You are on page 1of 17

PERKEMBANGAN AKUPUNKTUR DI INDONESIA

Akupunktur di Indonesia
Perkembangan akupunktur di Negara kita bilamana dibandingkan dengan perkembangan di Negara lain, tidaklah tertinggal. Hidupnya cara pengobatan akupunktur di Indonesia setua adanya perantau Cina yang tiba dari Cina. Mereka membawa kebiaasaan dan kebudayaan juga ilmu pengobatannya ke Indonesia. Hanya saja ilmu akupunktur itu terbatas dalam lingkungan mereka dan sekitarnya, juga hanya sinse yang melakukan praktek itu. Baru pada tahun 1963 Departemen Kesehatan dalam rangka penelitian dan pengembangan cara pengobatan Timur, termasuk Ilmu Akupunktur, atas instruksi Mentri Kesehatan waktu itu, Prof. Dr. Satrio telah membentuk sebuah Tim Riset Ilmu Pengobatan Tradisional Timur. Maka mulai saat ini praktek akupunktur diadakan secara resmi di Rumah Sakit Umum Pusat, Jakarta yang kemudian berkembang menjadi subbagian di bawah Bagian Penyakit Dalam, dan selanjutnya menjadi Unit Akupunktur Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo pada masa kini. Di samping memberi pelayanan poliklinis terhadap pengunjung/penderita, Unit Akupunktur Rumah Sakit Dr. Cipto

Mangunkusumo juga menyelenggarakan pendidikan untuk menghasilkan dokter ahli akupunktur baru. Sumber : Ilmu Akupunktur, Unit Akupunktur RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta, 1985

Pekembngan Akupunktur di Indonesia

Di Indonesia, akupunktur mulai dikenal pada institusi kesehatan formal dengan ditetapkannya RS Dr. Cipto Mangunkusumo oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia sebagai Pilot Proyek Penelitian dan Pengembangan Ilmu Akupunktur oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 1963. Pendidikan Ilmu Akupunktur diberikan oleh tim pengajar Dokter Ahli Akupunktur RRC yang pada waktu itu mengobati Presiden Sukarno kepada para dokter dari berbagai bagian Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/RS Cipto Mangunkusumo, antara lain Penyakit Dalam, Saraf, Anak, THT, dll.

Untuk memberikan pelayanan akupunktur kepada masyarakat kemudian dibentuk Sub Bagian Akupunktur Bagian Penyakit Dalam FKUI/RSCM dengan dipimpin oleh Prof. Dr. Oei Eng Tie. Selanjutnya berkembang menjadi Bagian Akupunktur, saat ini menjadi Departemen Medik Akupunktur. Sebagai salah satu Departemen Medik di RS Cipto Mangunkusumo, Departemen Medik Akupunktur memberikan pelayanan maupun konsultasi dengan berdasarkan prinsip medik dan evidence based. Sejak tahun 1967, Departemen Kesehatan mengirimkan dokter-dokter dari instansi pemerintah dan swasta untuk mengikuti pendidikan keahllian akupunktur di RSCM. Pada tahun 2003 dalam Muktamar IDI XXV di Balikpapan ditetapkan bahwa Dokter Ahli Akupunktur lulusan RSCM setara dengan dokter spesialis lainnya.

MKKI (Majelis Konsil Kedokteran Indonesia) pada tahun 2006 menetapkan bahwa dokter yang mengikuti pendidikan akupunktur di RSCM sebagai Dokter Spesialis Akupunktur Medik dengan gelar SpAK dan mengesahkan Kolegium Akupunktur Indonesia.

KKI (Konsil Kedokteran Indonesia) pada tahun 2007 mengeluarkan STR Dokter Spesialis Akupunktur Medik (SpAK) dan pada tahun 2008 mengesahkan Standar Pendidikan Dokter Spesialis Akupunktur Medik dan Standar Kompetensi Dokter Spesialis Akupunktur Medik yang disusun oleh Kolegium Akupunktur Indonesia.

Dalam sosialisasinya kepada seluruh Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan Direktur Rumah Sakit se-Indonesia pada tahun 2008, Direktorat Bina Pelayanan Medik Dasar Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik Departemen Kesehatan Republik Indonesia menyatakan bahwa praktek akupunktur medik di Indonesia dilakukan oleh :

1. Dokter Spesialis Akupunktur Medik yang mendapat Sertifikat Kompetensi dari Kolegium Akupunktur Indonesia (KAI) dan STR Dokter Spesialis Akupunktur Medik dari KKI.

2. Dokter Umum dengan Pelatihan Akupunktur Medik Dasar yang mendapatkan kompetensi dari Kolegium Akupunktur Indonesia (KAI).

(Disadur dari Website Departemen Medik Akupunktur RSCM dan Akupunktur Medik dan Perkembangannya, KAI, Jakarta, 2009)

Perkembangan Metode Pengobatan Akupunktur di Indonesia


Akupunktur masuk ke Indonesia melalui para pedagang Cina, dimana akupunktur melekat pada kehidupan sehariu-hari mereka. Pada tahun 1962, Presiden Pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno, dirawat oleh tim ahli akupunktur dari Cina dan kemudian presiden merekomendasikannya pada dokter-dokter Indonesia untuk mempelajari ilmu akupunktur. Kemudian beberapa dokter Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menindaklanjutinya. Pada tahun 1973 mulai menjamurnya pendidikan dan pelayanan kesehatan melalui akupunktur, maka dikeluarkanlah Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 038/BIRHUB/1973 pada tanggal 12 Juli 1973, yang pada waktu itu dijabat oleh Prof. G.A. Swabessy, yang berisi tentang wajib daftar akupunktur. Tahun 1974 Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengeluarkan keputusan tentang anjuran mengikuti pembakuan dan penataran akupunktur. Tahun 1975, Prof. dr. H. Herman Susilo menyarankan untuk mendirikan organisasi akupunktur walaupun sifatnya masih dibawah Dinas Kesehatan DKI. Pada 6 Desember 1986 di Jakarta, atas saran, bimbingan, dan pengarahan DIRJEN DIKLUSPORA, DEPDIKBUD, DEPKES, DEPDAGRI, mengenai penggabungan organisasi sejenis, maka berdirilah PAKSI (Persatuan Akupunktur Seluruh Indonesia). Pada 17 Maret 1990, ditandatangani nota kerjasama laboratorium penelitian dan pengembangan pelayanan akupunktur, dengan pusat penelitian DEPKES RI dan DPD PAKSI di Surabaya, Jawa Timur.

Pada tahun 1996, PAKSI resmi menjadi anggota WFAS (World Federation of Accupuncture and Moxibation Society) yang beranggotakan 135 negara yang berpusat di Beijing, Cina. Pada tanggal 22 s/d 26 Nopember 2006 telah terselenggara WFAS International Symposium of

Accupuncture di Sanur Paradise Plaza Hotel, Bali yang dihadiri oleh 23 negara.

Dan sekarang banyak berkembang tempat kursus akupunktur dengan tenaga profesional. kursus akupunktur ini harus terdaftar secara resmi dan harus mendapat izin.

www.terapibiofisik.com

Perkembangan Akupunktur di Indonesia


Akupunktur masuk ke Indonesia melalui para pedagang Cina, dimana akupunktur melekat pada kehidupan sehariu-hari mereka. Pada tahun 1962, Presiden Pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno, dirawat oleh tim ahli akupunktur dari Cina dan kemudian presiden merekomendasikannya pada dokter-dokter Indonesia untuk mempelajari ilmu akupunktur. Kemudian beberapa dokter Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM)

menindaklanjutinya.

Pada tahun 1973 mulai menjamurnya pendidikan dan pelayanan kesehatan melalui akupunktur, maka dikeluarkanlah Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 038/BIRHUB/1973 pada tanggal 12 Juli 1973, yang pada waktu itu dijabat oleh Prof. G.A. Swabessy, yang berisi tentang wajib daftar akupunktur.

Tahun 1974 Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengeluarkan keputusan tentang anjuran mengikuti pembakuan dan penataran akupunktur Tahun 1975, Prof. dr. H. Herman Susilo menyarankan untuk mendirikan organisasi akupunktur walaupun sifatnya masih dibawah Dinas Kesehatan DKI. Pada 6 Desember 1986 di Jakarta, atas saran, bimbingan, dan pengarahan DIRJEN DIKLUSPORA, DEPDIKBUD, DEPKES, DEPDAGRI, mengenai penggabungan organisasi sejenis, maka berdirilah PAKSI (Persatuan Akupunktur Seluruh Indonesia). Pada 17 Maret 1990, ditandatangani nota kerjasama laboratorium penelitian dan pengembangan pelayanan akupunktur, dengan pusat penelitian DEPKES RI dan DPD PAKSI di Surabaya, Jawa Timur.

Pada tahun 1996, PAKSI resmi menjadi anggota WFAS (World Federation of Accupuncture and Moxibation Society) yang beranggotakan 135 negara yang berpusat di Beijing, Cina. Pada tanggal 22 s/d 26 Nopember 2006 telah terselenggara WFAS International Symposium of Accupuncture di Sanur Paradise Plaza Hotel, Bali yang dihadiri oleh 23 negara.

Dan sekarang banyak berkembang tempat kursus akupunktur dengan tenaga profesional. kursus akupunktur ini harus terdaftar secara resmi dan harus mendapat izin. Apakah Anda tertarik?

www.terapibiofisik.com

AKUPUNKTUR DI INDONESIA

Perkembangan

akupunktur

di

negara

kita

bilamana

dibandingkan

dengan

perkembangan di negara lain, tidaklah tertinggal. Hidupnya cara pengobatan akupunktur di Indonesia setua adanya perantau Cina yang tiba dari Cina. Mereka membawa kebiaasaan dan kebudayaan juga ilmu pengobatannya ke Indonesia. Hanya saja ilmu akupunktur itu terbatas dalam lingkungan mereka dan sekitarnya, juga hanya sinse yang melakukan praktek itu. Baru pada tahun 1963 Departemen Kesehatan dalam rangka penelitian dan pengembangan cara pengobatan Timur, termasuk Ilmu Akupunktur, atas instruksi Menteri Kesehatan waktu itu, Prof. Dr. Satrio telah membentuk sebuah Tim Riset Ilmu Pengobatan Tradisional Timur. Maka mulai saat ini praktek akupunktur diadakan secara resmi di Rumah Sakit Umum Pusat, Jakarta yang kemudian berkembang menjadi sub bagian di bawah Bagian Penyakit Dalam, dan selanjutnya menjadi Unit Akupunktur Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo pada masa kini. Di samping memberi pelayanan poliklinis terhadap pengunjung/penderita, Unit Akupunktur Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo juga menyelenggarakan pendidikan untuk menghasilkan dokter ahli akupunktur baru.

Pada tahun 1975 di Jakarta telah berdiri organisasi profesi akupunktur dengan nama Ikatan Naturopati Indonesia (IKNI), Ikatan Akupunkturis Indonesia (IAI), dan Persatuan Akupunkturis Indonesia (PAI). Sedangkan di Bandung telah berdiri Ikatan Shinshe Akupunkturis (ISA). Departemen Pendidikan dan Kebudayaan bersama Departemen Kesehatan pada tanggal 10 13 November 1982 menyelenggarakan Lokakarya Nasional Pendidikan Akupunktur di Indonesia guna menyeragamkan pendidikan di Indonesia. Hasil dari lokakarya tersebut antara lain:
y y y

Membuat buku petunjuk teknis, kurikulum jenis akupunktur Dibentuk satu wadah profesi akupunktur Pemutihan para akupunkturis yang telah berpraktek, guru akupunktur dan penguji praktek

Tanggal 5 6 Desember 1985 di laksanakan Musyawarah Nasional Akupunkturis Seluruh Indonesia yang pertama di Jakarta. Musyawarah Nasional I tersebut menghasilkan peleburan organisasi profesi akupunktur di Indonesia. Yaitu peleburan IAI dan PAI menjadi PAKSI (Persatuan Akupunkturis Seluruh Indonesia), adapun IKNI tidak mau bersatu dengan PAKSI, sedangkan ISA melebur ke dalam IKNI. Selanjutnya pengawasan, kontrol dan pembinaan akupunturis di Indonesia di bawah Departemen Kesehatan dan Departemen Pendidikan. Pengawasan dan kontrol praktek akupunktur berada di Depatemen Kesehatan, pembinaan pendidikan calon akupunkturis berada di Depatemen .

SEJARAH AKUPUNKTUR
Ceritakan Perkembangan Akupunktur di Negara Asalnya?

Akupunktur berasal dari Cina, mulai dikenal sejak zaman batu yaitu sekitar 4000-5000 tahun yang lalu. Saat itu orang-orang menggunakan alat yang terbuat dari batu untuk kehidupan sehari-hari. Secara tidak sengaja, luka yang terkena alat batu ternyata mengakibatkan penyembuhan penyakit. Kemudian mereka mencoba untuk menggoreskan kulit atau menekan dengan batu runcing dan kemudian dapat menyembuhkan penyakit.
Buku apa yang dikenal sebagai buku Internal Medicine yang pertama di Negara Cina?

Huang Ti Nei Ching atau The Yellow Emperors Classic of Internal Medicine. Diterbitkan pada zaman Cun Ciu Can Kuo tahun 770-221 SM.

Perkembangan Akupunktur di Indonesia


Akupunktur diperkirakan masuk ke Indonesia sejak abad ke 18 pada saat imigran dari daratan Cina masuk ke Indonesia. Awalnya akupunktur di Indonesia merupakan kegiatan yang sangat tertutup di kalangan masyarakat Cina sampai akhirnya pada tahun 1962, tim ahli akupunktur dari RRC datang ke Indonesia untuk mengobati presiden Dr. Ir. Soekarn. Saat itu sejumlah dokter dari RSCM langsung menyerap ilmu akupunktur dari tim ahli akupunktur RRC. Pada tahun 1963, RSCM dicatat menjadi rumah sakit pertama di Indonesia yang membuka pelayanan kesehatan dengan akupunktur.

Untuk melakukan pengawasan terhadap praktek akupunktur, Menkes saat itu Prof. G.A. Siwabessy mengeluarkan Permenkes RI No. 037/Birhub/1973 tentang Wajib Daftar Akupunktur. Pada tanggal 7 Februari 1975 dibentuk organisasi Ikatan Akupunkturis Indonesia (IAI) sebagai wadah profesi yang bersifat nasional. Karena IAI tidak berhasil menjadi wadah tunggal profesi, maka dikeluarkanlah UU No. 8 tahun 1985 tentang Organisasi Kemasyarakatan, yang membuka kesempatan untuk menyatukan kegiatan sejenis dalam 1 wadah Organisasi Profesi Akupunktur. Tanggl 6 Desember 1986 terjadi penggabungan IAI dan PAI (Persatuan Akupunktur Indonesia) menjadi PAKSI (Persatuan Akupunkturis Seluruh Indonesia). Sebutkan Surat Keputusan dan Peraturan Pemerintah yang berhubungan dengan Akupunktur.Sebutkan dan Jelaskan masing-masing. SK / PP : 1. Permenkes RI No. 037/Birhub/1973 tentang wajib daftar akupunkturis 2. Kepmenkes 0584/Permenkes/VIII/1994 tentang pembinaan pengobatan tradisional oleh Depkes melalui Sentra Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional (SP3T). 3. Permenkes No. 1186/Permenkes/XI/1996 tentang pemanfaatan akupunktur di sarana pelayanan kesehatan 4. Kepmenkes RI No. 1076/Menkes/SK/VII/2003 tanggal 24 Juli 2003 tentang penyelenggaraan pengobatan tradisional.

5. Kepmenkes RI No. 1277/Menkes/SK/VIII/2003 tentang tenaga akupunktur. Dengan adanya peraturan ini maka tenaga akupunktur telah diakui menjadi salah satu tenaga kesehatan dalam kelompok keterapian fisik, bersama fisioterapis, terapi okupasi dan terapi wicara. 6. Surat keputusan Gubernur DKI Jakarta No.D.III.C.9/1/5/1973 tanggal 6 Mei 1973. Isinya tentang kewajiban bagi akupunkturis untuk mendaftarkan diri apabila akan membuka praktek. 7. Surat keputusan Dinas Kesehatan Jakarta No.53.DKK-UM/1973 tanggal 16 Mei 1973. Isinya tentang keharusan bagi akupunkturis untuk mengikuti penataran dan ujian akupunktur untuk mendapatkan ijin praktek sebagai akupunkturis di wilayah DKI Jakarta. 8. UU No.8/1985 tentang organisasi Kemasyarakatan. Pemerintah menghimbau dibentuknya wadah tunggal bagi organisasi-organisasi profesi atau yang sejenis (termasuk akupunktur) 9. SK Menteri Kesehatan RI No.0584/MenKes/SK/VI/1995 tanggal 2 Juni 1995. Membuat perincian mengenai operasi Sentra Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional (Sentral P3T) untuk sementara di 6 Propinsi yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara & Sumatera Selatan. 10. SK MenKes RI No.1186/MenKes/Per/XI/1996 tanggal 12 November 1996 mengenai pemanfaatan akupunktur dalam sarana pelayanan kesehatan.

Pertama dan Satu-satunya di Indonesia

Meskipun berasal dari negeri Timur, akupunktur merupakan cara pengobatan yang relatif baru di kalangan medis Indonesia. Secara resmi, akupunktur mulai dikenal sekitar 40 tahun silam. Saat itu pemerintah mendatangkan beberapa dokter dari luar negeri, termasuk dari Cina untuk mengobati presiden Soekarno. Kesembuhan presiden mendorong pemerintah untuk membentuk tim riset ilmu kedokteran timur. Maka pada 1963 terbentuklah tim dibawah komando Dr. Satrio, menteri kesehatan yang menjabat saat itu. Dr. Satrio kemudian membentuk tim akupunkturis yang pimpinan Prof.Dr.Oei Eng Tie. Pada awal kegiatannya, tim akupunkturis tersebut mulai membuka klinik akupunktur. Sebagai pilot project dipilihlah bagian penyakit dalam FKUI/RSCM Jakarta. Seorang ahli akupunktur, Huang Hsieng Ming, sengaja didatangkan dari Cina untuk memberikan kursus akupunktur, kepada 20 dokter Indonesia pada bulan Mei-Desember 1964. Para dokter Indonesia yang telah dibekali ilmu akupunktur ini akhirnya menjadi tenaga inti di unit akupunktur RSCM. Sejak itu, unit akupunktur RSCM sampai sekarang menjadi pusat pendidikan pertama dan satu-satunya bagi para dokter Indonesia yang berminat mengambil pendidikan di bidang ilmu akupunktur. Bermula pada 1966, Direktur RSCM memberikan kesempatan kepada calon dokter lulusan FKUI untuk menjadi asisten ahli akupunktur. Pada tahun 1970 Bagian Akupunktur RSCM memberikan Surat Keterangan Keahlian dalam Ilmu Akupunktur kepada beberapa dokter. Dua tahun kemudian, Depkes mengirimkan dokter setiap secara rutin tiap tahun untuk mengikuti pendidikan ilmu akupunktur di RSCM, sampai dengan saat ini. Karena telah banyak dokter yang mendalami akupunktur, maka dibentuklah suatu wadah untuk pengembangan ilmu ini. Tepat pada 1978 berdirilah Perkumpulan Dokter Akupunktur Indonesia (PDAI), dan menjadi anggota Majelis Dokter Ahli (MDA) Ikatan Dokter Indonesia (IDI). PDAI beranggotakan para dokter ahli akupunktur dan dokter lainnya yang berminat dalam ilmu akupunktur. Pada 2002 PDAI diubah menjadi Perhimpunan Dokter Ahli Akupunktur Indonesia.

Salah satu tugas PDAI adalah menyusun kurikulum pendidikan ahli akupunktur. Sesuai panduan WHO, kurikulum disusun untuk 6 semester (3 tahun). Adapun peserta adalah dokter yang telah menyelesaikan wajib sarjana, yang dikirim oleh Biro Personil Depkes RI dan Instansi pemerintah lainnya. Kurikulum terus disempurnakan hingga menjadi 110 SKS pada 2002. Seiring perbaikan pendidikan tersebut, pengakuan ahli akupunktur di lingkungan dunia kedokteran semakin nyata. Muktamar IDI XXV di Balikpapan pada 2003 lalu akhirnya memutuskan, Pendidikan Dokter Spesialis Akupunktur setara dengan spesialis kedokteran lainnya. Sejak itu, Kolegium Ilmu Akupunktur PDAI menentukan gelar yang disandang lulusan sebagai Spesialis Akupunktur dengan singkatan Sp.Akp. Bagian Akupunktur ini yang berkembang menjadi Departemen Akupunktur RSCM pada tahun 2004. Meski belum begitu banyak peminatnya, namun setiap tahun ajaran baru selalu ada yang mendaftar untuk mengikuti pendidikan ahli akupunktur. Menurut Dr.Dharma K.Widya, Ketua Departemen Akupunktur FKUI RSUPNCM, hingga sekarang departemen akupunktur FKUI telah melahirkan 60 dokter ahli akupunktur. Memang jumlah peserta yang mengikuti pendidikan setiap tahun masih berkisar belasan. Dan kini, PPDS yang sedang mengikuti pendidikan ada sekitar 28 orang. Lebih lanjut Dharma mengatakan, keberadaan dokter ahli akupunktur sangat penting untuk dapat mengikuti dan berperan serta dalam perkembangan ilmu akupunktur. Di samping itu ahli akupunktur juga diperlukan untuk bekerja sama dengan para ahli lainnya dalam pelayanan kesehatan dan memberikan penerangan yang benar tentang ilmu akupunktur kepada fihak yang membutuhkan. Untuk menjalankan fungsi pelayanan, Departemen Akupunktur melakukan di poliklinik akupunktur RSCM. Berbekal dengan 11 tempat tidur, alat pemanas (TDP), stimulator listrik, ultrasound, laser, serta alat diagnostik semisal neurometer dan voll, ahli akupunktur memberikan layanan kesehatan pada pasien.

http://www.majalah-farmacia.com/rubrik/one_news.asp?IDNews=351

Perkembangan Akupunktur di Indonesia


Praktek Akupunktur di Indonesia diduga telah ada sejak zaman penjajahan yang dibawa oleh pendatang dari Cina dan hanya dipraktekkan di lingkungan penduduk Cina saja. Sampai tahun 1963 Pemerintah RI mendatangkan ahli akupunktur dari Cina, Huang Hsien Ming untuk memberikan kursus dan bimbingan kepada 20 dokter Indonesia. Tanggal 7 Februari 1975 berdirilah Ikatan Akupunktur Indonesia ( IAI ) yang kemudian diikuti berdirinya organisasiorganisasi akupunktur lainnya seperti Ikatan Sinshe & Akupunktur ( ISA ), Persatuan Akupunkturis Indonesia ( PAI ). Tanggal 6 Des.1986 lahirlah Persatuan Akupunkturis Seluruh Indonesia ( PAKSI ) hasil peleburan IAI dan PAI yang saat ini dianggap sebagai organisasi profesi formal yang mewakili kepentingan akupunkturis di Indonesia. Dalam Repelita VI terdapat program tentang system pengobatan tradisional kemudian sesuai SK MenKes RI

No.1186/MenKes/Per/XI/1996 tanggal 12 November 1996 keberadaan akupunktur secara formal telah diakui oleh pemerintah.

http://kesehatanvegan.com/2010/07/17/perkembanganakupunktur-di-indonesia/