P. 1
MANAJEMEN KELAS

MANAJEMEN KELAS

|Views: 4,243|Likes:
出版社:Ildyana Winanda

More info:

Published by: Ildyana Winanda on Mar 29, 2012
著作権:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/28/2013

pdf

text

original

Sections

  • PENDAHULUAN
  • BAB I PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN KELAS
  • Latar Belakang
  • 2. Pengertian dan Tujuan Manajemen Kelas
  • 4. Kelas yang Nyaman dan Menyenangkan
  • Pertanyaan-pertanyaan
  • BAB II PENDEKATAN DALAM MANAJEMEN KELAS
  • 2 . Pendekatan Inffmidasi
  • 3. Pendekatan Permisif
  • 4. Pendekatan Buku Masak
  • 5. Pendekatan Instruksional
  • 6. Pendekatan Pengubahan Perilaku
  • Mempergunakan model
  • Mempergunakan pembentukan
  • Mempergunakan sistem hadiah
  • Mempergunakan kontrak perilaku
  • Mempergunakan jatah kelompok
  • Penguatan alternatif yang tidak serasi
  • Mempergunakan penyuluhan perilaku
  • Mempergunakan pemantauan sendiri
  • Mempergunakan isyarat
  • 7. Pendekatan Iklim Sosio-Emosional
  • 8. Pendekatan Proses Kelompok
  • 9. Pendekatan Eklektik
  • 10. Pendekatan Analitik Pluralistik
  • TUGAS
  • BAB III PROSEDUR DAN RANCANGAN MANAJEMEN KELAS
  • Tujuan
  • 1. Prosedur Manajemen Kelas
  • 2. Rancangan Prosedur Manajemen Kelas
  • Daftar Pustaka
  • BAB IV PENGATURAN KONDISI DAN PENCIPTAAN IKLIM BELAJAR YANG MENUNJANG
  • 1. Kondisi dan Situasi Belajar-Mengajar
  • 2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Belajar
  • 3. Mengajar yang efektif
  • Pertanyaan - pertanyaan
  • 1. Pengertian Disiplin Kelas
  • 2. Hak. Kebutuhan Siswa dan Tampilan Guru Hubungannya dengan Disiplin
  • 3.Disiplin pada level Sekolah dan Kelas
  • 4. Membina Hubungan Sekolah dengan Masyarakat
  • 5. Sumber Pelanggaran Disiplin
  • 6. Peraturan dan Tata Tertib Kelas
  • Pertanyaan -pertanyaan
  • Tugas
  • BAB VI TAHAPAN DAN PENANGULANGAN PELANGGARAN DISIPLIN
  • La tar Belakang
  • 1. Tahapan Memelihara Disiplin
  • 2. J enis Gangguan dan Cara Penangulangan Gangguan DisipIin
  • 3. Kebiasaan Hidup Tertib

PENDAHULUAN Pembaharuan bidang pendidikan sudah lama digalakkan.

Pembaharuan itu seperti meliputi kurikulum, metode mengajar, media pembelajaran, administrasi pendidikan, strategi pembelajaran, dan sebagainya. Implikasi dari pembaharuan itu adalah bahwa ukuran keberhasilan proses belajar mengajar guru di kelas mengalami perubahan; tuntutan· ketertiban kelas juga menjadi berubah. Guru mengajar tanpa menyiapkan satuan pelajaran, tanpa media, tanpa variasi metode, keadaan kelas yang tenang tanpa aktivitas para siswamengerjakan tugas atau melakukan kegiatan belajar demi tercapainya tujuan belajar, bukanlah kelas yang baik, dan itu periu dihindari. Adanya perubahan tuntutan kondisi/ketertiban kelas agar proses belajar lebih berkualitas, maka guru perlu mengetahui bagaimana memanajemeni kelas dalam proses pembelajaran. Setiap proses pembelajaran dengan metode, media, pendekatan tertentu menuntut suasana kelas tertentu pula. Pembelajaran yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh pembaharuan kurikulum, fasilitas yang tersedia, kepribadian guru yang simpatik, pembelajaran yang penuh kesan, wawasan pengetahuan guru yang luas tentang semua bidang, melainkan juga guru harus menguasai kiat memanajemeni kelas. Setiap kegiatan belajar mengajar mengisyaratkan tercapainya tujuan, baik tujuan instruksional maupun tujuan pengiring. Namun tidak dapat dipungkiri keadaan di kelas sering kali tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu, guru bertugas untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi kelas yang menguntungkan bagi peserta didik, sehingga tumbuh iklim belajar yang berkualitas dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran. Usaha preventif dan kuratif perlu dilaksanakan dalam upaya penciptaan kondisi kelas yang diharapkan. Usaha preventif yaitu tercipta dan dapat dipertahankannya kondisi kelas yang kondusif harus dirancang dan diusahakan oleh guru secara sengaja agar hal-hal yang merugikan dapat dihindari. Sedangkan upaya kuratif yaitu upaya mengembalikan kepada kondisi yang optimal apabila terjadi hal-hal yang merusak yang disebabkan oleh tingkah laku peserta didik di dalam kelas.

Upaya guru menciptakan dan mempertahankan kondisi yang diharapkan akan efektif apabila: Pertama, diketahui secara tepat faktor-faktor yang dapat menunjang terciptanya kondisi yang menguntungkan dalam proses belajar mengajar. Kedua, diketahuinya masalah-masalah yang diperkirakan dan yang mungkin tumbuh yang dapat merusak iklim belajar mengajar. Ketiga, dikuasai berbagai pendekatan dalam manajemen kelas dan diketahui pula kapan dan untuk masalah mana satu pendekatan digunakan (M.Entang dan T. Raka loni, 1983 : 7). Pengajaran adalah serangkaian kegiatan yang bermaksud memfasilitasi peserta didik mencapai tujuan pendidikan secara langsung. Manajemen adalah rangkaian kegiatan/tindakan yang dimaksud untuk menciptakan kondisi yang memungkinkan berlangsungnya pembelajaran. Maka, manajemen kelas merupakan persyaratan penting yang menentukan terciptanya pembelajaran yang efektif. ladi berdasar logika sederhana bahwa manajemen kelas, yang efektif adalah suatu segi penting dari proses belajar mengajar. Dikaitkan dengan misi dan tujuan mata kuliah MANAJEMEN KELAS, pembelajaran mata kuliah ini diarahkan pada: 1) pembentukan kemampuan memahami konsep, pendekatan, dan generalisasi yang diperlukan dalam memanajemeni kelas; kemampuan mengorganisasikan kondisi dan fasilitas kelas; pengembangan kemampuan menginventarisasi faktor-faktor yang menimbulkan gangguan disiplin kelas di sekolah dasar, dan penemuan alternatif pemecahannya; 2) memberikan kesempatan kepada para mahasiswa untuk memperoleh pengalaman langsung dalam mengamati realisasi konsep manajemen kelas di sekolah dasar, dan mencoba mensimulasikan berbagai aspek manajemen kelas secara utuh maupun parsial. Bahan ajar ini akan memaparkan, melatihkan, dan menerapkan dalam kasuskasus mengenai hal-hal yang berkaitan dengan manajemen kelas. Pemahaman, pemilikan keterampilan, dan mengaplikasikannya dalam berbagai situasi, kemudian menganalisis dan merefleksinya segala hal yang berkaitan dengan manajemen kelas, diharapkan para mahasiswa calon guru akan dapat menciptakan kondisi kelas yang menguntungkan. Kondisi kelas yang menunjang merupakan prasyarat utama bagi terjadinya proses pembelajaran yang efektif.

Segala sesuatu yang disajikan dalam bahan ajar ini akan sangat bermanfaat apabila para mahasiswa, para dosen, dan para penstudi lainnya menelaah secara eksama dan kritis, mendiskusikannya dalam kelompok, menjawab pettanyaan, dan berlatih sesuai dengan latihan yang tersedia pada setiap akhir bab dengan sungguh-sungguh.

begitu juga dua masalah perilaku peserta didik yaitu: peserta . Guru dengan segala kemampuannya. kurikulum dengan segala kompo~ennya. Untuk sampai pada tujuan yang dimaksud diperlukan pemahaman akan halhal umum/prinsip-prinsip manajemen kelas terlebih dahulu sebelum sampai kepada pemahaman yang lebih khusus. materi dengan segala sumber belajarnya bertemu dan berinteraksi di dalam kelas. fungsi. ada dua kegiatan yang dila. guru baru. metode dengan segala pendekatannya. selayaknyalah kelas dimanajemeni secara baik. serta pengaturan kelas yang nyaman dan menyenangkan. pengertian manajemen kelas. siswa dengan segala latar belakang dan potensinya. Dalam arti guru mampu menyampaikan bahan pelajaran/perkuliahan diserap oleh para peserta didik dengan baik. Lebih lanjut hasil pembelajaran ditentukan pula oleh apa yang terjadi di kelas. atau memungkinkan peserta didik belajar dengan baik. Sebab manajemen kelas merupakan serangkaian perilaku guru dalam uapayanya menciptakan dan memelihara kondisi kelas yang memungkinkan peserta didik mencapai tujuan-tujuan belajarnya secara efisien. Misalnya. Penciptaan harapan seperti itu merupakan kajian dari manajemen kelas. Di kelaslah segala aspek pembelajaran bertemu dan berproses. hal ini akan menjadi filter-filter penyaring menghilangkan kekeliruan umum dari manajemen kelas. Bab ini adalah bab yang mengulas prinsip-prinsip manajemen kelas yang bahasannya meliputi: mengajar dan manajemen kelas. Pemahaman akan prinsip-prinsip manajemen kelas ini penting dikuasai sebelum hal-hal khusus diketahui. dan guru yang telah berpengalaman berkeinginan agar para peserta didik dapat belajar dengan optimal. media dengan segala perangkatnya. dan bahkan guru yang telah berpengalaman / sekalipun. dan masalah manajemn kelas. terus-menerus dan berkelanjutan. Oleh karena itll.kukan guru yaitu: kegiatan menelaah kebutuhan peserta didik (kegiatan mengajar) dan memberi ganjaran (kegiatan manajemen kelas). guru baru. Dengan dikuasainya prinsip-prinsip manajemen kelas. Alasannya. aspek. sederhana karena calon guru.BAB I PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN KELAS Latar Belakang Manajemen kelas merupakan aspek pendidikan yang sering dijadikan perhatian utama oleh para calon guru. profesional.

menyimpulkan pentingnya manajemen kelas bagi berhasilnya pembelajaran: d. memahami fungsi manajemen kelas bagi tercipta dan terpeliharanya kondisi kelas yang optimal. . menjelaskan secara khusus fungsi tugas kepala sekolah dalam menjalankan fungsinya dalam memanajemeni kelas. j. menjelaskan empat pola tingkah laku anak seusia SD apabila kebutuhan individunya tidak terpenuhi. Kesemuanya itu dimaksudkan untuk dapat menguasai prinsipprinsip manajemen kelas. h. Oleh karena itu. dan melaksanakan tugas yang ditugaskan. membedakan masalah pengajaran dan masalah manajemen kelas dari contohcontoh kasus yang disajikan: c.didik yang selalu mendebat (masalah individual) dan perilaku kelompok yang mereaksi negatif (masalah kelompok). mengerjakan pertanyaan-pertanyaan yang tersedia. i. Terhadap dua kegiatan guru dan dua perilaku peserta didik kadang-kadang tidak dibedakan. padahal keduanya jelas berbeda.. membedakan pengertian mengajar dan memanajemeni kelas serta hubungan antara keduanya. g. Anda diharapkan dapat: a. Ketidak tahuan akan prinsip-prinsip manajemen seperti itu akan dapat dihindari bila dikuasai prinsipprinsipnya. sehingga Anda dengan mudah dapat mempelajari bab-bab berikutnya dan mampu menerapkan prinsip-prinsip manajemen kelas tersebut di lapangan kelak. menyimpulkan tujuan menajemen kelas. mendefinisikan pengertian manajemen kelas berdasar konsepsi lama dan modern serta berdasar pandangan pendekatan operasional. menyimpulkan masalah kelompok yang mungkin muncul dalam manajemen kelas. Tujuan Setelah mempelajari bab ini. membedakan pengertian masalah individu clan masalah kelompok clalam manajemen kelas serta anggapan dasar yang mendasarinya. b. e. f. diharapkan para mahasiswa menyimak bab ini dengan baik dan sungguh-sungguh.

mengkaitkan keadaan kelas yang nyaman dan menyenangkan dengan terciptanya keadaan kelas yang optimal. M. menunjukkan berbagai upaya guru yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya berbagai masalah manajemen kelas. Kegiatan manajerial antara lain seperti mengembangkan hubungan yang baik antara guru dan peserta didik. Masalah manajemen kelas harus ditanggulangi dengan tindakan korektif. dan rajin. 1983). dalam proses belajar mengajar di sekolah dapat dibedakan adanya dua kelompok masalah yaitu masalah pengajaran dan masalah manajemen kelas. menjelaskan syarat-syarat kelas yang nyaman dan menyenangkan. sehingga pemecahannya pun menjadi kurang tepat. 1983:9. menyusun rencana pelajaran. Dengan demikian. sedangkan masalah pengajaran harus ditanggulangi dengan tindakan pembelajaran. Banyak guru yang kurang mampu membedakan masalah pengajaran dan masalah manajemen kelas. misalnya mengajar dengan menggunakan pendekatan strategi yang menarik.k. memberi ganjaran dengan segera. Mengajar dan Manajemen Kelas Kegiatan guru di dalam kelas meliputi dua hal pokok yaitu kegiatan mengajar dan kegiatan manajerial (Depdikbud. menilai kemajuan siswa. dan multi media agar siswa yang enggan mengambil bagian dalam diskusi kelompok tertarik. Raka Joni. mengembangkan variasi metode. Pak Kusno guru bidang studi PPKN. n. Entang dan T. aktif. Kegiatan mengajar dimaksudkan secara langsung menggiatkan peserta_ didik mencapai tujuantujuan pelajaran. m. Namun tidak dapat . l. mengembangkan aturan permainan dalam kegiatan kelompok. penghentian tingkah laku peserta didik yang menyimpang atau tidak sesuai dengan tata tertib. Kegiatan manajerial kelas bermaksud menciptakan dan mempertahankan suasana kelas agar kegiatan mengajar dapat berlangsung secara efektif dan efisien. menyajikan bahan. 1. memahami pentingnya organisasi sekolah dalam manajemen kelas. Pemecahan masalah yang dilakukan Pak Kusno sudah barang tentu tidak tepat. Kegiatan mengajar antara lain seperti menelaah kebutuhan peserta didik. sebab membuat pelajaran lebih menarik adalah masalah pengajaran. mengajukan pertanyaan. sedangkan peserta didik enggan mengambil bagian di dalam kegiatan kelompok merupakan masalah manajemen kelas.

Pengajaran dan manajemen keduanya bertujuan menyiapkan atau memproses .memudahkan pencapaian tujuan manajerial. adalah gambaran proses pengajaran dan proses manajerial yang masing-masing meliputi empat proses. Raka Joni. Walaupun istilah mengajar (teaching) dan pengajaran (instruction) senng digunakan searti. Mengidentifikasi tujuan Proses Manajerial a. 1983) .. Pengajaran Keberhasilan Siswa Manajemen Gambar I : Keterkaitan antara manajemen dan keberhasilan siswa Di bawah ini.ran dan manajemen dapat dibedakan. Manajemen bermaksud menegakkan danmemelihara perilaku siswa menuju pembelajaran yang efektif dan efisien . Sebaliknya. hubunganantar pribadi (in-terpersonal) yang baik antaraguru dan siswa.Entang dan T. Menetapkan tujuan .dipungkiri bahwa penarikan diri peserta didik akan menghalangi tercapainya tujuan khusus pengajaran yang hendak dicapai melalui kegiatan kelompok yang dimaksud. Berkaitan dengan hal tersebut maka manajemen kelas merupakan prasyarat mutlak bagi terjadinya proses belajar mengajar yang efektif (M. 1993 : 1).. tetapi dalam pelaksanaan pembelajaran' keduanya sulit dipisahkan. Proses Pengajaran a.:. antara siswa dan siswa (suatu petunjuk keberhasilan manajemen kelas) tidak dengan sendirinya menjamin proses belajar mengajar akan menjadi efektif. adalah sangat berguna apabila memandang mengajar sebagai sesuatu yang memiliki dua dimensi yang saling berhubungan: pengajaran dan manajemen.yaitu memproses atau menyiapkan perilaku-perilaku guru yang diharapkan memberi kemudahan kepada pencapaian tujuan tertentu (Webe. Pengaj.

Berdasar pandangan pendekatan operasional tertentu (disarikan dari Wilford A. Pengertian dan Tujuan Manajemen Kelas Manajemen dari kata "management". 1986): a. manajerial Menganalisis kondisi yang ada Memilih dan menerap kan strategi manajerial Menilai efekti vitas manajerial 2. Merencanakan dan menerapkan aktivitas pengajaran d. Menurut konsepsi modern manajemen kelas adalah proses seleksi yang menggunakan alat yang tepat terhadap problem dan situasi manajemen kelas. b. Mendiagnose keberhasilan slswa c. pengawasan pada semua hal yang terlibat dalam pelaksanaan kebijaksanaan dan pencapaian tujuan {Depdikbud.penga]aran b. dan memelihara· sistem/organisasi kelas sehingga individu dapat memanfaatkan kemampuannya. dan energinya pada tugas-tugas individual (Lois V. Johnson dan Mary Bany. 1970). maksud manajamen kelas adalah mengacu kepada penciptaan suasana atau kondisi kelas yang memungkinkan siswa dalam kelas tersebut dapat belajar dengan efektif. Guru menurut konsepsi lama bertugas menciptakan. Terdapat beberapa definisi tentang manajemen kelas berikut: a. Kelas (dalam arti umum) menunjuk kepada pengertian sekelompok siswa yang ada pada waktu yang sama menerima pelajaran yang sama dad guru yang sama pula. Berdasar konsepsi lama dan modern Menurut konsepsi lama. bakatnya. Dengan demikian. c.berarti proses penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran. Weber. Seperangkat kegiatan guru untuk menciptakan dan mempertahankan . memperbaiki. manajemen kelas diartikan sebagai upaya mempertahankan ketertiban kelas. Mengevaluasi keberhasilan slswa d. b. diterjemahkan pula menjadi pengelolaan. 1989). Sedangkan pengelolaan adalah proses yang memberikan.

f. pengaturan ruang belajar. e. . mengikuti petunjuk/resep yang telah disajikan (pendekatan buku masak). Dengan demikian manajemen kelas merupakan usaha sadar. g. c. 1996). b. Seperangkat kegiatan guru untuk menumbuhkan dan mempertahankan organisasi kelas yang efektif (pendekatan sistem sosial). Pengertian lain dari manajemenkelas adalah segala usaha yang diarahkan untuk mewujudkan suasana belajar mengajar yang efektif clan menyenangkan serta dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik sesuai dengan kemampuan. d. penyiapan sarana dan alat peraga.ketertiban suasana kelas melalui penggunaan disipltn (pendekatan qJ:ori ter). untuk mengatur kegiatan proses belajar mengajar secara sistematis. Seperangkat kegiatan guru untuk menciptakan dan mempertahankan Seperangkat kegiatan guru untuk memaksimalkan kebebasan Slswa Seperangkat kegiatan guru menciptakan suasana kelas dengan cara Seperangkat kegiatan guru un'tuk menciptakan suasana kelas yang efektif ketertiban suasana kelas melalui intimidasi (pendekatan intimidasi). (pendekatan permisif). h. mewujudkan situasi/kondisi proses belajar mengajar clan pengaturan waktu sehingga pembelajaran berjalan dengan baik dan tujuan kurikuler dapat tercapai (Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen. melalui perencanaan pembelaj aran yang bermutu dan dilaksanakan dengan baik (pendekatan instruksional). Seperangkat kegiatan guru untuk mengembangkan hubungan interpersonal yang baik dan iklim sosio-emosional kelas yang positif (pendekatan penciptaan iklim sosio emosional). Us.aha sadar itu mengarah pada penyiapan bahan belajar. Seperangkat kegiatan guru untuk mengembangkan tingkah laku peserta didik yang diinginkan dengan mengurangi tingkah laku yang tidak diinginkan (pendekatan pengubahan perilaku).

Gambar 2 : Penyiapan siswa pada saat masuk kelas Gambar 3 Ketua kelas menyiapkan para siswa masuk kelas .

Menyediakan dan mengatur fasilitas setra perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan social.Gambar 4 : Berdoa sebelum memulai pelajaran' Sedangkan tujuan manajemen kelas adalah a. budaya serta sifat-sifat individunya (Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen. . d. b. Membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang sosial. Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi pembelajaran. baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar yang memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin. Mewujudkan situasi dan kondisi kelas. ekonomi. c. 1996:2). emosional dan intelektual siswa dalam kelas.

Mengumpulkan hasil pekerjaan siswa. Mengurnpulkan inforrnasi did siswa. Aspek. 1970). Menyampaikan materi pelajaran. mengorganisir. situasi kelas. Kegiatan-kegiatan yang perlu dilaksanakan dalam manajemen kelas sebagai aspekaspek manajemen kelas. muka masam. Mernanajemeni kelas merupakan keterampilan yang harus dimiliki guru dalam rnernutuskan. seperti tertuang dalam Petunjuk Pengelolaan Kelas di Sekolah Dasar adalah berikut ini: a. dan kreatif (Lois V. mengatur atau mendisiplinkan peserta didik adalah tindakan guru yang sudah tidak tepat lagi. Bany. pendorong kekuatan kelas. rnemahami. b. dan kemarnpuan bertindak rnenuju perbaikan suasana kelas terhadap aspek-aspek manajemen kelas. mencatat data pemeliharaan arsipl g. Pendistribusian bahan dan alat. mendiagnosis.3. dan rnengkoordinasikan usaha at au aktivitas peserta didik menuju tujuan pembelajaran. guru harus: 1) bersikap tenang dan percaya diri. 3) memberikan salam lalu memperkenalkan diri. 2) tidak menunjukkan rasa cemas. Sementara itu hal-hal yang perlu diperhatikan para guru. Mengecek kehadiran siswa. memeriksa dan menilai hasil pekerjaan tersebut. Memberikan tugas/PR. Ketika bertemu dengan siswa. Adapun aspekaspek yang perlu diperhatikap dalam manajemen kelas adalah sifat kelas. atau sikap tidak simpatik. h. tindakan selektif. Dewasa iniaktivitas guru yang terpenting adalah memanajemeni. dan Masalah Manajemen Kelas Tugas guru seperti mengontrol. d. Furigsi. Johnson dan Mary A. khususnya guru baru dalam pertemuan pertama dengan siswa di kelas adalah: a. 4) memberikan format isian tentang data pribadi siswa atau guru menyuruh siswa menulis riwayat hidupnya secara singkat. c. .

membantu pembentukan kelompok. sekolah. 1996: 13). selain memberi makna penting bagi tercipta dan terpeliharanya kondisi kelas yang optimal. membantu kerjasama dalam menemukan tujuan-tujuan organisasi. Bertindak disiplin baik terhadap siswa maupun terhadap diri sendiri (Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen. f. Guru memberikan tugas kepada siswa dengan tertib dan lancar: c . Konsep dasar yang perlu dicermati dalam manajemen kelas adalah penempatan individu. mernbantu individu agar dapat bekerja sarna dengan kelompok atau kelas. Di samping sifat kelas peranan dan motif individu dalam kelompok.b. ke1ompok. rnembantu prosedur kerja. Manajemen kelas. Membuat denah kelas (temp at duduk siswa). penyesuaian yang terjadi dalam perilaku kolektif. . sifat-sifat kelompok. Menentukan tata cara berbicara dan tanya jawab. 2) Memelihara agar tugastugas itu dapat berjalan lancar. dan pandangan guru dalam mengajar. dan faktor lingkungan yang mempengaruhinya.! d. manajemen kelas berfungsi: 1) Membeli dan melengkapi fasilitas untuk segala macam tugas seperti: membantu kelompok dalam pembagian tugas. e. rnerubah kondisi kelas. Mengatur temp at duduk siswa secara tertib dan teratur.

a. siapa pelaksananya. prinsip-prinsip dasar dan data at au informasi yang terkait serta menggunakan sumber-sumber daya lainnya (misal dana.Gambar 5 : Memberi penjelasan dan membantu pembentukan kelompok Fungsi manajernen yang dipandang perlu dilaksanakan secara khusus oleh kepala sekolah seperti tertuang dalam Petunjuk Pengelolaan Sekolah di Sekolah Dasar adalah berikut ini. prosedur. metode dan teknik pelaksanaannya. Perencanaan Perencanaan dapat dipandang sebagai suatu proses penentuan dan penyusunan rencana dan program-program kegiatan yang akan dilakukan pada masa yang akan datang secara terpadu dan sistematis berdasarkan landasan. sarana dan prasarana. bahan dan peralatan yang diperlukan. Program seyogianya disusun secara lebih spesifik dan operasional. waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan. jenis dan bentuk tindakan atau kegiatan yang akan dilaksanakan. prosedur. 2) Rencana harus realistis . Dengan demikian produk perencanaan adalah rencana atau program yang berorientasi ke masa depan. Rencana tersebut hendaknya memiliki sifat-sifat sebagai berikut: 1) Rencana harus jelas Kejelasan ini harus terlihat pada tujuan dan sasaran at au target yang hendak dicapai. metode dan teknik) dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

3) Rencana hams terpadu a) Rencana hams memperlihatkan unsur-unsurnya baik yang bersifat insani maupun non-insani sebagai komponen-komponen yang bergantung satu sarna lain. c) Prosedur. d) Sumber daya manusia yang akan melaksanakan kegiatan-kegiatan tersebut hams memiliki kemampuan-kemampuan dan motivasi serta aspek-aspek pribadi lainnya yang menjamin atau memungkinkan terlaksananya tugas dan kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya. prasarana. e) Rencana penggunaan sarana. target at au sasaran harus mengandung harapan-harapan yang memungkinkan dapat dicapai. target atau sasaran yang hendak dicapai serta memungkinkan terlaksananya kegiatan-kegiatan secara efektif dan efisien. dan teknik pelaksanaannya hams relevan dengan tujuan dan target atau sasaran yang hendak dicapai serta hams memungkinkan kegiatankegiatan yang telah dipilih dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien. b) Jenis dan bentuk kegiatannya hams relevan dengan tujuan dan target atau sasaran yang hams dicapai. baik yang menyangkut aspek kuantitatif maupun aspek kualitatifnya. f) Jadwal kegiatan pe1aksanaannya hams memungkinkan kegiatan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien serta sesuai dengan batas waktu yang telah direncanakan. b. dan dana hams seSUaI dengan tujuan. Untuk itu harapan-harapan tersebut hams disusun berdasarkan kondisi-kondisi dan kemampuan yang dimiliki oleh sumber daya yang ada. metode. berinteraksi dan bergerak bersama secara sinkron kearah tercapainya tujuan dan target yang telah ditetapkan sebelumnya. b) Rencana harus memiliki tata urut yang teratur dan disusun berdasarkan skala prioritas.Hal ini mengandung arti bahwa a) Rumusan tujuan. Pengorganisasian Pengorganisasian adalah suatu proses yang menyangkut perumusan dan rincian pekerjaan dan tugas serta kegiatan yang berdasarkan struktur organisasi formal kepada .

Fungsi ini perIu dilakukan sepanjang proses pelaksanaan pekerjaan dengan memperhatikan ragam dan tingkat kebutuhan seseorang. 5) Mengupayakan sarana dan prasarana serta dana yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas-tugas dan kegiatan-kegiatan tersebut. dengan pelaksanaan tugas.orang-orang yang memilki kesanggupan dan kemampuan melaksanakannya. serta hubungan kerja dengan guru atau pihak lain yang terkait. karena: l) 2) Adanya kenyataan bahwa seseorang akan melakukan sesuatu pekerjaan. Dalam rangka melaksanakan fungsi ini ada beberapa teknik motivasi yang dapat digunakan oleh kepala sekolah. sebagai persyaratan bagi terciptanya kerjasama yang harmonisdan optimal ke arah tercapainya tujuan secara efektif dan efisien. 2) Mengkaji kembali pekerjaan yang telah direncanakan dan merincinya menjadi sejumlah tugas dan menjabarkannya menjadi sejumlah kegiatan. Menggerakkan Fungsi ini menyangkut upaya kepala sekolah untuk memberikan pengaruhpengaruh yang dapat menyebabkan guru' tergerak untuk melaksanakan tugas dan kegiatannya secara bersama-sama dalam rangka tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. 4) Memberikan informasi yang jelas kepada guru tentang tugas dan kegiatan yang harus dilaksanakannya. c. 3) Menentukan personil yang memiliki kesanggupan dan kemampuan untuk melaksanakan tugas dan kegiatan-kegiatan. antara lain: . Pengorganisasian ini meliputi langkah-langkah antara lain: 1) Mengidentifikasi tujuan-tujuan dan sasaran-sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya. mengenai waktu dan tempatnya. Fungsi ini perIu dilakukan oleh seorang kepala sekolah. tugas atau Sesudah perencanaan "dan peng0rgaisasian di1akukan harus ditindaklanjutkan kegiatan apabila ia terdorong untuk mcmenuhi sesuatu kebutuhan.

k) Memberikan hasil pekerj aan atau kegiatan kepada guru yang bersangkutan sebagai umpan balik. Pelaksanaan fungsi ini dapat berupa kegiatan-kegiatan sebagai berikut: . Memberikan arahan Fungsi ini menyangkut upaya kepala sekolah untuk memberikan informasi. c) Pemberian peluang atau kesempatan untuk melakukan tindakan-tindakan yang bersifat kreatif inovatif. g) Memberikan petunjuk atau nasihat. petunjuk. d. h) Memberikan teguran atau sanksi. i) Menyediakan peralatan dan bahan yang sesuai dengan tugas dan kegiatan serta sesuai dengan kondisi sekolah. togas atau kegiatan. Fungsi ini berlaku sepanjang proses pelaksanaan program kegiatan. serta bimbingan kepada guru yang dipimpinnya agar terhindar dari penyimpangan. j) Memberikan layanan yang layak untuk keperluan kenaikan pangkat atau promosi. d) Pemberian insentif atau imbalan. kesulitan atau kegagalan dalam melaksanakan tugas.a) Pemberian pujian dan penghargaan. e) Menciptkan iklim kerja yang harmonis dan menyenangkan. f) Memberikan teladan yang baik. l) Memberikan kesempatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para guru. dan sebagainya. b) Pemberian kepercayaan untuk melaksanakan suatu pekerjaan.

1) 2) 3) 4)

Memberikan penjelasan atau petunjuk-petunjuk tentang tugas dan kegiatan yang harus dilaksanakan oleh guru. Memberikan penjelasan atau petunjuk secara garis besar tentang caracara melaksanakan tugas atau kegiatan yang harus dilaksanakan oleh setiap guru. Memberikan gambaran yang jelas tentang cara-cara kerja yang dapat menghindarkan guru dari penyimpangan, kesulitan atau kegagalan. Membangkitkan dan membina rasa tanggung j awab . moral pada diri setiap guru yang dipimpinnya atas keberhasilan pekerjaan, tugas dan kegiatan yang harus dilaksanakannya.

5)

Memberikan perhatian, peringatan serta bimbingan pada saat-saat tertentu terutama ketika guru yang bersangkutan sedang mengalami kesulitan atau masalah dalam pelaksanaan tugasnya.

e. Pengkoordinasian Fungsi ini menyangkut upaya kepala sekolah untuk menyelaraskan gerak langk~h dan memelihara prinsip taat asas (konsistensi) pada setiap dan seluruh guru dalam melaksanakan seluruh tugas dan kegiatannya agar dapat mencapai tujuan dan sasaran yang telah direncanakan. Hal ini dilakukan kepala sekolah melalui pembinaan kerja sarna antar guru dan antara guru dengan pihak-pihak luar yang terkait. Di samping itu penyelarasan dan ketaatan pada asas diupayakan agar antar fungsi manajemen yang satu dengan yang lain seluruhnya berorientasi pada tercapainya tujuan dan sasaran' yang telah ditetapkan sebelumnya. Dengan demikian, dalam melaksanakan fungsi ini seorang kepala sekolah dapat menggunakan sekurang-kurangnya tiga pendekatan, yaitu : 1) Pengendalian yang bersifat pencegahan 2) Pengendalian langsung 3) Pengendalian yang bersifat perbaikan a. Pengendalian pencegahan dilaksanakan kepala sekolah dengan menitik beratkan pada (1) Melakukan perencanaan yang matang, (2) Pengorganisasian yang tepat, g. (3) Pemberian dorongan yang tepat, (4) Pemberian pengarahan yang jelas dan terarah, usaha-usaha:

(5) Menciptakan iklim kerja yang sejuk, (6) Pengkoordinasian yang tepat dan harmonis. b) Pengendalian langsung dapat dititik beratkan pada usaha-usaha kepala sekolah untuk: (1) Mengadakan pengamatan yang cermat dan terencana secara sistematis pada setiap tahap dalam proses pelaksanaan program, (2) Mengsupervisi pelaksanaan program atau kegiatan yang dilakukan oleh guru, (3) Memberikan memerlukannya, (4) Membina disiplin guru secara berkesinambungan. c) Pengendalian yang bersifat perbaikan dilaksanakan berdasarkan hasil evaluasi dan analisis. Dengan demikian perbaikan ini dilakukan setelah sesuatu tugas atau kegiatan selesai dilaksanakan. f. lnovasi Fungsi inovasi menyangkut upaya kepala sekolah untuk menciptakan kondisikondisi yang memungkinkan diri para guru untuk melakukan tindakan-tindakan atau usaha-usaha yang bersifat kreatif inovatif. Dengan demikian, kepala sekolah dan guruguru perlu mencari at au menciptakan cara-cara kerja atau hal-hal yang baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan. Sekurang-kurangnya mereka diharapkan mau dan mampu memodifikasi hal-hal at au cara-cara baru yang lebih baik at au lebih efektif dan efisien. Kondisi demikian perlu diciptakan di sekolah agar pembaharuan pendidikan dapat muncul dad warga sekolah. Sebab, hal ini akan menumbuhkan sikap dan daya kreatif warga sekolah. Dalam melakukan fungsi ini kepala sekolah perlu memperhatikan halhal berikut ini: 1) Harus disadari bahwa sesuatu yang baru belum tentu lebih baik dari yang lama, 2) Jika mampu menemukan atau menciptakan sesuatu hal at au cara baru, ia tidak perlu memandang rendah yang lama, 3) Jika menyangkut hal-hal yang amat pokok seperti kurikulum nasional, pendekatan belajar-mengajar yang baru, dan sebagainya, maka upaya itu perlu dikonsultasikan kepada pihak-pihak yang berwenang dilingkungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen, 1996:1@)-18).Pt Mengacu pada konsep dan fungsi menajemen kelas maka dapat dikemukakan bantuan atau bimbingan segera kepada guru/personil yang

bahwa manajemen kelas tidak lain menunjuk kepada tiga hal yaitu: pengaturan siswa, memelihara lancarnya penugasan, dan pengaturan fasilitas fisiko Masalah manajemen kelas dapat dikelompokkan kedalam dua kategori yaitu masalah individual dan masalah kelompok (M. Entang dan T. Raka Joni, 1983:12). Tindakan manajemen kelas yang dilakukan oleh seorang guru akan efektif apabila ia dapat mengidentifikasi dengan tepat hakikat masalah yang dihadapi. Munculnya masalah individu didasarkan pada anggapan dasar bahwa '~mua tingkah laku individu merupakan upaya meneapai tujuan tertentu yaitu pemenuhan kebutuhan untuk diterima oleh kelompok/masyarakat dan untuk meneapai harga diri. Bila kebutuhan-kebutuhan itu tidak lagi dapat dipenuhi melalui eara-eara yang wajar maka individu yang bersangkutan akan berusaha untuk meneapainya dengan eara-eara lain seperti bertindak dengan cara tidak baik atau a-sosial (Rudolf Dreikurs, 1968). Lebih lanjut Rudolf Dreikurs, lihat juga M. Entang dan T. Raka Joni 1983: 13; Ornstein, 1990:75) menyatakan bahwa akibat dari tidak terpenuhinya kebutuhan 'i:?' tersebut akan terjadi beberapa kemungkinan tindakan siswa seperti: a.. Tingkah laku yang ingin mendapat perhatian orang lain (attention getting behaviors). Geja1a yang tampak dari tingkah 1aku ini adalah siswa membadut di kelas atau dengan berbuat serba lamban sehingga perlu mendapat pertolongan ekstra. b. Tingkah laku yang ingin menunjukkan kekuatan (power seeking behaviors). Gejalanya adalah siswa selalu mendebat, kehilangan kendali emosional, marah-marah, menangis dan juga muneul tindakan pasif yaitu selalu lupa pada aturan-aturan penting dalam kelas. c. Tingkat laku yang bertujuan menyakiti orang lain (revenge seeking behaviors). Gejala yang muncul dari tingkah laku ini adalah tindakan menyakiti orang lain seperti mengatangatai, memukul, menggigit dan sebagainya. d. Peragaan ketidak mampuan (passive behaviors). Gejalanya adalah dalam bentuk sama sekali tidak menerima untuk mencoba melakukan apapun, karena beranggapan bahwa apapun yang dilakukan kegagalanlah yang dialaminya. Sebagai penduga Dreikurs Dan Cassel menyarankan adanya penyikapan terhadap tindakan para peserta didik adalah sebagai berikut : (1) jika guru merasa terganggu karena perilaku anak, barangkali tujuan anak adalah untuk mendapatkan perhatian, (2) jika guru

c. Masalahmasalah kelompok yang mungkin muneul dalam manajemen kelas adalah: a. Pola aktif-destrukstif yaitu pola tingkah laku yang diwujudkan dalam bentuk membuat banyolan. Pola aktif-konstruktif yaitu pola tingkah laku yang ekstrim. Kelompok cenderung mudah dialihkan perhatiannya dari tugas yangtengah digarap. Pola pasif-konstruktif yaitu pola yang menunjuk kepada satu bentuk tingkah laku yang lamban dengan maksud supaya selalu dibantu dan mengharapkan perhatian. dansebagainya. Masalahmasalah kelompok. misalnya mengejek anggota kelas yang dalam pengajaran seni suara menyanyi dengan suara sumbang. Masalah berikutnya adalah masalah kelompok. g. arnbisius untuk menjadi super star di kelasnya. tujuan anak rnungkin untuk rnenyatakan ketidak rnarnpuan. . f. c. Pola pasif-destruktif yaitu pola tingkah laku yang menunjuk kemalasan (sifat pemalas) dan keras kepala . Kelas mereaksi negatif terhadap salah seorang anggotanya. misalnya pemberian semangat kepada badut kelas. d.merasa dikalahkan at au terancam. Problem kelompok akan muneul yang disebabkan oleh tidak terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan kelompok. Kelas kurang kohesif lantaran alasan jenis kelamin. dan mernpunyai daya usaha untuk membantu guru dengan penuh vitalitas dan sepenuh hati. Kelas kurang mampu menyesuaikan diri dengan keadaan baru seperti gangguan jadwal. d. kasar dan memberontak. suka marah. Dari empat cara/tindakan yang dilakukan individu tersebut mengakibatkan terbentuknya empat pola tingkah laku yang sering nampak pada anak seusia sekolah yaitu: a. tujuan anak mungkin membalas dendam. barangkali tujuan anak adalah mengejar kekuasaan. e. b. tingkatan sosial ekonomi. (3) jika guru merasa disakiti. "Membombong" anggota kelas yang justru melanggar norma kelompok. Penyimpangan dari norma-norma tingkah laku yang telah disepakati sebelumnya. dan (4) jika guru rnerasa tidak tertolong. suku. Semangat kerja rendah atau semacam aksi protes kepada guru karena menganggap tugas yang diberikan kurang fair. b. Masalah ini merupakan masalah yang harus diperhatikan pula dalam manajemen kelas. misalnya sengaja berbicara keras-keras di ruang baca perpustakaan.

Komunikasiverbal atau non verbal. Tempat anggota dalam kelompok perlu sekali diusahakan agar menarik baginya. maka anggota-anggota kelompok akan bekerja lebih produktif dalam . Kesatuan dapat dikembangkan dengan menolong siswa agar menyadari hubungan mereka satu sarna lain sebagai alat pernersatu. Interaksi dan komunikasi Interkasi terj adi dalam komunikasi. bila tidak terselesaikan dapat membuat situasi rusak. Lebih lanjut Lois V. b.ditempatkan pada posisi yang tinggi hat ini dapat merusak keakraban kelompok.guru kelas terpaksa diganti sementara oleh guru lain. c. Johnson dan Mary A. Posisi di atas bila perlu bisa dibuat bergantiganti. 1983). d . Johnson dan Mary A. Tetapi pemberian peraturan oleh guru dapat menirnbulkan kerusuhan. yaitu: a. Penggunaan dominasi yang kuat dapat meningkatkan kesatuan. Guru perlu mengetahui kebutuhan berkomunikasi siswasiswanya dan memberi kebebasan kepadanya untuk berbicara. Akan tetapi tiap kelompok akan berusaha untuk mempertahankan interaksi kelompoknya. Entang dan T. Kesatuan berkaitan dengan komunikasi. Hal ini perlu dibantu oleh guru supaya tugas-tugas belajar dapat berlangsung secara waj ar. Bany mengemukakan ciri-ciri kelompok dalam kelas yang sekaligus sebagai variabelnya. standar kelompok. Kesatuan kelompok Kesatuan kelompok memegang peranan penting dalam mempengaruhi anggotaanggotanya bertingkah laku. Beberapa individu yang mungkin merupakan struktur informal. perubahan sikap dan pendapat. bila selalu . Tujuan-tujuan kelompok Apabila tujuan-tujuan kelompok ditentukan bersama oleh siswa dalam hubungan tujuan pendidikan. Struktur kelompok Struktur informal dalam kelompok dapat mempengaruhi struktur formal. dan sebagainya (Lois V. Bany dalam M. kalau beberapa orang/anggota mempunyai pendapat tertentu maka terjadilah komunikasi dalam kelompok dan diteruskan dengan interaksi membahas pendapat tersebut yang senng disertai d-engan emosi yang memperkuat interaksi. guru mengetahui latar belakang mereka. Taka Joni. dan tekanan terhadap perpecahan kelornpok at au ketidak satuan. Untuk membantu mereka.

prosedur. Di samping masalah individu dan masalah kelompok. Dengan kata lain. nilai sikap dan tindakan. Kontrol Hukuman-hukuman yang diciptakan bersama bagi Slswa yang melanggar. tujuan. Iklim kelompok merupakan hal yang penting dalam mengadakan perubahan dalam kelompok. Guru dan siswa dipengaruhi oleh organisasi sekolah secara keseluruhan. Asumsi ini masuk akal sebab organisasi sosial sebagai sub sistem dan sistem sosial yang lebih luas termasuk sistem . dan pengelolaan fisiko Organisasi. Tindakan-tindakan yang digunakan untuk mengontrol kelas dari yang paling jelek ke paling baik ialah: 1) Hukuman atau ancaman 2) Pengubahan situasi atau siasat 3) Dominasi atau pengaruh 4) Koperasi atau partisipasi f. kurikulum. siswa akan bekerja dengan~ baik apabila hal itu berhubungan dengan tujuan-tujuan mereka.dari aspek-aspek yang saling berhubungan dalam kelompok atau produk semua kekuatan dalam kelompok. Cara yang baik . Namun siswa kebanyakan kurang menyadari pengaruh organisasi ini terhadap dirinya. rencana fisik. Organisasi sekolah menentukan penempatan siswa. Pengaruh organisasi sekolah dipandang menentukan di dalam pengarahan perilaku siswa. Iklim kelompok ditentukan oleh tingkat keakraban kelompok sebagai hasil dari aspek-aspek tersebut di atas. dan fisik direncanakan bersama untuk menentukan perilaku siswa. mungkin dapat memperkecil pelanggaran. Iklim kelompok Iklim kelompok adalah hasi1. pemanfaatan kemampuan dan bakat guru-guru. Keakraban yang kuat akan mengontrol perilaku anggota-anggotanya. e. adalah guru harus mendiagnosis kebutuhan dan kesukaran kelompok sebelum membantu mereka. hal lain yang erat kaitannya dengan manajemen kelas adalah organisasi sekolah. peraturan-peraturan. termasuk cara pengelompokkan.menyelesaikan tugasnya. akan tetapi beberapa anak tetap akan tidak dapat belajar dengan baik.

metode eksperimen. 1996: 17). diskusi kelompok. sistem yang digunakan adalah sistem klasikal.persekolahan nasional. Kelas yang Nyaman dan Menyenangkan Kelas merupakan taman belajar bagi siswa. ide-ide. Sedangkan syar~t-syarat kelas yang baik adalah: (1) rapi. termasuk perilaku para siswanya. Nortpa-norma ini membantu mengintegrasikan kepala sekolah dengan bawahannya. a) Tata ruang kelas Pada dasarnya sistem pembelajaran yang dianut di sekolah dasar sangat tergantung pada pendekatan atau metode yang digunakan) Menceramah. sehat. (4) perabot dalam keadaan baik. perilaku atau informasi-. lain halnya dengan peraturan tidak tertulis. Norma menjadi fungsi umum yang mengikat anggota-anggota. Terdapat beberapa syarat yang perlu diupayakan agar kelas nyaman dan menyenangkan berikut ini. kelas hendaknya dimanajemeni sedemikian rupa sehingga benar-benar merupakan taman belajar yang nyaman dan menyenangkan. Norma dalam kaitan ini adalah meliputi nilai-nilai. nilai. Mengingat itu semuanya. maka sistem yang . 4. tujuan. Peraturan yang tidak tertulis akan membuat interpretasi yang berbeda-beda antara satu sekolah dengan sekolah lain atau antara guru dengan guru lain. penerapan kebij akan. tidak lembab. (3) sirkulasi udara cukup. Peraturan -peraturan secara tertulis tidak mengakibatkan interpretasi yang berbeda-beda. (2} cukup cahaya yang meneranginya. cukup jumlahnya dan ditata dengan rapi. organisasi. Struktur kerja dan antar hubungan personalia. Keadaan ini merupakan salah satu aspek organisasi sekolah yang kurang efektif dalam menunjang penciptaan suasana belajar. dan perilaku siswa dalam kelas. Kebijakan dan peraturan sekolah memberi refleksi kepada sikap. Norma menunjuk kepada kecendrungan kelompok untuk merespon terhadap situasi. Norma ini mencetuskan bentuk-bentuk perilaku yang cocok bagi personalia. Peraturan merupakan . K~l~ adalah tempat bagi para siswa untuk tumbuh dan berkembangnya potensi intelektual dan emosional. dan (5) jumlah siswa tidak lebih dari 40 orang (Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen. orang tua atau siswa disatu sekolah sebagai suatu sistem. Norma-norma berkembang sebagai hasil proses interaksi dan penyesuaian terhadap tekanan-tekanan. bersih. staf sekolah juga berhubungan dengan norma yang berwujud aturan dan kebijaksanaan-kebijaksanaan. dan perasaan-perasaan.

vandel. Penempatan papan tulis hendaknya diatur. Papan tulis harus ditempatkan di depan kelas dan cukup cahayanya.digunakan adalah non-klasikal. dan sapu bulu ayam 13) Gambar-gambar Iain/alat peraga 14) Kapur/spidol. kursi Slswa Almari kelas Jadwal pelajaran Papan absensi Daftar piket kelas Kalender pendidikan Gambar Presiden dan Wakil Presiden serta Iambang Garuda Pancasila 10) Tempat cuci tangan dan lap tangan 11) Tempat sampah 12) Sapu lidi. dan kepustakaan sekolah. Dalam penataan ruang keIas. kursi guru Meja. Warna dasar yang lazin digunakan adalah warna hitam. Lemari tambahan tersebut akan lebih baik bila terbuat dari kaca. b) Menata perabot kelas Perabot kelas adalah segaia sesuatu perlengkapan yang harus ada dan diperlukan di kelas. lemari kelas dapat ditempat di samping papan tulis atau di samping mej a guru. Papan tulis Papan tulis harus cukup besarnya dan 'permukaan dasarnya harus rata. sapu ijuk. Jika memungkinkan di sekolah dasar dapat juga menggunakan papan tulis putih (white board). Perabot kelas meliputi atau dapat berupa: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Papan tulis dan penghapusnya Meja. Warna papan tulis yang mulai menipis atau belang hams segera dicat ulang. Namun akhir-akhir ini warna hijau banyak juga dipakai. tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Lemari kelas tambahan dapat diletakkan dibelakang kelas. sehingga siswa yang duduk dibagian belakang kelas dapat melihat/membaca tulisan paling bawah dengan . dan hal ini akan dipergunakan untuk menyimpan piagam.

Meja. kursi guru Ukuran meja. Penempatan seperti itu terutama di kelas rendah. Jadwal pelajaran Jadwal pelajaran ditempakan/ditempel pada temp at yang mudah dilihat. kursi siswasiswa tersebut dilengkapi dengan tempat tas/buku. Penempatan ini dimaksudkan agar pandangan siswa ke papan tulis tidak terganggu. atau sebelah kiri/ kanan dinding. kursi guru dapat juga ditempatkan di pinggir kanan atau kiri tempat duduk para siswa. Daftar piket kelas Daftar piket siswa ditempatkan di samping papan absensi. Almari kelas Almari kelas dapat ditempatkan di samping papan tulis. Penempatan meja. asal tetap tidak mengganggu pandangan siswa ke papan tulis. Kalender pendidikan . tiap meja kursi siswa diisi ditempati dua orang siswa. Daftar jadwal tersebut dapat dibuat dari kayu atau dari kertas' manila. seperti menyiapkan kapur tulis. Meja kursi siswa tingginya sesuai dengan ukuran badan siswa. kursi siswa diatur sehingga siswa mudah untuk keluar masuk/bergerak di kelas itu. Daftar ini memuat namanama para siswa yang bertugas menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan setiap harinya. Meja. Penempatan almari diatur agar guru mudah membuka dan menutup almari. Meja. kursi guru disesuaikan dengan standar yang lazim. Meja. kursi siswa ditata berbaris ke belakang. karena daftar absensi di papan absensi diganti setiap hari sesuai dengan keadaan. membersihkan papan tulis. samping depan sebelah meja/kursi guru. Meja guru hendaknya berlaci dan ada kuncinya. Papan absensi Papanabsensi ditempatkan di depan sebelah papan tulis. Meja. kursi Siswa Meja. kursi guru ditempatkan di depan sebelah kanan atau kiri meja para siswa. Kursi siswa harus cukup sesuai dengan jumlah siswa.jelas. Papan tulis dapat juga ditempatkan agak tinggi. atau dinding samping kanan/kiri kelas. Selain itu guru harus memiliki catatan daftar hadir siswa pada buku khusus. Meja kursi siswa harus cukup besarnya untuk dua orang. namun perlu ada tangga di bawahnya.

Kebersihan kelas harus tetap dipelihara. IPA. Wakil Presiden. peta. Besar kecilnya tempat sampah disesuaikan dengan kebutuhan. atau pada hari pertama masuk sekolah setalah libur sekolah. Sapu dan alat pembersih itu diletakkan ditempat yang agak tersembunyi. Tempat sampah dapat terbuat dad seng atau plastik. Gambar dan alatperaga tersebut dapat ditempelkan didinding kelas atau disimpan di almari tempat alat peraga. Gambar/alat peraga itu diantaranya gambar para pahlawan. Perabot dan alat perlengkapan kelasini harus selalu dijaga keutuhan dan kelengkapannya. Pemeliharaan ini dilakukan oleh kelompok petugas piket. Gambar Presiden ditempatkan sebelah kanan lambang Garuda Pancasila dan Wakil Presiden sebelah kiri lambang Garuda Pancasila. Sapu dan alat pembersih yang lain Sapu dan alat pembersih yang lain harus tersedia di kelas. Keutuhan tersebut merupakan tanggung jawab guru dan seluruh siswa.Kalender pendidikan ditempatkan pada tempat yang mudah dilihat. Gambar Presiden. gambar-gambar untuk pelajaran matematika. Kalender ini memuat kegiatan pendidikan untuk satu tahun lamanya atau tergantung pada kebutuhan. Tempat cuci tangan dapat dibuat secara perman en dapat juga secara tidak permanen. Tempat sampah Tempat sampah ditempatkan di sudut kelas. Tempat cuci tangan dan lap tangan Tempat cuci tangandan lap tang an ditempatkan di depan kelas dekat pintu masuk. dan lambang Garuda Pancasila. Lambang Garuda Pancasila ditempatkan lepih tinggi dari gambar Presiden dan Wakil Presiden. Gambar-gambar alat peraga Penempatan dan pemasangannya disesuaikan dengan kebutuhan pelajaran yang sedang diajarkan. . maupun oleh semua siswa pada kegiatan kerja bakti bersama yang dilakukan pada setiap hari Sabtu. atau setiap bulan. IPS dan sebagainya. Semua gambar ini ditempatkan di depan kelas di atas papan tulis.

Kemukakan kemungkinan empat tingkah laku anak dalam proses pembelajaran apabila kebutuhan individunya tidak terpenuhi ! 5. Kemukakan alasan-alasan mengapa manajemen kelas memiliki arti penting bagi pencapaian tujuan pembelajaran yang optimal! 3. Hal-hal apa saja yang mungkin muncul akibat kebutuhan kelompok dalam pembelaj aran tidak terpenuhi! 6. Berikut ini dikemukakan masalah-masalah yang mungkin terjadi di dalam kelas yang . Buat dalam sebuah matriks pengertian manajemen kelas berdasar konsep lama dan baru. serta berdasar pada pandangan operasional! 4.Gambar 6 Penempatan papan tutis di ruang kelas dun posisi guru pada saar memulai pelajaran Gambar 7 Penempatan lemari di ruang kelas Pertanyaan-pertanyaan 1. Jelaskan perbedaan antara mengajar dan manajemen kelas serta hubungan keduanya dalam suatu proses pembelajaran! 2.

kekurang kompakan .reaksi negatif terhadap sesama . Misalnya. pak guru telah menempatkan Rita pada satu kelompok yang terdiri dad siswa-siswa perempuan yang peramah. Alex tidak mau melaksanakan tugasnya dan sering sekali mengganggu siswa-siswa lain yang sedang mengerjakan tugasnya.mencari perhatian . dan hamper satu tahun dari para siswa kelas dibawahnya. Ibu Mariana.Penerimaan tingkah laku menyimpang . apakah masalah tersebut termasuk masalah pengajaran atau manajerial! Kemudian. Dalam membaca misalnya.masing-masing dapat digolongkan ke dalam masalah pengajaran atau masalah manajerial.memperlihatkan ketidakmampuan kelompok . gurunya. Tugas Anda adalah menetapkan termasuk jenis masalah apakah tiap-tiap masalah berikut.mencari kekuasaan . Ia tampaknya pemalu dan suka menyendiri.kekurang peraturan . merupakan "siswa baru" di kelasnya sebab ia belum juga menjacli anggota yang diterima oleh ternan-ternan sekelasnya. Ibu Mariana merasa bahwa Alek dapat mengerjakan tugasnya seperti siswa-siswa lain. Berikut ini disajikan masalah-masalah yang berkaitan dengan manajeman kelas. Meskipun telah delapan bulan pindah ke sekolah baru. Kemajuan belajarnya sangat menyedihkan. Guru Rita yaitu Pak Dahlan telah banyak berusaha agar Rita dapat diterima dan menerima teman-temannya. b.menuntut balas . menggambarkan siswa ini sebagai kurang pandai di kelasnya.gangguan atas kelancaran kegiatan kemampuan mengikuti Masalah perorangan: . ia ketinggalan dua tahun dari siswa di kelasnya. jelaskan alasan Anda mengapa Anda menggolongkan masalah tersebut ke dalam salah satu kategori itu! a. asalkan ia mau berbuat seperti teman-temannya. kemudian tetapkan arah khusus dari tiap-tiap masalah itu menurut klasifikasi berikut! Masalah kelompok: . apakah masalah perorangan atau masalah kelompok. Disamping itu Alex rupanya terus-menerus berperilaku menyimpang. Pertimbangkan. Alex adalah seorang siswa kelas enam dengan kemampuan di bawah rata-rata. Rita masih .

.ketidak mampuan penyesuaian diri dengan lingkungan . tidak mau bckcrja. reaksi agrcsif .ketiadaan semangat.

1a membcla cliri atas tugas-tugas yang diberikan kepadanya yang sclalu tidak dikerjakan itu. Kelas Pak Taher biasanya merupakan kelas yang baik dan bersemangat tinggi dalam belajar. Ibu Ayu khawatir kalau-kalau ia tidak dapat mengendalikan diri. dan kelas menjadi amat gaduh. Dengan dipandu oleh dosen pengampu mata kuliah Manajemen Kelas. 1a tcrus menerus mengganggu 1bu Ayu dcngan kritik-kritikkannya. . Namun ketika Ibu Farida datang ke kelas itu sebagai guru penggal1ti. Catat kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Bapak/lbu Guru di dalam kelas pada saat mengajar. manajerial. Catat semua peralatan atau perlengkapan yang ada di sekolah itu. d. Tingkah lakunya yang menyimpang itu pada umumnya belum keterlaluan.a. dankhawatir si Halim akan mengganggu situasi pembelajarannya. Diskusikan dan analisis laporan tersebut sehingga jelas masalahnya (pengajaran. Pengelolaan Kelas. Ibu Arnold merasakan bahwa Ramli sebagai Slswa yang amat mengganggu. Catat semua perilaku para siswa pada saat mengikuti pe1ajaran tersebut. individuall kelompok) dengan mengemukakan alas an dan arah khusus dari masing-masing masalah tersebut. siswasiswa di kelas itu menolak melakukan kegiatan. Halim memperlihatkan kcmampuan mcngacaukan pelajaran matematika yang diberikan oleh 1bu Ayu. ia menolak mengerjakan apa yang ditugaskan itu kepadanya. me skip un telah ditegur. 1983. Daftar Pustaka Depdikbud. b. tetapi sudah agak menjengkelkan. Kegiatan yang Anda lakukan ialah: a. laporkan semua hasil pengamatan kepada para mahasiswa kelompok lain. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. meskipun Ibu Farida mengajar sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan oleh Pak Taher. c. Ada-ada saja tingkah lakllnya yang menyebabkan orang lain terganggu. b. c. Tugas Secara berkelompok (3-4) orang Anda berkunjung ke sebuah sekolah dasar. e.

Strategies for Effective Teaching. Raka loni. Houston: Departement of Curriculum and Instruction College of Education. 1990. Seri Peningkatan Mutu 2. .Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen. Jakarta: Proyek Pengembangan Pendidikan Tenaga Kependidikan Depdikbud Dirjen Pendidikan Tinggi. Massachusetts: De Heat and Company. Classroom Management. Weber. ---. Allan C. Jakarta: Depdagri dan Depdikbud. Classroom Management. Johnson. & Mary A. Pengelolaan Kelas. Pengelolaan Kelas. University of Houston.1996. Wilford A. Bany. M.1993. Seri Peningkatan Mutu 3. 1986. ---. Lois V. 1970. 1983. 1996. Jakarta: Depdagri dan Depdikbud. Entangdan T. Ornstein. Pengelolaan Kelas. Effective Classroom Management. New York: Harper and Row Publisher Inc. London: The McMillan Company Collier Macmillan Limited.

tetapi terletak pada keterampilan memberikan fasilitas yang berbeda-beda untuk setiap peserta didik. guru dituntut untuk terampil memilih atau bahkan memadukan pendekatan yang dianggapnya menyakinkan untuk menangani kasus manajemen kelas yang tepat dengan masalah yang~dihadapinya. Oleh karena itu. Gtlru perIu menyadari bahwa peranannya adalah sebagai manajerial aktivitas yang harus bekerja berdasar pada kerangka acuan pendekatan manajemen kelas. Memanajemeni kelas dalam proses pemecahan masalah bukan terletak pada banyaknya macam kepemimpinan dan kontrol. dan Depdikbud (1983). Entang dan T. Tujuan . dan terampil dalam menggunakan bermacammacam pendekatan dalam manajemen kelas. Kemungkinan dari hasil diagnosis memutuskan menggunakan pendekatan A. meskipun tidak semua pendekatan yang dipahami dan dimilikinya dipergunakan bersamaan atau sekaligus. tetapi setelah diterapkan ternyata gaga!. ketiga. Kemudian situasi tersebut dianalisis kembali. uraian macam-macam pendekatan ini dimaksudkan untuk lebih memahami kekuatan dan ke1emahan yang ada pada setiap pendekatan. 1996). sehingga guru tidak terjerumuske dalam penerapan pendekatan yang sudah tidak tepat itu. ini tergantung pada sumber permasalahan. Berikut ini adalah uraian ten tang macam-macam pendekatan dalam manajemen kelas yang disarikan dari Wilford A. akan tetapi guru tidak dapat disamakan dengan seorang tukang. at au kombinasi. Raka Joni (1983). Boleh jadi dad macam-macam pendekatan dalam manajemen kelas itu ada pendekatan yang sudah tidak tepat lagi. Weber (1986.BAB II PENDEKATAN DALAM MANAJEMEN KELAS Latar Belakang Guru adalah pekerja sosial. Seorang tukang cukup mengikuti petunjuk yang terdapat dalam buku petunjuk. Dalam hal ini. Pemecahan masalah merupakan proses penyelesaian yang beragam. M. memahami. akhirnya sampai pada kesimpulan guru harus menerapkan alternatif kedua. Guru harus memiliki.

Pendekatan Otoriter Pendekatan otoriter memandang bahwa manajerial kelas sebagai suatu pendekatan pengendalian perilaku peserta didik oleh guru. menyimpulkan persamaan dan perbedaan masing-masing pendekatan dalam manajemen kelas. merendahkan peserta didik. intimidasi. permisif. menyimpulkan alasan penerapan pendekatan eklektik atau pendekatan analitik pluralistik dalam manajemen kelas. menjelaskan lima strategi pendekatan instruksional dalam manajemen kelas. pengubahan perilaku. c. dan analitik pluralistik dalam manajemen kelas. buku masak. Pendekatan otoriter janganlah dipandang sebagai strategi yang bersifat mengintimi. f. menjelaskan pengertian pendekatan: otoriter. otoriter bertindak untuk kepentingan peserta didik dengan menerapkan disiplin yang tegas. proses kelompok. Pendekatan ini menempatkan guru dalam peranan menciptakan dan memelihara ketertiban di kelas dengan menggunakan strategi pengendalian. menyimpulkan kekuatan dan kelemahan masing-masing pendekatan dalam manajemen kelas. 1. Tujuan guru yang utama ialah mengendalikan perilaku peserta didi k. mengemukakan bentuk-bentuk pendekatan intimidasi dalam manajemen kelas. dan tidak bertindak kasar. Anda diharapkan dapat: a. memahami empat tahap pendekatan analitik pluralistik yang perlu dicermati dalam manajemen kelas. g. bertanggung jawab mengendalikan perilaku peserta didik karena gurulah pali mengetahui dan berurusan dengan peserta didik. Guru. eklektik. . e. Guru yang mempraktekkan pendekatan otoriter tidak memaksakan kepatuhan.Setelah mempelajari bab ini. Tugas ini sering dilakukan guru dengan menciptakan dan menjalankan peraturan dan hukuman. Guru. sosio-emosional. instruksional. b. d.

Peraturan yang dirumuskan dengan jelas amatlah perlu agar peserta didik dapat bekerja sesuai dengan peraturan. Peraturan merupakan pedoman yang diformalkan yang. pengarahan. Para penganjur strategi ini merekomendasikan bahwa teguran ramah adalah strategi yang efektif untuk mengembalikan peserta didik dad perilaku menyimpang yang ringan kepada perilaku yang diharapkan. Dengan demikian. Maksud peraturan itu adalah menuntun dan membatasi perilaku peserta didik. Perintah. dan pesan (3) menggunakan teguran. b) Memberikan perintah. (4) menggunakan pengendalian dengan mendekati. (2) memberikan perintah. Teguran ramah dapat . c) Menggunakan teguran ramah adalah strategi memanajemeni kelas yang digunakan guru memarahi peserta didik yang berperilaku tidak sesuai. pengarahan.Pendekatan otoriter menawarkan lima strategi yang dapat diterapkan dalam memanajemeni kelas yaitu (1) menetapkan dan menegakkan peraturan. dan (5) menggunakan pemisahan dan pengucilan. pengarahan. sesuatu cara yang sesuai dan sempurna dalam mengendalikan perilaku peserta didik sepanjang tidak menggunakan paksaan untuk mematuhinya. Mengetahui dan memahami peraturan yang menyatakan apa yang dibenarkan dan apa yang tidak dibenarkan sangatlah penting sehingga peserta didik mengetahui apa yang harus dikerjakan dan mengetahui akibat pelanggaran atas peraturan itu. dan pesan adalah strategi cara guru dalam mengendalikan perilaku peserta didik agar peserta didik melakukan sesuatu yang diinginkan guru. menggambarkan perilaku yang dibenarkan dan yang tidak dibenarkan. kegiatan menciptakan dan menegakkan peraturan adalah proses mendefinisikan dengan jelas dan spesifik harapan guru mengenai perilaku peserta didik di kelas. a) Menciptakan dan menegakkan peraturan adalah kegiatan guru menggariska pembatasan-pembatasan dengan memberitahukan kepada peserta didik apa yang diharapkan dan mengapa hal tersebut diperlukan. dan pesan yang disampaikan dan dinyatakan dengan jelas dan mudah difahami adalah. yang melanggar peraturan dengan cara lemah lembut.

hinaan. Tindakan itu tidak dimaksudkan untuk menghukum atau mengintimidasi. Pendekatan intimidasi berguna dalam situasi tertentu dengan menggunakan teguran . ancaman. penahanan) adalah strategi guru dalam merespon perilaku menyimpang peserta didik yang tingkat penyimpangannya cukup berat. Strategi ini dimaksudkan untuk mencegah berkembangnya situasi yang mengacaukan atau yang mempunyai kemungkinan mengacaukan. Berbeda dengan pendekatan otoriter yang menekankan perilaku guru yang manusiawi. Strategi ini didasarkan pada asumsi bahwa kehadiran guru secara fisik akan cukup berhasil mencegah peserta didik berperilaku menyimpang. Strategi terse but cukup efektif menanggulangi perilaku menyimpang yang kadarnya berat dari peserta didik. menyalahkan. ejekan. Bentuk-bentuk intimidasi itu seperti hukuman yang kasar. 2 . dan bahkan strategi ini tidak dianggap sebagai sesuatu yang bersifat menghukum.Pendekatan Inffmidasi Pendekatan intimidasi adalah pendekatan yang memandang manajemen kelas sebagai proses pengendalian perilaku peserta didik. paksaan.dilakukan secara verbal maupun non verbal dimaksudkan untuk memberitahukan dan bukan menuduh. e) Menggunakan pemisahan dan pengucilan (dan juga penskoran. d) Menggunakan pengendalian dengan mendekati adalah tindakan guru bergerak mendekati peserta didik yang dilihatnya berperilaku menyimpang atau cenderung menyimpang. Peranan guru adalah memaksa peserta didik berperilaku sesuai dengan perintah guru. pendekatan intimidasi menekankan pada perilaku guru yang mengintimidasi.

pendekatan intimidasi hanya baik untuk menghentikan perbuatan yang salah berat dengan segera. Dalam sistem sosial para anggotanya. Mereka diharapkan bertindak sesuai dengan hak dan kewajibannya dan diterima oleh semua pihak. Apabila perbuatan salah itu selesai atau berhenti maka tindakan intimidasi tidak akan seproduktif strategi lain. Dengan demikian. Pendekatan permisif sedikit penganj urnya. Kemudian guru berteriak "berhenti" dengan harapan setelah mendengar suara guru kedua peserta didik itu akan berhenti berkelahi. Teguran keras adalah perintah verbal yang keras yang diberikan pada situasi tertentu dengan maksud untuk segera menghentikan perilaku siswa yang penyimpangannya berat. Kendatipun pendekatan intimidasi telah dipakai secara luas dan ada manfaatnya. Misal. Peranan guru adalah meningkatkan kebebasan peserta didik. guru memergoki dua peserta didik berkelahi. dalam hal ini guru dan peserta didik menyandang hak dan kewajiban. takut karena mereka membayangkan akan memperoleh hukuman yang sangat berat. Campur tangan guru hendaknya seminimal mungkin. kapan. Kehadiran guru membuat mereka takut. Thema sentral dari pendekatan ini adalah: apa. dan dimana juga guru hendaknya membiarkan peserta didik bertindak bebas sesuai dengan yang diinginkannya.keras. Pendekatan Permisif Pendekatan permisif adalah pendekatan yang menekankan perlunya memaksimalkan kebebasan siswa. Perbuatan yang bebas tanpa batas akan memperkosa dan mengancam hak-hak orang lain. Kelemahan lain yang timbul dari penerapan pendekatan ini adalah tumbuhnya sikap bermusuhan dan hancurnya hubungan antara guru dan peserta didik. Penggunaan pendekatan ini hanya bersifat pemecahan masalah secara sementara dan hanya menangani gejala-gejala masalahnya. dan berperan sebagai pendorong mengembangkan potensi peserta didik secara penuh. sebab dengan itu akan membantu pertumbuhannya secara wajar. 3. Pendekatan ini kurang menyadari bahwa sekolah dan kelas adalah sistem sosial yang memiliki pranata-pranata sosial. Banyak pendapat yang menyatakan bahwa pendekatan permisif dalam bentuknya yang . bukan masalahnya itu sendiri. terdapat ·banyak kecaman terhadap pendekatan ini.

Pendekatan Buku Masak Pendekatan buku adalah pendekatan berbentuk rekomendasi berisi daftar hal-hal yang harus dilakukan atau yang tidak harus dilakukan oleh seorang guru apabila menghadapi berbagai tipe masalah manajemen kelas.murni tidak produktif diterapkan dalam situasi atau lingkungan sekolah dan kelas. sehingga . Urusan itu seperti para peserta didik rnemperoleh kesempatan secara psikologis. Dengan dernikian. rnengatur kegiatan. 4. memikul resiko yang aman. disisi lain tetap dapat rnengendalikan kebebasan itu dengan penuh tanggung jawab. sekilah sesuai cakupannya. Namun disarankan agar guru memberikan kesempatan kepada para peserta didik melakukan urusan sendiri apabila hal itu berguna. dan tanggung jawab sendiri. guru harus dapat menemukan cara untuk memberikan kebebasan sebesar mungkin kepada peserta didik di satu sisi. Daftar tentang apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak harus lakukan ini biasanya dapat diketemukan dalam artikel: Tiga puluh cara untuk rnemperbaiki perilaku peserta didik. Karena daftar ini sering merupakan resep yang cepat dan rnudah. disiplin sendiri. Pendekatan buku masak tidak dijabarkan atas dasar konsep yang jelas. Selalulah menegur siswa secara empat mata Jangan sekali-kali meninggikan suara pacta saat/ waktu memperingatkan siswa Tegas dan bertindak adil sewaktu berurusan dengan Slswa Jangan pandang bulu dalam memberikan penghargaan Senantiasalah menyakinkan diri lebih dahulu akan kesalahan siswa sebelum menjatuhkan hukuman Selalulah meyakinkan did bahwa siswa mengetahui semua peraturan yang ada Tetaplah konsekuen dalam mengakkan peraturan. mengembangkan kernampuan memimpin diri sendiri. pendekatan ini dikenal sebagai pendekatan "buku masak". Berikut ini adalah contoh khas jenis pernyataan yang dapat dijumpai dalam daftar “buku masak”. misalnya.

Sebaliknya banyak kenyataan yang mendukung pendirian bahwa kegialan belajarmengajar yang direncanakan dan dilaksanakan dengan tidak baik adalah penyebab utama timbulnya masalah manajemen kelas. karena pendekatan ini bersifat mutlak. Cukup banyak contoh yang membuktikan banwa kegiatan belajar-mengajar yang direncanakan dan dilaksanakan dengan baik . 5) mcnggunakan dorongan yang bermakna.tidak ditemukan prinsip-prinsip yang memungkinkan guru menerapkan seeara umum pada masalah-masalahlain. Para penganjur pendekatan instruksional dalam manajemen kelas cenderung memandang perilaku instruksional guru mempunyai potensi mencapai dua tujuan utama manajemcn kelas. guru biasal1ya memberikan reaksi terhadap masalah tertentu dan sering mcmpcrgunakan dalam jangka pendek. Tujuan itu adalah: 1) mencegah timbulnya masalah manajerial. Dengan kat a lain. Oleh karcna itu. Pendekatan Instruksional Pendekatan instruksional adalah pendekatan yang mendasarkan kepada pendirian bahwa pengajaran yang dirancang dan dilaksanakan dengan cermat akan mencegah timbulnya sebahagian besar masalah manajerial kelas. dan 2) memecahkan masalah manajerial kelas. dan sesuai. 7) merencanakan perubahan .adalah merupakan faktor utama dalam pencegahan timbulnya masalah manajemen kelas. kegiatan belajar yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan setiap peserta didik. 6) memberikan bantuan mengatasi rintangan. Dengan demikian peranan guru adalah merencanakan dengan teliti pelajaran yang baik. 2) menerapkan kcgiatan yang cfcktif. 4) memberikan pcngarahan yang jelas. Pendekatan ini eenderung menumbuhkan sikap reaktif pada diri guru dalam memanajemeni kelas. para pengembang pendekatan instruksional menyaninkan guru dalam mengembangkan strategi menajemen kelas memperhatikan hal-hal berikut ini: 1) menyampaikan kurikulum dan pelajaran yang menarik. 5. guru tidak dapat memilih alternatif lain. Pendekatan ini berpendapat bahwa manaj erial yang efektif adalah hasil perencanaan pengajaran yang bermutu. 3) mcnycdiakan daftar kegiatan rutin kelas. Guru yang bekerja dengan kerangka aeuan buku masak akan merugikan diri sendiri dan tidak mungkin menjadi manajer kelas yang efektif. Kelemahan lain pcndekatan buku masak adalah apabila resep tertentu gagal mencapai tujuan. relevan.

Informasi kegiatan ini disampaikan guru pada awal pertemuan dengan para peserta didik di kelas. berubah arah). yang berlangsung dengan lancar. dan akan mengundang perilaku peserta didik untuk menyimpang. memberikan kegiatan yang sesuai dengan kemampuan dan minat peserta didik. Menerapkan kegiatan yang efektif adalah kemampuan guru mengatur arus dan tempo kegiatan kelas oleh banyak orang sehingga mencegah peserta didik melalaikan tugasnya. tepat dan jelas arahnya. Menyampaikan kurikulum. Kegiatan guru yang meloncat-loncat (mendesak. . pelajaran yang manarik. relevan dan sesuai dengan secara empiris dianggap sebagai penangkal perilaku menyimpang para peserta didik di dalam kelas. terputus. Hal itu akan mencegah perhatian yang kurang. Di samping itu penelitian-penelitian menemukan bukti-bukti bahwa kunci keberhasilan manajemen kelas ialah kemampuan guru mempersiaplbn dan menyelenggarakan kegiatan belajar-mengajar. dan dengan tempo yang baik. dan terpisah-pisah adalah kegiatan-kegiatan yang tidak efektif. Penjelasan secukupnya mengenai harapan guru yang berkaitan dengan kegiatan rutin kelas merupakan langkah yang menentukan efektivitas manajemen kelas dan pengembangkan kelas yang produktif. Menetapkan kegiatan rutin kelas adalah kegiatan sehari-hari yang perlu difahami dan dilakukan peserta didik. 8) mengatur kembali struktur situasi.lingkungan. bertele-tele. Guru yang berhasil ialah guru yang rnenyajikan pelajaran yang disiapkan dengan baik. Proses ini membatasi kemungkinan timbulnya masalah manajemen kelas seminimal mungkin. kebosanan. tergantung. dan perilaku menyimpang.

perbaikan lebih lanjut. dan memberikan saran-saran. memeriksa pekerjaannya memberikan penghargaan pada usahanya. Misalnya. peserta didik harus disiapkan atas kemungkinan guru tidak dapat hadir selama beberapa hari dan akan digantikan oleh guru lain. guru dapat mendekati peserta didik. sederhana. Memberikan dorongan yang bermakna adalah suatu proses dimana guru berusaha menunjukkan minat yang sungguh-sungguh terhadap perilaku pesert didik yang menunjukkan tanda-tanda kobosanan dan keresahan. Proses bantuannya dilaksanakan sebelum situasi berkembang hingga tidak dapat dikuasai. Perencanaan yang disiapkan sebe1umnya akan membantu peserta didik memahami hal itu dan akan berperilaku sesuai dengan yang direncanakan . Bantuan mengatasi rintangan ini adalah cara yang sangat bermanfaat untuk mencegah perilaku mengganggu. pada saat mereka benar-benar memerlukannya. Merencanakan perubahan lingkungan adalah proses mempersiapkan kelas atau lingkungan menghadapi perubahan-perubahan situasi. tepat pada sasaran. Kegiatannya misalnya.Gambar 8 " Guru mengingatkan kembali fugas rutin sehari-hari para Slswa Memberikan pengarahan yang jelas adalah kegiatan mengkomunikasikan harapanharapan yang diinginkan guru. Dengan cara ini guru membantu peserta didik meneruskan aktivitasnya dan mencegah timbulnya perilaku menyimpang. sistematis akan membantu efektivitas manajemen kelas. lnstruksi yang jelas. ringkas. sehingga masalah-masalah menyimpang yang disebabkan oleh pengarahan yang buruk dapat dihindari. Memberikan bantuan mengatasi rintangan adalah bentuk pertolongan yang diberikan oleh guru untuk membantu peserta didik menghadapi persoalan yang mematahkan semangat.

Dengan demikian. tingkah laku). 6. Pendekatan Pengubahan Perilaku Pendekatan pengubahan perilaku didasarkan pada prinsip-prinsip psikologi behaviorisme. Penghargaan menyebabkan perbuatan yang dikuatkan itu semakin meningkat.guru. Penguatan positif yakni pemberian penghargaan setelah terjadi suatu perbuatan. Guru memuji karya tulis itu dan mengatakan bahwa karya tulis yang rapi lebih mudah dan enak dibaca dari pada . Karya tulis itu sangat rapi. Perbuatan yang dihargai tersebut diperkuat dan diulangi di kemudian hari. Contoh: Natsir membuat karya tulis. dan dirancang dengan baik. timbulnya masalah manajemen kelas dapat dicegah secara dini. khususnya yang bersumber pada perasaan bosan. 2) pengaruh kejadian-kejadian dalam lingkungan. Pengajur pendekatan ini berpendapat bahwa seorang peserta didik berperilaku menyimpang adalah disebabkan oleh salah satu dari dua alasan yaitu: 1) peserta didik telah belajar berperilaku yang tidak sesuai. Tugas guru adalah menguasai dan menerapkan empat prinsip dasar be1ajar. atau menggunakan cara baru untuk mengerjakan hal-hallama akan efektif mencegah timbulnya masalah manajemen kelas. Prinsip ini berlaku baik bagi perilaku yang sesual maupun perilaku yang menyimpang. mengubah pusat perhatian. Prinsip tersebut adalah penguatan positif. Mengatur kembali struktur situasi adalah strategi manajerial kelas dalam memulai suatu kegiatan atau mengerjakan tugas dengan cara yang lain atau cara yang berbeda. Prinsip utama yang mendasari pendekatan ini adalah perilaku merupakan hasil proses belajar. Mengubah sifat kegiatan. Kemudian karya tulis itu diserahkan kepada guru (=perbuatan. Merencanakan dan mengubah lingkungan kelas adalah proses penciptaan lingkungan yang menyenangkan dan tertib. Pendekatan pengubahan perilaku dibangun atas dasar dua asumsi utama yaitu: 1) empat proses dasar belajar. Merencanakan dan mengubah lingkungan kelas diperlukan untuk mencegah atau mengurangi jenis-jenis perilaku tertentu yang tidak diinginkan. hukuman. penghentian. atau 2) peserta didik tidak belajar berperilaku yang sesuai. dan penguatan negatif. Kegiatan ini dimaksudkan memaksimalkan produktivitas dan meminimalkan perilaku menyimpang.

Guru mengatakan kepadanya bahwa tulisan yang tidak rapi sukar dibaca. Dengan hukuman menyebabkan suatu perbuatan yang dikenai hukuman frekuensinya berkurang dan cenderung tidak dilanjutkan. Contoh: Iskandar adalah salah seorang peserta didik yang selalu menyerahkan pekerjaan . Dalam karya tulis berkutnya Natsir lebih bersungguh-sungguh dan tulisannya lebih rapai (=frekuensi perbuatan yang dikuatkan lebih meningkat). Menarik hukuman bermaksud memperkuat perilaku dan meningkatkan kecenderungan diulangi. Pekerjaan Marni menjadi kurang rapi dalam membuat makalah berikutnya (=frckuensi perbuatan yang scbelumnya dikuatkan mcnjadi menurun). Dalam makalah berikutnya tulisan Tarji bertambah baik (=frekuensi perbuatan yang dihukum berkurang). Contoh: Tarji membuat dan menyerahkan makalah yang tulisannya tidak rapi kepada gurunya (=perbuatan peserta didik). Contoh: Marni yang pekerjaannya rapi selalu dihargai oleh guru.karya tulis yang tidak rapi (=penguatan positif). Guru menyuruh agar Tarji menulis kembali makalah itu (=hukuman). Guru menerimanya. Ia menyiapkan sebuah karya tulis dengan tulisan yang rapL Kemudianmenyerahkannya kepada guru (=perbuatan peserta didik yang sebelumnya dikuatkan oleh guru). yang menyebabkan frekuensi perbuatan itu meningkat. Guru menegur Tarji karena dia tidak bekerja rapi. kemudian mengembalikannya kepada Marni tanpa komentar apa pun (=menahan penguatan positif). Penguatan negatif adalah penarikan rangsangan (hukuman) yang tidak diinginkan atau tidak disukai sesudah terjadinya suatu pcrbuatan. Penghentian menyebabkan menurunnya frekuensi perbuatan yang sebelumnya dihargai. Hukuman adalah pemberian pengalaman atau rangsangan yang tidak disukai atau tidak diinginkan sesudah terjadinya suatu perbuatan. yang dalam kejadian sebelumnya perbuatan seperti itu diberi penghargaan. Penghentian adalah menahan suatu penghargaan yang diharapkan (=menahan penguatan positif).

Ada dua macam pendekatan untuk penguatan yang berselang waktu pendek yaitu: penjadwalan selang waktu. Jadi penentuan waktu yang tepat untuk menghargai dan menghukum adalah penting. Perbuatan peserta didik yang hendak dihentikan harus segera dikenakan hukuman setelah perbuatan itu terjadi. Hal yang perlu diingat bahwa konsekuensikonsekuensi itu memberikan pengaruh kepada perilaku peserta didik sesuai dengan prinsipprinsip perilaku yang telah terbentuk. Penentuan waktu. penghentian (menahan penghargaan yang diharapkan). Meskipun guru selalu mengomeli Iskandar. perilaku tersebut cenderung tidak diteruskan. Penentuan waktu sarna pentingnya dengan frekuensi terjadinya perilaku yang dikuatkan. dan penarikan (menarik penghargaan dari peserta didik). dan penjadwalan rasio. Perilaku yang tidak dikuatkan dengan . frekuensi pcnguatan. Penguatan terus menerus akan sangat efektif pada tahap awal mempelajari suatu perilaku. pekerjaan Iskandar itu tidak bertambah rapl. Mendasarkan pada uraian di atas. perilaku tersebut cenderung diteruskan. Ternyata pada kemudian hari pekerj aan Iskandar menj adi lebih baik (frekuensi perilaku meningkat). Pcrbuatan pescrta didik yang hcndak dipcrkuat oleh guru harus dengan segera dikuatkan setelah perbuatan itu terjadi. Jika seorang guru menginginkan penguatan perilaku siswa tertentu. segera cenderung akan melemah. Jika guru menghukum perilaku yang sesuai. Guru kali ini menerima pekerjaan Iskandar tanpa komentar dan tanpa omelan seperti biasanya (=menarik hukuman).(makalah) yang kurang rapi kepada gurunya. dan hukuman adalah prinsip lain yang penting dalam pengubahan perilaku. guru harus menghargai setiap kali perilaku itu terjadi. Guru dapat mengurangi perilaku peserta didik yang menyimpang dengan mempergunakan! hukuman (memberi rangsangan yang tidak menyenangkan). Penguatan yang terus menerus. Perilaku yang tidak dikenakan hukuman dengan segera cenderung akan menguat. Penjadwalan selang waktu ialah . guru dapat mendorong perilaku peserta didik yang sesuai dengan mempergunakan penguatan positif (memberikan penghargaan) dan penguatan negatif (menarik h ukuman). yaitu penguatan yang menyusul setiap terjadi perilaku menyebabkan makin cepatnya seseorang mempelajari perilaku tersebut. Jika guru menghargai perilaku yang menyimpang. Sekali perilaku telah terbentuk akan efektif menguatkannya tanpa tenggang waktu yang lama.

pendekatan yang dipergunakan oleh guru mendorong siswa setelah batas waktu tertentu. Misalnya, guru yang menggunakan penjadwalan selang waktu akan mendorong seorang siswa setiap jam. Penjadwalan rasio adalah pendekatan yang digunakan oleh guru mendorong siswa setelah suatu perbuatan terjadi beberapa kali. Misal, guru yang menggunakan penjadwalan rasio akan mendorong siswa setelah perbuatan tertentu terjadi empat kali. Penghargaan atau pendorong adalah suatu rangsangan untuk meningkatkan frekuensi perbuatan yang mendahuluinya. Hukuman adalah sesuatu yang mengurangl frekuensi perbuatan yang mendahuluinya. Pendorong dapat digolongkan dalam dua kategori utama yaitu pendorong primer (diperlukan untuk mempertahankan kehidupan seperti air, makanan, rumah), dan pendorong bersyarat (pujian, rasa kasih sayang dan sebagainya). Pendorong bersyarat terdiri dari beberapa tipe seperti pendorong sosial (pujian atau tepukan), pendorong perIambang (berupa benda/barang - tanda penghargaan), pendorong nyata (uang atau cek), pendorong kegiatan (bermain di luar, membaca bebas, diberi kesempatan memilih nyanyian). Penghargaan (dan hukuman) dapat difahami hanya dalam kaitannya dengan peserta didik secara individual. Penghargaan terhadap seorang peserta didik dapat saja dirasakan sebagai hukuman bagi peserta didik lainnya. Respon yang dimaksudkan oleh guru sebagai penghargaan dapat dirasakan sebagai hukuman, dan respon yang dimaksudkan sebagai hukuman dapat menjadi penghargaan. Hal semacam ini sering terjadi. Contoh yang sangat lazim sekali terjadi apabila seorang peserta didikberperilaku menyimpang dengan maksud menar'ik perhatian. Tindakan hukuman yang diberikan oleh guru sesudah kejadian itu sesungguhnya adalah menghargai, bukan menghukum peserta didik yang haus perhatian itu. Dan oleh karena itu, peserta didik tersebut meneruskan perilakunya untuk mendapat perhatian yang didambakannya. Contoh di atas mengisyaratkan hendaknya guru berhati-hari dalam memilih suatu pendorong tertentu. Walaupun hal ini benar, proses pemilihan jangan dibuat sebagai suatu hal yang menyulitkan. Pendorong adalah idiosinkretik bagi seorang peserta didik. Pendidik itulah sebenarnya dan seyogianya menemukan pendorong-pendorong tersebut. Jadi pendorong terbaik ialah pendorong yang dipilih oleh peserta didik itu sendiri.

Terdapat tiga metode yang ditawarkan untuk menemukan pendorongpendorong yang berorientasi individual yaitu: 1) mendapatkan petunjuk mengenai pendorong yang mungkin dengan mengamati apa yang mungkin dilakukan oleh peserta didik, 2) mendapatkan petunjuk tambahan dengan mengamati apa saja yang mengikuti perilaku peserta didik tertentu, dan 3) mendapatkan petunjuk tambahan dengan hanya menanyakan si anak, apa yang akan dilakukan pada waktu senggang, apa yang ingin dimiliki, dan untuk apa ia melakukan sesuatu. Guru menyadari bahwa pujian dan dorongan adalah pendorong sosial yang sangat kuat. Pendekatan pengubahan perilaku menawarkan sejumlah strategi menajerial kepada guru yang semuanya mengandung penggunaan dorongan. Berikut ini adalah strategistrategi lain yang dilawarka11 dalam mcmanajcmcni kelas. Mempergunakan model Model adalah proses dimana peserta didik dengan mengamati cara berperilaku orang lain mendapatkan perilaku yang baru. Sebagai suatu strategi menajemen, model dapat dipandang sebagai suatu proses dimana guru melalui tingkah lakunya menari1pilkan nilai dan sikap, yang dikehendaki dimiliki dan ditampilkan oleh peserta didik. Mempergunakan pembentukan Pembentukan adalah suatu prosedur dimana guru meminta peserta didik menampilkan serangkaian perilaku yang mendekati atau mirip dengan perilaku yang diinginkan. Dan pada setiap kali peserta didik menampilkan perilaku yang mendekati itu guru memberikan dorongan kepada peserta didik sehingga ia mampu secara konsisten menampilkan perilaku yang diinginkan tersebut. Jadi pembentukan adalah strategi pengubahan perilaku yang dipergunakan untuk mendorong perkembangan perilaku yang baru. Mempergunakan sistem hadiah Sistem hadiah biasanya terdiri dari tiga unsur. Undur-unsur itu dimaksudkan untuk mengubah perilaku sekelompok peserta didik. Unsur-unsur itu berupa: 1) seperangkat instruksi tertulis yang disiapkan dengan teliti, yang menggambarkan perilaku peserta didik

yang hendak dikuatkan atau didorong oleh guru, 2) suatu sistem yang dirancang dengan baik untuk menghadiahkan barang kepada peserta didik yang menampilkan perilaku yang sesuai, dan 3) seperangkat prosedur yang memberikan kesempatan kepada peserta didik saling bertukar hadiah yang mereka peroleh sebagai penghargaan, atau memberikan kesempatan terlibat dalam kegiatan-kegiatan sosial. Mempergunakan kontrak perilaku Kontrak perilaku adalah suatu persetujuan an tara guru dan peserta didik yang berperilaku menyimpang. Persetujuan itu menentukan perilaku yang disetujui oleh peserta didik untuk ditampilkan dan kemungkinan-kemungkinan konsekuensinya apabila peserta didik menampilkan perilaku tersebut. Kontrak adalah suatu kesepakatan antara guru dan peserta didik yang merinci apa yang diharapkan dilakukan oleh peserta didik dan ganjaran atau konsekuensi yang akan diperolehnya apabila melakukan hal-hal yang disepakati itu. Mempergunakan jatah kelompok Penggunaan jatah kelompok adalah penggunaan prosedur dimana konsekuensi (penguatan atau hukuman) tidak hanya tergantung kepada perilaku seorang peserta didik sendiri, melainkan juga kepada perilaku kelompoknya. Penghargaan terhadap setiap anggota kelompok tergantung pada perilaku salah seorang atau lebih atau pada perilaku seluruh anggota kelompok lainnya . Penguatan alternatif yang tidak serasi Penguatan alternatif yang tidak serasi yaitu penguatan yang bertentangan satu dengan yang lainnya. Penguatan itu terjadi pada situasi dimana guru menghargai perilaku yang tidak dapat terjadi bersamaan dengan perilaku menyimpang yang hendak dihilangkan oleh guru. Mempergunakan penyuluhan perilaku Penyuluhan perilaku adalah suatu proses yang meliputi pertemuan pribadi an tara guru dan peserta didik. Penyuluhan perilaku ini dimaksudkan untuk membantu peserta didik yang berperilaku menyimpang mengetahui bahwa perilakunya tidak sesuai dan

Sulzer dan Mayer memberikan kajian kcuntungan dan kerugian pcnggunaan hukuman. Suatu isyarat dapat digunakan untuk mendorong atau mencegah perilaku tertentu. Keuntungan pemberian hukuman adalah 1) hukuman tidak menghentikan dengan segera perilaku . Ada tiga pandangan pokok yang paling menonjol dalarn hal ini yaitu: 1) penggunaan hukuman dengan tepat sangat efektif untuk menghilangkan perilaku peserta didik yang menyimpang. Pernantauan diri sendiri meningkatkan kesadaran diri sendiri rnelalui pengarnatan atas dirinya. dan mempertimbangkan tindakantindakan alternatif yang mungkin dapat menghasilkan konsekuensi yang diinginkan. Kernbali pada dilerna paling pelik yang dihadapi oleh para penganJUf pendekatan pengubahan perilaku yaitu penggunaan hukuman untuk menghilangkan perilaku yang tidak sesuai. Setiap penulis rnernpunyai pandangan yang berbeda. 3) penggunaan hukuman harus dihindarkan sama sekali. Mempergunakan isyarat Isyarat adalah suatu proses untuk rnerangsang berbuat atau tindakan mengingatkan secara verbal atau non-verbal yang digunakan oleh guru kepada peserta didiknya. Hal ini dilakukan apabila ia merasa peserta didiknya berperilaku rnenyirnpang. Berlainan dengan pendorong. penggunaan hukuman harus dipantau dengan seksama. Pernantauan diri sendiri secara sisternatis akan meningkatkan kesadaran peserta didik terhadap perilaku yang diharapkan dihilangkan atau dikurangi. karena perilaku siswa yang menyimpang dapat ditangani secara efektif dengan teknik-teknik lain yang tidak mempunyai pengaruh sarnpingan yang negatif seperti hukuman. tetapi karena adanya resiko timbulnya pengaruh sampingan yang negatif. Pertemuan s~perti itu akan membantu peserta didik memahami hubungan antara tindakannya dengan konsekuensinya. isyarat rnendahului respons. 2) penggunaan hukuman dengan bijaksana pada jenis-jenis situasi tertentu akan dapat membcrikan dampak positif pada perilaku pcscrta didik. Mempergunakan pemantauan sendiri Pernantauan diri sendiri diartikan sebagai pengelolaan diri sendiri dirnana peserta didik rnencatat aspek-aspek perilakunya agaria dapat rnerubahnya.merencanakan perubahan. Menyoal pandangan yang berbeda tentang hukuman di atas.

sikap menerima. 5) hukuman dapat menyebabkan peserta didik yang dihukum bersikap negatif terhadap dirinya sendiri at au terhadap situasi. karena membantunya membedakan dengan cepat perilaku yang dibenarkan dan perilaku yang tidak benarkan.siswa yang dihukum. Cara guru berkomunikasi ialah dengan berbicara sesuai situasi. di samping keserasian. dan karena itu memberikan arti yang sangat penting pada hubungan antar pribadi. empati. Pendekatan Iklim Sosio-Emosional Pendekatan iklim sosio-emosional dalam manajemen kelas berakar pada psikologi penyuluhan klinikal. 3) hukuman bersifat memerintah terhadap siswa lain untuk mengurangi kemungkinan peserta didik lainnya meniru perilaku yang dihukum tersebut.pat menyebabkan peserta didik yang dihukum menyisihkan diri sama sekali. menaruh perhatian. Oleh karena itLl. 2) hukuman bersifat memberikan informasi kepada. Adapun kerugian penggunaan hukuman adalah: 1) hukuman dapat disalah tafsirkan. mempercayai. Banyak gagasan yang bercirikan pendekatan sosio-emosional dapat ditelusuri pada karya Carl Rogers. 3) hukuman dapat menyebabkan peserta didik yang dihukum menjadi agresif. menghargai. Guru adalah penentu utama atas hubungan antar dan iklim kelas. peserta didik. Premis utamanya adalah: kelancaran proses belajar yang penting sangat tergantung pada kualitas sikap yang terdapat dalam hubungan pribadi antara guru dan peserta didik. Rogers mengindentifikasi beberapa sikapyang diyakini hakiki yaitu: ketulusan. Sementara itu. 4) hukuman dapat menghasilkan reaksi negatif di pihak teman-teman sekelasnya. . 2) hukuman da. Ginott menekankan pentingnya komunikasi yang efektif untuk meningkatkan hubungan yang baik antara guru dan siswa. keserasian. 7. tugas pokok guru dalam manajemen kelas adalah membangun huhungan antar pribadi yang positif dan meningkatkan iklim sosio-emosional yang positif pula. Pendekatan ini dibangun atas dasar asumsi bahwa manajemen kelas yang efektif (dan pengajaran yang efektif) sangat tergantung pada hubungan yang positif antara guru dan peserta didik. dan pengertian empatik. sikap menerima. dan memberikan sejumlah contoh bagaimana sikap-sikap itu diwujudkan oleh guru. tetapi dapat mengurangi terjadinya perilaku tersebut untuk jangka waktu lama.

dan hormati pendapat serta pcrasaan siswa dengan cant yang meningkatkan perasaan harga dirinya. tetapi tidak rnenerirna atau rnenyetujui perilakunya. j.bukan dengan kepribadian atau watak siswa. karena hal itll akan melemahkan semangat Jelaskan proses. . e. pergllnakanlah waktu lIntllk memberikan bimbingan yang diperlukan oleh siswa untuk memecahkan masalahnya. ungkapkan perasaan tentang situasi itu. berikan bimbingan dan bukan kecaman. dan jelaskan harapan rnengenai situasi tersebut. k. Gambarkanlah situasi. c. g. Pantau dan waspadalah terhadap dampak kata-kata yang disampaikan kepada siswa. Hindarkan sikap menentang atau rnelawan dcngan eara rnenghindarkan perintah dan tllntlltan yang memaneing respons dcfensif. Hindarkan cara memusuhi dengan eara rnengundang kerja sarna dan rnernberikan kepada siswa kesernpatan rnengalarni ketidak tergantungan. a. b. Hindarkan pertanyaan dan komentar yang memungkinkan memaneing sikap menolak dan mengundang sikap menentang. l. f. Usahakan penjelasan yang singkat. Guru rnenenrna siswa. Tolak godaan memberikan kepada siswa pemeeahan yang ditawarkan secara burllburu. i. dan tidak menilai prodllk atau pribadi. Apabila dihadapkan kepada perilaku siswa yang tidak dikehendaki. d. guru dinasihatkan agar menerangkan apa yang dilihatnya. m. Akui. h. Hilangkan sarkasme. jangan rnenilai dirinya karena hal itu dapat rnerendahkan did siswa. terima. dan rnenerangkan apa yang perlu dilakukan. karena hal itu akan mengurangi harga diri peserta didik. hindarkan khotbah bertele-tele yang tidak akan menyakitkan motivasi. Hindarkan diagnosis dan prognosis yang akan menilai siswa. Nyatakan perasaan yang sebenarnya yang akan rneningkatkan pengertian siswa. Ginott rnernberikan rekornendasi rnengenai eara yang seyogyanya dilakukan oleh guru untuk berkornunikasi seeara efektif sebagai bedkut. Doronglah kemampuan untuk mengatur diri sendiri. menjelaskan apa yang dirasakannya. Alamatkan pernyataan kepada situasi siswa.

menangani masalah tetapi tidak menilai atau menghakimi siswa. Glasser mengemukakan delapan langkah untuk membantu peserta didik mengubah perilakunya berikut ini. . a. karena hal itu produktif. Memberikan uraian ten tang perilaku siswa. b. seseorang harus mengembangkan perasaan tanggung jawab sosial dan harga diri. Dalam kaitan ini.emosional adalah dari Glasser. Membantu siswa membuat penilaian atau pendapat tentang perilakunya yang menjadi masalah itu. Jadi untuk mengembangkan i(1cntitas keberhasilan yang penting adalah keterlibatan. d. Secara pribadi melibatkan diri dengan siswa. Membantu siswa merencanakan tindakan yang lebih baik.n. Glasser menekankan pentingnya keterlibatan guru dengan menggunakan strategi manajemen yang disebutnya terapi kenyataan. jika perlu berikan alternatif-alternatif. Perilaku siswa yang menyimpang adalah buah kegagalannya mengembangkan identitas keberhasilan. c. Dengarkanlah apa yang diurigkapkan peserta didik dan dorong mengungkapkan buah pikiran dan perasaannya. Tanggung jawab sosial dan harga diri adalah hasil yang diperoleh siswa yang telah mengembangkan hubungan yang baik dengan sesamanya. menerima siswa tetapi bukan kepada perilakunya yang menyimpang. Untuk mencapai identitas berhasil dalam konteks sekolah. Dinyatakan oleh Glasser bahwa satu-satuya kebutuhan dasar manusia adalah kebutuhan akan identitas yaitu perasaan berhasil dan dihargai. Berikan pujian yang bersifat menghargai. bantulah siswa membuat keputusan sendiri berdasarkan penilaiannya atas alternatif-alternatif yang ada untuk mengembangkan perasaan tanggung jawab sendiri. Pusatkan perhatian kepada apa yang dilakukan oleh siswa yang menimbulkan masalah dan yang menyebabkan kegagalannya. menunjukkan kesediaan membantu siswa memecahkan masalah. tetapi hindarkan pujian yang bersifat menilai karena hal itu destruktif. Pandangan lain yang dapat digolongkan sebagai pendekatan Sosio. o.

Guru yang demokratis bertanggung jawab dengan membagi tanggung jawab. Memberikan kesempatan kepada siswa merasakan akibat wajar dari perilakunya yang menyimpang tetapi jangan menghukumnya. tetapi juga bukan anarkis. ingatkan siswa akan perlunya rencana yang lcbih haik. mcncrima pcrnyataan maar bcrarti tidak memusingkan masalah siswa. individu yang mempunyai harga diri. 2) pengakuan akan pengaruh konsekllensi wajar dan logis atas perilaku siswa. guru yang laissezfaire lepas tanggung jawab. siswa harus menganggap konsekuensi itu sebagai sesuatu yang wajar.e. yang mampu membuat keputusan dan memecahkan persoalan dengan terampil. Agar dapat dipandang sebagai konsekuensi logis. Dalam suasana kelas yang demokratis siswa diharapkan diperlakukan sebagai orang yang bertanggung jawab. Menggunakan konsekuensi logis adalah akibat yang diterima dari sebab perilaku peserta didik itu sendiri. Guru yang demokratis membimbing peserta didik. Guru yang efektif bllkanlah seorang otokratis. guru yang otokratis mendominasi. bantulah ia mcmahami bahwa ia scndirilah yang bertanggung jawab atas perilakunya. Sementara itu Dreikurs dalam kaitan dengan pendekatan sosio-emosional mengemukakan gagasan-gagasan penting yang mempunyai implikasi bagi manajemen kelas yang efektif. Kelas yang demokratis. h. baik dalam proses maupun dalam langkah maju. Mendorong siswa sewaktu melaksanakan rencananya dan memelihara keterikatannya dengan rencana tersebut. Guru yang berllsaha menciptakan suasana yang demoktratis tidak boleh melepaskan tanggllng jawabnya scbagai pemimpin. yakinkan siswa bahwa guru mengetahui kemajuan kemajuan yang dibuatnya. Membimbing siswa mengikatkan diri dengan rencana yang telah dibuatnya. Mengembangkan kelas yang demokratis berasumsi bahwa perilaku dan pencapaian siswa dipermudah oleh suasana kelas yang demokratis pula. . Tidak mencrima pcrnyataan maaf siswa apabila siswa gagal meneruskan ketcrikatannya. Dua diantaranya ialah: 1) penekanan pada kelas yang demokratis dimana siswa dan guru berbagi tanggung jawab. f. dapat membantu mengembangkan sllasana saling mempercayai an tara guru dan siswa dan an tara sesama siswa. bantulah siswa mencoba lagi menyusun rencana yang lebih baik dan mengikatkan diri dengan rencana tersebut. tetapi merupakan akibat logis dari perilaku peserta didik. Konsekuensi logis sedikit banyak diatur oleh guru. g.

daya tarik. dan semua anggota kelampok dapat merasakan kewenangan dan harga diri dalam menyelesaikan tugas-tugas akademik dan dalam bekerja bersama-sama. Suatu kelampak kelas yang efektif adalah kelampok yang fungsi kepemimpinannya dibagi-bagi dengan baik. harapan yang bagaimana anggota kelompok akan berperilaku akan sangat mempengaruhi cara guru dan siswa dalam hubungan mereka satu dengan yang lainnya. Pendekatan Proses Kelompok Premis utama yang mendasari pendekatan proses kelompok didasarkan pada asumsiasumsi berikut: 1) kehidupan <. Jadi perilaku kepemimpinan terdiri dari tindakantindakan anggota-anggo. Konsekuensi logis sebagai realitas tertib sosial. guru mempunyai potensi terbesar dalam peranan kepemimpinan. yang memperbaiki mutu interaksi antara anggota-anggota kelompok. berkaitan langsung dengan perilaku yang menyimpang. dan keterpaduan. norma. Berdasar peranannya. Schmuck dan Schmuck dalam Weber mengemukakan enam ciri mengenai manajemen kelas yaitu: harapan. Harapan adalah persepsi yang dimiliki oleh guru dan siswa mengenai hubungan mereka satu sarna lain. 4 )pengelolaan kelas oleh guru adalah menciptakan dan memelihara kondisi kelas yang menunjang terciptanya suasana belajar yang menguntungkan. dan yang menciptakan keterpaduan kelompok. Kepemimpinan paling tepat diartikan sebagai perilaku yang membantu kelompok bergerak menuju pencapaian tujuannya.ekolah berlangsung dalam lingkungan kelompok. tidak termasuk unsur pertimbangan moral. dan hanya menyangkut apa yang akan terjadi di kemudian hari. kepemimpinan.ta kelompok. 2) tugas pokok guru adalah menciptakan dan membina kelompok kelas yang efektif dan produktif. efek positifnya akan hilang.Jika dipandang sebagai hukuman. Persepsi tersebut adalah perkiraan individual tentang cara berperilaku diri sendiri dan orang lain. Oleh karena itu. termasuk di dalamnya tindakan-tindakan yang membantu penetapan norma-norma kelompok yang menggerakkan kelompok kearah tujuan. 3) kelompok kelas adalah suatu sistem sosial yang mengandung ciri-ciri yang terdapat pada semua sistem sosial. yakni kelompok kelas. . 8. komunikasi. Akan tetapi dalam kelompok kelas yang efektif fungsi kepemimpinan dilaksanakan bersama-sama oleh guru dan para peserta didik.

Daya tarik. tugas rangkap guru adalah membuka saluran komunikasi sehingga semua siswa menyatakan buah pikiran dan perasaannya dengan bebas. Keterpaduan menekankan hubungan individu dengan kelompok sebagai suatu keseluruhan. Komunikasi. Pendekatan Eklektik Menyimak secara seksama kedelapan pendekatan yang telah diuraikan di muka adalah ibarat melihat benda yang sama dari berbagai sudut pandang yang berbeda. menunjuk pada pala-pala persahabatan dalam kelompak kelas. dan cara berperilaku para anggota kelompok. 2) minat yang besar terhadap pekerjaan. menerima. Keterpaduan adalah menyangkut perasaan kolektif yang dimiliki oleh para anggota kelas mengenai kelompok kelasnya. Pengelola kelas yang efektif ialah seseorang yang membantu mengembangkan hubungan antar pribadi yang positif an tara para anggota kelompok. Norma sangat mempengaruhi hubungan antar pribadi karena norma tersebut memberikan pedoman yang membantu para anggota memahami apa yang diharapkan dari mereka dan apa yang dapat mereka harapkan dari orang lain. Oleh karena itu. salah satu tugas guru ialah membantu kelompok menciptakan. cara berperasaan. baik verbal maupun non-verbal adalah dialog antara anggotaanggota kelompok. guru berusaha meningkatkan sikap menerima terhadap para siswa yang tidak disukai dan anggota-anggota baru. Komunikasi mencakup kemampuan khas manusia untuk saling memahami buah pikiran dan perasaan masing-masing. seorang g.uru harus mengetahui kekuatan dan kelemahan masing-masing . Komunikasi yang efektif berarti menerima pesan menafsirkan dengan tepat pesan yang disampaikan oleh pengirim pesan. Kelompok menjadi padu karena alasan: 1) para anggota saling menyukai satu sama lainnya. Norma kelompok yang produktif adalah hakiki bagi efektivitas kelompok. Tingkat daya tarik tergantung pada sejauh mana hubungan antar pribadi yang positif telah berkembang. Norma ialah pengharapan bersama mengenai cara berpikir. menerima buah pikiran dan perasaan siswa. Oleh karena itu. Oleh karena itu. Misalnya. 3) kelompok memberikan harga diri kepada para anggotanya. dan memelihara norma kelompok yang produktif.Daya tarik dapat digambarkan sebagai tingkat persahabatan yang terdapat di antara para anggota kelampok kelas. 9.

yang secara filosofis. Raka Joni. Setiap pendekatan ada penganjurnya dan pemakaianya. Dua syarat yang perlu dikuasai oleh guru dalam menerapkan pendekatan eklektik yaitu: 1) menguasai pendekatanpendekatan manajemen kelas yang potensial. Penciptaan Iklim Sosio-emosional. Entang dan T. pendekatan analitik pluralistik memberi . 1983:43). misalnya bila tujuan tindakan manajemen kelas yang akan dilakukan adalah menguatkan tingkah laku peserta didik yanK baik dan/atau menghilangkan perilaku peserta didik yang kurang baik. teoretis. 1986). semen tara itu pendekatan Proses Kelompok dianut bila seorang guru in gin kelompoknya melakukan kegiatan secara produktif. dan/atau psikologis dinilai benar. 10. Tidak ada anjuran dan saran untuk menganut dan menggantungkan diripada satu pendekatan manajemen kelas. Pendekatan Perubahan Tingkah Laku dipilih. Dalam kenyataan guru jarang sekali menerapkan satu pendekatan secara utuh.pendekatan ketika akan menerapkan satu pendekatan. Weber. Weber menyatakan bahwa pendekatan dengan cara menggabungkan semua aspek terbaik dari berbagai pendekatan manajemen kelas untuk menciptakan suatu kebulatan atau keseluruhanyang bermakna. seperti pendekatan Pengubahan Perilaku. yang bagi guru merupakan sumber pemilihan perilaku pengelolaan tertentu yang sesuai dengan situasi disebut pendekatan eklektik (Wilford A. dan 2) dapat memilih pendekatan yang tepat dan melaksanakan prosedur yang sesuai dengan baik dalam masalah manajemen kelas (M. Pendekatan Analitik Pluralistik Sembilan pendekatan yang diuraikan di muka menggambarkan sembilan macam pendekatan manajemen kelas yang berlainan. Wilford A. Berbeda dengan pendekatan eklektik. Simpulannya adalah bahwa kemampuan guru memilih strategis manajemen kelas yang tepat sangat tergantung pada kemampuannya menganalisis masalah manajemen kelas yang dihadapinya. melainkan mengkombinasikan masing-masing pendekatan dengan mengambil hal-hal yang positif dari satu pendekatan seraya mengeliminir kelemahan masing-masing pendekatan. Proses Kelompok. pendekatan Penciptaan Iklim Sosio-emosional dipergunakan apabila sasaran tindakan manajemen kelas adalah peningkatan hubungan antar pribadi guru dan peserta didik. Saran dan anjuran yang periu dipertimbangkan adalah menggunakan pendekatan analitik pluralistik.

guru selanjutnya menganalisis keadaan yang ada. 2) guru akan memiliki seperangkat tujuan yang mengarahkan upayanya dan yang menjadi tolok ukur penilaian atas hasil upayanya. yakni membandingkan keadaan yang nyata dengan keadaan yang diharapkan. kemudian menentukan kondisi yang perlu mendapat perhatian segera dan mana yang dapat diselesaikan kemudian. Pendekatan analitik pluralistik berupa pemilihan diantara berbagai strategi manajemen kelas suatu atau beberapa strategi yang mempunyai kemungkinan menciptakan dan menampung kondisi-kondisi yang memberi kemudahan kepada pembelajaran yang efektif dan efisien. analisis ini akan memungkinkan guru mengetahui: 1) kesenjangan antara kondisi sekarang dan yang diharapkan.kesempatan kepada guru memilih strategi manajemen kelas atau berapa strategi dari berbagai pendekatan manajemen yang dianggap mempunyai potensi terbesar berhasil menanggulangi masalah manajemen kelas dalam situasi yang telah dianalisis. Di samping itu guru hendaknya menyadari perlunya terus menerus menilai manfaat pemahamannya dan mengubahnya apabila keadaan menuntutnya. Terdapat empat tahap pendekatan analitik pluralistik yang perlu dicermati dalam penggunaannya. Menentukan kondisi kelas yang diinginkan Langkah pertama dalam proses memanajemeni kelas yang efektif ialah menentukan kondisi kelas yang ideal. dan kondisi mana yang memerlukan pemantauan. Pendekatan analitik pluralistik tidak mengikat guru pada serangkaian strategi manajerial tertentu saja. Guru perlu mengetahui dengan jelas dan mendalam tentang kondisi-kondisi yang menurut penilaiannya akan memungkinkan mengajar secara efektif. Dengan demikian. Dengan demikian. 2) masalah yang mungkin terjadi yakni kesenjangan yang mungkin timbul jika guru gagal mengambil tindakan pencegahan. a. Keuntungan utama terciptanya kondisi kelas yang diyakini guru sesuai adalah: 1) guru tidak memandang kelas semata-mata hanya sebagai reaksi atas masalah yang timbul. b. Guru yang bijaksana menghargai pendekatan dan strategi manajemen kelas yang mempunyai konsep yang baik. Menganalisis kondisi kelas yang nyata Setelah menentukan kondisi kelas yang diinginkan. dan 3) . Guru bebas mempertimbangkan semua strategi yang mungkin efektif. pendekatan analitik pluralistik memperluas jangkauan pendekatan.

yaitu sejauh mana peserta didik berperilaku yang sesuai. Menilai efektivitas pengelolaan Dalam tahap ini guru menilai efektivitas dalam pengelolaannya. eklektik. Guru harus mengetahui bahwa peranan pokoknya adalah memelihara ketertiban dan disiplin di kelas dengan mengendalikan perilaku siswa. dan bahwa guru sangat mempengaruhi sifatiklim tersebut. Guru harus menghargai perilaku siswa· yang sesuai dan tidak menghargai perilaku· . analitik pluralistik). 3. Pertanyaan . Perilaku kedua adalah perilaku peserta didik. Artinya dari waktu ke waktu guru harus menilai sejauh mana keberhasilan menciptakan dan memelihara kondisi yang sesuai. dan mampu memilih serta menggunakan strategi yang paling sesuai dalam situasi tertentu yang telah dianalisis sebelumnya. Kemukakan kata/pernyataan kunci dari penctekatan yang dipilih itu. pengubahan perilaku. Proses pemilihan ini dapat dianggap sebagai suatu kerja komputer. Perilaku pertama adalah perilaku guru. Asumsi tahap kedua dari analitik pluralistik ini adalah bahwa guru yang efektif adalah guru yang terampil menganalisis interaksi kelas dan peka terhadap apa yang sedang terjadi di kelasnya. yang dimaksud oleh pernyataan yang bersangkutan. Memilih dan menggunakan strategi pengelolaan Guru yang efektif adalah guru yang menguasai berbagai strategi'manajerial yang terkandung di dalam berbagai pendekatan manajemen kelas. 2.pertanyaan Di bawah ini dikemukakan prinsip-prinsip dasar pendekatan dalam manajemen kelas (otoriter. iklim sosio-emosional. buku masak. Guru harus mengetahui bahwa· iklim kelas sangat mempengaruhi proses dan hasil belajar. instruksional.kondisi sekarang yang perlu dipelihara dan dipertahankan karena dianggap sudah baik. proses kelompok. d. permisif. intimidasi. c. yakni apakah mereka telah melakukan apa-apa yang diharapkan untuk dilakukan. dalam arti sejauh mana guru telah menggunakan perilaku manajemen yang direncanakan akan dilakukan. Proses penilaian ini memusatkan perhatian kepada dua perangkat perilaku. guru memeriksa strategi strategi yang tersimpan dalam sel-sel komputer dan memilih strategi yang memberikan harapan untuk meningkatkan kondisi yang dianggap sesuai. Tentukan dengan tepat pendekatan 1.

6. 15. Guru harus mengerti bahwa penggunaan konsekuensi logis mengurangl timbulnya efek sampingan yang negatif yang dapat mengiringi bentuk-bentuk hukuman lainnya. 8. 4. 9. . Guru harus memandang sistem tanda penghargaan yang dikelola dengan baik sebagai suatu alat yang efektif untuk meningkatkan perilaku siswa yang sesuai. 11. 5. Guru harus memahami bahwa kegiatan kelas yang sesuai biasanya menjamin tumbuhnya perilaku siswa yang sesuai karena mengurangi kemungkinan timbulnya frustasi. Guru harus mengetahui bahwa pengelolaan yang efektif dimulai dengan kemampuannya mengendalikan setiap siswa melalui penggunaan paksaan apabila perlu. Guru harus mengetahui bahwa penghargaan adalah khas bagi Slswa secara individual. Guru harus selalu tegas dan jujur dalam berurusan dengan siswa karena tindakan yang konsisten adalah penting sekali. Guru harus mengetahui bahwa peranan pokok guru ialah menciptakan dan memelihara hubungan positif an tara guru dan siswa. bukan pada kepribadian atau watak siswa sewaktu menangani suatu masalah. menerima.siswa yang menyimpang. Guru tidak boleh memaksakan kepada siswa. Guru harus membantu siswa memahami. 14. 13. karena hal itu akan menghambat mereka mencapai perkembangan potensinya secara maksimal. 10. Guru harus berperilaku dengan cara yang memungkinkan siswa mengetahui bahwa guru menyadari apa yang sedang terjadi. 18. Guru harus mengetahui bahwa suatu kurikulum individual dapat menghilangkan sebahagian besar masalah manajemen kelas. dan mematuhi peraturan dan ketetapan sekolah. Guru harus membiarkan siswa menanggung konsekuensi wajar dan konsekuensi logis dari perilakunya. 7. 12. kecuali jika konse~uensi itu berbahaya bagi kehidupan siswa. Guru harus mengalamatkan tindakan kepada situasi. 16. Guru harus toleran terhadap semua bentuk perilaku siswa. 17. Guru harus memahami bahwa penggunaan hukuman dan ancaman hukuman dapat merupakan alat pengelolaan yang sangat efektif apabila dipergunakan dengan tepat.

adalah perilaku yang penting. 23. 24. Guru harus bertindak atas dasar asumsi bahwa baik perilaku yang sesual maupun perilaku yang tidak sesuai. Guru harus mengetahui bahwa caranya berkomunikasi dengan siswa sangat penting. adalah hasil belajar siswa. 32. Guru harus memperlakukan siswa dengan sikap hormat dan merasa wajib membantunya mengembangkan rasa bertanggung jawab sendiri dan perasaan harga dirinya. 21. Guru harus memahami bahwa membantu siswa mengembangkan keterampilan berkomunikasi. 28. Guru harus selalu bertindak praktis dan seperti orang bermartabat bilamana berinteraksi dengan siswa. Guru harus mengetahui bahwa kebanyakan masalah manajemen kelas dapat dihindarkan atau diselesaikan bila pengajaran dilaksanaKan dengan baik. Guru harus mengamati dan/atau menanyai siswa untuk mendapatkan petunjuk mengenai penghargaan yang mungkin diberikan. Guru harus menggunakan sindiran tajam dengan sangat hati-hati dan hanya setelah hubungan antar pribadi yang baik terbentuk. 27. Guru harus mcngctahui bahwa siswa yang suka mcngacau scring berpcrilaku menyimpang karena ia diberi bahan pelajaran yang tidak sesuai. dan memecahkan masalah kelompok. 31. . Guru harus memahami bahwa penggunaan rapat kelas dan pertemuan pemecahan masalah kelompok dapat menjadi alat yang sangat efektif untuk memecahkan masalahmasalah manajemen kelas tertentu. Guru harus memisahkan kesalahan dari orang yang bersalah sewaktu berurusan dengan siswa yang berprilaku yang tidak sesual. Guru harus membantu mengembangkan tingkat kepaduan kelas yang tinggi dan norma-norma kelas yang produktif. 30. 29. 26. Guru sarna sekali tidak boleh menghukum seorang siswa kecuali cukup bukti yang tidak diragukan untuk menimbulkan perasaan bersalah. 22. Guru harus mengetahui bahwa penggunaan perilaku menegur dengan lembut secara tepat dapat efektif dan efisien dalam mengendalikan perilaku kelas. 20. 25. kepemimpinan.19.

Guru harus memahami bahwa manajemen kelas yang efektif tidak lebih dari pada penerapan pikiran sehat.33. Guru harus mengetahui bahwa peran pokok guru adalah menerapkan teknik yang teruji dan benar untuk mencegah dan memecahkan masalah-masalah kelolllpok. 42. Guru harus mengetahui bahwa penggunaan sindiran tajam dan ejekan secara wajar dapat efektif untuk mengendalikan perilaku siswa. Guru hams jujur dan tegas sejak awal karcna lebih mudah mengendorkan pengendalian daripada memaksakannya sekali pengendalian tidak berjalan. 34. 36. Guru harus mengetahui bahwa peranan utama guru adalah menggunakan berbagai strategi pengajaran untuk mencegah timbulnya masalah dan memecahkan masalah kelompok. Guru harus memahami bahwa manajemenyang efektif sangat tergantung pada kemampuan guru menghukum kesalahan siswa apabila itu terjadi. Guru harus menciptakan disiplin yang baik dengan menyelenggarakan pengajaran yang menarik perhatian siswa dan membangkitkan motivasinya. Guru harus mengerti bahwa pelajaran yang direncanakan dengan baik adalah cara yang efektif untuk menciptakan ketertiban di kelas. 34. 45. 32. 31. 37. adalah strategi yang penting. Guru harus mengetahui bahwa perilaku yang dihargai akan mungkin dilanjutkan dan . Guru harus memandang kesejatian. sikap menerima. Guru harus memahami bahwa menciptakan lingkungan fisik dan psikologis dimana siswa bebas sepenuhnya mengatakan dan melakukan sesuatu yang dikehendakinya. 35. 46. 44. Guru harus menguatkan pcrilaku siswa yang sesuai dengan suatu kesadaran bahwa penghargaan adalah istimewa bagi siswa secara individual. 47. Guru harus membantu perkembangan kepaduan kelompok dengan membantu siswa memandang kelompoknya sebagai sesuatu yang menarik dan memuaskan. 43. Guru harus mengetahui bahwa ia harus sering mernikul kewajiban mengendalikan perilaku siswa. 33. Guru harus mengerti bahwa menciptakan dan menguatkan pengharapan dan peraturan yang masuk akal adalah tindakan yang penting. dan empati guru sebagai kunci untuk manajemen kelas yang efektif.

3. 48. di samping itu tidak mengikuti konsep pendekatan manajemen kelas secara membabi buta. Guru harus memahami bahwa manajemen kelas yang efektif adalah hasil upaya guru menciptakan dan memelihara pengendalian. 52. 51. Kegiatan yang Anda lakukan di sekolah tersebut adalah: 1. 4. Guru harus merencanakan dan menggunakan kegiatan belajar mengajar yang menjamin timbulnya perilaku siswa yang sesuai. . Guru hams mengetahui bahwa penggabungan semua aspek terbaik dari berbagai pendekatan dalam manajemen kelas merupakan sumber pemilihan perilaku pengelolaan tertentu yang sesuai dengan situasi. laporkan hasil pengamatan kelompok di kelas. pendekatan yang tepat. 50. memlli1. 49. dan melaksankan prosedur yang sesuai dalam manajemen kelas. 2.bahwa perilaku yang tidak dihargai mungkin tak akan diteruskan. Doscnpengampu mata kuliah Manajemen Kelas memberi komentar terhadap laporan kelompok dan substansi isi pendekatan manajemen kelas yang terjadi di kelas berdasar laporan kelompok. Pada akhir diskusi. pendekatan-pendekatan apakah yang dilakukan guru dalam memanajemeni kelas pada saat proses pembelajaran berlangsung? Dengan paduan Dosen pengampu mata kuliah Manajemen Kelas. Guru harus memahami bahwa manajemen kelas yang efektif dimaksudkan untuk membantu kelompok kelas bertanggung jawab atas pemecahan masalahmasalahnya sendiri. Guru harus menyadari bahwa guru yang bijaksana adalah guru yang mcnghargai pendekatan dan strategi manajemen kelas yang mempunyai konsep yang baik. Analisis scmua laporan kclompok tcrscbut. Catat. 53. Guru harus mengetahui dan menguasai pendekatan pengelolaan kelas yang potensial. TUGAS Secara berkelompok (3-4) orang Anda berkunjung ke sebuah Sekolah Dasar.

Pengelolaan Kelas. Jakarta: Proyek Pengembangan Pendidikan Tenaga Kependidikan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Weber. M .1993. Pengelolaan Kelas.Daftar Pustaka Depdikbud. Raka Joni. -. 1983. 1986. . Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Effective Classroom Management Houston: University of Houston. Entang dan T. Classroom Manag~ment. 1983. Wilford A. Massachussetts: De Heat and Company.

Berturut-turut bab ini akan membahas prosedur manajemen kelas dan rancangan prosedur manajemen kelas. Dua guru yang sama-sama pandai dan berpengalaman tetapi berbeda dalam kepribadian. guru mempunyai peranan yang besar dalam menentukan keberhasilan manajemen ke1as maupun manajemen pembelajaran. karena manajemen kelas itu memerlukan berbagai kriteria keterampilan. Disinilah letaknya seni dalam mengelola proses pembelajaran. Tujuan Setelah mempelajari bab ini. Rumit. Untuk memiliki kemampuan manajemen kelas guru an tara lain harus memahami prosedur dan rancangan prosedur manajemen kelas. bahkan kepribadian serta sikap dan nilai seorang guru. semen tara itu manajemen kelas merupakan salah satu aspek dari pengelolaan proses pembelajaran yang paling rumit tetapi menarik perhatian. sikap dan nilai termasuk cara menyikapi subjek didik akan lain situasi belajarnya yang dihasilkan oleh kedua orang guru tadi. Menjelaskan bahwa manajemen kelas sebagai hal yang menarik untuk dipelajari 2. disisi lain calon guru. dikatakan menarik. Oleh karena itu. dan guru yang perpengalaman sekalipun akan bergelut dengan manajemen kelas agar terselenggara proses pembelajaran yang efektif dcmi tercapainya tujuan pembelajaran. pengalaman. Berdasar penjelasan tersebut di atas.BAB III PROSEDUR DAN RANCANGAN MANAJEMEN KELAS Latar Belakang Guru merupakan kunci keberhasilan dalam pengelolaan proses pembelajaran. Menyimpulkan perbedaan antara pengertian manajcmen kelas dan prosedur manajemen kelas . mengisyaratkan bahwa guru harus memiliki kemampuan profesional termasuk kemampuan memanajemeni ke1as. karena selain memerlukan kemampuan pribadi serta ketekunan menghadapinya disatu sisi. Penciptaan sistem lingkungan yang merangsang anak untuk belajar sangat diperlukan karena hanya dengan situasi belajar seperti itulah tujuan akan tercapai. guru. Anda diharapkan dapat: 1. Manajemen kelas.

Depdikblld.3. Apabila seorang guru melakukan kegiatan manajemen kelas dengan at au melalui langkah-langkah tertentu. Entang dan T. 1983: 15. dan (2) Tindakan kuratif yaitu tindakan terhadap tingkah laku yang menyimpang yang telah terlanjur terjadi agar penyimpangan tersebut tidak berlarut-larut. dan (2) tindakan korektif yang merupakan tindakan koreksi terhadap tingkah laku menyimpang yang dapat mengganggu kondisi optimal dari proses pembelajaran yang sedang berlangsung (M. 1983:99) Dimensi tindakan korektif dapat dibagi menjadi dua jenis tindakan yaitu: (l) Tindakan yang seharusnya segera diambil oleh guru pada saat terjadi gangguan terhadap kondisi optimal pembelajaran (dimensi tindakan). Raka loni. Mengidentifikasikan rancangan prosedur manajemen kelas 7. Menyimpulkan peran guru dalam penciptaan sistem lingkungan yang mendukung pembelajaran 4. Menyusun rancangan prosedur manajemen kelas 1. Menjelaskan jenis-jenis tindakan dalam manajemen kelas 5. Serangkaian langkah kcgiatan manajemen kelas mengacu kepada: tindakan pencegahan (preventif) dengan tujuan menciptakan kondisi pembelajaran yang menguntungkan. Jadi prosedur manajemen kelas adalah serangkaian langkah kegiatan manajemen kelas pembelajaran dapat berlangsung secara efektif clan efisien. Prosedur Manajemen Kelas Manajemen kelas merupakan suatu tindakan yang menunjuk kepada kegiatankegitan yang berusaha menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses pembelajaran yang efektif. Tindakan yang dilakukan guru dalam melakukan kegiatan manajemen kelas perlu dilaksanakan berdasar atas langkah-langkah yang sudah ditentukan. dan yang dilakukan lagi terciptanya kondisi optimal serta mempertahankan kondisi optimal tersebut supaya proses . Menggambarkan rancangan prosedur manajemen kelas 6. Mengacu kepada dua tindakan dalam kegiatan manajemen kelas yaitu tindakan pencegahan (preventif). berarti guru tersebut sudah melakukan kegiatan manajemen kelas berdasar prosedur manajemen kelas.

contoh-contoh berupa informasi. Jadi prosedur dalam dimensi pencegahan adalah berupa langkah-Iangkah yang harus direncanakan guru untuk menciptakaJ) suatu struktur kondisi yang fleksibel baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Dengan demikian. b. maka prosedur atau langkah-Iangkah manajemen pun bertumpu pada prosedur a. merupakan tindakan guru dalam mengatur peserta didik dan peralatan serta format pembelajaran yang tepat sehingga menumbuhkan kondisi yang menguntungkan bagi berlangsungnya proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Keberhasilan dalam tindakan pencegahan merupakan salah satu indikator keberhasilan manajemen kelas. Konsekuensinya adalah guru dalam menentukan langkah-Iangkah dalam rangka manajemen kelas harus merupakan langkah yang ~fektif dan efisien untuk jangka pendek maupun jangka panjang. a. Memperhatikan dua dimensi tindakan dalam manajemen kelas. Adapun langkah-Iangkah pencegahannya sebagai berikut: 1. Prosedur tindakan pencegahan ini diarahkan pada pelayanan perkembangan tuntutan dan kebutuhan peserta didik secara individual maupun kelompok yang dapat berupa kegiatan . merupakan tindakan terhadap tingkah laku yang menyimpang yang sudah terlanjur terjadi agar penyimpangan itu tidak berlarut-larut. Dalam hal ini guru berusaha untuk menumbuhkan kesadaran akan penyimpangan yang dibuat dan akhirnya akan mcnimbulkan kcsadaran dan tanggung jawab untuk memperbaiki diri melalui kegiatan-kegiatan / yang direncanakan dan dapat dipertanggung jawabkan . Dimensi kuratif.tindakan penyembuhan (kuratif) maka tindakan manajemen kelas juga dapat menjurus kepada tindakan manajemen dimensi pencegahan dan tindakan manajemen dimensi kuratif. Dimensi pencegahan (preventif). Tindakan pencegahan adalah tindakan yang dilakukan sebelum munculnya tingkah laku yang menyimpang yang menggangu kondisi optimal berlangsungnya pembelajaran. maka prosedur pencegahannya merupakan langkahlangkah yang harus diambil oleh guru dalam rangka mengatur peserta didik dan format pembelajaran yang tepat yang mendukung berlangsungnya proses pembelajaran. Prosedur dimensi pencegahan. Peningkatan kesadaran diri sebagai guru Langkah peningkatan kesadaran diri sebagai guru merupakan Iangkah yang .

Implikasi adanya kesadaran diri sebagai guru akan tampak pada sikap guru yang demokratis. mau mendengarkan harapan dan atau keluhan para siswa. Peningkatan kesadaran peserta didik lnteraksi positif an tara guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran terjadi apabila dua kcsadaran. Sikap polos dan tulus dari guru Peran sangat besar danberpengaruh dalam menciptakan kondisi optimal r. akrab dengan guru. terbuka. keinginan. Kalau stimuli itu positif maka respon at au reaksinya juga positif. Sikap dan tindak laku seperti itu sangat membantu dalam memanajemeni kelas. kepribadian yang harmonis. yang pada gilirannya memungkinkan peserta didik melakukan tindakan-tindakan yang kurang terpuji yang dapat menggangu kondisi optimal dalam rangka pembelajaran. maka kepada mereka perlu dilaksanakan hal-hal berikut: (1) memberitahukan akan hak dan kewajiban sebagai peserta didik. dan rasa keterbukaan antara guru dan para peserta didik. cara menyikapi. dan berwibawa. mudah tersinggung. Sikap hangat.strategis dan mendasar. Guru dengan sikap dan kepribadiannya sangat mempengaruhi lingkungan belaj ar. Sikap ini mengandung makna bahwa guru dalam segala tindakannya tidak boleh berpura-pura bersikap dan bertindak apa adanya. 3. Untuk meningkatkan kesadaran peserta didik. akan membuka kemungkinan terjadinya interaksi dan komunikasi wajar an . (3) menciptakan suasana saling penge!tian. Penampakan sikap seperti itu akan menumbuhkan respon dan tanggapan positif dari para peserta didik. saling menghormati. 2. Oleh karena itu. guru hendaknya bersikap polos dan tulus terhadap para peserta didik. sikap yang stabiI. Sebaliknya kalau stimulasi itu negatif maka respon atau reaksi yang akan muncul adalah negatif. (2) memperhatikan kebutuhan. dan dorongan para peserta didik. kesadaran guru dan peserta didik bertemu. karena tingkah laku. dan tindakan guru merupakan stimulus yang akan direspon atau diberikan reaksi oleh para peserta didik. karena dengan dimilikinya kesadaran ini akan meningkatkan rasa tanggung jawab dan rasa memiliki yang merupakan modal dasar bagi guru dalam melaksanakaan tugasnya. Kurangnya kesadaran peserta didik akan menumbuhkan sikap suka marah.roses pembelajaran.

Oleh sebab itu. Menciptakan kontrak sosial Penciptaan kontrak sosial pada dasarnya berkaitan dengan "standar tingkah laku" yang diharapkan seraya memberi gambaran tentang fasilitas beserta ketcrbatasannya dalam memenuhi kebutuhan peserta didik. 4. Mereka tidak memiliki pilihan lain untuk menol. maka akan terjadi bahwa norma itu kurang dihormati dan ditaati.aknya. Para peserta didik dalam hal ini hanya menerima saja apa yang ada. dalam rangka memanajcmeni kei<ls norma berupa kontrak sosial (daftar aturan=tata tertib) dengan sangsinya yang mengatur kehidupan dalam kelas. 5. Mengenal dan menemukan alternatif pengelolaan Untuk mengenal dan mencmukan alternatif pengelolaan. Penyimpangan perilaku peserta didik baik individual maupun kelompok tersebut termasuk penyimpangan yang disengaja dilakukan peserta didik yang hanya sekedar untuk menarik perhatian guru atau teman-temannya. Pcmenuhan kebutuhan tersebut sifatnya individual maupun kclompok dan memenuhi tuntutan dan kebutuhan sekolah. (3) mcmpclajari pcngalaman guruguru lainnya yang gagal atau bcrhasil sehingga dirinya mcmiliki alternatif yang bervariasi dalam menangani berbagai problema manajemen kclas.tara guru dan peserta didik. Konsekuensi terhadap kondisi demikian akan memungkinkan timbulnya persoalan-persoalan dalam manajemen kelas karena para peserta didik tidak merasa turut membuat serta memiliki peraturan sekolah yang sudah ada tersebut. (2) mengenal berbagai pendekatan dalam manajemcn kelas. perumusannya harus dibicarakan at au disetujui oleh guru dan peserta didik. jadi sepihak. Kebiasaan yang terjadi dewasa ini bahwa aturan-aturan sebagai standar tingkah luku berasal dari atas (sekolah/guru). Guru hendaknya berusaha menggunakan pendekatan manajemen kelas yang dianggap tepat untuk mengatasi suatu situasi at au menggantinya dcngan pcndckatan yang dip}lihnya. langkah ini menuntut guru: (1) melakukan identifikasi berbagai penyimpangan tingkah laku peserta didik yang sifatnya individual maupun kelompok. Norma at au nilai yang turunnya dari atas dan tidak dari bawah. . Standar tingkah laku ini dibentuk melalui kontrak sosial antara sekolah/guru dan peserta didik.

pada langkah ini melakukan kegiatan untuk mngenal atau mengetahui masalah-masalah manajemen kelas yang timbul dalam kelas. Manfaat pertemuan juga perlu dijelaskan karena dengan mengetahui kemanfaatan pertemuan . 2} Menganalisis masalah Guru. Prosedur dimensi penyembuhan (kuratif) Pada dasarnya langkah-langkah prosedur dimensi penyembuhan adalah sebagai berikut: l) Mengindentifikasi masalah Guru. Berdasar masalah tersebut guru mengindentifikasi jenis-jenis penyimpangan sekaligus mengetahui latar bclakang yang membuat peserta didik melakukan penyimpangan tersebut. sematamata untuk perbaikan.b. Dalam pertemuan tersebut pedu dijelaskan: maksud pertemuan dan manfaat pertemuan. pada langkah ini yang didahului dengan langkah monitoring. Kcgiatan kilas balik ini dimaksudkan untuk menilai keampuhan pelaksanaan dari altcrnatif pemccahan yang dipilih untuk mencapai sasman yang sesuai dengan yang direncanakan. 4) Mendapatkan balikan Guru. Kegiatan kilas balik dapat dilaksanakan dengan mengadakan pertemuan dengan para peserta didik. Setelah diketcmukan hal-hal yang berkaitan dcngan penYlmpangan tersebut guru kemudian melanjutkan usahanya yaitu menentukan alternatif-alternatif penanggulangan atau penyembuhan penyimpangan itu. Maksud pertemuan pedu dijeiaskan oleh guru sehingga peserta didik mengetahui serta menyadari bahwa pertemuan diusahakan dengan penuh ketulusan. . Sesudah terpilih alternatif pemecahan yang dianggap tepat. Memilih dalam arti menentukan alternatif mana yang paling tepat untuk menanggulangi penyimpangan peserta didik tersebut. 3) Menilai alternatif-alternatif pemecahan Guru.selanjutnya guru melaksanakan alternatif pemecahan itu. baik untuk peserta didik maupun sekolah. pada langkah ini adalah menilai dan memilih alternatif pemecahan masalah berdasar sejumlah alternatif yang telah tersusun. melakukan kegiatan kilas balik. pada langkah ini berusaha menganalisis penyimpangan peserta didik dan menyimpulkan latar belakang dan sumber-sumber dari pcnyimpangan itu.

pangkal kegiatan yang dapat berdimensi preventif dan kuratif. Rancangan dapat diartikan sebagai serangkaian kegiatan yang disusun secara sistematis berdasarkan pemikiran yang rasional untuk mencapai tujuan tertentu. Sehingga antara guru dan peserta didik diperoleh kesadaran untuk bersama-sama belajar saling memperbaiki dan saling mengingatkan. pedu disikapi pengendalian perilaku guru dalam pertemuan tcrsebut. Selain itu. merupakan dasar yang kuat untuk menyusun rancangan prosedur manajemen kelas. Rancangan Prosedur Manajemen Kelas Pemilikan pengetahuan dan keakraban seorang guru terhadap masalah manajemen kelas baik dimensi preventif maupun dimensi kuratif serta menguasai prosedur masingmasing. Informasi yang diperoleh dari balikan ini merupakan bahan yang sangat berguna untuk menilai program. Tunjukkan kepada para pcscrta didik bahwa guru bukanlah orang sempurna atau tidak bebas dari kekurangan dan kelemahan. yang semuanya itu untuk kepentingan bersama. sehingga perencanaan prosedur manajemen kelas ke arah dimensi preventif dan kuratif itu. . kesemuanya bermuara atau menuju pada tujuan yang diharapkan. Manajemen kelas merupakan.tersebut para peserta didik akan mengikuti pertemuan itu dengan baik. Scbab sudah barang tentu. Dalam kaitan dengan tugas guru menyusun rancangan prosedur manajemen kelas berarti guru menentukan serangkaian kegiatan tentang langkah-langkah manajemen kelas yang disusun secara sistematis berdasarkan pemikiran yang rasional untuk tujuan menciptakan kondisi lingkungan yang optimal bagi berlangsungnya kegiatan belajar siswa . di dalam menyusun rancangan prosedur manajemen kelas baik manajemen dimensi preventif maupun dimensi kuratif. 2. dan akhirnya merupakan dasar melakukan perbaikan program. Tujuan itu adalah terciptanya kondisi serta mempertahankan kondisi optimal yang mendukung terlaksananya proses belajar mengajar.

dan bagaimana harus berbuatlbertindak dalam memanajemen kelas. Maksudnya adalah bahwa setiap peserta didik. tujuan. Pemahaman pengertian tersebut akan sangat bermanfaat pada tahap pembuatan rancangan prosedur manajemen kelas karena di samping memberikan kejelasan. karena tanpa memahami pendekatan ini menyebabkan kurang difahami hakikat tingkah laku peserta didik yang menyimpang yang in gin ditanggulangi. juga tentang konsep-konsep pendekatan manajemen kelas akan merupakan landasan dalam rangka menyusun rancangan prosedur manajemen. Sebab. Pemahaman akan hal ini akan lebih jelas bila dilakukan dengan cara mengidentifikasi penyimpangan tersebut. prosedur manajemen kelas. Dengan pemahaman yang mendalam tentang peserta didik akan merupakan pedoman dalam manajemen kelas. kelas. Pemahaman akan hal-hal tersebut akan memberi arah kepada pemikiran apa. dengan pedoman tersebut akan diketahui jalan mengarahkan peserta didik yang melakukan penyimpangan di dalam kelas.pada setiap saat dan dengan lingkungan tertentu akan memperlihatkan sikap dan tingkah laku tertentu. manajemen kelas preventif dan kuratif. e. Pemahaman terhadap hakikat peserta didik yang sedang dihadapi. Pemahaman terhadap pendekatan-pendekatan yang dapat digunakan dalam manajemen kelas. mengapa. antara lain: a. Pemilikan pengetahuan dan keterampilan dalam membuat rancangan prosedur . dan hakikat manajemen kelas. Pemahaman terhadap bentuk penyimpangan serta latar belakang tindakan penyimpangan yang dilakukan peserta didik. Pemahaman terhadap arti. d.Dari pembahasan bagian depan hingga sekarang kita telah memahami beberapa pengertian pokok seperti: manajemen kelas. Penyususnan rancangan prosedur manajemen kelas dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pemahaman terhC\dap pendekatan ini akan menambah kemampuan dalam menyesuaikan pendekatan tertentu dengan masalah penyimpangan yang dilakukan peserta didik. Oleh karena itu. dan terakhir adalah rancangan prosedur manajemen kelas. b. c. pendekatan manajemen kelas. Tingkah laku penyimpang dengan latar belakang tertentu akan membutuhkan pendekatan tertentu pula. Penyusunan rancangan prosedur manajemen kelas tanpa dilandasi pendekatan pengelolaan kelas akan mengalami banyak kelemahan. uraian tentang pendekatan manajemen kelas sangat membantu pada tahap pembuatan rancangan prosedur manajemen kelas.

Memahami hakikat konsep dan tujuan manajemen kelas. monitoring pelaksanaan. penilaian dan pelaksanaan salah satu alternatif pemecahan. yang kesemuanya itu mengarah kepada pcncapaian tujuan. Setelah rancangan prosedur manajemen kelas disusun. Menentukan masalahnya: individual atau kelompok. hal yang penting yang harus mendapat pcrhatian adakah proses pelaksanaan rancangan tersebut. a. lalu memperhatikan kenyataan penyimpangan tingkah laku yang ada. ataukah kuratif individual!kelompok. d. Uraian di atas dapat digambarkan dalam diagram sebagai berikut: Akhirnya berdasarkan kedua diagram diatas. identifikasi dari masalah yang timbul dalam manajemen kelas analisis masalah penilaian alternatif-alternatif pemecahan. Menyusun rancangan prosedur manajemen kelas: preventif individual! kelompok. b. balikan hasil pelaksanaan alternatif pemecahan masalah. c. tingkah laku. e. maka sikap. Menentukan masalahnya: preventif atau kuratif.manajemen kelas. Dalam kaitan ini betapa penting dan besarnya peranan dan pengaruh guru. kepribadian serta kemampuan berinteraksi guru merupakan aspek yang tidak dapat diremehkan. e. Di samping kemampuan dan keterampilan guru dalam melaksanakan rancangan tcrsebut. LangkahIangkah yang dimaksud adalah: a. Hal ini mengisyaratkan bahwa dalam rancangan tersebut perlu ada penjabaran lebih lanjut terhadap langkah-Iangkah kegiatan yang telah ditetapkan. . Kelima faktor yang dikemukakan diatas merupakan hal-hal yang patut dipertimbangkan dalam pembuatan rancangan prosedur manajemen kelas. dapat dijelaskan bahwa proses manajemen kelas dimulai dengan langkah-Iangkah berikut. Memperhatikan dua diagram di atas belum nampak langkah-Iangkah apa yang akan dikerjakan yang dimuat dalam rancangan itu. d. c. Mempertimbangkan hakikat anak yang memiliki tingkat pertumbuhan dan perkembangan sendiri. b.

Melaksanakan monitoring untuk mengetahui sejauh mana hasil pemecahan masalah itu dilaksanakan dan ditaati atau telah terjadi perkembangan bam. h. Jelaskan jenis-jenis tersebut ? . 3. 7. dan guru yang telah berpengalaman sekalipun ? 1. Pertanyaan -pertanyaan Je1askan. 1. guru muda. Menjabarkan langkah-langkah kegiatan rancangan prosedur manajemen kelas. manajemen kelas dibedakan atas dua jenis manajemen kelas. mengapa tindakan manajemen merupakan terapi yang tepat dalam manajemen kelas ? Mengapa persetujuan bersama an tara guru dan peserta didik terhadap pelaksaan suatu pertemuan mempunyai makna psikologis ? Kemukakan lasan-alasannya. Je1askan apa yang dimaksud dengan rancangan prosedur manajemen kelas ? Dilihat dari sifatnya.f. Mendapatkan balikan. Jelaskan. yang meliputi: 1) Pengindentifikasian masalah 2) Penganalisaan masalah 3) Penilaian alternatif pemecahan yang akan digunakan 4) Pelaksanaan monitering 5) Pengumpulan balikan g. Melaksanakan rancangan yang telah disusun. 2. 4. dimana fungsi dan peranan guru sangat menentukan. baik bagi calon guru. mengapa guru merupakan unsur dominan dalam penciptaan sistem lingkungan yang menunjang proses pembelajaran ? Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis tindakan manajemen kelas ? Je1askan. yaitu tahap pelaksaan yang telah tiba pada penggunaan hasil monitoring untuk menentukan langkah-Iangkah selanjutnya. pada suatu pertemuan guru-siswa dalam membicarakan penyimpangan para peserta didiknya ? 6. a1asan-a1asannya mengapa manajemen kelas merupakan hal yang menarik perhatian. 5. mengapa seorang guru tidak boleh langsung menunjukkan kesalahan peserta didik.

tindakan-tindakan apa yang dilakukan guru terhadap tingkah laku menyimpang dari para siswa yang telah terlanjur terjadi pada saat pembelajaran berlangsung (tindakan kuratif) 3. 1983. Inc. Catat pula. Endang dan T. Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi. Paul D & Don Kauchak.8. Daftar Pustaka Depdikbud. New York: Harper & Row Publisher Inc.Kegiatan yang Anda lakukan adalah: 1. Catat. 5. M. Raka Joni. Pengelolaan Kelas. New York: McMillan College Publishing Company. Dosen pengampu menyampaikan komentar terhadap Iaporan kelompok termasuk subtansi isi tindakan preventif dan kuratif yang terjadi di sekolah berdasar laporan kelompok tersebut. Allan C. 9. 1994. 4. tindakan-tindakan apa yang dilakukan guru terhadap kondisi yang diharapkan optimal terjadi (tindakan preventif). Ornstein. . 1990. 2. Education Psychologi Classroom Connections. Je1askan apa yang menjadi tujuan dari pada penyususnan sebuah rancangan prosedur manajemen kelas . Eggen. Strategies for Effective Teaching. Dengan panduan dosen pengampu mata kuliah Manajemen Kelas. Pada akhir diskusi. Analisis didiskusikan semua laporan kelompok tersebut. Pengelolaan Kelas.) Jelaskan faktor-faktor yang sangat mempengaruhi dalam pembuatan prosedur manajemen kelas ? Tugas Secara berkelompok (4-5) orang anda berkunjung ke sebuah Sekolah Dasar. Jakarta: Proyek Pengembangan Pendidikan Tenaga Kependidikan Depdikbud Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. laporkan hasiI pengamatan kelompok di kelas. 1983.

kondisi sosio-emosional. dan prinsip-prinsip mengajar yang dapat mendukung terciptanya kondisi belajar optimal tersebut bagi terciptanya proses belajar. Bab ini secara berturut-turut akan membahas berbagai macam kondisi (kondisi fisik. dan rutinitas. Menurut Tyler proses pembelajaran terjadi melalui pengalaman yang diperoleh siswa dari lingkungan tempat siswa berada. Sistem pendidikan Spartan misalnya. fasilitas fisik. sekolah dan kelas perIu dikelola secara baik pula. Oleh karena itu. Tugas manajemen kelas adalah menyiapkan kondisi kelas dan sekolah agar tercipta kenyamanan dan suasana belajar yang efektif. Dalam penciptaan iklim belajar yang menunjang guru dihadapkan kepada beberapa faktor yang dapat menjadi kendala atau pendukung terciptanya kondisi optimal bagi terjadinya proses belajar. Para pendidik besar seperti Comenius. Sebagai bekal dalam menciptakan iklim belajar yang menunjang. guru harus memahami faktor-faktor yang dapat mempengaruhi belajar. Olch karena itu. salah satu faktor penting dalam pembelajaran adalah kondisi atau suasana belajar. menyiapkan kehidupan anak-anak dengan mengirimnya ke hutan dengan tujuan agar anak belajar mempertahankan dirinya Demikian juga yang dilakukan oleh Mende dan Temme dari Sierra Leone menjalankan sekolahnya di udara terbuka di hutan. John Dewey. kondisi organisasional) dan faktor-faktor (faktor intern.BAB IV PENGATURAN KONDISI DAN PENCIPTAAN IKLIM BELAJAR YANG MENUNJANG Latar Belakang Telah disadari banwa kondisi atau suasana berpengaruh terhadap pembelajaran. dan Tyler menggaris bawahi pentingnya kondisi atau lingkungan terhadap pendidikan anak. faktor ekstern) yang mempengaruhi penciptaan iklim belajar yang . Manajemen kelas tidakhanya berupa pengaturan belajar.

Menjelaskan alasan bahwa kondisi fisik tempat belajar berpengaruh terhadap hasil belajar. Membuat denah kemungkinan-kemungkinan pengaturan tempat duduk Slswa. Menjelaskan alas an bahwa kegiatan rutin walaupun sudah merupakafl kegiatan yang senng dilaksanakan perlu diatur dan dikomunikasikan kepada semua pihak. Menjelaskan enam prinsip mengajar yang efektif. Guru harus dapat menciptakan lingkungan kelas yang membantu perkembangan . 1. Menjelaskan maksud dan alasan bahwa raport itu penting bagi terciptanya iklim belajar yang optimal. Kondisi dan Situasi Belajar-Mengajar a. j. i. Menjelaskan faktor-faktor intern dan ekstern yang mempengaruhi belajar. h. g. Menjelaskan alasan bahwa kondisi sosio-emosional berpengaruh pada proses belajar. b. f. e. serta dapat mengemukakan kekuatan dan kelemahan masing-masing formasi tempat duduk tersebut. Anda diharapkan dapat : a.menunjang. Menjelaskan makna mengajar menurut Alwin W. Lingkungan fisik yang menguntungkan dan memenuhi syarat akan mendukung meningkatnya intensitas pembelajaran siswa dan mempunyal pengaruh positif terhadap pencapaian tujuan pengajaran. Kesemuanya itu perlu difahami oleh para guru agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. serta cara mengajar yang efektif. d. Menunjukkan sikap dan suasana guru yang mendukung suasana belajar yang optimal. c. Tujuan Setelah mempelajari bab ini. Howard. Mengemukakan kemungkinan tipe kepemimpinan guru dalam mewarnai suasana kondisi sosio-emosional. Kondisi Fisik Lingkungan fisik tempat belajar mempunyai pengaruh penting terhadap hasil pembelajaran.

Jika ruangan tersebut mempergunakan hiasan. guru dapat memberikan kontribusi iklim kelas yang sehat. Ruang Kelas Ruang kelas harus diusahakan memenuhi syarat berikut: a) b) c) d) e) Ukuran ruang kelas 8m x 7m Dapat memeberikan keleluasaan gerak. dan perilakuperilaku yang sebaiknya dilaksanakan. . Kondisi dan lingkungan yang perlu menjadi perhatian dan kepedulian dalam menunjang terciptanya pembelajaran seperti berikut ini. gambar tokoh sejarah. anjurananjuran. komunikasi pandangan dan pendengaran Cukup cahaya dan sirkulasi udara Pengaturan perabot agar memungkinkan guru dan siswa dapat bergerak leluasa Daun jendela tidak mengganggu lalu lintas Ruang laboratorium Sekolah dasar yang memiliki ruang laboratorium. sehingga tidak saling mengganggu satu sarna lainnya pada saat terjadi aktivitas pembelajaran. Besarnya ruangan kelas sangat tergantung pacta berbagai hal antara lain : (1) jenis kegiatan (kegiatan pertemuan tatap muka klasikal dalam kelas atau bekerja di ruang praktikum). Misalnya pernyataan-pernyataan yang baik. tidak berdesak-desakkan. pakailah hiasan-hiasan yang mempunyai nilai pendidikan yang dapat secara tidak langsung memberi daya terapi bagi anak-anak pelanggar disiplin. Ruang belajar yang merupakan temp at siswa dan guru melaksanakan kegiatan belajar-mengajar meliputi ruang kelas. ruang laboratorium. agar berfungsi sebagai tempat praktik. 1996:45). Kondisi dan lingkungan hendaknya menjadi perhatian dan kepedulian guru agar siswa dapat belajar secara optimal. peraturan yang berlaku. dan ruang auditorium (Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen. (2) jumlah siswa yang melakukan kegiatan (kegiatan bersama secara kiasikal at au kegiatan dalam kelompok kecil). 1) Ruangan tempat berlangsungnya pembelajaran Ruangan tempat belajar harus memungkinkan para peserta didik dapat bergerak leluasa. Melalui teknik motivasi yang akurat.pendidikan peserta didik.

clan berfungsi juga sebagai tcmpat diskusi. a.maka ruang tersebut harus ditata dengan syaratsyarat sebagai berikut: a) b) c) d) e) hari f) g) Lantai tidak licin dan dinding sebaiknya berwarna putih Bahan yang mcmbahayakan hams disimpan pada tempal yang aman. Beberapa kemungkinan pehgaturan tempat duduk seperti di bawah ini. mudah dimanfaatkan Fasilitas air dan penerangan cukup tersedia Air limbah dari saluran ruang laboralorium lidak mencemafl lingkungan sekitarnya Tersedia lemari penyimpanan untuk bahan dan alat yang tidak digunakan schari- Ruang aula/serbaguna Bagi sckolah yang memiliki ruang aula. sedangkan siswa yang pendek dud uk di depan. agar bcrfungsi sebagai tempat pcmbelajaran. Pada situasi . Pengaturan tempat duduk akan mempengaruhi kelancaran pengaturan proses pembelajaran. Pengaturan tempat duduk Dalam mengatur tempat duduk yang penting adalah memungkinkan terjadinya tatap muka. guru sekaligus dapat mengontrol tingkah laku peserta didik. Dengan posisi seperti itu. Pada umumnya tempat duduk siswa diatur menurut tinggi pendeknya siswa. Siswa yang tinggi duduk di belakang. Tata letak perabot mudah diatur sesuai dengan keperluan pada setiap saat Diatur sedemikian rupa sehingga mudah bergerak dan. maka ruang tersebut harus diatur dengan baik dan dilengkapi dengan peralatan sebagai berikut: a) b) c) d) e) f) g) Panggung pertunjukkan Ruang pakaian pria/wanita secara terpisah Kamar mandi/WC pria/wanita secara terpisah Lantai harus datar dan tidak licin Dinding ruang aula dilapisi oleh lapisan peredam suara supaya suara tidak bergema Bak pasir Matras 2. Pola berderet atau berbaris-berjajar Pengaturan tempat duduk seperti ini adalah pengaturan tempat duduk paling populer.

Tipe pengaturan tempat duduk seperti tampaknya sangat cocok untuk pengajaran formal. sebagai akibat dari pengaturan temp at duduk seperti ini. tidak ada kegiatan kelornpok kerja yang dapat dilakukan. Pola susunan berkelornpok Pola ini rnengatur tempat duduk siswa secara berkelompok. Kepernirnpinan dan kerja sarna rnerupakan dua unsur yang penting dari hubungan kelas. Hal yang perlu diperhatikan dalam pola pengaturan tempat duduk berkelompok adalah bahwa setiap kelompok harus ada seorang pemimpinnya. terdapat kelernahan-kelernahan dari pengaturan tempat . Posisi guru dalam pengaturan tempat seperti terpisah dari ke1ompok. b. Guru hanya memberi bimbingan kepada siswa. siswa tersebut didudukkan di deretan paling depan tanpa menghiraukan tinggi badannya. Posisi guru rnernbuat dirinya rnempunyai otoritas rnutlak dan rnemberikan pengaruh langsung yang besar kepada siswa. Pola ini rnernudahkan siswa untuk bekerja sarna dan saling rnenolong satu sarna lain sebagai ternan sebaya. Namun dernikian. Akhirnya siswa menjadi terlalu tergantung. Dalam situasi ini otoritas guru berperan dalam posisi terdesentralisasi. Sehingga setiap siswa memperoleh kesempatan untuk memimpin.duduk seperti ini yaitu rnengurangi keleluasaan belajar siswa. c. maka susunan pengaturan tempat duduk berkelompok ini akan lebih tepat. namun . Bila tujuan pernbelajaran atau guru rnenghendaki para siswa mengerjakan secara berke1ompok atau memecahkan masalah secara bersama-sama. jika ada siswa yang tidak dapat melihat jarak jauh atau pendengarannya kurang. dan komunikasi antar siswa rnenjadi terbatas. Pola formasi tapal kuda Pola ini menempatkan posisi guru berada ditengah-tengah para siswanya. Pola semacam ini dapat dipakai jika pelajaran banyak memerlukan diskusi antar siswa atau dengan guru. Sernua siswa duduk dalarn deretan lurus dengan siswa yang tertinggi duduk di belakang yang pendek duduk di depan. Ternpat duduk seperti ini juga rnemudahkan siswa at au guru bergerak dari deretan satu ke deretan yang lain. Cara ini mernungkinkan siswa dapat berkornunikasi dengan rnudah satu sarna lain dan dapat berpindah dari satu kelornpok ke kelornpok lainnya secara bebas.tertentu misalnya. atau jika banyak yang berbuat gaduh. Namun sebaiknya pemimpin kelompok diatur secara bergiliran.

cukup terang akan tetapi tidak menyilaukan. yang penting adalah guru dapat melihat apa yang terjadi. ventilasi harus cukup menjarnin kesehatan siswa. Cahaya harus datang dari sebelah kiri. otoritas guru sarna sekali tidak terpusat dan kepernirnpinan formal tidak berperan sarna sekali. kegiatan atau alat itu dapat diletakkan ditenggah-tengah sehingga mudah dilihat dan dikomentari oleh semua siswa. tanpa banyak membuang waktu pengaturan seperti ini dapat diubah menjadi pola berkelompok atau formasi kelompok keci!. 3. sehingga semua siswa dalam kelas dapat menghirup udara segar yang cukup mengandung 02. Oleh karena itu. Demikian pula. Siswa harus dapat melihat tulisan dengan jelas. . d. Berbeda dengan pola tapaf kuda. ventilasi dan penerangan (kendati pun guru sulit rnengaturnya kerena sudah tersedia) adalah aset penting untuk terciptanya suasana belajar yang nyarnan. Pola lingkaran atau persegi Pola pengaturan tempat duduk lingkaran atau persegi baik juga untuk mengajar yang disajikan dengan metode diskusi. lendela harus cukup besar sehingga mernungkinkan cahaya matahari mas uk. ada siswa yang harus belajar di ruang baca. Kemungkinan dari pola-pola pengaturan tempat duduk tersebut di atas ada pola lain yang tidak membatasi ruang gerak baik secara individual rnaupun secara kelornpok. di perpustakaan. pada papan bulletin. dimana saja dapat belajar denganbaik. Hal ini dapat terjadi rnisalnya. atau di ruang praktikum.tetap kelompok dalam pengawasan guru. Ventilasi dan pengaturan cahaya Suhu. Pengaturan formasi tapal kuda memberi kemudahan kepada para siswa untuk saling berkomunikasi dan berkonsultasi. apa yang dilakukan para siswa diberbagai lokasi tempat mereka berada. Dengan demikian perlu ada tempat-tempat khusus. baik tulisan di papan tulis. Seandainya ada suatu kegiatan atau alat yang harus ditunjukkan atau diperagakan. dimana siswa dengan siapa saja. Bila ada yang harus direkarn atau dicatat rnaka bentuk ini adalah sangat tepat. Hakikatnya dalarn pola lingkaran at au persegi biasanya tidak ada pernirnpin kelornpok. begitu juga sebaliknya. maupun pada buku bacaan. Dalam hal ini. Kapur tulis yang dipergunakan sebaiknya kapur yang bebas dari abu dan selalu bersih. udara sehat dengan ventilasi yang baik.

Pengaturan penyimpanan barang-barang Barang-barang hendaknya disimpan pada tempat khusus yang mudah dicapai kalau segera diperlukan dan akan dipergunakan bagi kepentingan kegiatan belajar. menyiapkan kapur tulis. pedoman kurikulum. P3K. dan sebagainya. Guru hams membagi dan membuat tanggung jawab pengaturan kondisi fisik itu menjadi miliki siswa di kelas tersebut. pengamanan terhadap barang yang mudah meledak atau terbakar. dan sebagainya. Kebiasaan meninggalkan mangan kelas yang kotor adalah hal yang tidak baik. dan sebagainya. Oleh karena itu. Tipe kepemimpinan Peranan guru. Ruangan kelas. kartu pribadi. pengaturan tempat duduk. Tentu saja masalah pemeliharaan barang-barang tcrscbut sangat penting dan secara periodek harus dicek dan reeek. dan sebagainya. Cara pengambilan barang dari temp at khusus. kursi. b. Berkaitan dengan kondisi fisik. 1. Kondisi Sosio-Emosional Kondisi sosio-emosional akan mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap proses belajar mengajar. dan pengaturan penyimpanan peralatan dapat diperhatikan gambar-gambar berikut ini. hendaknya ditempatkan sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu gerak kegiatan siswa. Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah pengamanan barang-barang tcrsebut dari pencurian. hendaklah diatur sedemikian rupa sehingga barang-barang tcrsebut segera dapat dipergunakan. penyimpanan. tempat untuk menyimpan peralatan hams selalu rapih dan bersih. papan tulis. dan sebagainya. seperti alat pemadam kebakaran. kegairahan siswa dan efektivitas tercapainya tujuan pengajaran. Kondisi sosio-emosional tersebut meliputi hal-hal berikut ini. Hal lain yang perlu diperhatikan juga dalam penciptaan lingkungan adalah kebersihan dan kerapihan. meja. dan tidak hanya milik guru. guru seyogianya membuat peraturan yang mengatur kelompok kerja yang membersihkan mangan. Barangbarang yang karena nilai praktisnya tinggi dan dapat disimpan diruang kelas seperti buku pelajaran. mengganti taplak meja.4. Siswa harus turut aktif dalam membuat keputusan mengenai tata mang. tipe kepemimpinan guru atau administrator akan mewarnai suasana . rak buku. dari yang sederhana sampai kepada yang ideal yang meliputi pengaturan ruang tempat berlangsungnya pembelajaran. dekorasi. Alat pengaman harus selalu terscdia.

Sikap ini dapat membantu menciptakan iklim yang menguntungkan bagi terciptanya kondisi belajar mengajar optimal. Guru sebagai model adalah guru yang tidak menuntut banyak disiplin kaku melainkan sebagai model. pengembang. melainkan menginginkan siswa menemukan ide atau gagasan baru pada akhir pembelajaran. Kedua sikap siswa yaitu apatis dan agresif ini dapat merupakan sumber problema manajemen. penuh kemauan. Tipe kepemimpinan yang lebih berat pada otoriter akan menghasilkan sikap siswa yang submissive atau apatis. baik yang sifatnya individual maupun kelompok kelas sebagai keseluruhan. Ia tidak membiarkan dan mengijinkan siswa bolos . dan fasilitator (Centra. Aktivitas proses belajar mengajar sangat tergantung pada guru dan menuntut sangat banyak perhatian dari guru. Guru sebagai pengembang adalah guru yang akhli dalam melaksanakan tugas dengan format yang benar dan tepat. Kalau ada guru. Akan tetapi kelompok siswa semacam ini biasanya tidak cukup banyak. ia mengharapkan dengan pemodelan yang ditampilkan dapat memberi pengalaman dan keantusiasan belajar siswa. Dalam kepemimpinan tipe ini malahan biasanya aktivitas siswa lebih produktif kalau gurunya tidak ada. Dengan tipe kepemimpinan yang otoriter siswa hanya akan aktif kalau ada guru dan kalau guru tidak mengawasi maka semua aktivitas. pembimbing. menjadi menurun. berinisiatif dan tidak selalu m. perencana. Tipe kepemimpinan guru yang lebih menekankan kepada sikap dcmokratis lebih memungkinkan terbinanya sikap persahabatan guru dan siswa dengan dasar saling memahami dan saling mempercayai. Dalam kondisi semacam ini biasanya problema manajemen kelas bisa diperkecil sesedikit mungkin. 1990). Siswa akan belajar secara produktif baik pada saat diawasi guru maupun tanpa diawasi guru. guru harus menempatkan diri sebagai: model.enunggu pengarahan. Dalam upaya menciptakan dan memelihara kondisi belajar ·yang optimal. siswa 1ebih banyak melakukan kegiatan yang sifatnya ingin diperhatikan. Tetapi di pihak lain juga akan menumbuhkan sikap yang agresif. Tipe kepemimpinan yang cenderung pada laizer-faire biasanya tidak produktif walaupun ada pemimpin. Tipe ini biasanya lebih cocok bagi siswa yang "innerdirected" dimana siswa tersebut aktif.emosional di dalam kelas. ia tidak menekankan kepada daya ingat terhadap apa yang dikatakan.

Ia mengharapkan ada interaksi belajar antara diri dan siswanya. Guru sebagai perencana adalah guru yang akhli dalam bidangnya. Ia banyak mendengar dan bertanya kepada Siswa. Ia menginginkan siswa dapat belajar dan mencapai tujuan sesual harapannya. Ia memiliki pengetahuan dan wawasan luas. Guru sebagai fasilitator adalah guru yang menyadari bahwa pekerjaannya merespon tujuan para siswa sekalipun tujuan itu bervariasi. Ia suka mawas diri pada saat mengajar. yang mengembangkan suasana saling percaya dan keterbukaan. yang mengatur kelas sebagai tata ruang belajar. Guru sebagai pembimbing adalah guru yang salingmembelajarkan an tara dirinya dengan sesama dan siswanya. . Ia suka mengadakan penilaian terhadap segala bidang yang dikerjakan para siswa.atau mal as tanpa alasan yang sah. Ia mengajar dalam sistem sosial yang dinamis. Ia kurang menyenangi apabila ada siswa yang mendapat kesulitan belajar. Ia menganggap bahwa para siswa belajar kepadanya karena ingin mempelajari sebanyak mungkin apa yang diketahui guru. Ia mengajar karena mengetahui adanya perkembangan pribadi masing-masing individu.

Gambar 20 : Guru sebagai model    pemberi keseimbangan pemberi pengalaman pemberi gagasan baru dari pemodelan .

Gambar 21 : Guru sebagai pengembang * bekerja sesuai format yang tepat dan benar * tidak senang me!ihat siswa bolos atau malas * pengembang segaia bidang .

Gambar 22 Guru sebagai percncana  ahli dalam bidangnya  mengatur tata ruang sebagai temp at belajar yang menyenangkan  mengharap siswa dapat belajar banyak dari padanya 4) .

Gamhar 23 Guru scbagai pembimbing  Yang saling mcmbclajarkan  Yang mcngajar dalam sistem sosial yang dinamis  Yang mcngembangkan Sllasana sal ing pcrcaya dan terbuka  Yang mengetahui perkembangan individu .

6) 5) 7) Gambar 24 Guru sebagai fasilitator Gambar 24 : Guru sebagai fasilitator • • • yang merespon Slswa yang suka mendengar dan bcrtanya kepada Slswa yang menginginkan siswa belajar mencapai tujuan sesuai harapan Slswa .

sehingga ia insyaf akan kesalahannya. Gambar 25 Sikap guru yang hangat dan mau mendengar harapan siswa adalah sangat bijaksana .2) Sikap guru Sikap guru dalam menghadapi siswa yang melanggar peraturan sekolah hendaknya tetap sabar. Ciptakan satu kondisi yang menyebabkan siswa sadar akan kesalahannya sehingga ada dorongan untuk memperbaiki kesalahannya . dan tetap bersahabat dengan suatu keyakinan bahwa tingkah laku siswa akan dapat diperbaiki. bencilah tingkah lakunya siswa dan bukan membenci siswanya itu sendiri. Terimalah siswa dengan hangar. Berlakulah adil daJam bertindak. Kalaupun guru terpaksa membenci.

8) Pemhinaan hubungan baik Pcmhinaan hubungan haik (report) antara guru dan siswa dalam masalah manajcmcn kclas aclalah hal yang sangat penting. Dengan terciptanya huhungan baik guru-siswa. bersikap optimistik. melakukan percobaan sendiri. . Suara yang relatif rendah tetapi cukup jelas dengan volume suara yang penuh dan kedengarannya rileks akan mendorong siswa untuk memperhatikan pelajaran. dan sebagainya. Keadaan seperti itu. turut mempunyal pengaruh dalam belajar. diharapkan siswa senantiasa gembira. walaupun bukan faktor yang besar. penuh gairah clan semangat. realistik dalam kegiatan belajar yang sedang dilakukannya serta terbuka terhadap hal-hal yang ada pada dirinya. Tekanan suara hendaknya bervariasi sehingga tidak membosankan siswa yang mendengarnya. Suara yang melengking tinggi atau senantiasa tinggi at au demikian rendah sehingga tidak terdengar oleh siswa secara jelas dari jarak yang agak jauh akan mengakibatkan suasana gaduh. Hal yang penting dari itu semuanya adalah proses pembelajaran akan semakin terarah.3) Suara guru Suara guru. Mereka akan lebih berani mcngajukan pertanyaan. juga akan membosankan sehingga pelajaran cenderung tidak diperhatikan.

9) Gambar 26 : Sikap guru – siswa yang menjalin persahabatan .

Gambar 27 : Sikap/ hubungan guru yang mengembangkan persahabatan dengan siswa dari guru kelas lain c. Kemudian guru piket mengaIl1bil inisiatif untuk mengatasi . Misalnya. 2) Guru berhalangan hadir Jika suatu saat seorang guru berhalangan hadir oleh satu atau lain sebab. kesenian. Di samping itu mereka akan terbiasa bertingkah laku secara teratur pcnuh disiplin pada scmua kegiatan yang bersifat rutin itu. ada tenggang waktu bagi siswa untuk berpindah ruang. menggambar. akan menyebabkan tertanamnya pada diri setiap siswa kebiasaan yang baik. Kegiatan ini dipimpin oleh petugas piket dengan pengawasan guru. Tetapi untuk pelajaran-pelajaran tcrtcntu. dan sejenisnya. Kegiatan rutinitas tcrsebut antara lain: l) Pergantian pelajaran Untuk beberapa pelajaran mungkin ada baiknya siswa tetap berada dalam satu ruangan dan guru yang datang ke ruangan tersebut. siswa diharuskan pindah ruangan. ketua siswa diwajibkan lapor kepada guru piket. Hal rutin semacam ini hendaknya diatur secara tertib. Misalnya siswa disuruh tetap berada dalam kelas dengan tenang untuk menunggu guru pengganti selama waktu tertentu. Perpindahan siswa dari satu ruang ke ruang lain dipimpin oleh ketua siswa. Kondisi . Ruanganruangan diberi tanda dengan jelas. I)Jaka siswa hams sudah tahu cara mengatasinya. Dengan kegiatan rutin yang telah diatur secara jelas dan telah dikomunikasikan kepada semua siswa secara terbuka sehingga jelas pula bagi mereka. olahraga. Siswa berkewajiban membereskan ruangan dan alat perlengkapan yang telah dipakai setelah pelajaran usai. Bila setelah waktu yang ditentukan guru pengganti juga belumdatang. Organisasional Kegiatan rutin yang secara organisasional dilakukan baik tingkat kelas maupun pada tingkat sekolah akan dapat mencegah masalah manajemen kelas. seperti bekerja di laboratorium.

kunjungan ke sekolah lain. pengumuman sekolah. pentas seni. b) Prosedur penyampaian informasi dari sekolah kepada guru dan siswa. 5) Kegiatan lain Kegiatan lain yang merupakan kegiatan rutin kelas atau sekolah an tara lain adalah: a) Menanyakan keschatan dan kehadiran siswa. Mungkin juga Kepala Sekolah yang bertugas mengisi kekosongan itu sebelum guru kelas tersebut hadir. ketua siswa bersama wali kelas atau juga mungkin OSIS dapat menghadap pimpinan sekolah untuk mendapatkan petunjukkebijakan untuk mengatasi masalah tersebut. prosedur tersebut yang sama dapat ditempuh. Di bawah ini akan dikemukakan contoh atur acara upacara bendera yang sering dilakukan di sekolah dasar. Hila pemecahannya belum tuntas diselesaikan. ketua siswa dapat melapor kepada wali kelas untuk bersamasama memecahkan dan mengatasi masalah tersebut.kekosongan guru tersebut. 3) Masalah antar Slswa Jika terjadi masalah antar siswa yang tidak dapat diselesaikan antar mereka. dan siapa yang harus menjadi pembina upacara yang sekaligus memberi nasi hat atau pengarahan pada upacara tersebut. pakaian yang harus dikenakan. Demikian pula kalau ada usul kegiatan dari siswa. 4} Upacara bendera Jadwal dan pengaturan upacara bendera harus sudah ditentukan. Pengaturan itu meliputi giliran yang bertugas baik dari pihak guru maupun dari pihak siswa. misalnya kamping. atur aeara upacara. . Sehingga semua sivitas tahu persis jadwal upacara.

pekan seni dan olah raga. Tempat baca Tempat baca yang dapat dimanfaatkan oleh para siswa pada waktu istirahat atau pada waktu luang. e) Kegiatan yang bersifat rekreasi dan sosial seperti pesta sekolah. Ruang bimbingan siswa Ruang khusus. 3. Ke dalam kondisi administrasi teknik ini termasuk: 1. 2. hari libur. Daftar presensi Daftar presensi siswa dan guru hendaknya dikelola sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu kegiatan belajar yang sedang berlangsung. tidak kaku dan harus cukup fleksibel tertuang dalam jadwal kegiatan sekolah d. Begitu juga tempat bermain dan alat bermain yang mengandung nilai edukatif akan sangat membantu mengatasi masalah manajemen kelas. Kegiatan itu semua harus sudah diatur secara jelas. Kondisi Administrasi Teknik Kondisi administrasi teknik akan turut mempengaruhi manaJemen pembelajaran. Tempat sampah Tempat sampah hendaknya tersedia pada temp at khusus sehingga siswa didorong untuk . Hendaknya diadakan pengecekan secara periodik terhadap daftar presensi ini. hendaknya tersedia yang dapat digunakan untuk keperluan bimbingan siswa yang dilakukan oleh guru. 4. kematian anggota sivitas. ikut menanggulangi bencana alam. wali kelas atau guru pembimbing di sekolah.d) Pcnyampaian peraturan sekolah yang baru. hendaknya tersedia.

d) Sebagai alat bantu bagi siswa itu sendiri dalam memahami dirinya sendiri. INGAT . dan menggunakan tinta hitam. Untuk mengisi catatan pribadi siswa guru dapat mempergunakan sumber dengan observasi langsung dad anak. hendaknya juga tersedia petunjuk-petunjuk tentang penggunaan perpustakaan. baik dalam rangka pencegahan maupun dalam rangka mengatasi tingkah laku yang sudah terlanjur. bersih. kecepatan membaca. 5.Contoh format catatan pribadi siswa dapat disimak pada lampiran. menarik. bertanya kepada orang tua. Selain itu catatan pribadi dapat berfungsi: a) Secara umum sebagai alat ccking terhadap efektivitas program sekolah baik bagi siswa secara individual maupun bagi siswa secara keseluruhan.membiasakan diri hidup teratur. catatan akademis seperti hasil tes bakat. WC sekolah. Bentuk catatan pribadi siswa hendaknya baik. sikap sosial. catatan anekdotal dan sebagainya. teman-temannya. Dengan catatan pribadi siswa. c) Sebagai alat bantu bagi orang tua men genal putra-putrinya secara lebih baik. dan sebagainya. b) Sebagai suatu sarana untuk memahamisiswa dengan latar belakang kehidupannya secara lebih baik. dan alat-alat pengaman yang tersedia. Selain itu di sekolah. Isi catatan pribadi siswa dapat meliputi kehadiran. guru akan mengenal siswa secara lebih lengkap termasuk latar belakang kehidupannya. Catatan pribadi siswa Catatan pribadi siswa mempunyai peranan penting dalam hubungannya dengan manajemen kelas. kesehatan fisik.

ventilasi. 2. yaitu faktor intern dan faktor ekstern. Peraturan dan pengaturan manajemen kelas boleh jadi meluas sehingga guru menghabiskan banyak waktu hanya kepada masalahmenajemen kelas dari pada mengembangkan substansi belajar 4.1. Kelas yang nyaman adalah jiwa dari kelas/sekolah 2. Kondisi dan fasilitas di sekolah dasar (gedung. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Belajar Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar banyak jenisnya. Faktor intern adalah faktor yang . Keterbatasan dan Masa1ah 1. meja. Manajemen kelas yang memadai akan memberi kebebasan kepada guru dan peserta didik melakukan aktivitas belajar ecara efisien 3. Manajemen kelas boleh jadi merupakan kegiatan yang rutin bersifat kemanusiaan dari suatu kurikulum sehingga identitas dari pribadi peserta didik akan hilang 3. ruang. Keteraturan dan pengaturan suasana kelas yang baik akan menumbuhkan kegairahan belajar peserta didik 4. perpustakaan) sulit dirubah dan terbatas. lemari. Banyak guru memandang bahwa manajemen ke1as ada1ah masa1ah kurang penting dalam perencanaan 2. kursi. tetapi dapat dikelompokkan menjadi dua golongan. Manajemen kelas yang memadai akan memberi kebebasan dan menunjang tumbuhnya aktivitas dan kreativitas pembelajaran.

Dalam situasi yang sarna. mudah pusing. 1. kurang bersemangat. kematangan.uh faktor yang tergolong ke dalam faktor psikologis yang mempengaruhi belajar. siswa yang mempunyai tingkat intelegensi yang tinggi akan lebih berhasil dari pada siswa yang mempunyai tingkat intelegensi yang rendah. bakat. Jika hal itu terjadi hendaknya siswa tersebut belajar pada lembaga pendidikan khusus atau diusahakan dengan memberi alat bantu agar dia dapat menghindari atau mengurangi kecacatannya. motif. 2. Faktor psikologis Sekurang-kurangnya ada tuj. Selain itu juga ia akan cepat lelah. Intelegensi Intelegensi besar pengaruhnya terhadap kemajuan belajar. dan ngantuk jika badannya lemah. perhatian. dan faktor kelelahan. faktor psikologis. scdangkan faktor ekstern adalah faktor yang ada di luar individu. a. Faktor intern Faktor ini meliputi faktor jasmaniah. Demikian juga apabila siswa cacat tubuh. belajarnya akan terganggu. kurang darah ataupun ada gangguan/kelainan fungsi alat inderanya serta tubuhnya. siswa yang mempunyai tingkat intelegensi yang tinggi belum tentu berhasil dalam belajarnya. dan kelelahan. minat. Faktor-faktor itu adalah: intelegensi. hal itu akan mempengaruhi belajar. Kendatipun begitu. Faktor jasmaniah Proses belajar seorang siswa akan terganggu jika kesehatan Slswa tersebut terganggu. Siswa yang cacat. Hal .ada dalam diri individu yang sedang belajar. a.

mengembangkan metode pembelajaran. bahan pelajaran harus diusahakan selalu menarik perhatian. Minat dapat ditumbuhkan dengan berbagai cara. c. Jika ada siswa kurang atau tidak berminat terhadap belajar perlu diusahakan cara membangkitkan minat tersebut. Caranya antara lain ialah dengan mengusahakan pelajaran itu sesuai dengan hobi at au bakatnya. Siswa yang memiliki tingkat intelegensi normal dapat berhasil dengan baik dalam belajarnya jika kondisi yang diciptakan mendukung terjadinya pembelajaran yang efisien dan efektif. Minat Minat besar pengaruhnya terhadap belajar anak.ini disebabkan belajar adalah suatu proses yang kompleks dengan banyak faktor yang mempengaruhinya. menjelaskan hal-hal yang manarik dan berguna bagi kehidupan siswa. siswa tidak dapat belajar dengan sebaik-baiknya. b) Perhatian Untuk menjamin hasil belajar yang baik siswa hams mempunyai perhatian yang penuh terhadap bahan yang dipelajarinya. mengemukakan manfaat bagi anak baik dengan pelajaran yang sedang dibicarakan maupun dengan bahan yang akan datang. dan mengkaitkan dengan hal-hal yang berhubungan dengan cita-cita siswa. berkualitas. Cara tersebut antara lain ialah dengan menvariasikan media pembelajaran. Agar tumbuh perhatian sehingga siswa dapat belajar dengan baik. aktual dan mengkaitkan bahan tersebut dengan pelajaran yang lalu. dan manfaat kelak dimasyarakat. Bila bahan pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa. .

Jika bahan pembelajaran yang dipelajari oleh siswa yang berbakat maka pelajaran itu akan cepat dikuasai. Dalam hal ini guru tidak bersusah payah menjelaskan berkali-kali. merencanakan dan melaksanakan kegiatan yang berhubungan serta menunjang belajar. yaitu dengan sering dan berulang kali menjelaskan bahan tersebut. f. e. maka guru dapat mengajak para siswa untuk berpikir dan memusatkan perhatian. sehingga hasil belajarnya pun akan lebih baik. Lain halnya terhadap siswa yang kurang berbakat. Kematangan Kematangan merupakan tingkat atau fase dalam pertumbuhan seseorang. Dengan mengetahui latar belakang at au motif siswa belajar. Hal ini antara lain ditunjukkan oleh anggota-anggota tubuhnya sudah siap untuk melaksanakan kecakapan baru.d. Kematangan belum berarti siswa dapat me1aksanakan kegiatan secara terus menerus.bangkan perlu diciptakan suatu kondisi yang memungkinkan kematangan tersebut dapat dimanfaatkan sebaikbaiknya. Agar kematangan yang ada pada diri siswa dapat dikerr. ada bagian yang runcmg dan ada bagian yang tumpul (bagian punggung golok). Motif Dalam proses belajar mengajar guru harus memperhatikan motif belajar siswa atau faktor-faktor yang mendorong belajar slswa. Kondisi atau cara itu antara . Siswa yang memiliki bakat ibarat bagian golok yang runcing. Dengan seringnya menjelaskan bahan akhirnya siswa tadi diharapkan dapat menguasaibahan yang diajarkan. Guru harus bersabar dan telaten melayani mereka. Bakat Peserta didik bagaikan sebuah golok.

d. b. pemberian tugas yang bertingkat dan berkesinambungan dari sederhana ke kompleks. 1. Oleh karena itu. c. Pembelajaran yang diikuti oleh para pcscrta didik yang memiliki kcsiapan tinggi akan terjadi proses pembelajaran yang optimal dan hasil belajarnya pun akan lebih baik. Misalnya. keadaan ekonomi keluarga. dan faktor masyarakat. Faktor keluarga Para siswa yang sedang belajar akan menerima pengaruh dari keluarga berupa: a. sikap dan pehatian orang tua . guru harus memberikan pengertian kepada para siswa untuk berusaha menghindari trjadinya kelelahan dalam belajarnya. mengusahakan variasi dalam belajar. g. Suasana rumah. olah raga secara teratur agar kondisi badan tetap segar. Faktor Ekstern Faktor ekstern yang berpengaruh terhadap belajar dapat dikelompokkan ke dalam faktor keluarga. Cara orang tua mendidik. 3} Faktor Kelelahan Kelelahan baik jasmani ataupun rokhani dapat mempengaruhi keberhasilan dalam belajar. Kesiapan Kesiapan erat kaitannya dengan kematangan. e. Siswa dikatakan sudah memiliki kearsipan apabila pada dirinya ada kesediaan untuk memberi rcspon atau bereaksi. Kesiapan ini perlu diperhatikan oleh guru dalam proses belajar. Relasi/hubungan antara anggota keluarga. faktor sekolah.lain ialah dengan pemberian latihan yang terus menerus dan konsisten. para siswa diberi penjelasan agar mereka mengusahakan tidur dan istirahat yang eukup dan teratur.

hubungan guru dengan para siswa. .f. peralatan/media pelajaran. e. sarana dan prasarana sekolah. Pengaruh tersebut terjadi karena keberadaan siswa dalam masyarakat. hubungan siswa dengan siswa. Metode mengajar b. metode belajar siswa j. Faktor masyarakat Masyarakat merupakan faktor ekstern yang juga berpengaruh terhadap perkembangan pribcidi siswa. tugas sekolah. Dalam belajar para siswa menghendaki hasil belajar yang efektif: Demi tuntutan tersebut guru harus membantu dengan cara mengajar yang efektif pula. 2. i. 3. Faktor masyarakat ini banyak berkaitan dengan: a) kegiatan siswa dalam masyarakat b) mass media yang beredar/ada dalam masyarakat c) pengaruh ternan bergaul d) poia hidup masyarakat. waktu sekolah. h. d. disiplin sekolah f. Mengajar yang efektif Mengajar adalah membimbing siswa agar mereka mengalami proses belajar. Faktor sekolah Faktor sekolah mempengaruhi belajar meliputi hal-hal yang berkaitan dengan: a. 3. yang pada akhirnya akan mempengaruhi terhadap keberhasilan siswa dalam belajar. Kurikulum c. g. Latar belakang kebudayaan orang tua.

. sebagian besar tergantung pada konteks be1ajar itu sendiri . Mursel dalam hal ini mengemukakan enam prinsip mengajar. justru karena tujuan itu sendiri. Situasi problematis yang mencakup tugas untuk belajar hendaknya dinyatakan dalam kerangka konteks yang dianggap penting dan memaksa bagi pelajar dan melibatkan siswa menjadi peserta yang aktif. Prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut: a. Kondisi yang dimaksudkan hanya dapat tejadi apabila guru mengajar menggunakan prinsip-prinsip mengajar. Selain itu. bersifat sederhana dan pengalaman itu dapat ditiru untuk diulangi. Untuk dapat mengajar secara efektif guru harus mampu menciptakan iklim belajar yang menunjang terciptanya kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar.. dan daya penentu. Ciri-ciri konteks yang baik adalah: 1) kuat 2) terdiri dari pengalaman yang aktual dan konkret dapat membuat pelajar menjadi lawan berinteraksi secara dinamis dan 3) pengalaman konkret yang dinamis merupakan alat untilk menyusun pengertian. tugas tersebut harus dapat memberikan dorongan seiuas-Iuasnya untuk bereksperimentasi. dapat ditiru dan dapat dilaksanakan dengan teratur. Tugas tersebut dapat juga mengarah kepada penguasaan melalui pengertian dan pemahaman serta yang memungkinkan transfer dari dan ke pihak lain. Konteks Belajar. Hendaknya tugas itu dinyatakan dalam kerangka suatu konteks yang sifatnya konkret. bereksplorasi.Mengajar efektif adalah mengajar yang dapat membawa belajar yang efektif. yang apabila ke-enam prinsip mengajar itu digunakan/ditempatkan dengan sebaik-baiknya maka'-iklim belajar yang menunjang terciptanya kondisi bagi terjadinya proses belajar akan dicapai.

Sosialisasi . suatu soal yang perlu dipecahkan. sedangkan fokus merumuskan dan mengarahkan tujuan. Keseragaman artinya terdapat koordinasi intern dari relasi-relasi yang terdapat dalam unit pelajaran itu. Jadi fokus belajar mengajar yang baik harus mampu memobilisasi keinginan belajar. sehingga mutu pembelajaran lebih meningkat. Dengan dernikian. seperti uraian berikut ini. Untuk mencapai pembelajaran yang efektif. 2. at au terdapat strukturalisasi sehingga dapat menirnbulkan fokus yang wajar. suatu pengertian yang harus dipaharni dan digunakan. Di samping itu pembelajaran yang penuh makna dan dektit harus diorganisasikan di sekitar suatu fokus. akan tirnbul organisasi belajar yang tepat. Seorang guru yang baik akan selalu berusaha rnengajak siswa belajar rnelalui penernuan dan pernecahan soal atau masalah.b. rnelihat eksplorasi dan penernuan. c. harus dipilih fokus yang memiliki ciri-ciri yang baik. 4. Pengajaran akan berhasil dengan menggunakan fokalisasi. Memberi bentuk dan uniformitas pada belajar Belajar yang efektif mempunyai ciri antara lain uniformitas (keseragaman). 1) Memobilisasi tujuan Untuk mendapatkan hasil yang optimal. Fokus Proses pembelajaran perlu diorganisasikan dengan bahan be1ajar.. Mengorganisasi belajar sebagai suatu proses eksplorasi dan penernuan Fokus yang baik harus rnenirnbulkan suatu pertanyaan yang perlu dijawab. pengajaran harus dapat membangkitkan keinginan untuk belajar. Konteks bermaksud membangkitkan tujuan. yang rnernungkinkan terjadi proses penangkapan pengertian.

Dalam proses belajar siswa melatih bekerja sarna dalarn kerja kelornpok. Untuk mencari garis yang memisahkan belajar yang tersendiri dari rangkaian proses belajar adalah merupakan suatu abstraksi. guru juga harus mempertimbangkan efektivitas dari serangkaian pelajaran yang disusun secara tepat menurut waktu atau urutannya. Mereka bertanggung jawab bersama dalam proses pepemecahan masalah. sosialisasi. tetapi sejauh mana pcrbcclaan cara bclajar itu dari yang dilakukan olch individu lain. dan komentar mendorong siswa untuk berpikir lebih lanjut dan berusaha memperbaiki kekurangannya. e. lndividu yang satu bebeda dengan individu yang lain. Di sini berlaku prinsip pengajaran sosialisasi. lndividualisasi Dalam mengorganisasi belajar mengajar guru memperhatikan taraf kesanggupan siswa dan merangsangnya untuk menentukan bagi dirinya sendiri apa yang dapat dilakukan sebaikbaiknya. dan dengan prosedur eksperimental yang berlaku. Belajar memang harus merupakan persoalan individual. organisasi rangkaian atau urutan dari belajar . Timbulnya pertanyaan. d. Namun demikian. Kondisi sosial pada suatu kelas banyak sekali pengaruhnya terhadap proses belajar yang sedang berlangsung di kelas itu. Tidak mungkin unit pelajaran yang satu tepisah dengan unit-unit lain. Atau beberapa unit terpisah dari keseluruhan pelajaran itu. hal ini perlu dikctahui. saran. Bila hendak mencapai belajar yang otentik. fokalisasi. BeIajar dengan penuh makna harus dilaksanakan sesuai dengan bakat dan kesanggupan serta dengan tujuan siswa sendiri. diskusi dan sebagainya. dan individualisasi. Mutu makna dan efektivitas belajar sebagian besar tergantung pada kerangka sosial tempat belajar itu sangatlah berlaku. Urutan Belajar sebagai gejala tersendiri dan pada mengorganisasikannya dengan tetap berdasarkan prinsip konteks.

Pembelajaran adalah suatu proses. Umpan balik adalah kegiatan memberi pengertian tentang hasil belajar yang telah dicapai . Karena pembelajaran adalah suatu proses maka ia akan mencakup rangkaian empat tahap yaitu orientasi. serta mendapatkan hasil terbaik dan otentik. Hal ini dimaksudkan agar dapat mengorganisasikan proses belajar untuk mencapai taraf maksimal mengenai kemaknaan penuh. untuk mengetahui kesulitan-kesulitan yang melekat pada proses belajar itu. umpan balik. 1989:3637). Prinsip-prinsip yang praktis tersehut saling berkaitan dan tidak dapat salah satunya diabaikan. dan lanjutan (Gal' ferin dalam Tjipto Utomo. Orientasi adalah kegiatan memberi penjelasan tentang materi/ilmu. dan dapat juga membawa siswa pad-a taraf belajar lebih baik. f. Evaluasi merupakan bagian mutlak dari pengajaran sebagai unsur intergral di dalam organisasi belajar yang wajar. Evaluasi Evaluasi dilaksanakan untuk meneliti hasil dan proses belajar siswa. latihan. Evaluasi tidak mungkin dipisahkan dari belajar maka evaluasi harus diberikan secara wajar agar tidak merugikan. Pembelajaran yang efektif tergantung pada prinsip-prinsip yang telah disebutkan di depan. Pembelajaran efektif tergantung pada corak kemaknaan yang penuh dari belajar itu. Evaluasi dapat pula digunakan untuk menilai metode mengajar yang digunakan dan untuk mendapatkan gambaran komperhensif tentang siswa sebagai perseorangan. juga untuk mencapai efektivitas maksimal.dengan penuh makna harus dengan sendirinya bermakna pula. Evaluasi sebagai suatu alat untuk mendapatkan cara-cara melaporkan hasilhasil pelajaran yang dicapai dan dapat memberi laporan tentang siswa kepada siswa itu sendiri serta kepada orang tuanya. Latihan adalah kegiatan memberi kesempatan berlatih menerapkan materi atau bahan. Usaha belajar yang efektif dan suses ditambah oleh evaluasi yang bermutu dan diskriminatif akan mengenai pada semua aspek belajar.

Jakarta: Proyek Pengembangan Pendidikan Tenaga Kependidikan Depdikbud. ________ 1996. 5. . Kenneth. Pengelolaan Kelas. Pengelolaan Kelas. M.pertanyaan 1. Pertanyaan . Pengelolaan' Kelas di Sekolah Dasar. Kondisi sosio-emosional c. Lanjutan adalah kegiatan memberi kesempatan untuk rnelanjutkan kajian bahan berikutnya atau kajian bahan sebelumnya apabila berdasar umpan balik materi sebelumnya belurn dikuasai. Kondisi fisik b.dalam proses pernbelajaran. 4. 1983. Laporkan hasil pengamatan Anda di depan kelas dengan dipandu oleh Dosen pengampu mata kuliah Manajemen Kelas. Jakarta: Depdagri dan Depdikbud. dan jelaskan kekuatan dan kelemahan masing-masing formasi temp at duduk tersebut? 3. Kondisi administrasi teknik yang ada dan terjadi di Sekolah Dasar tersebut. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Daftar Pustaka Depdikbud. Paul M & Hoover. Raka Joni. Jakarta: Depdagri dan Depdikbud. Kondisi organisasional d. Catatlah keadaan a. 1996. Pengelolaan Kelas di Sekolah Dasar. Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen. Hollingsworth. Seri Peningkatan Mutu 2. 1983. Simak komentar Dosen Anda terhadap laporan dan substansi isi dari hasil pengamatan Anda tersebut. Gambarkan kemungkinan-kemungkinan pengaturan tempat duduk siswa. 1991. Entang dan T. Elementary Teaching Methods. Jelaskan mengapa kondisi fisik temp at belajar berpengaruh penting terhadap hasil belajar? 2.

Strategies for Effective Teaching. Allan C. Ornstein. 1990. New York: Harper & Row Publisher Inc. .Boston : Allyn and Bacon.

akan mengulas pengertian disiplin. tolong menolong. Dengan diketahuinya sumber gangguan disiplin maka akan diketahui pula secara teoritis cara penanggulangannya. tetapi mereka lebih suka mengingat dan bertindak dengan kata-kata dan gagasan mereka sendiri. kebutuhan para siswa dan tampilan guru hubungannya dengan disiplin. Peserta didik memiliki banyak kepentingan. guru harus mengarahkan dan menentukan tindakan-tindakan apa yang akan diambil bila tata tertib dilanggar. guru memiliki banyak kepentingan. Pemelihlaraan disiplin dew as a ini pada dasarnya adalah bagaimana membantu anak mengembangkan disiplin dan menerima pusat pengendalian disiplin. Kebenaran. Permasalahannya adalah bagaimana kepentingan-kepentingan dari masing-masing pihak dapat terpenuhi dan dapat diselaraskan agar tidak terjadi bentrokan. kejujuran. Di samping itu. Disiplin yang baik adalah terjelmanya aktivitas yang mampu mengatur diri kepada terciptanya pribadi dan potensi sosial berdasar pengalaman-pengalamannya sendiri. sikap dan perilaku. dan ditegakkan oleh para siswa. Dari sini peserta didik akan belajar lebih cepat apabila mereka terlibat dalam menyusun tata tertib mereka itu. Bab yang membicarakan prinsip-prinsip disiplin kelas ini. Peserta didik belajar beberapa hal dengan cara mendengarkan misalnya.BAB V PRINSIP-PRINSIP DISIPLIN KELAS Latar Belakang Disiplin bagi peseta didik adalah hal yang rumit dipelajari sebab disiplin merupakan hal yang kompleks dan banyak kaitannya yaitu berkait antara pengetahuan. kebebasan. Terpeliharanya disiplin tidak lepas dari terpenuhinya kepentingan atau kebutuhan para pihak. dalam proses pembelajaran. disiplin . Tidak terpenuhi kepentingan/kebutuhan oleh para pihak akan timbul gangguan yang mengganggu tatanan hidup dalam berinteraksi at au dalam berproses misalnya. tanggung jawab. sehingga disiplin tetap dapat ditegakkan. Walaupun demikian. para guru/sekolah perlu mencermati kepentingan/kebutuhan dalam memahami sumber-sumber pelanggaran disiplin. dan sebagainya adalah beberapa aturan disiplin kemasyarakatan yang harus dipelajari/diketahui. demikian juga sekolah. hak. rasa kasih sayang. disikapi.

g. j. membina hubungan sekolah dengan masyarakat. Tujuan Setelah mempelajari bab ini. menarik kesimpulan bahwa menegakkan disiplin bukan atau tidak berarti mengurangi kebebasan berprestasi atau berkreasi para peserta didik. n. menjelaskan dengan kata-kata sendiri pengertian disiplin kelas. menyebutkan lingkup hubungan sekolah dan lembaga pendidikan lainnya. k. e. menyebutkan beberapa kondisi yang dapat menyebabkan disiplin sekolah terganggu. h.pada level sekolah dan kelas. b. mengemukakan syarat-syarat pendekatan yang harus diperhatikan guru dalam menegakkan disiplin. i. Anda diharapkan dapat: a. menggambarkan upaya manajerial kepala sekolah dalam memelihara disiplin sekolah. mengemukakan alas an mengapa basis kemanusiaan dan prinsip demokrasi merupakan petunjuk dan pengecek mengambil kebijakan dalam menegakkan disiplin. (2) disiplin merupakan alat bantu menumbuhkan gagasan mutakhir dan seleksi praktik-praktik baru. l. serta peraturan dan tata tertib kelas. menyimpulkan bahwa memberi/meminta laporan secara teratur kepada aparat keamanan penting sebagai langkah pemeliharaan disiplin sekolah. menyimpulkan keuntungan-keuntungan terpeliharanya disiplin bagi kehidupan para peserta didik. menggambarkan hierarchi kebutuhan manusia menurut Maslow. menjelaskan manajemen kurikuler penting dalam menegakkan disiplin. Dalam kaitan ini perlu diingat bahwa (I) disiplin dipertimbangkan sebagai kecenderungan dari para peserta didik menyetujui harapan para guru. f. sumber pelanggaran disiplin sekolah. menjelaskan alasan mengapa penguatan verbal dan non verbal berpengaruh kepada . c. dan (3) pelayanan yang layak cenderung menumbuhkan kualitas disiplin. m. mengkaitkan terpenuhinya kebutuhan manusia dengan terpeliharanya disiplin. d. menjelaskan beberapa hak para siswa dalam kaitannya dengan dunia pendidikan. o. menarik kesimpulan pentingnya menjalin hubungan antara sekolah dan mas y arakat.

menjelaskan beberapa masalah yang ditimbulkan guru sehingga mempengaruhi tegaknya disiplin. .sangat clckat clcngan istilah "disciple" yang bcrarti mengikuti orang bclajar dibawah pengawasan seorang pimpinan. menyebutkan komponen yang perlu ada dalam tata tertib sekolah. Disiplin pada hakikatnya adalah pernyataan sikap mental dad individu maupun masyarakat yang mencerminkan rasa ketaatan. Disiplin atau siasat mcnunjuk pada kcpatuhan seseorang dalam mengikuti peraturan at au tata tertib karena didorong o1eh adanya kesadaran yang ada pada kata hatinya . Ketertiban menunjuk pada kepatuhan sesearang dalam mengikuti peraturan atau tata tertib karena didarong at au disebabkan aleh sesuatu yang datang dari luar. p.terciptanya disiplin kelas.Qjsiplin ke1as adalah keadaan tertib dalam suatu kelas yang di dalamnya tergabung guru dan siswa taat kepada tat a tertib yang telah ditetapkan (Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen. 1993: 114). baru kemudian pengertian disiplin (Suharsimi. Kedua istilah itu adalah disiplin dan ketertiban. meri1pengaruhi terciptanya disiplin. u. Di antara kedua istilah tersebut terlebih dahulu terbentuk pengertian ketertiban. 1996: 10) Disiplin merupakan sesuatu yang berkenaan dcngan pcngendalian did seseorang terhadap bentuk-bentuk atman. r. Kata ini bcrasosiasi. Di dalam pembicaraan disiplin dikenal dua istilah yang pengertiannya hampir sama tctapi tcrbcntuknya satu sama lain merupakan urutan. Disiplin merupakan sikap mental. kepatuhan. menyebutkan sebab-sebab 'umum yang mengganggu tegaknya disiplin. menjelaskan beberapa masalah lingkungan yang. t. ada Juga yang menggunakan istilah siasat dan ketertiban. menjelaskan pentingnya tata terrib sekolah dibuat dan disebarluaskan kepada seluruh siswa. menjelaskan beberapa masalah yang ditimbulkan peserta didik yang mengganggu terpeliharanya disiplin. . q. yang didukung oleh kesadaran untuk menunaikan tugas dan kewajiban dalam rangka pencapaian tujuan. s. Pengertian Disiplin Kelas Kata disiplin bcrasal dari bahasa latin "disciplina" yang menunjuk kepada bclajar dan mengajar. 1.

dan sebagainya. katanya hal tersebut dilarang karena Pak Lebe menyatakan hal seperti itu. Contoh: kewajiban sholat lima waktu dan puasa selama satu bulan pada bulan Romadhon bagi umat Islam. tidak melakukan aktivitas apapun kecuali berdoa selama satu hari pada hari Raya Nyepi bagi umat Hindu. dan sebagainya.Sikap disiplin yang dilakukan aleh seseorang sebenarnya adalah suatu tindakan untuk memenuhi tuntutan nilai tertentu.. Contoh: menurut penedapat saya hal ini tidaik benar karena Kiai tidak mengatakannya. d. dan sehagainya. jika ingin selamat maka semua pengguna jalan harus mentaati peraturan lalu lintas. b. pantangan menduduki banta. c. harus jongkok bila penguasa datang. Nilai-nilai kekuasaan Nilai ini bersumber dari penguasa yang melahirkan tindak-tanduk disiplin demi terlaksananya tata kepemimpinan menurut kehendak penguasa. Nilai-nilai tradisional Nilai-nilai ini melahirkan tindak-tanduk pantangan yang kebanyakan tidak masuk akal dan mengandung misteri. pantangan menanarn bunga Baugenvill di depan rumah bagi yang memiliki anak gadis dan sebagainya. Nilai-nilai rasional Nilai yang memberi penjelasan dan alasan perlu tidaknya dilakukan tindak-tanduk disiplin tertcntu untuk mcncapai tujuan tertentu. Contoh: harus membayar upeti. dan sebagainya. e. Nilai-nilai subjektif Pengakuan dari nilai ini berdasarkan penilaian pribadi yang melahirkan tindak-tanduk yang egosentrik. Contoh: jika ingin berhasil dengan baik dalam sckolah maka harus rajin belajar. . Nilai-nilai keagamaan atau nilai-nilai kepercayaan Nilai ini diyakini kebenarannya sehingga melahirkan tindak-tanduk disiplin yang penuh ketulusan untuk berkorban. Contoh: pantangan makan kaki ayam kalau tulisannya ingin baik. Nilai ini biasanya diikuti sanksi bagi yang tidak melaksanakannya. sialnya angka 13. Nilai-nilai tersebut dapat diklasifikasikan menjadi: a.

Terciptanya kesediaan semacam ini harus dipelaj ari dan harus secara sadar diterima. baik dikalangan guru clan peserta didik tanpa acla kecurigaan clan ke-cemasan. pendekatan disiplin yang dilakukan guru harus: a. menumbuhkan kesungguhan bcrbuat clan berkreasi. mengembangkan dan membentuk profesionalisme personel dan sosial lulusan. Satu keuntungan lain dari adanya disiplin adalah para peserta didik belajar hidup dengan pembiasaan yang baik. positif dan bermanfaat bagi dirinya dan lingkungannya. Di samping itu. Dcngan clisiplin.Kaitannya dengan disiplin sckolah atau kelas. Disiplin muncul dari kebutuhan untuk mengadakan kcscimbangan an tara apa yang ingin diJakukan olch inclividu clcngan individu yang lain. Prinsip kcmanusiaann dan demokrasi berfungsi sebagai petunjuk dan pengecek bagi parol guru dalam mengambil kebijakan yang berhuhungan dengan disiplin. d. Oleh karena itu. dcngan disipJin diharapkan bcrscdia untuk tunduk dan mengikuti peraturan tertentu dan menjauhi larangan tertentu pula. guru. mcrcka clapat mcmahami dan mcnyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungan. b. Para peserta didik. Itu semua adalah dalam rangka memelihara kepentingan bersama atau memelihara kelancaran tugas-tugas sekolah. Disiplin mencakup setiap macam pengaruh yang ditujukan untuk membantu pcscrta didik. maka tindak-tanduk yang diharapkan adalah tindak-tanduk yang mencerminkan kcpatuhan dari bcrbagai nilai yang disepakati oleh semua baik siswa. Disiplin kclas merupakan hal esensial terhadap terciptanya perilaku tidak menyimpang dari ketertiban kclas. dan karyawannya yang tertuang dalam tata tertib sekolah/kelas. c. Pemenuhan kescimbangan itu diusahakan sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya tanpa melanggar hak-hal orang lain. menggambarkan prinsip-prinsip pedagogi dan hubulngan kemanusiaan. Dalam semangat penclekatan pendidikan disiplin hendaknya memiliki basis kemanusiaan dan prinsip-prinsip demokrasi. disiplin juga penting sebagai cara dalam menyelesaikan tuntutan yang mungkin ingin ditunjukkan peserta didik terhadap lingkungannya. e. merefleksikan tumbuhnya kepcrcayaan dan kontrol dari pesclta didik. Lebih lanjut . Kescimbangan tersebut c1ipcnuhi sampai batas-batas tcrtentu. menghindari perasaan beban berat dan rasa terpaksa dikalangan para pescrta didik.

ke Persatuan Orang Tua Siswa. ia ingin memberikan kemerdekaan yang lebih besar kepada siswa dalam batas-batas kemampuannya.hak tertentu di dalam lingkung an sekolah. Untuk hal tersebut. Akan tetapi. wali murid. Beberapa hak siswa yang penting dan yang perlu dijamin adalah (1). anak cacat tidak dapat dikeluarkan dari sekolah k'eeuali kalau Dewan Pertimbangan Kualifikasi Profesional menentukan lain. dan (5) hak menyelesaikan (studi) secara cepat (Me Neil dan Wiler.rI)alam kaitan ini guru harus berusaha menerapkan dalam praktik-praktik "disiplin baik pada kebijakan sekolah maupun peraturan atau hukum. . (3) hak berekspresi secara pribadi. Satu eontoh adalah hak dan kebutuhan tertentu'dari siswa. Kebutuhan Siswa dan Tampilan Guru Hubungannya dengan Disiplin Banyak guru baru kurang menyadari bahwa peserta didik memiliki hak. Menegakkan disiplin tidak bertujuan untuk mengurangi kebebasan dan kemerdekaan siswa. atau ke Pengadilan. dikekang dengan peraturan maka siswa akan berontak dan mengalami frustasi dan kecemasan. juga kalau kebebasan siswa terlampau dikurangi. Menegakkan disiplin justru sebaliknya. 2. Kebutuhan para siswa adalah faktor yang relevandalam menentukan banyak sistem disiplin kelas atau sekolah. misalnya. Hak-hak ters ebut semuanya diatur dan diperkuat oleh peraturan dan kelaziman atau tradisi yang dipelihara oleh lingkungan sekolah dan masyarakat. Hak. kelompok kemasyarakatan sering membawa sejumlah kasus pelanggaran terhadap hak-hak para siswa ke sekolah.dengan adanya pembiasaan tersebut maka akan tumbuh jiwa tentram dalam diri dan masyarakat sekitar. (4) hak keleluasaan pribadi.hak menyelesaikanpendidikan sebaikbaiknya. Hak-hak itu semua adalah hak-hak umum yang dimiliki para siswa. pedu ada garis sinkronisasi antara disiplin yang seharusnya ditegakkan dengan pertimbangan peraturan yang dibuat. 1990). cacat dan siswa yang perlu mendapat perhatian khusus. Penentuan itu seperti bahwa penanganan terhadap mereka kalau diteruskan di sekolah tersebut akan merugikan kedua belah pihak. Masyarakat: orang tua. (2) hak persamaan kedudukan atau kebebasan dari diskriminasi dalam kelompok.Di sekolah disiplin banyak digunakan untuk mengontrol tingkah laku siswa yang dikehendaki agar tugas-tugas di sekolah dapat berjalan dengan optimal.

Karena para siswa diajar oleh masing-masing guru dalam kelompok tim. Rf'herapa problema yang akal mengganggu disiplin seyogyanya dapat diperkirakan sejak dini.faktor disiplin penting lain dapat berkembang pada sejumlah guru ditingkat sekolah dasar dan menengah yang mengajar secara tim. Walaupun guru tersebut tidak secara riil mengajar bersama. dan seksama. Karena kalau tidak dirumuskan akan terjadi ketidak konsistenan an tara siswa satti dengan siswa lain dalm menangkap makna materi. maka kondisi scpcrti itu akan terbawa ke ruang kelas. dapat dilaksanakan sekolah dengan cara melibatkan para siswa untuk mendiskusikan topik-topik yang menjadi kepedulian sekolah. guru perlu Illcmpertimhangkan dalam mcnentukan program disiplin kelas yang relevan dengan mata pelajaran yang sedang cliajarkan. Dalam menegakkan scperangkat ketcntuan disiplin sekolah. oleh karcna itu: Kalan tcrjadi hal sepcrti itu tindnkan preventif segera dapat diterapkan. Match dari disiplinbarus dikaitkan kepada pemahaman umum dari apa yang dih(lqokan para siswa. mereka membuat perencanaan bersama dan menyampaikan kepada para siswa dalam bahasan yang sama pada ruang/ waktu saat para guru mengajar. Tentu saja tidak.Berkaitan dengan sejumlah besar kcbutuhan para siswa. tetapi di lain kelas. Contoh dari problema tersebut adalah siswa melawan: Terhadap hal tersebut. . . cermat. maka komponen penting dari disiplin hams dirumuskan. letapi kondisi personal disiplin para guru itu sendiri di kelas perlu ditampilkan. Juga banyak guru mengalami prohlem disiplin ketika para siswa gagal melihat keterkaitan pclaksanaan antara materi yang disajikan kepacla kehidupan mereka. Dalam hal khusus guru-guru memerlukan pertimbangan tentang hubungan program disiplin yang dibuat dengan motivasi individu para siswa. tingkat kemampuan umum para siswa. Terutama pada kclompok kelas yang berkemampuan rendah. Dalam beberapa kelas tingkat perhatian kepada para siswa ticlak sepenting scperti kelas lainnya. apakah guru membiarkan pcrilaku siswa yang keluar dari ketentuan yang diharapkan. clan Jatar bclakang sosio-ckonomi para siswa. Program yang cukup efektif dalam memberi pemahaman disiplin misalnya. Sebagai contoh siswa yang datang dari keluarga berkarakter yang poJa disiplinya bcrtcmperamcn kasal'. Keberadaan guru di kelas tidak hanya bertugas menyampaikan kurikulum/ materi yang direncanakan kepada para siswa. guru perlu mengkomunikasikan bagaimana para siswa seyogianya bertingkah Iaku dan apa yang akan terjadi bila siswa berkelakuan lain. guru dapat memperbaiki pola disiplin lebih baik.

Hubungan dan kerjasama tersebut seperti memberi kesempatan kepada masyarakat sekitar memanfaatkan sebagaian fasilitas sekolah dan melibatkan mereka . menciptakan suasana seperti dirumah sendiri dengan memodifikasi sekolah secara artistik dengan tanaman hidup agar para siswa betah tinggal di sekolah. Sekolah juga da:pat mengurangi problema timbulnya gangguan disiplin dengan menjalin hubungan baik dan kerjasama dengan komunitas lingkungan sekitar dan aparat keamanan lingkungan. 3. usaha mengidentifikasi secara jelas sebab-sebab siswa berperilaku menyimpang. Mereka hendaknya tidak sebagai seorang akhli yang berpraktik dalam kelas yang terisolasi. Misal. Tipe-tipe penanggulangan problema disiplin ini biasanya didekati oleh pendekatan teknik manajerial. seorang guru membiarkan seorang siswa menyontek. ketidak teraturan dan ketidakajegan dalam menerapkan peraturan atau hukuman. carak suasana sekolah. Perlakuan yang diskriminatif ini akan menimbulkan ketidak konsistenan diantara mereka. dan para pembina atau pendamping sekolab. Sekolah juga menggunakan beberapa pendekatan untuk menanggulangi perilaku menyimpang para siswa melalui manajemen pembelajaran atau kurikuler. Guru baru harus memandang mereka sendiri sebagai bagian keiompok atau tim yang bertanggung jawab menyampaikan perencanaan pendidikan tentang disiplin. bekerja sarna secara erat dengan orang tua. menyusun jadwal sebaik mungkin sehingga tidak terjadi satu kegiatan mengganggu kegiatan lain atau kegiatan berfluktuasi pada saat yang sarna. dan guru untuk mengetahui para siswa dan latar belakangnya. dalam upaya menciptakan disiplin secara nyata sudah barang tentu akan berusaha dan melibatkan berbagai unsur atau pihak misalnya: dengan guru dalam memberdayakan semua kebijakan. pembina. Kepala Sekolah dapat meminta staf sekolah. Lebih lanjut harus ada respoll yang saling menguntungkan diantara para profesional sekolah mengenai pelaksanaan pemeliharaan disiplin di kelas. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan timbulnya problema disiplin adalah kegaduhan. Disiplin pada level Sekolah dan Kelas Sekolah. pengaruh komunitas yang tidak diinginkan. sementara yang lain tidak diijinkan. melainkan perlu keterpaduan antara teori dan praktik.Misalnya.

menciptakan disiplin kelas sehagai tujuan utama. menghindari kata-kata sindiran: hcrlakulah posilif. g. Banyak sekolah menghadapi bermacam-macam gangguan disiplin karena adanya watak suka merusak. dan memberi kesempatan kepada yang berwajib memberi penyuluhan tentang gerakan disiplin nasional. Meminta laporan tentang situasi keamanan pada setiap saat. bahaya narkotik. pengumuman kelulusan evaluasi belajar nasional (EBTANAS). menunjukkan perilaku siswa yang diharapkan dimasa depan. b. watak) dan lalar belakang para siswa. d. tertib lalu lintas dan sebagainya.untuk ikut serta membangun wilayah sekitar. mendengarkan. h. misal laporan kegiatan penerimaan dan pengumuman penerimaan siswa baru. Di samping itu sekolah secara teratur menyampaikan laporan dan meminta laporang kepada aparat keamanan. Mengetahui sedapat mungkin dan seawal mungkin nama-nama para siswa. dan mcnjalin huhungan harmon is pcnuh rcspek. hal-hal berikut seperti yang dikemukakan olch McNeil dan Wiles (1990) perIu dihayati dan disimak: a. f. Di kelas guru harus banyak bertukar pikiran dan mcnanyakan kepada para siswa ten tang hidup dan belajar sukses. Memberi laporang ten tang kegiatan sekolah. . e. bcrsahabat. mengetahui karaktcr (sifat. mencoha menghindari bentuk-bentuk hukuman secara kelompok. c. tersenyum. bila mungkin. perbuatan merusak fasilitas sekolah. ahaikan pclanggaran-pclanggaran kccil. acara pekan olah raga dan seni dan sebagainya. merokok. l. Uraian di atas menunjukkan bahwa manajemen kelas dalam menanggulangi gangguan disiplin adalah hal yang kompleks. Puncaknya menumbuhkan kesadaran diri bahwa guru harus merencakan model pende.katan sendiri yang cocok dengan tampilan diri dan pembelajarannya. Oleh karena du. dan penggunaan obat-obat terlarang dari para slswanya. ketika para siswa menceritakan ten tang kepedulian mereka.

Gambar 30 Sikap guru . Jalin hubungan kerjasama dengan orang tua. Lakukan sesuatu dengan aturan dan pelaksanaan yang sama dan konsisten. Tegas dalam permulaan dan secara perlahan mulai dikendorkan bila hubungan sudah terjalin baik. Jagalah dan kontrol suara guru. f. Buatlah tugas para siswa yang tepat clan cocok. g. Bcrvariasi clalam aktivitas kelas. d. Tepat waktu clan mulailah pclajaran sesegera mungkin. c. kapan. Siapkan rcncana pclajaran clan inrormasikan kcpada para siswa apa.vallg mellgemballgkan keberadaanlkedaulutun suhjek didik Di samping itu tcrdapat bcbcrapa tcknik yang dapat membantu pemeliharaan disiplin kelas dalam mengajar seperti berikut ini: a. 1. Hindari adanya siswa favorit diantara mereka. J. dan dimana aktivitas itu dikcrjakan. Tidak mengancam dan menantang para Slswa. h. . siapkan scsuatu yang hanls dikerjakan para siswa. b. e.

dan hubungan sekolah dengan lembaga pendidikan lainnya (Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen. hubungan sekolah dengan dunia usaha dan tokoh masyarakat. sentuhan. dan sebagainya. hubungan sekolah dengan instansi terkait. a. Hubungan sekolah dengan orang tua siswa Sekolah adalah lembaga pendidikan yang secara formal dan potensial memiliki peranan paling penting dan strategis bagi pembinaan dan pengembangan generasi muda. Hubungan sekolah dengan masyarakat meliputi hubungan sekolah dengan orang tua siswa. guru atau tenaga kependidikan lainnya dinamakan Bagan Pembantu Penyelenggara . Sedangkan penguatan non verbalseperti: gerakan badan. Hubungan sekolah dengan orang tua dapat dijalin melalui sarana wadah perkumpulan orang tua siswa. Oleh karena itu. pekerjaanmu cukup rapi. sangat diperlukan hubungan yang harmonis dan terus menerus dan berkelanjutan an tara sekolah dan orang tua siswa. dan sebagainya.Petunjuk tersebut kiranya dapat berguna dan sebagai penopang dalam upaya menanggulangi gangguan disiplin di kelas. hubungan yang saling menguntungkan antara sekolah dan masyarakat perlu dibina dan dikembangkan secara haromonis. Oleh sebab itu. dan keterampilan yang sesuai dan dikehendaki oleh masyarakat dimana sekolah itu berada. khususnya para siswa sekolah dasar. gerakan mendekati. Penguatan verbal seperti: baik.emenuhi kebutuhan masyarakat dan negara. bagus. sikap. perubahan mimik. 4. Sebaliknya masyarakat diharapkan membantu dan bekerja sarna dengan sekolah agar program sekolah berjalan lancar dan lulusan yang dihasilkan m. memberi hadiah. N asehat yang simpatik bagi guru-guru baru berkaitan dengan disiplin adalah "mengetahui apa yang akan diterjadikan sebelum hal itu terjadi". Guru lain memanipulasi untuk terciptanya suasana kelas yang diharapkan adalah dengan mengembangkan penguatan verbal dan non verbal. Guru-guru yang berpengalaman dalam memelihara disiplin kelas ialah dengan cara mengontrol suasana kelas dan memanipulasi kelas tersebut berdasar variasi renpos para siswa. 1996: 3943). Sedangkan orang tua siswa adalah pendidik pertama dan utama yang sangat besar pengaruhnya dalam pembinaan dan pengembangan para siswa tersebut.. Membina Hubungan Sekolah dengan Masyarakat Sekolah secara formal adalah wadah atau tempat pembinaan dan pengembangan pengetahuan.

Pendidikan. Dengan adanya hubungan an tara sekolah dan orang tua tersebut maka manfaat yang diharapkan diperoleh adalah: 1) orang tua siswa mengetahui tentang kegiatan-kegiatan yang dilaksankan sekolah. 1) Memberikan informasi seluas-luasnya tentang program sekolah. 2) sekolah mengetahui semua kegiatan orang tua dan para siswa dirumah. pameran. 3) Menetapkan satu bulan dalam satu tahun pelajaran sebagai BULAN INFORMASI yang kegiatannya dapat berupa: a} Mengadakan dialog dengan orang tua/wali siswa tentang perkembangan sekolah dan pembangunan yang sedang dilaksanakan dan yang akan dihadapi sekolah. 3) orang tua siswa mau memberi perhatian yang sangat besar dalam menunjang kegiatankegiatan sekolah. d) Menyadarkan pihak orang tua/wali siswa bahwa keterlibatan mereka dalam usaha meningkatkan mutu pendidikan mutlak diperlukan. e) Meningkatkan kesadaran orang tua/wali siswa ten tang betapa pentingnya pendidikan bagi anak manusia agar mereka dapat menjadi warga negara yang berkualitas dan . bazar. sekolah perlu melaksanakan antara lain hal-hal berikut ini. Agar orang tua siswa mengetahui kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan sekolah. dan melalui penjelasan tertulis. malam kesenian. Pemberian informasi itu dapat dilakukan misalnya dalam rapat-rapat. pekan olahraga. 2) Melakubm kunjungan rumah oleh guru atau kepala sekolah secara teratur atau rutin. c) Menjelaskan bahwa manusia yang berkualitas itu hanya dapat dihasilkan oleh pendidikan yang bermutu. b} Menginformasikan bahwa sekoJah sebagai lingkungan pendidikan berkewajiban untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

8) ikut memberikan perhatian terhadap perkembangan situasi pendidikan sekolah. dan mau mem beri ban tuan dalam melaksanakan semua rencana sekolah. dan kegiatan lain yang diselenggarakan sekolah. bermain. II) mcmberikan saran dan kritik dalam menegakkan wibawa Kcpala Sekolah dan Guru. pramuka. 9) memenuhi undangan rapat dan undangan lainnya dari sekolah bagi kepentingan putraputrinya. Dengan diketahuinya kegiatan-kegiatan sekolah dan dengan tumbuhnya kesadaran orang tua/wali siswa diharapkan mereka merasa !llemil iki. misalnya non ton TV. 10) membantu tegaknya wibawa Kepala Sekolah dan para guru. 7) ikut mendorong putra-putrinya memenuhi tata tertib sekolah. f) Meningkatkan kesadaran orang tua/wali Slswa agar mau menyekolahkan putra-putrinya sampai tamat. sehingga kualitas lulusan yang diharapkan sekolah dan orang tua/wali siswa tercapai. 6) ikut membantu tegaknya disiplin sekolah.berguna. UKS. atau teman clan scbagainya. 13) mendorong agar putra-putrinya gemar membaca dan tidak lalai dalam mengerjakan pekerjaan rumah. 5) mengawasi dan mengecek putra-putrinya dalam melaksanakan tugas. 14) mendorong putra-putrinya agar ikut ambi1 bagian dalam kegiatan ko dan ekstra kurikuler seperti: kesenian. 4) menciptakan suasana yang mendukung dalam keluarga yang dapat mendorong putraputrinya rajin belajar. mcngarahkan putra-putrinya untuk belajar secanl teratur pacla jamjam tertentu clan mengatur waktu untuk kegiatan lain di rumah. .tugas yang diberikan sekolah. Partisipasi tersebut dapat berupa : 1) 2) 3) memotivasi plltra-plltirnya llntllk belajar dengan baik. berkunjung kepacla keluarga tetangga. 12) membantu meme1ihara nama baik sekolah. melengkapi semua kcperluan belajar putra-putrinya. mau berpartisipasi. olah raga.

Sedangkan dari pihak instansi terkait diharapkan agar memberikan peran sertanya dalam: 1) memhantu tegaknya disiplin sekolah. Koramil. Poisek. 4) memenuhi undangan yang disampaikan pihak sekolah. Camat. 3) membantu nama baik sekolah. kebersihan. dan Posyandu. 5) membantu keanlanan sekolah pada saat sekolah melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu. Puskemas. ketertiban. ·3) pada saat yang diperlukan. 2) ikut membantu terpeliharanya kebersihan dan keindahan sekolah. keindahan. Hubungan yang dijalin dan upaya yang perlu dilaksanakan oleh sekolah. antara lain sebagai berikut: 1) menginformasikan program sekolah 2) ikut serta dalam kegiatan yang diadakan pemerintah. serta kerapihan baik di rumah maupun di sekolah. lnstansi terkait itu seperti Lurah/Kepala Desa. c. 16) mendorong putra-putrinya memelihara keamanan. LKMD. dan kekeluargaan. b. 4) sekali-kali dapat mengundang Pejabat Pemerintah di luar Depdikbud sebagai pembina dalam upacara bend era. Kepala Sekolah atau guru yang ditunjuk mengadakan kunjungan ke lnstansi Pemerintah sebagai salah satucara pendekatan dari pihak sekolah. Hubungan sekolah dengan dunia usaha dan tokoh masyarakat Hubungan sekolah dengan dunia usaha dan tokoh masyarakat adalah hubungan yang tidak kalah pentingnya dengan . sepanjang tidak mengganggu proses belajar mengajar. Hubungan sekolah dengan lnstansi terkait Sekolah perlu membina hubungan baik secara timbal balik dengan instansi terkait.15) mendorong putra-putrinya untuk mengikuti upacara bendera dan upacara lainnya yang diselenggarakan sekolah.

3) Menjadi nara sumber untuk pelaksanaan program muatan lokal sekolah.n di sekolahnya masing-masing. 2) mengundang tokoh-tokoh yang berhasil dalam bidangnya untuk memberikan ceramah di sekolah. 2) Memberikan saran dalam menegakkan wibawa Kepala Sekolah dan Guru. Pengenalan terhadap kebutQhan siswa secara baik merupakan andil yang besar bagi pengendalian disiplin. semua tingkah laku individu merupakan upaya untuk mencapai tujuan yaitu pemenuhan kebutuhan. d. 4) mengundang pimpinan lembaga pendidikan yang lebih tinggi tingkatnya untuk memberikan ceramah tentang perkembangan pendidikan sesuai dengan jenjangnya. 4) Membantu dan menyediakan fasilitas dalam melaksanakan muatan lokal bagi para Slswa. 3) memberikan informasi tentang perkiraan jumlah lulu san sekolah kepada lembaga pendidikan setingkat diatasnya. 2) menjalin kerja sama dalam upaya saling mengembangkan pendidika. Sedangkan dari dunia usaha dan tokoh masyarakat yang berhasil diharapkan peran serta sebagai berikut: 1) Bersedia menjadi nara sumber dan memberikan ceramah untuk siswa sebagai usaha memotivasi siswa supaya giat belajar dan hekerja kents. .jalinan hubungan dengan pihak lainnya. Sumber Pelanggaran Disiplin Adalah suatu asumsi yang menyatakan bahwa. Program ini dapat dilaksanakan dalam bentuk: 1) mengunjungi industri dan perusahaan untuk menambah wawasan pengetahuan para siswa. Hubungan sekolah dengan Lembaga Pendidikan lain Dalam usaha membina dan mengembangkan hubungan dengan lembaga pendidikan lain perlu dilaksanakan upayaupaya berikut: 1) mengadakan kunjungan antar sekolah untuk saling bertukar pengalaman. 5. Maslow mengemukakan teori "hierarchi kebutuhan manusia" yang dapat digambarkan dalam bentuk piramida kebutuhan manusia berikut ini.

a. f. misalnya: a. Mengambil logika seperti itu. Masalah-masalah yang ditimbulkan guru atau dibawah rerata dalam berbagai aspek yang ada hubungannya dengan kehidupan sekolah. padahal disisi lain mereka seharusnya turut menentukan rencana masa depannya dibawah bimbingan guru. keluarga ke dalam subsistem kehidupan sekolah. keikutsertanya bertanggung jawab terhadap kemajuan sekolah sesuai dengan kemampuannya. Faktor-faktor tersebut dapat diklasifikasikan ke dalam tiga kategori umum yaitu masalah-masalah yang ditimbulkan guru. . Perbuatan seperti itu akan mengakibatkan peserta didik menjadi berpurapura patuh. Sekolah/guru tidak atau kurang memperhatikan kelompok minoritas baik yang ada di atas Seko1ah/guru kurang melibatkan dan mengikutsertakan para peserta didik da1am Seko1ah/guru kurang memperhatikan latar belakang kehidupan peserta didik da1am Sekolah kurang mengadakan kerjasama dengan orang tua dan antara keduanya juga Terdapat beberapa faktor atau sumber yang dapat menyebabkan timbulnya masalahmasalah yang dapat menggangu terpeliharanya disiplin kelas. Slswa. d. Hal ini akan menjadikan siswa agresif yaitu ingin berontak terhadap kekangan dan perlakuan yang tidak manusiawi yang mereka terima. c. dan lingkungan (Hollingsworth. Tipe kepemimpinan guru atau sekolah yang otoriter yang senantiasa mendiktekan kehendaknya tanpa memperhatikan kedaulatan subjek didik. manusia menghendaki tcrpenuhinya semua kebutuhan tersebut yang diperoleh dengan cara yang waJar. e. Dengan pengebirian atau pengurangan hak-hak tersebut akan menyuramkan masa depan peserta didik. mungkin pula pelanggaran disiplin di se ':olah bersumber pada lingkungan sekolah yang tidak memberi pemenubdn terhadap semua kebutuhan peserta didik khususnya. dan yang bersangkutan akan berusaha mencapainya dengan cara-caralain yang sering kurang diterima masyarakat. maka akan terjadi ketidak seimbangan pada diri individu. b. apatis atau sebaliknya. Hoover. Bila kebutuhan ini tidak lagi dapat dipenuhi melalui cara-cara yang sudah biasa dalam masyarakat.Secara berurutan. umum sesuai dengan tata atman yang bcrlaku. 1991 : 69-71). Pengebirian akan hak-hak kelompok besar anggota< sebagai peserta didik oleh sekolah/guru. saling melepaskan tanggungjawab.

kurang scnang. sama dari hari ke hari. 11) memberi tugas yang berat dan kompleks. kurang rasa humor akan mcngalami banyak gangguan dalam kclas.Pribadi guru sangat mempengaruhi terciptakan suasana disiplin kelas yang dcktif. antara teori dan praktik. lebih mementingkan mata pelajaran daripada pescrta didiknya. rasa ingin ditakuti. 9) gagal menditeksi perbedaan individu peserta didik. tidak suka kepada peserta didik. tanpa melihat situasi. hal-hal berikut ini adalah hal yang dapat menimbulkan disiplin kelas terganggu: 1) aktivitas yang kurang tepat untuk saat at au keadaan tertentu. seperti suka menggunjing peserta didik ditempat orang banyak. Guru yang mcmbiarkan pcserta didik berbuat salah. 5) memiliki rasa ingin terkenal. 4) bertindak tidak sopan tanpa pertimbangan yang matang. 8) menggunakan metode yang kurang variatif/monoton. apalagi mengembalikan pekerjaan tersebut. 6) kurang pengendalian diri. at au ingin disegani. 2) kata-kata atau sindiran tajam yang menimbulkan rasa malu peserta didik. . 10) berbicara menggumam/tidak jelas. 3) ketidak cocokan antara kata dan perbuatan. Selain itu. 12) tidak mengontrol pekerja peserta didik. kurang menghargai peserta didik. 13) tidak memberikan umpan balik kepada hasil kerj a peserta didik. 7) kegagalan menjelaskan tujuan pelajaran kepada peserta didik.

Gambar 31 :, Sikap guru yang tidak terkenal dlan ingin ditakuti perlu dihindari

b.

Masalah yang ditimbulkan oleh peserta didik Ketidak teraturan selama proses beiajar mengajar dapat disebabkan Juga oleh masalah yang ditimbulkan oleh peserta didik. Peserta didik biasanya cepat memanfaatkan situasi yang tidak menguntungkan untuk bcrbuat tidak disiplin. Banyak dari mereka tidak suka/benci terhadap sekolah. Hal ini dipersepsi dari adanya sekolah yang tidak memberi kcpuasan kepada semua harapan : siswa dan para lulusan. Sejumlah hal yang disebabkan oleh pescrta didik berikut ini cenderung memberi kontribusi membuat disiplin kelas terganggu seperti : 1) anak yang suka "membadut" atau berbuat aneh yang semata-mata untuk menarik perhatian di kelas; 2) anak dari keluarga yang kurang harmonis at au kurang perhatian dari orang tuanya; 3) anak yang sakit; 4) anak yang tidak punya temp at untuk mengerjakan pekerjaan sekolah di rumah;

5) amik yang kurang tidur (karena melek mata sepanjang malam); 6) anak yang malas membaca atau tidak mengerjakan tugas-tugas sekolah; 7) anak yang pasif at au potensi rendah yang datang ke sekolah sekedarnya; 8) anak yang memiliki rasa bermusuhan alau menentang kepada semua peraturan; 9) anak memiliki rasa pesimis atau putus asa tcrhadap semua keadaan; 10) anak yang berkeinginan berbuat segalanya dikuasai secara "sempurna",

Gambar 32

Perilaku siswa yang membadut akan mengganggu keterliban kelas

Gambar 33 Perkelahian antar siswa sumber masalah gangguan disiplin kelas

4) Pengorganisasian kelompok lemah Pengorganisasian kelompok lemah ditandai oleh tekanan otokrasi yang berlebihan atau lemahnya supervisi dan pengawasan. Standar perilaku terlalu tinggi at au rendah. 1) Ketidak puasan dengan pekerjaan kelas Ketidak puasan ini dapat disebabkan aleh tugas yang terlalu mudah at au terlalu sulit. beban terlalu ringan atau terlalu berat. kebutuhan. penugasan kurang tcrjadwal tidak sistematis atau membingungkan. . kejadian depresi yang mendadak. kompetitif yang berkelebihan. pengorgamsaslan kelompok lemah. pengorganisasian kurang memperhatikan unsur perkembangan usia. ataukemampuan anggota kelompok. peran kelompok sangat lemah. ketakutan atau kegemparan.Sedangkan gangguan disiplin yang datang dari kelompok peserta didik dapat berupa ketidak puasaan dengan pekerjaan kelas. kelompok diorganisir terlalu k. kurang berminat atau emosionalnya lemah. 5) Emosi kelompok dan perubahan mendadak Emosi kelompok dan perubahan mendadak dapat diakibatkan karena kelompok memiliki watak temperamen kekhawatiran tinggi. latihan pembelajaran bersifat verbal kurang menekankan pada keterampilan dan manipulasi aktivitas. gangguan suana kelompok. latar belakang sosial. hubungan interpersonal lemah. 2) Hubungan interpersonal lemah Hubungan interpersonal lemah dapat disebabkan pengelompokkan didasarkan pertcmanan atau klik. sangat ekslusif (kelompok menolak individu yang tidak siap). 3) Gangguan suasana kelompok Gangguan suasana kelompok disebabkan oleh suasana tercekam. 1990: 71). emosi kelas dan perubahan mendadak (Ornstein.etat (kJanyaJ<: aturan) atau terstruktur. kelompok dihinggapi rasa bosan. penugasan cenderung kurang terbuka karena mereka tidak siap.

kekurangan fasilitas. suasana gaduh dari praktik pclaj aran musik/bcngkcl ruang scbclah. pertengkaran. Situasi sekolah seperti : hari-hari pertama dan hari-hari a'khir sekolah (akan libur atau sesudah libur). memang ada juga yang sebabsebabnya bersifat umum. lingkungan minuman keras. Mereka tidak tahu lagi apa yang harns inereka kerjakan karena yang dikerjakan itu ke itu saja. Pada kcnyataannya scbab-scbab pclanggaran disiplin kclas ilU sangat unik. bersifat sangat pribadi. masa bodoh. situasi. komplcks. Lingkungan sekolah. sibuk urusannya masing-masing. dan kadang-kadang mempunyai latar belakang yang mcndalam lain daripada scbab-scbab yang nampak. tekanan. seperti : lingkungan kriminal. Oleh karena itu. 2) 3) 4) Lingkungan atau si tuasi tempat tinggal. misalnya: a. pergantian guru. kebosanan dalam kelas merupakan sumber pelanggaran disiplin.c. Walaupun demikian. situasi. jadwal yang kaku/jadwal aktivilas sekolah yang I<:urang ccrmat. atau kondisi tersebut adalah : 1) Lingkungan rumah/kcluarga. ketidak tertiban. kecemburuan. harus diusahakan agar siswa tetap sibuk dcngan kcgiatan . at au kondisi yang mengelilingi perserta didik merupakan masalah yang potensial menimbulkan terjadinya gangguan disiplin kelas. kelemahan kurikulum. kctidak teraturan. pergantian pelajaran. bau makanan dari'cafctaria. Lingkungan. kelemahan manajemen kelas. ketidak harmonisan. seperti : kelemahan guru. Masalah yang ditimbulkan lingkungan Langsung atau tidak langsung lingkungan. lingkungan bising. scpcrti : kurang pcrhatian.

Gambar 34 ielas Kelompok siswa yang dihinggapi rasa bosan karena penllgasan yang tidak 6.yang bervariasi sesuai dengan taraf pcrkembangannya. tidak terpenuhinya kebutuhan akan perhatian. c. b. Peraturan dan Tata Tertib Kelas Disiplin merupakan hal penting yang hanls ditanamkan pada anak didik di sekolah sedini mungkin. perasaan kccewa dan terlekan karena siswa ditunlut untuk bertingkah laku yang kurang wajar sebagai anak remap. pengenalan atau keberadaan pribadi siswa/status. Sekolah aclalah temp at utama untuk melatihkan dan memahami .

. Dengan peraturan dan tata tertib kelas yang clitcrapkan setiap hari dan dengan kontrol yang terus menerus maka siswa akan tcrbiasa berclisiplin. . Tata tertib menunjuk pada patokan atau standar untuk aktivitas khusus. Siswa yang sering terlambat harus diberi teguran. d. Kelas harus mempunyai peraturan dan tata tertib. b. Guru tidak boleh terlambat atau absen tanpa ijin. Peraturan dan tata terlib kelas untuk sekolah dasar sepcrti yang tcrcantum dalam Petunjuk Pengelolaan Kelas di Sekolah Dasar (Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen. Masuk Kelas g. f. mengikuti upacara bcndcra. memberi jawaban jika guru telah menunjuknya. h. Siswa yang mendapat tugas jaga/piket harus hadir lebih awa1. Masuk sekolah a. Menaruh tas dan alat tulis lainnya di laci meja masing-masing kemudian keluar kelas. e. Siswa segera berbaris di depan kelas ketika bel berbunyi. c. pcminjaman buku perpustakaan (Suharsimi Arikunto. Ketua kelas menyiapkan barisan. Peraturan dan tata tertib merupakan sesuatu untuk mengatur perilaku yang diharapkan terjadi pada siswa. 1996:79-81) antara lain harus memuat hal-hal berikut ini. Misal : siswa harus mendengarkan dengan baik apa yang sedang dikatakan atau diperintahkan oleh guru. Peraturan menunjuk pada patokan atau standar yang sifatnya umum yang harus dipenuhi oleh siswa. menulis jawaban pertanyaan guru jika guru telah memerintahkannya. Siswa yang tidak mas uk karena alasan tertentu harus memberi tahu sebelum atau sesudahnya secara lisan atau tulisan. Siswa harus datang ke sekolah selambat-Iambatnya 10 menit sebelum pelajaran dimulai. Peraturan dan tata tertib kelas ini harus dijelaskan dan dicontohkan kepada siswa serta dilaksanakan secara terus menerus. Misal : pcnggunaan pakaian seragam.pentingnya disiplin dalam kehidupan sehari-hari. 1993: 122-123).

Guru memeriksa kerapian. t. Sclama istirahat siswa tidak dipcrkenankan meninggalkan sekolah tanpa IJln.1. Mcmberi salam kcpacla guru clan pclajaran c1imulai. m. p. r. n. bcrcancla atau mclakukan kcgiatall lain yang tidak ada hubungannya dengan pelajaran. Pada saat bel istirahat berbunyi siswa keluar kelas dengan tertib. . \Vaktu istirahat q. v. 1. kebersihan. kcrapian clan kcbcrsihan baju dan sebagainya. Siswa tidak boleh berada di kelas ketika istirahat. Pada saat pelajaran bcrlangsung siswa harus tetap tcrtib. Berdoa bcrsama dipimpin oleh salah scorang Slswa. tidak balch ribut. Guru juga tidak diperkenankan meninggalkan kelas ketika pelajaran berlangsung walaupun ada siswa sedang mengerjakan tugas di luar kelas. Sebaiknya guru sudah berada di kelas lebih dahulu menjelang bel masuk berbunyi. dan kesehatan siswa satu per satu: kebcrsihan kuku. Guru mcnuliskall siswa yang tidak masuk di papan absen serta alasan/ keterangan kenapa tidak masuk. u. kcnpian rambut. s. Siswa masuk kelas satu persatu dengan tertib dan duduk di tempatnya masmg-masmg. o. Siswa tidak boleh mcninggalkan kelas tanpa ij in atau alasan tertentu. Pada saat bel masuk lagi berbunyi (setelah istirahat) siswa masuk kelas dengan tertib dan duduk dengan tenang di tempat masing-masing. Guru keluar kelas setelah semua siswa keluar. di dalam kclas k. J.

Tunjukkan bahwa memberi/meminta laporan secara rutin kepada aparat keamanan . mengingatkan tentang tugas-tugas. Dengan kata-kata sendiri. Kemukakan beberapa syarat pendekatan yang perIu diambil guru dalam memlihara disiplin kelas? Jelaskan keuntungan-keuntungan terciptanya disiplin bagi kehidupan peserta didik? Jelaskan bahwa menegakkan disiplin bukan berarti mengurangi kebebasan berprestasi peserta didik? Jelaskan beberapa hak peserta didik dalam kaitannya dengan dunia pendidikan. Ketika bel pulang berbunyi. Pertanyaan -pertanyaan 1. 8. x. 9.Waktu pulang w. jelaskan pengertian disiplin kelas? Kemukakan alasan-alasannya mengapa basis kemanusiaan dan pnnslp demokrasi merupakan petunjuk dan pengecek dalam mengambil kebijakan pemeliharaan disiplin? 3. Sebutkan cakupan yang perIu dikembangkan dalam menjalin hllbllngan antara sekolah dan lembaga pendidikan lainnya? 13.? Gambarkan hierarchi kebutuhan manusia menurut Maslow? Jelaskan bahwa manajemen kurikuler penting dalam memelihara disiplin? Kaitkan terpenuhi/tidak terpenuhinya kebutuhan manusia dengan tegak/tidak tegaknya disiplin manusia? 10. pelajaran berakhir. 5. 7. 4. 2. 6. pekerjaan rumah dan sebagainya. Siswa ke1uar kelas dengan tertib. Gambarkan upaya manajerial kepala sekolah dalam langkah preventif memelihara disiplin sekolah? 11. Guru memberikan nasehat-nasehat. ditutup dengan doa dan salam kepada guru. Jelaskan mengapa menjalin hllbungan yang harmonis antara sekolah dan masyrakat sangat penting dalam menciptakan suasana kelas yang aman? 12.

Sebutkan beberapa kondisi sekolah yang dapat menimbulkan gangguan disiplin sekolah? 16. Komponen apa sajakah yang perIu ada dalam tata tertib sekolah ? Tugas Bagilah kelas Anda menjadi lima kelompok. Sebutkan sebab-sebab umum yang merusakkan terpeliharanya disiplin? 20. J elaskan beberapa masalah yang ditimbulkan guru yang mengakibatkan disip1in tidak terpelihara? 17. 21. Jelaskan pula beberapa masalah yang ditimbulkan oleh lingkungan sehingga disiplin kaitkan terpenuhi/tidak terpenuhi tidak tercipta? 19. Jelaskan bahwa penguatan verbal dan non verbal berpengaruh pada terciptanya disiplin kelas? 15. Tugas kelompok adalah: 1. Jelaskan beberapa masa1ah yang ditimbulkan siswa yang mengakibatkan disiplin terganggu? 18. Menegakkan displin bukan berarti mengebiri kebebasan Slswa. Memilih dan mendiskusikan satu topik dalam kelompok topik-topik berikut ini: a. Mengapa tata tertib sekolah harus dibuat dan disebarkan kepada para Slswa.penting dalam mencegah gangguan disiplin sekolah? 14. .

Komentari hasil kerja masing-masing kclompok. 1996. Entang dan T. Paul M dan Hoower. c. Petunjuk Peningkatan Mutu Pendidikan di Sekolah Dasar. Kenneth H. Elementary Teaching Method. Boston. 4. e. 1991. Seri peningkatan Mutu 1. John D. Teladan guru penting dalam memelihara disiplin kelas. The Essentials of Teaching. McNeil. Hollingsworth. 1983. New York: MeMillan Publishing Company. _________ . Raka Joni. Daftar Pustaka Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen. Dengarkan komentar dosen pengampu terhadap hasil kerja kclompok clan baik proses maupun subtansi isi materi. Pengelolaan Kelas. Model menjalin hubungan dengan orang tua siswa dalam menciptakan disiplin sekolah. Jakarta: Proyek Pengembangan Pendidikan Tenaga Kependidikan Depdikbud Ditjen Dikti. 1996. Menjalin hubungan dengan masyarakat sekitar potensial tumbuhnya disiplin sekolah. Allyn and Bacon.b. Prinsip demokrasi dan kemanusiaan filter pengambilan kebijakan dalam menegakkan disiplin kelas. 3. Jakarta: Depdagri dan Depdikbud. 1990. . & Jon Wiles. M. d. Pengeloaan Kelas di Sekolah Dasar. sajikan hasil diskusi kelompok didepan kelas/kelompok lain. Secara bergantian. Jakarta: Depdagri dan Depdikbud. 2. Seri peningkatan Mutu 2.

. 1990. Suharsimi Arikunto. New York: Harper & Row Publisher Inc. Allan C. Jakarta: PT Aneka Cipta. 1993.Orstein. Strategies for Effective Teaching. Manajel71ell Pellgajarall Secara Mallusiawi.

agar kebiasaan disiplin di sekolah yang hendak dipelihara itu semakin tumbuh subur. dan edukatif. guru juga harus tetap menjaga perasaan kecintaan terhadap peserta didik. bukan karena rasa benci atau emisional. Di samping itu. demokratis. . seraya menetralisir dengan cara menaggulangi emosi-emosi peserta didiknya. Bab ini adalah bab yang mengulas: tahapan-tahapan memelihara disiplin. Oleh karena itu. diantaranya faktor lingkungan siswa seperti lingkungan rumah. apakah dilakukan oleh individu at au kelompok. Penanggulangan pelanggaran disiplin kelas perlu dilaksanakan secara penuh kehatihatian. Namun demikian. di sadari benar bahwa disiplin di kelas sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor. jenis dan cara pcnanggulangan disiplin. Strategi tersebut adalah strategi dalam mengubah perilaku peserta didik kearah pemilikan kesadaran melaksanakan semua peraturan yang telahdibuat.BAB VI TAHAPAN DAN PENANGULANGAN PELANGGARAN DISIPLIN La tar Belakang Terpeliharanya disiplin menunjuk kepada kepatuhan terhadap pelaksaan peraturan sekolah dan menunjuk kepada berjalannya sistem kontrol dalam kelas. Cara-cara penenggulangan dilaksanakan secara bertahap dengan tetap memperhatikan jenis gangguan yang ada dan siapa pelakunya. bukan karena paksaan melainkan datang dari dirinya sendiri yang memang merupakan kebutuhan dan memberikan kemanfaatan kepadanya . Pemilikan kesadaran tersebut. Langkah tersebut mulai dari tahapan pencegahan sampai pada tahapan penyembuhan. guru juga perIu menjalin kerjasama dengan orang tua di rumah. Terpeliharanya disiplin tersebut memerlukan keterlibatan serangkaian strategi. terpeliharanya disiplin di kelas mengisaratkan bahwa guru dapat menanggulangi masalah-masalah yang terjadi di kelas. Di samping itu. dengan tetap tertumpu pada penekanan substansinya bukan pada pribadi peserta didik. dan kebiasaan hidup tertib.

mengemllkakan kemungkinan jenis-jenis gangguan disiplin yang muncul di kelas. positif bagi kehidupan siswa di masa depan. . e. demokratis. Sctclah mcmpclajari bab ini. dalam menegakkan disiplin. menyebutkan berbagai alat yang dapat digunakan pada saat pengenalan siswa. jenis. 1. penampilan yang menarik. menyimpulkan bahwa sajian yang menarik. m. Anda diharapkan dapat: b. mengikhtisarkan langkah-langkah yang harus dilakukan pada tindakan penyembuhan. f. dan dengan tetap menumbuhkan rasa cinta kepada para peserta didik. d. ketepatan menjelaskan prinsip-prinsip yang pedu diperhatikan dalam menjatuhkan hukuman menyimpulkan bahwa dengan pembiasaan disiplin disekolah akan berpengaruh menjelaskan hal-hal yang dapat menumbuh suburkan sikap bersahabat antara guru penanganan dapat mencegah gangguan disiplin kelas. menyimpulkan bahwa pelaksanaan konsekuensi at as pelanggaran tata tertib bukan dimaksud sebagai hukuman. menjelaskan tahapan-tahapan cara memelihara disiplin kelas. 1.Untuk memahami bagaiman tahapan. J. c. cara penanggulangan gangguan disiplin yang edukatif. akurat. k. Kemudian jawab pertanyaan yang ada dan kcrjakan tllgas-tugas yang ditllgaskan kepada Anda. diharapkan para mahasiswa menyimak bab ini dengan baik dan sungguhsungguh. menjelaskan langkah-Iangkah menumbuhkan kesan positif pada pertemuan awal di kelas. Tujuan a. menjelaskan cara-cara penaggulangan disiplin kelas berdasar jenis gangguan kelas yang muncul. menjelaskan tahap-tahap pemeliharaan disiplin pada saat mengingatkan peraturan dan konsekuensinya. menjelaskan alasan-alasan diterapkannya campur tangan (intervensi) oleh guru.

tumbuhnya perilaku menyimpang. sifat. a. agar upaya menegakkan disiplin di kelas ditunjang oleh disiplin di rumah. memelihara perilaku-perilaku yang diharapkan. misalnya (nama. Tumbuhkan kesan positif pada pertemuan pertama ini dengan mengemukakan program/perencanaan pembelajaran. o. Di samping itu pemberian catatan yang bersifat memberi dorongan pada pekerjaan peserta didik sangatlah membantu. Tahapan Memelihara Disiplin Memelihara disiplin adalah suatu proses. Adapun tahapan-tahapan memelihara disiplin seperti berikut ini. n. 1. Merencanakan pengajaran dan mengajar peserta didik dengan penuh variatif dan dengan hal-hal yang aktual melalui topiktopik yang relevan sangatlah membantu tumbuhnya belajar aktif dan percaya diri. Pemeliharaan Pemeliharaan perilaku pada umumnya harus sejalan dengan pedoman yang telah ditetapkan agar peserta didik tetap dapat menjalankan tugas-tugasnya.dan siswa. misalnya adalah saat yang penting dalam. dan intruksional. Pedoman itu harus memenuhi kepatuhan. Karena ia proses maka memelihara disiplin akan terdiri dari serangkaian tahapan yang harus diperhatikan oleh para penegak disiplin. dan kepraktisan kearah belajar aktif. ketepatan perencanaan. kesukaan) peserta didik adalah halhal yang penting dalam penciptaan suasana kelas. kebermaknaan. Pertemuan pertama. b. Mengenal identitas. Pencegahan Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam tahap ini adalah penciptaan suana kelas. Akhirnya penguasaan akan disiplin akadcmiknya akan menambah kredibilitas guru yang diperlukan juga dalam proses pembelajarannya. Peserta didik patut menerima perhatian secara teratur untuk mengurangi gangguan dan menghindari. . mamahami bahwa sikap guru yang demokratis merupakan kondisi bagi terbinanya menunjukkan bagClimana menjalin hubungan an tara guru dan orang tua di rumah tertib ke arah siasat atau kearah diri sendiri.

Hindari segala jenis tindakan yang menimbulkan konfrontasi. garis besar perhatian dan aktivitas yang relevan dari bidang studi yang akan ditempuh peserta didik. Hal itu semua hams dilakukan dengan tenang dan tidak emisional. mendekati peserta didik. Guru tidak dilatih mengobati dan mereka hams menyadari kekurangan . Campurtangan (intervensi) Campurtangan atau usaha guru untuk menyetop perilaku tidak pantas dari peserta didik diperlukan bila teknik-teknik yang diterapkan dalam fase pencegahan dan pemeliharaan tidak berhasil. Guru melakukan terapi situasi dari pada peraturan disiplinnya. atau melakukan apa saja yang tepat untuk situasi seperti itu. Namun dalam fase campurtangan ini hendaknya dicari teknik yang efektif dan dilakukan secanl hemat dan penuh pertimbangan. menatap mata peserta didik. d. memberi isyarat dengan tangan atau kepala agar peserta didik tidak berperilaku tidak pantas. 4) beri kesempatan peserta didik menyatakan harapan-harapan mereka dengan kemungkinan-kemungkinan yang saling menguntungkan. Pengaturan Tujuan pengaturan perilaku adalah mengurangi kesalahan pelaksanaan pengembangan kecakapan peserta didik. Campurtangan lebih dilakukan pada gejala utamanya dari pada kepada perilaku menyimpangnya. Fase ini merupakan fase penting demi tercapainya tujuan peserta didik.Langkah-langkahnya seperti: 1) mulailah dengan saling berkenalan secara tepat. Ingat ini bukan "situasi· kemenangan bagi guru. c. 3) informasikan harapan-harapan akademis dan kebij akan penilaian secara rasional. Guru memerlukan keahlian dalam langkah-langkah intervensi seperti: bertanya. Kalau cara ini beJum berhasil mintalah peserta didik dengan menyebut namanya untuk diam atau memindahkan temp at duduknya. latar belakang. 2) informasikan gambaran umum. Guru hendaknya menggunakan pendekatan ilmu dan seni mendidik dalam fase ini.

potensi mempengaruhi sikap dan perilaku dengan cara yang tidak merugikan. atau meminta siswa mengajukan pertanyaan. tetapi kebebasan yang berlebihan periu dicegah jangan sampai berkembang merusak disiplin kelas. Guru dapat segera menghampiri mereka dan memotivasi mereka agar kembali mengerjakan tugas-tugasnya. b. Namun demikian. 2. Gangguan melempar catatan Gangguan melempar catatan muncul akibat adanya kebosanan at au ketidak tepatan kegiatan belajar mengajar. Secara persuasif menyatakan bahwa perbuatan itu akan merugikan diri siswa sendiri. Berdialog antara guru dan peserta didik tentang hak dan kewajiban peserta didik perlu dilaksanakan. Atau guru dapat bertanya. J enis Gangguan dan Cara Penangulangan Gangguan DisipIin Dengan tidak mengurangi kebebasan guru menemukan cara penanggulangan gangguan disiplin kelas. Gangguan percakapan Percakapan antar peserta didik yang mengancam disiplin perlu segera ditanggulangi. Tidak tepat bila guru membaca keras-keras catatan itu. a. c. selain akan mengganggu ketertiban kelas. terdapat beberapa petunjuk umum cara penanggulangan gangguan disiplin seperti dikemukakan Hollingsworth dan Hoower (1991: 72-74) berikut ini.dalam menanggulangi hal-hal yang menyebabkan aneka perilaku. atau menyuruh menyelesaikan tugas secara khusus kepada peserta didik yang bercakap tadi. Lebih lanjut guru dapat mempertimbangan alternatif aktivitas kearah pengembangan perilaku positif melalui cara yang efektif. Katakan kepada para siswa bahwa disamping hak ada kewajiban. guru harus memiliki kesabaran. Mengambil langkah hatihati dalam situasi ini sangat penting. Guru dapat membantu peserta didik menyadari bahwa perilaku memiliki konsekuensi dengan kehidupan mereka. Gangguan kebebasan yang berlebihan di an tara Slswa Bebas adalah naluri manusia. yaitu kcwajiban untuk tidak menggangu .

i. Menyontek. Berilah motivasi dan kesempatan yang bijak dan tugas yang sesuai dengan kemampuan peserta didik. e. sebagai pendengar. g. Gangguan pengaduan Disiplin kelas kadang-kadang terggangu olehadanya pengaduan di samping adanya laporan dari peserta didik. Gangguan menyontck Menyontek terjadi akibat dari ketidak siapan peserta didik atau materi yang melebihi baras. Gangguan tabiat marah Guru segera menghampiri atau memindahkan peserta didik yang bertabiat marah dan menjauhkan peserta didik lain. belajarlah dengan rajin dan tekun. Oleh karena im. Guru kemudian mencari sebab dan membantu menyelesaikan persoalannya. permusuhan akan mengakibatkan hilangnya teman bergaul. f. Berusaha mencari penyebab permusuhan ini dan cobalah adakan perubahan-perubahan baru Katakan bahwa permusuhan adalah perbuatan tidak baik. selain konsentrasi buyar juga tidak akan dapat menyelesaikan pekerjaandengan baik.orang lain. Permohonan yang rasional untuk seorang siswa belum tentu sesuai dengan siswa lain. d Gangguan permusuhan diantara peserta didik atau kelompok Bicaralah dengan masing-masing pihak secara individual atau kelompok. Gangguan perpindahan situasi . h. Gangguan penolakan permohcinan guru Berdialog secara tcrus menerus dan mencari alternatif lain adalah salah satu cara yang dapat ditempuh oleh guru terhadap gangguan ini. Namun guru perlu berlaku bijaksana dan konsisten dalam menjelaskan ke dua hak tersebut. Katakan kepada mereka bahwa menyontek akibat dari tidak belajar. Penciptaan suasanan sejuk dan objektif akan menghilangkan gangguan semacam ini. Guru harus dapat membedakan pengaduan dan laporan tentang sesuatu.

Siswa yang ticlak dipcrhatikan orang tua clan gurunya kurang dapat mengontrol dirinya scndiri biasanya kurang mcnghargai otoritas dan mereka tidak menyukai dan membencinya. favorit. Setiap siswa pada dasarnya mcmpunyai daya at au tcnaga untuk mcngontrol dirinya. Alat ini berupa sejumlah pertanyaan misalnya tentang buku yang disenangi.apa yang disukai pada saat pertama kali masuk sekolah. keadaan lingkungan sekolah. clan sebagainya. 3) "feedback letter" dimana siswa diminta untuk membuat satu karangan atau satu surat ten tang perasaan mereka terhadap sekolahnya. perubahan jadwal). perpindahan situasi harusdiiringi oleh kesiapan akan alternatif dan inisiatif lain. hoby. pada saat istirahat. Pengenalan Slswa Makin baik guru mengenal siswa makin besar kemungkinan guru mencegah terjadinya pelanggaran disiplin. acara yang disenangi dari siaran televisi. Di samping itu. a. guru yang paling discnangi. dan sebagainya. 2) "sosiogram" yang dibuat dengan maksud untuk melihat bagaimana persepsi para siswa dalam rangka hubungan sosial-psikologis dengan teman-temannya. Oleh karena itu. Pengenalan terhadap mereka dan lataI' belakangnya merupakan usaha penanggulangan pelanggaran disiplin. aktivitas yang dikerjakan siswa. pada saat pelajaran berlangsung. Sebaliknya anak yang frustasi karena merasa tidak mendapat perhatian guru dengan semestinya sangat mungkin terjadinya siswa terscbut melanggar disiplin sekolah. Yang Saya Sukai di Sekolah . Berbagai alat dapat digunakan. pada saat pulang sekolah. serta pengawasan.Perpindahan situasi merupakan jenis lain dari gangguan disipltn kelas (ganti pelajaran pindah kelas. misalnya: 1) "interest-inventory"merupakan cara sederhana yang dapat dibuat guru. Cara tersebut antara lain. terdapat berbagai cara lain yang dapat ditempuh guru dalam menanggulangi pelanggaran disiplin.

Yang saya sukai waktu istirahat yaitu kita semua dapat melepaskan kelelahan dan ketegangan dalam belajar. setelah itu satu persatu mereka masuk ke kelas. Tak lama kemudian 10 menit berlalu.00 bel berbunyi tanda waktu untuk istirahat. Selain itu juga kita dapat melepaskan dahaga. Tak lama kemudian bel pun bcrbunyi menunjukkan tanda untuk pulang. Dan murid-muridpun menanggapinya dengan penuh scmangat pula. Saya pun juga ikut baris.Saya adalah siswa dari SO Petompon 01-02 di Kecamatan Gajah Mungkur. Sayapun juga menyukainya. Lalu mereka mcmasuki kclas dengan rapi clan tcratur.45. Pak Guru kemudian masuk ke kelas kami. Pak Guru memulai pelajaran dengan jadwal yang pertama. Yang saya sukai waktu pulang adalah saya dan remanternan dapat berdiskusi tentang kcgiatan sorenya sebelum kami semua pulang. Saya sangat senang karena terlihat rapi clan tcrtib. Saya juga menyukai pelajaran yang sama ini. Saya jugasempat mengobrol dengan teman-teman. Kotamadya Semarang. Kemudian saya dan teman-teman segera duduk di temp at maslI1gmaslI1g. Saya merasa senang dan bangga sekolah di sini. Setelah itu pcIajaran yang terakhir segera dimulai. Beberapa saat kcmuclian scbelum pulang Pak Guru memberi tugas rumah dahulu. Saya juga scnang dengan cara Pak Guru mengajar pelajaran ini. Anak-anak segera berbaris dengan rapi di depan kelas. Pelajaranpun segera dimulai. Sehingga menyebabkan suasana dalam proses be1ajar mengajar menjadi menyenangkan. Sesuclah itu baru kami . Saya dan ternan-ternan segera keluar dari ruang kelas. Dan tidak Iupa kami berdoa dahulu dan bcrsalaman dengan Pak Guru. Saya senang karena melihat teman-teman menyapanya dengan ramah. Bel berbunyi kembali tanda istirahat telah selesai dan waktunya mas uk. Waktu itu jam menunjukkan pukul 06. Saya juga mcnyukai tugas yang dibcri Pak Guru ini. Maka Pak Guru clan Ibu Guru juga scnang mclihatnya. Yang saya sukai pada waktu belajar ini adalah Pak Guru mengajar dengan penuh semangat. Yang saya sukai di sekolah an tara lain waktu masuk. Dan perpcsan agar c1ikcrjakan dcngan baik. Sambil makan dan minum saya dan teman-teman duduk-duduk di teras halaman. Saya juga senang membeli makanan di kantin sekolah. Murid-murid segcra berbaris di dcpan kclasnya masingmasing. Pada pukul 09.

Ia (Prima Hidayaningtias) sudah pcrnah sebagai pemenang pcrtama da1arn penulisan Pekan Tabungan Nasional tingkat Kodya Dati II Semarang. Scmua itulah yang saya sukai di sckolah.diperbolehkan pulang ke rumah kami masing-masing dengan hati scnang clan riang. SD Petompon 01 Soediarto 130151693 Contoh karangan siswa sebagai ungkapan perasaan siswa terhadap sekolah . Ide (penuangan). gagasan belum sesuai dengan judul . Bentuk tulisan bagus. Semarang. sesuai dengan petunjuk menulis. Prima Hidayaningtias VI B/SD Petompon 02 Susunan ka1imat mendekati scmpurna. 3 Maret 1998 Ka.

-+ 1) Lakukan tidakan dan bukan ceramah Bila ada seorang siswa melakukan tindakan yang dapat menggangu kelas lakukan tindakan menghentikan kegiatan tersebut secara tepat dan segera. 3) Gunakan "kontrol"kerja Mungkin sekali banyak hal belum tercakup dalam tata tertib terjadi dalamkelas. kemudian melaksanakan sanksi yang seharusnya berlaku.Jangan tawar menawar (do not bargain) Bila terjadi pelanggaran yang dilakukan seorang siswa dan melibatkan atau menyalahkan siswa lainnya guru harus segera melakukan tindakan untuk menghentikan gangguan tersebut. bahu. baik berupa isyarat tangan.malah menjadi bingung. Cara berteriak atau memberikan ceramah ten tang kesalahan yang dibuat siswa pada saat itu akan membuat siswa . 2) . Guru harus segera mengingatkan siswa terhadap peraturan tata tertib (=yang dibuat dan diterapkan bersarna) dan konsekuensinya. Guru yang bersangkutan dituntut untuk berbuat sesuatu dalam menghentikan perbuatan siswa setepat mungkin. Dimensi tindakan merupakan kegiatan yang seharusnya dilakukan guru bila terjadi masalah pelanggaran disiplin. Setelah jangka waktu tertentu guru bersama-sama murid dapat meninjau kembali aturan sekolah tersebut untuk dimodifikasi dan diperbaiki.b. Bagaimana cara melakukan dimensi tindakan ini. alis. Kewajiban guru adalah mencoba menghindarkan hal tersebut dengan melakukan kontrol sosial. tindakan tepat dan segera sangat diperlukan. Pesan-pesan non-verbal atau body language. beberapa hal di bawah ini dapat dij adikan bahan pertimbangan bagi guru. Kegiatan ini juga bertujuan untuk memonitor efektivitas aturan tata tertib. dan sebagainya dapat membantu dalam penegakkan disiplin kelas. Sekali lagi segera hentikan penyimpangan tingkah laku siswa dengan tindakan. kepala. Melakukan tindakan korektif Dalam kegiatan menegakkan disiplin kelas. Tidak ada untungnya kalau pada saat itu guru membuka forum diskusi untuk membicarakan tentang peraturan dan mencari siapa yang bersalah. .

dan sekaligus dapat mengontrol tingkah laku mereka. pcringatan. 4) Nyalakan peraluran cian konsekuensinya Bila ada siswa yang melanggar peraturan tata tertib sekolah komunikasikan kembali apa aturan yang dilanggarnya secara jelas dan kemukakan akibatnya bila peraturan yang telah dibuat dan disepakati bersama itu dilanggar. disuruh menghadap kepala sekolah dan atau dilaporkan kepada orang tuanya tentang pelanggaran yang dilakukannya di sekolah. Kemukakan kepadanya harapan kita sebagai guru dan teman-teman lain yang akan terganggu konsenl!i!lya dan nyatakan tingkah laku bagaimana yang diharapkan dari siswa yang bersangkutan. 3) Tidak menutup kemungkinan untuk memberikan kesempatan kepacla siswa untuk memilih salah satu alternatifkonsekuensi clari pelanggaran yang sudah dibuatnya. Bila ada tindakan siswa yang menggangu suasana proses belajar mengajar segera hentikan gangguan tersebut. Konsekuensi itu dilakukan secara bertahap dimulai dari peringatan. Pendekatan dengan siswa sangat diperlukan karena kalau mercka mcrasa dekat dengah guru akan memperkecil kesempatan mereka untuk berbuat "nakal" dan melanggar tata tertib sekolah. teguran. Beberapa petunjuk cli bawah ini clapat diperhatikan: I) Pilihlah dan pakailah konsekuensi yang paling ringan dalam alternatif penanggulangan seperti teguran.temannya. 2) Jika ternyata satu konsekuensi yangdipilih. 4) Ingat bahwa pclaksanaan konsekuensi atas pelangaran terhadap tata tertib tidak dimaksudkan untuk menghukum. memberi tugas tambahan dan sebagainya. berhentilah dan pindahkan kepada alternatif lain yang cliperkirakan akan memberikan hasil yang lebihbaik.Misalnya dengan membuat ruangan tapal kuda sehingga guru dapat langsung berhadapan muka dengan para siswa. kemudian usahakan memahami alasan mengapa siswa tersebut bertindak demikian. Tindakan guru hendaknya cukup tegas dan berwibawa clan henclaknya hinclarkan hal-hal tinclakan yang menyebabkan siswa menclapat malu cli clepan teman. ticlak efektif. memberi tanda: cek. . Hindarkan konsekuensi yang berat clan memberi hukuman.

jelaskanlah maksud pertemuan mengikuti tata tertib atau menerima konsekuensi dari pelanggaran yang dibuatnya.5) Konsekuensi dibuat untuk mengelola tindakan yang melanggar aturan pada saat tertentu. akan ditempuh dalam mengadakan kontrak dengan siswa semacam ini. yang sempurna dan tidak bebas dari kekurangan dan kelemahan dalam berbagai hal. c. Langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam tindakan peyembuhan 1m ialah: 1) 2) 3) 4) mengindentifikasikan para siswa yang mendapat kesulitan untuk menerima dan membuat rencana yang diperkirakan paling tepat tentang langkahlangkah yang menetapkan waktu pertemuan dengan siswa tersebut yang disetujui bersama oleh bila saatnya dengan bertemu dengan siswa tiba. 2) 3) siswa tidak mau menerima aWu mcnolak konsckucnsi scpcrti yang telah tercantum seorang siswa menolak sarna sekali aturan khusus yang telah tercantum dalam tata dalam pcraturan sckolah scbagai akibat dari perbuatannya. tersebut. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menemukan peraturan mana dan alternatif mana secara empirik merupakan alat yang efekif dalam mengatasi problema disiplin. Melakukan tindakan penyembuhan Pelanggaran yang sudah terlanjur dilakukan siswa atal! scjumlah sls\Va perlu ditanggulangi dengan tindakan penyembuhan baik secara individual maupun secara kelompok. Kegiatan inipun bcrtujuan untuk mengindentifikasi siswa yang sukar mengikuti peraturan sekolah. Dalam kegiatan menegakkan disiplin dibutuhkan satu kegiatan monitoring. dan jelaskan pula manfaat yang diperoleh baik oleh s. 5) tunjukkan kepada siswa bahwa gurupun bukan orang. Dari hasilpengalaman beberapa waktu ada baiknya kalau guru menampung pendapat para siswa tentang peraturan mana yang dianggap tidak perlu dan dibuang. akan tetapi yang penting an tara guru . tertib sekolah. Situasi pelanggaran ini dapat berbentuk: I)siswa melanggar sejumlah peraturan sekolah yang tclah disepakati bersama. guru dan siswa yang bersangkutan. Besok adalah hari lain dan konsekuensi hanya berlaku pada hari itu dan saat itu.iswa maupun oleh sekolah.

dan siswa harus tumbuh kesadaran untuk bersama-sama belajar. . saling mengingatkan bagi kepentingan bersama. untuk saling memperbaiki diri. 6) guru berusaha untuk membawa murid kepada masalahnya yaitu memahami tata tertib dan menjauhi pelanggaran terhadap peraturan yang berlaku di sekolah.

7) bila ada pertemuan yang diadakan dan ternyata siswa tidak responsif maka guru dapat mengajak siswa untuk melaksanakan diskusi pada saat lain ten tang masalah yang dihadapinya. 8) pertemuan guru dengan siswa harus sampai pada pemecahan masalah dan sampai kepada "kontrak individual" yang diterima siswa dalam rangka memperbaiki tingkah laku siswa tentang pelanggaran yang dibuatnya. 9) melakukan kegiatan tindak lanjut. 1 I I ! 011 ii Gambar 35 Usaha guru membawa siswa kepada pemahaman tata tertib .

Konsep lain dalam mencegah gangguan disiplin kelas dapat dilakukan dengan hal-hal berikut ini.

a.

Sajian yang menarik

Masalah disiplin kelas terganggu karena penyajian materi yang kurang menarik. Oleh karena itu, prosedur mengajar (orientasi, latihanl praktik, umpan balik, lanjutan) harus dilaksanakan dengan cara yang menarik.

b.

Penampilan yang menarik

Sajian yang menarik hendaknya diikuti oleh penampilan yang menarik. Guru adalah model dan panutan peserta didik. Oleh karena itu, dalam berbicara, berpakaian, bertingkah laku misalnya, hendaknya dijaga agar tetap menarik.

c.

Ketepatan menangani masalah

Pen gam b i I an tindakan pen anggu langan masalah dis ip lin akan menyenangkan satu pihak tetapi mungkin merugikan pihak lain. Oleh karena itu, ketepatan penanganan masalah sangatlah perIu.

d.

Belajar dari kesalahan

Boleh jadi banyak pengalaman yang berkesan disamping yang tidak me,nyenangkan dalam mengajar. Setelah kita mengajar 4-5 tahun lamanya, akhirnya disadari banyak hal positif, efektif, namun ada juga

yang kurang efektif untuk di1aksanakan da1am menanggu1angi masa1ah disiplin. Kesiapan guru da1am mengajar akan mempengaruhi tegaknya disiplin, seba1iknya guru yang tidak siap gangguan disip1in akan timbul. Akhirnya be1ajar dari pengalaman, guru dapat memetik manfaatnya.

e.

Penggunaan hukuman Para pendidik tidak setuju mengenai sesuatu yang mengakibatkan berkembangnya

perilaku menyimpang dibiarkan ada. Tindakan yang berupaya menegakkan disip1in memang perIu. Hukuman kendatipun kadang-kadang kurangefektif dari ganjaran yang perIu diambil. . Terdapat prinsip-prinsip yang perIu diperhatikan dalam memberi hukuman kepada peserta didik. Prinsip-prinsip berikut merupakan gagasan agar pemberian hukuman flcksibel dan mengkait dengan situasi dan kekhususan para siswa. Prinsip-prinsip tersebut sepcrti dikemukakan olch Ornsticn (1990); Eggen (1994) adalah: 1) hukuman diberikan sccara hormat dan penuh pertimbangan; 2) berikan kejelasan /alasan mengapa hukuman dibcrikan ; 3) hindarkan pemberjan hukuman pada saat marah at au emosional; 4) hukuman diberikan pada awa1 kejadian dari pada akhir kejadian; 5) hindari hukuman yang bersifat badaniah/fisik; 6) jangan menghukum kelompok/kelas apabila kesalahan dilakukan oleh seseorang ; 7) jangan memberi tugas tambahan sebagai hukuman; 8) yakini bahwa hukuman sesuai dengan kesalahan; 9) pelajari tipe hukuman yang diijinkan sekolah; 10) jangan menggunakan standar hukuman ganda; 11) jangan mendendam; 12) konsisten liengan pemberian hukuman; 13) jangan mengancam dengan ketidak mungkinan: 14) jangan memberi hukuman berdasar selera.

Jenis-jenis Hukuman 1. Pengurangan skor 2. Pengurangan hak 3. Hukuman berupa 4. Pemberian celaan atau penurunan peringkat denda 5. Penahanan sesudah sekolah 6. Penyekoresan 7. Pengiriman kepada orang lain Emmer dalam Suharsimi,1993

Umum 1) Peduli 2) tandai gangguan 3) amati dcngan saksama 4) tingkatkan kcpcntingan scmua pihak 5) humor 6) penyususnan kembali program 7) rutinitas .Gambar 36 pertimbangan Hukuman diberikan secara hormat dan penuh Secant ringkas Iangkah-langkah pencegahan gangguan disiplin dapat clikcmukan bcrikut ini a.

gambarkan perilaku tanpa penilaian. berikan penekanan pada penje1asan bukan pada pendapat. mintalah balikan. gunakan verbal dan non verbal secara harmonis. berikan penekanan pada proses perubahan pribadi. 3. Kcmanusiaan 1) Pcngcmbangan kcsadaran diri melalui umpan balik sepcrti: berikan pcnckanan pada lingkah Jaku bukan pada pribadi. buatlah pesan secara lengkap/harmonis/ konkret. Kebiasaan Hidup Tertib Pembiasaan dengan disiplin di sekolah akan mempunyai pengaruh yang positif bagi . 2) Pengembangan dan pemeliharaan kepercayaan 3) Efesiensi komunikasi seperti: gunakan orang pertama secara tunggal dan langsung.8) 9) permohonan langsung hindarkan barang-barang yang menggangu 10) pengenda1ian fisiko b. 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Moderat susun aktivitas kelas tentukan prosedur dan ketentuan da1am pembe1ajaran susun aktivitas dan tugas-tugas akademik Sllsun kcgiatan-kegiatan yang sudah rutin tekankan tujuan dampak sampingan dari be1ajar laksanakan kegiatan monitoring bentuk kelompok-kelompok belajar gunakan waktu secara efektif berikan petunjuk-petunjllk praktis 10) kcmukakan harapan-harapan guru c. berikan penekanan pada masa sekarang /akan datang bukan pada masa 1ampau.

akan tetapi disiplin telah merupakan aturan yang datang dari dalam dirinya sendiri suatu hal yang wajar dilakukan dalam kchidupan schari-hari. maka lama-kelamaan akan menjadi sesuatu kebiasan yang baik menuju kearah disiplin did sendiri (self discipline). Pada mulanya memang disiplindirasakan sebgai suatu aturan yang mengekang kebebasan siswa. Guru bersikap objektif terhadap kesalahan siswa dengan rnelakukan sanksi sesuai dengan tata tertib bila siswa rnelanggar disiplin yang telah dlsetujui bersarna. Disiplin tidak lagi merupakan aturan yang datang dari luar yang mel11berikan keterbatasan tertentu. Dapat diciptakan suasana optirnis sehingga setiap siswa rncrasakan berhasil dalam scgiscgi tcrtcntu dan tidak scnantiasa bcrada dalam situasi kegagalan dan kekecewaan. . Guru bersikap hangat dalarn rnernbina sikap persahabatan dengan sernua siswa. d. b. Guru tidak rnenuntut para siswa untuk rnengikuti aturan-aturan yang di luar kernarnpuan Slswa. Akan tetapi bila aturan ini dirasakan sebagai sesuatu yang memang seharusnya dipatuhi secara sadar untuk kebaikan sendiri dan kebaikan bersama.kehidupan siswa di masa yang akan datang. Guru tidak rnenghukurn siswa di depan ternan-ternannya sehingga rnengakibatkan rnereka rnerasa kehilangan rnuka. Hal ini akan turnbuh subur bila: a. Pengalaman dasar dalam disiplin akan memberikan kcrangka dalam keteraturan hidup selanjutnya. e. Menghargai rnereka dan rnenerirna rnereka dengan berbagai keterbatas an n y a. g. Guru bersikap adil sehingga rnereka rnerasa diperlakukan sarna tanpa turnbuh rasa dianak tirikan atau disisihkan. h. Disiplin diri sendiri hanya akan tumbuh dalam suatu suasana dimana antara guru dan para siswa terjalin sikap persahabatan yang berakar pada dasar saling hormat menghormati dan saling percaya mempercayal. f. c. Pada saat-saat tertentu disediakan penghargaan dan hadiah bagi Slswa siswa yang bertingkah laku sesuai dengan tuntutan disiplin yang berlaku sebagai suri tauladan yang baik. Suasana kchidupan di sekolah tidak rnendorong siswa ke arah tingkah laku yang dikehendaki.

Gambar37 Penguatan dengan pemberian hadiah bagi siswa teladan Sikap guru yang demokratis marupakan kondisi bagi terbinanya kebiasaan berlaku tertib. ikut bertanggung jawab. . Sikap ini akan memberi kesempatan kepada siswa untuk ikut terlibat dalam meneggakkan disiplin sekolah. dan ikut mempertahankan aturan yang telah dipikirkan dan ditetapkan bersama. Tentu saja dalam hal ini dibutuhkan kerjasama yang baik c1engan orang tua di rumah agar kebiasaan disiplin yang baik c1i sekolah c1itunjang olch kebiasaan yang baik di rumah dan sebaliknya.

Simpulkan bahwa dengan pembiasaan disiplin sekolah akan berpengaruh positif bagi kehidupan siswa dimasa depan? m. lelaskan tuhapan-tahapan memelihara disiplin kelas? b. lelaskan cara-cara penanggulangan gangguan disiplin kelas sesuai dengan jenis gangguan kelas yang timbul? f. lelaskan hal-hal yang dapat menumbuh suburkan sikap bersahabat antaraguru dan siwa? n. lelaskan langkah-langkah menumbuhkan kesan positif pada awal pertemuan di kelas? c. Simpulkan bahwa sajian menarik. penampilan menarik. Laksanakan kegiatan c1i bawah ini pacla saat Anda berada di sekolah tersebut: a.Pertanyaan . ketepatan penanganan dapat mencegah gangguan disiplin kelas? k. lelaskan bahwa sikap guru yang demokratis merupakan kondisi bagi terbinanya tertib ke arah siasat atau ke arah kesadaran diri sendiri? o. . lelaskan tahap-tahap pemeliharaan disiplin kelas pada saat menyatakan pcraturan tata tertib disertai konsekuensinya? h. Catat/inventarisasi jenis-jenis gangguan-gangguan disiplin kelas yang banyak muncul. Tunjukkan bagaiman menjalin hubungan antara guru dan orang tua di rumah agar upaya memelihara disiplin di kelas dapat ditunjang oleh disiplin di rumah? Tugas 1. Simpulkan bahwa pelaksanaan konsekuensi atas pelanggaran tata tertib bukan dimaksud sebagai hukuman? I. Sebutkan berbagai alat yang dapat digunakan pada saat pengenalan siswa? g. Kemukakan kemungkinan -kemungkinan jenis-jenis gangguan disiplin kelas? e. Anda berkunjung kesebuah sekolah dasar.pertanyaan a. lelaskan prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan dalam menjatuhkan' hukuman dalam menegakkan displin kelas? 1. lelaskan alasan diterapkannya campurtangan (intervensi) guru dalam menegakkan disiplin kelas? d. Secara berke1ompok (4-5) orang. lktisarkan langkah-Iangkah yang harus dilakukan pacta tindakan penyembuhan? J.

. Mintalah komcntar dosen pengampu mata kuliah manajemcn kclas. d. Kenneth H. Elementary Teaching Methods. Jakarta: Proyek Pengembangan Pendidikan Tenaga Kcpendidikan Depdikbud. 1991. Strategies for Effective Teaching. Paul D & Don Kauchak. Pengelolaan Kelas. 2. 1983. Inc. Daftar Pustaka Depdikbud. hukuman kepada seluruh ke1as kendatirpun yang salah hanya seorang siswa. New York: Mcmillan College Publishing Company. b. Boston: Allyn and Bacon. c. c. New York: Harper & Row Publisher Inc. Entang dan T. dilakukan guru. Educational Psychologi: Classroom Connections. 1990. Hollingsworth. Raka Joni. Paul M clan Hooper. Ornstien. Allan. akibat-akibat apa yang terjadi terhadap disiplin kelas apabila guru memberi Manfaat belajar dari kesalahan dalam pencegahan gangguan disiplin kelas.b. Diskusikan dalam kelompok (4-5) orang tentang: resiko-resiko pcmberian hukuman dalam keadaan guru sedang emOSl. M. Jakarta: Direktorat Pendidikan Tinggi Eggen. Pengelolaan Kelas. 1983. 1994. a. Catatlinventarisasi cara-cara pcnanggulangan gangguan disiplin kelas yang Laporkan hasil obscrvasi Anda di depan kelas.

You're Reading a Free Preview

ダウンロード
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->