You are on page 1of 3

Bagaimana terjadinya kanker

Karsinogenesis
Kanker berkembang melalui serangkaian proses yang disebut karsinogenesis. Dari pernyataan
tersebut jelaslah bahwa kanker bukanlah penyakit langsung jadi melainkan penyakit yang timbul
akibat akumulasi atau penumpukan kerusakan-kerusakan tertentu dalam tubuh kita.
Karsinogenesis pada dasarnya dibagi menjadi dua tahap utama yaitu inisiasi dan promosi, namun
beberapa literatur menambahkan bahwa tahap promosi kanker diikuti oleh proliIerasi, metastasis
dan neoangiogenesis.
Tahap inisiasi ialah tahap dimana agen karsinogenik (zat yang dapat menimbulkan kanker) mulai
bekerja mengubah susunan DNA Iungsional atau yang lebih populer dengan nama GEN
sehingga gen itu menjadi berbeda dengan semestinya atau terjadi mutasi. Biasanya gen yang
berubah susunannya adalah gen yang berIungsi untuk menekan pertumbuhan tumor (tumor
suppressor gene), misalnya saja gen p53.
Agen karsinogenik banyak sekali macamnya dan secara umum sangat berkaitan dengan pola
makan dan pola hidup manusia, seperti paparan sinar ultra violet, radiasi sinar gamma, asbestos,
merkuri, asap kendaraan bermotor, asap rokok, bahan pengawet makanan seperti natrium
benzoat, pewarna makanan misalnya rhodamin, tak ketinggalan pula bumbu masakan sintesis
(penyedap masakan) yaitu MSG (Monosodium/Mononatrium Glutamat) yang makin hari makin
beragam dan makin banyak digunakan karena harganya yang relatiI murah dan tersedia dalam
berbagai rasa buatan. Ditambah dengan cara pemakaian yang jauh lebih praktis daripada bumbu
dapur alami, makin lengkaplah alasan kebanyakan konsumen saat ini untuk menggunakan
bumbu sintetis itu.
Selain itu, aIlatoksin yang merupakan senyawa yang dihasilkan oleh jamur Aspergillus Ilavus
dan terdapat pada makanan-makanan (ikan, kacang-kacangan serta serealia) yang hampir basi,
ternyata diketahui juga menjadi salah satu dari penyebab terjadinya kanker terutama kanker hati
atau hepatokarsinoma.
Repair dan Cell Cycle
Bahan-bahan tersebut merusak susunan DNA normal dan mematikan mekanisme perbaikan
DNA. Sebenarnya, DNA kita bukanlah substansi yang lemah. Ia telah dilengkapi dengan
mekanisme-mekanisme tertentu yang mampu menetralisasi gangguan-gangguan yang terjadi
sehingga tidak membawa eIek negatip. Mekanisme yang dimiliki DNA tersebut adalah
mekanisme DNA repair (perbaikan DNA) yang terjadi pada Iase tertentu dalam siklus sel.
Pada Iase G1 (Gap 1) terdapat check point yaitu suatu tempat dimana susunan DNA akan
dikoreksi dengan seteliti-telitinya. Apabila ada kesalahan, sel mempunyai dua pilihan yang dapat
dijalankan. Pertama, kesalahan tersebut diperbaiki dengan cara mengaktiIkan DNA repair.
Namun, apabila kesalahan yang ada sudah tidak mampu lagi ditanggulangi, sel memutuskan
untuk mengambil pilihan kedua yaitu dimatikan daripada hidup membawa pengaruh buruk bagi
lingkungan sekelilingnya. Saat itulah keputusan untuk berapoptosis diambil. Sel dengan DNA
normal akan meneruskan perjalanan untuk melengkapi siklus yang tersisa yaitu S (Sintesis), G2
(Gap 2) dan M (Mitosis).
:tasi
Satu kali terjadi proses mutasi DNA sebenarnya belumlah cukup untuk menimbulkan kanker.
Masih dibutuhkan ribuan mutasi lagi yang letaknya pada gen tak boleh sama. Apabila mutasi
DNA yang super banyak itu telah terjadi, mulailah sel berubah siIat perlahan-lahan. Sel yang
tadinya bersiIat sosial, tahu diri dan terarah, sekarang menjadi ganas, dan asosial. Sel yang
mengantongi gen yang termutasi parah tersebut mulai membelah diri (proliIerasi) dan
membentuk grup tertentu (klonal) di lokasi tertentu dalam tubuh. Dia membangun markas besar
di situ dan terus menerus membentuk masyarakat khusus yang membahayakan bagi teritorial
jaringan sehat. Tahap dimana sel kanker membentuk klonal inilah yang dinamakan tahap
promosi kanker.
Promosi ini akan diikuti proliIerasi (pembelahan diri sel kanker menjadi banyak) yang kemudian
satu atau lebih sel bisa memisahkan diri dari markas utamanya untuk berpindah ke tempat lain
(metastasis). Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kanker tersebut, dibentuklah pembuluh
darah baru (neoangiogenesis) yang sebenarnya tidak diperlukan oleh jaringan sehat. Dengan
demikian, sempurnalah kanker sebagai jaringan baru dalam tubuh.
Dari penjelasan di atas dapat kita ketahui bahwa kanker ini merupakan penyakit seluler yang
memiliki pola hidup rumit sekaligus kokoh sehingga untuk membasminya memang tak semudah
membasmi rayap yang menggerogoti pagar kayu di halaman. Dibutuhkan Iormula khusus yang
eIektiI dan eIisien.
poptosis dan Proliferasi
Sampai saat ini, karakter kanker yang paling sering digunakan oleh para peneliti dalam
memIormulasikan upaya kuratiI (pengobatan) dan preventiI (pencegahan) kanker adalah
apoptosis dan proliIerasi. Pada kasus kanker, jumlah sel berapoptosis menjadi sangat rendah
sedangkan proliIerasi selnya melonjak sangat tinggi. Fenomena ini yang oleh peneliti dicoba
untuk diubah dengan harapan dapat mengembalikan sel pada kondisi normalnya.
Seperti yang dituliskan dalam artikel review Zeneca Pharmaceuticals, apoptosis ialah proses
kematian sel yang terprogram atau proses perusakan yang terkontrol terhadap diri sel itu sendiri
yang mana proses tersebut melibatkan sinyal selular yang khusus atau spesiIik. Apoptosis
memiliki peran yang sangat penting dalam embryogenesis, penggantian jaringan yang rusak,
perkembangan sistem imun, dan perlindungan melawan perkembangan tumor (tumorigenesis).
Peran penting apoptosis dalam embryogenesis tampak pada setiap jari tangan dan kaki kita yang
terpisah dengan sempurna. Apabila apoptosis tidak sempurna, maka jari tangan/kaki kita akan
tetap bertautan seperti contoh pada gambar di bawah ini. Terkait dengan apoptosis pada
embryogenesis ini, banyak artikel yang menyebutnya dengan bunuh diri massal.
Bilamana apoptosis ini akan diaktifkan?
Pada kondisi normal, apoptosis akan aktiI apabila ada serangan virus atau terkena zat toksik atau
yang bersiIat racun, yang pastinya sangat membahayakan kesehatan. Dalam rangka
penyelamatan sel yang lebih banyak, maka sel yang terinIeksi virus atau yang terkena zat toksik
tersebut memilih untuk mengakhiri hidupnya sebab apabila ia bertahan tentunya akan membawa
dampak yang lebih buruk. Selain itu, apoptosis terjadi karena ada komunikasi antar sel. Sel yang
satu dapat memberitahukan pada sel yang lain bahwa apoptosisnya diperlukan untuk menjaga
jumlah mereka dalam jaringan yang memang harus selalu pas. Maka, matilah sel tersebut demi
keutuhan bersama.
Proliferasi
Pada kasus kanker, apoptosis menurun sangat drastis bahkan boleh dikata bahwa sel kanker ini
bersiIat immortal. Immortalitas kanker disebabkan oleh hilangnya mekanisme DNA repair dalam
sel. Dengan tidak adanya kemampuan koreksi DNA sebelum sel tersebut membelah, sel
menganggap dirinya layak untuk direplikasi. Checkpoint sudah tak ada artinya lagi di sini,
akibatnya sel, walaupun membawa abnormalitas di dalamnya, akan melewati Iase-Iase dalam
siklus sel secara keseluruhan kemudian membelah.
Berseberangan dengan apoptosis, proliIerasi pada kasus kanker meningkat sangat tajam. Dengan
regulasi sel seperti yang telah disebutkan di atas, proliIerasi akan terjadi tak terkendali hingga sel
kanker berhasil membentuk klonal (kelompok) yang mana dari klonal tersebut akan ada sel yang
lepas dari induknya untuk mencoba hidup mandiri dengan merantau ke jaringan lain. Jadilah
kanker sekunder yang dalam bahasa sehari-hari sering disebut kanker anakan.