You are on page 1of 10

1

Tutorial Mathematica 7.0 Ada tiga fasilitas dalam Mathematica, antara lain: 1. Mathematica sebagai kalkulator 2. Mathematica sebagai bahasa pemrograman 3. Mathematica sebagai representasi dari ilmu pengetahuan Ada tiga macam cara bagaimana pengguna dapat berinteraksi dengan Mathematica, antara lain: 1. Mathematica Kernel : bagian dari mathematica untuk menuliskan program C. 2. Mathematica Front End : bagian interface user dari mathematica secara grafik dengan kernel. Dokumen yang disusun dalam front-end dapat dicetak persis seperti yang tampak pada screen. 3. Packages : program yang ditulis dalam Mathematica yang secara fungsional terhubungkan dengan kernel. Mathematica menyediakan sekitar 11 paket ekstrastandar: ploting, statistic, matematika diskrit, kalkulus, aljabar, dll. Fasilitas Mathematica 1. Mathematica sebagai Kalkulator Mathematica dapat digunakan sebagai kalkulator. Misalnya untuk menjumlahkan 3 dan 6, hanya ketik 3+6 kemudian klik Evaluation-Evaluate cells atau tekan secara bersama-sama Shift+Enter. Sel huruf tebal (bold) menunjukkan input Mathematica dan sel dengan huruf biasa menunjukkan output Mathematica. Tanda In[] dan Out[] akan muncul secara otomatis. Tanda akan hilang jika disimpan. Perintah perkalian dalam Mathematica diberikan dengan space atau *. Pembagaian diberikan dengan tanda /. Dalam menuliskan perintah, dapat digunakan fasilitas palettes. Untuk menampilkannya, klik Palettes-OthersBasicMathInput. Secara default mathemaica memberikan

Muhammad Irfan, S.Si | irvahn@gmail.com

nilai eksak. Hasil numeric dapat diperoleh dengan menggunakan perintah N. In[5]=

Out[5]= 0.666667

[ ]

Semua perintah, konstanta, dan fungsi built-in mathematica seperti Sin, Cos, Plot, Expand, dll selalu diawali dengan huruf capital. Perintah berikut merupakan perintah untuk menentukan integral x 3 1 dx

Mathematica dapat melakukan perhitungan aljabar yang member hasil simbolik. Misalnya, mengekspansikan atau menentukan hasil dari perkalian ( x 2 1)( x 3 1)

Expand [( x 2 1)( x 3 1)]


1 x 2 x 3 x 5

Untuk memfaktorkan, dapat digunakan perintah Factor. Misalnya akan memfaktorkan x 2 3 x 2

Factor[ x 2 3x 2]
Mathematica menggunakan syntax yang berwarna untuk membantu dalam menuliskan ekspresi yang kompleks. Nama fungsi dan variable dalam mathematica berwarna hitam, nama symbol baru secara default berwarna biru, tetapi akan berubah menjadi hitam setelah melakukan evaluated yang pertama. Anda dapat merubah warna pada sintax menggunakan syntax coloring dialog box. Pilih Edit-Preferences-Appearance-Syntax Coloring.

Muhammad Irfan, S.Si | irvahn@gmail.com

Mendefinisikan Variabel Pada mathematica, hal yang penting untuk diketahui bahwa nilai saat setelah didefinisikan bersifat permanen. Saat pertama kali Anda mendefinisikan sebuah nilai untuk variable, maka nilai tersebut akan selalu disimpan oleh mathematica hingga Anda me-remove-nya atau menutup program atau memulai new session. Untuk me-remove, Anda dapat mengetikkan perintah Clear[nama variable]. Mendefinisikan Fungsi Ada banyak fungsi yang sudah ada di dalam mathematica. Pada tutorial ini akan membahas bagaimana menambahkan fungsi sederhana ke dalam mathematica. Sebagai contoh pertama, kita akan menambah sebuah fungsi, sebut f yang merupakan bentuk kuadrat. Perintah pada mathematica untuk mendefinisikan fungsi tersebut adalah mendapatkan nilai/ fungsi yang baru.
f [x_] : x ^ 2 . Anda dapat

mengganti x_ dengan bilangan ataupun fungsi yang lain untuk

Jika kita lupa fungsi apa yang kita definisikan tadi, dengan cara Clear[f].

maka untuk

memperlihatkan lagi ketikkan ?f. Dan untuk menghapus definisi dari f Berikut adalah beberapa fungsi matematika di dalam mathematica. Perintah Sqrt[x] Fungsi Square root ( x )

Muhammad Irfan, S.Si | irvahn@gmail.com

Exp[x] Log[x] Log[b,x]

Fungsi ekponen Logaritma Log e x Logaritma dengan basis b

Sin[x], Cos[x], Tan[x], ArcSin[x], Fungsi trigonometri (dalam radian) ArcCos[x], ArcTan[x] n! Abs[x] Mod[n,m] RandomReal[] Max[x,y], Min[x,y] FactorInteger[N] Factorial (perkalian bilangan bulat) mutlak dari x n modulo m pseudorandom bilangan antara 0 dan 1 maximum, minimum dari x, y Faktor prima dari N

Simbol symbol perhitungan Simbol symbol yang digunakan pada mathematica hamper semuanya sama dengan symbol pada matematika pada umumnya. Salah satu contohnya yaitu pada kalkulus. Dengan mathematica, Anda bisa melakukan perhitungan differentiate/ turunan yang pada mathematica ditulis: In[1]:= D[ x ^ n, x ] Out[1]:= nx 1 n In[2]:= D[ x ^ 3 Log [ x a ], x ] Out[2]:=

x3 3 x 2 Log[a x] ax

Contoh untuk mengintegralkan suatu fungsi sebagai berikut: In[3]:= Integrate[ x ^ n, x ] Out[3]:=

x1 n 1 n

Contoh untuk menyelesaikan suatu persamaan kuadrat. In[4]:= Solve[ x ^ 2 x 2 0, x] Out[4]:= {{x 2},{ x 1}}

Muhammad Irfan, S.Si | irvahn@gmail.com

Berikut adalah beberapa symbol dan fungsinya yang sering digunakan dalam mathematica Simbol
D[f,x] Integrate[f,x]

Fungsi Turunan (parsial) Integral


f x

dx

Sum[f ,{i, imin , imax }]


Solve[ f c , x ]

i imin

imax

Solusi x dari persamaan f=c


x x0

Limit[ f , x xo ]
Minimize[ f , x ]

lim f

x adalah inimal dari f

Untuk lebih lengkapnya, silahkan Anda membaca Virtual Book pada Wolfram Mathematica. Membuat Grafik Dimensi 2 Dalam mathematica 7.0 terdapat fasilitas untuk menggambar grafik.Seperti pada versi sebelumnya, perintah untuk menggambar grafik dimensi 2 menggunakan plot. Misalnya, jika akan menggambar grafik Cos(x) untuk 0 x 2
Plot[Cos[ x ],{x , 0, 2 }]
1.0

0.5

0.5

1.0

Muhammad Irfan, S.Si | irvahn@gmail.com

Anda dapat memberikan warna, ketebalan garis, nama grafik,dll pada grafik yang Anda buat.
Plot[Cos[ x ],{x , 0, 2 }, PlotStyle Blue ,Ticks {{0, / 2, , 2 },{ 1, 0,1}}]
1

Perhitungan Aljabar Di aljabar, kita telah mengetahui bagaimana sebuah fungsi f(x) dapat mempunyai banyak nilai f(x) tergantung dari nilai x. Misalnya diberikan f(x) = 2x+5, maka f(1) = 2(1)+5 = 7. Mathematica dalam melakukan perhitungan tersebut dilakukan dengan cara menuliskan perintah expr/.rule. Penegetikan operator /. Menjadi karakter yang saling berpasangan dengan tanpa menggunakan spasi. In[1]:= 2 x 5 / .x 1 Out[1]:=7 In[2]:= 2 x 1 7 y / .{ x 1, y 2} Out[2]:= -11 Mathematica juga bisa menyelesaikan pembagian polynomial dengan cara horner. In[3]:= HornerForm[1 2 x 3 x ^ 2 4 x ^ 3, x] Out[3]:= 1 x (2 x (3 4 x ))

Muhammad Irfan, S.Si | irvahn@gmail.com

Matriks Membuat matriks Berikut adalah beberapa perintah yang digunakan mathematica pada operasi matriks Perintah Keterangan Table[f,{i,m},{j,n}] Membuat matriks mxn dimana f adalah fungsi dari i dan j ,yang memberikan nilai dari elemen i, j Array[f,{m,n}] Membuat matriks mxn dengan i dan j , elemen f[ i, j] ConstantArray[a,{m,n}] Membuat matriks mxn dengan semua elemennya sama dengan a DiagonalMatrix[list] Menghasilkan matriks diagonal dengan elemen-elemen dari list pada diagonal IdentityMatrix[n] Menghasilkan matriks identitas Normal[SparseArray[{{i1,j1}Membuat sebuah matriks dengan >v1,{i2,j2}->v2,},{m,n}]] 1 3 2 {{ , , },{0, 0, 0}} 7 14 14 pada {ik , jk } Table[If[i>=j,1,0],{i,m},{j,n}] Membuat matriks segitiga bawah Misalnya untuk menghasilkan matriks 2x2 dengan i, j adalah elemen [i, j] In[1]:= Table[ a[i , j ],{i, 2},{ j, 2}] Out[1]:= {{a[1,1], a[1, 2]},{ a[2,1], a[2, 2]}} Cara lain untuk menghasilkan matriks yang sama adalah: In[2]:= Array[ a ,{2, 2}] Out[2]:= {{a[1,1], a[1, 2]},{ a[2,1], a[2, 2]}} Untuk membuat matriks diagonal dengan elemen selain elemen diagonal utama adalah nol, sebagai berikut: In[3]:= DiagonalMatrix[{a, b, c}] Out[3]:= {{a, 0, 0},{0, b, 0},{0, 0, c}}

Muhammad Irfan, S.Si | irvahn@gmail.com

Untuk membuat matriks segitiga bawah: In[4]:= SparseArray[{i _, j _}/; i j 4,{3, 3}] / / MatrixForm

4 0 0 Out[25]:= 4 4 0 4 4 4

Operasi Vektor Berikut adalah beberapa perintah untuk melakukan operasi vector Perintah cv
v[[i]]{\pard{}} Part[v,i]
u. v

Norm[v] Normalize[v] Projection[u,v] Orthogonalize[{v1,v2,}]

Keterangan Memberikan elemen ke-i padavektor v Perkalian scalar c dengan vector v Perkalian dua vector Menghasilkan normal dari v Menmberikan vector normal dari v Memberikan proyeksi orthogonal dari u dalam v Menghasilkan himpunan ortonormal dari vector v1,v2,.vn yang diketahui

Misalnya v adalah vector pada dimensi tiga In[1]:= v {1, 3, 2} Out[1]:= {1, 3, 2} Vektor u adalah vector yang berlawanan dengan v In[2]:= -v Out[2]:= {1, 3, 2} Vector w adalah hasil dari dot product dari u dan v In[3]:= w= u.v Out[3]:= -14

Muhammad Irfan, S.Si | irvahn@gmail.com

Normal dari v dan u adalah In[4]:= Norm[v] Out[4]:= 14 r adalah vector ortonormal dari vector v In[5]:= r Normalize[v] Out[5]:= {

1 3 2 , , } 14 14 7

In[6]:=Norm[%] Out[6]:= 1 Contoh: Jika diketahui v {1, 3, 2} dan u 3v . Buktikan bahwa (u-p)v orthogonal pada v. Carilah ortonormalnya! Bukti: In[1]:= v {1, 3, 2} In[2]:= u 3v In[3]:= p = Projection[u,v] In[4]: (u p ).v Out[4]:= 0 In[5]:= Orthogonalize[{u , v}] Out[5]:= {{

1 3 2 , , },{0, 0, 0}} 7 14 14

Karena salah satu vektornya merupakan vector nol, maka disebut linearly dependent

Operasi operasi Dasar matriks

Muhammad Irfan, S.Si | irvahn@gmail.com

10

2. Mathematica sebagai bahasa pemrograman 3. Mathematica sebagai representasi dari ilmu pengetahuan

Muhammad Irfan, S.Si | irvahn@gmail.com