You are on page 1of 19

BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang
Komputer tersusun atas beberapa komponen penting seperti CPU, memori dan perangkat I/O. Sistem bus adalah sebuah sistem sebagai jalur yang menghubungkan antara semua komponen-komponen tersebut agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Bus sendiri merupakan lintasan yang menghubungkan dua atau lebih komponen-komponen komputer. Bus disusun secara hierarkis, karena setiap bus memiliki kecepatan yang berbeda. Setiap perangkat di dalam sistem juga dihubungkan ke salah satu bus yang ada. Beberapa perangkat seperti chipset atau kontroler akan bertindak sebagai jembatan antara bus-bus yang berbeda.

Rumusan Masalah
1. Bagaimana bus sistem dapat berkembang dari bus sistem hingga bus camac? 2. Mengapa bus sistem dari setiap generasi selalu ada yang baru?

BAB II PEMBAHASAN

Sistem Bus dari Generasi ke Generasi


1. Omnibus (PDP-8) Omnibus adalah jenis bus yang digunakan pada komputer DEC (Digital Equipment Corporation) PDP-8 dan diciptakan pada tahun 1964. Sistem ini terdiri dari 96 lintasan dengan sinyal yang terpisah. Lintasan ini digunakan untuk membawa sinyal-sinyal kontrol, alamat maupun data. Karena semua komponen sistem menggunakan bersama sejumlha lintasan signal,

penggunaannya harus dikontrol oleh CPU. Komputer yang menggunakan omnibus tidak memerlukan adanya ruang air conditioner.

2. Unibus (PDP-11) Unibus merupakan sistem bus yang digunakan pada PDP-11 yang merupakan serangkaian minikomputer 16bit yang dijual oleh DCE.

Dibandingkan dengan PDP-8, PDP11 lebih mudah diprogram kembali oleh pengguna. Unibus diterbitkan pertama kali pada tahun 1970. Arsitektur Unibus (PDP-11) Arsitektur prosesor PDP-11 mempunyai sebagian besar set instruksi yang ortogonal. Contohnya, PDP-11 mempunyai sebuah instruksi yang berpindah-pindah untuk setiap baik operan (asal dan tujuan) atau juga memori ataupun register. Tidak ada instruksi khusus untuk I/O. PDP-11 menggunakan memori yang memetakan I/O sehingga instruksi yang sama digunakan (instruksi yang berpindah-pindah). Keorthogonalitasnya bahkan mampu membiarkan kita memindah data secara langsung dari sebuah perangkat input ke perangkat output. Unibus pada PDP-11 juga dikontrol oleh CPU. Manajemen Memori Alamat PDP 11 16-bit dapat mencapai 64KB. Pada saat PDP-11 yang dihasilkan ke VAX, 8-bit byte dan notasi heksadesimal telah menjadi standar dalam industri, namun nilai numerik pada PDP-11 selalu digunakan notasi oktal, dan jumlah memori yang terpasang pada PDP- 11 selalu dinyatakan sebagai
2

jumlah kata. Dasar alamat logika ruang adalah 32K kata-kata, tetapi 4K tinggi (alamat 160000 melalui 177.777) tidak dihuni karena input / output register di bus hanya merespon ke alamat dalam kisaran tersebut. Memori Ekspansi PDP-11 menjelaskan bagaimana ruang alamat logis-16bit menjadi tak dapat diatasi keterbatasannya. Selama keberadaan PDP-11, teknik-teknik berikut digunakan untuk mengatasi keterbatasan tersebut : 1. Processor model PDP-11 selanjutnya menyertakan manajemen memori untuk mendukung pengalamatan virtual . Ruang alamat fisik diperluas dari 18-22 bit hingga 256 KB -4 MB RAM. Ruang alamat logis (yaitu, ruang alamat yang tersedia setiap saat tanpa mengubah tabel pemetaan memori) masih terbatas untuk 16 bit. 2. Beberapa model, dimulai dari PDP-11/45, bisa diatur untuk menggunakan kata-kata 32K (64K bytes) sebagai "ruang instruksi" untuk kode program dan terpisah 32K kata-kata dari "ruang data.". Beberapa sistem operasi, khususnya Unix sejak edisi V7, dan RSX11-M +, mengandalkan fitur ini. 3. Teknik Pemrograman yang bisa menyembunyikan masalah paging dari pemrogram aplikasi. Format Data 16-bit kata-kata itu disimpan di little-endian dengan LSB terlebih dahulu. 32-bit data (didukung sebagai ekstensi untuk arsitektur dasar, misalnya, floating point di Set Instruksi FPU, double-word dalam Set Instruksi Extended atau data long dalam Set Instruksi Komersial ) disimpan di lebih dari satu format, termasuk middle-endian format yang tidak biasa. Addressing mode Sebagian besar instruksi mengalokasikan enam bit untuk menentukan operan. Tiga bit yang dipilih dari dari delapan mode pengalamatan, dan tiga bit yang dipilih dari delapan register umum. Penggunaan kelompok tiga-bit membuat notasi oktal.

3. Multibus (8086) Multibus adalah sistem bus yang didesain untuk menangani modulmodul. Multibus dikembangkan oleh Intel Corporation yang kemudian diadopsi oleh IEEE yang dikenal dengan IEEE 796. Multibus mirip dengan CAMC (Computer Automated Measuremet and Control) dan Network Interface Module (NIM). Versi dan Organisasi Multibus Intel mengeluarkan dua tipe Multibus, yaitu Multibus I dan Multibus II. Kedua Multiboard menyediakan pilihan jumper yang perlu untuk diatur. Tetapi pada multibus II pilihan pengaturan dapat diatur melalui perangkat lunak pengontrol daripada menggunakan teknik pen-jumper-an. Sebuah multibus yang terpisah biasanya digunakan pada sistem mikroprosesor. Motherboard yang menggunakan multibus sistem mengandung sebuah multibus dimana sebuah data bus dikoneksikan dengan prosesor dan multibus interface cards. Multibus I menggunakan kartu tepi-jari sebagai konektor. Multibus I bekerja dengan mikroprosesor 8-bit dan 16-bit. Multibus II menggunakan mikroprosesor 32-bit dengan kecepatan 80MBps. Multibus II mampu untuk bekerja bersama-sama tanpa adanya pewaktuan bus atau masalah bus loading. Arsitektur Multibus Multibus adalah bus asynchronous yang menampung perangkat dengan berbagai kecepatan transfer sementara tetap menjaga maksimum throughput . Itu memiliki 20 baris alamat sehingga dapat mencapai alamat hingga 1 Mb memori Multibus dan 1 Mb lokasi I / O. Multibus Kebanyakan perangkat I / O hanya menterjemahkan 64 Kb pertama dari ruang alamat. Multibus didukung multi-master dengan fungsionalitas yang

memungkinkan untuk membagi Multibus dengan prosesor ganda dan perangkat DMA lainnya. Bentuk standar Multibus adalah 12-inch-wide (300 mm), 6,75-inci-dalam (171 mm) papan sirkuit dengan dua tuas ejeksi di tepi depan. Papan memiliki dua bus. Bus P1 yang lebih lebar dimana pin penugasan yang lebih luas didefinisikan oleh spesifikasi Multibus. Bus P2 kedua yang lebih kecil juga didefinisikan sebagai bus pribadi.

4. Bus PC IBM (PC/XT) IBM PC/XT merupakan penerus IBM PC, dimana keduanya memiliki arsitektur dasar yang sama, hanya IBM PC/XT menggunakan arsitektur 16-bit. Peluncuran IBM PC/XT ditujukan untuk meningkatkan penggunaan mesin bisnis, dan sesuai dengan PC3270 menampilkan 3270 terminal emulasi. XT standar awalnya dibuat dengan menggunakan 128kB memori, sebuah sisi 360kB ganda 5.25, full-height floppy disk drive, sebuah 10MB Seagate ST412 hard drive dengan XEBEC 1210 MFM kontroler, sebuah adapter asynkronus dan sebuah powes supply 130W. Motherboard ini memiliki 6-bit ISA slot ekspansi dan mikroprosesor Intel 8088 yang berjalan pada 4.77 MHz. Delapan slot ekspansi merupakan peningkatan dari PC IBM yang hanya lima. Tiga slot ekspansi diambil oleh adaptor floppy disk, adaptor hard drive dan kartu Async. Ada dua konfigurasi dari motherboard XT. Yang pertama dapat mendukung hingga 256kB pada motherboard, dengan maksimun 640kB dicapai dengan kartu ekspansi. Konfigurasi kedua didesain dapat mendulung 640kB seluruhnya pada motherboard yang memiliki revisi AT-BIOS yang kompatibel dengan waktu booting yang lebih cepat, serta dukungan untuk keyboard 101-key dan 3.5 floppy drive. Pada 1986, XT/286 dengan prosesor 6MHz Intel 80286 diperkenalkan. Sistem ini lebih cepat karena memiliki waktu tunggu dari RAM yang dapat memindahkan data lebih cepat.

5. Bus ISA (PC/AT) Industry Standard Architecture (ISA) adalah bus sistem satndar untuk kompatibel PC IBM yang dikenal sebagai IBM PC yang mendukung mikroprosesor Intel 8088- sistem 8-bit dan yang kemudian diperluas menjadi sistem 16-bit. Bus ISA kemudian dikembangkan dengan menggunakan prosesor sistem 32-bit yang dikenal sebagai Extended Industry Standars Architecture (EISA). Untuk penggunaan pada komputer desktop pada umumnya, ISA sudah digantikan dengan sistem bus selanjutnya, seperti IBM Microchannel, PCI dan yang lainnya.

ISA dirancang untuk menghubungkan kartu peripheral (perangkat tambahan) pada motherboard. ISA mengijinkan terjadinya bus mastering (memungkinkan perangkat yang terhubung ke bus untuk memulai transaksi) sekalipun hanya tersedia memori utama sebesar 16MB untuk akses secara langsung. ISA 8-bit berjalan pada kecepatan 4.77 MHz, sedangkan ISA 16-bit berjalan pada 6 atau 8 MHz. Seorang pengguna bus ISA harus mengetahui informasi-informasi khusus (seperti alamat I/O, IRQ line atau channel DMA) tentang perangkat yang mereka tambahkan dan mensettingnya pada sistem. Arsitektur bus ISA PC/XT adalah sebuah bus ISA 8-bit yang digunakan pada Intel 8086 dan Intel 8088. Sedangkan PC/AT adalah sebuah bus ISA 16-bit. Bus ini merupakan hasil pengembangan PC/XT dengan menambahkan sebuah konektor tepi yang lebih pendek pada jalur dengan 8-bit konektor bus XT. Konektor kedua ini menambahkan empat jalur alamat tambahan dengan total 24, dan delapan jalur data tambahan dengan total 16. Bus ini juga menambahkan jalur interupsi yang dihubungkan pada sebuah PIC 8259 dan chanel DMA 16-bit, serta jalur kontrol untuk memilih pengiriman 8-bit atau 16-bit. slot bus AT 16-bit yang awalnya digunakan menggunakan dua soket ujung konektor standar di PC IBM. Namun, dengan popularitas arsitektur ATdan 16-bit bus ISA, produsen memperkenalkan khusus konektor 98-pin yang terintegrasi dengan dua soket dalam satu unit. Ini dapat ditemukan di hampir setiap kelas PC AT diproduksi setelah pertengahan 1980-an. Konektor ISA slot biasanya berwarna hitam (membedakannya dari EISA coklat dan putih konektor PCI konektor).

6. Bus EISA (80386) Bus EISA (Extended/Enhanced Industry Standard Architecture) adalah sebuah bus I/O (bus ISA) yang diperkenalkan pada September 1988 sebagai respons dari peluncuran bus MCA oleh IBM, mengingat IBM hendak "memonopoli" bus MCA dengan mengharuskan pihak lain membayar royalti untuk mendapatkan lisensi MCA.

Meski menawarkan pengembangan yang signifikan jika dibandingkan dengan ISA 16-bit, hanya beberapa kartu berbasis EISA yang beredar di pasaran (atau yang dikembangkan). Itu pun hanya berupa kartu pengontrol larik hard disk (SCSI/RAID), dan kartu jaringan server. Bus EISA pada dasarnya adalah versi 32-bit dari bus ISA yang biasa. Tidak seperti MCA dari IBM yang benar-benar baru (arsitektur serta desain slotnya), pengguna masih dapat menggunakan kartu ISA 8-bit atau 16-bit yang lama ke dalam slot EISA, sehingga hal ini memiliki nilai tambah: kompatibilitas ke belakang (backward compatibility). Seperti halnya bus MCA, EISA juga mengizinkan konfigurasi kartu EISA secara otomatis dengan menggunakan perangkat lunak, sehingga bisa dibilang EISA dan MCA adalah pelopor "plugand-play", meski masih primitif. Arsitektur Bus EISA Bus EISA menambahkan 90 konektor baru (55 konektor digunakan untuk sinyal sedangkan 35 sisanya digunakan sebagai ground) tanpa membuat slot ISA 16-bit berubah. Sekilas, slot EISA 32-bit sangat mirip dengan slot ISA 16-bit. Tapi, berbeda dari kartu ISA yang hanya memiliki satu baris kontak, kartu EISA memiliki dua baris kontak yang bertumpuk. Baris pertama adalah baris yang digunakan oleh ISA 16-bit, sementara baris kedua menambahkan bandwidth menjadi 32-bit. Karenanya, kartu ISA yang lama masih dapat bertahan meskipun berganti motherboard. Meski kompatibilitas ini merupakan sesuatu yang bagus, ternyata industri kurang begitu meresponsnya. Akhirnya, fitur-fitur EISA pun ditangguhkan untuk mengembangkan bus I/O yang baru, yang disebut dengan VESA Local Bus (VL-Bus). Bus EISA dapat menangani data hingga 32 bit pada kecepatan 8,33 MHz, sehingga transfer rate maksimum yang dapat dicapainya adalah 33 MByte/detik. Timing (latency) EISA juga berpengaruh pada kecepatan transfer data pada kartu EISA. Ukuran dimensi fisik slotnya (panjang, lebar, tinggi) adalah 333,5 milimeter, 12,7 milimeter, 127 milimeter.

7. Microchannel (PS/2) Bus MCA (Micro Channel Architecture) adalah sebuah bus I/O berbandwidth 32-bit yang digunakan dalam beberapa komputer mikro. Bus ini dibuat oleh IBM yang ditujukan untuk menggantikan bus ISA 8-bit/16-bit yang lambat, selain tentunya untuk menghadapi masalah bottleneck yang terjadi akibat kecepatan prosesor yang semakin tinggi tapi tidak diimbangi dengan kecepatan bus I/O. Komputer yang menggunakan bus ini pun hanya sedikit, mengingat memang IBM mewajibkan para vendor untuk membayar royalti kepada iBM untuk mendapatkan lisensi bus MCA. Karena hal ini banyak vendor yang kurang setuju dengan IBM membuat "partai oposisi", dengan membuat bus EISA. Kebutuhan terhadap sebuah bus I/O yang lebih cepat datang akibat bus ISA mengalami bottleneck. Prosesor Intel 80386DX merupakan prosesor 32-bit yang dapat mentransfer data hingga 32 bit dalam satu waktunya, tapi ISA hanya dapat mentransfer 16 bit saja. Daripada menambahkan pin lagi terhadap bus ISA, IBM memutuskan untuk membuat sebuah bus baru, yang kemudian menjadi bus MCA. Berbeda dengan EISA yang mendukung konsep backward compatibility, bus ini adalah benar-benar baru, yang sama sekali tidak kompatibel dengan ISA 8-bit/16-bit. Desain MCA Sistem MCA juga menawarkan perubahan lainnya: pengguna dapat menancapkan kartu MCA ke dalam slotnya tanpa harus mengubah-ubah setting jumper untuk menentukan sumber daya yang hendak digunakan (IRQ Channel, DMA Channel, atau memory base address). Fitur ini mirip dengan apa yang kita kenal sekarang sebagai fitur plug-and-play, meski masih terkesan primitif. Karenanya, kartu MCA tidak memiliki jumper atau DIP Switch untuk mengatur sumber daya, tapi menawarkan perangkat lunak yang dapat mengaturnya. Umumnya, MCA memiliki dua jenis disket untuk konfigurasi perangkat keras: Option Disk dan Reference Disk. Reference Disk merupakan disket yang datang sistem komputer yang mengintegrasikan bus MCA, sementara Option Disk datang dengan kartu MCA yang bersangkutan. Setelah kartu dipasang, pengguna tinggal menginstalasikan berkas-berkas dari Option disk ke dalam Reference

Disk, setelah itu kartu pun akan berjalan. Reference Disk mengandung beberapa program dan BIOS yang dibutuhkan untuk mengatur sistem MCA, dan sistem tidak dapat dikonfigurasikan tanpanya. MCA berjalan dalam kecepatan 5 MHz, pada bandwidth 32-bit, sehingga dapat mentransfer data hingga 20 MByte/detik.

8. Bus PCI (Peripheral Component Interconnect) PCI adalah sebuah bus kumputer yang digunakan untuk menangani beberapa perangkat keras. PCI dapat mencocokan bentuk IC (integrated circuit) dengan motherboard atau sebuah kartu ekspansi cocok dengan slotnya. Spesifikasi PCI meliputi ukuran dari bus, karakteristik listrik, bus timing dan protokol. PCI biasanya digunakan untuk : kartu jaringan, sound cards, modem, TV tuner dan disk controller. Spesifikasi Hardware

Diagram perbedaan PCI 32-bit dan 64-bit. Spesifikasi berikut merepresentasikan versi PCI yang digunakan pada PC pada umumnya : 33,33 MHz clock dengan transfer sinkronus Kecepatan tranfer puncak sebesar 133 MegaByte per detik untuk lebar bus 32-bit (33.33 MHz 32 bits 8 bits/byte = 133 MB/s) Lebar bus 32-bit 32 atau 64-bit ruang pengalamatan memori 32-bit ruang port I/O 256-byte ruang konfigurasi Signal 5 Volt

Spesifikasi PCI juga menyediakan pilihan untuk signal 3,3V, lebar bus 64-bit dan 66 MHz clock. Arbiter bus PCI melakukan operasi arbitrasi bus diantara banyak master pada bus PCI sebanyak permintaan pada bus. Sepasang permintaan (request) dan sinyal pemberian akses didedikasikan pada masingmasing master bus. Transaksi pada bus PCI Lalu lintas bus PCI meliputi serangkaian transaksi PCI bus. Setiap transaksi terdiri dari sebuah fase alamat yang diikuti oleh satu atau lebih fase data. Arah fase data mungkin dari inisiator untuk target (menulis transaksi) atau sebaliknya (baca transaksi), tapi semua fase data harus dalam arah yang sama. Salah satu pihak dapat menghentikan sementara atau menghentikan fase data pada titik apapun. Setiap perangkat PCI dapat memulai transaksi. Pertama, ia harus meminta izin dari arbiter bus PCI pada motherboard. Arbiter memberikan ijin kepada salah satu perangkat yang meminta. Inisiator memulai fase alamat dengan menyiarkan alamat 32-bit plus kode perintah 4-bit, kemudian menunggu target untuk merespon. Semua perangkat lain memeriksa alamat ini dan salah satu dari mereka merespon beberapa siklus kemudian. Pengalamatan 64-bit ini dilakukan dengan menggunakan fase alamat dua tahap. Inisiator menyiarkan alamat 32-bit (low), disertai dengan "siklus alamat ganda" kode perintah khusus. Perangkat yang tidak mendukung 64-bit tidak dapat menanggapi kode perintah itu. Siklus berikutnya, inisiator

mentransmisikan bit alamat 32-bit alamat (high), ditambah dengan kode perintah yang sebenarnya. Transaksi ini beroperasi identik dari titik tersebut. Untuk memastikan kompatibilitas dengan 32-bit perangkat PCI, dilarang untuk menggunakan siklus alamat ganda jika tidak perlu, yaitu jika high-order bit alamat nol semua. Sementara PCI bus mengirim 32 bit per fase data, inisiator mentransmisikan 4byte indikasi sinyal yang menunjukkan 8-bit byte harus dianggap signifikan. Secara khusus, sebuah penulisan harus mempengaruhi hanya byte diaktifkan pada perangkat target PCI. Mereka adalah sedikit penting untuk memori membaca, tapi pembacaan I/O mungkin memiliki efek samping.

10

Standar PCI secara eksplisit memungkinkan sebuah fase data tanpa byte diaktifkan, yang harus berperilaku sebagai no-op.

9. Bus SCSI (Small Computer System Interface) Small Computer System Interface (SCSI) merupakan set standar untuk menghubungkan secara fisik dan mentransfer Data antara komputer dan periferal . SCSI mendefinisikan perintah, protokol (komputer) dan antarmuka listrik dan optika. SCSI mendefinisikan set perintah secara spesifik untuk jenis periferal, dapat digunakan sebagai antarmuka ke hampir perangkat apapun. Setiap perangkat melekat pada bus komputer SCSI dengan cara yang sama, terhitung sampai dengan 8 atau 16 perangkat yang dapat menempel pada bus komputer tunggal. Antar Muka SCSI tersedia dalam berbagai antarmuka. Yang pertama, masih sangat umum, adalah SCSI paralel (sekarang juga disebut SPI), yang menggunakan desain [[bus paralel listrik. Pada tahun 2008, SPI digantikan oleh Serial Attached SCSI (SAS), yang menggunakan desain serial tapi tetap mempertahankan aspekaspek lain dari teknologi. Banyak antarmuka yang tidak bergantung pada standar SCSI lengkap masih melaksanakan perintah protokol (komputer) SCSI. Dengan munculnya SAS dan Serial ATA. Internal paralel kabel SCSI biasanya pita, dengan dua atau lebih 50 pin, 68-pin, atau 80-pin konektor terpasang. Kabel eksternal biasanya terlindung (tapi mungkin tidak), dengan 50-pin atau konektor 69-pin di setiap akhir, tergantung pada lebar bus komputer. SCSI spesifik yang didukung 80-pin Connector Single Attachment (SCA) biasanya digunakan untuk perangkat hotpluggable, dimana kabel eksternal biasanya tidak diperlukan. Perintah Protokol SCSI Dalam terminologi SCSI, komunikasi terjadi antara inisiator dan target. Inisiator mengirim perintah untuk target yang kemudian merespon. Perintah SCSI dikirim dalam Command Descriptor Block (CDB). The CDB terdiri dari kode satu operasi byte diikuti oleh lima atau lebih byte yang berisi parameter perintah-spesifik. Ada empat kategori dari perintah SCSI: N (non-data), W (data

11

tertulis dari inisiator ke target), R (membaca data), dan B (bidirectional). Selain itu, ada juga sekitar 60 perbedaan dari perintah SCSI secara total (dari yang paling umum) : 1. Test unit ready : permintaan perangkat untuk melihat jika sudah siap untuk transfer data 2. Inquiry : Pengembalian perangkat informasi dasar,juga digunakan untuk Ping perangkat karena tidak memodifikasi data. 3. Request sense: Pengembalian setiap kode yang salah dari perintah sebelumnya yang mengembalikan status kesalahan. 4. Send diagnostic and Receive diagnostic results: menjalankan tes sederhana atau tes khusus yang didefinisikan pada halaman diagnostik 5. Start/Stop unit: Memutar spin ke atas dan ke bawah, membuat atau membongkar media 6. 7. 8. 9. Read capacity: Mengembalikan kapasitas penyimpanan Format unit: mengatur semua sektor dari awal SCSI Read format capacities: Mengambil data kapasitas perangkat Read (empat varian): Membaca data dari perangkat

10. Write (empat varian): Menulis data ke perangkat 11. Log sense: Menghasilkan informasi terkini dari halaman log. 12. Mode sense: Mengembalikan parameter perangkat terkini dari halaman mode 13. Mode select: Mengatur perangkat di halaman mode Sebuah "akses langsung" (tipe Cakram yaitu) perangkat penyimpanan terdiri dari sejumlah blok logis, biasanya disebut dengan istilah Logical Block Address (LBA). LBA setara dengan 512 byte penyimpanan. Penggunaan LBAs telah berkembang dari waktu ke waktu dan empat varian perintah yang berbeda diberikan untuk membaca dan menulis data. Perintah Read(6) dan Write(6) berisi alamat LBA 21-bit. Perintah Read(10), Read(12), Read Long, Write(10), Write(12), dan Write Long semuanya mengandung sebuah alamat 32-bit LBA ditambah berbagai pilihan parameter lainnya. . Sebuah "akses sekuensial" (tapetype yaitu) perangkat yang tidak memiliki kapasitas tertentu karena biasanya tergantung pada panjang pita, yang tidak diketahui secara pasti. Pembacaan dan

12

Penulisan pada perangkat jalur akses sekuensial terjadi pada posisi saat ini, bukan di LBA tertentu. Ukuran blok pada perangkat akses sekuensial dapat menjadi tetap atau bervariasi, tergantung pada perangkat tertentu. Perangkat Tape seperti 9-track tape setengah inci, DDS (4 mm kaset bentuknya mirip dengan DAT), Exabyte, dll.

10. Nubus (Macinthos) Nubus adalah sebuah bus komputer paralel 32-bit yang dikembangkan oleh MIT sebagai bagian dari proyek NuMachine.

Contoh dari sebuah graphic card Nubus. NuBus adalah langkah yang cukup maju dibandingkan dengan interface lainnya. Pada saat itu sebagian besar sistem bus komputer adalah 8-bit, begitu juga dengan komputer yang terhubung dengan mereka. Namun, NuBus memutuskan menggunakan antarmuka 32-bit karena sudah jelas pasar menuju ke arah itu. Arsitektur Nubus NuBus adalah agnostik tentang prosesor itu sendiri. Kebanyakan bus sampai titik ini pada dasarnya kartu harus sesuai dengan standar sinyal dan data dari mesin mereka yang terhubung ke dalam. NuBus tidak membuat asumsi seperti itu, yang berarti bahwa kartu NuBus dapat terhubung ke mesin NuBus, sepanjang ada driver perangkat yang sesuai. Untuk memilih driver perangkat yang tepat, NuBus memasukkan skema ID yang mengijinkan kartu untuk mengidentifikasi dirinya sendiri ke komputer host selama startup. Ini berarti bahwa pengguna tidak perlu mengkonfigurasi sistem. Sebagai contoh, dengan ISA driver harus dikonfigurasi tidak hanya untuk kartu, namun untuk memori apapun itu diperlukan, interupsi yang digunakan, dan sebagainya. NuBus tidak memerlukan konfigurasi seperti, menjadikannya salah satu contoh pertama dari arsitektur plug-and-play.

13

Pada sisi negatifnya, sementara fleksibilitas ini membuat NuBus lebih sederhana bagi pengguna dan pembuat driver perangkat, itu membuat hal yang lebih sulit bagi perancang kartu itu sendiri. Sedangkan yang paling "sederhana" sistem bus dengan mudah didukung dengan input / output chip yang dirancang untuk digunakan dengan CPU, dengan NuBus tiap kartu dan komputer harus mengubah segalanya dalam "dunia NuBus" platform agnostik. Biasanya ini berarti menambahkan chip pengontrol NuBus antara bus dan I / O chip pada kartu, meningkatkan biaya. Pada saat itu di tahun 1980-an NuBus dianggap rumit dan mahal.

11. USB (Universal Serial Bus) USB adalah bus standar untuk perangkat penghubung, biasanya pada komputer, namun juga digunakan untuk peralatan lainnya seperti PDA, ponsel dan konsole permainan. USB mendefinisikan kabel, konektor dan protokol yang digunakan untuk hubungan. USB telah menggantikan macam-macam interface sebelumnya secara efektif. Desain Sistem Sistem USB mempunyai sebuah desain yang tidak simetri, mengandung sebuah host, banyak port USB dan banyak peralatan tambahan yang dihubungkan dalam sebuah topologi star bertingkat. USB hub tambahan dapat dimasukkan dalam tingkatan yang memungkinkan bercabang menjdi suatu struktur pohon hingga lima tingkatan. Sebuah host USB mungkin mempunyai banyak host controller dan masing-masing host controller menyediakan satu atau lebih port USB. Perangkat USB dihubungkan secara seri melalui hubs. Selalu ada satu hub yang dikenal sebagai root hub yang dibangun di dalam host controller.

14

Endpoint USB benar-benar berada pada perangkat yang terhubun. Saluran menuju host ditunjukkan dengan istilah pipa pipes. Arsitektur USB Komunikasi peralatan USB didasarkan pada pipa (saluran-saluran logik). Sebuah pipa adalah sebuah koneksi dari host controller menuju sebuah entitas logik, yang ditemukan pada peralatan dan dinamakan sebagai endpoint. Sebuah perangkat Usb dapat mempunyai hingga 32 endpoint : 16 di dalam host controller dan 16 sisanya diluar host controller. Standar USB mencadangkan satu endpoint dari setiap tipe, meninggalkan teori maksimum 30 endpoint untuk penggunaan normal. Ada dua tipe pipa : streaming dan pesan pipa tergantung pada jenis transfer data. Isochronus transfer : pada beberapa kecepatan data yang terjamin tetapi dengan kemungkinan hilangnya data. Interrupt transfer : peralatan yang membutuhkan jaminan respons yang cepat Bulk transfer : transfer sporadis yang besar menggunakan semua bandwith yang tersisa, tapitanpa jaminan pada bandwith atau latency. Control transfer : secara tipikal digunakan untuk perintah sederhana pada perangkat dan sebuah status respon.

12. Firewire Firewire merupakan nama yang populer untuk standar kabel data antarmuka berseri IEEE 1394 yang mampu mengirim data dengan kecepatan sangat cepat hingga 400 Mbps. Sebuah kabel firewire 800 dapat menyediakan perpanjangan kabel antara komputer-alat maupun alat-alat hingga sejauh 100 meter, sedangkan optical repeater firewire dapat menyambungkan sejauh 1000 meter. Hampir semua laptop dan produk komputer keluaran terbaru dilengkapi fasilitas port FireWire. Keunggulan Kecepatan pertukaran data sangat tinggi dan bersifat real-time

15

Bersifat plug-and-play, artinya sistem operasi muktahir akan langsung mendeteksi alat berbasis FireWire yang tersambung dan langsung siap digunakan.

FireWire tidak melibatkan memori prosesor sehingga sifatnya jadi lebih stabil dan tidak menimbulkan hang.

Kabel sambungan dapat dilepas tanpa harus memantikan atau mengganggu kinerja komputer.

Mampu mengenali dan menyambung sampai 63 perangkat berbasis FireWire secara serentak.

Kabel dapat membawa energi listrik sampai 45 watt sehingga dapat meringkas penggunaan kabel

Keunggulan FireWire 800 dibandingkan USB 2.0 FireWire 800 memiliki kecepatan hingga 800 Mbps, sedangkan USB 2.0 hanya 480 Mbps FireWire bekerja secara independen sedangkan Usb menggunakan memori prosesor, sehingga dalam hal ini FireWire lebih stabil dan tidak mudah hang FireWire mampu menyambungkan jarak lebih jauh daripada Usb 2.0.

13. Bus VME (VERSAmodule Eurocard) Bus VME adalah bus komputer standar, awalnya dikembangkan untuk Motorola 68000 garis CPU. Bus VME menggunakan konektor DIN41612 dan menggunakan sistem sinyal sendiri. Bus VME adalah kombinasi dari spesifikasi elektrikal VERSAbus dan modular Eurocard packaging system yang telah mengatasi kedua permasalahan embedded control systems. Bus VME telah menjadi teknologi off-the-shelf dan memberikan solusi problem ketahanan dan dengan mudah beradaptasi terhadap berbagai macam aplikasi. Arsitektur bus VME telah diisi dengan definisi bus baru yang independen terhadap prosesor-mikro, dengan mudah untuk meningkatkan dari 16 ke 32 bit saluran data, diimplementasikan oleh standar mekanik yang handal serta memungkinkan vendor yang independen untuk membuat produk yang kompatibel.

16

14. Bus Camac (Computer Automated Measurement And Control) Camac adalah standar bus untuk akuisisi data dan kontrol yang digunakan dalam nuklir dan fisika partikel eksperimen dan industri. Bus memungkinkan pertukaran data antara plug-in modul dan controller , yang kemudian di-interface-kan ke PC atau ke antarmuka VME- CAMAC. Standar Camac didefinisikan oleh ESONE Committee meliputi mesin, listrik dan logika dari sebuah bus paralel (dataway) untuk modul plug-in. Di dalam dataway, modul dialamatkan oleh slot. 22 slot yang paling kiri tersedia untuk modul aplikasi, sedangkan dua slot yang paling kanan didedikasikan untuk crate controller. Dalam slot standar mendefinisikan 16 subalamat (0-15). Sebuah slot diperintahkan oleh controller dengan salah satu dari 32 kode fungsi (0-31). Dari kode ini berfungsi : 0-7 membaca fungsi dan akan mengirim data ke controller dari alamat modul, sementara 16-23 adalah penulisan kode fungsi yang akan mengirim data dari controller menuju modul. Standar yang asli mampu melakukan pengiriman 24-bit data setiap mikrodetik. Revisi berikutnya merilis standar yang mendukung siklus singkat yang mengijinkan sebuah pengiriman setiap 450 nanodetik.

Penyebab Pembaharuan Sistem Bus pada Setiap Generasi


Bus sistem terletak di dalam sebuah motherboard. Setiap bus dirancang dengan memiliki spesifikasi yang berbeda. Teknologi prosesor menetukan lebar dan ukuran bus sistem. Pada saat yang sama, teknologi sistem bus dikembangkan untuk meningkatkan kecepatan lalu lintas pada motherboard, sehingga secara otomatis juga memerlukan teknologi komponen yang lainnya yang mendukung kecepatan yang diinginkan. Selain itu, perubahan pada setiap generasi bus memperhatikan clock time dan kecepatan transfer data dengan spesifikasi komputer, kebutuhan pasar dan desain bus itu sendiri. Itulah sebabnya mengapa sistem bus dari generasi ke generasi selalu mengalami perubahan.

17

BAB III KESIMPULAN

Bus sistem merupakan jalur-jalur yang digunakan untuk komunikasi data antar komponen-komponen yang terdapat pada komputer (motherboard). Bus sistem selalu berkembang dari waktu ke waktu dan dalam perkembangannya selalu ada hal yang baru. Hal ini disebabkan karena setiap generasi bus yang dirancang dari waktu ke waktu bertujuan untuk meningkatkan kecepatan. Sehingga setiap bus yang dirancang membutuhkan komponen-komponen yang lain yang mendukung adanya peningkatan kecepatan. Selain itu, perubahan pada sistem bus mempertimbangkan pewaktuan, desain bus, kecepatan transfer data dan spesifikasi komputer serta kebutuhan pasar.

18

Daftar Pustaka
http://wahyuly.blogspot.com/2010/11/perkembangan-bus-sistem.html http://yungsiannaziroh.blogspot.com/2010/12/perkembangan-bus-sistem.html http://esena.blogspot.com/2010/12/perkembangan-bus-sistem-perkembangan.html http://en.wikipedia.org/ www.webopedia.com/TERM/I/ISA_bus.html

19