You are on page 1of 1

ABSTRAK

Komplek pesantren Raudhatul Hasanah merupakan salah satu komplek


pesantren terbesar dan terluas di daerah Sumatera Utara, peningkatan jumlah
santri dan santriwati yang terus bertambah harus disertai oleh peningkatan
kualitas lingkungan hidup dan sanitasi yang memadai. Maka untuk mendukung
hal tersebut diperlukan adanya evaluasi terhadap kualitas air limbah dan
perencanaan penyaluran air limbah tersebut.
Proses pengolahan yang digunakan dalam komplek pesantren ini adalah
proses pengendapan, proses biologis, proses kimiawi dan proses lanjutan. Sistem
penyaluran yang digunakan adalah sistem penyaluran terpisah dimana debit air
limbah dipisah dengan debit air hujan.
Berdasarkan kualitas air buangan, ditentukan unit-unit yang digunakan
untuk mengolah air limbah sehingga mutu air buangan yang di salurkan ke
saluran drainase sudah sesuai dengan MENKLH No.03/MENKLH/II/1991. Unit
itu adalah pengendapan I, aerasi (penambahan oksigen), penyaringan,
pembunuhan kuman, pengendapan II, pengeringan. Sedangkan unit yang
digunakan dalam sistem penyaluran air limbah tersebut yaitu: proyeksi penduduk,
debit air buangan, dimensi sumur pengumpul, dimensi pipa dan dimensi bak
pengendapan.
Dari studi ini didapatkan data-data antara lain: Pertambahan jumlah
penduduk 10 tahun kedepan adalah sebesar 1395 jiwa yang terhitung mulai 2010
(2587 jiwa) – 2020 (3982 jiwa). Instalasi pengolahan air limbah menghasilkan
50% - 80% dari pemakaian air bersih yaitu 200 ltr/org/hari. Sedangkan dimensi
daripada sumur pengumpul yang direncanakan yaitu panjang= 3.8 m, lebar= 5 m
dan kedalaman= 2.32 m, bak pengendapan yang direncanakan terdiri dari 2 bak
dengan panjang= 16 m, lebar =6 m dan kedalaman = 1-3 m, saluran pembawa
yang digunakan adalah saluran tertutup (pipa) dengan diameter = 300 mm. Debit
akhir air buangan yang disalurkan ke saluran drainase adalah 0.6 m3/hari
dengan kandungan BOD 10 mg/l.

Universitas Sumatera Utara