You are on page 1of 3

Pertanyaan dan jawaban diskusi kelompok Mikrobiologi Terapan kelompok 8 ( Mikrobiologi Air).

Nama Kelompok : Dewi Rusmalawati Nur Khotimah Rahma Dina Aprilyani Mirsa Riadiani Rani Siska Siti Khodijah ( 34 2009 206). ( 34 2009 189) ( 34 2009 202). ( 34 2009 203). ( 34 2009 291). ( 34 2010 )

Pertanyaan dan Jawaban: 1. Bagaimanakah karakterisik air yang tercemar, pada air jernih, serta batasan tertentu (masa kadaluarsa) misalnya pada air dalam kemasan ( air dalam bentuk gallon).? ( Irmawati kelompok 1 ). Jawaban:

( Dewi Rusmalawati).

2. Apa saja Keuntungan pada saringan molekular pada analisis mikrobiologi air? ( Syarifah Aini kelompok 2). Jawaban: Tekhnik ini mempunyai beberapa keuntungan antara lain:

1. Dapat digunakan untuk memeriksa air dengan volume besar, secara teoritis dapat dikatakan volume berapa saja dapat disaring melalui filter tersebut dan organisme akan tertahan diatasnya. 2. Hasil pemeriksaan dapat diperoleh dengan lebih cepat dibandingkan dengan tekhnikteknik yang lebih kuno yang menginokulasi sederetan tabung reaksi yang berisikan kaldu lactose. 3. Dapat dilakukan pendugaan kuanitaif terhadap tipe-tipe bakteri tertentu. ( Mirsa Riadiani). Sumber non domestic dan cara mengendalikan nya, dan mikroba yang berperan? ( Irpan Kelompok 5). Jawaban:

3.

( Dewi Rusmalawati).

4. Penyebab Blooming pada alga hijau biru, serta dampak bagi ekosistem pada perairan tersebut?. ( Nazifa Purwanti kelompok 6). Jawaban: alga (algae blooming) merupakan suatu peristiwa "meledaknya" populasi algae pada suatu ekosistem air (aquatic system). Penyebab Blooming Alga Blooming alga dapat terjadi baik di ekosistem air tawar maupun air asin (laut). Biasanya, diakibatkan oleh satu atau beberapa jenis fitoplankton (phytoplankton) yang memiliki pigmen warna misalkan hijau, biru atau merah. Dikatakan meledak atau 'bloom' jika perbandingan konsentrasi algae mencapai ratusan hingga ribuan bahkan ada yang mencapai jutaan sel per

mililiter. Biasanya fenomena blooming alga ini berwarna hijau, namun pernah juga ditemui warna kuning kecoklatan, merah itu semua bergantung pada spesies dan pigmen warna yang dibawanya.Fenomena dapat terjadi dikarenakan banyaknya nutrisi yang ada pada perairan tersebut. Nutrisi tersebut diperoleh dari proses eutrofikasi. Proses eutrofikasi yakni proses pencemaran air dengan zat-zat makanan atau nutrien yang berlebih ke dalam ekosistem air. Proses eutrofikasi bisa berasal dari limbah rumah tangga dan pemberian pupuk yang berlebihan pada lahan pertanian sehingga sebagian dari pupuk tersebut ikut terlarut ke dalam perairan. Terutama kandungan ion fosfat (PO3-) dan Nitrogen (N) yang ternyata menguntungkan bagi beberapa spesies alga. Dan inilah yang akan menyebabkan populasi alga menjadi tidak terkontrol. Dampak Bagi Ekosistem Perairan. Apabila tidak segera ditangani, fenomena ini akan menyebabkan ikan, atau organisme lain yang masih satu ekosistem mengalami kematian. Kematian ini lebih disebabkan karena kekurangan zat makanan dan kekurangan cahaya matahari. Karena alga yang hidup di permukaan air akan menghalangi sinar matahari masuk ke dasar perairan. Dan ada pula spesies alga yang juga memproduksi toksin, yang tentu merugikan organisme lain termasuk manusia. (Rahma Dina Aprilyani ).