You are on page 1of 2

Tes Tzanck: Pemeriksaan cairan dari bulla (melepuh) untuk mencari sel Tzanck

karakteristik varicella (cacar air), herpes zoster, herpes simpleks, dan pemphigus vulgaris. Dinamakan untuk kulit Arnault Rusia Tzanck (1886-1954).
pemeriksaan mikroskopis dari bahan selular dari lesi kulit untuk membantu mendiagnosa penyakit vesikuler tertentu. Jaringan ini dikorek dari dasar vesikel sebuah, ditempatkan pada slide, dan diwarnai dengan Wright atau Giemsa's stain. Sel raksasa multinuklear adalah diagnostik dari virus herpes atau varicella. Pemphigus khas dan sel-sel lainnya juga dapat diidentifikasi. Medicinenet.com

(tsank) pemeriksaan sel-sel yang ditemukan di kerokan dari dasar lesi herpes untuk membuat diagnosis herpes simpleks atau herpes genital. Kehadiran sel raksasa multinuklear atau jenis tertentu inklusi eosinofilik menunjukkan infeksi virus herpes.
Merksource

INFLAMASI
Inflamasi merupakan respons protektif setempat yang ditimbulkan oleh cedera atau kerusakan jaringan, yang berfungsi menghancurkan, mengurangi, atau mengurung (sekuestrasi) baik agen pencedera maupun jaringan yang cedera itu (Dorland, 2002). Tanda-tanda radang (makroskopis) Gambaran makroskopik peradangan sudah diuraikan 2000 tahun yang lampau. Tanda-tanda radang ini oleh Celsus, seorang sarjana Roma yang hidup pada abad pertama sesudah Masehi, sudah dikenal dan disebut tanda-tanda radang utama. Tanda-tanda radang ini masih digunakan hingga saat ini. Tandatanda radang mencakup rubor (kemerahan), kalor (panas), dolor (rasa sakit), dan tumor (pembengkakan). Tanda pokok yang kelima ditambahkan pada abad terakhir yaitu functio laesa (perubahan fungsi) (Abrams, 1995; Rukmono, 1973; Mitchell & Cotran, 2003). Umumnya, rubor atau kemerahan merupakan hal pertama yang terlihat di daerah yang mengalami peradangan. Saat reaksi peradangan timbul, terjadi pelebaran arteriola yang mensuplai darah ke daerah peradangan. Sehingga lebih banyak darah mengalir ke mikrosirkulasi lokal dan kapiler meregang dengan cepat terisi penuh dengan darah. Keadaan ini disebut hiperemia atau kongesti,

menyebabkan warna merah lokal karena peradangan akut (Abrams, 1995; Rukmono, 1973). Kalor terjadi bersamaan dengan kemerahan dari reaksi peradangan akut. Kalor disebabkan pula oleh sirkulasi darah yang meningkat. Sebab darah yang memiliki suhu 37oC disalurkan ke permukaan tubuh yang mengalami radang lebih banyak daripada ke daerah normal (Abrams, 1995; Rukmono, 1973). Perubahan pH lokal atau konsentrasi lokal ion-ion tertentu dapat merangsang ujung-ujung saraf. Pengeluaran zat seperti histamin atau zat bioaktif lainnya dapat merangsang saraf. Rasa sakit disebabkan pula oleh tekanan yang meninggi akibat pembengkakan jaringan yang meradang (Abrams, 1995; Rukmono, 1973). Pembengkakan sebagian disebabkan hiperemi dan sebagian besar

ditimbulkan oleh pengiriman cairan dan sel-sel dari sirkulasi darah ke jaringanjaringan interstitial. Campuran dari cairan dan sel yang tertimbun di daerah peradangan disebut eksudat meradang (Abrams, 1995; Rukmono, 1973). Berdasarkan asal katanya, functio laesa adalah fungsi yang hilang (Dorland, 2002). Functio laesa merupakan reaksi peradangan yang telah dikenal. Akan tetapi belum diketahui secara mendalam mekanisme terganggunya fungsi jaringan yang meradang (Abrams, 1995).

ERITEMA
Eritema Multiformis DEFINISI Eritema Multiformis adalah suatu penyakit yang ditandai oleh adanya bercakbercak kemerahan yang menonjol dan biasanya tersebar secara simetris di seluruh tubuh. PENYEBAB Eritema multiformis merupakan suatu reaksi alergi yang terjadi sebagai respon terhadap obat-obatan, infeksi atau penyakit.