You are on page 1of 3

Strategik Marketing Mix

Marketing Management Lecturer Prof Dr Ir Ujang Sumarwan, MSc

Pengaruh pemasaran terhadap perusahaan sangat menentukan karena pemasaran mempunyai kedudukan sebagai perantara antara produsen dan konsumen. Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain (Kotler, 1997). Perusahaan dalam menjalankan usahanya perlu memperhatikan dan mengembangkan sistem pemasarannya karena tidak jarang perusahaan gagal mencapai tujuannya disebabkan sistem pemasaran yang kurang tepat. Kegiatan pemasaran tidak dapat dipisahkan dari seluruh rangkaian kegiatan usaha perusahaan karena didalamnya terdapat banyak bagian-bagian yang harus dimengerti dan dilaksanakan khususnya oleh seorang pemasar/lembaga pemasaran. Sejumlah alat-alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk menyakinkan obyek pemasaran atau target pasar yang dituju. Istilah marketing mix sangat akrab bagi siapapun yang pernah belajar tentang pemasaran dan manajemen pemasaran. Dalam bahasa Indonesia, marketing mix diterjemahkan sebagai bauran pemasaran. Menurut Kotler (1997), bauran pemasaran (Marketing mix) adalah sejumlah alat-alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk menyakinkan obyek pemasaran atau target pasar yang dituju. Terdapat empat produk penentu dalam menganalisa pasar secara keseluruhan, yang disebut 4P, yaitu:

1. Product (produk). Produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan pada suatu pasar guna mendapatkan perhatian untuk dimiliki, digunakan, dikonsumsi yang dapat memuaskan kebutuhan. Suatu produk dapat berupa suatu benda, jasa dan keinginan lain-lain untuk melukiskan sesuatu yang dapat memenuhi keinginan. Untuk itu setiap pengusaha harus mengetahui perkembangan kebutuhan konsumen melalui penelitian pasar agar dapat mengetahui dan dapat menyesuaikan diri dalam menciptakan produk. 2. Price (harga). Harga merupakan alat untuk mengukur nilai suatu barang, harga bagi produsen merupakan penentu bagi permintaan pasar dan mempengaruhi posisi pesaing perusahaan dalam merebut konsumen. Harga merupakan indicator dari pada barang, dalam menetapkan harga perlu hati-hati dalam memperhatikan potensi pasar. Oleh sebab itu, menentukan harga perlu diperhatikan agar harga yang ditetapkan dapat dijangkau oleh konsumen disamping itu dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan. 3. Promotion (promosi). Promosi merupakan berbagai kegiatan perusahaan untuk mengkomunikasikan dan memperkenalkan produk pada pasar sasaran. Promosi dalam arti luas mencakup keseluruhan marketing tools dalam bentuk segala komunikasi kepada konsumen, sedangkan dalam arti sempit promosi merupakan insentif yang diberikan oleh konsumen untuk membeli barang. Variabel promosi meliputi antara lain sales promotion, advertising, sales force, public relation, and direct marketing, variabel promosi atau yang lazim disebut bauran komunikasi pemasaran. 4. Place (tempat). Produk yang telah dihasilkan oleh suatu perusahaan akan lebih berguna bagi kensumen/pembeli apabila produk tersebut tersedia pada tempat dan saat dimana saja dibutuhkan. Dalam pencapain tujuan utama dari pemasaran yakni menyalurkan barang-barang atau jasa. Secara efisien dari produsen ke konsumen, maka diperlukan adanya kegiatan penyaluran (distribusi) sebagai mata rantai yang harus dilalui oleh barang-barang dari produsen ke konsumen pada waktu dan jumlah yang tepat. Barang yang dihasilkan oleh para produsen biasanya tidak secara langsung mereka menjualnya kepada konsumen, tetapi biasanya mereka melalui suatu perantara agar produk yang dihasilkan dapat dengan mudah sampai ke tangan konsumen. Dari sudut pandang pembeli, masing masing alat pemasaran tersebut harus dirancang untuk memberi satu manfaat bagi pelanggan. Robert Lauterborn mengemukakan bahwa 4 P penjual berhubungan dengan 4 C pelanggan:

1. 2. 3. 4.

Product (produk) = Customer solution (solusi pelanggan) Price (harga) = Customer cost (biaya pelanggan) Place (tempat) = Convenience (kenyamanan) Promotion (Promosi) = Communication (komunikasi)

Ahli pemasaran kemudian menambah 4P dengan 3P Extended Marketing Mix yang lebih sesuai digunakan pada pemasaran jasa. Tambahan 3P lainnya adalah: 1. People (Pelanggan/karyawan). People adalah pelanggan dan karyawan yang terlibat dalam kegiatan memproduksi produk dan layanan (service production) 2. Process (Proses). Process adalah suatu metode pengoperasian atau serangkaian tindakan yang diperlukan untuk menyajikan produk dan layanan yang baik kepada pelanggan 3. Physical evidence. Physical evidence adalah perangkat-perangkat yang diperlukan dalam menyajikan secara nyata kualitas produk dan layanan.

Jika dikaitkan dengan sisi pelanggan, tambahan 3C pelanggan dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. People = Customer contact, 2. Process = Co-ordinated 3. Physical evidence = Confirmation