You are on page 1of 8

Anatomi manusia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Langsung ke: navigasi, cari

Gambar gabungan anatomi lelaki dan wanita yang disediakan atas izin www.3dscience.com Anatomi manusia atau antropotomi ialah sebuah bidang khusus dalam anatomi yang mempelajari struktur tubuh manusia, sedangkan jaringan dipelajari di histologi dan sel di sitologi. Tubuh manusia, seperti tubuh hewan, terdiri atas sistem, yang terdiri atas organ-organ, yang terdiri atas jaringan, yang terdiri atas sel. Lihat sejarah anatomi untuk sejarah anatomi, termasuk anatomi manusia.

Daftar isi
[sembunyikan]

1 Sistem tubuh manusia 2 Diagram anatomi manusia 3 Organ dalam 4 Anatomi otak 5 Belajar anatomi manusia 6 Lihat pula 7 Pranala luar

[sunting] Sistem tubuh manusia


Sistem kardiovaskular: memompa darah ke seluruh tubuh Sistem pencernaan: pemrosesan makanan yang terjadi di dalam mulut, perut, dan usus Sistem endokrin: komunikasi dalam tubuh dengan hormon Sistem kekebalan: mempertahankan tubuh dari serangan benda yang menyebabkan penyakit Sistem integumen: kulit, rambut Sistem limfatik: struktur yang terlibat dalam transfer limfa antara jaringan dan aliran darah Sistem otot: menggerakkan tubuh Sistem saraf: mengumpulkan, mengirim, dan memproses informasi dalam otak dan saraf Sistem reproduksi: organ seks Sistem pernafasan: organ yang digunakan bernafas, paru-paru Sistem rangka: sokongan dan perlindungan struktural dengan tulang Sistem urin: ginjal dan struktur yang dihubungkan dalam produksi dan ekskresi urin

[sunting] Diagram anatomi manusia

Diagram anatomi manusia


1. Kepala 2. Wajah:Dahi, Mata, Telinga, Hidung, Mulut, Lidah, Gigi, Rahang, Pipi, Dagu 3. Leher, Tenggorokan, Jakun 4. Bahu 5. Dada, Buah dada, Tulang rusuk 6. Pusar 7. Perut, Pinggul 8. Organ seks 9. Penis/Skrotum atau Klitoris/Vagina Kaki:

10. Paha 11. Lutut 12. Betis, tulang kering 13. Pergelangan kaki 14. Telapak kaki, Tumit, Jari kaki Tangan:

15. Lengan 16. Siku/sikut 17. Pergelangan tangan 18. Telapak tangan, Jari tangan (Ibu jari, telunjuk, tengah, manis, kelingking Tidak bernomor: Tulang belakang, Kulit, Rektum, Anus, Pantat

REPRODUKSI LAKI-LAKI Perhatikan gambar alat repruduksi laki-laki berikut ini :

Kelenjar tambahan pada reproduksi laki-laki: 1. Testis --> memproduksi spermatozoa 2. Saluran kelamin, ada 3 , yaitu (1)Vasa eferentia --> penampung sperma utk disalurkan ke epididimis, (b)Epididimis --> penyimpan sperma sementara, (c)Vas deferens --> penghubung epididimis dg penis (ejakulasi) 3. vesika seminalis --> kantong semen penghasil fruktosa, asam karbonat, & asam amino utk makanan spermatozoa sblm membuahi telur. 4. kelenjar prostat --> penghasil cairan basa berwarna putih susu --> menetralkan asam pada vasaeferentia & vagina shg sperma dapat bergerak aktif 5. kelenjar kowperi --> menghasilkan cairan mukosa (pelicin) 6. Penis --> sbg alat memasukan spermatozoa ke alat kelamin wanita REPRODUKSI WANITA Perhatikan gambar reproduksi wanita

Fungsi bagian-bagian alat reproduksi wanita : 1. Ovarium --> menghasikan ovum 2. Oviduk --> saluran ovum 3. Tuba fallopi --> tempat pembuahan 4. Uterus / rahim --> perkembangbiakan embrio 5. Vagina --> tempat kopulasi dan saluran pengeluaran bayi 6. Plasenta --> saluran nutrisi, zat sisa, gas antara embrio dg induknya 7. Amnion --> menjaga embrio dari goncangan 8. Organ kelamin luar, yaitu (1) klitoris / kelentit --> homolog dg penis, (2)vulva : bibir

besar (labium mayor & bibir kecil (labium minor), (3) lubang vagina --> ujung terluar vagina, (4) lubang saluran kencing --> uretra, (5) fundus --> bagian lipat paha Perhatikan gambar skema pembuahan pada manusia :

Penyakit pada sistem reproduksi manusia : 1. Gonorhea (kencing nanah) --> bakteri Neisseria gonorrheae 2. Sifilis --> bakteri Treponema pallidum 3. Herpes genitas --> virus herpes simpleks serotipe 2 4. Keputihan / flour albus --> Candida albicans, Trichomanas vaginalis 5. AIDS --> HIV

01. Reproduksi Wanita


Diposkan oleh intanriani. a). Alat kelamin dalam Organ kelamin dalam membentuk sebuah jalur (saluran kelamin), yang terdiri dari:

Ovarium

Ovarium atau indung telur adalah kelenjar kelamin betina pada hewan dan manusia. Pada makhluk vertebrata termasuk manusia, mempunyai dua buah ovarium yang berfungsi memproduksi sel telur dan mengeluarkan hormon. Di dalam setiap ovarium terjadi perkembangan sel telur (oogenesis). Di dalam proses ini sel telur akan disertai dengan suatu kelompok sel yang disebut sel folikel. Pada manusia, perkembangan oogenesis dari oogonium menjadi oosit terjadi pada embrio dalam kandungan dan oosit tidak akan berkembang menjadi ovum sampai dimulainya masa pubertas. Pada masa pubertas, ovum yang sudah matang akan dilepaskan dari sel folikel dan dikeluarkan dari ovarium. Proses pelepasan dari ovarium disebut ovulasi. Sel ovum siap untuk dibuahi oleh sel spermatozoa dari pria, yang apabila berhasil bergabung akan membentuk zigot. Ovarium berfungsi mengeluarkan hormon steroid dan peptida seperti estrogen dan progesteron. Kedua hormon ini penting dalam proses pubertas wanita dan ciri-ciri seks sekunder. Estrogen dan progesteron berperan dalam persiapan dinding rahim untuk implantasi telur yang telah dibuahi. Selain itu juga berperan dalam memberikan sinyal kepada kelenjar hipotalamus dan pituitari dalam mengatur sikuls menstruasi. Setelah sel telur diovulasikan, maka akan masuk ke tuba fallopi dan bergerak pelan menuju rahim. Jika dibuahi oleh sperma (di tuba fallopi), sel telur akan melakukan implantasi pada dinding uterus dan berkembang menjadi sebuah proses kehamilan. Jika pembuahan tidak terjadi di tuba fallopi, maka dapat terjadi kehamilan ektopik, di mana kehamilan tidak terjadi di rahim. Perkembangan janin pada kehamilan ektopik, dapat terjadi di tuba fallopi sendiri, bibir rahim, bahkan ovarium.

01. Reproduksi Wanita


Diposkan oleh intanriani.

a). Alat kelamin dalam Organ kelamin dalam membentuk sebuah jalur (saluran kelamin), yang terdiri dari:

Ovarium

Ovarium atau indung telur adalah kelenjar kelamin betina pada hewan dan manusia. Pada makhluk vertebrata termasuk manusia, mempunyai dua buah ovarium yang berfungsi memproduksi sel telur dan mengeluarkan hormon. Di dalam setiap ovarium terjadi perkembangan sel telur (oogenesis). Di dalam proses ini sel telur akan disertai dengan suatu kelompok sel yang disebut sel folikel. Pada manusia, perkembangan oogenesis dari oogonium menjadi oosit terjadi pada embrio dalam kandungan dan oosit tidak akan berkembang menjadi ovum sampai dimulainya masa pubertas. Pada masa pubertas, ovum yang sudah matang akan dilepaskan dari sel folikel dan dikeluarkan dari ovarium. Proses pelepasan dari ovarium disebut ovulasi. Sel ovum siap untuk dibuahi oleh sel spermatozoa dari pria, yang apabila berhasil bergabung akan membentuk zigot. Ovarium berfungsi mengeluarkan hormon steroid dan peptida seperti estrogen dan progesteron. Kedua hormon ini penting dalam proses pubertas wanita dan ciri-ciri seks sekunder. Estrogen dan progesteron berperan dalam persiapan dinding rahim untuk implantasi telur yang telah dibuahi. Selain itu juga berperan dalam memberikan sinyal kepada kelenjar hipotalamus dan pituitari dalam mengatur sikuls menstruasi. Setelah sel telur diovulasikan, maka akan masuk ke tuba fallopi dan bergerak pelan menuju rahim. Jika dibuahi oleh sperma (di tuba fallopi), sel telur akan melakukan implantasi pada dinding uterus dan berkembang menjadi sebuah proses kehamilan. Jika pembuahan tidak terjadi di tuba fallopi, maka dapat terjadi kehamilan ektopik, di mana kehamilan tidak terjadi di rahim. Perkembangan janin pada kehamilan ektopik, dapat terjadi di tuba fallopi sendiri, bibir rahim, bahkan ovarium.

01. Reproduksi Wanita


Diposkan oleh intanriani. a). Alat kelamin dalam Organ kelamin dalam membentuk sebuah jalur (saluran kelamin), yang terdiri dari:

Ovarium

Ovarium atau indung telur adalah kelenjar kelamin betina pada hewan dan manusia. Pada makhluk vertebrata termasuk manusia, mempunyai dua buah ovarium yang berfungsi memproduksi sel telur dan mengeluarkan hormon. Di dalam setiap ovarium terjadi perkembangan sel telur (oogenesis). Di dalam proses ini sel telur akan disertai dengan suatu kelompok sel yang disebut sel folikel. Pada manusia, perkembangan oogenesis dari oogonium menjadi oosit terjadi pada embrio dalam kandungan dan oosit tidak akan berkembang menjadi ovum sampai dimulainya masa pubertas. Pada masa pubertas, ovum yang sudah matang akan dilepaskan dari sel folikel dan dikeluarkan dari ovarium. Proses pelepasan dari ovarium disebut ovulasi. Sel ovum siap untuk dibuahi oleh sel spermatozoa dari pria, yang apabila berhasil bergabung akan membentuk zigot. Ovarium berfungsi mengeluarkan hormon steroid dan peptida seperti estrogen dan progesteron. Kedua hormon ini penting dalam proses pubertas wanita dan ciri-ciri seks sekunder. Estrogen dan progesteron berperan dalam persiapan dinding rahim untuk implantasi telur yang telah dibuahi. Selain itu juga berperan dalam memberikan sinyal kepada kelenjar hipotalamus dan pituitari dalam mengatur sikuls menstruasi. Setelah sel telur diovulasikan, maka akan masuk ke tuba fallopi dan bergerak pelan menuju rahim. Jika dibuahi oleh sperma (di tuba fallopi), sel telur akan melakukan implantasi pada dinding uterus dan berkembang menjadi sebuah proses kehamilan. Jika pembuahan tidak terjadi di tuba fallopi, maka dapat terjadi kehamilan ektopik, di mana kehamilan tidak terjadi di rahim. Perkembangan janin pada kehamilan ektopik, dapat terjadi di tuba fallopi sendiri, bibir rahim, bahkan ovarium.