You are on page 1of 6

Perkembangan motorik meliputi motorik kasar dan motorik halus.

Motorik kasar adalah gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar seperti kemampuan duduk, menendang, berlari, naik turun tangga daln lain-lain. Sedangkan perkembangan motorik halus adalah gerakan yang menggunakan otot-otot halus yang banyak dipengaruhi oleh kesempatan belajar dan berlatih, seperti memindahkan benda dari tangan, mencoret-coret, menyusun balok, menulis dan lain-lain. Perkembangan motorik secara umum bergantung pada kematangan otot dan saraf. Beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan motorik selain genetik, kondisi pralahir, gizi dan kecerdasan juga stimulasi. Perkembangan kognitif adalah perkembangan anak dalam mengembangkan kemampuan berfikir, seperti kemampuan memecahkan masalah, mengingat, dan penguasaan bahasa. Perkembangan psikososial adalah perkembangan yang berhubungan dengan perasaan atau emosi dan interaksi anak dengan lingkungannya. B. Permainan Berdasarkan Kemampuan dan Keterampilan yang dikembangkan Anak 1. Bermain untuk Pengembangan Kemampuan Kognitif Permainan ini berfungsi untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak dari kognitif yang sederhana kepada kognitif yang lebih kompleks, sarat dengan kegiatan pengembangan kemampuan IPA dan matematika.Contoh-contoh permainannya antara lain : bermain klasifikasi beragam benda, memperkirakan jumlah benda, mencoba beragam rasa 2. Bermain sebagai latihan Koordinasi Gerakan Motorik (fisik) Jenis permainan ini menitikberatkan pada keterampilan dalam mengkoordinasikan gerakan motorik baik motorik kasar maupun motorik halus, hal ini dapat dilihat aktivitas anak yang melakukan gerakan motorik secara berulang-ulang seperti berlari, memanjat,naik sepeda, lompat dll,walaupun lebih ditekankan pada pengembangan aspek kognitif tapi secara bersamaan juga mengembangkan aspek kognitig seperti : a. Memperkirakan tingginya suatu pohon dengan kemampuannya untuk memanjat b. Memperkirakan kenanpuan keseimbangan tubuh saat mengendarai sepeda agar tidak jatuh 3. Bermain Konstrukitif untuk Pengembangan Kemampuan Kognitif dan Ketrampilan Motorik Halus Pada permainan ini anak dapat menyusun berbagai macam bentuk dan ukuran balok, lego,rakitan menjadi bangunan (seperti rumah, gedung, hotel dll),selain itu anak juga dapat melatih gerakan motorik halus, terlihat pada saat menggunakan jari-jarinya untuk menyusun balok agar tidak jatuh.pada waktu yang bersamaan anak juga mengoperasikan kemampuan kognitifnya agar baloknya tidak jatuh dan memilih balok yang tepat untuk dijadikan bangunan. 4. Bermain Drama sebagai latihan Pengembangan Berbahasa Merupakan refleksi dari pengembangan kognitif yang ditekankan dalam imajinasi atau fantasi.aktivitas ini bermanfaat pada pengembangan kemampuan anak dalam bersosialisasi dan berkomunikasi.permainan ini meningkatkan perbendaharaan kosakat, spontanitas, kelancaran

anak berbicara dan ketrampilan berkomunikasi.selain aspek pengembangan bahasa juga dikembangkan seluruh aspek yaitu kognitif, fisik, sosial emosional, seni,moral dan nilai-nilai kehidupan anak. 5. Bermain untuk Pengembangan kemampuan Seni Berfungsi meningkatkan kepekaan dan apresiasi anak terhadap seni gerak,rupa dan musik serta rasa percaya diri pada anak,saat bernyanyi dan memainkan alat musik tertentu selain menyenangkan juga belajar kreatif, belajar bekerja sama.Contoh kegiatan ini adalah menyanyi, menari, senam,melukis,menggambar dll 6. Bermain sebagai Penumbuhan Aspek Moral dan Nilai-Nilai Kehidupan Bertujuan untuk mengembangkan, menumbuhkan mengasah kepekaan, kepudilan untuk menjunjung moral dan nilai-nilai yang berlaku universalmisalnya : menunggu giliran untuk bermain,menyelesaikan masalah dengan teman Anak usia 4-5 tahun sangat aktif,energik suka bermain peran karena ide-ide mulai berkembang dan mulai bergabung dengan kelompoknya 1.Aspek Pengembangan Fisik meliputi: Aspek pengembangan motorik kasar : gerakan yang dilakukan dengan menggunakan otot besar, yang meliputi :berjalan dengan berbagai variasi,naik turun tangga tanpa pegangan,memanjat dan bergelantungan dll Aspek pengembangan motorik halus : gerakan yang dilakukan menggunakan otot halus dan koordinasi mata serta jari-jari tangan yang meliputi :mencontoh bentuk +, x, lingkaran, bujur sangkar, segitiga secara bertahap, membuat garis lurus, vertikal, melengkung 2.Aspek Pengembangan Kognitif yaitu mampu untuk berpikir logis, kritis memberi alasan, memecahkan masalah dan menemukan hubungan sebab akibat, meliputi : mengelompokkan, memasangkan benda yang sama dan sejenis atau sesuai pasangannya, menyebutkan 7 bentuk (lingkaran, bujur sangkar, segitiga, segi panjang, segi enam, belah ketupat, trapesium) dll 3.Aspek Pengembangan Bahasa yaitu mampu menggunakan bahasa untuk dipahami baik secara pasif maupun digunakan secara aktif untuk berkomunikasi secara efektif. Aspek pengembangan bahasa mencakup membedakan berbagai jenis suara, mengenal masing masing bunyi huruf, menyatakan dengan 6-10 kata. 4. Aspek Pengembangan Sosial Emosional yaitu mampu mengenal lingkungan alam serta mampu mengembangkan konsep diri, sikap positif terhadap belajar, kontrol diri dan rasa memiliki. Kemampuan pada aspek ini meliputi : mematuhi etika dan jadwal makan,bergaul dengan sopan, terbiasa menggunakan WC dna kamar mandi. 5. Aspek Pengembangan Moral & Nilai-Nilai Agama yaitu mampu melakukan ibadah, mengenal dan percaya akan Tuhan dan ciptaanNya serta mencintai sesama. Aspek ini meliputi : menyanyikan lagu keagamaan, berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan, bersikap yang benar saat berdoa.

6.Aspek Pengembangan Seni diharapkan telah peka pada irama nada, birama, berbagai bunyi serta menghargai suatu hasil karya, aspek ini meliputi : mengekspresikan gerakan dengan irama yang bervariasi, membentuk irama dengan bertepuk atau membunyikan benda-benda lain, memainkan alat musik, melukis dengan alat yang bervariasi B. Usia 5-6 tahun 1.Aspek Pengembangan Fisik meliputi: Aspek pengembangan motorik kasar, kemampuan yang diharapkan meliputi : merayap dengan berbagai variasi, merangkak dengan berbagai variasi, berjalan lurus, berjingkat, mengangkat tumit, menyamping, membawa cangkir berisi air. Aspek pengembangan motorik halus, kemampuan yang diharapkan meliputi : mencontoh bentuk +, x, lingkaran, bujur sangkar, menjiplak angka, menjahit sederhana dengan menggunakan sepatu, benang wol, tali rafia 2.Aspek Pengembangan Kognitif kemampuan yang diharapkan meliputi : menyebut urutan bilangan 1-20, mengenal lambang bilangan, menyebutkan semua jenis bentuk-bentuk 3.Aspek Pengembangan Bahasa yaitu menirukan 2-4 urutan angka,kata, mengikuti 2-5 perintah sekaligus, menggunakan dan menjawab pertanyaan apa, mengapa, dimana,berapa,bagaimana dengan kalimat yang lengkap 4. Aspek Pengembangan Moral & Nilai-Nilai Agama.Aspek ini meliputi : menyanyikan lagu keagamaan, selalu berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan, dapat melakukan ibadah, membedakan ciptaan Tuhan dengan buatan manusia 5. Aspek Pengembangan Sosial Emosional Kemampuan pada aspek ini meliputi : mematuhi etika dan jadwal makan,bermain bersama dan bergantian menggunakan alat permainan, terbiasa menggunakan WC dan kamar mandi,berani ke sekolah tanpa diantar,dapat memlilih kegiatan sendiri 6.Aspek Pengembangan Seni.Aspek ini meliputi : menari sesuai dengan irama musik, bertepuk tangan membentuk irama,memainkan alat musik enis Permainan yang sesuai dengan Aspek-Aspek Pengembangan Anak Usia TK Pertumbuhan fisik pada setiap anak tidak selalu sama, ada beberapa anak yang mengalami pertumbuhan secara cepat, tetapi ada pula yang mengalami keterlambatan. Pada masa kanak-kanak, pertumbuhan tinggi badan dan berat badan relatif seimbang, tetapi secara bertahap tubuh anak akan mengalami perubahan. Bilamana di masa bayi anak memiliki penampilan yang gemuk maka secara perlahan-lahan tubuhnya berubah

menjadi lebih langsing, sedangkan kaki dan tangannya mulai memanjang. Ukuran kepalanya masih tetap besar jika dibandingkan dengan tubuhnya, namun pada akhir masa kanak-kanak ukuran kepalanya tidak lagi terlalu besar jika dibandingkan dengan tubuhnya. Selain berubahnya berat dan tinggi badan, anak juga mengalami perubahan fisik secara proporsional. Pada masa kanak-kanak, anak mengalami perubahan fisik menuju proporsi tubuh yang lebih serasi, walaupun tidak seluruh bagian tubuh dapat mencapai proporsi kematangan dalam waktu yang bersamaan. 11 Perubahan proporsi tubuh mempunyai irama pertumbuhan sendiri, ada yang tumbuh cepat dan ada pula yang lambat, namun semuanya akan mencapai taraf kematangan ukuran tepat pada saatnya. Pola perubahan yang cenderung berbeda pada setiap anak menyebabkan pertumbuhan fisik anak-anak tampak berbeda satu sama lain. Misalnya ada beberapa anak yang memiliki kepala terlihat seperti lebih besar dari badannya, sedangkan yang lain justru seolah-olah mempunyai kepala yang terlalu kecil, ada tungkai kakinya yang panjang, tapi ada pula yang pendek. Perubahan fisik dan perubahan proporsi tubuh anak yang terjadi pada masa pertumbuhan, akan mempengaruhi bagaimana anak ini memandang dirinya dan bagaimana dia memandang orang lain. Hal ini akan tercermin dari pola penyesuaian diri anak. Seorang anak misalnya, yang terlalu gemuk akan mulai menyadari bahwa dia tidak dapat mengikuti permainan yang dilakukan oleh teman sebayanya, karena setiap aturan permainan tidak dapat dipatuhinya atau karena secara fisik anak selalu kalah dalam permainan. Di pihak lain, teman-temannya akan menganggap anak gemuk itu terlalu lamban dan tidak perlu diajak bermain lagi. Kondisi ini akan menimbulkan perasaan tidak mampu dan tidak disenangi teman-temannya, sehingga dapat mempengaruhi pembentukan konsep dirinya, pada akhirnya akan mempengaruhi perkembangan kepribadian anak. Pertumbuhan fisik yang dialami anak akan mempengaruhi proses

perkembangan motoriknya. Perkembangan motorik berarti perkembangan pengendalian jasmaniah melalui kegiatan pusat syaraf, urat syaraf dan otototot yang terkoordinasi. Sebagian besar waktu anak dihabiskan dengan bergerak dan kegiatan bergerak ini akan sangat menggunakan otot-otot yang ada pada tubuhnya. Coba perhatikan gambar di samping, anak bersama teman-temannya sedang bermain dan mengembangkan kemampuan fisik motoriknya. Tidak ada rasa takut terpancar dari wajah anakanak ini. Gerakan yang banyak menggunakan otot-otot kasar disebut motorik kasar (gross motor) yang digunakan untuk melakukan aktivitas berlari, memanjat, melompat atau melempar. Sementara gerak yang menggunakan otot-otot halus yang disebut motorik halus (fine motor) cenderung hanya digunakan untuk aktivitas menggambar, meronce, menggunting, menempel atau melipat. Berbagai kemampuan yang dimiliki anak dalam menggunakan otot-otot fisiknya baik otot halus maupun otot kasar dapat menimbulkan rasa percaya 12 diri pada anak bahwa anak mampu menguasai keterampilan-keterampilan motorik. Keterampilan motorik yang berbeda memainkan peran yang berbeda dalam penyesuaian sosial dan pribadi anak. karena keterampilan motorik ini memiliki dua fungsi, pertama, membantu anak untuk memperoleh kemandiriannya, dan kedua, untuk membantu mendapatkan penerimaan sosial. Untuk mencapai kemandirian, anak harus mempu mempelajari dan menguasai keterampilan motorik yang memungkinkan anak mampu melakukan segala sesuatu bagi dirinya sendiri. Keterampilan ini meliputi

keterampilan makan, memakai baju, mandi, dan merawat diri sendiri. Untuk mendapatkan penerimaan sosial, anak dituntut untuk mampu melakukan berbagai keterampilan seperti membantu pekerjaan rumah atau pekerjaan sekolah, menguasai keterampilan-keterampilan sekolah seperti menggambar, melukis, menari, meronce atau anak juga mampu melakukan ketermpilan yang berkaitan dengan aktivitas bermain bola, memanjat atau melempar. Berbagai keterampilan motorik di atas, selayaknya dikuasai anak pada masa kanak-kanak, karena pada diri anak akan terbentuk rasa percaya diri, memiliki sifat mandiri dan mendapatkan penerimaan dari teman-teman sebayanya. Sebaliknya bila anak tidak mampu menguasai keterampilan motorik tersebut, anak cenderung akan merasa putus asa, tidak percaya diri, merasa diri tidak bisa melakukan apa-apa yang pada akhirnya dapat terbentuk penyesuaian sosial dan pribadi yang buruk. Seiring dengan perkembangan fisik yang beranjak matang, perkembangan motorik anak sudah dapat terkoordinasi dengan baik. Setiap gerakannya sudah selaras dengan kebutuhan atau minatnya. Masa ini ditandai dengan kelebihan gerak atau aktivitas. Anak cenderung menunjukkan gerakan-gerakan motorik yang cukup gesit dan lincah. Oleh karena itu, usia ini merupakan masa yang ideal untuk belajar keterampilan yang berkaitan dengan motorik, seperti menulis, menggambar, melukis, berenang, main bola dan atletik. Perkembangan fisik yang normal merupakan salah satu faktor penentu kelancaran proses belajar, baik dalam bidang pengetahuan maupun keterampilan. Dengan kata lain, perkembangan motorik sangat menunjang keberhasilan belajar anak nanti di sekolah dasar. Pada masa usia ini, kematangan perkembangan motorik umumnya sudah mulai dicapai, karena itu anak sudah mulai siap untuk menerima kegiatan yang berkaitan dengan keterampilan. 13 2. Perk