You are on page 1of 6

JURNAL AKSIAL, Majalah llmiah Teknik Sipil

Voi.5, No.1, April 2003, hal. 9 - 14

b. c. d.

Menghitung debit saluran (mA3/dt) pada daerah studi. Menentukan berapa besarnya tinggi genangan yang terjadi pada daerah studi. Menentukan dimensi saluran agar dapat menampung Q (m3/dt) rencana yang disebabkan oleh Q saluran (mA3/dt) tidak mampu menampung debit air hujan.

Tabel -1. Perhitungan curah hujan rancangan X t (mm) Tr (tahun) K

-0.005

114.172

Curah hujan rata-rata daerah harian maksimum Daerah Drainase Curah hujan yang diperlukan untuk penyusunan rancangan pemanfaatan air dan rancangan pengendalian banjir adalah curah hujan rata-rata daerah aliran, bukan curah hujan pada suatu titik tertentu. Curah hujan ini disebut curah hujan wilayah I daerah yang dinyatakan dalam rnm (Suyono, 1985 :27).
4. 5. Curah Hujan Rancangan Berdasarkan hasil pengolahan data curah hujan rata-rata harian maximum, dicari agihan frekwensi yang memenuhi syarat yang nantinya digunakan untuk mencari besarnya curah hujan rancangan dengan kala ulang 2, 5, 10, 25 dan 50 tahun. Untuk mengetahui kebenaran hipotesa agihan frekwensi tersebut maka perh diadakan pengujian kesesuaian agihan frekwensi.

Uji Kesesuaian Agihan Frekwensi Untuk menguji kesesuaian agihan Metode Log Pearson type Ill, dipakai : Uji Chi Square Uji Smirnov Kolmogorov
5.2.

a. Uji Chi Square Uji Chi Square dihitung:

Untuk Dk = 13 dan a = 5 % dari table Chi Square didapat X, = 22,361. Dari 2 hasil perhitungan yang disajikan dalam Tabel-2 didapat XZwt = 0,00385. , maka x2, > XZwt,sehingga agihan Log Pearson Ill diterima. b. Uji Smirnov Kolmogorov Tahapan pengujian dari uji Smirnov Kolmogorov adalah sebagai berikut : Banyaknya data n = 16 Taraf signifikansi a = 5 % 0 Dari table Cr diperoleh = 0,33 A max = Pe- Pt =O,Oi'4l maka A max < A kritis 9 0,0741 c 0,33 ; dapat ditarik kesimpulan bahwa Uji Log Pearson type Ill diterima.
6. Debit Banjir Rancangan Untuk memperkirakan banyaknya aliran atau debit yang tertinggi perlu didasarkan pada curah hujan jam-jaman adapun langkah-langkah yang ditaksir pada pola curah hujan tiap jam dari data curah hujan harian tersebut sebagai berikut :

Perhitungan dengan Metode l Log Pearson Type Il Dengan menggunakan metode Log Pearson type 111 maka dapat dilakukan perhitungan curah hujan rancangan ( Xt ) yang diiunjukkan pada Tabel -1.
5.1.

Log Xt

= Log x + K . S = 2.05819 + 0.126 *

STUD/ BANJlR DAN PERENCANAAN SALURAN DRAINASE DUKUH KUPANG SURABAYA (Soebagio)

7. Intensitas Curah Hujan Untuk menaksir pola distribusi curah hujan jam-jaman berdasarkan data curah hujan maximum harian pertahun didasarkan pada rumus rasional :

penaamatan (3 hari ) vaitu 11.16 cm. sehYngga debit air kotbrbapat dihitung : V = l/n . R~~. I"' = 110,013 x ( 0 , 0 9 0 2 ) ~ ~ x (0,0066)"' = 1,257 mldt Q=A.V = 0 , I l x 1,257 = 0.138 m3/dt. 38 Jadi debit air kotor = 0,7 m3/dt,hasil ini sebagai base flow. Perhitungan Hidrograf Banjir Untuk menganalisa banjir rencana terlebih dahulu dibuat hidrograf banjir pada daerah drainase dan dihitung menggunakan metode Nakayasu dengan menampilkan beberapa kala ulang. Rumus Hidrograf satuan Sintetik Nakayasu:
11.

Koefisien Pengaliran ( C ) 8. Koefisien pengaliran adalah suatu nilai yang merupakan perbandingan antara curah hujan yang menjadi limpasan terhadap curah hujan total. Adapun harga koefisien pengaliran untuk daerah studi sesuai dengan jenis tata guna tanah berupa perumahan padat = 0,80. Perhitungan Curah Hujan Efektif Curah hujan efektif adalah bagian dari curah hujan total yang menghasilkan lmpasan langsung. Curah hujan efektif merupakan hasil perkalian dari koefisien pengaliran dengan curah hujan total. Adapun hasil perhitungan curah hujan efektif disajikan dalam Tabel - 2. Contoh perhitungan : Hujan efektif = hujan rancangan x koefisien pengaliran Hew = l l 4 , ' l 7 2 ~O,8 = 91,3376 mm
9.
Tabel - 2. Hasil Perhitunaan Curah Huian EfektiF (cm)
Rasio

1 C.A.Ro Qp=-x (......3) 3,6 (O,~TP & ) + ,


Perhitungan hidrograf banjir: Dikefahuk L = 286 m = 0,286 km A = 320.000 m2= 0,32 km2 Penyelesaian: Untuk L < 15 km, maka Tg = 0.21 x Tg = 0.21 x (0.286)"'= 0.087 jam Untuk satuan waktu hujan tr = % jam Luas daerah studi (A) = 0,32 km" Untuk parameter a = 3 Tp = Tg + 0,8 tr = 0,087 + 0,8 .0,5 = 0,487 = a . Tg = 3 x 0,087 = 0,261 jam 1,s ~ 0 , 2 6 1 0,392 jam = T0,32= 1 3 . Debit puncak baniir:

2 th

5 th

10 th

25 th

10. Perhitungan Debit Air Kotor debit air kotor untuk Perbitungan menghitung base flow dilakukan dengan cam mengukur ketinggian air disaluran pada jam - ja!n sibilk. Adapun rata-rata ketinggian air kotor selama dilakukan

Persamaan hidrograf satuannya adalah :

JURNAL AKSIAL, Majalah limiah Teknik Sipil

Vo1.5, No.1. April 2003, hal. 9 - 14

a. Pada K U N ~ naik (rising line)


0 5 t 5 Tp ( 0 5 0 , l 5 0,487)

Tabel
I

- 3.

Perhitungan debit masuk (Q in) dan keiuar (Q out)


I

b. Pada kurva turun ( recession line )

a. T p 5 t 5 ( T p + T 0 , ~ ) Maka rnenggunakan mrnus:

Gambar -1. Unit Hidrograf Drainase Simo

12. Analisa Hidrolika Perencanaan kapasitas saluran menggunakan Rumus Manning, yaitu :

Dimana : = Debit saluran ( m31dt) Q = Kecepatan aliran ( m Idt ) V = Jan-jari penampang basah ( m ) R = Luas penampang basah ( m2) A n = Koefisien kekasaran manning, = 0,020 ( Ven Te Chow, ha/. 100)

STUD/ BANJIR DAN PERENCANAAN SALURAN DRAINASE DUKUH KUPANG SURABAYA (Soebagio)

13. Perhitungan Saluran Eksisting I . Saluran samping kanfor Polisi(PT-P2) Bentuk Saluran segiempat

Dimensi saluran : b = 0.5 m ; h = 0,80 m ; 1 =0.00526 v = l1n.RZn.I1/2 = 110,020 * (0,190)"" *(0,00526)'" = 1,98 mldt I Q = A . V =0,40*1,198 = 0,479 m3/dt
14. Analisa Genangan Hasil perhitungan analisa genangan dapat ditunjukkan pada Tabel - 4.

5 . Perencanaan Dimensi Saluran Pengganti Dimensi saluran penampang persegi, direncanakan dari hasil perhitungan kapasitas saluran dengan kala ulang 2 tahun d m 5 tahun. Berdasarkan pada system saluran drainasi existing maka perencanaan saluran digunakan periode ulang 5 tahun, berdasarkan Pedoman Periode Ulang Hujan ( PUH ) untuk Perencanaan Saluran Drainase Kota. b : 2,40 m Dimana : : 0.8 m h saluran n : 0,013 I : 0,0062 Maka, = b x h= 2,40 x 0,80= 1,92 m2 A = ( b + Z t h ) = (2,40+2*0,8) P = 4,00 m

Tabel - 4. Perhitungan genangan


WaMu (jam Volume mA3

ZV mA3

h
m

= A x V = 1,92 ~ 3 , 7 0 4 1 = 7,112 m3/dt Jadi Q rencana 2, Q saluran 7,112


Q

m3/dt Dengan diperbesarnya dimensi saluran maka diharapkan dapat mengatasi permasalahan, apabila terjadi debi banjir sebesar Q rencana. Selain itu penanggulangan terhadap penumpukan sedimen hams benar-benar dilakukan serta pemeliharaan terhadap saluran yang ada agar nantinya dapat berfungsi dengan baik.
16. Daftar Pustaka Sosrodarsono, Suyono, 1973, Hidrologi Unfuk Pengairan, Pradnya Pramitha. Jakarta