek yang jika dikonversi atau dieksekusi yang menyebabkan antidilusi
laba per saham.

21. Jelaskan yang dimaksud dengan Treasury Stock, Cost Method, dan Par Value Method
Jawab:
a. Treasury stock adalah Saham yang dikeluarkan oleh perusahaan tetapi kemudian dibeli lagi oleh perusahaan
dan ditahan untuk dijual lagi atau dihapus dimasa yang akan datang.
b. Cost method adalah metode pencatatan saham yang menggunakan harga yang berlaku saat itu atau harga
perolehan
c. Pair value method adlah pencatatan saham yang menggunakan nilai par atau nilai nominal saham tersebut.

Jelaskan yang dimaksud dengan Hak atas Saham, Waran atas saham dan Opsi atas Saham
Jawab:
a. Hak atas saham yaitu hak atas saham baru diterbitkan untuk pemegang saham lama, dengan maksud untuk
mempertahankan proporsi hak kepemilikan menghindari dilusi, bilaman saham baru akan diterbitkan.
b. Warrant yaitu warrant atas saham untuk dijual tunai oleh perusahaan, umumnya berkaitan denagn penerbitan
surat berharga lainnya.
c. Opsi atas saham yaitu Hak opsi atas saham yang diberikan kepada pejabat atau karyawan perusahaan,
biasanya merupakan bagian dari program kompensasi.

22. Jurnal lah transaksi-transaksi berikut ini dengan metode biaya dan metode ekuitas :
1) 22 Januari, Membeli 10.000 lembar saham biasa San Juan Company dengan harga $30 per lembar
2) 31 Oktober, Menerima dividen sebesar $0,80 per lembar dari San Juan Company
3) 31 Desember, San Juan Company melaporkan laba tahunan berjalan sebesar $90,000
Jawab:
Tgl Metode Biaya Metode Ekuitas
22/1 Jurnal saat pembelian
Investment in stock San Juan Company $300.000 Ivestment in stock San Juan Company $300.000
Cash $300.000 Cash $300.000

31/10 Diterima dividen $0,80/lembar


Cash $ 8000 Cash $8000
Dividend Revenue 8000 Investment in stock San Juan Company $8000
31/12 Melaporkan laba tahun berjalan
NO ENTRY Investment in stock San Juan Company $90.000
Income from investment in San Juan
Company $90.000

Article By Hastoni and supported by St Anggawikara & Dwt