You are on page 1of 9

Faktor Ras,agama,gender,golongan,budaya dan suku bangsa adalah faktor yang memungkinkan bagi setiap warga negara untuk melakukan

tindakan-tindakan yang tidak menghargai persamaan kedudukan warga negara. Sejarah telah mencatat bahwa nilai-nilai luhur budaya bangsa sangat menjunjung tinggi keberagaman bangsa indonesia . Oleh karena itu, semboyan bhineka Tunggal ika dan wawasan nusantara tidak henti-hentinya kita gerakka untuk kepenting keutuhanan , persatuan, dan kesatuan bangsa. Diskriminasi merupakan sikap dan perbuatan yang harus dihindari karena akan menjadi bom waktu perpecahan dan sangat berpotensi untuk melahirkan konflik vertikal (dengan penguasa) maupun konflik horizontal (dengan sesama masyarakat).

1.

Regulasi Regulasi ini dilakukan oleh lembaga eksekutif maupun legislatif, sebelum disahkan sudah seharusnya dibuat dalam kajian akademis yang memadai dan analisis analisis psikologi sosial yang mendalam, sehingga menghasilkan peraturan dan kebijakan yang tidak diskriminatif yang dirasakan oleh sebagian besar masyarakat.

2.

Implementasi
Implementasi adalah suatu kebijakan atau aturan, agar pelaksanaannya dilakukan oleh aparat yang betul-betul memahami , proposional, dan profesional. Hal ini penting untuk dipahami agar pada saat terjadi penindakan pelanggaran (law enforcement) mampu berlaku adil dan sesuai ketentuan yang berlaku.

3.

Sosialisasi
Sosialisasi adalah sebuah peraturan atau kebijakan diperluas jangkauan dan publikasinya agar warga masyarakat yang berkepentingan merasa berperan aktif untuk memahami. Jika sosialisasi telah terpahami dengan baik, warga masyarakat akan semakin cerdas untuk melaksanakannya tanpa ada rasa curiga atau salah paham.

4.

Taat Asas dan Taat Aturan


Masyarakat harus dilatih dan diberikan pembelajaran pentingnya taat asas dan taat aturan sehingga dalam menyelesaikan masalah atau urusan administrasi tertentu betul-betul mematuhi rambu-rambu yang telah ditentukan. Jangan sampai adadiantara mereka karena kenal sehingga semmua urusan dapat dengan mudah, sementara yang tidak punya akses atau kenalan dipersulit sehingga terjadi diskriminasi.

5.

Antisipasi terjadinya KKN


Aparat penyelenggara negara/pemerintah dan masyarakat tidak saling memberi peluang munculnya tindak Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Karena sesungguhnya KKN merupakan salah satu sumber diskriminasi perlakuan terhadap warga masyarakat , karena ada yang diistimewakan dan sementara yang lain diacuhkan.

6.

Keteladanan dan Pembelajaran Pendidikan


Keteladanan dan pembelajaran yang berkelanjutan di jalur pendidikan melalui jenjang sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi untuk melestarikan nilainilai budaya bangsa sangat menghargai dan menghormati adanya perbedaan dalam masyarakat. Perbedaan bukan untuk dipertentangkan , akan tetapi harus selalu dicari titik temu sesuai dengan permasalahan yang dihadapi.

7.

Antisipasi Aparat Peenegak Hukum


Aparat penegak hukum senantiasa mewaspadai dan antisipatif terhadap ptensi-potensi konflik yang mengarah pada perbedaan ras, gender, golongan, budaya, dan suku yang ada di dalam masyarakat. Mengupayakan kejelian dalam pendektesian dini sehingga segala sesuatu dapat dicegah sebelum konflik muncul ke permukaan.