You are on page 1of 4

Business Objectives PT HM Sampoerna menjalankan keseluruhan operasionalnya berdasar falsafah tiga tangan.

Falsafah tersebut mengambil gambaran mengenai lingkungan usaha dan peranan Sampoerna di dalamnya. Masing-masing dari ketiga Tangan, yang mewakili perokok dewasa, karyawan dan mitra bisnis, serta masyarakat luas, merupakan pihak yang harus dirangkul oleh Sampoerna untuk meraih visi menjadi perusahaan paling terkemuka di Indonesia. Bisnis objektif dari Sampoerna juga berdasar dari falsafah tersebut, yang kemudian dituangkan dalam poin-poin berikut ini : Memproduksi rokok berkualitas tinggi dengan harga yang wajar bagi perokok dewasa Memberikan kompensasi dan lingkungan kerja yang baik kepada karyawan dan membina hubungan baik dengan mitra usaha Memberikan sumbangsih kepada masyarakat luas

Analisis SWOT Strengths Memiliki Pangsa Pasar yang Cukup Besar Sampoerna melalui produk-produknya menguasai 29,1% pangsa pasar rokok di Indonesia pada 2010. Selain itu, Sampoerna melalui 4 merek dagangnya yaitu A Mild, Dji Sam Soe, Marlboro dan Sampoerna Kretek masuk dalam posisi 10 merek dengan pangsa pasar terbesar di Indonesia. Bahan Baku Berkualitas Sejak dulu, Sampoerna senantiasa menggunakan bahan baku yang berkualitas dalam setiap produk-produknya. Mulai tahun 2006, hal ini semakin ditunjukkan dengan penggalakkan program good agricultural practices di kalangan petani tembakau guna benar-benar memastikan Sampoerna akan mendapat pasokan tembakau kualitas nomor satu. Memiliki Kredibilitas Perusahaan yang Baik Selama hampir 100 tahun berdiri, PT Sampoerna telah menorehkan rekam jejak yang baik . Hal ini dapat terlihat melalui tidak adanya isu-isu negatif yang menyebabkan menurunnya kepercayaan publik. Selain itu, kredibilitas yang dibangun pun tak

melulu berada di lingkup publik konsumen, tapi juga ke Pemerintah yang ditunjukkan melalui dukungan terhadap beberapa peraturan terkait peredaran tembakau. Memiliki Nilai Capital Besar Setelah akuisisi yang dilakukan oleh Philip Morris Internasional, Sampoerna jelas memiliki jaminan tersedianya modal. Ketersediaan modal tentu membuat perusahaan lebih mudah dalam menjalankan kegiatan operasional dan berbagai strategi pemasaran. Memiliki Sumber Daya Manusia yang Handal Sistem perekrutan karywan yang dilakukan Sampoerna tidaklah sembarangan. Mereka haruslah orang-orang yang memiliki skill tinggi,berpengalaman dan memiliki reputasi baik di dunia kerja sebelumnya atau telah melalui tahap sekolah atau trainee selama 2 tahun di Sampoerna. Jadi mereka yang kini menjadi karyawan Sampoerna benar-benar individu yang memiliki kemampuan terbaik dibidangnya. Weakness Harga Produk Relatif Mahal Produk Sampoerna memiliki harga yang relatif mahal bila dibandingkan dengan kompetitornya. Hal ini merupakan implikasi dari penggunaan bahan baku berkualitas tinggi untuk setiap produk-produknya. Boros dalam Hal Pengalokasian Dana Event Berkala Sampoerna banyak mengadakan event berkala (diadakan setiap tahun) seperti Soundrenaline, Java Jazz, IBL dan Copa Dji Sam Soe. Dengan banyaknya event-event tersebut, tentu alokasi dana yang dibutuhkan tidak sedikit hingga memungkinkan terjadinya pemborosan. Opportunity Trend Pasar untuk Rokok Rendah Tar dan Nikotin di Indonesia Warga Indonesia kini tengah dilanda demam hidup sehat. Terlihat dari semakin menjamurnya pusat kebugaran serta meningkatnya permintaan akan makanan yang berbahan dasar organik. Hal ini tentu akan berimbas pada trend jenis rokok yang dinikmati perokok. Para perokok yang semula merupakan konsumen setia rokok kretek mulai beralih kepada konsumsi rokok Mild karena alasan kesehatan.

Kemungkinan Peluncuran Produk Baru Akuisisi dengan Philip Morris Internasional membuat Sampoerna memiliki lebih banyak cadangan modal. Modal ini merupakan batu loncatan awal bagi Sampoerna guna mengembangkan produk baru apabila ditemukan pasar yang cocok.

Semakin Banyak Event, Makin Banyak Spot Promosi Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, Sampoerna memiliki banyak event tahunan yang dilakukan secara kontinu. Event ini tentu dapat menjadi ajang promosi gratis produk-produk Sampoerna. Dengan semakin banyaknya spot-spot tempat iklan diletakkan, diharap akan terbangun brand awareness produk Sampoerna di benak khalayak.

Threats Tingginya Pajak Rokok Pajak rokok yang tinggi tentu membuat daya beli masyarakat semakin menurun dan berdampak pada keuntungan yang diperoleh perusahaan. Regulasi atau Perda Larangan Merokok Munculnya regulasi atau peraturan semacam ini dapat menurunkan jumlah perokok yang secara paralel juga menurunkan permintaan akan rokok. Menurunnya permintaan rokok otomatis membawa dampak buruk bagi perusahaan. Bertambahnya Kompetitior Rokok Jenis Mild Sampoerna merupakan perusahaan pertama yang meluncurkan rokok jenis Mild dan merupakan pemegang posisi teratas dalam market rokok Mild. Hanya saja, trend hidup sehat yang tengah booming serta pangsa pasar menjanjikan di masa depan membuat beberapa produsen lain ikut memproduksi rokok jenis ini. Seperti misalnya Djarum yang memproduksi LA Light dan Gudang Garam yang memproduksi merek Surya Signature. Alhasil persaingan di jenis rokok ini pun menjadi semakin ketat. Berkurangnya Kegiatan yang mau Disponsori Oleh Perusahaan Rokok Trend hidup sehat yang tengah terjadi di masyarakat secara tidak langsung juga memunculkan mindset anti rokok. Salah satu dampaknya dapat terasa melalui berkurangnya event yang mau disponsori oleh perusahaan rokok, apalagi bila event yang akan diadakan merupakan event anak muda / remaja. Hal tersebut dilakukan guna mencegah paparan iklan rokok yang dilakukan oleh perusahaan kepada generasi muda bangsa selama event berlangsung. Alhasil perusahaan akan semakin sulit

melakukan promosi dan seiring berjalannya waktu akan membuat tingkat awareness terhadap produk rokok berkurang.