You are on page 1of 2

PERENCANAAN AGREGAT DALAM SEKTOR JASA Pengendalian biaya tenaga kerja dalam perusahaan jasa sangatlah penting.

Teknik-teknik yangsukses mencakup hal-hal berikut: 1. Melakukan penjadwalan jam kerja yang akurat untuk memastikan respons cepat terhadap permintaan pelanggan. 2. Suatu bentuk tenaga kerja siap panggil yang dapat direkrut atau diberhentikan untuk memenuhi permintaan yang tak terduga. 3. Fleksibilitas keterampilan pekerja individu yang memungkinkan tenaga kerja yang tersedia dapat dialokasikan ulang. 4. Fleksibilitas tingkat output atau jam kerja karyawan untuk memenuhi permintaan yang meningkat. Pilihan berikut tampaknya begitu menuntut,tetapi biasa terjadi dalam organisasi jasa,dimana tenaga kerja merupakan sarana perencanaan agregat yang utama.Sebagai contoh : 1. Kelebihan kapasitas yang dimiliki oleh tenaga penjualan rumah dan mobil digunakan untuk melakukan penelitian dan perencanaan. 2. Departemen kepolisian dan pemadam kebakaran memiliki ketentuan untuk memanggil karyawan yang sedang tidak berdinas dalam keadaan sangat darurat.Jika keadaan darurat diperpanjang,maka polisi atau karyawan pemadam kebakaran dapat bekerja lebih lama dalam shift tambahan. 3. Jika bisnis secara tidak terduga sepi,maka restoran dan toko eceran memulangkan karyawan lebih awal. 4. Pegawai gudang supermarket bekerja sebagai kasir bila antrian keluar terlalu panjang. 5. Pelayan wanita yang berpengalaman meningkatkan kecepatan dan efisiensi pelayanan ketika banyak pelanggan yang datang. Pendekatan pada perencanaan agregat dibedakan oleh jenis jasa yang disediakan.Terdapat lima skenario jasa yang akan dibahas. 1. Restoran Dalam bisnis seperti restoran, penjadwalan agregat ditujukan untuk: a.Memperlancar tingkat produksi b.Menentukan tenaga kerja untuk dipekerjakan 2. Rumah Sakit Rumah sakit menghadapi permasalahan perencanaan agregat dalam pengalokasian dana,karyawan, dan pasokan untuk memenuhi permintaan pasien. 3. Rantai Nasional Perusahaan Jasa Kecil

Dengan munculnya rantai nasional usaha kecil seperti rumah pemakaman,bengkel mobil, toko fotokopi, percetakan, dan pusat computer,pertanyaan yang menjadi masalah adalah perencanaan agregat versus perencanaan mandiri di awal penetapan bisnis.Baik output maupun pembelian dapat direncanakan secara terpusat ketika permintaan dapat dipengaruhi melalui promosi khusus. 4. Jasa Lain-Lain Kebanyakan usaha jasa lainnya,seperti keuangan,transportasi,komunikasi,dan rekreasi memberikan output yang intangible (tidak terlihat).Perencanaan agregat untuk jasa ini terutama berkaitan dengan kebutuhan sumber daya manusia dan mengelola permintaan. 5. Industri Penerbangan Perusahaan penerbangan memiliki permasalahan penjadwalan agregat yang unik,misalnya mengenai jumlah penerbangan yang keluar-masuk dari setiap pusat kegiatan. MANAJEMEN IMBAL HASIL Manajemen imbal hasil atau pendapatan merupakan proses perencanaan agregat dalam mengalokasikan sumber daya bagi pelanggan pada harga yang akan memaksimalkan imbal hasilatau pendapatan.Organisasi yang meiliki persediaan yang cepat rusak seperti perusahaan penerbangan, hotel, paraagen penyewaan mobil, kapal pesiar, dan bahkan peralatan listrik memiliki kesamaan karakteristik berikut yang membuat manajemen imbal hasil menarik: 1. Jasa atau produk yang dapat dijual terlebih dahulu sebelum dikonsumsi. 2. Permintaan fluktuatif 3. Kapasitas secara relatif tetap. 4. Permintaan dapat dibagi. 5. Biaya variabel rendah dan biaya tetap tinggi. Supaya manajemen imbal hasil dapat berfungsi, perusahaan harus dapat mengelola tiga persoalan berikut: 1. Struktur harga majemuk.Berbagai penetapan struktur harga harus dapat diterapkan dan logis kepada pelanggan.Pertimbangan seperti itu dapat terjadi pada berbagai bidang, contohnya kursi kelas utama pada pesawat. 2. Prediksi penggunaan dan jangka waktu.Berapakah kursi kelas ekonomi yang disediakan? Berapa pelanggan yang menginginkansebuah kamar dengan pemandangan ke arah laut? 3. Perubahan permintaan.Hal ini berarti mengelola penggunaan yang meningkat sejalan dengan lebih banyaknyakapasitas yang terjual. Hal ini juga berarti berurusan dengan permasalahan yang terjadikarena penetapan struktur harga mungkin tidak terlihat adil daln logis bagi semua pelanggan. Pada akhirnya hal ini berarti mengelola persoalan baru, seperti kelebihan pemesanan karena prediksi tidaklah sempurna.