You are on page 1of 10

Annisa Cendikiawaty Muhammad Reyhan Akmal Faradis

Noviawati
Ryan Noor Yudana Shinta Eldiana Nabilla

Filum Platyhelminthes

Platyhelminthes merupakan kelompok cacing yang tubuhnya berbentuk pipih (platy = pipih, helminthes = cacing ). Kelompok cacing pipih memiliki struktur tubuh paling sederhana dibandingkan susunan tubuh cacing pada filum lainnya.

Struktur Tubuh : Pipih, ada yang berbentuk pita,

dan tidak bersegmen. Susunan Tubuh : Bilateral Alat Pencernaan: memiliki mulut , namun tidak memiliki anus (pencernaan tidak sempurna) Alat Ekskresi : Sel Api (pada cacing pipih) Bagian Epidermis : Memiliki silia atau lapisan lilin (kutikula) Sistem Saraf : Sepasang Ganglion(simpul saraf) Anggota Hewan : Bersifat Hermafrodit

lunak,

*Cacing pipih merupakan hewan triploblastik aselomata. Tidak memiliki peradaran darah dan respirasi

Filum Platyhelminthes dikelompokkan menjadi tiga, yaitu: 1. Kelas Turbellaria (cacing bersilia/berbulu getar) 2. Kelas Trematoda (cacing isap) 3. Kelas Cestoda (cacing pita)

Salah satu anggota dari kelompok cacing pipih bersilia ini adalah : PLANARIA Planaria yang paling dikenal adalah Planaria naculata. Planaria biasanya hidup dia air tawar (kolom/sungai) yang jernih, melekat pada batu-batuan atau daun.

Ciri-ciri:
Memiliki panjang tubuh sekitar 2-3 cm. Tubuhnya ditutupi oleh lapisan epidermis yang mengandung kelenjar-kelenjar unisel. Pada epidermis bagian permukaan ventral terdapat bulu getar (silia) untuk pergerakan. Planaria memiliki kepala berbentuk segitiga. Dibagian kepala terdapat dua bintik mata yang berfungsi untuk membadakan intensitas cahaya. Kedua bintik mata tersebut dapat dikatakan sebagai alat penglihatan. Sistem Pencernaan makanan planaria terdiri atas mulut, krongkongan, dan anus. Faring dapat dijulurkan untuk menangkap makanan. Planaria memiliki usus bercabang tiga, satu cabang kearah anterior (kepala) dan dua cabang kearah posterior(ekor). Alat ekskresi berupa sel api. Susunan sarafnya berupa sistem saraf tangga tali. Planaria bereproduksi dengan dua cara,yaitu : 1) seksual, terjadi melalui pembuahan sel telur oleh spermatozoid.Lubang kelamin tetdapat disebelah bawah mulut. Planaria bersifat hermafrodit. 2) Aseksual, terjadi melalui fragmentasi. Planaria dikenal memiliki daya regenerasi yang tinggi. Jika tubuhnya dipotong-potong, maka setiap potongan tubuhnya akan tumbuh dan berkembang menjadi individu baru.

Semua kelas Trematoda hidupnya bersifat parasit. Trematoda disebut cacing isap karena memiliki alat isap. Pada mulut terdapat alat pengisap yang dilengkapi oleh kait kait untuk melekatkan diri pada tubuh inangnya.

Beberapa contoh cacing yang termasuk trematoda: Clonorchis sinensis Fasciola hepatica Schistosoma japonicum Paragonimus westermani

Clonorchis sinensis merupakan cacing hati yang hidup pada manusia. Mereka bereproduksi seperti halnya faciola. Akan tetapi, fase metaserkaria dari cacing ini masuk kedalam daging ikan tawar (sebagai hospes perantaranya). Jika manusia memakan ikan air tawar yang mengandung larva Clonorchis sinensis, maka metaserkaria akan masuk kedalam tubuh dan tumbuh menjadi cacing parasit dewasa di dalam hati dan saluran empedu manusia. Salah satu cara menghindarinya adalah tidak mengonsumsi ikan yang tidak dimasak atau dimasak secara tidak sempurna. Cacing ini banyak ditemukan di Cina, Vietnam, dan Korea