You are on page 1of 4

LAPORAN

FISIKA KESEIMBANGAN BENDA TEGAR


PRAKTIKAN : - Andy Satyanegara - Krisna Sanjaya - Michael kevin - Sandy Adhitya ( 11G -06 ) ( 11G -24 ) ( 11G -27 ) ( 11G -31 )

TUJUAN
1. 2. 3. Untuk menemukan titik berat suatu benda. Membuktikan bahwa titik berat sebuah benda merupakan pusat keseimbangan. Membuktikan dan membandingkan hasil dari percobaan dan hasil dari perhitungan teori.

DASAR TEORI
- Kesetimbangan benda seimbang adalah pada saat benda dalam keadaan diam atau pusat massanya bergerak dalam kecepatan tetap. Benda tegar adalah benda yang tidak berubah bentuk bila diberi gaya luar.Benda dikatakan stabil apabila pada benda kita kerjakan gaya dan titik berat benda bergerak kearah lebih atas dari titik berat semula dan bila gaya dihilangkan benda akan kembali ke posisi semula. - Suatu benda tegar dapat dipandang tersusun atas partikel-partikel yang masing-masing mempunyai berat. Resultan dari seluruh berat partikel dinamakan gaya berat benda. Titik berat adalah titik tangkap gaya berat benda. - Benda berbentuk luasan (dua dimensi) adalah benda yang ketebalannya dapat diabaikan, misalnya bidang segitiga, juring lingkaran, jajaran genjang, setengah lingkaran, kulit silinder, kulit bola dan lain-lain. Berat benda berbentuk bidang luasan sebanding dengan luas bidang - Koordinat titik berat gabungan dari beberapa benda berbentuk bidang luasan daditentukan dengan persamaan: !1 !" !!" !" !1 !" X0 = = !"!!" !"

Y0 =

!1 !! !!" !" !"!!"

!1 !" !"

ALAT & BAHAN


1.Kertas karton 4. Statif 2.Benang / tali 5. Gunting 3.Beban pemberat

LANGKAH PERCOBAAN
A. Menentukan letak titik berat benda bidang sembarang ( triplek / kertas karton ) 1. Kertas karton, benang, statif, dan beban disiapkan. 2. Pada bagian tepi kertas karton dibuat lubang, lalu benang diikatkan pada kertas karton melalui lubang tersebut, sisa benang yang menjuntai diikatkan pada beban. 3. Dibuat garis garis pada triplek sepanjang kedudukan benang. 4. Langkah 2 dan 3 diulangi, sehingga terbentuk tiga atau empat lubang dan garisnya. 5. Setelah perpotongan didapat, maka koordinat perpotongan garis-garis dihitung dengan pojok kanan bawab sebagai acuan (koordinat 0,0). B. Menentukan titik berat benda bidang homogen yang berlubang 1. Kertas karton ( persegi beraturan), benang, dan Digunting tiang penyangga serta beban disiapkan.

LAPORAN FISIKA 2012 KESEIMBANGAN BENDA TEGAR



Kertas karton tersebut digunting secara teratur. Percobaan A bagian 2 sampai 4 diulang. Setelah perpotongan didapat, maka koordinat perpotongan garis-garis dihitung dengan pojok kanan bawab sebagai acuan (koordinat 0,0). C. Menentukan titik berat benda pada bidang ( kertas tebal 2!!) 1. Mengulangilangkah percobaan bagian A langkah 1 sampai 4 dengan mengganti bidang sembarang dengan kertas tebal 2 mm, untuk kertas selebar buku teks berbentuk persegi 2. Setelah perpotongan didapat, maka koordinat perpotongan garis-garis dihitung dengan pojok kanan bawab sebagai acuan (koordinat 0,0). 3. Membandingkan koordinat titik berat hasil percobaan dengan koordinat titik berat hasil perhitungan. 2. 3. 4.

DATA
Eksperimen bagian A Jarak titik tersebut dari acuan titik sudut tertentu, dinyatakan dalam ( X, Y ) X = 12,63 cm Y = 6,6 cm Eksperimen bagian B Jarak titik tersebut dari acuan titik sudut tertentu, dinyatakan dalam ( X, Y ) X = 11,9 cm Y = 10,5 cm Eksperimen bagian C Dengan acuan titik sudut tertentu didapat titik berat : X = 5,3 cm Y = 3,1 cm

ANALISA DATA
Eksperimen bagian A Berdasarkan hitungan / teori, titik berat benda ini adalah : A1 = 24,9 x 12,4 = 308,76 cm2 A2 = 0,7 x 11,7 = 8,19 cm2 ! X1 = x 24,9 = 12,45 cm X2 = x 0,7 = 0,35 cm X0 =
! !1 !! !!! !! !!!!! !! !"#,!" ! ! ! !",! ! !,!" ! ! ( !,! ) X0 = =12,38 cm !"#,!"!!,!" ! ! !

!1 !!

Y1 = x 12,4 = 6,2 cm
! !

Y2 = x11,7 = 5,85 cm Y0 =
! !1 !! !!! !! !!!!! !! !"#,!" ! ! ! !",! ! !,!" ! ! ( !!,! ) Y0 = = 6,319 cm !"#,!"!!,!"

!1 !!

Perbandingan Koordinat X dan Y ukur dan hitung | !",!"!!",!" | Penyimpangan Xo = x 100% = 1,9 % Penyimpangan Yo =
!",! | !,!!!,!"# | !,!

x 100% = 4,2 %

LAPORAN FISIKA 2012 KESEIMBANGAN BENDA TEGAR



Eksperimen bagian B Berdasarkan hitungan / teori, titik berat benda ini adalah : !1 !! !!! !! !1 !! X0 = = X0 =
!!!!! !! 50,25 !,!"!!",!" 3,75 !!"",!" !",!" !",!"!!",!"!!"",!" !1 !! !!! !! !1 !!

= 12,038 Cm

Y0 = X0 =

!!!!! !! 50,25 !,!"!!",!" 18,05 !!"",!" !",!" !",!"!!",!"!!"",!"

= 10,764 Cm

Perbandingan Koordinat X dan Y ukur dan hitung | !!,!!!",!"# | Penyimpangan Xo = x 100% = 2,8 % Penyimpangan Yo =
!,!! | !",!!!",!"# | !,!"

x 100% = 8,02 %

Eksperimen bagian C Berdasarkan hitungan / teori, titik berat benda ini adalah : Luas ABCD = 3 x 3,5 x 2 x 3,5 = 73,5 cm2 ! Luas EDF = x 3,5 x 3,5 = 6,125 cm2 XABCD = x ( 3 x 3,5 ) = 5,25 cm YABCD = x ( 2 x 3,5 ) = 3,5 cm ! XEDF = 7 + 17,5 + 0,82 cos45 = 9,33 cm YEDF = 3,5 + 17,5 + 0,82 sin45 = 5,83 cm ! T2 + ( x a 2 )2 = a2
! ! ! ! !

T2 + ( 1,75 2 )2 = ( 3,5 )2 T2 = 12,25 6,125 = 6,125 cm T = 2,47 cm !" !",! ! !,!"!!,!"# ! !,!! X0 = = = !, !! !"
! !",!!!,!"#

!" !",! ! !,!!!,!"# ! !,!" Y0 = = = !, !" !"


! !",!!!,!"#

Perbandingan Koordinat X dan Y ukur dan hitung | !,!!!!,!! | Penyimpangan Xo = x 100% = 8,61 % Penyimpangan Yo =
!,!! | !,!"!!,! | !,!"

x 100% = 5,7 %

KESIMPULAN

Jika sebuah benda yang dalam keadaan seimbang stabil diadakan perubahan kecil, maka titik berat benda tersebut akan naik. Jika sebuah benda dalam keadaan seimbang labil diadakan perubahankecil, maka titik berat benda tersebut akan turun. Jika pada sebuah benda yang dalam keadaan setimbang indiferen diadakan perubahan kecil, maka titk berat benda akan tetap sama tinggi. Perhitugan titik berat benda didasarkan pada pengambilan beberapa titik dari benda yang ingin dihitung titik beratnya dikalikan dengan berat di masing-masing titik kemudian dijumlahkan dan dibagi dengan jumlah berat pada tiap-tiap titik. Bidang datar ( 2 dimensi ) mempunyai titik berat, titik dimana ia menjadi setimbang jika ditumpukan pada benda lain.Cara mencari titik berat tersebut bisa dengan pengukuran / pengamatan, ataupun dengan teori / hitungan.Nilai titik berat tersebut menjadi akurat saat dicari dengan teori / hitungan

LAPORAN FISIKA 2012 KESEIMBANGAN BENDA TEGAR



dibanding dengan pengukuran / pengamatan. Berdasarkan hasil percobaan maka diperoleh data: Eksperimen A (titik berat) Eksperimen B (titik berat) Hasil Ukur : Hasil Ukur : X = 12,63 cm X = 11,9 cm Y = 6,6 cm Y = 10,5 cm Hasil Hitung : Hasil Hitung : X = 12,038 cm X = 12,38 cm Y = 6,319 cm Y = 10,764 cm Kesalahan relatif Kesalahan relatif X = 1,9 % X = 2,8 % Y = 4,2 % Y = 8,02 %

Eksperimen bagian C (titik berat) Hasil Ukur : X = 5,3 cm Y = 3,1 cm Hasil Hitung : X = 4,88 cm Y = 3,29 cm Kesalahan relatif X = 8,61 % Y = 5,7 %

PERTANYAAN

burung yang dapat setimbang hanya dengan paruhnya disebabkan oleh dua titik massa yang dimiliki di dalam sayapnya (terdapat pemberat di dalamnya) membuat titik berat dari burung mainan itu berada di tengah-tengah, yaitu paruhnya, oleh karena itu, apabila burung mainan tersebut diletakkan tidak pada paruhnya, dan tempat meletakkannya adalah tempat yang diameternya kecil dan sering goyah (misalnya di hidung) makanya burung mainan ini akan terjatuh Orang yang beridiri berjinjit di atas daratan dengan melipat tangannya akan menyebabkan mudah goyah dan akhirnya oleng, dan terjatuh. Hal ini disebabkan karena titik massa tubuh orang tersebut hanya satu, di mana titik massa itu segaris lurus dengan titik beratnya (satu kaki). Tetapi apabila kedua tangan direntangkan secara berlawanan arah,maka posisi setimbang akan lebih mudah didapatkan dan dipertahankan, karena titik massa pada orang itu bertambah di kedua tangannya. Kedua tangan yang direntangkan ini harus selalu berlawanan arah, sehingga gaya yang diberikan tangan kanan dan tangan kiri adalah sama, sehingga gaya resultan bernilai nol. LAIN-LAIN 1. Manfaat yang diperoleh dari praktikum ini : a. Mengetahui cara menentukantitik berat dengan acuan titik sudut tertentu maupun berdasar hitungan. b. Mengetahui titik berat berbagai macam benda tegar. 2. Usul permainan Orisinil : Rancangan mainan menggunakan potongan kardus dan tusuk, lalu kesetimbangannya terdapat di di kardus, jadi berapa kecepatan rotasi minimal dari kardus ini agar tidak jatuh (setimbang berada di atas permukaan tusuk sate), dan kecepetan rotasi maksimal dari kardus ini agar kardus ini tidak terangkat dari permukaan tusuk sate. Keterangan : poros berada tepat di tengah-tengah kardus.