You are on page 1of 10

Kelompok 2: Ajeng R Mulyo Alitinia Prastiantari Annisa Cendikiawaty Dewy Rimadini Fransiska Dini Rahmadini

Perkembangan Islam di Indonesia


Agama Islam masuk ke Indonesia dimulai dari daerah pesisir pantai, kemudian dite ruskan ke daerah pedalaman oleh para ulama atau penyebar ajaran Islam. terdapat 3 teori tentang Proses masuk dan berkembangnya agama Islam di Indonesia, yaitu: 1. Teori Gujarat => Teori berpendapat bahwa agama Islam masuk ke Indonesia pada abad 13 dan pembawanya berasal dari Gujarat (Cambay), India. 2. Teori Makkah => Teori Makkah berpendapat bahwa Islam masuk ke Indonesia pada abad ke 7 dan pembawanya berasal dari Arab (Mesir). 3. Teori Persia => Teori ini berpendapat bahwa Islam masuk ke Indonesia abad 13 dan pembawanya berasal dari Persia (Iran). Dasar teori ini adalah kesamaan budaya Persia dengan budaya masyarakat Islam Indonesia

Kerajaan-Kerajaan Tradisional Bercorak Islam


1.

Samudra Pasai - Kerajaan Samudra Pasai berkembang pada abad Abad 13 yang terletak di daerah Kabupaten Lhokseumauwe, Aceh Utara. - Keberadaan kerajaan Samudra Pasai dibuktikan dengan adanya a. Catatan Marcopolo dari Venetia. b. Catatan Ibnu Batulah dari Maroko. c. Batu nisan Sultan Malik al-Saleh. d. Jirat Putri Pasai. - Peranan Samudra Pasai dalam bidang perdagangan adalah Dengan letak yang strategis, maka Samudra Pasai berkembang sebagai kerajaan maritim dan memiliki hegemoni atas pelabuhan-pelabuhan yang penting di Pesisir Pantai Barat Sumatera serta berkembang sebagai Bandar Transito. - Nilai yang dapat diambil dari keberadaan kerajaan Samudra Pasai adalah Nilai keterbukaan dan kebersamaan dan penghormatan kepada setiap golongan masyarakat serta prinsip kepemimpinan yang dekat dengan rakyat. -Raja-raja yang memerintah di Samudra Pasai antara lain Sultan Malik al-Saleh (1285 1297). Sultan Muhammad (Malik al-Tahir I). Sultan Ahmad (Malik al-Tahir II). Sultan Zaenal Abidin (Malik al-Tahir III).

2.

Kerajaan Demak

Demak pada masa sebelumnya sebagai suatu daerah yang dikenal dengan nama Bintoro atau Gelagahwangi yang merupakan daerah kadipaten di bawah kekuasaan Majapahit. Kadipaten Demak tersebut dikuasai oleh Raden Patah salah seorang keturunan Raja Brawijaya V (Bhre Kertabumi) yaitu raja Majapahit. Dengan berkembangnya Islam di Demak, maka Demak dapat berkembang sebagai kota dagang dan pusat penyebaran Islam di pulau Jawa. Hal ini dijadikan kesempatan bagi Demak untuk melepaskan diri dengan melakukan penyerangan terhadap Majapahit. Setelah Majapahit hancur maka Demak berdiri sebagai kerajaan Islam pertama di pulau Jawa dengan rajanya yaitu Raden Patah. Kerajaan Demak secara geografis terletak di Jawa Tengah dengan pusat pemerintahannya di daerah Bintoro di muara sungai Demak, yang dikelilingi oleh daerah rawa yang luas di perairan Laut Muria. (sekarang Laut Muriasudah merupakan dataran rendah yang dialiri sungai Lusi). Bintoro sebagai pusat kerajaan Demak terletak antara Bergola dan Jepara, di mana Bergola adalah pelabuhan yang penting pada masa berlangsungnya kerajaan Mataram (Wangsa Syailendra), sedangkan Jepara akhirnya berkembang sebagai pelabuhan yang penting bagi kerajaan Demak.

3.Kerajaan Banten
Seperti yang telah dijelaskan pada uraian materi tentang kerajaan Demak, bahwa daerah ujung barat pulau Jawa yaitu Banten dan Sunda Kelapa dapat direbut oleh Demak, di bawah pimpinan Fatahillah. Untuk itu daerah tersebut berada di bawah kekuasaan Demak. Setelah Banten diislamkan oleh Fatahillah maka daerah Banten diserahkan kepada putranya yang bernama Hasannudin, sedangkan Fatahillah sendiri menetap di Cirebon, dan lebih menekuni hal keagamaan. Dengan diberikannya Banten kepada Hasannudin, maka Hasannudin meletakkan dasardasar pemerintahan kerajaan Banten dan mengangkat dirinya sebagai raja pertama, memerintah tahun 1552 1570. Lokasi kerajaan Banten terletak di wilayah Banten sekarang, yaitu di tepi Timur Selat Sunda sehingga daerahnya strategis dan sangat ramai untuk perdagangan nasional. Pada masa pemerintahan Hasannudin, Banten dapat melepaskan diri dari kerajaan Demak, sehingga Banten dapat berkembang cukup pesat dalam berbagai bidang kehidupan. Untuk lebih jelasnya, simaklah uraian materi tentang kehidupan politik Banten berikut ini.
Silsilah Raja-raja Banten
1. Sultan Hasannudin (1552 1570) 2. Panembahan Yusuf (1570 1580) 3. Maulana Muhammad (1580 1596) 4. Abulmufakir (1596 1640 5. Abumaali Achmad (1640 1651) 6. Sultan Abdul Fatah/Sultan Ageng Tirtayasa (1651 1682) 7. Abdulnasar Abdulkahar/Sultan Haji (1682 1687)

4. Kerajaan Aceh

Kerajaan aceh termasuk salah satu kerajaan di Nusantara yang tergolong sebagai kerajaan islam. Kerajaan ini berdiri paca keruntuhan kerajaan samudra pasai karena ditundukkan oleh Majapahit pada tahun 1360. Kerajaan Aceh sendiri didirikan pada tahun1496 oleh Sultan Ali Mughayat Syah. Pada awal berdirinya , wilayah kerajaan Aceh sangatlah luas karena mencangkup wilayah hingga Daya, Pedir, Pasai, Deli dan juga Aru.Setelah meninggal pada tahun1528, sultan Ali Mughayat Syah digantikan oleh putra sulungnya yaitu Salahudin. Namun kerajaan Aceh mengalami puncak keemasan pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1607-1636)

5. Kerajaan Malaka
Pada masa kejayaannya kerajaan Malaka merupakan pusat

perdagangan danpelayaran Islam di Asia Tenggara politik, ekonomi, sosial, budaya. Dasar-dasar dari kerajaan Malaka diletakanoleh Iskandar Syah (Paramisora). Setelah Iskandar Syah wafat digantikan oleMuhammad Iskandar Syah. Dibawah pemerintahannya Malaka berhasil menguasai Selat Malaka Kekuatan kesultanan Malaka terletak pada pasukan maritimnya. Kerajaan malaka yang merupakan sebuahkerajaan maritim di Sumatra memusatkan kegiatan ekonominya pada bidang perdagangan Kemudia selainperdagangan, Malaka juga belajar carabercocok tanam setelah Parameswaradatang.

6. Kerajaan Mataram

Kesultanan Mataram adalah kerajaan Islam di Pulau Jawa yang pernah berdiri pada abad ke-17. Kerajaan ini dipimpin suatudinasti keturunan Ki Ageng Sela dan Ki Ageng Pemanahan, yang mengklaim sebagai suatu cabang ningrat keturunan penguasaMajapahit. Asal-usulnya adalah suatu Kadipaten di bawah Kesultanan Pajang, berpusat di "Bumi Mentaok" yang diberikan kepada Ki Ageng Pemanahan sebagai hadiah atas jasanya. Raja berdaulat pertama adalah Sutawijaya (Panembahan Senapati), putra dari Ki Ageng Pemanahan.

7. Kerajaan Makassar/Gowa
Kesultanan Gowa atau kadang ditulis Goa, adalah salah satu kerajaan besar dan paling sukses yang terdapat di daerahSulawesi Selatan. Rakyat dari kerajaan ini berasal dari Suku Makassar yang berdiam di ujung selatan dan pesisir baratSulawesi. Wilayah kerajaan ini sekarang berada di bawah Kabupaten Gowa dan beberapa bagian daerah sekitarnya. Kerajaan ini memiliki raja yang paling terkenal bergelar Sultan Hasanuddin, yang saat itu melakukan peperangan yang dikenal denganPerang Makassar (1666-1669) terhadap VOC yang dibantu oleh Kerajaan Bone yang dikuasai oleh satu wangsa Suku Bugisdengan rajanya Arung Palakka. Perang Makassar bukanlah perang antarsuku karena pihak Gowa memiliki sekutu dari kalangan Bugis; demikian pula pihak Belanda-Bone memiliki sekutu orang Makassar. Perang Makassar adalah perang terbesar VOC yang pernah dilakukannya di abad ke-17.