You are on page 1of 5

Dalam Forex hanya ada 3 trend yang diakui yaitu : Uptrend/Bullish : saat harga cenderung naik.

Downtrend/Bearish : saat harga cenderung turun. Sideway : Saat harga jalan ditempat.

NB : Kalau anda tidak yakin jangan pasang posisi pada saat sideway Support-Resistance, Overbought-oversold sebenarnya memiliki makna yang hampir sama yaitu : Support = Overbought = batas bawah harga Ressistance = Oversold = Batas atas harga... perbedaannya hanya pada indicator yang digunakan saja. Support-Resistance biasanya digunakan pada pivot poin, sedangkan overbought-oversold adalah semacam indicator RSI atau William %R.

Indeks saham lanjutkan tren positif


Online: Rabu, 22 Juni 2011 | 16:48 wib ET

JAKARTA, kabarbisnis.com:/b> Bursa saham tanah air melanjutkan tren positif. Sahamsaham bank dan komoditas menjadi katalis penguatan indeks. Pada perdagangan Rabu (22/6/2011), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 26,893 poin (0,70%) ke level 3.821,832, dengan intraday tertinggi di 3.822,41 dan terendah di 3.795,30. Adapun indeks saham unggulan LQ45 yang naik 5,040 poin (0,75%) ke level 675,878. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 56.956 kali pada volume 2,477 miliar lembar saham senilai Rp 1,981 triliun. Sebanyak 138 saham naik, 67 saham turun, dan 94 saham stagnan.

Saham-saham yang masuk jajaran top gainers antara lain Astra Internasional (ASII) naik Rp 850 ke Rp 59.950, Multibreeder (MBAI) naik Rp 700 ke Rp 27.900, Astra Otoparts (AUTO) naik Rp 400 ke Rp 16.300, dan Indospring (INDS) naik Rp 400 ke Rp 4.325. Adapun saham-saham yang masuk jajaran top losers antara lain (TFCO) turun Rp 80 ke Rp 540, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 50 k eRp 20.850, Ace Hardware (ACES) turun Rp 50 ke Rp 2.950, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 50 ke Rp 23.250. Sementara itu, bursa saham di kawasan Asia sore ini juga menguat kecuali indeks Shanghai. Indeks Hang Seng naik 72,10 poin (0,33%) ke level 21.922,69. Indeks Nikkei 225 melesat 145,12 poin (1,53%) ke level 9.604,78. Indeks Straits Times menguat tipis 5,97 poin (0,20%) ke level 3.059,48. Indeks Komposit Shanghai melemah 7,71 poin (0,29%) ke level 2.638,77. kbc9

Oleh: Ahmad Munjin

Pasar Modal - Minggu, 3 Juli 2011 | 15:58 WIB TERKAIT  Masih Marak Profit Taking, IHSG Turun 15 Poin  Penguatan Rupiah Tunggu Arah Pergerakan IHSG  Asing Beli, IHSG Dibuka Turun 0,4%  Awas, Hari Ini IHSG Rawan Koreksi!  Mustika Ratu Sedang Didekati Oriflame

INILAH.COM, Jakarta - IHSG mengakhiri Juni dengan tren kenaikan yang batasnya belum ditemukan. Tapi, setelah itu indeks diperkirakan konsolidasi dalam kisaran 3.500-4.100. Bagaimana strategi trading-nya? Head of Research Division PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ^JKSE) mengakhiri Juni 2011 dengan tren kenaikan dan ditutup di level 3.888,569. Tapi menurutnya, tren kenaikan ini belum diketahui di mana batasnya. Setelah batasnya tercapai, Satrio memperkirakan, indeks saham domestik bakal konsolidasi cukup lama. Apalagi, IHSG sudah mengalami kenaikan sejak Maret 2011. Karena itu, indeks berpotensi konsolidasi selama kuartal ketiga ini (3 bulan), katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (1/7).

Tapi, lanjutnya, dalam perjalanannya, indeks kadang bergerak naik dan kadang turun dalam kisaran support 3.500 hingga resistance 4.150. Untuk Juli ini, peluang besarnya, IHSG berada di bawah 4.000 di kisaran level resistance 3.950-3.975 dan 3.500 sebagai level support-nya. Jika ternyata level tersebut terlampui, indeks tidak akan tembus 4.150. Jika indeks bertenger di atas 4.000, paling-paling di level 4.050, timpalnya. Peluang konsolidasi market, lanjut Satrio, dipicu berakhirnya Quantitative Easing (QE) Amerika Serikat tahap dua senilai US$600 miliar pada Juni 2011. Pasar harus melihat, apakah setelah berakhirnya QE kedua itu, likuiditas di market masih akan melimpah atau tidak. Kondisi itu, masih harus dilihat dalam sepekan ke depan, ungkapnya. Di sisi lain, imbuhnya, market juga harus memastikan bagaimana laporan keuangan berbagai emiten untuk kuartal kedua 2011. Sebab, pada kuartal pertama, rata-rata emiten mencatatkan kinerja di bawah ekspektasi. Kita harus lihat, apakah ada perbaikan di kuartal kedua ini atau tidak, timpalnya. Dalam situasi ini, Satrio menyarankan hold position. Kalaupun pelaku pasar berposisi spekulatif, harus dilakukan dengan fokus. Sebab, tidak semua saham tampak bergerak segar. Yang banyak bergerak saat ini adalah sektor konsumsi. Hanya saja, inflasi mulai bergerak naik ke level 0,55% Juni 2011. Apalagi, bulan depan sudah memasuk Puasa yang menjadi pendongkrak musiman inflasi, tandasnya. Satrio memperkirakan, saham-saham bluechips, masih berpotensi menguat. Pasar tinggal menentukan di mana level topnya. Setelah ditentukan dan ada potensi balik arah (reversal) melemah, lebih baik merealisasikan keuntungan (profit taking). Sejauh ini, belum saatnya untuk profit taking, tukasnya. Dia menyebutkan, saham PT Astra Internasional (ASII) bisa profit taking di level resistance Rp72.000 dan Rp66.000 sebagai level support-nya, PT Gudang Garam (GGRM) di level resistance Rp52.200 dan Rp50.000 sebagai level support-nya, dan PT Indofood Sukses Makmur (INDF) di angka resistance Rp6.200 dan support di posisi Rp5.800. Dihubungi terpisah, Presiden dan pendiri PT Astronacci International Gema Goeyardi memperkirakan, Indeks Harga Saham Gabungan IHSG ^JKSE sangat mungkin untuk mencapai level tertinggi barunya sepanjang sejarah pada Juli 2011 dengan target minimum di 3.920. Target tersebut sudah tercapai pada awal Juli 2011. Sedangkan target khususnya di level 4.100. Untuk jangka menengah (6 bulanan), indeks bisa bertenger di angka 4.500. Bias tren pergerakan indeks juga positif (bullish) hingga akhir 2011, tandasnya. Berdasarkan Astronacci Market Timing, lanjutnya, pada 1 atau 4 Juli 2011 pasar mungkin membentukminor peak atau crest (puncak minor) yang disebabkan gerhana matahari parsial. Kondisi itu akan diikuti koreksi atau konsolidasi dengan level support yang diharapkan pada 3.750-3.770. Konsolidasi lebih mungkin berlangsung pada 8 hingga 11 Juli 2011, ungkapnya. Menurutnya, pada 8-11 Juli 2011, palung dapat berlangsung disebabkan oleh pengaruh Venus Square, Uranus dan momentum Uranus retrograd. Baru pada 15 Juli 2011 - Akhir Juli, IHSG akan mencapai 4.000, ungkapnya. Di atas semua itu, Gema menegaskan, pada Juli ini, market akan lebih menarik daripada Juni 2011 dilihat dari gerakan volatilitas, kisaran harga dan volume perdagangan. Dalam jangka menengah (6

bulan-1 Tahun) dia merekomendasikan positif saham perbankan, konsumsi-ritel, aneka industri, batu bara. Saham-saham pilihannya PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dengan target harga Rp7.100, PT Bank Mandiri (BMRI) Rp7.700. Lalu, PT Charoen Pokphand Indonesia (CPIN) dengan target Rp2. 100 dan PT Indofood Sukses Makmur (INDF) di angka Rp6. 100). Lalu, PT Gajah Tunggal (GJTL) dengan target Rp3. 500, PT Astra Internasional (ASII) di angka Rp68. 000. Sedangkan saham batubara direkomendasikan untuk target 2012. PT Bumi Resources (BUMI) dengan target Rp4.000 dan PT Adaro Energy (ADRO) di level Rp2.700. Juga, saham-saham lapis dua akan tetap menarik hingga Agustus 2011, imbuhnya. [mdr]

JAKARTA. PT Bumi Resources (BUMI) memprediksi, harga batubara thermal akan naik di kisaran US$ 140 hingga US$ 150 per metrik ton pada Desember mendatang. "Harga batubara akan terus mengalami kenaikan ke depannya," jelas Kenneth Farrel, Director BUMI di Singapura, kemarin. Dia menambahkan, permintaan batubara dari China dan India masih akan terus naik. Sedangkan permintaan dari Jepang dipastikan akan meningkat setelah tsunami. Catatan saja, pada pukul 10.52, saham BUMI berada di level Rp 3.250 atau naik 2,36%.