You are on page 1of 47

PENGEMBANGAN BUDAYA DAN ETOS KERJA

OLEH SUDARMADI WIDYAISWARA UTAMA BADAN DIKLAT KEMENDAGRI 2010

Berbicara Pengembangan budaya dan etos kerja


berarti Mengganti Model Mental dan Pola Pikir Lama menjadi berubah baru baru
Tantangan ada pada Otak kita sendiri > membentuk pola pikir positif > pribadi yang memiliki budaya dan etos kerja yang positif

BEBERAPA KATA BIJAK


Kualitas hidup kita adalah apa yang kita lakukan ( Mario Teguh) Waktu ,mengubah semua hal, tak kecuali kita. Kita mungkin menua dengan berjalanannya waktu,tetapi belum tentu membijak. Kita-lah yang harus mengubah diri kita sendiri Perubahan menandakan adanya kehidupan Change is the only evidence of life (Evelyn Waugh) If you dont learn, you dont change, if you dont change you die, so learn or die). (C.H.K. Prahalad )

POKOK BAHASAN
I. PENGERTIAN KERJA, BUDAYA KERJA DAN ETOS KERJA II. MANFAAT BUDAYA DAN ETOS KERJA III. TEHNIK PENGEMBANGAN BUDAYA DAN ETOS KERJA IV. HAMBATAN PENGEMBANGAN BUDAYA DAN ETOS KERJA

I. PENGERTIAN KERJA, BUDAYA KERJA DAN ETOS KERJA


Arti kerja dindentifikasikan sebagai : Hukuman, beban, kewajiban, sumber penghasilan, kesenangan, gengsi, aktualisasi diri, panggilan hati, pengabdian , hidup, ibadah, suci dll Kerja; Suatu aktifitas yang dilakukan seseorang untuk dapat memberikan manfaat, nilai yang lebih baik. Bekerja Suatu kewajiban yang harus dilaksanakan untuk memenuhi/memuaskan kebutuhan hidup.

Budaya ( culture/ bhs latin) = mengerjakan , mengolah , memelihara ladang Budaya berasal dari dua kata yakni budi dandaya. Budi adalah akal dan pikiran Daya adalah potensi atau kemampuan atau kekuatan.

Secara umum
pengertian Budaya kerja adalah suatu falsafah yang dilandasai oleh pandangan hidup sebagai nilainilai yang menjadi sifat, kebiasaan dan kekuatan pendorong dan membudaya dalam kehidupan suatu kelompok atau organisasi atau masyarakat yang kemudian tercermin dari sikap perilaku, kepercayaan, cita-cita, pendapat dan tindakan yang terwujud sebagai kerja atau bekerja
6

Secara khusus
pengertian budaya kerja organisasi adalah manajemen yang meliputi perencanaan, pengembangan, produksi, dan pelayanan suatu produk yang berkualitas dalam arti optimal, ekonomis dan memuaskan ( Triguna Dipl. EC, LLM dalam Buku Budaya Kerja menciptakan lingkungan yang kondusive untuk meningkatkan produktivitas kerja tahun 1995).

Warna budaya kerja : kerja keras, ulet, disiplin, produktif, tanggung jawab, motivasi, manfaat, kreatif, dinamis, konsekuen, konsisten, responsif, mandiri, makin lebih baik, dll Budaya kerja dapat diwujudkan melalui PROSES PANJANG, Krn melalui perubahan pergeseran paradigma lama ke paradigma baru Pergeseran paradigma hanya terjadi melalui PEMBELAJARAN

Perubahan Pengetahuan , keterampilan dan perilaku


Perubahan terjadi karena Proses belajar Pengetahuan kini ketrampilan kini Sikap kini ( Material kini)

Berpikir , ketrampilan, sikap kini

Proses transformasi ( BELAJAR) Pengetahuan baru Ketrampilan baru Sikap baru ( Material baru )

Berpikir, ketrampilan, sikap baru

BELAJAR ADALAH MERUBAH KEBIASAAN


(STEPHEN R COVEY)
KONSTRUKSIKEBIASAAN. BELAJAR BERARTI MERUBAH KONSTRUKSI

PENGETAHUAN

KEBIASAAN

KETRAMPILAN

KEINGINAN

7 ( HABIT) KEBIASAAN MANUSIA YG EFEKTIF ( Stephen R Covey)


1. Jadilah proaktif (Be proactive), orang yang digerakkan oleh nilai 2. Mulai dengan akhir dalam pikiran ( Begin with the end in mind), harus tahu tujuan dari kegiatan yang dilakukan 3. Dahulukan yang harus didahulukan ( Put first thing firs) 4. Berpikir menang-menang ( Win-win) 5. Berusaha mengerti dulu baru dimengerti ( Seek first to understand than to be understood) 6. Wujudkan sinergi ( Synergize) , kerjasama, kreatif, keseluruhan lebih besar dari bagian-bagian 7. Asahlah gergaji ( Sharpen the saw), dengan selalu memperbaharui 4 dimensi yaitu : fisik, spiritual, mental dan emosional
KECENDERUNGAN MANUSIA BAHKAN SEBALIKNYA ???

II. MANFAAT BUDAYA DAN ETOS KERJA


TUJUAN BUDAYA KERJA Membangun keyakinan Sumber Daya Manusia atau menanamkan nilai-nilai tertentu yang mempengaruhi sikap dan perilaku yang konsisten serta komitmen membiasakan cara kerja di lingkungan masing-masing. Contoh: Membiasakan kerja berkwalitas Sesuai standar Loyal dan taat terhadap ketentuan yang berlaku

MANFAAT BUDAYA KERJA Menjamin hasil kerja yang lebih berkwalitas Keterbukaan, kekeluargaan, kegotongroyongan Cepat menyesuaikan diri dengan perkembangan dari luar Mengurangi laporan berupa data-data dan informasi yang palsu Kepuasan kerja meningkat Disiplin meningkat Pergaulan lebih akrap Pengawasan fungsional berkurang Pemborosan berkurang Tingkat absensi turun Ingin belajar terus Ingin memberikan yang terbaik untuk organisasi
13

Roland E Wolseley dan Laurence R Campbell, dalam buku Explorirng Journalisme , bahwa manfaat orang yang bekerja dengan budaya kerja adalah : 1. Orang yang terlatih melalui kelompok Budaya Kerja akan menyukai kebebasan, siap melakukan pertukaran pendapat, terbuka untuk gagasan-gagasan baru, dan fakta baru . 2. Orang yang terlatih dalam kelompok Budaya Kerja akan mampu memecahkan permasalahansecara mandiri dengan bantuan keahliannya 3. Orang yang terlaih melalui Budaya Kerja berusaha menyesuaikan diri antara kehidupan pribadinya dengan kebiasaan sosialnya, 4. Orang yang terdidik dalam kelompok Budaya Kerja akan mempersiapkan diri dengan pengetahuan umum dan keahliankeahlian khusus 5. Orang yang terlatih dalam kelompok Budaya Kerja akan memahami dan menghargai lingkunganya seperti alam, ekonomi, sosial, politik, budaya dan akan menjaga kelestarian sumber-sumber alam. 6. Orang yang terlatih dalam kelompok Budaya Kerja akan berpartisipasi denga loyal kepada kehidupan rumah tangganya, masyarakat dan bangsanya.

Macam budaya kerja


( Budhi Paramitha, masalah keserasian budaya dan manajemen di Indonesia) 1. Sikap terhadap pekerjaan ( kesukaan akan kerja krn kepuasan atau terpaksa melakukan nya untuk kelangsungan hidupnya) 2. Perilaku pada waktu kerja/ sikap dasar atau potensi diri manusia ( rajin, dedikasi, hati-hati, teliti, cermat, kemauan yg kuat, suka membantu teman, contoh ini dapat juga sebaliknya) Sikap dan perilaku ( Attitude) berasal dari dalam diri manusia , sulit dirubah TAPI DAPAT DIPENGARUHI

15

NILAI-NILAI BUDAYA DALAM ORGANISASI Nilai adalah pengertian-pengertian yang dihayati seseorang mengenai apa yang lebih penting atau kurang penting, apa yang lebih baik atau kurang baik, dan apa yang lebih benar dan kurang benar (Andreas A. Danandjaya, 1986, 22) BUDAYA KERJA Arti Sempit Managemen yang meliputi pengembangan, perencanaan, produksi dan pelayanan suatu produk yang berkwalitas dalam arti Optimal, Ekonomis, Bermanfaat dan Memuaskan. Arti Luas Suatu falsafah yang didasari oleh pandangan hidup sebagai nilai-nilai yang menjadi sifat, kebiasaan dan kekuatan pendorong, membudaya dalam kehidupan suatu kelompok/organisasi, kemudian tercermin dari sikap menjadi perilaku, kepercayaan, cita-cita, pendapat, tindakan yang terwujud sebagai Kerja atau Bekerja
16

BUDAYA KERJA BUDAYA = NILAI-NILAI ( LUHUR-INSTRUMEN) KERJA = PROSES YANG MENGHASILKAN BUDAYA = KUALITAS BAD QUALITY = BAD MANAGEMENT BAD MANAGEMENT = BAD LEADERSHIP BAD LEADERSHIP = BAD POLICY KRISIS BUDAYA KERJA Q Q f u c d = F (u + c + d ) = quality = function = understanding = commitment =discipline
17

MEMBIASAKAN CARA KERJA BERKWALITAS A. Bekerja secara Profesional Profesionalisme merupakan suatu tingkah laku, suatu tujuan atau rangkaian kualitas yang menunjukkan suatu profesi. (Panji Anaraga SE, MM, Sri Suyati, SE, 1995,85). Profesi, bidang pekerjaan yang berdasarkan suatu keahlian. Jadi tenaga professional adalah pekerja yang memiliki keahlian atau menunjukkan kualitas kerja yang memenuhi syarat standar profesi tertentu. Ciri-ciri tenaga yang professional: Mengejar kesempurnaan hasil kerja / berkwalitas Kesungguhan / ketelitan Tekun, ulet, gigih Integritasnya tinggi Konsisten Mandiri Mencintai profesi yang ditekuni
18

B. Karakteristik Budaya Berkwalitas: Perilaku pegawai pada semua level konsisten dengan moto organisasi Memberdayakan pegawai di dalam berbagai aktivitas Memiliki komitmen kualitas Kemampuan pegawai pada semua level dikembangkan sesuai bidang masing-masing. C. Kerja Unggul, berprestasi, Efisien Unggul, dapat menyelesaikan tugas atau lebih cepat dengan hasil kuantitas dan kualitas diatas rata-rata pekerjaan orang lain. Berprestasi, pegawai yang berorientasi pada prestasi memiliki sikap atau perikalu ingin untuk:  Membuat yang terbaik  Mencapai hasil yang lebih baik (kualitas / kuantitas) Efisien, Ratio antara hasil yang dicapai lebih besar daripada input (biaya) yang digunakan.
19

D. Produktivitas kerja Produktivitas: Kemampuan memproduksi sejumlah produk dalam kurun waktu tertentu dengan sejumlah tenaga kerja (Sumber Daya) yang digunakan: Sumberdaya yang digunakan sedikit / tetap, hasil yang dicapai meningkat Sumberdaya yang digunakan dikurangi, hasil tetap tidak berkurang Sumberdaya yang digunakan bertambah, hasil bertambah lebih besar. SIKAP ATAU PERILAKU CIRI APARATUR PEMERINTAH Kebersamaan (kesatuan) Keterbukaan Semangat kerjasama, saling membantu Keteladanan Kreatif, inovatif, adaptif Partisipatif Saling mempercayai Rasa ikut memiliki

20

BUDAYA KERJA: MERUPAKAN FALSAFAH-CARA HIDUP FAKTOR PENTING: MERUBAH SIKAP DAN PERILAKU ARAH BUDAYA KERJA: PENINGKATAN MUTU TERPADU ARAH DITENTUKAN OLEH: MOTIVASI KETRAMPILAN PERAN KEPRIBADIAN KEJENUHAN KUALITAS: MERUPAKAN PERSEPSI NILAI STANDARD: TERGANTUNG PADA KESEPAKATAN MANUSIA PERUBAHAN BUDAYA DILAKUKAN MELALUI KELOMPOK KECIL DAN SPESIFIK: BICARA DENGAN FAKTA HARGAI ORANG LAIN MULAI DENGAN YANG KECIL DAN BENAR RINGAN SAMA DIJINJING, BERAT SAMA DIPIKUL KERJA BERDASAR RENCANA (SIKLUS P.D.C.A) PENINGKATAN KUALITAS ADALAH TUGAS SETIAP ORANG DALAM ORGANISASI, ADMINISTRASI, MANAGEMEN DLL.

21

Semangat Kerja (Alex S. Nitisemito 1982) Faktor yang mempengaruhi semangat kerja: Gaji cukup Memperhatikan kebutuhan rohani Suasana santai Harga diri (perlu diperhatikan) Penempatan yang sesuai dengan keahliannya Memberi kesempatan untuk maju Perasaan aman menghadapi masa depan Mempunyai loyalitas Mengajak berunding Fasilitas kerja menyenangkan - Teory X dan Y - Teori MASLOW Jenjang Kebutuhan Manusia
22

TEORI X DAN Y Oleh: DOUGLAS MC. GREGOR TEORI X


1. Manusia pada umumnya malas tidak mau bekerja 2. Manusia cendrung untuk tidak bertanggung jawab 3. Manusia tidak mementingkan prestasi kerja 4. Manusia perlu diatur karena susah mengatur diri sendiri 5. Manusia lebih suka dipimpin dari pada memimpin 6. manusia sukar membuat keputusan 7. Manusia susah dipercaya 8. Manusia dimotivisir oleh uang 9. Setelah dewasa susah merubah diri lagi/susah belajar 10.Manusia hanya mementingkan dirinya sendiri, bukan kepentingan bersama/organisasi 11.Manusia harus diawasi dengan ketat agar tetap berjalan lurus.

TEORI Y
1. Pada dasarnya manusia suka bekerja 2. Jika telah mempunyai komitmen, akan bertanggung jawab 3. Manusia memiliki kemampuan berprestasi 4. Manusia mampu menunjang kepentingan orang lain/organisasi 5. Manusia mampumemimpin dan ingin menjadi pemimpin 6. Manusia suka membuat keputusan 7. Jika diberi kesempatan mampu memutuskan sendiri berbagai hal 8. Jika dipercaya akan bertanggung jawab 9. Memerlukan dukungan moral bukan teguran 10.Manusia termotivasi oleh tantangan dan oleh pekerjaan yang menarik baginya 11. Walau sudah tua/dewasa mampu belajar dan berkembang.

23

Kebutuhan Manusia Tingkat Tinggi AKTUALISASI DIRI


Kebutuhan untuk mengoptimalkan diri, berkembang & menggunakan kapasitas diri untuk kreatif serta hidup bermakna

HARGA DIRI
Kebutuhan untuk berharga di mata orang lain; respek, prestige, pengakuan, harga diri, perasaan kompeten

Kebutuhan Manusia Tingkat Sosial SOSIAL (DICINTAI & MENCINTAI)


Kebutuhan untuk bercinta, dicintai dan mencintai, afeksi, rasa memiliki, hubungan interpersonal dengan orang lain.

RASA AMAN
Kebutuhan akan rasa aman, perlindungan, stabilitas dalam arti fisik dan hubungan interpersonal dalam kehidupan sehari-hari

FISIOLOGIS
Kebutuhan dasar manusia, kebutuhan untuk memelihara aspek-aspek biologis seperti makanan, minuman, reproduksi/sex

HIRARKI KEBUTUHAN MANUSIA DARI MASLOW

24

Kepuasan Kerja Suatu tingkat perasaan seseorang atau hasil pekerjaan yang dilakukan dengan segala kondisi yang dihadapi dalam menyelesaikan pekerjaan. A.R. Artoyo (1991) pekerja memiliki watak sebagai berikut: Beriman dan takwa kepada Tuhan Rasa hormat menghormati Suka bekerja keras Tahu akan persamaan derajat, peranan hak dan kewajiban antara sesama pekerja Saling mencintai sesama Mengutamakan kepentingan orang lain Suka menjaga keseimbangan antara hak dan kewajibannya. Suka melaksanakan keputusan musyawarah Mengutamakan kepentingan bangsa dan tanah air.
25

Teori Kepuasan Hezberg Faktor yang membuat orang tidak puas, faktor eksternal yaitu kondisi yang jika tidak tersedia , kondisi ini akan membuat orang tidak termotivasi bekerja ( HYGIENEFACTOR) Faktor yang membuat orang puas, faktor internal yaitu kondisi pekerjaan jika tersedia akan mendorong orang termotivasi bekerja ( MOTIVATOR FACTOR ) Hygiene faktor Kebijakan org dan adm Pengawasan/supervisi Hubungan dg lingkungan kerja Kehidupan pribadi Keamanan kerja Motivator-faktor Prestasi kerja Penghargaan/pengakuan Kesesuian jenis kerja Kemajuan/ promosi Pertumbuhan

Semua faktor-faktor diatas memberikan kontribusi kepadaKEPUASAN KERJA dan KETIDAK KEPUASAN KERJA. Terhadap ketidak puasan kerja, Faktor Hygiene menyumbang 69 % dan Faktor motivator menyumbang 31 % Terhadap kepuasan kerja, Faktor Hygiene menyumbang 19 % dan Faktor motivator menyumbang 81 % Empat hal yang perlu dihindari dalam memberikan motivasi Menjadikan uang sebagai alat Menciptakan rasa takut terhadap hukuman Memfokuskan pada tujuan yg kurang realistik Mengobarkan semangat yang berlebihan
26

ETOS KERJA
Pengertian : Etos Kerja merupakan sejumlah nilai atau perangai budaya karakteristik manusia dalam kerja Etos kerja berkaitan dengan sikap moral yang berorientasi pada norma yang harus diikuti dan berkaitan dengan sikap berdasarkan hati nurani

Etos kerja merupakan sikap kerja yang mendasar yang menyangkut sistim nilai seseorang sehingga menentukan nilai kerja seseorang Etos kerja mengandung dasar-dasar etika seperti budi luhur, bergotong royong, berkeadilan sesuai falsafah Pancasila Etos kerja akan melekat dalam sanubari dan akan mendorong kehendak bersikap jujur, disiplin, tanggungjawab dalam melakukan tugas

Etos kerja ( Sejumlah nilai atau perangai budaya


karakteristik manusia dalam dunia kerja

Tiap peserta diminta menuliskan siapa tokoh/ idolanya ( tokoh nasional, internasional atau orang yg dikenal )

III. TEHNIK PENGEMBANGAN BUDAYA DAN ETOS KERJA


Mulai dari Diri Sendiri ( berani instrospeksi dan mau melakukan perubahan ) Mulai dari Hal Hal Yang Kecil dan yang mudah( jangan menyepelekan masalah yang sepele, justru dari yang kecil itu dapat mendatangkan bahaya menghadang kita) Mulai Sekarang juga ( jangan ditunda tunda)

PENGEMBANGAN BUDAYA KERJA


Budaya Kerja yang efektif dan efisien tersebut merupakan sikap mental yang selalu mencari perbaikan atau penyempurnaan apa yang telah dicapai dengan menerapkan teori-teori dan metoda-metoda baru, Perubahan sikap mental didasari kemauan dan kemampuan seseorang untuk merubah pola pikir...........merubah perilaku perilaku sangat dipengaruhi oleh pola pikir yang ada dalam dirinya dan sangat dipengaruhi oleh lingkungan dimana dia berada.

Arah perubahan /Pergeseran pola pikir pegawai


1. Bekerja untuk uang Bekerja untuk ibadah Berpikir sistemik Berpikir menyeluruh Berpikir hubungan Berpikir jaringan Berpikir proses

2. Berpikir linier 3. Berpikir bagian 4. Berpikir obyek 5. Berpikir hirarkhi 6. Berpikir struktur

Pola pikir yang membantu pelaksanaan tugas


1. 2. 3. 4. 5. 6. Bekerja adalah ibadah Kerja berlandaskan hukum Optimis Kooperatif Pengabdian Memuaskan pelanggan ( baik pelanggan intern maupun pelanggan ekstern)

Pola pikir yang menghambat pelaksanaan tugas


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Senioritas Asal Bapak Senang Under estimate Amtenar Like and dislike Kurang Percaya Diri Individualitas Menunda waktu Sangat tergantung orang lain

Mengubah pola pikir berarti mengubah diri Manfaat mengubah pola pikir : 1. Berpikir dan bersikap positif 2. Meningkatkan hubungan kerja 3. Komunikasi lebih efektif 4. Mengembangkan potensi diri 5. Bekerja optimal

Cara mengelola pola pikir


Terapi NLP ( Neuro Linguistik Programing) yang dikembangkan oleh Richard Bandler dan John Grinder Tehnik ESQ dapat digunakan untuk merubah pola pikir seseorang, melalui penjernihan hati

Peran NLP membantu manusia untuk berkomunikasi lebih baik dengan diri sendiri, mengurangi ketakutan tanpa alasan dan mengontrol emosi negatif dan kecemasan NLP adalah cara efektif untuk membentuk pola pikir positif, merubah pola pikir negatif menjadi positif NLP adalah suatu cara untuk menyaring melalui lima indra Berbagai Pengalaman atau hal-hal yg kita Hadapi dalam kehidupan sehari-hari

Tehnik mengubah pola pikir dengan kecerdasan emosional spiritual (ESQ)


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Mengenali tujuan ( konsep diri manusia) Melakukan kontemplasi Mengevaluasi Mengenal sifat baik dan buruk diri Bersihkan hati Buang sifat negatif Komitmen pada sifat positif Terus menerus melakukan perbaikan

EMOTIONAL QUOTIENT 4 Mengenali 4 Mengelola, 4 Mengatur, 4 Memanage, 4 Mengarahkan, 4 Memanfaatkan, 4 Mengoptimalkan emosi Cerdas emosi)

EMOSI

SPRITUAL QUOTIENT/ SQ SQ lebih terfokus pada hubungan manusia dengan Sang Pencipta sebagai dasar berperilaku. Asumsi, hubungan vertikal baik, maka perilaku akan baik.

PENINGKATAN ETOS KERJA MELALUI PENGEMBANGAN DAN PENINGKATAN DIRI


1. Pengembangan sosial untuk meningkatkan kualitas hub antar pribadi sebagai inti interaksi sosial 2. Pengembangan emosional agar dapat mengendalikan diri 3. Pengembangan intelektual agar dapat membuat keputusan yg rasional dan tepat 4. Pengembangan karakter agar kepribadian dapat berkembang baik 5. Pengembangan spritual untuk membentuk kepribadian yg tangguh dan bermental sehat

IV. HAMBATAN PENGEMBANGANBUDAYA DAN ETOS KERJA


FAKTOR INTERNAL : 1. Blok persepsi 2. Blok ego 3. Blok intelektual 4. Blok emosi FAKTOR EKSTERNAL : 1. Lingkungan 2. Teman sejawat 3. Anak buah 4. Iklim kerja

FAKTOR INTERNAL
BLOK PERSEPSI  Memberikan arti pada suatu peristiwa  Kurang teliti akan informasi  Timbul prasangka krn tdk melihat dari seluruh aspek BLOK EGO  Selalu menyalahkan orang lain- merasa diri paling sempurna  Memaksa orang lain mengikuti kehendaknya  Tidak dapat melihat kelemahan diri BLOK INTELEKTUAL  Berfikir hanya mengandalkan logika,  Berpegang pada pendapatnya sendiri BLOK EMOSI  Takut membuat kesalahan, sedih, khawatir yg berlebihan  Emosi yg tidak terkendali  Kurang kebesaran hati, kurang iklas  Kurang hati-hati, ceroboh

14

FAKTOR EKSTERNAL
Faktor Lingkungan  Sulit menerima perbedaan  Kurang menerima dan memberikan penghargaan  Kurang terbangunnya kepercayaan Faktor Teman sejawat yang kurang mendukung  Teman yg tidak bersemangat  Selalu berfikiran negatif  Teman mempengaruhi motivasi Faktor anak buah  Kompetensi anak buah harus ada  Mereka mampu dan mau?, tidak mampu tp mau bekerja, atau tidak mampu dan tidak mau bekerja Faktor iklim kerja yang kurang mendukung  Bagaimana pimpinan menciptakan lingkungan yg kondusif  Sudah terbangun budaya kerja yg kurang produktif
15

V. SIMPULAN
pengertian Budaya kerja adalah suatu falsafah yang dilandasai oleh pandangan hidup sebagai nilainilai yang menjadi sifat, kebiasaan dan kekuatan pendorong dan membudaya dalam kehidupan suatu kelompok atau organisasi atau masyarakat yang kemudian tercermin dari sikap perilaku, kepercayaan, cita-cita, pendapat dan tindakan yang terwujud sebagai kerja atau bekerja Etos Kerja merupakan sejumlah nilai atau perangai budaya karakteristik manusia dalam kerja

Budaya Kerja yang efektif dan efisien tersebut merupakan sikap mental yang selalu mencari perbaikan atau penyempurnaan apa yang telah dicapai dengan menerapkan teori-teori dan metoda-metoda baru, Dengan demikian budaya kerja dan etos kerja sangat diperlukan untuk terbentuknya organisasi pembelajar yang anggota-anggotanya selalu belajar, sehingga organisasi dapat mengakomodir segala tantangan perubahan dan pada gilirannya dapat menghasilkan kerja yang efektif, efisien dan produktif Pengembangan budaya dan etos kerja dimulai dari perubahan pola pikir dan pengembangan diri serta meminimalisir hambatan baik intern maupun ekstern

TERIMA KASIH ATAS PERHATIAN DAN KERJASAMANYA. DAN MOHON MAAF LAHIR BATHIN
47