You are on page 1of 5

FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI PUBLIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA

PERKEMBANGAN ADMINISTRASI PUBLIK MENJADI SEBUAH ILMU


PENGANTAR ILMU ADMINISTRASI PUBLIK
EKY SUKMA NUGROHO NIM : 115030100111090 KELAS : F / FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI PUBLIK

Perkembangan Administrasi Publik Menjadi Sebuah Ilmu


DEFINISI Administrasi adalah sebuah istilah yang bersifat umum, yang mencakup semua bidang kehidupan. Karena itu, banyak sekali definisi mengenai administrasi. Meski demikian, ada tiga unsur pokok dari administrasi. Tiga unsur ini pula yang merupakan pembeda apakah sesuatu kegiatan merupakan kegiatan administrasi atau tidak. Dari definisi administrasi yang ada, kita dapat mengelompokkan administrasi dalam pengertian proses, tata usaha dan pemerintahan atau hal yang berhubungan dengan pelayanan publik. Sebagai ilmu,administrasi mempunyai berbagai cabang, yang salah satu di antaranya adalah administrasi publik atau administrasi negara. Administrasi publik juga mempunyai banyak sekali definisi, yang secara umum dapat dibagi dalam dua kategori. Pertama, definisi yang melihat administrasi publik hanya dalam lingkungan lembaga eksekutif saja. Dan kedua, definisi yang melihat cakupan administrasi publik meliputi semua cabang pemerintahan dan hal-hal yang berkaitan dengan publik. SEJARAH DAN PERKEMBANGAN Administrasi sudah dikenal sejak manusia bersosialisasi, bahkan administrasi dapat diartikan sebagai peradaban itu sendiri. Menurut Appleby & Lepawsky, rentang sejarah administrasi dibedakan menjadi 3 masa yaitu masa pra sejarah, masa sejarah dan masa modern. A. Masa pra sejarah a. Periode Mesopotamia dan Babilonia Mesopotamia dan Babilonia adalah tempat berkembangnya peradaban manusia, termasuk administrasi. Pada masa ini, administrasi sudah diterapkan tetapi masih dalam cara yang sederhana. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan peninggalan bangunan fisik yang sudah tertata dan memiliki pola yang teratur seperti, mengembangkan kehidupan berdasarkan karakteristik dan potensi wilayah serta menentukan lokasi pusat pemerintahan dan infrastruktur. Pada periode ini, pemerintah dan rakyat sudah berinteraksi dalam proses pemerintahan. Terbukti dengan adanya Kode Hammurabi sebagai pedoman atau undang-undang dasar pada masa itu. Kode Hammurabi juga menuntut profesionalisme dan tanggung jawab seorang pegawai administrasi atau pejabat raja, dibuktikan salah satu undang-undang dalam kode tersebut Pejabat kerajaan yang menerima hadiah tanpa sepengetahuan raja, maka akan dihukum mati. b. Periode Mesir kuno Dalam masa ini administrasi sudah mulai tertata rapi, memiliki pola dan terstruktur dengan rinci. Diatur juga tentang pembagian wilayah serta

lingkup dan wewenang pejabat pemerintahan juga hierarki kepemimpinan. Raja memiliki bawahan seorang perdana menteri (yang biasa dijabat oleh putera mahkota), perdana menteri membawahi para gubernur, angkatan militer, dan pemuka agama. Meski sudah memiliki pola hierarki yang rapi, tapi sayangnya hal tersebut hanya dijadikan formalitas. c. Periode Tiongkok kuno Pada periode ini mulai lahir para pemikir-pemikir seperti; Confusius, seorang aristokrat. Mengajarkan tentang prinsip nilai dan etika sebagai individu dan masyarakat, nilai kode etik pejabat pemerintahan dan pentingnya suatu perlembagaan dan institusional. Chow, seorang kaisar dengan Rule of Conduct Institution nya meletakkan dasar kapabilitas seseorang untuk menjadi pegawai pemerintahan atau pegawai publik. Micius, seorang ksatria militer yang menyatakan bahwa Negara totaliter tidak masalah asalkan tetap memperhatikan kemanfaatan bagi Negara dan rakyat. Dan yang terakhir adalah Lao Tzu yang sejalan dengan pemikiran Confusius. d. Periode Yunani dan Romawi Sebagai penanda akhir masa pra sejarah, administrasi sudah sangat rapi dan berkembang. Para tokoh yang terkenal pada masa ini adalah Cicero, Sokratis, Plato, Aristoteles dan lain sebagainya B. Masa Sejarah Perkembangan administrasi pada masa sejarah dimulai dengan abad pertengahan atau zaman gereja dimana semua aspek kehidupan diatur oleh gereja. Hal tersebut memicu ketidak puasan masyarakat sehingga lahirlah zaman Renaissance di eropa. Semakin maju kehidupan di masyarakat, semakin maju pula pemikiran akan hal administrasi. Hingga lahirlah para pemikir pemikir hebat seperti Nicollo Marchiavelli, Montesquieui, Rosseau dan John Locke. Atas pemikiran tersebut maka lahirlah paham cameralism di jerman. Paham tersebut terus berkembang, hingga di Amerika serikat Woodrow Wilson mengeluarkan sebuah buku yang berjudul The Study of Administration pada tahun 1887. Pada tahun itu pula merupakan tonggak lahirnya administrasi menjadi sebuah ilmu dan sekaligus mengakhiri masa sejarah. C. Masa Modern Pada perkembangan Administrasi menjadi sebuah Ilmu mengalami beberapa proses pergantian cara pandang. Menurut pendapat Robert T. Golembiewski, standart disiplin ilmu mencakup Locus dan Focus. Locus adalah letak atau kelembagaan dari administrasi berada sedangkan focus adalah sasaran spesialisasi dari bidang studi.lain halnya dengan Nicholas Henry dengan bukunya yang berjudul Public Administration and Public Affairs menyatakan terdapat krisis definisi administrasi dalam administrasi negara dan Henry menyarankan bahwa pemahaman administrasi bisa dipahami lewat paradigma. Paradigma I : Dikotomi Politik-Administrasi (1900-1926) Penekanan pada Paradigma ini terletak pada Locusnya, menurut Goodnow Locusnya berpusat pada birokrasi Pemerintahan. Sedangkan Focusnya yaitu

metode apa yang akan dibahas dalam Administrasi Publik kurang dibahas secara jelas. Paradigma II: Prinsip-Prinsip Administrasi Negara (1927-1937) Pada paradigma II, yang dititik beratkan adalah masalah Focus yaitu tentang industri dan manejemen di berbagai bidang. Sedangkan Locus dari paradigma ini kurang ditekankan karena esensi prinsip-prinsip tersebut. Paradigma III : Administrasi Negara Sebagai Ilmu Politik (1950-1970) Pada fase ini, ilmu administrasi kembali disamakan dengan ilmu politik. Locusnya adalah birokrasi pemerintahan akan tetapi konsekuensi dari usaha ini adalah keharusan untuk merumuskan bidang ini dalam hubungannya dengan focus. Paradigma IV: Administrasi Negara Sebagai Administrasi (1956-1970) Hanya terdapat focus dalam paradigma ini yaitu tentang administrative sciene Paradigma V: Administrasi Negara sebagai Administrasi Negara (1970Sekarang) Fase ini merupakan fase yang menyeimbangkan antara focus dan locus yang saling berkaitan dan dapat diumpamakan sebagai mata rantai. Focusnya adalah teori-teori organisasi,dan tekhnik administrasi, sedangkan locusnya ialah pada birokrasi pemerintahan dan persoalan-persoalan masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org Buku catatan materi mata perkuliahan, Sejarah Perkembangan Ilmu Administrasi. Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya. Materi slide mata perkuliahan, Perkembangan Ilmu Administrasi Publik. Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya.