You are on page 1of 1

Pengaruh informasi metode ceramah dan diskusi terhadap perubahan perilaku dan kadar glukosa

darah penderita diabetes melitus tipe 2

Tjahja Krisna Wibowo

ABSTRAK Wibowo, 2009. Pengaruh informasi metode ceramah dan diskusi terhadap perubahan perilaku
dan kadar glukosa darah penderita diabetes melitus tipe 2. Tesis : Program Studi Kedokteran Keluarga,
minat utama Profesi Pelayanan Dokter, Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret, Surakarta.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh informasi metode ceramah dan diskusi terhadap
perubahan perilaku (pengetahuan, sikap dn tindakan/perilaku) dan kadar glukosa darah (GDP, GD 2 jam PP
dan HbA1c) penderita diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini menggunakan metode randomized controlled trial
(RCT) dengan grup kontrol, uji awal dan uji akhir. Subyek penelitian ini memakai 40 orang penderita diabetes
melitus tipe 2 yang berobat jalan di RSUD Purbalingga. Ada 20 orang yang diberi informasi metode ceramah
dan diskusi dan 20 orang lagi tidak diberi informasi atau grup kontrol. Setelah dianalisis dengan uji t,
memperlihatkan hasil bahwa; 1) Informasi metode ceramah dan diskusi dapat meningkatkan pengetahuan,
sikap dan tindakan/perilaku penderita diabetes melitus tipe 2. Peningkatan pengetahuan, sikap dan
tindakan/perilaku grup yang diberi informasi metode ceramah dan diskusi lebih tinggi dibandingkan dengan
yang tidak diberi informasi; 2) Informasi metode ceramah dan diskusi dapat memperbaiki/menurunkan kadar
glukosa darah penderita diabetes melitus tipe 2. Perbaikan/penurunan kadar glukosa darah grup yang diberi
informasi metode ceramah dan diskusi lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak diberi informasi.
Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa informasi dengan metode ceramah dan diskusi dapat
meningkatkan pengetahuan, sikap, dan tindakan/perilaku, serta dapat memperbaiki/menurunkan kadar
glukosa darah penderita diabetes melitus tipe 2. Dari analisa statistik menunjukkan bahwa penderita diabetes
melitus tipe 2 yang diberi informasi kesehatan metode ceramah dan diskusi memperlihatkan perbedaan
bermakna (p

1/1