You are on page 1of 3

PENANAMAN BUDI PEKERTI MELALUI PATHOS DENGAN METODE MENDONGENG PADA ANAK-ANAK Rohmy Husniah* Abstrak Anak-anak mempunyai

daya kepekaan yang luar bisa terhadap apa yang pernah dilihat dan didengarnya. Sadar atau tidak, mereka akan cepat menirukan hal-hal yang menjadi kebiasaan baik dari orangtua maupun lingkungannya. Oleh sebab itu maka anakanak perlu diberi bekal budi pekerti dengan cara-cara yang disuka mereka, sehingga mudah untuk memberikan pemahaman kepada mereka. Salah satu cara yang disukai anak-anak ialah dengan mendengarkan dongeng. Mendongeng adalah aktivitas bercerita dengan penghayatan yang bagus sehingga isi dan makna cerita bisa tersampaikan sebagaimana mestinya. Budi pekerti adalah buah dari budi nurani. Budi nurani bersumber pada moral. Moral bersumber pada kesadaran hidup yang berpusat pada alam pikiran (BP-7,1993:25). Dengan demikian, diharapkan anakanak bisa memiliki budi pekerti yang luhur tanpa mereka merasa digurui dalam menerima pengajarannya. Meskipun mendongeng adalah salah satu dari metode mengajar, namun para guru sekarang sudah banyak yang melupakan metode ini. Mungkin karena dianggap metode ini menyita banyak waktu dan banyak pendidik yang tidak percaya diri untuk mendongeng. Selain mendongeng dengan penuh penghayatan, pengajar juga dituntut untuk bisa menyeleksi cerita yang baik (mengandung budi pekerti) dan bisa dipahami anak-anak. Jika mereka kesulitan dalam memahami suatu cerita, maka mereka akan sulit pula untuk turut merasakan simpati dan empati cerita tersebut. Oleh sebab itu tulisan ini akan mencoba memaparkan salah satu alternatif untuk menanamkan budi pekerti pada anak-anak sehingga menimbulkan pathos (simpati dan empati) setelah mereka mendengarkan dongeng yang disampaikan. Lebih jauh lagi, tahapan dalam pembelajaran dengan metode mendongeng juga akan dipaparkan. Key words: budi pekerti, metode mendongeng, pathos. * Penulis adalah dosen FKIP Universitas Muhammadiyah Gresik Pendahuluan Lewis Carol adalah seorang pecinta anak-anak. Dia mengabdikan dirinya untuk menyenangkan dan bermain-main dengan mereka. Pada suatu hari, dia bercerita tentang petualangan seorang gadis cilik pada anak-anak. Sebenarnya cerita tersebut ditujukan untuk Alice, seorang gadis kecil anak temannya. Keesokan harinya, Carol menemui Alice dan menunjukkan ceritanya yang sudah dalam bentuk teks. Dia meminta pendapat gadis kecil tersebut mengenai cerita yang ditulisnya.

Sampai sekarang cerita Lewis Carol itu masih banyak dibaca dan dianalisa orang. Cerita dengan judul Alice in Wonderland tersebut salah satunya mengenai bagaimana seorang anak kecil (Alice) berusaha mencari jati dirinya. Ternyata anak-anak banyak yang menyukai cerita penuh imajinasi ini, terbukti dengan tulisnya kisah ini dengan berbagai versi dan ditayangkan juga dalam film baik dalam bentuk kartun maupun bukan. Penanaman budi pekerti pada anak-anak sangatlah penting mengingat usia mereka yang masih dini sehingga perlu diberi didikan yang baik sejak awal. Namun metode mengajarkannyapun perlu juga diperhatikan agar anak-anak merasa senang dan tidak terbebani. Mendongeng merupakan salah satu metode mengajar yang disukai oleh mereka. Hal ini karena anak-anak suka berfantasi karena dalam fantasi tidak terikat oleh jarak dan waktu. Fantasi tersebut tentu dibatasi oleh keterbatasan pikiran mereka sendiri, tentu saja mereka tidak bisa berfantasi tentang hal-hal yang berat misalnya tentang filosofi suatu kehidupan. Budi pekerti bersumber dari nilai moral yang luhur. Nilai moral yang luhur tidak bisa diberikan dengan cara yang kurang baik seperti kekerasan, pemaksaan kehendak ataupun ancaman, namun melalui cara-cara yang baik seperti perkataan yang lembut, contoh atau teladan yang baik, dan nasihat yang tidak menggurui. Dongeng merupakan nasihat yang tidak menggurui karena pesan moralnya disampaikan secara tidak langsung melalui tokoh-tokoh cerita. Melalui cerita pula anak-anak bisa mengasah pathos atau rasa simpati dan empati mereka terutama terhadap tokoh-tokoh cerita yang baik tapi mengalami penderitaan. Pembahasan Menanamkan budi pekerti melalui pathos dengan metode mendongeng bisa dilakukan dengan cara: 1. Pre-teaching Guru bisa melakukan brainstorming dengan menanyakan hal-hal yang terkandung dalam cerita yang akan disampaikan. 2. Whilst-teaching Guru menyampaikan judul cerita yang akan dia sampaikan. Lalu meminta anakanak untuk menyimak. Dengan penuh penghayatan guru menyampaikan cerita

tersebut. Akan lebih baik lagi jika digunakan media dalam menyampaikan cerita seperti boneka, hal ini untuk lebih memvisualisasikan cerita. 3. Post-teaching Untuk mengukur sejauh mana rasa simpati dan empati para siswa, maka guru bisa melihatnya dengan menanyakan tentang nilai-nilai yang berkaitan dengan cerita yang telah disampaikan. Misalnya Apa menurutmu si A itu orang yang baik? Mengapa?, Apakah kamu kasihan pada si B? mengapa?, Kamu pernah dihukum seperti si C? Apa kamu yang kamu rasakan saat itu?, dan sebagainya. Dengan demikian, guru juga melibatkan perasaan si anak sehingga menimbulkan rasa simpati dan empati mereka pada kehidupan umumnya, dan kehidupan tokoh cerita pada khususnya. Penutup Penanaman budi pekerti dengan metode mendongeng efektif untuk disampaikan kepada anak-anak karena mendengarkan dongeng merupakan hal yang disukai mereka. Melalui cerita, anak-anak bisa merasakan simpati dan empati tokoh cerita sehingga mengasah kepekaan mereka atas kejadian yang menimpa orang lain.