You are on page 1of 27

ARSITEKTUR MODERN DAN INDUSTRIAL PADA AWAL ABAD 19

Berbicara tentang arsitektur modern dapat dideIinisikan sebagai totalitas daya, upaya
dan karya dalam bidang arsitektur yg dihasilkan dari alam pemikiran modern yang dicirikan
dengan sikap mental yang selalu menyisipkan hal-hal baru, progresiI, dan kontemporer
sebagai pengganti dari tradisi dan segala bentuk pranatanya. Pemikiran modern tersebut
kemudian didukung oleh adanya perubahan yang selaras dalam perkembangan teknologi,
politik, sosial, ekonomi yang pesat.
Perubahan yang selaras dalam perkembangan
kehidupan pada awal abad 19 (Jaman modernisasi) ini ditandai
dengan semakin pesatnya kemajuan teknologi, industrialisasi,
urbanisasi dan juga meningkatnya komplektisitas sistem sosial
ekonomi. Mengkaji dari sejarahnya modernisasi tepatnya
timbul ketika berkembangnya revolusi industri pada tahun
1863-1960 di Inggris.
Revolusi Industri di Inggris yang terjadi dengan sangat cepat dan dinamis kemudian
juga berimbas terhadap dinamika ranah arsitektur di Eropa bahkan menyebar hingga ke
seluruh belahan dunia. Perubahan ini dapat kita lihat melalui sistem konstruksi dan struktur
bangunan (ditemukannya material baja, beton, dan kaca), perubahan pada perkembangan
kota, dan perubahan dalam kebudayaan. Penemuan berbagai material baru mendorong para
arsitek untuk terus melakukan pembaharuan yang memperkaya ranah arsitektur itu sendiri.
Sehingga cenderung meninggalkan gaya arsitektur lama karena adanya hasrat untuk
menemukan hal-hal baru tanpa harus bertentangan dengan idealisme yang biasa dipakai.
Perkembangan kota ditandai dengan banyaknya dibangun Iasilitas umum (misalnya
stasiun kereta api, kantor, hotel, tempat hiburan, dan lain sebagainya), mulai adanya
bangunan bertingkat banyak karena tingginya tingkat kebutuhan sarana dan prasarana
masyarakat urban.
Arsitektur modern bukanlah sebuah hal yang sulit diterima dalam ajang
perkembangan kebudayaan didunia. Faham modernisme ini justru lebih luwes dalam
memasuki kebudayaan didunia, karena bersiIat ortodox (mandiri) dan rasionalisme sehingga
mudah diterima oleh orang banyak, dapat memenuhi tuntutan pada negara-negara yang
sedang berkembang dalam hal pembentukan perkotaan, penggunaan material Iabrikasi yang
semakin eIisien.. Sebuah keberhasilan dalam ilmu dan seni yang dicerminkan dari jaman
modern ini merupakan hasil representatiI untuk memperkenalkan sebuah pandangan baru
yang muncul akibat perubahan dalam berbagai bidang dalam masyarakat.




lasiIikasi gerakan arsitektur modern berdasarkan political ideals dan ciri-cirinya:
I. The Idealist Tradition
2. The Intuitive Tradition
3. He SelI Corscious Tradition
4. The UnselI Conscius Traditon
5. The Logical Traditon
6. The Activist Tradition
Dari pengamatan-pengamatan Ch.Jencks dalam perkembangan arsitektur modern dari
tahun '20 - '70 sebab kenapa arsitektur dikaitkan dengan politik, baik secara komporomistis
maupun bertolak belakang dalam perwujudan arsitektur :
1. Arsitektur semakin tergantung pada patron kolekiI (negara, pemerintahan, kelompok
usahawan). Pada tradisi logis, perbedaan kontras terdapat pada ahli teknik dengan orientasi
dan eIisiensi untuk pelayanan masyarakat.
Buckminster Fuller mengusulkan suatu sistem organisasi dunia yang memajukan
insinyur sebagai arsitek dunia (universal architect) menggantikan para politikus. Pada
prinsipnya: mengantikan pemikiran-pemikiran politis dengan pemikiran teknis dan eIisien.
2. Pada umumnya arsitek sangat halus mempengaruhi pemakainya.
enzo Tange mengharapkan dalam menghadapi tantangan realitas, kita harus bersiap-
siap menghadapi masa datang dengan type revolusi teknologi baru yang dapat merubah
sistem masyarakat yang ada sekarang. Perencanaan yang skematis, pertumbuhan yang
kontinu merupakan dampak dari revolusi cybernetic yang juga merupakan ciri tradisi logis.
TRADISI LOGIS
Periode "20-keatas kaitan antara arsitekur modern dengan revolusi industri Revolusi
industri dalam material dan teknologi mempengaruhi bentuk-bentuk arsitektur modern.
Dengan hadirnya IPTE, manusia memuja 'pembaharuan-pembaharuan' dan 'perubahan'.
Perubahan pada tradisi-tradisi sosial and estetis (nilai-nilai lama).
Dengan IPTE, kemungkinan untuk mengembangkan/mewujudkan ide-ide tentang
bentuk yang mengikuti Iungsi (Iorm Iollows Iunction) semakin bertambah. Gerakan modern
dalam arsitektur mencoba menyederhanakan dan menyatukan kerumitan permasalahan yang
ada.
Tradisi logis dengan sekumpulan sikap dan metode desain yang sistematis, menjawab
kekacauan mengenai peranan perencanan bangunan dengan industri (akibat kurangnya
pengertian tentang bagaimana tersebut bekerja). Sejarah desain parametrik banyak
berkembang di Jepang dalam pergerakan arsitektur yang dipelopori oleh enzo Tange.

Dalam satu segi merupakan perkembangan dari zaman keiayan (heroic period) dari
hasil akhir Le Corbusier. Dan dari segi lain mirip dengan gerakan super sensualis (yang
menggambarkan keabsolutan teknologi yang kontras dengan nilai tradisional).
Aliran/metabolisme Jepang ditempatkan pada tradisi ini sebab Jepang banyak
mengambil ide dan image, dan kemudian secara sistematis menyempurnakannya (sehingga
pada umumnya hasilnya lebih baik dari sumber/asal ide tersebut) , Contoh :
1. Pavillon di Expo 70 (enzo Tange) merupakan realisasi dari Ide Archigram (group
Inggris) yaitu Plug in City 1964 dan Yona Friedman yaitu Spatial City 1961
2. Landmark Tower, Expo 70 (iyonari ikutake) Osaka Dari proyek yang ada sebelumnya
yaitu percobaan geodesic dari Bucminster Fuller dan Archigram Montreal Tower Project,
'64
Sukses yang dicapai oleh para arsitek Jepang memperlihatkan keajaiban ekonomi Jepang
yang berkembang pesat, ditambah dengan penemuan teknologi yang berkembang pesat pula
secara alamiah membentuk suatu IilosoIi politik yang 'meritocracy', managerialism, dan
teknorasi. Pertimbangan dari tradisi logis yang memperhatikan kebesaran yang universal dari
alam dan doktrin dari Iungsionalisme (asumsi dari Pierre Luigi Nervi).
Arsitektur bergerak kesuatu bentuk yang sama berdasarkan pendekatan hukum-hukum
alam, jadi kelompok logis meramalkan bahwa bentuk "arsitektur dimasa yang akan datang
akan selalu ditentukan oleh siIat" keteknikan dan teknologi serta Iungsi dan strukturnya yang
mengikuti hukum-hukum alam. Dengan kata lain tidak akan ada suatu pengungkapan Iormil
yang baru lepas dari sitar-sitar radio.
ARATERISTI ELOMPO LOGIS
1. ManIaatkan teknologi-teknologi diatas segalanya
2. Memegang ideologi seorang ahli teknik (engineer)
3. Fungsionalis dan mengembangkan pendekatan kepada hukum-hukum alam
4. Mengandalkan sistem managemen Permasalahan dipecahkan dengan metode perencanaan
yang sistematis Christopher Alexander mengenalkan suatu metode parametrik (suatu
masalah dianalisa menjadi parameter-parameter yang jumlahnya ribuan-jutaan --- lalu
diorganisasi)
5. Menerapkan disiplin-disiplin ilmu dan penalaran (statistik, giometris, sistematik, statika,
dll)
6. Ada keinginan untuk memulai menata lingkungan baru

TOOH DAN ARYA
1. Buckminster Fuller ,Uniontank Car Co (1958)
Sebuah bangunan dengan struktur berbentuk dom (0 384Ieet - high 120Ieet) yang
berIungsi sebagai tempat reperasi gerbong tanki A. Dom ini dibentuk dari 321 unit panil
hexagonal (segi 6) dengan rangka baja. Pada masa itu merupakan bentang terbesar.
2. isho urukawa
Bangunan ini ditandai kapsul dengan pipa saja. Luas kapsul "2,2 m2. Dibangun dengan
sistem metabolisme (semacam knock-down-red)
3. enzo Tange , Pavillon Utama XPO'70
Terdapat Space Frame dengan lebar 200 Ieet (60m) yang merupakan jaringan 3
dimensional untuk penyal man gaya-gaya. Fungsi-Iungsi servisnya merupakan inIra
struktur yang ideal. lni merupakan contoh disain yang sistematis.
4. Pierluigi Nervi , Hanggar Pesawat Terbang
5 buah penyangga utama dan 21 balok pendukung yang lebih kecil dengan dimensi 335
Ieet x 132 Ieet.
5. Frei Otto , Arctic City Envelope (1971)
Merupakan Sperical pneumatic membrane yang diperkuat oleh jaringan sebagai pengkaku O
2 km, high max 240 m. Bahan sintesis transparan dalam 2 lapis, serat "Polister tegangan
tinggi seterusnya ini dibuat untuk menutupi sebuah kota untuk max 45.000 penduduk di
Arctic .
TRADISI INTUITIF
I. REVOLUSI GANDA, suatu pergantian orientasi arsitek expresionist sekitar awal '20
dengan kebebasan individual, sering mencampur adukkan bentuk dengan bentuk anarkisme.
Akhirnya perlu orientasl sosial yang diwujudkan dalam konsep sosiallsme romantik,
berdasarkan semangat kerjasama dan kekeluargaan. Terjadilah revolusi politik yang dibawa
oleh Gropius, Mies, dan arsitek Avantgarde lainnya yang tergabung dalam November
Gruppe. Perubahan Spiritual yang mengganti nilai-nilai arsitektur terdahulu, keduanya
disebut revolusl ganda.
Salah seorang utopian yaitu Bruno Taut merupakan pengikut revolusl ganda ini,
dicobannya menggabungkan konsep new crystal architecture dengan konsep lain yang
kelihatannya kontradiktiI yaitu new community spirit (mencoba membangun gedung-gedung
pusat masyarakat, bergaya mewah dan sangat spektakuler, seperti kristal dengan ekspresi
teknologi mutakhir).

II. ARSITETUR ESPRESIONISME DAN FANTASTI
ldeologi arsitektur ekspresional hanya sedikit terwujud dalam bentuk arsitektur.
Akibatnya 40 tahun kemudian (sekitar '60 an) kembali, sebagai kelompok kecil arsitektur
Iantastic. Ideologi Fantastic architecture ini menghargai kebebasan imajinasi arsitek dalam
melawan bangunan-bangunan konvensional dan rationalism. Hundertwasser (Pelukis Austria-
awal 60 an) dengan buku Mollid Manifesto Against Rationalism in Architecture dengan dua
lema :
1. ebebasan mencipta mernpakan seni dalam arsitektur
2. Cenderung melawan rasionalis-konvensionalis yang menganggap garis lurus adalah
sesuatu yang jujur dan eIisien
Hundertwasser mengajukan gagasan mengahargai kebebasan bentuk dan garis seperti
makhluk-makhluk mikrobiologi. Beberapa karya yang menganut idea ini diciptakan para
arsitek Iantastik seperti Bruce Goff, Gorman, Roddila, dan lain-lain.
(idea-idea mikrobiologis) :
a. Mereka memperhatikan aneka siIat barang dan bahan yangg ada disekitarnya (dari tutup
botol sampai kerikil). Sebagai penyaluran ekspresi yang memiliki ketentuan dan kekuatan
sendiri yang wajar.
b. eahlian ahli struktur dari MORENDI sampai FREI OTTO yang menghasilkan karya
eksprektiI yang Iantastik.
III. CONTOH-CONTOH, ulasan protipe
Berbicara sekitar idea Iantastik, perlu diketengahkan ahli-ahli struktur sebagai arsitek
yang brilian dari Morendi sampai Nervi.
Frei Otto dengan kabel tariknya sampai dengan 21 km, yang mencoba mewujudkan
konsep hyperbolic berupa kubah luas setebal (hanya) 14,5 cm dengan bentang 10 m Sama-
sama berangkat dari pendekatan struktur, Hans Scharoun (arsitek Jerman) karya Iantastik bisa
mendekati kebenaran empirik. Scharoun sebagai arsitek UTOPIAN memegang kuat
kreatiIitas individu sebagai ukuran kualitas.
Philharmonic Hall di Berlin, mencoba menyatakan kesan dan suasana hingar bingar
pada eksterior dan interiornya. Semangat 'musical perIomance' diwujudkan dalam penataan
ruang dalam mengikuti bentuk dan irama yang diciptakan air terjun (berderai, bergelora,
bergemuruh, dan seterusnya).
arya lain secara politis dan Iungsional digolongkan pada Iantastik adalah Sidney
Opera House (karya Jorn U). arya ini banyak diperdebatkan oleh parlemen di Australia,
banyak peserta yang mengundurkan diri karena program yang berubah. Secara arsitektur
dapat dipertanyakan apakah shell voult sesuai dengan keperluan akustik ruangan atau
ekspresi Iungsi opera yang diinginkan.
IV. TRADISI INTUITIF MENDATANG, kecenderungan abad 21
Idea dan bentuk diambil mulai dari hal-hal biasa sampai khayalan diluar manusiawi.
Selain itu diramalkan adanya kelemahan-kelemahan yang bisa menjadi sasaran kritik, antara
lain:
O esederhanaan yang cenderung naiI (naivity)
O Asumsinya tentang hal yang melulu bersiIat teknologi, akan dapat diterima dan
menjadi bagian dari masyarakat.
Bagaimanapun tradisi ini mencoba membenahi pandangan tersebut selain
memperlihatkan potensi mereka yang bersiIat sosial, yaitu potensi membangun.
TRADISI IDEALIS
1. Latar belakang dan perkembangan
Selaras dengan perkembangan zaman muncul bermacam-macam teori dan ide-ide
baru. Para arsitek dihadapkan pada tantangan, bagaimana agar desain hasil pemikiran mereka
dapat dimengerti oleh masyarakat yang heterogen dan macam-macam pola hidupnya. Tradisi
idealis memperhatikan pada Iungsionalis, ekspresiI, simbolis, dan sopan santun berusaha
menjawab hal diatas. Tradisi ini adalah inti arsitektur modern, karena sebagian arsitek
tergabung tradisi ini. Mereka mendesain bangunan yang selaras dengan lingkungannya.
Arsitek dari tradisi ini berusaha agar bentuk dapat dipahami, dan merupakan
kelanjutan dari paham Iungsionalisme. Paham Iungsionalisme yang kaku, disempurnakan
dengan membuat hasil (produk) dapat dikomunikasikan dengan masyarakat dengan tanpa
meninggalkan Iungsi sesungguhnya. Le Corbusier merupakan pionir tradisi idealis.
Pemecahan masalah sosial merupakan inti atau masalah utama dalam tradisi idealis
ini, tidak hanya menganjurkan solusi masalah saja ; tapi mereka juga mengajukan usulan-
usulan atau altematiI dengan pertimbangan adanya perubahan di masa datang.
Dimulai pada bulan Oktober '20 selama 2 tahun setelah itu, LE CORBUSIER menulis
dimajalah L'ESPRIT NOVEAU (suatu kumpulan artikel yang berisi tentang semangat baru
yaitu semangat konstruksi dan sintesa konsep yang jelas) dengan selalu menekankan pada
ikatan-ikatan idealis seperti semangat baru, konsep yang jelas, ZEITGEIST, jaman besar. LE
CORBUSIER berhasil mengkristalkan seluruh harapan di tahun 20-an itu, tulisan ini
mendapat tanggapan yang cepat dan nyata.
Gerakan-gerakan yang turut merasakan pandangan ini pada awal tahun 2a-an antara
lain: De Stijl (Belanda), Puristme (Paris), Contructivisme (Rusia dan Hongaria),
Ekspresionisme dan Utopian (Jerman), Dadaisme dan Surealisrne (New York), ritik
(Inggris dan USA) dan Formalisme (Cekoslovakia). Hal ini merupakan gabungan eksplosiI
dari semangat Eropa. ejadian-kejadian di Eropa terasa cepat bergerak. Pada waktu itu LE
CORBUSIER mengerjakan hampir semua prinsip-prinsip untuk karyanya OTA
ONTEMPORER untuk 3 milyun penduduk direncanakan untuk 30 tahun.
Dalam tradisi dikenal 5 pembabakan yaitu :
1. PERIOOE HEROIC
2. INTERNATIONAL STYLE
3. METAPHYSIC
4. CIBERNETIC
5. SEMIOLOGI
1. PERIODE HEROIC
Berawal dari tradisi logis
Arsitek-arsitek berusaha mengatasi masalah sosiaI rang dihadapi masyarakat, rang hal ini
hanya menurut ideal si arsitek. Jadi secara tidak sadar arsitek menganggap dirinya sebagai
pahlawan. Contoh periode heroic kota kontemporer oleh LE CORBOSIER, antara lain berisi :
O pemisahan garis Iungsi-Iungsi utama
O sistem-sistem sirkulasi
O kota taman
O jalan-jalan dalam blok apartement

Secara politis karya ini antara lain campuran dari ideologi-ideologi yang bertentangan,
mendapat kritik pedas dari semua pihak, misalnya OMUNISME PERANCIS dengan
sebutan PERENCANA FASIC, sebab pemerintahan pusat yang kuat dijalankan oleh
kelompok-kelompok elite pengusaha dan selain itu ada masalah perbedaan kelas dalam
masyarakat (guru dan manajer).
Sikap mendua dari LE CORBUSIER terlihat dari karyanya: FREEHOLD
MAISONNETTE SCHEME (1922) yang cenderung mengarah kepada sosial utopia dan
komunisme serta kapitalis pragmatis dan didukung pertimbangan ekonomi yang mantap.
Proyek ini dengan siIat Iungsional, estetis, langsung ditiru oleh konstruktivis sosial yang
dikembangkan menjadi rumah-rumah komunal.
Oleh sebab itu dan sebab lain LE CORBUSIER dicap sebagai antek-antek komunis oleh
kaum reaksioner. Sebagai pembelaan diri ia mengeluarkan buku : Toward and New
Architecture (1923) yang dialiri suatu chapter architecture or Revolution. LE CORBUSIER
dituduh lagi menjadi penganut aliran marxisme ortodoks karena ia mencoba memecahkan
masalah sosial dengan cara arsitektur tanpa revolusi. Hal ini dihadapkan pacta posisi yang
sama dari setiap arsitek idealis. etika ditekan oleh tuduhan ini, LE CORBUSIER beralih
lagi dan sikap apolitic pragmatis ke justiIika teknokrat (netral dan eIisien). Hal ini dinyatakan
pada bagian akhir bukunya yang berjudul The City OI Tomorrow Pada 1928 Helena de
Mandrot di Swiss, dibawah bimbingan LE CORBUSIER membawa suatu ide untuk
mempertemukan arsitek dalam suatu kongres internasional (CIAM I).
Hasilnya:
O Pameran WeissonhoI, yang menetapkan arsitek modern sebagai gaya tahun '20-an
(segi positiI).
O LE CORBUSIER kalah dalam liga nasional karena tidak berkompromi dengan aliran
modern (segi negatiI).

CIAM terbagi dalam 2 golongan yang bertentangan :
1. Arsitektur Iormalis dari Perancis
2. Arsitektur Iungsionalis dari Jerman yang terjadi karena perbedaan borjuis reIormis dan
marxis revolusionalis. elompok ini tidak mengenal adanya pembagian kelas dalam
masyarakat.
arena pertentangan ini (CIAM) mengalami kemunduran arsitek Jerman (Ernst May dan
Haunes Meyer) membuat suatu kontrol dari pihak pemerintah berdasarkan opini publik,
contoh : asus FrankIurt Jerman yang memperlihatkan bahwa dinas tata kota berpengaruh
pada perkembangan arsitektur. Sebelum kejayaan tradisi idealis pada periode heroic berakhir
dikemukakan dua tradisi idealis dan harapan untuk peningkatkan mutu.
1. epahlawanan yang terjadi pada kehidupan yang sehari-hari (mengagung-agungkan objek
sehari-hari seperti pipa air, botol anggur, knop pintu, mesin)
2. Periode heroic berarti semangat kepahlawanan dari setiap individu untuk mengubah
masyarakat.
Contohnya monumen atau Mies Van Rohe, bersikap apolitik pragmatis dan secara Iatal
menghormati pada kekuatan struktur yang ada sehingga merancang monumen komunis ini.
Sikap apolitik ini sangat mempengaruhi kemunduran tradisi idealis sesudah periode heroic.
Pada dasarnya aliran sosial utopian yang menjiwai karya LE CORBUSIER, GROPIUS dan
arsitek-arsitek CIAM menjadi mundur pada saat estetik dari internasional style merajai dunia.
2. INTERNATIONAL STYLE
Pada waktu pertentangan-pertentangan idealis (seperti yang sudah ditulis sebelumnya)
LE CORBUSIER, GROPIUS, arsitek-arsitek ClAM membentuk aliran baru yang tidak
memihak idealis manapun, yang menjadi sebab aliran ini disebut aliran International Style.
International Style mencapai puncak perkembangannya pada tahun '50-an. Berupa Curtain
Wall. Curtain Wall antara lain kulit ( selimut), yang bersiIat tidak menunjang, berupa
bingkai-bingkai jendela dan panel-panel yang ditonjolkan dari struktur bangunan rangka.

Ada 2 kelemahan dan International Style, yaitu:
1. Penghamburan energi untuk ekspresi bangunan
2. Dengan sistem yang berulang dan curtain wall, sukar untuk mengekspresikan Iungsi yang
beragam di dalam bangunan
Contoh bangunan masa International Style:
O Seagram Building, NY'58
O Lever House, NY '52
O Pepsi Cola Building, NY'60
O General Motor Technical Centre '55
O Tribun Tower, Chicago '22

Pada awal '60 an, terjadi kontradiksi antara kesempurnaan teknis dan visual versus
kesederhanaan. Hal ini merupakan sebab utama dari timbulnya New Brutalism (New
brutalism adalah suatu aliran pada masa transisi dan CIAM ke team X).
Aliran ini terjadi secara paralel oI liIe and art, yang berusaha mengobjektiIkan realitas
yang mengenai kebiasaan dari masyarakat, keinginan-keinginan dan teknologi rang dikuasai,
dan sebagainya.

3. METAFISI
International Style tersaingi oleh Bureaucratic School, karena terjadi kontradiksi
antara keunggulan teknik dan visual dari bangunan dengan kekurangan-kekurangan yang
tidak dapat disangkal dari arti bangunan sesungguhnya. Dalam tradisi idealis ada aliran New
Brutalism, selain itu ada aliran metaIisile dimana arsitek seperti Louis han, Aldo Van Eyek
dan James Stirling termasuk dalam aliran ini.
arya-karya mereka merupakan derivat-derivat dari prinsip-prinsip yang terdapat
pada periode heroik yang menunjukkan bahwa bagaimanapun juga arsitek tidak lepas dari
pemikiran sosial maupun politik yang menjadi nabi prinsipini adalah Louis han.
arya-karya arsitek rang dihasilkan oleh METAPHYSICAL SCHOOL adalah
primitiI dalam ekspresi, tidak Iundamentalis, tegas, jelas berdasarkan elemen-elemen rang
teratur rang secara konseptual dihasilkan arsitek Sebagai contoh:
arya James Stirling, St Andreus Residence merupakan pengulangan bentuk unit
kamar tidur, dan hal ini mempunyai kelebihan dalam mengurangi ekspresi dalam eIisien
danjuga Iungsi yang mengidentiIikasikan arsitekknya. Dalam semua kasus ini penekannya
pada segi mental dan kemauan masyarakat diutamakan dibandingkan bahan-bahan dasarnya.

4. CYBERNETIC SHOOL
Banyaknya kemungkinan baru seperti desain komputer, bank data desain 3 dimensi
holograpic, dan komunikasi laser dan produksi otomatis (automated production). ebencian
pada produk-produk mesin (karena patern yang diprogramkan itu-itu saja). Salah satu dalil
dalam ars modern yang disetujui oleh LE CORBUSIER dan WALTER GROPIUS ialah buku
arsitek harus mendesain type-type arsitek yang beraneka ragam (invariant archetypes),
standar atau object types yang kemudian bisa diulang tanpa akhir dengan produksi massal.
Pertimbangan LE CORBUSIER adalah ekenomi sosiologi dan teori Darwin.
aum sosiologis mengatakan bahwa anomik yang coIorminty akibat standarnisasi
tersebut sangat merusak hubungan sosial, individu. Sedangkan yang lain mengatakan
otomatisasi yang dihasilkan oleh produksi cybernetic bisa membawa kita ke kehidupan
organik, dunia pekerjaan tangan dimana tiap bentuk berbeda dengan bentuk selanjutnya
dengan ongkos yang sama, kecepatan, dan eIisien yang sama untuk suatu produksi ulang.
Rumah dimasa datang dibangun dengan sistem perakitan dimana panil-panilnya
berlainan yang bisa dipasang menurut sikon. Produksi cybernetic (sering disebut Revolusi II)
akan mengembalikan lingkungan pada zaman sebelum industri dimana produksi bisa dipesan.
Manusia dikontrol oleh sistem budayanya bukan hanya hubungan ekonomi semata.
Contohnya Cambridge Faculty oI History, oleh James Striling dan Michael WilIord.

5. SEMIOLOGI
Produksi cybernetic (Rev. Industri II) membuat dampak pada lingkungan seperti
halnya kejadian pada zaman sebelum revolusi industri terdahulu. Seperti telah disebutkan
bahwa, lebih baik menyatakan manusia diatur oleh signs yang menyeluruh pada
kebudayaannya dan tidak oleh kemampuan ekonominya saja.
Demikian teori mengenai signs, semiology, menjadi landasan penting, karena hal ini
memberikan bermacam-macam variasi sistem komunikasi. Teori semiology akan
menjelaskan hubungan antara bermacam-macam sumber-sumber kolektiI, langue dan pilihan
individual dan kreasinya, parole. Menurut Ferdinand de Saussme:
1. Langue berasal dari language yang berarti cara berkomunikasi antara manusia. Dalam
arsitek yang dimaksud adalah suatu ciri umum yang mudah dikenal dan dipahami oleh
masyarakat.
2. Parole (Suatu cara pengungkapan keinginan pribadi (speech)). Dalam arsitek hal ini berarti
suatu pemasukan keinan pribadi dari sang pencipta kedalam karyanya dengan tanpa
memperhatikan lingkungan masyarakat apakah karya tersebut dapat diterima atau tidak.
Penggunaan tanda dari sumber-sumber yang berbeda-beda meningkat dikalangan
arsitektur. Jika ia menggunakan sumber-sumber yang terlampau jauh berbeda dengan harapan
dan keinginan kolektiI, maka ia gagal dalam berkomunikasi. Robert Venturi telah
memperlihatkan dan menerangkan bagaimana cara seorang arsitek dapat menggabungkan
eliche, citra, dan iklan pada disain suatu bangunan tanpa harus terjatuh pada salah satu
ekstrim di atas.
aum Facis cenderung menyimpan dan menahan pengalaman, dalam suatu
masyarakat yang pluralis ada kewajiban untuk mengenal tuntunan-tuntutan yang bermacam-
macam dan masalah sosial yang terjadi. Contohnya Boston University Complex oleh Jose
Louis Sert. Contoh ini membutuhkan kemungkinan manusia bisa berdampingan dengan
lingkungannya jika Iungsi dan bentuk diselaraskan sain sama lain.
Pada kenyataannya hubungan antara bentuk dan Iungsi atau signiIer dan signiIea
sangat susah ditentukan dan selalu menjadi pertanyaan. Semiologi School menekankan suatu
bentuk (dari suatu bentuk) suatu kawasan lingkungan bisa dikenal oleh masyarakatnya.

Ciri-Ciri Tradisi Idealis
Sulit untuk merumuskan ciri-cirinya (secarah umum), karena kadang-kadang pada
suatu periode jauh berbeda dengan periode lain; maka ciri-ciri ini disusun berdasarkan
kejayaan periode yang mempengamhi tradisi ini; antara lain:
1. Pada periode Heroic
O bertitik tolak pada pemecahan masalah sosial
O berlandaskan idealisme pribadi arsitek
O dipengaruhi penemuan-penemuan baru mengenai mesin
O pendewaan terhadap barang-barang sehari-hari
O ekspensiI Iungsionalis

2. Pada saat dipengaruhi International Style
O penggunaan curtain wall dan asesorisnya
O mulai menggunakan precast slab
O clean dan simple

3. Pada saat dipengaruhi Metaphysic School
O menempatkan arsitek pada skala kosmis
O berdasarkan keinginan untuk membuat dunia lebih baik
O berdasarkan gagasan bahwa bentuk dapat dihasilkan dari bentuk struktur alami,
seperti dome, busur
O PrimitiI dalam ekspresinnya, pengesposan bahan yang berstruktur kasar (bata, batu,
dan lain-lain)

4. Pada saat dipengaruhi Cybernetic
O dalam memecahkan masalah mencoba memberikan alternatiI lain, variant yang timbul
dari kemampuan dan keistimewaan mesin otomat
O mass production, standardisasi
O pertimbangan dari segi ekonomi, sosiologi, dan teori Darwin

5. Pada saat dipengaruhi Semiologi
O berusaha berkomunikasi/menangkap keinginan masyarakat
O membuat lingkungan menjadi sesuatu yang bisa dikenal
O mendamaikan aliran-aliran yang bertentangan
O setiap unsur dan elemen bangunan berperan tanpa lepas dari kesatuan


CONTOH-CONTOH ARYA TRADISI IDEALIS
LE CORBUSIER

Proyek Algier. Permainan Iungsi menghasilkan tidak hanya plastik symponi untuk
kenyamanan penglihatan tetapi juga suatu cara yang membuat Iungsi-Iungsi vertikal
sejelas dan sebaik horizontal dalam kota.
ota kontenporer untuk 3 juta penduduk

ROBERT VENTURI
Building board, a Iootball hall oI Iame. Disini diperlihatkan bagaimana arsitek
memasukkan suatu klise iklan dalam suatu bangunan tanpa menjadi langue atau
parole. Hal ini dipecahkan dengan kontak klise sehingga kontras dengan bentuk-
bentuk yang lain atau dengan kata lain tumpah dari suatu permukaan ke permukaan
yang lain. Suatu museum yang juga merangkap sebagai penyangga suatu billboard 2
dimensi yang besar. Penyelesaian pemakaian bahan yang kontradiktiI tampa
mengkompromir satu sama lain, sehingga keduanya berhadapan tampa menjadi
samar-samar, yang vulgar tidak turun derajatnya dan serius menjadi meyakinkan
secara Iormal.

PETER SMITTHSON
House oI The Future. Semua permukaannya dibuat dari bagian-bagian melengkung
yang menghubungkan atau berhubungan sehingga mudah dibersihkan. Prinsip yang
diambil disini adalah prinsip sebuah badan mobil, dimana Ileksibilitas penyesuaian
terhadap situasi mengambil peranan penting untuk menghilangkan eIek destruktiI dari
standardisasi, walaupun standardisasi itu sendiri sesuai dipandang dari segi ekonomi
maupun sosiologi.

TRADISI ATIFIS
Skema periode sejarah arsitektur modern tercatat adanya kecendrungan yang terjadi
dengan sendirinya, dimana konsep-konsep dan tipe-tipe arsitektur dapat digabungkan,
sehingga terjadi kelompok-kelompok arsitek, kelompok-kelompok ini besar kemungkinan
terjadi karena adanya tipe-tipe yang sama, baik secara psikologis maupun disiplin ilmu yang
dipakai. Tapi pada dasarnya tak ada arsitek yang dapat digolongkan secara mutlak dalam satu
kelompok saja dan barangkali seorang arsitek semakin baik jika semakin sulit dimasukkan
kepada satu kelompok tertentu, misalnya: LE CORBUSIER.
Tradisi Aktivis mempunyai hubungan dengan tradisi intuitiI dalam perkembangan
pemikirannya, dimana kelompok intuitiI pemikirannya berkembang bebas menjadi anarkis
dan tidak selalu ada komunikasi dengan masyarakat saat itu. Sedangkan tradisi aktiIis
pemikirannya jauh ke depan dan selalu dihubungkan dengan masyarakat pada saat itu.


PERKEMBANGAN ARSITEKTUR MODERN
PENDAHULUAN

I. Sejarah Perkembangan Arsitektur
Arsitektur adalah bagian dari kebudayaan manusia, dan ia merupakan ungkapan Iisik
dan peninggalan budaya dari suatu masyarakat dalam batasan tempat dan waktu tertentu. Dari
dahulu sampai sekarang bahkan yang akan datang, arsitektur akan selalu berkembang dalam
bentuk semakin kompleks, sejalan dengan perkembangan peradaban dan budaya termasuk
ilmu pengetahuan, teknologi dan tuntutan kebutuhan manusia baik secara kualitatiI maupun
kuantitatiI.
Sejarah perkembangan arsitektur mencakup dimensi ruang dan waktu yang sukar
ditentukan batasnya. Dan untuk mempermudah di dalam mempelajarinya, suatu karya
arsitektur dibedakan menurut ciri-ciri bentuk dan karakter arsitektural dalam kurun waktu
tertentu. Pengelompokan-pengelompokan perkembangan arsitektur antara lain adalah:
primitiI, tradisional, klasik barat, dan modern. ebudayaan sangat mempengaruhi
perkembangan arsitektur, mencakup interaksi antar kebudayaan manusia dengan alam, dalam
hal ini termasuk iklim, topograIi, dan Iaktor lingkungan lainnya. Oleh karena itu dalam
mempelajarinya, dibagi ke dalam periode, tempat, siapa, atau masyarakat mana yang
membangun.
Arsitektur Modern sendiri merupakan perkembangan dari klasik Barat, berubah secara
revolusioner sejalan dengan revolusi industri mulai awal abad XIX dengan terjadinya
perubahan besar-besaran dalam pola hidup dan pola pikir. Dan perkembangannya itu sendiri
tidak lepas dari pengaruh atau perubahan-perubahan yang terjadi sejalan dengan
perkembangan budaya berbagai bangsa. Oleh karena itu semakin sulit menentukan batas-
batas sosial-budaya, ruang atau tempat dan waktu. Berdasarkan hal tersebut di atas,
pembahasan mengenai sejarah perkembangan arsitektur di sini membatasinya dalam lingkup
budaya, termasuk pola hidup, pola pikr masyarakat pada periode tertentu. Uraian dimulai dari
awal perubahan besar masyarakat dari tradisional, pertanian, klasik konservatiI dalam
kehidupan modern industrial.

2. Arsitektur Modern Barat
Disebut Modern-Barat karena pola pikir dan hidup lahir, tumbuh, dan berkembang di
mulai dari Barat atau Eropa sejak abad XVI. ehidupan pertanian klasik, tradisonal dengan
proses langsung dan sederhana mulai ditinggalkan dengan ditemukannya alat-alat produksi,
perhubungan dan komunikasi yang lebih maju. Sejak jaman Renaissance, perkembangan
arsitektur modern sudah dimasukkan dalam jaman modern. Masa ini di mulai dengan konsep-
konsep baru dari Italia sejak abad XV disebut 'modern ditandai dengan adanya percampuran
antara Gothik dan Renaissance melanda Eropa hingga masa Neo-lasik, dinamakan Post
Renaissance abad XVIII. Pada abad XIX, meskipun unsur dan bentuk klasik masih
mendominasi banyak bangunan, konsep dasarnya sudah tidak diterapkan lagi. Masa
berakhirnya arsitektur klasik terjadi sejak revolusi industri di Inggris, sehingga menimbulkan
revolusi sosial-ekonomi, tidak hanya melanda Eropa tetapi seluruh dunia.
Dalam arsitektur, perubahan mendasar terjadi antara lain dalam ornamen atau hiasan
ditempatkan dalam perspektiI lebih bebas dibandingkan dengan struktur dan ruang.
Hiasanhiasan untuk keindahan dalam arsitektur klasik masih tetap menjadi aspek penting
dalam masa akhir arsitektur klasik ini, akan tetapi pencampuran berbagai gaya, konsep dan
hiasan terlihat sangat menonjol.
Akhir arsitektur klasik disusul dengan timbulnya gaya Eklektikisme, yang berarti
mengambil unsur-unsur terbaik, digabung, dan disusun ke dalam satu bentuk tersendiri.
Setelah masa itu, dunia arsitektur berkembang lebih cepat dimulai dari modernisme awal,
Iungsionalisme, internasionalisme, kubisme hingga post-modern.

3. Masa Perkembangan Arsitektur Barat
YUNANI (3000SM-30SM)
ROMAWI ETRUSCAN (750SM-100SM)
ROMAWI (300SM-365)
RISTEN MULA (318-800)
BYZANTIUM (330-1453)
ROMANIA (abad XIV-XVI)
GOTI (abad XII-XVI)
PERTENGAHAN AHIR (abad XII-XVI)
RENAISANS (abad XIV-XIX)
NEO-LASI / Post Renaisans (abad XVIII-XIX)
AMERIA/OLONIAL (abad XVIII-XIX)
NEO-LASI / ELETI (abad XVIII-XIX)
MODERN MULA (akhir abad XIX-1910-an)
FUNGSIONALISME
UBISME
MODERN PERTENGAHAN (1920-1950-an)
INTERNATIONAL-STYLE
MODERN AHIR: (1960-an) BRUTALISME
POST MODERN/ ONTEMPORER (1970- kini)

LATAR BELAKANG ARSITEKTUR MODERN
Dalam dunia arsitektur seringkali terjadi perubahan yang selaras dengan
perkembangan teknologi, politik, sosial, ekonomi. Modernisasi timbul ketika revolusi
industry pada tahun 1960-1863. Pada keadaan inilah yang membawa perubahan dalam
mayarakat yang akan mempengaruhi pula perubahan dalam arsitektur. Gagasan modernisme
dalam arsitektur tumbuh semenjak akhir abad ke19 di Eropa barat yang diakibatkan oleh
berbagai kemajuan dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Terjadinya spesialisasi dan terpisahnya dua keahlian, yaitu arsitek dalam hal Iungsi;
ruang dan bentuk disatu pihak dan akhli struktur dan konstruksi dalam hal perhitungan dan
pelaksanaan. Perubahan dalam kebudayaan ditandai dengan style neo classic yang semakin
pudar, menuju kearah orm follow function`. Ornamen diyakini sebagai suatu kejahatan
karena dianggap tempelan dari ukiran dan merupakan kebenaran palsu, yang hal ini
diungkapkan oleh AdolI Loos. ondisi arsitektur modern dipenuhi dengan ambisi,
ketegangan, hilangnya reIerensi lama, dan juga ketergeseran akan nilai kemanusiaan karena
adanya industrialistis yang mendominasi kehidupan pada saat itu.

PEREMBANGAN SEJARAH
Gerakan Avant Garde memberi kehidupan baru dalam teori perencanaan dan
pelaksanaan arsitektur.arsitektur modern mengkristal menjadi suatu aliran yang disebut
dengan International Style,
Dalam pandangan arsitektur modern selanjutnya (1910-1940-an) terjadi perubahan
dalam pola dan keindahan arsitektur, dimana keindahan muncul semata mata oleh adanya
Iungsi dari elemen elemen bangunan. Oleh karenanya disebut sebagai aliran arsitektur
Fungsionalisme. Teori bentuk dan konsep lama baik tentang keindahan dan seni arsitektur
masa lalu telah ditinggalkan dengan munculnya aliran Cubism. Arsitektur ubisme dan
Fungsionalisme berkembang sangat cepat di Eropa Amerika bahkan Asia, hal ini sejalan
dengan perkembangan budaya , pola pikir dan pola hidup modern masyarakat dalam hal seni,
keindahan dan teknologi yang berdasarkan ratio, Progressive Individualistis yang didukung
oleh Industrialis Materialistis

GERAKAN PADA ARSITEKTUR MODERN
1. ART AND CRAFT MOVEMENT
Art and CraIt movement (Inggris) adalah suatu gerakan pada akhir masa revolusi
industri yang mementingkan komitmen kerja dan keindahan. Penganutnya menolak estetika
yang dihasilkan oleh produksi secara massal, yang dianggap sebab utama hilangnya
keindahan individual. Arts and CraIts Movement berkembang diInggris saat paruh akhir abad
ke-19. Gerakan ini juga dilakukan desainer amerika, dengan sedikit hasil yang berbeda. Di
Amerika Serikat, gaya Arts and CraIts juga disebut Mission Style.
Gerakan ini, yang menantang seleraera Victoria, terisnpirasi oleh pemikir reIormasi
social seperti Walter Crane dan John Ruskin, bersama dengan ideal yang dipikirkan oleh
desainer dan pembaharu, William Morris. Pemikiran mereka mengenai desain yang bagus
memiliki hubungan dengan pemikiran mereka mengenai masyarakat yang ideal. Hal ini
adalah pandangan mengenai situasi masyarakat dimana para pekerja tidak terbebani oleh
kondisi kerja dipabrik, namun dapat bekerja dengan kebanggaan karena keterampilannya dan
kemampuannya.
Diperiode ini,barang-barang manuIaktur seringkali buruk dalam kualitas dan desain.
Ruskin, Morris dan anggota lain member proposal bahwa akan lebih baik jika keterampilan
tangan individual dapat dihidupkan kembali maka para pekerja akan mampu menghasilkan
benda yang indah hasil keterampilan tangan yang baik dibandingkan hasil produksi missal
yang buruk. Sehingga tujuannya adalah menciptakan desain yang 'dibuat oleh masyarakat
untuk masyarakat, dan merupakan sumber kesenangan bagi pembuat dan pemakai.



Guild-Guild abad pertengahan menyediakan model untuk system produksi yang ideal
bagi gerakan ini. Ide keindahannya juga dipinjam dari Eropa zaman pertengahan dan Islam.
Ide-ide dari Jepang juga dipakai dalam bentuk awal karya Arts and CraIts. Gayanya sering
kali bersudut dan rectilinear, dengan dekorasi yang diperindah, mengingatkan pada desain
abad pertengahan dan Islam.
Bagaimanapun, dengan cepat Arts and CraIts Movements diIngris mulai menekankan
keterampilan tangan dengan pengorbanan harga pasar umum. Hasilnya adalah karya yang
dibuat dengan baik dan penuh dekorasi yang hanya mampu dibeli oleh kaum mampu. Dengan
begitu ide bahwa seni untuk masyarakat menghilang, dan hanya sedikit pengrajin yang dapat
diperkerjakan untuk karya-karya ini.
Gerakan ini memiliki pengaruh lebih lanjut kegerakan Art Noveau pada nantinya. Art
and craft movemen tmemberikan kesan kembali keperiode gothik, roccoco, dan renaisans.
Salah satu cirri utamanya adalah karya seni dibuat secara individu oleh seniman dengan
sentuhan artistic yang khas. Setiap karya digarap dengan serius dan teliti. Secara garis besar,
art and craft movement terbagi atas dua aliran besar, yaitu Rasionaliasi desain oleh kalangan
modernis-Iormalis dan Stilasi desain oleh kalangan stylish, yang kemudian melahirkan Art
Nouveau.
Art and CraIt movement (Inggris), tokohnya ialah John Ruskin dan William Morris
yang menentang akan industrialisasi. Pada gerakan ini, mesin dianggap menghantui seni dari
pertukangan karena barang yang dikerjakan mesin sudah menjadi standarisasi sendiri.
Gerakan ini ingin sesuatu yang memiliki kesan seni pertukangan yang merupakan suatu seni
yang murni dan kejujuran dari penggunaan material yang ada.
Beberapa contoh karya dari art and movement adalah Cover majalah studio 1888,
Cover majalah 'CraItsman Gustav Stickley, Halaman buku 'Morte`d Arthur Aubrey
Breadsley. Beberapa nama seniman art and movement antara lain, William Morris, Owen
Jones, Gustav Sticley, Aubrey Breadsley, Arthur Mc. Murdo, AdolI Loos, Michael Tonet.
Paham dan konsep baru tersebut antara lain:
'CraItsman-style architecture, Iurniture, and other decorative arts yang dipopulerkan oleh
Gustav Stickley.
Rumah dengan gaya ungalow, dipopulerkan oleh Greene and Greene.
omunitas Utopia seperti ByrdcliIIe dan Rose Valley.
Pendirian studio-studio kerajinan tangan kontemporer yang muncul di daerah Rookwood,
Detroit, dan Pasadena-CaliIornia.

Art Nouveau merupakan salah satu dari 7 aliran pergerakan seni yang memiliki pengaruh
paling kuat dalam perkembangan desain dunia. Dinamis, berombak dan mengalir yang
merupakan karakteri dari Art Nouveau, membuatnya tetap digemari hingga sekarang. Art
nouveau merupakan lanjutan dari Art and craIt movement. Abad ke-20 merupakan masa yang
subur bagi berbagai jenis seni rupa modern untuk berkembang, hal ini dikarenakan pesatnya
perkembangan teknologi dan pengaruh-pengaruh budaya baru dan juga didukung oleh
industrialisasi, kolonialisme, urbanisasi, dan revolusi industri. Ciri husus :
1. Bangunan Art Nouveau kebanyakan dibangun dengan menggunakan bahan material kaca
dan jarang memakai bahan material besi ataupun baja
2.Irama bentuk dari seni Art Nouveau adalah dinamis, mengalir, kurva dan berombak-ombak
'cambuk
3. Bangunan Art Nouveau masih menggunakan ornamen

Arsitektur asal Belgia, Baron Victor Horta adalah salah satu arsitektur pelopor gaya
Art Nouveau. Salah satu karyanya yang terkenal adalah Hotel Tassel, Brussels, Belgium.

Hotel Tassel, An Art Nouveau townhouse.
Brussels, Belgium

Art Noveau dan Structural rasionalism (Eropa), pada aliran art noveau lebih
dipentingkan akan masalah seni, sedangkan pada aliran struktur rasionalism didasarkan pada
masalah kejujuran dalam arsitektur. AliranArt noveau sangat dikenal karena setiap elemen
seninya selalu menunjukan sesuatu yang bergerak dan meliuk-liuk. alau dalam struktur
rasionalism, konstruksi bangunan ditonjolkan asal konstruksi tersebut benar dan menjadi
suatu keindahan struktur.
Chicago school (amerika), tokohnya yang ternama ialah Luis Sullivan dan Frank
Lyod Wright. Pada gerakan ini terutama Luis Sullivan dengan slogannya orm follow
unction, disini Ia membahas mengenai tampilan wajah bangunan mempengaruhi kegunaan
bangunan tersebut. Sedangkan Frank mengemukakan akan bangunan adalah suatu Organic
architecture, karena sesuai dengan keadaan Amerika pada saat itu.
Carsons, Pirie, Scott dan Co. Building in Chicago, 1899-1904, Chicago School oleh
Louis Sullivan Chicago school merupakan gaya arsitektur yang menonjolkan teknologi
struktur Irame baja dalam desainnya, umumnya merupakan gedung-gedung pncakar langit
dan gedung-gedung kantorCiri yang menonjol:
Struktur rangka baja
Finshing dinding batako, terra cotta, dan Irame-Irame kusen logam yang menonjol
3 bagian jendela utama, umumnya ditengah merupakan jendela utama yang diapit
jendela kecil disampingnya
Sedikit Penggunaan ornamen







Arsitektur organic adalah sebuah konsep arsitektur dimana ruang dan bentuk
dipadukan. Ruang menjadi pusat pemikiran. Arsitektur organik secara konseptual
menggabungkan konsep tempat tinggal manusia dengan lingkungan alam (From Wikipedia).
Salah satu arsitek pelopornya yaitu Frank Lloyd Wright.
Wright sejak awal perancangan, dipandang sebagai media dari berbagai intensitas
kegiatan, mempunyai karakter psikologis, nilai dan bertujuan mengangkat harkat aktivitas
manusia. Museum Guggenheim merupakan contoh sempurna dari IilsaIat organic Wright,
dimana denah, potongan dan pandangan dari luar secara bersamaan menyatu secara
meyakinkan dalam bentuk tiga dimensi dan ruang, diwujudkan dalam konstruksi beton spiral.
Ciri pada umumnya:
Terinspirasi bentukan alam
Adanya unsur pengulangan
Elastis, lentur, mengikuti aliran
Pendalaman terhadap konsep serta kepuasan dalam ide bentuk
Unik dan lain dari yang lain
Penuh dengan kejutan dan permainan
Mengkespresikan konsep ide secara kuat



Bauhouse (Eropa setelah perang dunia I), tokohnya
yang terkenal ialah WalIter Grophius. Bauhouse ini mencoba
menggabungkan akan masalah Arsitek, seniman dan
pertukangan. Tujuan bauhose ini ialah menciptakan suatu
kehidupan yang baru dengan style yang baru pula, jadi pada
lagam ini aspek seni dalam sejarah ditinggalkan dan berusaha menciptakan suatu seni yang
baru. Bauhaus didirikan oleh Walter Grophiusth. 1919 di Weimar, Jerman. Sekolah ini
merupakan gabungan dari The Weimar School oI Arts dan CraIts danthe Weimar Academy
oI Fine Arts. Tujuan utama dari pendirian sekolah ini adalah "menciptakan sebuah kesatuan
baru dari seniman, tanpa perbedaan kelas yang meninggikan kesombongan yang menghalangi
antara seniman dengan artis". Istilahstudio di Bauhaus lebih terkenal dengan sebutan
'bengkel (workshops).
Bauhaus dikenal dengan Iaham-Iahamnya yang bersiIat revolusioner dan universal.
Sejumlah literature menyebutkan bahwa Bauhaus berkontribusi penting dalam pendidikan
seni pada abadke-20, khususnya dalam konteks metodologi. Wacana estetik yang dilahirkan
oleh Bauhaus periode awal, adalah berakar kepada paradigm estetik baru saat itu. Disini Mies
Van Der Rohe, berkeyakinan bahwa dalam bentuk yang paling sederhanapun, arsitektur
sepenuhnya berakar pada pertimbangan-pertimbangan Iungsional.


Pola Iaham inilah yang kelak menjadi sendi-sendi
Iundamental dalam perkembangan gerakan The International Style,
yang berkontribusi penting didalam perkembangan desain dewasa ini.
Di sisi lain Walter Gropius berharap ketika mendirikan Bauhaus,
adalah menggabungkan bentuk teknis dan bentuk seni yang
kemudian dikenal melalui slogannya, Art and Technique is a New
Unity. Untuk itu ia mengkolaborasikan para ahli rekayasa, pelaku
bisnis dan seniman untuk menggalang suatu kerjasama yang sinergis. Sistem tersebut
kemudian dikenal sebagai system studio, yang kemudian dipergunakan pada pendidikan
desain, seni rupa dan arsitektur diseluruh dunia. Meskipun hikmah dari wacana yang
dikembangkan oleh Bauhaus bukan merupakan suatu kebenaran tunggal, namun ada
beberapa hal yang dapat ditarik sebagai suatu makna bagi pendidikan desain di Indonesia.


International style adalah suatu gaya arsitektur yang trend pada tahun 1920-1930.
Istilah International Style pada umumnya mengacu pada arsitek dan bangunan dari dekade
pandangan perkembangan gaya modern, sebelum Perang Dunia II. Ciri-ciri umum gaya
Internasional meliputi:
radikal penyederhanaan bentuk
penolakan terhadap ornamen, dan
adopsi dari kaca, bajadan beton sebagai bahan pilihan.
Transparansi konstruksi (ekspresi jujur struktur)
Penggunaaan material/struktur pabrikasi
Menggunakan bentuk-bentuk geometri. Berbentuk ubus sederhana ' Segiempat panjang
yang menekan.
Semua bagian muka gedung bersudut 90 derajat dan bertingkat. Bentuknya segi-empat atau
penyiku.
Jendela tersusun secara garis horizontal dan membentuk suatu garis beraturan.
Meminimalisir ornamen.
Bentuk mengikuti Iungsi.




ARSITE, ARYA, DAN FILOSOFI
LeCorbusier adalah seorang arsitek dalam garda modernisme,
dan terkenal dengan pendapat-pendapatnya Puritis, Roofterraces, The
freeplan, ree window, The free faade. Penggunaan material beton
sering digunakan dalam bangunannya, material beton dimanIaatkan
semaksimal mungkin untuk memberikan suatu kebebasan dalam
mendesain.
Salah satu karyanya yang ekspresiI adalah arsitektur
Ronchamp Chapel. Disini jelas Le Corbusier memasukkan ekspresi sensualitas dan
monumentalitas. Seperti kepribadiannya, Le Corbusier tidak pernah ada pada satu kutu
pekstrim(selalupadaduakutupekstrim).



Ludwing Mies Van de Rohe tergolong sebagai arsitektur
modern, yang dapat dilihat melalui karya-karyanya. Mies dalam
merancang bangunan memakai konstruksi baja dan kaca sebagai kulit
dari bangunan. arena memakai rangka baja. Mies lebih menampilkan
suatu struktur yang jujur, Ia juga tidak menyukai adanya hiasan dalam
bangunan dengan paradigm inilah desain. Mies disebut dengan style
MIESIAN. Semboyan Mies dalam arsitektur modern ialahLess is more,
simplicity is beauty, Reasonis the first princip leo fall human work`.
Dengan semboyan tersebut Mies member corak pada bangunannya terasa
sebagai suatu bangunan monumental.

onsep-konsep Mies yang terpenting yang dipakai dalam merancang:
1.onsepruangtunggal(Universal Space), merupakan pengembangan dari konsepI lowing
space yaitu ruang-ruang universal yang terbagi oleh partisi dengan kolom bagian sisi
sehingga rating bebas kolom.
2.Penggunaan bahan baja sebagai struktur utama mencerminkan suatu kesederhanaan dari
bentuk-bentuk persegi panjang. esederhanaan itu sendiri bukan suatu kesederhanaan yang
tidak bernilai tetapi suatu kesederhanan yang berlandaskan suatu pemikiran untuk
memecahkan masalah lebih sederhana, terkenaldengan semboyan 'Less is More'.
Seagram Building mendeskripsikan kealamian bentuk dan garis luar dengan garis lurus, Iitur
pengulangan dan sayap lembut..


Moshe Safdie, CC, FAIA (lahir 14 Juli 1938) adalah
seorang arsitek dan desainer perkotaan. Beliau belajar arsitektur
di Universitas McGilldan magang di bawah Louis ahn di
Philadelphia.
Pada tahun 1978, ia menjadi Direktur Program Desain
Urban dan Woodner ProIesor Ian Arsitektur dan Urban Desain di
Harvard University Graduate School oI Design.






Philip Cortelyou 1ohnson (8 Juli 1906 -25 Januari 2005)
adalah seorang warga negara Amerika berpengaruh yang dilahirkan
sebagai arsitek.Dengan tebal, kacamata berbingkai bulat, Johnson
adalah sosok yang paling dikenal di arsitektur Amerika selama puluhan
tahun.
Pada 1930, ia mendirikan Departemen Arsitektur dan Desain di
Museum oI Modern Artdi New York City dan kemudian (1978),
sebagai guru besar, ia dianugerahi medali emas oleh American Institute
oI Architectsdan yang pertama Pritzker Architecture Prize,pada tahun
1979 . Dia adalah seorang mahasiswa di Harvard Graduate School oI
Design.


ARATERISTI ARSITETUR MODERN
Mengenai bentuk ruang lebih menekankan pada Iungsi dan kegunaan ruang.
Bentuk bangunan cenderung kubisme, geometris, asimetri dan bukan merupakan
masa.
Sederhana, teratur, seragam, bersih dan anti ornamen.
onstruksi terekspose baik itu material struktur yang terIabrikasio maupun
konvensional.
Interior dan eksterior bangunan terdiri dari garis-garis vertikal, asimetri dan teratur.
Tidak berhubungan dengan sejarah masa lalu, berdiri sendiri sesuai dengan
perkembangan iptek.
BersiIat universal karena adanya industrialisasi, ilmu pengetahuan, teknologi serta
manusianya yang universal.
RITI TERHADAP ARSITETUR MODERN
O Secara simpliIikasi bentuk seringkali mengikuti Iungsi (secara Iormal simpliIikasi
bentuk)
O Arsitektur direduksi menjadi suatu image dan komoditi ekonomis
O Dalam mendesain bentuk arsitektur seringkali diterapkan sistim grid modular tanpa
adanya artikulasi bentuk
O Teori universal space yang kacau
O Memiliki orientasi yang komposisional yang asimetri dan ahirarkis yang salah
O Misi reIormasi sosial arsitektur modern dilupakan dalam hal penataan massa untuk
pemukiman yang dikacaukan oleh perumahan masal.
O Metode desain yang rasional seringkali dikacaukan dalam penampilan bangunan
tersebut
O Arsitektur yang diangap sebagai obyek seringkali dipisahkan dengan makna sosial
karena obyek diangap tidak mempunyai sejarah.
O Makna dan bentuk dalam arsitektur tidak saling berkaitan karena obyek tidak
mempunyai subyek
O Dalam mendesain sebuah kota subyek dari arsitektur bukan lagi masyarakat tapi
birokrasi dan kapitalis
O Moderenisme gagal karena logika sosial dari sebuah perkembangan teknologi tidaklah
netral
Perkembangan Arsitektur Modern di Indonesia
Gaya ini masuk ke Indonesia sebagai pengaruh globalisasi. Gaya Arsitektur Modern
muncul sebagai gaya internasional yang cukup memiliki kemiripan di semua tempat, semua
negara. Setidaknya, gaya modern tetap mengusung Iungsi ruang sebagai titik awal desain. Di
Indonesia, gaya modern dipandang sebagai gaya dimana Iungsi ruang juga merupakan titik
awal desain.
Dalam gaya hidup modern, masyarakat didalamnya cenderung menyukai hal-hal yang
mudah dan cepat, karena berbagai alat dibuat secara industrial untuk kemudahan manusia.
SiIat dasar gaya hidup modern adalah tuntutan untuk bergerak dan melakukan segala sesuatu
dengan lebih cepat, yang didukung oleh teknologi dan industrialisasi. Teknologi
dikembangkan untuk membuat pekerjaan dan kehidupan sehari-hari lebih cepat dan mudah,
misalnya perkembangan teknologi inIormasi yang memudahkan manusia berkomunikasi
menggunakan alat semacam telepon dan komputer.
ualitas dan kecepatan menjadi hal yang penting dalam gaya hidup modern, sehingga
terdapat kecenderungan untuk melihat nilai benda-benda berdasarkan besar Iungsi atau
banyaknya Iungsi benda tersebut, serta berdasarkan kesesuaiannya dengan gaya hidup yang
menuntut serba cepat, mudah dan Iungsional.
Dalam Arsitektur Modern, gaya hidup modern berimbas kepada keinginan untuk
memiliki bangunan yang simple, bersih dan Iungsional, sebagai simbol dari semangat
modern. Namun, gaya hidup semacam ini hanya dimiliki oleh sebagian masyarakat saja,
terutama yang berada di kota besar, dimana kehidupan menuntut gaya hidup yang lebih cepat,
Iungsional dan eIisien.
Di Indonesia, gaya modern yang diterapkan terkadang masih memiliki unsur-unsur
estetika yang langsung dari gaya klasik ataupun etnik, sedangkan sebagian lagi telah
memenuhi kaidah desain modern murni. Masih sering didengar istilah arsitektur klasik
modern, arsitektur modern etnik, arsitektur tradisional modern, arsitektur bali modern, dan
sebagainya. Di Indonesia, terdapat kecenderungan untuk memasukkan unsur tradisi ornamen
yang menjadikannya sebuah kategori arsitektur yang ambigu, apakah modern, ataukah
postmodern.
Untuk menyebut gaya modern yang berornamen tersebut sebagai gaya modern murni
bukanlah hal yang tepat, lagipula proses berkembang gaya ini tidak terjadi di Indonesia.
Untuk menyebutnya sebagai gaya postmodern, apalagi, di Indonesia bahkan istilah ini
cenderung dihindari untuk menghindari ketidak-Iahaman masyarakat. Sehingga gaya
Arsitektur Modern di Indonesia akan muncul sebagai gaya khas "Modern Indonesia" dengan
karakter sebagai berikut:
O Memiliki perhatian yang besar terhadap Iungsi ruang, yang didapatkan dari pola
aktivitas penghuni
O Memiliki perhatian yang besar terhadap material bangunan yang digunakan untuk
mendapatkan hasil akhir (estetika) yang diinginkan
O Memiliki analogi mesin dalam penataan dan pengembangan ruang-ruang
O Menghindari ornamen (bila murni gaya modern), atau menggunakan ornamen (bila
postmodern, atau diberi embel-embel semacam: arsitektur modern etnik, arsitektur
modern Bali, dan sebagainya)
O Penyederhanaan bentuk dan ornamentasi dan penghilangan detail yang 'tidak
diperlukan' sejauh keinginan desainer (atau pemilik bangunan)