You are on page 1of 34

  LOGIKA MATEMATIKA

  Logika matematika meliputi: logika pernyataan atau proposisi


(propositional logic) suatu yang menelaah manipulasi antar
 
pernyataan dan logika penghubung atau predikat (predicate logic)
 
yang menelaah manipulasi hubungan relasioanal antara pernyataan
pertama dengan pernyataan kedua. Oleh karena itu logika
LOGIKA MATEMATIKA 
matematika adalah ilmu yang menelaah manipulasi antar pernyataan
  matematik (mathematical Statement). Namun sebelum melangkah
 
lebih jauh, kita perlu memahami terlebih dahulu pengertian
• Kalimat Terbuka – Tertutup 
• Negasi, Kata Penghubung  pernyataan dan pengertian penghubung. Berikut ini diberikan
• Penarikan Kesimpulan  definisi suatu pernyataan :
• Soal ‐ Soal 
Sebuah pernyataan atau proposisi adalah sebuah kalimat deklaratif
  yang mempunyai tepat satu nilai kebenaran, yaitu: ” Benar ” (B) saja
atau” Salah ” (S) saja, tetapi tidak sekaligus keduanya.
 

 
A. Pengertian
 
Logika matematika adalah pola berpikir berdasarkan penalaran dan
Disusun oleh:  dapat di uji kebenarannya secara matematika.

Muhammad Irfan,S.Si 

 
Logika Matematika  2010/2011 

 
1. Kalimat terbuka Latihan
Kalimat terbuka adalah kalimat yang belum dapat di tentukan nilai 1. Diantara kalimat-kalimat berikut ini tentukan manakah yang
kebenarannya. Atau dengan kata lain kalimat yang masih merupakan pernyataan dan manakah yang merupakan
bervariabel. kalimat terbuka. Jika pernyataan tentukan nilai
Contoh kebenarannya.
a. 2x + 5 = 7 a. x + 5 > 0.
b. x2 + 1 = 10 b. x2 + 5 ≥ 0.
c. Jarak kota A dan kota B 200 km c. Satu windu sama dengan n tahun.
d. Usia A lebih muda dari B, dll. d. Bilangan asli merupakan himpunan bagian bilangan
bulat.
2. Pernyataan e. 2k + 1 merupakan bilangan ganjil, untuk k bilangan
Jika variabel pada kalimat terbuka diganti maka akan menjadi cacah.
pernyataan. Dan pernyataan tersebut dapat bernilai salah atau benar. f. 2k merupakan bilangan genap, untuk k bilangan real.
Contoh pernyataan g. Itu adalah benda cair.
a. 2 x 5 = 10 h. Dua kali bilangan asli adalah bilangan genap
b. 20 : 2 = 6 2. Diberikan kalimat terbuka berikut : x2 - 1 = 0 , x bilangan
c. Toni lebih muda dari Susi real. Tentukan Himpunan x agar kalimat itu menjadi suatu
Pernyataan a bernilai benar pernyataan.
Pernyataan b bernilai salah
Pernyataan c bisa benar atau salah B. Penghubung / Konektif (Connective)
Dalam logika matematika dikenal sebanyak 5 operator logika
(penghubung), yaitu: Negasi (Negation), Konjungsi (Conjunction),
Logika Matematika  2010/2011 

 
Disjungsi (Disjunction), Implikasi (Implication) , Biimplikasi, bilangan prima bilangan prima
atau Ekuivalensi (Equivalence). (S) (B)
Semua binatang adalah Tidak semua binatang
1. NEGASI mahluk hidup adalah mahluk hidup
Negasi disebut juga ingkaran atau pengingkaran . Ingkaran dari (B) (S)
suatu pernyataan diperoleh dengan menambahkan” tidak benar”
di awal kalimat, atau dengan cara menyisipkan kata ” tidak” atau 2. KONJUNGSI
” bukan” pada pernyataan tersebut. Pada bagian sebelumnya telah dipelajari suatu pernyataan
tunggal. Namun selanjutnya akan dipelajari dua atau lebih
Misalkan p adalah adalah pernyataan pernyataan tunggal yang digabung dan disebut
Negasi p adalah: Untuk sembarang pernyataan p, negasi dari
p dilambangkan dengan ̂ dan dibaca “ bukan p” Suatu denganpernyataan majemuk. Konjungsi merupakan kata
pernyataan yang bernilai salah (S ) jika p benar (B), dan
penyambung antar beberapa pernyataan yang biasanya berupa
bernilai benar (B ) jika p salah (S)
kata “dan”. Kata penghubung “dan” pada perkataan majemuk
Berikut adalah tabel kebenaran pernyataan negasi dilambangkan dengan “ ” yang disebut Konjungsi. Konjungsi
p didefinisikan sebagai berikut :
B S
Konjungsi
S B Pernyataan majemuk p dan q disebut Konjungsi dari p dan q
dinyatakan dengan:

Contoh adalah sebuah pernyataan bernilai benar jika pernyataan p dan
q keduanya bernilai benar, dan bernilai salah jika salah satu p
Pernyataan : p Negasi (ingkaran) : atau q (keduanya) salah
Tiga puluh sembilan adalah Tiga puluh sembilan bukan
Logika Matematika  2010/2011 

 
Tabel Kebenaran Konjungsi 3. DISJUNGSI
p q Disjungsi merupakan kata penghubung berupa kata “atau”
B B B dalam menghubungkan dua pernyataan menjadi kalimat
B S S majemuk. Kata penghubung “atau” pada pernyataan majemuk
S B S dilambangkan dengan “ ” yang disebut Disjungsi. Disjungsi
S S S didefinisikan sebagai berikut :

Disjungsi :
Pernyataan majemuk p dan q disebut Disjungsi dari p dan q
Contoh dinyatakan dengan:
”pVq”
Pernyataan : p Pernyataan : q
adalah sebuah pernyataan bernilai benar jika pernyataan p dan q
SMK 1 Sragen berada di Sragen termasuk ke B salah satu atau keduanya bernila benar, dan bernilai salah hanya
jika keduanya bernilai salah 
Kabupaten Sragen (B) dalam wilayah Jawa
Tengah (B)
Jumlah sudut dalam Besar sudut segitiga sama S Tabel Kebenaran Disjungsi

suatu segi tiga selalu sisi adalah 90o (S) p q

180o (B) B B B

Dua adalah bilangan Dua adalah bilangan S B S B

ganjil (S) prima (B) S B B

2 + 6 = 7 (S) 6 = 7 – 2 (S) S S S S
Logika Matematika  2010/2011 

 
Contoh Sehingga dapat dinyatakan sebagai “ Jika p maka q ” atau
Pernyataan : p Pernyataan : q dilambangkan dengan “ ” suatu pernyataan majemuk
SMK 1 Sragen berada di Sragen termasuk ke dalam B yang disebut dengan Implikasi. Implikasi dari pernyataan p ke
Kabupaten Sragen (B) wilayah Jawa Tengah (B) pernyataan q dinyatakan dengan , ” ”, ialah sebuah
Jumlah sudut dalam suatu Besar sudut segitiga sama B pernyataan yang bernilai salah jika dan hanya jika p bernilai
o o
segi tiga selalu 180 (B) sisi adalah 90 (S) benar dan q bernilai salah. Pernyataan p disebut hipotesa
Dua adalah bilangan ganjil Dua adalah bilangan prima B (premis) dan pernyataan q disebut kesimpulan (konklusi).
Implikasi:
(S) (B) PernyataanImplikasi
Selanjutnya majemukdidefinisikan
p dan q disebut
sebagai berikut :(pernyataan
implikasi
bersyarat) adalah sebuah pernyataan majemuk yang
2 + 6 = 7 (S) 6 = 7 – 2 (S) S dilambangkan :
”p→q”
bernilai salah hanya jika hipotesa p bernilai benar dan konklusi q
4. IMPLIKASI (Proporsi Bersyarat) bernilai salah. Untuk kasus lainnya bernilai benar.
Untuk memahami implikasi, perhatikan uraian berikut ini.
Misalkan Boby berjanji pada Togar “Jika saya dapat medali
olimpiade sains-matematika nasional tahun ini maka aku akan Tabel Kebenaran Implikasi
membelikan kamu sepatu bola”. Janji Boby ini hanya berlaku p q
jika Boby mendapatkan medali olimpiade sains-matematika. B B B
Kalimat yang diucapkan Boby pada Togar dalam bahasa logika B S S
matematika dapat ditulis sebagai berikut : S B B
Jika p : dapat medali olimpiade sains-matematika nasional. S S B
Maka q : membelikan sepatu bola
Logika Matematika  2010/2011 

 
Contoh Oleh karena itu nilai kebenaran biimplikasi p ⇔q dikatakan
Pernyataan : p Pernyataan : q bernilai benar jika p dan q mempunyai nilai kebenaran yang
SMK 1 Sragen berada di Sragen termasuk ke dalam B sama seperti yang diungkapkan pada definisi berikut ini :
Kabupaten Sragen (B) wilayah Jawa Tengah (B)
Jumlah sudut dalam Besar sudut segitiga sama S Biimplikasi:
Pernyataan majemuk p dan q disebut biimplikasi (pernyataan
suatu segi tiga selalu sisi adalah 90o (S) bersyarat dua arah) adalah sebuah pernyataan majemuk yang
dilambangkan :
180o (B)
”p⇔ q”
Dua adalah bilangan Dua adalah bilangan prima B bernilai benar jika p dan q mempunyai nilai kebenaran yang
sama.
ganjil (S) (B)  
2 + 6 = 7 (S) 6 = 7 – 2 (S) B

5. BIIMPLIKASI (EKUIVALENSI) Tabel Kebenaran Biimplikasi


Pernyataan p dan q apabila dirangkai dengan menggunakan p q
hubungan “Jika dan hanya jika“ Sehingga menjadi suatu B B B
kalimat yang dapat dinyatakan sebagai “p Jika dan hanya jika q B S S
” atau dilambangkan dengan : S B S
“ p ⇔q ” S S B
suatu pernyataan majemuk disebut dengan biimplikasi.
Pernyataan majemuk biimplikasi menyiratkan suatu gabungan
dari:
p ⇔q dan q⇔p
Logika Matematika  2010/2011 

 
Contoh Nilai kebenaran
Nyatakan pernyataan berikut dengan symbol dan tentukan ABCD adalah persegi ABCD segi empat B
kebenarannya. yang sisinya sama
“ Irfan Bachdim adalah pemain Timnas dan tidak benar bahwa n adalah bilangan prima n habis dibagi 7 S
Jakarta adalah ibukota Indonesia atau SMK N 1 Sragen terletak di
SMK 1 Sragen terletak di Jawa Tengah S
Kabupaten Sragen”
Sragen adalah Kota yang ada di Yogyakarta
Penyelesaian:
Grafik bukan garis lurus B
Setiap pernyataan kita misalkan dengan symbol:
adalah fungsi yang tidak linier
p : Irfan Bachdim adalah pemain Timnas (B)
q : Jakarta adalah ibukota Indonesia (B)
C. TABEL KEBENARAN (Truth Table)
r : SMK N 1 Sragen terletak di Kabupaten Karanganyar (S)
Untuk mengevaluasi apakah sebuah pernyataan majemuk benar
Secara simbolik, pernyataan tersebut dapat dinyatakan sebagai
atau salah kita perlu table kebenaran dari kalimat penghubung
berikut:
yang ada dalam pernyataan tersebut. Untuk sembarang
        
pernyataan p dan q, rangkuman tabel kebenaran dari semua
Kemudian, untuk mencari nilai kebenaran dari pernyataan di atas
penghubung adalah sebagai berikut:
yaitu:
p q
(p ∧ q ) ∨ r ⇔ (B ∧ B ) ∨ S
B B S S B S B B
⇔ (B ∧ S ) ∨ S B S S B S S S S
⇔ S∨ S S B B S S S B S
⇔S S S B B S B B B
Jadi, pernyataan di atas bernilai salah.
Logika Matematika  2010/2011 

 
DEFINISI p : Dua garis sejajar mempunyai titik potong
Misalkan P(x) merupakan sebuah pernyataan yang mengandung q : Nilai maksimal sinus suatu sudut adalah 1
variabel x dan D adalah sebuah himpunan. Kita sebut P sebuah fungsi
pernyataan (dalam D) jika untuk setiap x di D, P(x) adalah r : Syamsir Alam bukan pemain Tenis
pernyataan. Kita sebut D daerah asal pembicaraan (domain of Tentukan nilai kebenaran dari pernyataan – pernyataan
discourse) dari P.
berikut:
Contoh a.  
Berikut ini beberapa contoh fungsi pernyataan dan himpunan b.    
daerah asal : c.  
1. n 2 + 2n adalah bilangan ganjil, dengan daerah asal d.  
himpunan bilangan bulat. 3. Periksalah nilai kebenaran dari Implikasi berikut, jika salah
2. x 2 - x - 6 = 0 , dengan daerah asal himpunan bilangan real. berikan contoh kesalahannya.
3. Seorang pemain bisbol memukul bola melampaui 300 ft pada a. Jika x=2 maka 2 5 2 0
tahun 1974, dengan daerah asal himpunan pemain bisbol. b. Jika x = 90 maka sin cos 0

Soal Latihan
1. Tentukan ingkaran atau negasi dari setiap kalimat berikut:
a. Dua ratus tujuh belas adalah bilangan prima.
b. Diagonal ruang pada suatu kubuas ada 4 buah
c. Pulau Madura termasuk wilayah propinsi Jawa Timur.
d. 49 adalah bilangan kuadrat.

2. Diberikan pernyataan sebagai berikut:


Logika Matematika  2010/2011 

 
D. KUANTOR Jadi untuk mengevaluasi sebuah pernyataan dalam bentuk
1. Kuantor Universal dan Kuantor Eksistensial simbulik dan memuat penghubung, kita harus menetapkan
daerah asal dari setiap variabelnya dan memberikan
DEFINISI
interpretasi (makna) terhadap fungsi dan penghubung yang
Misalkan P(x) adalah fungsi pernyataan dengan daerah
asal D. ada didalamnya.
1. Pernyataan ”untuk setiap x, P(x)” dikatakan
sebagai pernyataan kuantor universal dan secara
simbulik ditulis sebagai berikut " x; P(x) " 2. Negasi dari Pernyataan berkuantor
Simbul ” ” disebut kuantor universal (universal Seperti yang telah diuraikan sebelumnya bahwa negasi adalah
quantifier).
2. Pernyataan ”untuk beberapa x, P(x)” dikatakan ingkaran dari suatu pernyataan p yang dilambangkan dengan p
sebagai pernyataan kuantor eksistensial dan secara . Selanjutnya dapat dengan mudah dapat dirumuskan bahwa:
simbulik ditulis sebagai berikut " x; P(x) "
Simbul ” ” disebut kuantor eksistensial - Negasi dari sebuah kuantor universal pastilah kuantor
(existensial quantifier). eksistesial.
- Negasi dari kuantor eksistensial adalah kuantor universal.
Jadi pernyataan yang menggunakan kata “ semua” atau
“setiap” disebut pernyataan kuantor universal (umum) , Contoh:
sedangkan pernyataan yang menggunakan kata “Beberapa” Tentukan negasi dari kalimat yang berkuantor berikut:
atau “ada” kuantor eksistensial (khusus). Pernyataan untuk a.   , 1 0
setiap x, P(x) bernilai benar jika untuk setiap x  D, maka P(x) b.   , 1 0
bernilai benar. Pernyataan untuk beberapa x, P(x) bernilai Jawab:
benar jika terdapat sekurang kurangnya satu x  D sehingga a.   , 1 0 adalah pernyataan yang benar
P(x) bernilai benar. Negasi dari pernyataan tersebut adalah:
Logika Matematika  2010/2011 

 
  , 1 0 , 1 0 bernilai Pernyataan – pernyataan i, ii, iii, dan iv dapat ditulis sebagai
salah berikut:
b.   , 1 0 adalah pernyataan yang salah i. : disebut implikasi
Negasi dari pernyataan tersebut adalah: ii. : disebut konvers dari implikasi
  , 1 0  , 1 0 bernilai iii. : disebut invers dari implikasi
benar iv. : disebut kontraposisi dari implikasi

3. Hubungan Invers, Konvers, dan Kontraposisi Berikut adalah table kebenaran dari Konvers, Invers, dan
Untuk melihat hubungan antara implikasi dengan konvers, Kontraposisi.
invers dan kontraposisi perhatikan pernyataan implikasi Komponen Implikasi Konvers Invers Kontraposisi
berikut ini : p q
i. Jika Nena seorang mahasiswa maka Nena lulus SMA B B S S B B B B
Dari pernyataan implikasi ini, dapat dibuat B S S B S B B S
pernyataan baru: S B B S B S S B
ii. Jika Nena lulus SMA, maka Nena seorang mahasiswa S S B B B B B B
iii. Jika Nena bukan seorang mahasiswa, maka Nena Berdasarkan table kebenaran di atas, dapat disimpulkan
tidak lulus SMA bahwa:
iv. Jika Nena tidak lulus SMA, maka Nena bukan - Implikasi ekuivalen dengan kontraposisi
seorang mahasiswa - Konvers ekuivalen dengan Invers
Logika Matematika  2010/2011 

 
4. Dua Pernyataan Majemuk yang Ekuivalen Jawab:
Perhatikan contoh kalimat berikut: p q
p : Markus tidak malas B B S B B B
q : Markus giat berlatih B S S S S B
Dari pernyataan di atas, akan dibuat kalimat majemuk sebagai S B B B B B
berikut: S S B B B B
a: Markus tidak malas maka Markus giat berlatih :   Dari tabel dapat disimpulkan bahwa    
bernilai B Coba kita perhatikan kolom ke-6 pada table tersebut. Pada
b: Markus malas atau Markus giat berlatih :   kolom tersebut selalu bernilai benar untuk setiap
bernilai B kemungkinan nilai kebenaran dari pernyataan komponen
Dari pernyataan a dan b dapat dibentuk biimplikasinya: yang ada. Pernyataan majemuk tersebut disebut Tautologi
  (benar logis). Tautologi yang berbentuk
      disebut Ekuivalen Logis ditulis dengan lambang
Contoh dibaca (a ekuivalen b)
Dengan menggunakan tabel kebenaran, tunjukkanlah bahwa Sedangkan untuk setiap kemungkinan nilai kebenaran dari
pernyataan   ekuivalen dengan pernyataan   pernyataan komponen yang bernilai salah pernyataan
majemuk tersebut disebut Kontradiksi.
Tautologi:
Sebuah pernyataan dikatakan bernilai Tautologi (valid), jika
pernyataan tersebut bernilai benar terhadap setiap pemberian
nilai kebenaran bagi setiap variabelnya.
Logika Matematika  2010/2011 

 
Kontradiksi: Jawab:
Sebuah pernyataan dikatakan bernilai Kontradiksi, jika
pernyataan tersebut bernilai salah terhadap setiap pemberian
nilai kebenaran bagi setiap variabelnya. B B B S S B
B S S B B B
Contoh
S B B S B B
Tunjukkan bahwa adalah tautology dan adalah
S S B S B B
kontradiksi
Dapat disimpulkan bahwa pernyataan adalah
Jawab
tautology
Latihan
B S B S
1. Tentukan konvers, invers, dan kontraposisi dari
S B B S
pernyataan berikut:
Dari table tersebut dapat kita simpulkan bahwa adalah
a. Jika Timnas juara AFF Cup, maka Timnas punya
Tautologi dan adalah Kontradiksi.
piala.
b. Jika Ryan seorang mahasiswa, maka Ryan lulus
Contoh
SMA.
Tunjukkan bahwa pernyataan adalah
c. Jika bilangan ganjil, maka  1 adalah
tautology
bilangan genap.
2. Tentukan negasi dari setiap pernyataan berkuantor
berikut ini:
a. Setiap bilangan bulat adalah bilangan real.
b. Terdapat bilangan real sehingga 4 0
Logika Matematika  2010/2011 

 
c. Ada siswa di kelas ini yang suka bercanda. ii. Misalkan hipotesa yang diketahui adalah a dan b
d. Semua segitiga sama sisi mempunyai sudut 60 . sedangkan kesimpulannya adalah c, Argumen yang
3. Tunjukkan bahwa pernyataan berikut adalah tautology: berlaku atau sah:
a.
b. iii. Argumen dikatakan berlaku atau syah:
c. Jika hipotesa-hipotesanya benar maka kesimpulannya
juga benar.
5. Silogisme, Modus Tollens, dan Modus Ponens
Silogisme Modus Ponens dan Modus Tollens adalah metode
atau cara yang digunakan dalam menarik kesimpulan. Proses
penarikan kesimpulan terbagi atas beberapa hipotesa yang B B B B B B B B
diketahui nilai kebenarannya yang kemudian dengan B B S B S S S B
menggunakan prinsip-prinsip logika diturunkan suatu B S B S B B S B
kesimpulan (konklusi). Penarikan kesimpulan ini disebut B S S S B S S B
dengan argumentasi. S B B B B B B B
Prinsip-prinsip logika yang digunakan untuk menarik suatu
S B S B S B S B
kesimpulan adalah sebagai berikut :
S S B B B B B B
i. Argumen dikatakan berlaku atau sah:
S S S B B B B B
Jika konjungsi dari hipotesa-hipotesanya berimplikasi
iv. Argumen disusun dengan cara menuliskan hipotesa -
dengan kesimpulan
hipotesanya barus demi baris kemudian dibuat garis
Logika Matematika  2010/2011 

 
mendatar dan kesimpulan diletakkan baris paling Contoh
bawah sebagai berikut : Tentukan kesimpulan dari argument berikut:
a hipotesa 1 Hipotesa 1 : Jika n bilangan ganjil maka n2 ganjil.
b hipotesa 2 Hipotesa 2 : Jika n2 ganjil maka n2+1 genap.
kesimpulan Jawab:
Tanda “ “ dibaca “Jadi c” atau “Oleh karena Hipotesa 1 : Jika n bilangan ganjil maka n2 ganjil.
p q
itu…”. 2 2
Hipotesa 2 : Jika n ganjil maka n +1 genap.
q r
Kesimpulan: .
1. Silogisme
Jadi, kesimpulannya adalah: Jika n bilangan ganjil maka
Proses penarikan kesimpulan yang menggunakan sifat
n2+1 genap
menghantar dari pernyataan implikasi, yaitu dilakukan
dengan cara menyusun baris – baris:
2. Modus Ponens
hipotesa 1
Proses penarikan kesimpulan yang menggunakan sifat
hipotesa 2
menghantar dari pernyataan implikasi, yaitu dilakukan
kesimpulan
dengan cara menyusun baris – baris:
Dalam bentuk implikasi, silogisme dapat ditulis menjadi:
hipotesa 1
hipotesa 2
Silogisme dikatakan sah jika nilai dari bentuk implikasi
kesimpulan
tersebut merupakan tautologi
Dalam bentuk implikasi, modus ponens dapat ditulis
Berikut ini adalah table kebenarannya.
menjadi:
Logika Matematika  2010/2011 

 
Modus Ponens dikatakan sah jika nilai dari bentuk 3. Modus Tollens
implikasi tersebut merupakan tautologi Proses penarikan kesimpulan yang menggunakan sifat
Berikut ini adalah table kebenarannya. menghantar dari pernyataan implikasi, yaitu dilakukan
dengan cara menyusun baris – baris:
B B B B B hipotesa 1
B S S S B hipotesa 2
S B B S B kesimpulan
S S B S B Dalam bentuk implikasi, modus tollens dapat ditulis
menjadi:
Contoh Modus Tollens dikatakan sah jika nilai dari bentuk
Tentukan kesimpulan dari argument berikut: implikasi tersebut merupakan tautologi
Hipotesa 1 : Jika n bilangan ganjil maka n2 ganjil. Berikut ini adalah table kebenarannya.
Hipotesa 2 : n bilangan ganjil.
Jawab: B B S B S S B
Hipotesa 1 : Jika n bilangan ganjil maka n2 ganjil. B S B S S S B
p q
S B S B S B B
Hipotesa 2 : n bilangan ganjil.
p S S B B B B B
Kesimpulan: .
Jadi, kesimpulannya adalah: n2 ganjil
Cara lain untuk menunjukkan sah atau tidaknya sebuah
Modus Tollens adalah dengan mengambil kontaposisi
dari argument sebagai berikut:
Logika Matematika  2010/2011 

 
c. Hipotesa 1 : Jika 0 maka 0 .
Kontraposisi:  Hipotesa 2 : Jika 0 maka . 0
d. Hipotesa 1 : Jika √ . √ √ maka √ . √ √ .
Contoh
Hipotesa 2 : Jika √ . √ √ .maka 0
Tentukan kesimpulan dari argument berikut:
e. Hipotesa 1 : Jika 4 0 maka 0.
Hipotesa 1 : Jika n bilangan ganjil maka n2 ganjil.
Hipotesa 2 : 0
Hipotesa 2 : n2 tidak ganjil.
Jawab:
2. Periksalah keabsahan dari setiap argument berikut:
Hipotesa 1 : Jika n bilangan ganjil maka n2 ganjil.
p q a. hipotesa 1 c.
Hipotesa 2 : n2 tidak ganjil. hipotesa 1

Kesimpulan: . b. hipotesa 2
Jadi, kesimpulannya adalah: n bilangan tidak ganjil hipotesa 2
kesimpulan
hipotesa 3
Latihan
1. Tentukan kesimpulan dari argument berikut ini: kesimpulan
a. Hipotesa 1 : Jika kena hujan aku basah. c. hipotesa 1
Hipotesa 2 : Aku basah hipotesa 2
b. Hipotesa 1 : Jika Yongki mencetak gol maka Yongki kesimpulan
akan melakukan selebrasi.
Hipotesa 2 : Yongki tidak mencetak gol.
Logika Matematika  2010/2011 

 
Referensi:
Bandung Ary S.,dkk.2008. Matematika SMK Bisnis dan
Manajemen. Jakarta:Departemen Pendidikan
Nasional
Drs. Sukirman,M.Pd.2006.Logika dan
Himpunan.Yogyakarta:Hanggar Kreator
DEPDIKNAS.2003.Panduan Materi Matematika
SMK.Jakarta.Departemen Pendidikan Nasional
Drs. Markaban,M.Si.2004.Logika Matematika-Diklat
Instruktur/Pengembang Matematika SMA
Jenjang Dasar.Yogyakarta:PPPG Matematika
  A. Macam – macam Matriks 

  1. Pengertian Matriks 
Matriks  adalah  susunan  elemen  –  elemen  yang  berbentuk  persegi 
 
atau  persegi  panjang  dengan  dibatasi  oleh  tanda  kurung  “(  )”  atau 
  kurung siku “[ ]”. Elemen – elemen tersebut bias berbentuk bilangan 
ataupun huruf. Nama suatu matriks dinotasikan dengan huruf capital, 
MATRIKS  sedangkan elemen – elemennya menggunakan huruf kecil. 

 
   
• Macam – macam Matriks 
• Operasi pada Matriks   adalah elemen pada baris pertama kolom pertama. 
• Determinan dan Invers pada Matriks   adalah elemen pada baris pertama kolom kedua. 
• Menyelesaikan Sistem Pers. Linier 
 adalah elemen pada baris kedua kolom pertama. 
• Soal ‐ Soal 
 adalah elemen pada baris ke‐m kolom ke‐n. 
 
 
  Matriks    adalah  matriks  A  dengan  m  baris  dan  n  kolom.  Mxn 

  disebut juga dengan ukuran suatu matriks atau biasa dikenal dengan 
nama ordo suatu matriks. 
 
 
Disusun oleh:  Contoh 1 

Muhammad Irfan,S.Si  Tentukan ordo dari matriks berikut: 
1 3
, 2 1 2 
  2 4
Matriks  A  mempunyai  ordo  2x2  karena  mempunyai  2  baris  dan  2 
 
kolom. Sedangkan B ber‐ordo 1x3. 
 

Matematika untuk SMK Akuntansi ‐ 2011 
 
  Contoh 5 
2. Macam – macam Matriks  3
2  
a. Matiks Nol  1
Matriks Nol adalah matriks dimana semua elemennya bernilai nol.   
Contoh 2  e. Matriks Baris 
0 0 0 0 0 Matriks kolom adalah matriks yang hanya terdiri dari satu kolom. 
,  
0 0 0 0 0
Contoh 6 
 
3 2 1 
b. Matriks persegi (bujur sangkar) 
 
Matriks  persegi  adalah  matriks  yang  jumlah  baris  sama  dengan 
f. Matriks Diagonal 
jumlah kolom. 
Matriks  diagonal  adalah  matriks  yang  semua  elemennya  bernilai 
Contoh 3 
nol kecuali pada diagonal utama tidak nol semuanya. 
2 1 4
2 4
, 6 4 2   Contoh 7 
5 0
9 7 8
0 0
0
  , 0 0  
0
c. Matriks persegi panjang  0 0
 
Matriks  persegi  panjang  adalah  matriks  yang  jumlah  kolomnya 
g. Matriks Identitas 
tidak sama dengan jumlah baris. 
Matriks  identitas  adalah  matriks  persegi  yang  elemen  pada 
Contoh 4 
diagonal utamanya bernilai 1 dan lainnya bernilai 0. 
2 3 7
 
4 1 9 Contoh 8 
  0 0
0
, 0 0  
  0
0 0
d. Matriks Kolom   
Matriks kolom adalah matriks yang hanya terdiri dari satu kolom.   

Matematika untuk SMK Akuntansi ‐ 2011 
 
h. Matriks Segitiga   
• Matriks Segitiga Atas  3. Kesamaan Dua Buah Matriks 
Matriks  segitiga  atas  adalah  matriks  yang  elemen‐elemen  di  Dua  matriks  dikatakan  sama,  apabila  mempunyai  ordo  sama  dan 
bawah diagonal utama seluruhnya nol.  elemen‐elemen  yang  seletak  (bersesuaian)  dari  kedua  matriks 
Contoh 9  tersebut sama. 
1 8 10  
4 7
, 0 6 5  
0 1 Contoh 12 
0 0 11
  4 0 4 0 0 4
, ,  
10 1 10 1 1 10
• Matriks Segitiga Bawah 
Matriks  A=B  karena  ordo  dan  elemen‐elemen  seletak  sama.  A C 
Matriks  segitiga  atas  adalah  matriks  yang  elemen‐elemen  di 
karena elemen – elemen seletaknya tidak sama. 
atas diagonal utama seluruhnya nol. 
 
Contoh 10 
Contoh 13 
1 0 0
4 0 Tentukan nilai x, y dan z dari persamaan matriks beerikut! 
, 10 6 0  
10 1
9 8 11 2 6 8 6
,  
  2 2

i. Matriks Transpose     
Penyelesaian: 
Matriks transpose didapat dari menukar baris menjadi kolom dan 
 
kolom menjadi baris. 
2 6 8 6
Contoh 11    
2 2
Tentukan    Didapatkan: 
2 1 4
2 3 7 • 2 8 … pers.1  
, 6 4 2  
4 1 9
9 7 8 • 2  
2 4 2 6 9 2 0 
3 1 1 4 7  
7 9 4 2 8  

Matematika untuk SMK Akuntansi ‐ 2011 
 
0 di substitusikan ke dalam pers.1 menjadi:  B. Operasi pada Matriks 
2 8  1. Penjumlahan dan Pengurangan Matriks 
2 0 8  Dua buah Matriks dapat dijumlahkan maupun dikurangkan jika kedua 
  buah  matriks  tersebut  mempunyai  ordo  yang  sama.  Hasil  jumlah 
• 2  ataupun  selisih  didapat  dengan  cara  menjumlahkan  atau 
4 2   mengurangkan  elemen‐elemen  yang  seletak  dari  kedua  matriks 
  tersebut. 
   
  Contoh 14 
  Diketahui: 
  LATIHAN 5 4 2 2 5 5 3 1
, ,  
1. Tentukan nilai x, y, dan z dari persamaan matriks di bawah ini.  1 6 1 6 5 3 4 1
 
2 3 6 3 2
a.   5 2 4 5 2 5
2 5 30 3 30 3 9 7
 
1 6 1 6 6 5 1 3 5 11 4
2 10
b.  
2 0 3 0  
  5 2 4 5 2 5 7 1 3
 
2. Tentukan nilai a, b, c, d, dan e dari persamaan matriks di bawah ini.  1 6 6 5 1 3 7 1 2

4 1 5 2 5   tidak  dapat  dijumlahkan  maupun  dikurangkan,  karena  ordo 


6 8 3 2 2 8  kedua matriks tersebut tidak sama. 
2 2 3 2 3
 
 
1 0  
0 1 1
3. Jika  1 0 0 0 3    
0 1 1 2 0 1 Apakah kita bisa untuk mengemban misi kita? Insya Allah kita
  bisa, karena Allah Mahatahu, Allah tahu sampai dimana potensi
Tentukan w, x, y, dan z!  dan kemampuan kita. Jika kita tidak merasa mampu berarti kita
  belum benar-benar mengoptimalkan potensi kita.
 

Matematika untuk SMK Akuntansi ‐ 2011 
 
Sifat – sifat Penjumlahan dan Pengurangan Matriks  Penyelesaian: 
1.    sifat assosiatif  2  
2.        sifat komutatif  2 4 2 4 2
2  
1 0 4 1 8
3.      sifat distributive 
2 4 2 2 4
2  
4.     4 1 8 1 0
2 1 2 6
5. terdapat matriks X sedemikian sehingga A+X=B.       
4 2 2 8
      2 1 3
 
2. Perkalian Matriks  4 1 4

a. Perkalian Matriks dengan scalar (k)  Dari persamaan matriks di atas didapat: 

Misalkan A merupakan sebuah matriks dan k sebuah scalar, maka  1; 1; 2 3 1 
 
kA  adalah  sebuah  matriks  yang  didapat  dengan  cara  mengalikan 
Contoh 17 
setiap elemen matriks A dengan scalar k. 
Tentukan matriks X yang memenuhi persamaan berikut: 
 
7 5 3 1
Contoh 15  2  
9 1 5 1
1 3  
Diketahui   maka 
6 2
4.1 4. 3 4 12 Penyelesaian: 
4   
4.6 4.2 24 8 7 5 3 1
2  
  9 1 5 1
3 1 7 5
Contoh 16  2  
5 1 9 1
Tentukan nilai a, b, c jika diketahui  10 6
2  
2 4 2 4 2 14 0
  , ,   sehingga  5 3
1 0 4 1 8  
7 0
berlaku P‐2Q=R. 
 
 

Matematika untuk SMK Akuntansi ‐ 2011 
 
Untuk setiap matriks A dan B yang berordo sama dan untuk setiap  Contoh 18 
scalar  k1  dan  k2  dan  AB  terdefinisi,  berlaku  sifat  –  sifat  perkalian  1 1 1 0 1
Diketahui   dan   Tentukan A.B 
2 0 2 2 0
matriks dengan scalar sebagai berikut: 
 
a.  
Penyelesaian: 
b.  
Matriks  A  berordo  2x2  dan  B  berordo  2x3,  maka  hasil  kali  A.B 
c.  
adalah matriks yang berordo 2x3. 
d.  
1 1 1 0 1
e.   .  
2 0 2 2 0
f.    
    =  1.0 1 . 2 2  adalah  elemen  baris  ke‐1  dan  kolom 
b. Perkalian Matriks dengan Matriks  ke‐2 dari matriks A.B. Diperolah dengan cara mengalikan elemen – 
Dua buah matriks A dengan ordo mxn dan matriks B dengan ordo  elemen baris ke‐1 matriks A dengan elemen – elemen kolom ke‐2 
pxq, hasil kali antara A dan B adalah sebuah matriks C = A.B yang  matriks  B,  kemudian  menjumlahkannya.  Demikian  seterusnya 
berordo  mxq,  dengan  syarat  n=p.  Didapatkan  dengan  cara  untuk mengisi kotak kotak tersebut. 
mengalikan  setiap  elemen  baris  matriks  A  dengan  elemen  kolom   
matriks  B.  Dua  buah  matriks  tidak  dapat  dikalikan  jika  dan  hanya  1 1 1 0 1
.  
2 0 2 2 0
jika  , mengakibatkan A.B tak terdefinisi. 
 
Perhatikan gambar berikut: 
1.1 1 .2 1.0 1 . 2 1. 1 1 .0
Matriks A    Matriks B .  
2.1 0.2 2.0 0. 2 2. 1 0.0
baris  kolom    baris  kolom   
  1 2 1
.  
Baris matriks A=kolom matriks B,matriks dapat dikalikan  2 0 2
   
Hasil kali kedua matriks dengan ordo baris matriks A x kolom matriks B 
   

   

Matematika untuk SMK Akuntansi ‐ 2011 
 
Contoh 19  Penyelesaian: 
2 1 2 1 1 Dari soal di atas, jika disajikan ke dalam benuk matriks sebagai berikut: 
Diketahui    dan  serta  .  Tentukan  A.B 
2 3 2 1 2
7000
dan A.C serta C.A  5 4 3
8000   ket: F = Ibu Fira, dan I = Ibu Ira. 
10 8 2
  9000
Jumlah yang harus dibayarkan oleh Ibu Fira dan Ibu Ira adalah 
Penyelesaian: 
7000
2 1 2 2.2 1 . 2 6 5 4 3
.   8000  
2 3 2 2.2 3. 2 2 10 8 2
9000
2 1 1 1 2.1 1 . 1 2.1 1 .2 5.7000 4.8000 3.9000 94.000
.     
2 3 1 2 2.1 3. 1 2.1 3.2 10.7000 8.8000 2.9000 152.000
3 0 Jadi,  jumlah  yang  harus  dibayar  Ibu  Fira  adalah  Rp.  94.000,‐  dan  Ibu  Ira 
.  
1 8
adalah Rp. 152.000,‐. 
1 1 2 1 1.2 1.2 1. 1 1.3
.    
1 2 2 3 1 . 2 2.2 1 . 1 2.3
Jadilah orang yang
4 2   CERDAS.
.  
2 7 Comperhensive (think)
 
Dari contoh di atas, dapat disimpulkan bahwa  . .  (perkalian tidak  Emphatic (heart)
 
komutatif)  Religius (Views)
  Dicipline (time)
  Active (move on)
 
Contoh 20  Social (responbility)
 
Ibu Fira berbelanja di Toko “ASA” sebanyak 5 kg beras dengan harga Rp. 
 
LATIHAN
7.000,‐  per  kg,  4  kg  terigu  dengan  harga  Rp.  8.000,‐  per  kg,  dan  3  liter 
2 1 2 2 3 1
1. Diketahui  , ,  
minyak  goreng  dengan  harga  Rp.  9.000,‐  per  liter.  Sedangkan  Ibu  Ira  1 5 1 3 5 3
berbelanja di Toko yang sama dan barang yang sama dengan kuantitas 10  Tentukanlah: 
kg beras, 8 kg terigu, dan 2 liter minyak goreng.  a) .   c)  
Sederhanakan  persoalan  di  atas  dalam  bentuk  perkalian  matriks  dan  b)   d)  
tentukan jumlah yang harus dibayar oleh ibu Fira dan Ira.  e) Tunjukkanlah bahwa  . .  

Matematika untuk SMK Akuntansi ‐ 2011 
 
2. Tentukanlah matriks X dari persamaan matriks berikut:  C. Determinan Suatu Matriks 
3 5 1 3 1. Determinan Matriks ordo 2x2 
a. 4  
5 4 7 12
0 2 2 4 Misalkan  ,  maka  determinan  matriks  A  adalah  det
b. 4 2  
8 4 10 8
4 6 7 0 4 3  
c. 2 6 4 2 2 0 5 
0 2 2 8 2 4 Contoh: 
  2 1
Tentukan determinan dari   
4 3
4 3
3. Diketahui  ,  carilah  2 4 5   (I  matriks  Penyelesaian: 
1 2
identitas)  2 1
det 2. 3 1. 4  
4 3
4. Tentukan nilai a,b,c, dan d dari persamaan matriks berikut: 
6 4 2 
3 2 1 2 1 0 3
a.    
3 2 2 3 2 4 5
  Contoh 21 
2 3 2 2 5 3 0 6 2
b. 2   Jika   2 1 . Tentukanlah nilai x. 
4 2 1 2 4 5 9 5
  Penyelesaian: 
2
6 1 0 14 17 2 1 
5. Diketahui  4 1  Tentukanlah x,y, dan z!!!!  9 5
3 5 4 21 2
4 2 .5 .9 2 1 
6. Kim membeli 8 buku dengan harga @Rp. 3.000,‐, 12 pensil dengan harga 
2 1 
@Rp. 2.500,‐, dan 5 pulpen dengan harga @Rp. 2.000,‐. Sedangkan Okto  1 
membeli barang yang sama dengan kuantitas 1 lusin buku, 8 pensil, dan   
2  pulpen.  Sederhanakan  persoalan  di  atas  dalam  bentuk  perkalian  2. Determinan Matriks ordo 3x3 
matriks  dan  tentukan  jumlah  uang  yang  harus  dibayar  oleh  Kim  dan 
Okto.  Misalkan   maka  

Matematika untuk SMK Akuntansi ‐ 2011 
 
Penyelesaian: 
det | |  
1 2 1 1 2
| | 1 2 1 1 2 
Ada  banyak  sekali  cara  untuk  menghitung  determinan  matriks  ordo  2 1 2 2 1
3x3.  Akan  tetapi,  metode  yang  paling  banyak  digunakan  adalah  | | 1.2.2 2.1.2 1.1.1 1.2.2 1.1.1 2.1.2 
dengan aturan Sarrus. Langkah‐langkahnya sebagai berikut:  | | 4 4 1 4 1 4 0 
a. Letakkan kolom pertama dan kedua di sebelah kanan garis vertikal   
dari determinan.  Contoh 23 
b. Jumlahkan  hasil  kali  unsur‐unsur  yang  terletak  pada  diagonal  1 1 3
Jika diketahui determinan matriks  1 2 4  adalah 5. Tentukan 
utama  dengan  hasil  kali  unsur‐unsur  yang  sejajar  diagonal  utama  3 2 5
pada  arah  kanan,  kemudian  dikurangi  dengan  hasil  kali  unsur‐ nilai X. 
unsur yang terletak sejajar dengan diagonal samping.  Penyelesaian: 
Perhatikan skema berikut:  1 1 3 1 1
| | 1 2 4 1 2 
3 2 5 3 2
| | 1 . 2.5 1.2.5 1. 4 .3 3. 1 .2 3.2.3
1 . 4 .2 1. 1 . 5 
| | 1 10 10 12 6 18 1 8 5 
| | 12 19 
 
| | 5 
 
12 19 5 
det . . . . . . . .
  12 5 19 
. . . .  
24
  2 
12
Contoh 22 
 
1 2 1
Tentukan determinan  1 2 1 .   
2 1 2

Matematika untuk SMK Akuntansi ‐ 2011 
 
3. Minor, Kofaktor, dan Adjoin  1 1 2 2 
Jika A adalah matriks persegi, maka minor elemen aij dinyatakan oleh   
Mij  dan  didefinisikan  sebagai  determinan  submatriks  yang  tinggal  Matriks kofaktornya adalah 
setelah  baris  ke‐I  dan  kolom  ke‐j  dicoret  dari  A.  Bilangan  (‐1)i+j  Mij  4 5
 
1 2
dinyatakan oleh Cij yang disebut kofaktor elemen aij. 
 
Jika  A  adalah  sembarang  matriks  persegi  dan  Cij  adalah  kofaktor  aij, 
Adjoin  dari  matriks  kofaktor  adalah  transpose  dari  matriks  kofaktor, 
maka matriks 
sehingga 
4 5 4 1
   
1 2 5 2
 
Disebut matriks kofaktor dari A. Transpose matriks ini disebut adjoin  Contoh 25 
dari A dan dinyatakan dengan Adj (A).  1 2 1
  Tentukan minor,matriks kofaktor, dan adjoin dari  2 1 2  
2 1 1
Contoh 24 
Penyelesaian: 
2 1
Tentukan minor, matriks kofaktor, dan adj (A) dari  .  Minor matriks tersebut adalah: 
5 4
Penyelesaian:  1 2
1 .1 2.1 3 
1 1
Minor matriks A adalah  2 2
2.2 2.1 2 
4  1  2 1
2 1
5 2  2.1 2. 1 4 
2 1
  2 1
2.1 1.1 1 
Kofaktor dari matriks A adalah  1 1
1 1
1 1 4 4  1.1 2.1 1 
2 1
1 1 5 5  1 2
1.1 2.2 3 
2 1
1 1 1 1 

Matematika untuk SMK Akuntansi ‐ 2011 
 
2 1 D. Invers Suatu Matriks 
2.2 1 .1 5 
1 2
Jika  A  dan  B  adalah  matriks  persegi  yang  berordo  sama,  sedemikian 
1 1
1.2 2.1 0 
2 2 sehingga hasil kali AB = BA = I, dengan I matriks identitas, maka B adalah 
1 2 invers dari A dan sebaliknya, yaitu B = A‐1 atau A = B‐1.  
1. 1 2.2 5 
2 1
  Jika A adalah matriks persegi, maka invers dari matriks A adalah: 

Kofaktor dari minor‐minor tersebut adalah:   
1 3 1 4 
 
1 2 
Contoh 26 
1 1 1 3 
Tentukan invers dari   
1 1 
1 5 1 5  Penyelesaian: 
1 0  det | |  
 
Minor A adalah 
Matriks kofaktornya adalah 
| | | |  
3 2 4
1 1 3   | | | |  
5 0 5 Kofaktor dari A adalah 
   
Adjoin  dari  matriks  kofaktor  adalah  transpose  dari  matriks  kofaktor,   
sehingga 
Matriks kofaktor   sedangkan matriks adjoin adalah 
3 2 4 3 1 5
1 1 3 2 1 0    
5 0 5 4 3 5
  Jadi, invers matriks A adalah 

   
 

Matematika untuk SMK Akuntansi ‐ 2011 
 
  4 7 5 7 20 21 28 28 1 0
.  
3 5 3 4 15 15 21 20 0 1
Contoh 27 
5 7 4 7 20 21 35 35 1 0
.  
Tentukan invers dari   3 4 3 5 12 12 21 20 0 1
2 2 1 2 1 Karena  . .   maka  terbukti  bahwa  kedua  matriks  tersebut 
a.  
1 2 b. 2 1 2 
saling invers. 
2 1 1
   

Penyelesaian:   
NOTE: 
a. Det(A) = 2.(‐2) ‐ 1.(‐2) = ‐4 – (‐2) = ‐2   
a. Matriks yang mempunyai invers adalah matriks yang nilai 
1 1  
1 1 2 2 determinannya  0, matriks seperti ini disebut matriks 
1  
det 2 1 2 1  
nonsingular. Sedangkan matriks yang harga 
2
 
  determinannya = 0 disebut matriks singular. 
 
b. 1. 1 .1 2.2.2 1.2.1 1. 1 .2 1.2.1 2.2.1  b. Invers suatu matriks jika ada dan tunggal, berlaku: 
1 8 2 2 2 4 5   
•  
3 1  
1 •  
5 5  
1 1 3 1 5 2 1
2 1 0 0    
det 5 5 5
4 3 5
4 3 Contoh 29 
1
5 5
Manakah yang termasuk matriks singular dan nonsingular 
*) matriks adjoin A  berasal dari contoh 25 
2 4 4 1
     
3 6 2 3
Contoh 28  Penyelesaian: 
4 7 5 7 2.6 3.4 12 12 0  (matriks singular) 
Dari  ,  tunjukkan  bahwa  kedua  matriks 
3 5 3 4
4.3 2.1 12 2 10 (matriks nonsingular) 
tersebut saling invers! 
 
Penyelesaian: 
 

Matematika untuk SMK Akuntansi ‐ 2011 
 
  4. Tentukan invers dari matriks di bawah ini: 
  1 2 1 1 0
LATIHAN a.
2 3
 
e. 0 2 1  
  1 2 1
5 2
b.  
1. Tentukan determinan matriks berikut:  9 2 1 2 3
2 8 f. 1 0 4  
1 2 1 1 0 c.  
a.   0 5 3 2 4
2 3 e. 0 2 1  
1 2 1 1 2 3
5 2 √3 2
b.   d.   g. 1 2 1  
9 2 1 2 3 √6 √3 1 2 2
2 8 f. 1 0 4  
c.   3 2 4  
0 5
1 2 3 5. Manakah yang termasuk matriks singular dan nonsingular! 
√3 2
d.   g. 1 2 1  
√6 √3 1 2 2 1 2 2 3
a.   c.  
2 3 3 5
 
2 2 √3 3
b.   d.  
2. Tentukan nilai X dari persamaan berikut:  1 2 √2 √6
1 2 1 2  
a. 0  
2 3 c. 2 1 1 2 5 
4 0 5 1 2 1 1
2 3 6. Diketahui  ,  tentukan: 
b. 7   2 3 1 2
5 4 2
d. 0 1 1 2  a.   d. .  
0 0 1 b.   e. Apakah  . ? 
 
c.   f. Apakah  . ? 
3. Tunjukkan bahwa kedua matriks di bawah ini saling invers. 
 
3 5 3 5 4 3 1 3
a.   c.    
2 3 2 3 1 1 1 4
3 7 9 7 6 5 4 5  
b.   d.  
4 9 4 3 5 4 5 6
 
 
 
 
 
 

Matematika untuk SMK Akuntansi ‐ 2011 
 
  Penyelesaian: 
E. Menyelesaikan Sistem Persamaan Linier  4 5 2
Sistem  persamaan    jika  dibuat  dalam  bentuk  matriks 
3 4 4
Sistem  persamaan  linier  dua  ataupun  tiga  variable  selain  menggunakan 
4 5 2
eliminasi  dan  substitusi  juga  dapat  digunakan  invers  dan  kaidah  Cramer  menjadi  . Untuk mencari nilai X, maka: 
3 4 4
untuk  mencari  himpunan  penyelesaiannya.  Langkah  –  langkah  untuk 
.  
mencari  himpunan  penyelesaian  system  persamaan  linier  dengan 
1 4 5 1 4 5 4 5
menggunakan invers adalah sebagai berikut:   
4.4 3 . 5 3 4 1 3 4 3 4
• Ubahlah system persamaan ke dalam bentuk matriks.  4 5 2 8 20 12
 
3 4 4 6 16 10
• Nyatakan  bentuk  tersebut  kedalam  perkalian  matriks  koefisien 
Jadi,  himpunan  penyelesaian  dari  system  persamaan  tersebut  adalah 
dengan matriks variabelnya. 
{12,10}. 
 
 
 
Di  samping  menggunakan  cara  invers,  dapat  juga  digunakan  aturan 
 
Cramer. Jika A.X = C adalah matriks system persamaan linier yang terdiri 
atas  n  persamaan  linier  dan  n  variable  yang  tidak  diketahui,  sehingga 
Persamaan matriks A.X = C 
det 0,  maka  system  tersebut  mempunyai  penyelesaian  yang  unik 
• Kalikan kedua ruas dengan invers A: 
(tunggal). Penyelesaian tersebut adalah: 
. . .  
det det det
. .   , ,…,  
det det det
.  
Dimana   adalah matriks yang didapat dengan cara mengganti elemen – 
 
elemen  di  dalam  kolom  ke‐j  dari  A  dengan  elemen  elemen  di  dalam 
Contoh 30: 
Tentukan nilai x dan y dari system persamaan  matriks  .  
4 5 2 
 
3 4 4 
 

Matematika untuk SMK Akuntansi ‐ 2011 
 
Contoh 31:  Penyelesaian: 
Gunakan  aturan  Cramer  untuk  mencari  himpunan  penyelesaian  dari  1 0 2 7
Bentuk perkalian matriknya adalah  3 4 6 7   ,didapat: 
system persamaan berikut:  1 2 3 12
3 5 11  1 0 2
3 4 6 , det 12 0 12 8 12 0 44 
2 3 
1 2 3
Penyelesaian:  7 0 2
3 5 11 7 4 6 , det 84 0 28 96 84 0 44 
Bentuk  perkalian  matriksnya  adalah  ,  dari  bentuk  ini  12 2 3
2 1 3
didapat:  1 7 2
3 7 6 , det 21 42 72 14 72 63 88 
3 5 1 12 3
; det 3.1 2. 5 13 
2 1 1 0 7
11 5 3 4 7 , det 48 0 42 28 14 0 132 
; det 11.1 5 .3 26 
3 1 1 2 12
3 11  
; det 3.3 2.11 13 
2 3
det 44 det 132
Sehingga,  1; 3 
det 44 det 44
det 26
2  det 88
det 13 2 
det 44
det 13
1   
det 13
 
Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah {2,‐1}. 
 
 
 
Contoh 32: 
  Tentukan matriks P dari persamaan: 
Tentukan x, y, dan z dari system persamaan dengan aturan Cramer: 
2 3 4 0
  .  
7  3 5 1 2
   
3 4 6 7 
*) gunakan  .  
2 3 12   

Matematika untuk SMK Akuntansi ‐ 2011 
 
Contoh 33:  2. Gunakan  kaidah  Cramer  untuk  menentukan  himpunan  penyelesaian 
Harga  3  baju  dan  2  kaos  adalah  Rp.  280.000,‐.  Sedangkan  harga    1  baju  berikut: 
dan 3 kaos adalah Rp. 210.000,‐. Tentukan harga 5 kaos dan 6 baju.!!!  a. 8 2 ; 5 31 3  
Penyelesaian:  b. 3 8 ; 2 2 4 
Misalkan, harga baju adalah x dan harga kaos adalah y. diperoleh:  c. 3 10 
3 2 280.000  2 4 
3 210.000  4 3 5 
Dari system persamaan tersebut, jika dibuat dalam bentuk matriks:  d. 1 
3 2 280000 4 
 
1 3 210000 1 
.  
3. Tentukan matriks X yang memenuhi persamaan berikut: 
1 3 2 1 3 2
  2 1 7
3.3 1.2 1 3 7 1 3 a. .  
4 3 1
1 3 2 280000 1 3 280000 2 210000 6 5 3 2
7 1 3 210000 7 1 280000 3 210000 b. .  
1 1 4 7
1 420.000 60.000 2 1 1 4 0
  c. .  
7 350.000 50.000 3 2 2 3 5
Harga 6 baju, dan 5 kaos = 6x60.000 + 5x50.000 = 550.000  0 6
d. . 3 24  
1 2
Jadi, harga 6 baju dan 5 kaos adalah Rp. 550.000,‐. 
4. Carilah nilai x dan y berikut: 
 
2 1 2 25
a.  
  4 3 1 7
LATIHAN
  4 3 2 4 20
b.  
1 2 2 10
1. Tentukan himpunan penyelesaian dengan menggunakan invers: 
5. Ashanty  menjual  dua  jenis  komoditas.  Komoditas  jenis  pertama 
a. 3 8 7  ;  4 11 
merupakan  campuran  dari  10  kg  kualitas  A  dan  30  kg  kualitas  B. 
b. 8 2 ; 5 3 31 
Komoditas jenis ke‐2 merupakan campuran dari 20 kg kualitas A dan 
c. 4 19 ; 2 11 
50 kg kualitas B. Harga komoditas jenis pertama adalah Rp. 100.000,‐ 

Matematika untuk SMK Akuntansi ‐ 2011 
 
dan harga komoditas jenis ke‐2 adalah Rp. 170.000,‐. Tentukan harga  Did You Know??? OTAK 
masing masing kualitas per kilogramnya.  “Otak  manusia,  seperti  mesin  yang  bisa  melakukan  perawatannya  sendiri,  ia  bisa 
6. Lima meja dan delapan kursi berharga $115, sedangkan tiga meja dan  menyembuhkan dirinya dari segala kerusakan internal, sambil bergerak ke tingkat kinerja 
yang lebih tinggi”, Prof. Robert  Oates and Gerald Swanson, Ph.D. 
lima kursi berharga $70. Tentukan harga 10 meja dan 9 kursi. 
Tidak  bisa  dipungkiri  bahwa  otak  merupakakn  organ  tubuh  kita  yang  sangat  penting. 
Setiap  aktivitas  kita,  baik  sadar  maupun  tidak  sadar,  pasti  berawal  dari  otak  kita.  Para 
  ilmuwan sudah menemukan bahwa otak dibagi menjadi dua ruang, yaitu otak kanan dan 
kiri. Kedua belah otak tersebut ternyata memiliki karakter yang berbeda. 
 
OTAK KIRI OTAK KANAN
• Pemikiran Analitis  • Pemikiran Holistika 
DAFTAR PUSTAKA 
• Logika  • Intuitif 
• Bahasa  • Kreativitas 
Hamdy Taha. (1996). Riset Operasi. Jilid satu. Jakarta: Binarupa Aksara  • Sains dan Matematika  • Seni dan Musik 
• Verbal, Proporsional  • Nonverbal, imaginative 
To’ali.  (2008).  Matematika  X  SMK  Kelompok  Penjualan  dan  Akuntansi.  Jakarta:  • Fokus  • Difus 
Depatemen Pendidikan Nasional  • Perbedaan  • Persamaan 
• Bergantung Waktu  • Tak bergantung waktu 
• Segmental  • Global 
  Jika kemampuan otak kanan‐kiri seimbang, maka kemampuan dirinya pun akan optimal, 
akan tetapi jika otak kanan‐kiri tidak seimbang / tidak bisa bersatu maka seseorang dalam 
  menjalani hidupnya akan dipenuhi berbagai prasangka. Jika keadaan seperti ini dibiarkan 
terus menerus, maka orang tersebut akan menyangka bahwa tidak ada hubungan dengan 
satu  sama  lain,  saling  mengalahkan  untuk  sukses.  Akan  sangat  mirip  dengan  dunia 
 
binatang “survival of the fittest”. 

  “Tingkat  kemampuan  berfikir  logis  dan  tingkat  kemampuan  “berperasaan”  bervariasi 


antara  individu  (dan)  manusia  yang  dapat  mencapai  keseimbangan  antara  keduanya 
akan berhasil hidup di dunia dan akhirat”,Prof.DR.Dr.H.M. Nurhalim Shahib (ahli Biokimia 
  dan  Biologi  Molekuler  dalam  bukunya  “Mengenal  Allah  dengan  Mencerdaskan  Otak 
Kanan”. 
 
Oleh karena itu, kita harus selalu membiasakan otak kita untuk “belajar” agar bisa bekerja 
sama dengan baik antar otak kanan dan otak kiri. Untuk mencapai itu, kita telah diajarkan 
  untuk mengembangkan diri, mau lebih berinteraksi antar satu sama lain. 

*) sumber: Quantum Ikhlas: Erbe Sentanu.2007 
 

Matematika untuk SMK Akuntansi ‐ 2011