You are on page 1of 12

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah


Administrasi menurut Wijana adalah rangkaian semua organ-organ negara rendah dan tinggi,yang bertugas menjalankan pemerintahan, pelaksanaan, dan kepolisian. Dalam konsep ini berarti rangkaian organ-organ tersebut pasti mengalami evolusi atau perubahan dan perkembangan dalam rangka mencapai susunan maupun pelaksanaan administrasi yang lebih baik. Diawali dengan dikenalnya sistem administrasi pertama kali di Negara Mesir Kuno, administrasi terus mengalami perubahan serta perbaikan-perbaikan hingga zaman modern dan sekarang (abad 20). Dalam pelaksanaan administrasi negara yang merupakan tata cara pelaksanaan organ-organ pemerintahan, di dalamnya pasti terdapat politik yang berjalan. Dimana politik ini ditujukan sebagai kekuatan kekuasaan pemerintah, bagaimana mereka menerapkan apa saja keinginannya dalam pemerintahan. Maka berpegang pada konsep tersebut, dalam makalah ini penulis ingin menelaah lebih dalam mengenai perkembangan administrasi Negara, pada zaman modern khususnya. Serta menelusuri seberapa besar politik berpengaruh dalam administrasi negara pada masa itu.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, adapun masalah yang dapat dirumuskan adalah sebagai berikut: 1. 2. Bagaimana perkembangan administrasi negara modern itu berlangsung ? Seberapa besarkah pengaruh politik dalam perkembangan administrasi negara

modern?

1.3 Tujuan Penulisan


1. Untuk mengetahui dan memahami keberlangsungan perkembangan administrasi negara modern. 2. Untuk mengetahui dan memahami seberapa besar pengaruh politik dalam perkembangan administrasi negara modern.

1.4 Metode Pendekatan Masalah


Untuk membuat makalah ini penulis menggunakan metode kajian pustaka dengan mencari sumber-sumber referensi yang sesuai dengan pembahasan.

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian dari Judul 2.1.1 Kajian Mengenai Administrasi Negara


Administrasi Negara merupakan salah satu cabang dari ilmu administrasi. Administrasi negara juga mempunyai banyak sekali definisi, yang secara umum dapat dibagi dalam dua kategori. Pertama, definisi yang melihat administrasi negara hanya dalam lingkungan lembaga eksekutif saja. Dan kedua, definisi yang melihat cakupan administrasi negara meliputi semua cabang pemerintahan dan hal-hal yang berkaitan dengan publik. Terdapat hubungan interaktif antara administrasi negara dengan lingkungan sosialnya. Di antara berbagai unsur lingkungan sosial, unsur budaya merupakan unsur yang paling banyak mempengaruhi

penampilan (performance) administrasi Negara. Dari uraian di atas dapat disimpulkan, bahwa terdapat tali sejarah yang merakit perkembangan administrasi negara. Apa yang dicapai dan diberikan oleh administrasi negara sekarang, tidak lepas dari upayaupaya yang tidak kenal lelah yang telah dilakukan oleh para peletak dasar dan pembentuk administrasi yang dahulu. Administrasi modern penuh dengan usaha untuk lebih menekan jabatan publik agar mempersembahkan segala kegiatannya untuk mewujudkan

kemakmuran dan melayani kepentingan umum. Karena itu, administrasi negara tidak dipandang sebagai administrasi of the public, tetapi sebaliknya adalah administrasi for the public.1 Ide ini sebenarnya bukanlah baru. Orientasi semacam ini telah dicanangkan dengan jelas dalam ajaran Confusius dan dalam Pidato Pemakaman Pericles, bahkan dalam kehidupan bangsa Mesir kuno. Bukti - bukti sejarah dengan jelas membuktikan upaya-upaya yang sistematis, yang dikobarkan oleh tokoh-tokoh seperti Cicero dan Casiodorus. Selama abad ke-16 - 18 tonggak kemapanan administrasi negara Jerman dan Austria telah dipancangkan oleh kaum Kameralis yang memandang administrasi sebagai teknologi. Administrasi negara juga memperoleh perhatian penting di Amerika, terutama setelah negara ini merdeka. Apa yang dikemukakan oleh Cicero dalam De Officiis misalnya, dapat ditemukan dalam kode etik publik dari kerajaan-kerajaan lama. Hal yang umum muncul di antara mereka adalah adanya harapan agar administrasi negara melakukan kegiatan demi kepentingan umum dan selalu mengembangkan kemakmuran rakyat. Dengan kata lain, administrasi negara tidak seharusnya mengeruk kantong kantornya (korupsi) demi kepentingan dirinya sendiri.

Muh Aswar , Ilmu Administrasi Negara , Administrasi , diakses dari http://administrasi45mks.blogspot.com/2009/11/ilmu-administrasi-negara.html , pada tanggal 1 November 2010.

2.1.2 Kajian Mengenai Negara Modern


Negara adalah suatu wilayah di permukaan bumi yang kekuasaannya baik politik, militer, ekonomi, sosial maupun budayanya diatur pemerintahan yang berada di wilayah tersebut.2 Sedangkan Negara modern sendiri ialah Negara yang memiliki ciriciri:3 1. Corak Negara adalah Welfare State, suatu negara yang mengutamakan kepentingan seluruh rakyat. 2. Ekonomi liberal telah diganti dengan system ekonomi yang lebih dipimpin oleh pemerintah pusat (central geleide ekonomie). 3. Staatsonhouding telah diganti dengan staatsbemoeienis artinya negara ikut campur dalam semua lapangan kehidupan masyarakat. 4. Tugas dari suatu Welfare State adalah Bestuurszorg yaitu menyelenggarakan kesejahteraan umum. 5. Tugas negara adalah menjaga keamanan dalam arti luas yaitu keamanan sosial disegala lapangan kehidupan masyarakat. oleh

2.1.3 Pengertian Mengenai Politik


Politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan,
2

Wikipedia , Negara, Wikipedia Ensiklopedia Bebas , diakses dari http://id.wikipedia.org/wiki/Negara , pada tanggal 4 November 2010. 3 Saepudin , Pengertian Hukum Administrasi Negara, Saepudin Online , diakses dari http://saepudinonline.wordpress.com/2010/07/02/pengertian-hukum-administrasi-negara/ , pada tanggal 1 November 2010.

khususnya

dalam

negara.4 Pengertian

ini

merupakan

upaya

penggabungan antara berbagai definisi yang berbeda mengenai hakikat politik yang dikenal dalam ilmu politik. Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun nonkonstitusional. Di samping itu politik juga dapat ditilik dari sudut pandang berbeda, yaitu antara lain:

Politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles)

Politik adalah hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan negara

Politik merupakan kegiatan yang diarahkan untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan di masyarakat

Politik adalah segala sesuatu tentang proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik.

2.2 Analisa Masalah 2.2.1 Perkembangan Administrasi Negara Modern


Perkembangan evolusioner administrasi negara diuraikan melalui pendekatan tradisional, pendekatan perilaku (behavioral), pendekatan pembuatan keputusan (desisional) dan pendekatan ekologis.

Wikipedia , Politik, Wikipedia Ensiklopedia Bebas , diakses dari http://id.wikipedia.org/wiki/Politik , pada tanggal 4 November 2010.

A. Pendekatan Tradisional Pendekatan tradisional mengungkapkan tentang pengaruh ilmu politik dalam 3 hal : Sebagai Induk Administrasi Negara Pada awal tahun 1900 tumbuh kehendak untuk mempertimbangkan administrasi Negara sebagai satu studi yang mandiri. Hal ini tercermin pada adanya dichotomi antara administrasi dan pebuat kebijaksanaan. Hal ini merupakan hasil pemikiran dan persepsi mengenai proses pemerintahan. Ada yang berpendapat bahwa proses pemerintahan demokratis meliputi 2 tahap: 1. Tahap Penentuan Kebijaksanaan Pada umumnya dilakukan secara periodik dalam bentuk pemilihan umum. 2. Tahap Pelaksanaan Kebijaksanaan Telah ditetapkan dalam tahap penentuan kebijaksanaan. Administrasi hanya berkaitan dengan tahap kedua saja.

Pandangan Rasional dalam Administrasi Pandangan rasional menekankan pentingnya pengembangan prinsipprinsip administrasi yang memiliki kemudahan-kemudahan penerapan universal, contoh: planning, organizing, actuating, controlling. Yang dipentingkan adalah pengaturan fungsi dan kewajiban secara sistematis dan teratur. Pandangan rasional Berjaya pada tahun 1990-an. Dalil pokoknya adalah tercapainya efisiensi dan ekonomisnya pemerintahan.

Pengaruh Gerakan Manajemen Ilmiah Pelopor gerakan ini adalah seorang insinyur muda yang bernama Frederick Taylor. Tumpuan pemikiran dari manajemen ilmiah adalah penelahaan mengenai waktu dan gerak. Alat yang dipergunakan untuk mengukur aktivitas kerja, misalnya: skala, statistik, dan sebagainya. Para pendukung penerapan manajemen ilmiah berkeyakinan bahwa analisa ilmiah akan mampu menemukan satu cara yang paling baik dalam dan untuk pelaksanaan sesuatu kegiatan. Tekanan yang diberikan oleh aliran ini adalah pada faktor struktur organisasi dan manajemen personalia. Mulai tahun 1990 gerakan atau aliran ini memasuki dunia pemerintahan Amerika.

B. Pendekatan Perilaku (Behavioral) Behaviorisme ini merupakan istilah yang diambil dari karya seorang psikolog, John B. Watson tahun 1925. Pendekatan behavioral memusatkan perhatian pada cara orang bertingkah laku dalam situasi dan kondisi organisasi yang sungguhsungguh nyata. Para penganut behavioral tidak lagi menekankan efisiensi sebagai tujuan primer organisasi karena mereka percaya bahwa organisasi merupakan satu sistem sosial.

Sebagai suatu sistem sosial, setiap organisasi mengandung interaksi, konflik, yang semua faktor itu harus dipelajari agar dapat dipahami bagaimana suatu organisasi berfungsi. Akibatnya adalah administrasi dianggap sebagai penelahaan yang memiliki berbagai disiplin seperti psikologi,sosiologi,dan ilmu-ilmu lainnya.

C. Pendekatan Pembuatan Keputusan (Desisional) Menurut Nigro, setelah Perang Dunia II, seluruh konsep administrasi Negara sudah diperluas. Perhatian baru dicurahkan pada masalah pembuatan keputusan. Pendekatan Pembuatan Keputusan memandang organisasi sebagai suatu unit yang terdiri dari banyak situasi yang perlu diputuskan. Dimana administrator adalah sebagai pembuat keputusan. Dalam

perkembangannya, administrasi memberikan perhatian yang lebih besar terhadap usaha perbaikan seluruh aspek system pembuatan keputusan (kebijaksanaan publik) untuk memberi peluang bagi keputusan yang lebih baik seperti teknologi maupun personalia.

D. Pendekatan Ekologis Pendekatan ekologis membahas hubungan-hubungan organisasi antara lingkungan eksternal dan internal dan kekuatan-kekuatan yang menentukan perubahan interdependensi. Fred Riggs dan Ferrel Heady berkesimpulan bahwa lembaga-lembaga administrasi akan lebih mudah dipahami jika dilakukan dengan melakukan identifikasi mengenai kekuatan yang melingkarinya, lembaga-lembaga dan kondisi yang membentuk mempengaruhinya.
9

Di antara empat pendekatan yang diajukan, tidak ada satu pun pendekatan yang lebih unggul daripada pendekatan-pendekatan yang lain, karena setiap pendekatan berjaya pada sesuatu masa, di samping kesadaran bahwa setiap pendekatan mempunyai kelebihan dan kekurangan.

Karena administrasi mengandung berbagai macam disiplin, sehingga cara pendekatan dan metodologi dalam administrasi juga beraneka ragam, maka administrasi negara merupakan bidang kajian yang dinamis. Selanjutnya sukar untuk secara khusus menerapkan satusatunya pendekatan terbaik terhadap aspek administrasi tertentu. Kiranya lebih bermanfaat untuk mempergunakan keempat cara pendekatan tersebut sesuai dengan aksentuasi dari sesuatu gejala yang diamati.

2.2.2 Pengaruh Politik dalam Perkembangan Administrasi Negara Modern


Pengaruh politik terhadap administrasi negara selalu besar, tidak peduli kapan pun masanya. Hal ini disebabkan oleh adanya gejala di semua negara yang menunjukkan bahwa setiap pemerintah disusun di atas tiga cabang pemerintahan (legislatif, eksekutif, dan yudikatif). Legislatif adalah badan deliberatif pemerintah dengan kuasa membuat hukum.
5

Legislatif dikenal dengan beberapa nama, yaitu parlemen,kongres, dan asembli nasional. Dalam sistem Parlemen, legislatif adalah badan
5

Wikipedia , Legislatif, Wikipedia Ensiklopedia Bebas , diakses dari http://id.wikipedia.org/wiki/Legislatif , pada tanggal 4 November 2010.

10

tertinggi dan menujuk eksekutif. Dalam sistem Presidentil, legislatif adalah cabang pemerintahan yang sama, dan bebas, dari eksekutif. Sebagai tambahan atas menetapkan hukum, legislatif biasanya juga memiliki kuasa untuk menaikkan pajak dan menerapkan budget dan pengeluaran uang lainnya. Legislatif juga kadangkala menulis perjanjian dan memutuskan perang. Eksekutif adalah cabang pemerintahan bertanggungjawab

mengimplementasikan, atau menjalankan hukum.6 Sedangkan Yudikatif adalah lembaga yang memegang kekuasaan di bidang kehakiman.7 Lembaga ini bebas dari campur tangan siapapun. Lembaga yudikatif juga yang menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan. Hubungan terus menerus administrasi dengan politik mencerminkan keberlanjutan hubungan antara lembaga eksekutif dengan lembaga legislatif, sebagaimana dicerminkan dalam dua tahap pemerintahan, yakni tahap politik dan tahap administrasi. Jika tahap pertama merupakan tahap perumusan kebijakan, maka tahap kedua merupakan tahap implementasi kebijakan yang telah ditetapkan dalam tahap pertama.

Wikipedia , Eksekutif, Wikipedia Ensiklopedia Bebas , diakses dari http://id.wikipedia.org/wiki/Eksekutif , pada tanggal 4 November 2010. 7 Ekowinarto , Bab 5 Sistem Pemerintahan Pusat, Top PDF Files , diakses dari http://toppdf.com/download/lembaga-yudikatif-adalah-7.html , pada tanggal 6 November 2010.

11

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan yang telah dijelaskan, adapun hal-hal yang dapat disimpulkan adalah sebagai berikut:
1. Perkembangan

evolusioner

administrasi

negara

diuraikan

melalui

pendekatan tradisional, pendekatan perilaku (behavioral), pendekatan pembuatan keputusan (desisional) dan pendekatan ekologis.
2. Pendekatan tradisonal menekankan kepada 3 aspek yaitu ilmu induk,

pandangan rasional mengenai administrasi, dan gerakan manajemen ilmiah.


3. Politik selalu besar pengaruhnya terhadap administrasi negara tidak peduli

kapanpun masanya.

3.2 Saran
Adapun saran yang dapat disampaikan penulis adalah sebagai berikut:
1. Mengingat

politik merupakan salah satu hal yang mempengaruhi

administrasi negara maka diharapkan suatu negara menerapkan sistem politiknya dengan baik serta mengedepankan kepentingan masyarakat negara.
2. Agar penelusuran terhadap perkembangan administrasi negara modern

dilakukan lebih dalam lagi untuk dapat lebih memahami administrasi negara secara mendalam.

12